Anda di halaman 1dari 74

ASFIKSIA

Tubuh
kekurangan
Oksigen
ANOKSIA
JENIS-JENIS ANOKSIA
ANGKA KEJADIAN
Korban kematian akibat asfiksia
termasuk yang sering diperiksa
oleh dokter
Umumnya urutan ke-3 sesudah
kecelakaan lalu-lintas dan trauma
mekanik
4
2
5
1
3
0011 0010 1010 1101 0001 0100 1011
Alamiah
Keracunan
Mekanik
FASE ASFIKSIA
Penurunan
Kadar O2 dan
Penimbunan
CO2 di Plasma
DISPNEU
Akibat dari
Peningkatan
CO2 di SSP
KONVULSI
Depresi Pusat
Pernapasan
pada SSP
APNEU
Paralisis Pusat
Pernapasan
lengkap
TERMINAL
Tardieu Spot
Sianosis (Kecuali kecuali
keracunan)
Kongesti & Oedem
Darah Lebih Cair
SIANOSIS
(Kecuali pada kasus keracunan)
BUSA HALUS pada HIDUNG dan MULUT
(Kecuali kasus keracunan)
Warna LEBAM MAYAT merah-kebiruan gelap
dan terbentuk lebih cepat (Kecuali pada kasus
keracunan)
Kelainan-kelainan yang berhubungan dengan
kekerasan, seperti fraktur laring langsung atau
tidak langsung
(Sianosis mempunyai arti jika keadaan mayat masih baru ATAU kurang
dari 24 jam post mortal)
(Pelebaran pembuluh darah konjunctiva bulbi dan palpebra
yang terjadi pada fase 2)
Penutupan
Lubang
Saluran
Pernafasan
Bagian Atas
Pembekapan
(Smothering)
Penyumbata
n (Gagging dan
Choking)
Penekanan
Dinding
Saluran
Pernafasan
Penjeratan
(Strangulatio
n)
Pencekikan
(Manual
Strangulation,
Throttling)
Gantung
(Hanging)
Penekanan
Dinding Dada
Dari Luar
Asfiksia
Traumatik
(Crush
Asfiksia)
Saluran
Pernafasan
Terisi Ar
Tenggelam
(Drowning)
DEFINISI
Suatu bentuk jerat (strangulasi)
dengan tali ikat dimana
tekanan dihasilkan dari
seluruh atau sebagian berat
tubuh


ASFIKSIA
Terjadi akibat
terhambatnya
aliran udara
pernafasan.
APOPLEKSIA
Tekanan pada
pembuluh
darah vena
menyebabkan
kongesti pada
pembuluh
darahotak dan
mengakibatkan
kegagalan
sirkulasi
ISKEMIK
SEREBRAL
SYOK
VASOVAGAL
Perangsangan
pada sinus
caroticus
menyebabkan
refleks vagal
yang
menyebabkan
henti jantung.
FRAKTUR/DI
SLOKASI
TULANG
BELAKANG
KLASIFIKASI
GANTUNG
Bb


Gantung Diri (Bunuh Diri) : Jarak antara
simpul dengan tumpuan lebih besar bila
dibandingkan dengan mayat orang yang
tidak sadar yang digantung oleh orang
lain.
Tanda Jerat Pada Leher
Tanda-tanda Asfiksia
Lebam Mayat
Sekresi urin dan feces
Jejas jerat gantung yang dalam
melingkar oblique sampai di
belakan leher korban
Jejas jerat gantung yang
dalam pada leher korban
Lebam pada gantung diri terkonsentrasi pada
daerah ekstemitas
DEFINISI
Tekanan oleh benda asing yang
melingkari atau mengikat
leher yang makin lama makin
kuat, sehingga saluran nafas
tertutup.
Mekanisme
Refleks vagal
Kongesti
Asfiksia
Tanda Jerat
Pada Leher
Lebam
Mayat
Bentuk jeratan berjalan
mendatar/horizontal
biasa disertai luka lecet atau
luka memar disekitar jejas
-jarang terdapat patah tulang
hyoid /kartilago krikoid

