Anda di halaman 1dari 19

SISTEM SARAF PUSAT

System saraf pusat (central nervous system/ CNS) terdiri dari otak dan sumsum tulang
belakang. Sistem saraf pusat dilindungi oleh tulang-tulang; sumsum tulang belakang dilindungi
oleh ruas-ruas tulang belakang dan otak dilindungi oleh tengkorak.

Gambar 1. Hubungan Antara Otak dan Sumsum Tulang Belakang.


Sebagian besar otak terdiri dari neurons, glia, dan berbagai sel pendukung. Otak
merupakan bagian tubuh yang sangat penting. Oleh karena itu, selain dilindungi oleh tulang
tengkorak yang keras, otak juga dilindungi oleh jaringan dan cairan-cairan di dalam tengkorak.
Dua macam jaringan pelindung utama dalam system saraf adalah meninges dan siste ventricular.
a. Meninges
Jaringan pelindung di system saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) adalah
meninges (bentuk tunggal: meninx0. Meninges terdiri dari tiga lapisan, yaitu:
1) Durameter (Berasal dari kata dura = hard = keras dan mater = mother = ibu),
merupakan lapisan paling lua yang tebal, keras dan fleksibel teta tidak dapat
direnggangkan (unstrechable).
2) Arachnoid membrane (berasal dari kata arakhe = spider), merupakan jaringan bagian
tengah yang bentuknya seperti jaringan laba-laba. Sifatnya lembut, berongga-rongga dan
terletak di bawah lapisan durameter.

3) Pia Mater (berasal dari kata pious = small = kecil dan mater = mother = ibu), merupakan
jaringan pelindung yang terletak pada lapisan paling bawah (paling dekat dengan otak,
sumsum tulang belakang, dan melindungi jaringan-jaringan saraf yang lain). Lapisan ini
mengandung pembuluh darah yang mengalir di otak dan sumsum tulang belakang. Antara
pia mater dan membran arachnoid terdapat bagian yang disebut subarachnoid space yang
dipenuhi oleh cairan cerebrospinal fluid (CSF). Untuk lebih jelas perhatikan gambar
berikut.

Gambar 2. Lapisan Meninges: durameter, Arachnoid Membrane dan Piamater


b. System Ventrikulus
Otak snagat lembut dan kenyal. Karena sifat fisiknya tersebut otak sangat mudah rusak,
oleh karena itu, perlu dilindungi denga sempurna. Otak manusia dilindungi oleh cairan
cerebrospinal di dalam subarachnoid spece. Cairan ini menyebabkan otak dapat mengapung
sehingga beratnya yang sekitar 1400 gram dapat berkurang menjadi 80 gram dan kondisi ini
sekaligus mengurangi tekanan pada bagian bawah otak yang dipengaruhi oleh gravitasi. Cairan
cerebrospinal ini selain mengurangi berat otak juga melindungi otak dari goncangan yang
mungkin terjadi.
Cairan cerebrospinal ini terletak dalam ruang-ruang yang saling berhubungan satu sama
lain. Ruang-ruang ini disebut dengan ventricles (ventrikel). Ventrikel berhubungan dengan
bagian subarachnoid dan juga berhubungan dengan bentuk tabung pada canal pusat (central
canal) dari tulang belakang. Ruang terbesar yang berisi cairan terutama ada pada pasangan
ventrikel lateral (lateral ventricale).
2

Ventrikel lateral berhubungan dengan ventrikel ketiga (third ventricle) yang terletak di
otak bagian tengah (mindbrain). Ventrikel ketiga dihubungkan ke ventrikel keempat oleh
cerebral aqueduct yang menghubungkan ujung caudal ventrikel keempat dengan central canal.
Ventrikel lateral juga membentuk pertama dan ventrikel kedua. Untuk keterangan lebih lanjut
dapat dilihat pada gambar berikut.

