Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH MENGENAI LOBI

UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH PUBLIC SPEAKING (RETORIKA)

Dosen :
Drs. Hadi Suprapto Arifin, M.Si

Oleh :
Arya Aditya Gunawan
Dita Aflaha Nur Ulfah
Hanny Pertiwi Alamsyah
Muhamad Lazuardi S
Syairah Mariah Fahmedha

Universitas Padjadjaran
Fakultas Ilmu Komunikasi
Public Relations C
2011

LOBI

Definisi dan Pengertian Lobi


Dalam kamus Bahasa Inggris-Indonesia yang disusun John M. Echols dan Hasan
Shadily, Lobi diartikan:

Ruang Masuk (Gedung)


Mencoba Mempengaruhi

Lobbyist Diartikan:

Seseorang yang mencoba mempengaruhi pembuat undang-undang dan lain-lain.


Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, disebutkan Lobi adalah: Ruang teras di dekat
pintu masuk hotel (bioskop dan sebagainya),dilengkapi dengan beberapa perangkat
meja-kursi,yang berfungsi sebagai ruang duduk atau ruang tunggu.
Aktivitas ini adalah agar satu pihak terpengaruh dan mau menerima apa yang menjadi

keinginan pihak lain. Aktivitas ini dikenal dengan istilah lobbying. Lobbying merupakan
bagian dari proses negosiasi yang tidak terpisahkan. Karena, untuk mencapai hasil
kesepakatan dalam negosiasi, me-lobby ini ternyata lebih efektif.
Melobi Diartikan:
Melakukan pendekatan secara tidak resmi .
Pelobian Diartikan:
Bentuk partisipasi politik yang mencakup usaha individu atau kelompok untuk
menghubungi para pejabat pemerintah atau pemimpin politik dengan tujuan mempengaruhi
keputusan atau masalah yang dapat menguntungkan sejumlah orang.
Pengertian lobi menurut Drs. Tarsis Tarmudji, penulis buku Kiat Melobi, Suatu
Pendekatan no-Formal:

Lobi adalah sebuah (bentuk) preassure group yang mempraktekkan seni mendapatkan
teman yang berguna dan mempengaruhi orang lain.

Melalui definisi atau pengertian yang diambil dari kamus,pendapat konsultan


manajemen, maupun Drs. Tarsis Tarmudji, unsur-unsur yang terlibat dalam kegiatan melobi,
tujuan melobi, serta siapa saja yang menjadi sasaran Lobi:
1. Kegiatan melobi melibatkan beberapa pihak:
o Pertama,pihak pelobi
o Kedua,pihak yang dilobi
2. Sasaran pelobi,orang atau pihak yang dilobi,adalah para pembuat undangundang,pejabat pemerintahan,pimpinan politik,dan sejumlah tokoh lain yang memiliki
kekuasaan atau pengaruh cukup besar.
3. Kegiatan lobi dapat dilakukan individual atau berkelompok, dengan sasaran lobi juga
bisa berupa individu berpengaruh, kelompok, lembaga pemerintahan (legislatif,
eksekutif

maupun

yudikatif)

maupun

lembaga

pemerintahan/organisasi

nonpemerintah, perusahaan swasta dan sebagainya.