Tergantung dari posisi
tubuh korban setelah
mati.
Penjeratan dengan handuk
yang terjadi pada orang tua
Gambaran tanda jeratan
pada aspek anterior dan
lateral leher
Setelah dibuka tampak bekas
alat jerat melingkar horizontal
sampai ke belakang leher
Tampak alat jerat yang
dipakai membunuh melingkar
di leher korban
Jeratan yang sering tidak
disengaja sering terjadi
pada bayi dan balita,
biasanya disebabkan oleh
kerah baju yang terlalu
ketat.
Kasus Gantung
(bunuh diri)
Kasus Gantung
(pembunuhan)
Simpul



Arah
Jarak titik tumpu-
simpul
Kepala bisa dikeluarkan
dari lingkaran tali lilitan
yang telah dilebarkan
sampai tempat fiksasi
Serong ke atas
Jauh
Berbentuk v (lingkaran
terputus)
Kepala tidak bisa
dikeluarkan dari lingkaran
tali lilitan yang telah
dilebarkan sampai tempat
fiksasi
Mendatar/horizontal
Dekat
Berbentuk lingkaran penuh
Lokasi jejas
Jejas jerat
Lebih tinggi
Oblique ke arah
belakang
Lebih rendah
Mendatar

DEFINISI
Penekanan dan penutupan
pembuluh darah dan jalan napas
oleh karena tekanan eksternal
(luar) pada leher.

Mekanisme Kematian

Asfiksia



Refleks vagal

Fase
dyspnea
Fase
konvulsi
Fase
apneu
Fase
akhir
kematian segera
(immediate
death),


PEMBUNUHAN
KECELAKAAN
3 cara melakukan pencekikan
(manual strangulasi)
- 1 tangan
Terdapat 1 buah jejas
penekanan dari 4
tangan dan jejas ibu
jari
- 2 tangan
Terdapat penumpukan
jejas yang merupakan
tanda dari tekanan 4
jari yangkanan dan kiri
- 1 lengan
Tertdapat jejas
berbentuk panjang
seperti lengan.
POST MORTEM CEKIKAN
PEMERIKSAAN
LUAR
TANDA KARDINAL dan TANDA
UMUM ASFIKSIA
TANDA KEKERASAN PADA
LEHER
Luka memar pada kulit di
leher
Bekas tekanan jari
Bekas kuku
Sidik jari
Tanda Kekerasan akibat
Perlawanan
PEMERIKSAAN
DALAM
Tanda Kardinal dan Tanda
Umum Asfiksia
Fraktur Tulang-Tulang Leher
Robekan Membran
Hipotiroidea
Luksasi Artikulasio
Krikotiroidea
Resapan Darah pada
bagian yang terdapat
perlukaan
Edema paru
Luka lecet berbentuk seperti bulan sabit. Dengan
jumlah banyak yang merupakan tanda akibat tekanan
dari empat jari sedangkan ukuran terkecil dapat
menandakan jejas kuku.
Terdapat perdarahan pada lidah
akibat jejas luka tekan lecen karena
cekikan
DEFINISI
Obstruksi mekanik terhadap aliran
udara dari lingkungan ke dalam
mulut dan atau lubang hidung
KASUS PEMBEKAPAN (aCCIDENTAL SMOTHERING)
Tampak lebam pada dada atas anak.
Dan daerah pucat pada wajah karena tekanan pada tempat tidur.
KASUS BEKAPAN (SMOTHERING)
Gambaran anak yang dibekap
dengan bantal pada hidung
dan mulut
Tampak gambaran gigi pada bibir
yang tertekan
DEFINISI
Sumbatan jalan napas oleh benda
asing, yang mengakibatkan
hambatan udara masuk ke paru-
paru.
GAGGING
(OROFARING)
CHOCKING
(LARYNGOFARING)
KASUS TERSEDAK(chocking & gagging)
Tersedak oleh sumbatan yang dirapatkan oleh bandana
SUFOKASI
SUFOKASI
Di dalam ruangan tanpa ventilasi
dimana kekurangan O
2
dan
kelebihan CO
2
10% -
15%
Kerusakan
dalam
pengambilan
keputusan
dan
koordinasi
8% - 10%
Kehilangan
Kesadaran
4% - 8%
Kehilangan
Kesadaran
Selama 40
detik
Kematian
dalam
beberapa
menit
kemudian
CRUSH
ASFIKSIA
Dada dan perut mendapat tekanan
secara bersamaan oleh suatu
kekuatan yang menyebabkan dada
terfiksasi sehingga diafragma tidak
dapat bergerak.

Jika benda yang menekan itu sangat berat
maka besar kemunginan kematiannya
bukan karena asfiksia, tetapi karena sebab
lain; seperti misalnya perdarahan karena
hancurnya organ dalam.