Gambar 3. Sistem Ventrikel Otak


Cairan cerebrospinal merupakan konsentrasi dari darah dan plasma darah. Diproduksi
oleh choroid plexus yang terdapat dalam keempat ventrikel tersebut (seperti gambar di atas).
Sirkulasi cairan cerebrospinal fluid (CSF) dimulai dalam ventrikel lateral ke ventrikel
ketiga, kemudian mengalir ke cerebral aqueduct ke ventrikel keempat. Dari ventrikel keempat
mengalir ke lubang-lubang subarachnoid yang melindungi keseluruh central nervous system
atau CNS. Selanjutnya cairan itu (yang sudah digunakan) diabsorpsi ke superior saggital sinus
dan mengalir ke duramater yang kemudian akan dikeringkan oleh pembuluh jugular di bagian
leher.
Volume total CSF sekitar 125 milimeter (ml) dan daya tahan hidupnya (waktu yang
dibutuhkan oleh sebagian CSF untuk berada pada system ventrikel agar diganti oleh cairan
yang baru) sekitar 3 jam.
Kadang-kadang aliran CSF ini terganggu, misalnya karena cerebral aqueduct diblokir
oleh tumor. Hambatan ini menyebabkan tekanan pada ventrikel karena ia dipaksa untuk
3

mengurangi cairan yang terus menerus diproduksi oleh choroid plexus sementara alirannya
untuk keluar hambatan. Dalam kondisi ini, dinding-dinding ventrikel ini akan mengembang dan
menyebabkan kondisi hydrocephalus.
Bila kondisi ini berlangsung terus menerus, pembuluh darah juga akan mengalami
penyempitan dan dapat menyebabkan kerusakan otak. Kondisi ini dapat ditolong melalui
operasi dengan memasang tabung saluran ke salah satu ventrikel kemudian tabung tersebut
diletakkan dibawah kulit dan dihubungkan dengan katup pengurang tekanan yang terpasang
pada rongga perut. Bila tekanan pada ventrikel meningkat, katup akan bekerja dan mengalirkan
CSF ke perut sehingga dapat direabsorbsi ke dalam peredaran darah.
1. Otak Besar (Serebrum)
Serebrum adalah bagian dari otak yang terdiri dari dua hemisfer. Hemisfer kanan berfungsi
untuk mengontrol bagian tubuh sebelah kiri dan hemisfer kanan berfungsi mengontrol bagian
tubuh sebelah kanan. Masing-masing hemisfer terdiri dari empat lobus. Bagian lobus yang
menonjol disebut gyrus dan bagian lekukan yang menyerupai parit disebut sulkus. Keempat
lobus tersebut masing-masing adalah lobus frontal, lobus parietal, lobus oksipital dan lobus
temporal.
a. Lobus pariental merupakan lobus yang berada di bagian tengah serebrum. Lobus parietal
bagian depan dibatasi oleh sulkus parieto-oksipital ke ujung posterior sulkus lateralis
(Sylvian). Daerah ini berfungsi untuk menerima impuls dari serabut sensorik thalamus yang
berkaitan dengan segala bentuk sensasi dan mengenali segala jenis rangsangan somatik.
b. Lobus frontal merupakan bagian lobus yang ada di bagian paling depan dari serebrum.
Lobus ini mencakup semua korteks anterior sulkus sentral dari Rolando. Pada daerah ini
terdapat area motoric untuk mengontrol gerakan otot-otot, gerakan bola mata; area broca
sebagai pusat bicara; dan area prefrontal (area asosiasi) yang mengontrol aktivitas
intelektual.
c. Lobus temporal berada di bagian bawah dan dipisahkan dari lobus oksipital oleh garis yang
ditarik secara vertical ke bawah dari ujung atas sulkus lateral. Lobus temporal berperan
penting dalam kemampuan pendengaran, pemaknaan informasi dan bahasa dalam bentuk
suara.
d. Lobus oksipital berada di belakang lobus parietal dan lobus temporal. Lobus ini
berhubungan dengan rangsangan visual yang memungkinkan manusia mampu melakukan
interprestasi terhadap objek yang ditangkap oleh retina mata.

Apabila diuraikan lebih detail, setiap lobus masih bisa dibagi menjadi beberapa area yang punya
fungsi masing-masing, seperti terlhat pada gambar di bawah ini.