4. Pelobi melakukan kegiatan lobinya dengan tujuan untuk mempengaruhi mereka yang
menjadi sasaran lobi.
5. Kegiatan lobi juga dimaksudkan untuk memperoleh teman yang berguna
6. Ada unsur preassure (tekanan) pada saat kegiatan lobi tengah berlangsung.
7. Lobi adalah kegiatan yang bersifat informal atau tidak resmi.
Secara umum, istilah lobi mempunyai dua pengertian, yaitu ruang tunggu di gedung
atau umum, dan kelompok yang mencari muka untuk mempengaruhi anggota perlemen. Jadi,
istilah lobbying secara umum ialah suatu kegiatan dari anggota parlemen untuk
mempengaruhi pembuat undang-undang. Dengan kata lain, lobbying yang dilakukan adalah
merupaka suatu langkah awal dalam proses menuju negosiasi.
Pengertian Lobi menurut kamus Webster, Lobby atau Lobbying berarti melakukan
aktivitas yang bertujuan mempengaruhi pegawai umum dan khususnya anggota legislatif
dalam pembuatan peraturan. Sedangkan Lobbyist ialah orang yang mencoba mempengaruhi
pembuat undang-undang. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, melobi ialah melakukan
pendekatan secara tidak resmi, sedangkan pelobian adalah bentuk partisipasi politik yang
mencakup usaha individu atau kelompok untuk menghubungi para pejabat pemerintah atau
pimpinan politik dengan tujuan mempengaruhi keputusan atau masalah yang dapat
menguntungkan sejumlah orang. Dalam tulisan ini istilah lobby atau Lobbying di Indonesiakan menjadi Lobi, sedangkan istilah lobbyist di Indonesia-kan menjadi Pelobi, yaitu orang
yang melakukan Lobi

Definisi Lobi dapat disusun sebagai suatu upaya pendekatan yang dilakukan oleh satu
pihak yang memiliki kepentingan tertentu untuk memperoleh dukungan dari pihak lain yang
dianggap memiliki pengaruh atau wewenang dalam upaya pencapaian tujuan yang ingin
dicapai.
Ada 3 jenis lobi, yaitu sebagai berikut :
1. Lobi tradisional, yang menggunakan pelobi untuk mendekati pengambil keputusan.
2. Lobi akar rumput, yang menggunakan masyarakat untuk mempengaruhi pengambil
keputusan.
3. Lobi Political Action Committee, yakni komite yang dibentuk perusahaan-perusahaan
besar agar wakilnya dapat duduk di parlemen atau pemerintah
Lobi adalah aktivitas komunikasi yang dilakukan oleh individu ataupun kelompok
dengan tujuan memengaruhi pimpinan organisasi lain maupun orang yang memiliki
kedudukan penting dalam organisasi dan pemerintahan sehingga dapat memberikan
keuntungan untuk diri sendiri ataupun organisasi dan perusahaan pelobi.
Lobi dalam konteks bisnis adalah upaya melakukan pemasaran atau penjualan dalam
melakukan pendekatan kepada calon pembeli, baik perorangan maupun instansi. Dalam lobi
bisnis ini biasanya dikemukakan, maksud, tujuan, dan penjelasan produk.
Lobi merupakan kegiatan yang berupaya agar segala sesuatu berjalan tidak melalui
kekuasaan atau koersi melainkan melalui persuasi. Kegiatan lobi yang dilakukan perusahaanperusahaan umumnya mempekerjakan para pelobi profesional atau juga mempekerjakan
mantan pejabat pemerintahan Fungsi lobi adalah untuk melindungi kepentingan
organisasi/lembaga bisnis dengan membuka komunikasi pada pihak pengambil keputusan.
Lobi

merupakan kegiatan yang sangat membutuhkan keterampilan komunikasi.

Keterampilan komunikasi tersebut mencakup mulai dari menulis, meneliti, mengilustrasikan


sampai berbicara. Ini sejalan dengan apa yang dikatakan pakar komunikasi, apabila Anda
ingin mengubah dunia maka Anda harus menguasai keterampilan berkomunikasi.

TEKNIK LOBI

Teknik melakukan lobi tidak lepas dari kegiatan lobi memberi informasi dan
mempersuasi. Sebelum sampai pada persoalan teknis, kita membahas terlebih dulu 4 bentuk
organisasi lobi. Keempat bentuk tersebut adalah
1. Perhimpunan
2. Perusahaan Perorangan
3. Yayasan
4. Koperasi
Masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan. Namun di Indonesia, kegiatan
lobi belum terorganisasikan secara profesional, melainkan masih dilakukan oleh orang-per
orang.
Tahapan Lobi dimulai dari :
a. Pengumpulan Fakta
b. Interpretasi Terhadap Langkah Pemerintah
c. Interpretasi Terhadap Perusahaan
d. Membangun Posisi
e. Melemparkan Berita Nasional
f. Mendukung Kegiatan Pemasaran
Dari dimensi hubungan manusiawi, teknik lobi tersebut adalah:
a. Menganalisis iklim;
b. Menentukan lawan dan kawan;
c. Mengidentifikasi kelompok kecil yang akan menentukan iklim opini;
d. Membentuk koalisi;