KASUS CrUSH ASFIKSIA(aCCIDENTAL SMOTHERING)
Korban tertindih di bawah kendaraan
KARBONMONOKSIDA
SIANIDA
Bisa dalam bentuk padat, mudah larut dalam air
sehingga terdapat dalam bentuk cairan.
Bisa juga dalam bentuk gas bila dengan
asam pekat.
Gas CO adalah gas yang tidak berwarna,
tidak berbau dan tidak meransang selaput
lendir, sedikit lebih ringan dari udara
sehingga mudah menyebar
MEKANISME PAPARAN
SIANIDA
Paparan
CN
Hiperapnea
Kehilangan
Kesadaran
Apnea
Terhambatnya
Aktifitas Otot
Jantung
Kematian
JARINGAN SEL
Darah dan Lebam
Mayat berwarna
merah terang
(cherry pink
colour).
Jaringan otot,
visera dan darah
juga berwarna
merah terang.
CO
Darah dan Lebam
Mayat berwarna
merah terang
seperti warna
merah batu bata
Jaringan
penampang
ototnya berwarna
biasa, tidak merah
terang
SN
KASUS KERACUNAN KARBONMONOKSIDA
Tampak Cherry Red pada daerah wajah dan leher
KASUS KERACUNAN KARBONMONOKSIDA
Lebam mayat: chery red
Kematian akibat mati lemas (asfiksia)
disebabkan masuknya cairan kedalam
saluran pernapasan
Jumlah air :
2 liter (Dewasa)
30-40 mililiter (Bayi)
Wet
drowning

Dry
drowning

Secondary
drowning

Immersion
syndrom

4
2
5
1
3
0011 0010 1010 1101 0001 0100 1011
Pengaruh air
yang masuk
paru-paru
Spasme
laring
Vagal
refleks
Vagal Reflex
Sangat cepat
Pemeriksaan post-mortem:
(-) tanda asfiksia
(-) air/benda air pada paru
Tenggelam tipe I

Spasme Laring
Jarang
Rangsangan air yang masuk ke laring
Pemeriksaan post mortem:
(+) tanda asfiksia
(-) air/ benda-benda air pada paru
tenggelam tipe I.
e
-
air tawar
<< darah
Hemodilusi Hemolisis
Ion K
Fibrilasi
Ventrikel
Tekanan
Darah
Cerebral
Anoksi
Kematian
dalam 5 Menit
Tek. Osmotik air
laut 4x plasma
Air ditarik dari
sirkulasi Pulmonal
ke Jar. Interstitial
Acute Secondary
Pulmoner Edema
Haemokonsentrasi Sirkulasi Lambat Payah Jantung
Kematian dalam 8-9
Menit
Pengaruh air yang masuk paru-paru
TENGGELAM AIR
TAWAR
TENGGELAM AIR ASIN
Anoksia (+)
Gangguan elektrolit (+)
Pemeriksaan post mortem
1.Tanda asfiksia
2.NaCl jantung kanan > kiri
3.(+) buih & benda-benda
air pada paru-paru.
Tenggelam tipe II A.




Anoksia (+)
Hemokonsentrasi (+)
Gangguan elektrolit (-)
Pemeriksaan post mortem
1.Tanda asfiksia
2.NaCl jantung kiri>kanan
3.(+) buih & benda-benda
air

tenggelam tipe II B

CARA KEMATIAN
Bunuh diri
Pembunuhan
Kecelakaan
PEMERIKSAAN
LUAR
Basah, Berlumuran Pasir
atau Lumpur
Washer Woman Hand
Busa halus di hidung
dan mulut
Cutis Anserina
Cadaveric spasme
PEMERIKSAAN
DALAM
Busa dan Benda Asing di Saluran
Pernafasan
Drowning Lung paru besar, >berat
Bercak Paltauf
(Bercak perdarahan di bawah pleura)
Pembesaran
GI Tract
(berupa air, benda-benda air)
Otak, Ginjal, Hati, Limpa berisi air
atau benda-benda air)
Cairan Hemolysis dalam rongga dada
> 100 cc
Pemeriksaan Laboratorium
Pem Destruksi Jaringan
Pem Getah Paru
Pemeriksaan Diatom
Pem. BJ dan kadar elektrolit pd darah
jantung
Pemeriksaan darah Jantung