Gambar 4. Lobus frontal, lobus pariental, lobus temporal, dan lobus occipital
2. Otak Kecil (Serebelum)
Serebelum atau otak kecil adalah komponen terbesar kedua otak. Serebelum terletak di
bagian bawah belakang kepala, berada di belakang batang otak dan di bawah lobus oksipital,
dekat dengan ujung leher bagian atas. Serebelum adalah pusat tubuh dalam mengontrol kualitas
gerakan. Serebelum juga mengontrol banyak fungsi otomatis otak, diantaranya: mengatur sikap
atau posisi tubuh, mengontrol keseimbangan, koordinasi otot dan gerakan tubuh. Selain itu,
serebelum berfungsi menyimpan dan melaksanakan serangkaian gerakan otomatis yang
dipelajari seperti gerakan mengendarai mobil. Gerakan tangan saat menulis, gerakan mengunci
pintu dan sebagainya.
3. Medula Spinalis (Saraf Punggung)
Batang otak berada di dalam tulang tengkorak atau rongga kepala bagian dasar dan
memanjang sampai medulla spinalis. Batang otak bertugas untuk mengontrol tekanan darah,
denyut jantung, ernafasan, kesadaran, serta pola makan dan tidur. Bila terdapat massa pada
batang otak maka gejala yang sering timbul berupa muntah, kelemahan ott wajah baik sat
maupun dua sisi, kesulitan menelan, diplopia, dan sakit kepala ketika bangun.
Batang otak terdiri dari tiga bagian, yaitu:
a. Mesensefalon atau otak tengah (disebut juga mid brain) adalah bagian teratas dari batang
otak yang menghubungkan serebrum dan serebelum. Saraf kranial III dan IV diasosiasikan
5

dengan otak tengah. Otak tengah berfungsi dalam hal mengontrol respon penglihatan,
gerakan mata, perbesaran pupil mata, mengatur gerakan tubuh dan pendengaran.
b. Pons merupakan bagian dari batang otak yang berada diantara mindbrain dan medulla
oblongata. Pons terletak di fossa kranial posterior. Saraf kranial (CN) V diasosiasikan
dengan pons.
c. Medulla oblongata adalah bagian paling bawah belakang dari batang otak yang akan
berlanjut menjadi medulla spinalis. Medulla oblongata terletak juga di fossa kranial
posterior. CN IX, X, dan XII diasosiasikan dengan medulla, sedangkan CN VI dan VII
berada pada perhubungan dari pons dan medulla.

Gambar 5. Struktur Otak Kecil

Gambar 6. Sumsum Tulang Belakang


SISTEM SARAF TEPI
1. Nervis Spinalis (Saraf-Saraf Tulang Belakang)
Saraf tulang belakang yang merupakan bagian dari sistem saraf somatik; dimulai dari
ujung saraf dorsal dan ventral dari sumsum tulang belakang (bagian di luar sumsum tulang
belakang). Saraf-saraf tersebut mengarah keluar rongga dan bercabang-cabang di sepanjang
perjalanannya menuju otot atau reseptor sensoris yang hendak dicapainya. Cabang-cabang saraf
tulang belakang ini umumnya disertai oleh pembuluh-pembuluh darah, terutama cabang-cabang
yang menuju otot-otot kepala (skeletal muscles).
Mekanisme input (masuknyainformasi-informasi sensoris ke sumsum tulang belakang)
dan output dari proses tersebut yang menghasilkan informasi-informasi motoric.
Soma sel dari axon-axon saraf tulang belakang yang membawa informasi sensoris ke
otak dan sumsum tulang belakang terletak di luar sistem saraf pusat (kecuali untuk system
visual karena retina mata adalah bagian dari otak). Axon-axon yang datang membawa informasi
sensoris ke susunan saraf pusat ini adalah saraf-saraf afferent. Soma-soma sel dari axon yang
membawa informasi sensoris tersebut berkumpul di dorsal root ganglia. Neuronneuron ini
merupakan neuron-neuron unipolar. Batang axon yang bercabang di dekat soma sel, mengirim
informasi ke sumsum tulang belakang dan ke organ-organ sensoris. Semua axon di dorsal root
menyampaikan informasi sensorimotorik.
2. Nervis Cranialis
Saraf-saraf kepala terdiri dari 12 pasang saraf kepala yang meninggalkan permukaan
ventral otak. Sebagian besar saraf-saraf kepala ini mengontrol fungsi sensoris dan motorik di
bagian kepala dan leher. Salah satu dari keduabelas pasang tersebut adalah saraf vagus (vagus
nerves/saraf yang "berkelana"), yang merupakan saraf nomor sepuluh yang mengatur fungsifungsi organ tubuh di bagian dada dan perut. Disebut "vagus" atau saraf yang berkelana karena
cabang-cabang sarafnya mencapai rongga dada dan perut. Gambar 6. menunjukkan fungsifungsi dasar saraf-saraf kepala beserta bagian-bagian tubuh yang dikontrolnya. Dari gambar
tersebut dapat dilihat bahwa kumpulan saraf eferen (pembawa informasi motorik) digambar
7

dengan garis utuh dan saraf aferen (pembawa informasi sensoris) digambar dengan garis putusputus.