e. Menetapkan tujuan;
f. Menganalisis dan mendefinisikan penyebab kasus;
g. Menganalisis berbagai macam segmen khalayak;
h. Memperhitungkan media;
i. Mengembangkan kasus;
j. Menjaga fleksibilitas.
Secara lebih teknis langkah-langkah lobi dilakukan dengan :
a. Mengetahui Motif-Motif Orang Yang Terlibat Dalam Lobi
b. Mewaspadai Jebakan
c. Menetralisir Sikap Lawan
d. Memperbesar Situasi Media Dan Menyusun Rancangan Pendekatan Media.
Apa yang dimaksud dengan teknik lobby?
Cara atau teknik lobby ada berbagai macam tergantung pada target yang ingin dicapai.
Ada lobby dengan target menang (sehingga bisa jadi bohong atau bahkan licik), lobby dengan
target win-win solution. Atau bisa juga dengan target agar tidak terlalu memalukan ketika
akhirnya kalah. Masing-masing cara/gaya melobby tergantung pada kondisi obyektif di
lapangan serta tergantung pada pihak lain yang kita lobby. Dalam logika dawah kampus,
lobby atau apa saja tetap harus dilakukan dengan cara yang maruf sekaligus dengan
mauidhotil hasanah.
Mengapa harus dilakukan lobby?
Lobby penting artinya untuk mengukur tingkat kekuatan internal, citra yang ditangkap
publik serta kredibilitas dan akuntabilitas di hadapan pihak lain. Lobby juga diperlukan untuk
memuluskan berbagai proses yang sedang dilakukan.

Bagaimana cara melakukan lobby?


Lobby dilakukan bisa dengan berbagai cara, tergantung pada siapa dan dalam waktu
seperti apa. Lobby bisa di mulai dengan teknik mengambil hati sampai dengan teknik
menutup urat nadi.
Apa Keuntungan Lobby?
Keuntungan lobby adalah mempercepat proses birokrasi, memperpendek waktu
penyelesaian masalah serta mengurangi resiko kerugian yang akan di terima.

Mengapa kita butuh melakukan lobby?


Hal ini penting untuk memperluas pencapaian target dan tujuan yang hendak dicapai,
semakin bagus lobby yang kita lakukan, maka semakin cepat dan luas target dan tujuan bisa
di raih.

STRATEGI, TAKTIK DAN TEKNIK LOBBYING


Strategi dan Taktik
Kata Strategi adalah turunan dari kata dalam bahasa Yunani, Stratgos. Adapun
stratgos dapat diterjemahkan sebagai komandan militer pada zaman demokrasi Athena.
Strategi adalah pendekatan secara keseluruhan yang berkaitan dengan pelaksanaan gagasan,
perencanaan, dan eksekusi sebuah aktivitas dalam kurun waktu tertentu.Didalam strategi
yang baik terdapat koordinasi tim kerja, memiliki tema, mengidentifikasi faktor pendukung
yang sesuai dengan prinsip-prinsip pelaksanaan gagasan secara rasional, efisien dalam
pendanaan, dan memiliki taktik untuk mencapai tujuan secara efektif.
Strategi dibedakan dengan taktik yang memiliki ruang lingkup yang lebih sempit dan
waktu yang lebih singkat, walaupun pada umumnya orang sering kali mencampuradukkan ke
dua kata tersebut. Kata Taktik adalah seni melakukan manuver agar posisi lebih baik pada

saat itu ditempat it.dengan kata lain taknik merupakan metode mengaplikasikan sebuah
strategi dalam mewujudkan tujuan dan harapan seseorang dan/atau kelompok.
Contoh berikut menggambarkan perbedaannya, "Strategi untuk memenangkan
keseluruhan kejuaraan dengan taktik untuk memenangkan satu pertandingan".Pada awalnya
kata ini dipergunakan untuk kepentingan militersaja tetapi kemudian berkembang ke berbagai
bidang yang berbeda seperti strategi bisnis,olahraga (misalnya sepak bola dan
tenis ),catur,ekonomi,pemasaran,perdangan dan manajemen strategi, dll

