Anda di halaman 1dari 15

Longsoran Bidang

Kondisi Terjadinya Longsoran Bidang

Bidang longsor / lemah


mempunyai strike sejajar
atau hampir sejajar
dengan strike lereng
(maksimal 200)
Kemiringan bidang gelincir
lebih kecil daripada
kemiringan lereng
Kemiringan bidang gelincir
lebih besar daripada sudut
geser dalam

Bidang lemah harus


memotong permukaan
lereng
Harus ada bidang
release di kanan kiri
blok

Mempertimbangkan
ketebalan (tegak lurus
garis muka lereng)

Analisis Longsoran Bidang

Rekahan di atas lereng

Rekahan di muka lereng

Analisis Longsoran Bidang


Rekahan di atas
lereng

Rekahan di muka
lereng

Rekahan di atas lereng

Rekahan di Muka Lereng

Asumsi Analisis

Strike rekahan dan strike bidang longsor sejajar dengan muka


lereng
Rekahan merupakan rekahan vertikal dan tersisi air sedalam Zw
Air masuk dalam bidang longsor melalui bagian bawah rekahan dan
merembes di sepanjang permukaan bidang longsor
Gaya W (berat blok yang akan sliding), gaya U (gaya angkat
karena air di permukaan longsor) dan gaya V (gaya karena
tekanan air di rekaha) bekerja melalui pusat blok
Kuat geser dari bidang longsor dinyatakan dalam kohesi (C) dan
sudut geser dalam (f) dengan persamaan t = C + tan f

Penentuan Faktor Keamanan

Perhitungan Matematis
F

C. A (W .Cos p U V sin p.) tan f

A ( H Z ). cos ec p

W sin p V cos p
1
U w .z w ( H Z ).cos ec p
2

1
Z

.H 2 (1 ( ) 2 ) cot p cot f
2
H

1
Z 2

2
W .H (1 ) cot p (cot p . tan f 1)
2
H

1
2
V w .z w
2
di atas lereng

dimuka lereng

Perhitungan dengan Grafis


F

(2c / H ).P Q.Cot p R.(P S ) tan f

z
P (1 ).cos ec p
H

Q R.S.Cot p

w Zw Z
R
.
.
Z H

Q (1 ( ) 2 ) cot p cot f sin p


H

Q (1 ) 2 cos p (cot p . tan f 1)


H

Zw Z
S
. sin p
Z H

di atas lereng

di muka lreng

Penentuan Nilai P dan S

Penentuan nilai Q

Penentuan nilai Q