Gambar 6. Sumsum Tulang Belakang

3. Saraf Otonom
Autonomic Nervous System (sistem saraf autonom) mengatur fungsi otot-otot halus,
otot jantung, dan kelenjar-kelenjar tubuh (autonom berarti mengatur diri sendiri). Otot-otot
halus terdapat di bagian kulit (berkaitan dengan folikel-folikel rambut di tubuh, di pembuluh
pembuluh darah, di mata (mengaturukuran pupil dan akomodasi lensa mata), di dinding serta
jonjot usus, di kantung empedu dan di kandung kemih. Jadi dapat disimpulkan bahwa
organorgan yang dikontrol oleh sistem saraf autonom memiliki fungsi untuk melangsungkan
"proses vegetatif' (proses mandiri dan paling dasar) di dalam tubuh
Sistem saraf autonom terdiri dari dua sistem yang berbeda secara anatomis, yaitu bagian
sympatetik dan bagian parasympatetik. Organ dalam tubuh dikontrol oleh kedua bagian tersebut
meskipun tiap bagian memberikan efek yang berlawanan. Contohnya, bagian sympatetik
meningkatkan detak jantung, sedangkan bagian parasympatetik menurunkan detak jantung.

Untuk keterangan lebih lanjut, lihat gambar 7. di bawah ini berikut keterangan mengenai bagian
sympatetik dan parasympatetik.
ORGAN SENSORIS
Sistem sensorik merupakan organ akhir yang khusus menerima berbagai jenis rangsangan
tertentu. Rangsangan tersebut dihantarkan oleh system saraf sensoris dari berbagai organ indra
menuju otak untuk ditafsirkan dan di respon. Reseptor sensori, merupakan sel yang dapat
menerima informasi kondisi dalam dan luar tubuh untuk dapat direspon oleh saraf pusat. Implus
listrik yang dihantarkan oleh saraf akan diterjemahkan menjadi sensasi. Sensasi dibagi atas
sensasi umum dan sensasi khusus. Yang termasuk sensasi umum adalah suhu, nyeri, sentuhan,
tekanan, getaran, dan proprioreseptor (reseptor yang pada tubuh bagian dalam seperti otot,
tendon, persendian dan lain-lain). Reseptor sensori umum ini tersebar pada seluruh tubuh.
Sedangkan sensasi khusus misalnya sensasi bau, liat, rasa, keseimbangan, dan pendengaran.
Reseptor sensori khusus berada di lokasi organ-organ khusus seperti, penglihatan dan
pendengaran yang berfungsi melindungi jaringan sekitar.
Berdasarkan

sumber

sensasi,

reseptor

dibagi

atas eksteroseptor,proprioseptor,

dan intereseptor. Eksteroseptor merupakan, reseptor yang sangat sensitif terhadap sensasi
eksternal tubuh dan terletak pada dekat permukaan tubuh seperti sensasi sentuhan, tekanan,
nyeri, penciuman, penglihatan, maupun pendengaran. Proprioseptor terletak pada tubuh dalam
otot, tendon, persendian, telinga bagian dalam untuk keseimbangan. Sedangkan intereseptor
merupakan reseptor yang berada pada organ tubuh bagian dalam dan pembuluh darah.
Untuk mendeteksi adanya stimulus, reseptor mempunyai karakteristik khusus yang
sensitif terhadap stimulus tertentu. Misalnya mekanoreseptor yang sensitif terhadap renggangan,
fibrasi, pendengaran, tekanan darah, termoreseptor yang sensitif terhadap perubahan suhu,
nosiseptor sensitif terhadap kerusakan jaringan, dan kemoreseptor yang sensitif terhadap
perubahan kimia.
A.

Indera Peraba (Kulit)


Kulit merupakan organ tubuh paling besar yaitu sekitar 15-20% dari berat badan. Kulit

mempunyai 3 lapisan yaitu dermis, epidermis, subkutaneus.


1.