Metode Analisa SWOT Dalam Strategi dan Taktik


Perencanaan strategis adalah proses yang dilakukan suatu organisasi untuk
menentukan strategi atau arahan, serta mengambil keputusan untuk mengalokasikan sumber
dayanya (termasuk modal dan sumber daya manusia) untuk mencapai strategi ini. Berbagai
teknik analisis bisnis dapat digunakan dalam proses ini, termasuk analisis SWOT (Strengths,
Weaknesses, Opportunities, Threats), PEST (Political, Economic, Social, Technological),
atau STEER (Socio-cultural, Technological, Economic, Ecological, Regulatory).

Analisis SWOT singkatan bahasa Inggris dari :

1. Kekuatan / Strengths ( Kenal Diri )


2. Kelemahan / Weaknesses ( Tahu Diri )
3. Kesempatan / Opportunities ( Kenali musuh-musuh Diri )
4. Ancaman / Threats ( Percaya Diri )

Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk


mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam suatu proyek atau suatu
spekulasi bisnis. Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis
atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang
tidak dalam mencapai tujuan tersebut. Teknik ini dibuat oleh Albert Humphrey, yang
memimpin proyek riset pada Universitas Stanford pada dasawarsa 1960-an dan 1970-an
dengan menggunakan data dari perusahaan-perusahaan Fourtune 500.
Teknik Lobbying dan Negosiasi
Menurut Stephen Robbins dalam bukunya Organizational Behavior ( 2001),
negosiasi adalah proses pertukaran barang atau jasa antara 2 pihak atau lebih, dan masingmasing pihak berupaya untuk menyepakati tingkat harga yang sesuai untuk proses pertukaran
tersebut. Sedang dalam komunikasi bisnis, negosiasi adalah suatu proses dimana dua pihak
atau lebih yang mempunyai kepentingan yang sama atau bertentangan, bertemu dan berbicara
untuk mencapai suatu kesepakatan.

Kapan sebenarnya diperlukan upaya negosiasi ? Upaya negosiasi diperlukan


ketika :
1. Kita tidak mempunyai kekuasaan untuk memaksakan suatu hasil yang kita inginkan.
2. Terjadi konflik antar para pihak, yang masing-masing pihak tidak mempunyai cukup
kekuatan atau mempunyai kekuasaan yang terbatas untuk menyelesaikannya secara
sepihak.
3. Keberhasilan kita dipengaruhi oleh kekuasaan atau otoritas dari pihak lain.Kita tidak
mempunyai pilihan yang lebih baik untuk menyelesaikan masalah yang kita hadapi
atau mendapatkan sesuatu yang kita inginkan.
Kapan upaya negosiasi sebenarnya tidak diperlukan ? Menurut Arbono
Lasmahadi (2005), upaya negosiasi tidak diperlukan ketika :
1. Persetujuan atau kesepakatan bukanlah tujuan yang ingin dicapai oleh para
pihak,
2. Salah satu atau kedua belah pihak berniat untuk merugikan atau
menghancurkan pihak lain.

3. Negosiator dari salah satu pihak mempunyai kekuasaan yang terbatas atau
tidak mempunyai kekuasaan sama sekali untuk mewakili kelompoknya dalam
negosiasi.
Untuk membangun kerangka dasar tersebut di atas, ada 3 konsep penting yang harus
dipahami oleh seorang negosiator, yaitu :
1. BATNA ( Best Alternative to a Negotiated Agreement) yaitu langkah-langkah atau
alternatif-alternatif yang akan dilakukan oleh seorang negosiator bila negosiasi tidak
mencapai kesepakatan.
2. Reservation Price yaitu nilai atau tawaran terendah yang dapat diterima sebagai
sebuah kesepakatan dalam negosiasi.
3. ZOPA ( Zone of Possible Agreement) yaitu suatu zona atau area yang memungkinkan
terjadinya kesepakatan dalam proses negosiasi.

