Anda di halaman 1dari 3

Perhitungan Kebutuhan Air dan Debit Air

1.1

Pendahuluan

plambing adalah seni dan teknologi pemipaan dan peralatan untuk menyediakan;
a. penyediaan air bersih, yaitu menyediakan dan menyalurkan air bersih ke tempat yang dituju,
ditinjau berdasarkan kualitas, kuantitas dan kontinuitas air tersebut dengan memenuhi syarat
tertentu.
b. membuang air bekas (kotor), yaitu membuang air kotor ke tempat-tempat tertentu tanpa
mencemarkan hal penting lainnya.
Sistem plambing adalah sistem penyediaan air bersih dan sistem pembuangan air kotor yang
saling berkaitan serta merupakan paduan yang memenuhi syara; yang berupa peraturan
dan perundangan, pedoman pelaksanaan, standar peralatan dan standar instalasinya.
Di Indonesia, dasar hukum tentang plambing yaitu Pedoman Plambing Indonesia Edisi Tahun
1979, hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi terjadinya kesulitan
bahkan kegagalan yang terjadi dalam sistem plambing. berdasarkan survey dari 200 kasus di
jepang pada tahun 1978 (noerbambang morimura, 1991) menunjukan bahwa kegagalan sistem
plambing terjadi pada tahap perencanaan/ desain serta tahap pelaksanaan/ pemasangan,
dengan gambaran sebagai berikut :
a. 37% disebabkan karena kurang cermatnya perancangan.
b. 34% disebabkan oleh kurang-baiknya pemasangan.
c. 29% disebabkan masalah getaran dan kebisingan yang berasal dari mesin dan sistem pipa.
Perancangan plambing dapat dikatakan berhasil apabila dapat memenuhi syarat antaralain:

1.2.

Syarat fungsional : Suatu sistem plambing direncanakan sedemikian rupa sehingga dapat
dimanfaatkan sebagaimana fungsinya;
Syarat structural : berupa kekakuan, kekuatan, dan ekonomis. Syarat ini dimaksudkanagar
system perpipaanyang direncanakan dapat kokoh dan terhindar dari terganggunya fungsi
plambing itu sendiri;
Syarat estetika / seni, arsitektur danyang lainnya sehingga menciptakan kenyamanan dan
kepuasan bagi si pemakainya.
Peraturan Terkait Perencanaan Plumbing

Peraturan-peraturan yang mengatur sistem plambing antara lain:


SNI 03-6481-2000 tentang Sistem Plambing-2000
SNI 03-7065-2005 tentang Tata Cara Perencanaan Sistem Plambing,
SNI 03-2398-2002 tentang Tata Cara Perencanaan Tangki Septik dengan Sistem Resapan
SNI 03-1745-2000 tentang Tata Cara Perencanaan dan Pemasangan Sistem Pipa Tegak dan
Slang untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Gedung
SNI 03-3989-2000 tentang Tata Cara Perencanaan dan Pemasangan Sistem Sprinkler Otomatik
untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Gedung

1.3.

SNI 03-1745-1989 tentang Tata Cara Pemasangan Sistem Hidran untuk Pencegah Bahaya
Kebakaran pada Bangunan Rumah dan Gedung
SNI 03-6382-2000 tentang Spesifikasi Hidran Kebakaran Tabung Basah Pedoman Plambing
Indonesia yang dikeluarkan oleh Depatemen PU
Prosedur Perancangan

a.
b.
c.
d.
e.

Rancangan konsep
Penelitian lapangan
Rancangan dasar
Rancangan pendahuluan
Rancangan pelaksanaan

Dalam menyiapkan rancangan konsep sistem plambing terdapat beberapa hal yang harus
diperhatikan seperti:
jenis dan penggunaan gedung
denah bangunan
jumlah penghuni
kunjungan ke lokasi pembangunan gedung dan melihat situasi setempat perundingan dengan
instansi pemerintah. Penelitian dan informasi mengenai hak penggunaan air dan pembuangan air
buangan.
Tahapan Perencanaan:
Ide Studi : Perencanaan Sistem Plambing dan Sistem Fire Hydrant

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Rancangan Dasar :
Perhitungan kebutuhan air bersih
Sistem penyediaan air bersih
Sistem penyaluran air buangan dan ven
Sistem fire hydrant
Dasar-dasar perencanaan sistem plambing
Teori, rumus, dan perhitungan dalam merencanakan sistem plambing
Tabel dan grafik pedoman perencanaan sistem plambing
Pengumpulan Data Sekunder:
1. Gambar Tata Letak Bangunan
2. Denah Site Plan Perencanaan
3. Denah Site Plan Sistem Tiap Lantai
4. Denah Ruang Saniter
5. Jenis-jenis Alat Saniter
6. Daftar harga Peralatan dan Unit Alat Plambing
7.Peraturan Perundangan yang berlaku tentang sistem plambing
Perencanaan Sistem Penyediaan Air Bersih

1.

Perhitungan kebutuhan air, volume tangki, dimensi pipa, bangunan pelengkap, dan kebutuhan
pompa.
2. Gambar perencanaan sistem penyediaan air bersih
3. BOQ dan RAB
Perencanaan Sistem Penyaluran Air Buangan & Ven
1. Perhitungan dimensi pipa dan bangunan pelengkap.
2. Gambar perencanaan sistem penyaluran air buangan & vent
3. BOQ dan RAB
Perencanaan Sistem Fire Hydrant
1. Perhitungan kebutuhan air fire hydrant, volume tangki, dimensi pipa,
bangunan pelengkap, dan kebutuhan pompa.
2. Gambar perencanaan sistem fire hydrant
3. BOQ dan RAB