Epidermis

Merupakan lapisan tertipis pada bagian terluar kulit dan langsung berhubungan dengan
dunia luar. Tersusun atas sel-sel tanduk ( kratonosit), dan sel melanosit. Epidermis mempunyai 5
lapisan dan 4 tipe sel.
a. Stratum korneum, merupakan lapisan paling luar yang terdiri dari lapisan sel tanduk, gepeng
dan tidak berinti. Pada lapisan ini terdapat sel-sel mati, dan berganti dengan yang baru.
b. Stratum lusidum, lapisan ini ditemukan pada kulit yang tebal seperti pada telapak tangan,
dan telapak kaki. Pada lapisan ini terdiri dari sel yang sangat gepeng dan bening fungsinya
sebagai bantalan dan proteksi trauma.
c. Stratum granulosum, merupakan lapisan-lapisan dengan sel-sel yang bergranula keratohialin
yang merupakan perkusor pembentukan keratin. Keratin merupakan protein keras, untuk
melindung terhadap kehilangan kelembapan kulit. Fungsinya lapisan ini adalah proteksi
benda asing , kuman, dan bahan kimia yang masuk dalam tubuh.
d. Stratum spinosum, adalah lapisan sel spina atau tanduk, karena sel-selnya dibentuk oleh
tonjolan yang menyerupai spina. Fungsi lapisan ini adalah menambah gerakan dan tekanan
dari luar.
e. Stratum gremintivum atau stratum basalis, lapisan ini merupakan lapisan dasar pada
epidermis dan lapisannya mempunyai inti sel sehingga terjadi pembelahan inti sel yang
cepat dan sel-sel baru didorong masuk ke lapisan berikutnya.
Lapisan sel-sel epidermis
1) Keratinosit, merupakan sel-sel tanduk dan penyususn terbesar dari epidermis. Kratinosit
menghasilkan keratin yang merupakan lapisan berier terluar dari kulit untuk melindungi dari
kuman pathogen, serta kehilangan cairan tubuh.
2) Melanosit, merupakan pigmen epidermal yang memproduksi menanosum yang mengandung
melanin (pigmen pada kulit). Warna kulit dihasilkan oleh adanya 4 pigmen yaitu karotinoit
untuk warna kuning,melanin untuk warna coklat, oksigenisasi hemoglobin pada kapiler
menimbulkan warna merah dan penurunan hemoglobin pada venula menimbulkan warna
biru. Melanin berperan penting untuk warna kulit, dihasilkan pada lapisan epidermis dan
disimpan dalam lapisan dermis. Perbedaan warna kulit disebabkan oleh ukuran dan kualitas
melanosom dan produksi melanin. Pigmen kulit juga di pengaruhi oleh faktor keturunan,
hormone dan faktor lingkugan. Hormone yang berperan produksi melanosit adalah hormone
melanosit stimulating hormone (MSH) yaitu dengan merangsang perpindahan menalosom
ke cabang sitoplasma.
10

3) Sel merkel, berada pada lapisan basal, merupakan reseptor mekanik atau sentuh pada telapak
tangan, telapak kaki, mulut.
4) Sel langerhans, merupakan sel yang berbentuk bintang, berada menyebar diantara kratinosit
di epidelmal. Sel ini aslinya berasal dari sumsum tulang kemudian bermigrasi ke epidermis.
Fungsi utama sel langerhands berperan dalam reaksi immune pada kulit.
2. Lapisan dermis
Lapisan dermis lebih tebal, sekitar 1-4mm berada di bawah erpidermis. Lapisan dermis
tersusun dari fibroblast,makrofag, mast sel dan klimfosit untuk meningkatkan penyumbuhan
luka. Pada lapisan ini juga terdapat limfatik kulit, faskuler dan jaringan saraf.
Lapisan dermis dibagi menjadi dua bagian yaitu papilla dermis dan reticular dermi.
Lapisan papilla dermis mengandung lebih banyak kolagen, pembuluh darah, kelenjar keringat,
dan elastin yang berhubungan langsung dengan erpidermis. Sedangkan lapisan reticular
mengandung banyak jaringan ikat yang lebih tebal, sel-sel fibrosa, sel histiosit, pembuluh darah,
pembuluh getah bening, saraf, kelenjar sebasea, sel lemak, dan otot penegak rambut. Pada
lapisan ini membentuk jaringan koples serabut sensorik yang sensitive terhadap nyeri, sentuhan
dan suhu. Empat tipe utama dalam sensasi yaitu nyeri, sentuhan, panas dan dingin. Rasa nyeri
dapat di sebabkan oleh fisik,kimia,stimulus mekanik.
3. Lapisan subkutanius
Merupakan lapisan khusus dari jaringan konektive atau disebut lapisan adi posa karena
mengandung lemak. Fungsi dari jaringan subkatanius adalah untuk simpanan lemak, pencegahan
troma, dan pengaturan suhu.
Tabel 1. Lapisan Kulit dan Fungsinya
Struktur
EPIDERMIS
Stratum korneum
Keratinosit
Melanosit
Sel langerhans
Sel basal
DERMIS
Kolagen,