Dengan pemahaman yang baik terhadap 3 konsep dasar tersebut diatas , maka para
perunding diharapkan dapat menentukan hal-hal yang ingin dicapainya dalam negosiasi,
menentukan besarnya konsesi yang ingin didapat dan dapat diberikan, menentukan perlu
tidaknya melanjutkan negosiasi, dan melakukan langkah lain yang lebih menguntungkan.
Apa yang harus diperhitungkan saat melobby?
Yang harus diperhitungkan oleh seorang pelobby yang baik adalah :
a. Pelobby harus menetapkan tujuan berdasarkan kekuatan yang sungguhnya.
b. Pelobby harus dapat menilai tujuan dan kekuatan lawan dengan cermat
c. Pelobby harus menetapkan seberapa jauh tujuan yang berbeda itu bisa di cari titik
komprominya
d. Pelobby harus menggunakan sarana yang tepat untuk mencapai tujuan
Hal-hal mendasar yang harus dipersiapkan sebelum melakukan lobby

Pihak pelobby menyiapkan orang yang punya visi part of solution bukan orang yang
jadi part of problem.

Pihak pelobby harus punya tujuan yang jelas, akurat dan ditopang dengan kekuatan

yang memadai
Pihak pelobby harus memperhitungkan kondisi obyektif dan sudut pandang lawan
Pihak pelobby harus bersedia berkompromi dengan berbagai tingkatan target yang
akan di raih
Bagaimana Lobby bisa dilakukan ?
Lobby bisa dilakukan kalau lawan kita kira-kira seimbang atau lebih kuat. Kalau

seimbang bisa jadi sama-sama akan rugi (hancur) dan ini jelas tidak dikehendaki oleh kedua
belah pihak. Sedangkan jika lawan lebih kuat maka di cari agar kita bisa mengurangi
kekalahan atau mencari titik temu sehingga tidak jadi konflik
Hambatan dalam proses melobi
Perlu juga disadari tentang hambatan hambatan yang ada dalam kegiatan lobi, dan
harus dihindari dan perlu diperhatikan strategi penanggulangannya yaitu:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Sibuk dengan diri sendiri


Sibuk dengan masalah eksternal
Mempertajam hal yang tidak esensial
Melakukan Asimilasi
Terjebak untuk menempatkan orang yang berbicara sebagai kawan atau lawan
Hanya mendengarkan pesan yang diharapkan.

Attitude
Attitude atau sikap merupakan hal pertama yang diperhatikan oleh orang lain.
Bagaimana seseorang bersikap menunjukkan bagaimana kepribadian orang tersebut. Dalam
lobi, sikap sangat diperhatikan. Jangan sampai melakukan suatu hal yang tidak disenangi oleh
pihak lawan. Hal ini nantinya akan berdampak pada hasil kesepakatan. Ketika seseorang
sudah melakukan sikap yang buruk di awal maka dia tidak akan mendapat respect
(diacuhkan) dari pihak lawan. Bersikaplah profesional dalam bidangnya. Contoh kasus :

Harus menghormati pihak lawan, seperti dengan cara mendengarkan ketika pihak
kedua sedang berbicara, jangan mengacuhkannya.

Berilah sikap perhatian dan ketertarikan ketika pihak lawan sedang menjelaskan
pemikirannya, hal ini membuat pihak lawan merasa dihargai dan diperhatikan

kepentinganny. Itu berarti telah membuka jalan untuk hasil kesepakatan yang positif.
Bersikaplah sopan ketika berbicara, jangan merasa paling hebat dan paling benar agar

tidak dibenti pihak lawan.


Bersikap tenang dan obyektif, jangan mudah terpengaruh dengan reaksi orang lain.
Sikap ini memperlihatkan profesionalitas.