Fungsi
Proteksi terhadap troma, mikroorganisme,barier terhadap
kehilangan cairan, elektrolitdan zat kimia.
Sintesis keratin dan empat belas hari migrasi ke epidermis
Memproduksi melanosom, melanin untuk warna kulit,
pencegahan terhadap efek panas matahari.
Reaksi imun
Reproduksi epidermal
Merupakan protein kulit, berperan dalam membentuk tekstur
11

reticulum, elastin
Fibroblast
Makrofag
Mast sel
Kelenjar limfatik
Pembuluh darah
Serabut saraf
SUBKUTANEU
S

kulit
Sintesi kolagen, memberikan struktur pada kulit dan
penyembuhan pada luka
Memfagosit benda asing dan mikroba.
Mengasilkan histamine untuk vasodilatasi dan berperan dalam
respos inflamasi.
Pembersihan mikro organism dan pengeluaran cairan interstestial
Pembersihan hasil metabolic pada kulit dan pengaturan suhu
Presepsi dari stimulus
Cadangan enegi dan keseimbangan energy

Kelenjar-kelenjar pada kulit


Kulit mempunyai kelenjar-kelenjar seperti :
a. Kelenjar keringat
Hampir diseluruh kulit terdapat kelenjar keringat, kecuali pada kulit bagian dasar kuku
batas bibir, glans penis dan gendang telinga kelenjar ini banyak terdapat pada telapak tangan dan
kaki. Kelenjar keringat terbagi menjadi dua yaitu kelenjar keringat ekrin dan apokrin. Kelenjar
keringat ekrin mensekresi air dan membantu pendinginan evaporative tubuh untuk
mempertahankan suhu tubuh. Kelenjar ini terdapat diseluruh tubuh dan lebih banyak pada area
telapak tangan, telapak kaki dan dahi. Kelenjar apokrin merupakan kelenjar keringat khusus dan
aktif mulai masa pubertas. Terletak pada area khusus seperti pada daerah ketiak. Kelenjar ini
memproduksi cairan yang tidak berbau dan akan berbau jika berhubungan dengan bakteri.
b. Kelenjar sbasea
Kelenjar sbasea mengasilkan sebum yang merupakan campuran lemak, zat lilin, minyak
dan pecahan sel yang berfungsi sebagai pelembut kulit dan bersifat bakterisd. Kelenjar ini
bermuara pada folikel rambut pada area glans penis, labium minus dan kelenjar pada kelopak
mata.
c. Kelenjar mamae
Merupakan kelenjar apokrin yang termodifikasi yang khusus mengasil kan susu. Kelenjar
ini berfungsi sebagai menyusui.
Fungsi kulit

12

1) Proteksi, kulit melapisi organ luar tubuh sehinga sangat efektif mwlindungi tubuh dari
ancaman seperti invansi bakteri, panas, benda asing, trauma, zat kima dan radiasi.
2) Sensasi, stimulus dari luar akan di terima oleh reseptor-reseptor kulit sesuai dengan jenisnya.
Ujung reseptor kulitselalu memonitor kondisi lingkungan. Fungsi resepsor adalah
mendektesikan sensasi suhu, nyeri, raba dan tekanan ke susunan saraf pusat.
3) Homeostasis dan keseimbangan cairan
Stratum korneum lapisan paling luar dari epidermis memiliki kemampuan untuk
mengabsorsi air dan mencegah pengeluaran air dan elektrolit dari tubuh. Sementara itu kulit
juga sebagai media pengeluaran cairan atau keringat melalui evaporasi atau insersible water
loss ( IWL).
4) Produksi vitamin D
Jika kulit terpapar sinar ultraviolet atau sinar matahari vitamin D dapat disintesis dalam
kulit. Vitami D sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan tulang.
5) Pengaturan suhu tubuh
Adanya pembuluh darah pada kulit yang dapat vasodilatasi dan vasokontriksi menimbulkan
kulit terasa hangat atau dingin dan suhu tubuh dipertahankan sekitar 37 oC pada keadaan
lingkungan yang panas tubuh akan banyak mengeluarkan banyak keringat untuk
menlembabkan dan mendinginkan badan.
6) Komunikasi
Adanya reseptor-reseptor pada kulit yang mampu medektesi berbagai stimulus sehingga kita
dapat membedakan berbagai jenis sensasi.

13

Gambar 7. Struktur Kulit


B.

Indra pengeliatan
Mata merupakan organ untuk pengeliatan dan sangat sensitif terhadap cahaya karena

terdapat photoreceptor. Inplus saraf dari stimulasi photoceptor dibawah ke otak pada lobus
oksipital di serebrum dimana sensi penglihatan diubah menjadi presepsi. Reseptor penglihatan
dapat merespon satu juta stimulus yang berbeda setiap detik
1. Struktur mata
Bola mata berada di ruang cekung pada tulang tengkorak yang disebut orbit. Orbit
tersusun oleh tujuh tulang tengkorak yaitu tulang frontalis, lakrimalis, etmoid, zigomatikum,
maksila, sphenoid dan palatin yang berfungsi mendukung, menyanggah dan melindungi mata.
Pada orbit terdapat lubang yaitu foramen optic untuk lintasan saraf optik dan arteri optalmik dan
fisura orbital superior yang berfungsi untuk lintasan safaf dan arteri otot mata. Bagaian-bagaian
mata terdiri dari.

14

Gambar 8. Struktur Mata


a. Sklera
Merupakan jarinagan ikat fibrosa yang kuat berwarna putih buram dan tidak tembus cahaya,
kecuali dibagian depan yang transparan yang disebut kornea. Sclera memberi bentuk pada
bola mata dan memberikan temapt melekat otot ekstrinsik.
b. kornea
kornea merupakan jendela mata, unik karena bentuknya transparan, terletak pada bagian
depan mata berhubungan dengan skllera. Bagian ini merupakan tempat masuknya cahaya
dan memfokuskan bekas cahaya. korena tersusun atas 5 lapisan yaitu epithelium, membrane,
buwman, stroma, membrane descemet dan endothelim
c. lapisan koroid
lapisan koroid berwarna coklat kehitaman dan merupakan lapisan yang berpigmen
mengandung banyak pertumbuhan darah untuk memberi nutrisi dan oksigen pada retina .
warna gelap pada koroit berfungsi untuk mencegah refleksi atau pemantulan sinar. Pada
bagian depan koroid membentuk korpus silialis yang berlanjut membentuk iris.
d. Iris
Iris merupakan perpanjangan dari korpus silialis ke anterior, bersambung dengan permukaan
lensa anterior. Iris tidak tembus pandang dan berpigmen berfungsi mengendalikan
banyaknya cahaya yang masuk kedalam mata dengan cara merubah ukuran pupil. Ukuran
pupil dapat berubah karena mengandung serat-serat otot silkuler yang mampu menciutkan
pupil dan serta-serta radikal yang menyebabkan kelebaran pupil.
e. Lensa
Lensa mempunyai struktur bikonvfeks, tidak mempunyai pembuluh darah, transparan dan
tidak berwarna. Kapsul lensa merupakan membrane ke semifermiabel, tabelnya sekitar 4mm
dan diameternya 9mm. lensa berada dibelakang iris dan ditahan oleh ligamentum yang
disebut zonula. Adanya ikatan lensa dengan ligamentum ini menyebabkan 2 rongga bola
maka yaitu bagian depan lensa dan bagian belakang lensa. Ruang bagian depan lensa berisi
cairan yang disebut aqueous humor, cairan ini diproduksi oleh korpus silialis dan ruangan
pada bagian belakang lensa berisi cairan vitreous humor. Kedua cairan tersebut berfungsi