Performa non verbal


Bentuk pikiran dari komunikasi nonverbal meliputi bahasa badan, gesture/gerakan
isyarat, sentuhan, raut wajah, dan sikap tubuh. Hal ini akan memberikan indikasi-indikasi
mengenai gaya seseorang dalam bernegosiasi. Bahasa tubuh harus diperhatikan, tetapi
ingatlah bahwa hal ini berbeda di antara kebudayaan-kebudayaan yang berbeda pula. Bahasa
tubuh yang dikira universal tapi sebenarnya menyampaikan pesan yang berbeda dalam
kebudayaan yang lain, misalnya membuat lingkaran dengan jari telunjuk dan ibu jari serta
membuat tanda V dengan jari telunjuk dengan jari tengah. Meskipun dalam bahasa Inggris
masing-masing diterima sebagai tanda OK dan kemenangan, keduanya memiliki makna
alternatif yang bisa sangat berlainan dalam kebudayaan lain.
Memperhatikan dan mengetahui lebih dalam mengenai pihak lawan dapat membantu
dalam menentukan performa non verbal yang dapat digunakan seperti jika menghadapi orang
jawa, maka intonasi bicara harus lebih dihaluskan dan memberikan senyuman..
Dalam lobi, bahasa tubuh yang banyak digunakan antara lain adalah:
1.

Menyangkut tangan. Memberi tanda, mereka sedang mengevaluasi apa yang sedang
dikatakan dengan cara menahan dagu dengan menggunakan ibu jari dan menggosokkan
jari tengah dibibir bawah, dan jari telunjuk menunjuk kepipinya.

2.

Anggukan kepala.

3.

Gerakan tangan. Banyak orang menggunakan gerakan tangan untuk menguatkan


pesan mereka, yang paling umum adalah perpanjangan tangan seperti bolpoin, pointer
atau bahkan rokok. Dengan menggunakan ini, jarak yang dipakai oleh tubuh akan lebih
panjang dan orang yang bersangkutan dirasa lebih percaya diri dan memiliki kekuasaan.

Ini memperluas wilayah yang bersangkutan dan mengirim pesan yang agak berbeda
daripada berdiri dengan tangan dilipat di pinggang atau disandarkan dipaha samping.
4.

Gerakan lain seperti Membenahi dasi, merapikan rambut atau pergelangan tangan
melambangkan

merapikan

diri.

Orang

sering

menggunakan

perilaku

ini

untukmeluluhkan hati orang lain, meskipun bahasa tubuh ini bisa dipersepsikan sebagai
tanda grogi atau gugup. Mendekatkan gelas atau cangkir ke tubuh memberikan
mekanisme pertahanan. Mereka secara efektif menutupi bagian-bagian tubuh yang lebih
rawan.
5.

Cara duduk bisa menyampaikan pesan yang kuat tentang adanya hierarki.
Mendekatkan kursi ke meja di seberang orang lain secara otomatis menempatkan
seseorang dalam posisi mengontrol. Menyandarkan punggung ke sandaran kursi dengan
tangan kebelakang dan satu kaki disilangkan secara horizontal di atas lutut
menyampaikan rasa superioritas. Posisi lutut tertutup atau meringkuk bisa berarti tidak
setuju, membela diri atau tidak berminat.

6.

Anggota badan. Satu lengan rapat ke tubuh dengan siku ditahan tangan lain.

7.

Seluruh tubuh. Apabila bagian badan atas dicondongkan ke belakang dari posisi
vertikal, orang ini menandakan menjauh dari sesuatu yang sedang dibicarakan.

Selain itu, sinyal non-verbal juga disampaikan melalui ekspresi wajah, antara lain :

Alis mata bisa menekankan sinyal secara dramatis. Alis menyatu ditengah
menunjukkan adanya pertanyaan, keraguan atau perhatian. Kedua alis ditinggikan
mengindikasikan terkejut atau takjub dan satu alis dinaikkan mengindikasikan sinis atau
curiga.

Mulut tersungging. Sunggingan dapat mengartikan kesombombongan atau keacuhan.