15

menjaga alensa pada tempatnya dan dalam bentuk yang sesuai serta memberikan makanan
pada korne dan lensa . lensa tersusun dari 65% air dan sekitar 35% protein dan sedikit
mineral, terutama kalium. Lensa berfokus untuk menfokuskan cahaya yang masuk kedalam
retina melalui mekanisme akomudasi yaitu proses penyusuaian secara otomatis pada lensa
untuk memfokuskan objek secara jelas yang beragam.
f. Retina
Retina merupakan lapisan terdalam pada mata, melapisi lapisi 2/3 bola pada bagian
belakang. Pada bagian depan berhubungan dengan korpus silialis dioraserata. Retina
meruapakan bagian mata yang sangat peka terhadap cahaya. Pada bagian depan retina
terdapat lapisan berpigmen dan berhubungan dengan koroid dan pada bagian belakng
terdapat lapisan saraf dalam. Pada lapisan sel saraf dalam mengandung reseptor, sel bifolar,
sel ganglion, sel horizontar dan sel akmagrin.
Ada dua sel reseptor pada retina yaitu sel konus atau sel kerucut dan sel rod atau sel
batang . sel kerucut berisi pigmen lembayung dan sel batang berisi pigmen ungu.kedua
pigmen tersebut akan terurai jika terkena sianar terutama pada pigmen ungu yang terdapat
pada sel batang. Oleh karena itu pigmen pada sel batang berfungsi untuk situasi yang kurang
terang atau matahari sedangkan pada pigmen sel kerucut berfungsi lebih pada suasana terang
dan berperan dalam pengliatan disiang hari .
Pigmen ungu yang ada pada sel batang disebut dengan rodoksin yang merupakan
senyawa protein dan vitamin A apabila terpapar sianr, rodiksi akan terurai menjadi vitamin A
pembentukan kembali pigmen tersebut terjadi dalam keadaan kelap yang disebut adaptasi
gelap sedangkan pigmen lembayung dari sel kerucut merupakan senyawa iodopsin yang
merupakan gabungan antara retinin dan oksin. Pada sel kerucut terdapat 3 macam yaitu sel
yang peka terhadap merah, hijau dan biru sehingga sel kerucut dapat menagkap sprektum
warna. Kerusakan pada salah satu sel kerucut akan meyebabkan buta warna.
g. Saraf Optik
Saraf optic merupakan saraf yang memasuki sel tali dan kerucut dalam retina, untuk menuju
ke otak.
C. Indra Pendengaran

16

Merupakan bagaian dari organ sensorik khusus yang mampu mendeteksi berbagai
stimulus bunyi. Indara pendengaran sangat penting dalam percakapan dan komunikasi seharihari. Organ yang berperan dalam indra pendengaran adalah telinga.

Gambar 9. Struktur Telinga


1. Struktur telinga
Struktur telinga dibagi menjadi 3 bagian yaitu :
a. Telinga luar
Telinga luar terdiri dari daun telinga (pinna atau aurikula) dan saluran telinga luar
(meatus auditorius externus). Daun telinga terletak didua sisi kepala setinggi mata tersusun oleh
tulang rawan atau kartilago dan otot kecil yang dilapisi oleh kulit sehingga menjadi tinggi, keras
dan lentur. Daun telinga dipersyarafi oleh saraf fasialis. Fungsi dari daun telinga adalah
mengumpulkan gelombang suara untuk diteruskan kesaluran telinga luar yang selanjutnya
kegendang telinga.
Saluran telinga luar merupakan lintasan yang sempit, panjangnya sekitar 2,5cm dari daun
telinga kemembran timpani. Saluran ini tidak beraturan dan dilapisi oleh kulit yang mengandung
kelenjar khusus, glandula serumminosa yang menghasikan serumen. Serumen berfungsi untuk
melindungi kulitdari bakteri, menagkap benda asing yang masuk ketelinga. Serummen juga
dapat menggangu pendengaran jika terlalu banyak batas telinga luar dan dalam adalah membrane
17

timpani. Membrane timpani membentuk kerucut dengan dia meter 1cm. tersusun atas 3lapisan
yaitu bagian luar adalah lapisan epitel, bagian tengah terdapat lapisan fibosa dan lapisan dalam
muklosa fungsi dari membrane timpani adalah menlindungi organ telinga tengah dan
menghanatarkan fibrilasi suara dari telinga luar ke tulang pendengaran atau (osikel). Kekuatan
getaran suara mempengaruhi tegangan, ukuran dan ketebalan membrane timpani.
b. Telinga tengah
Telinga tengah merupakan rongga yang berisi udara dalam bagian fetrosis tulang
temporar. Rongga tersebut dilalui oleh 3 tulang kecil yaitu meleuis, inkus dan stapes yang
membentang dari membrane timpani kekoramen ovale. Sesuai dengan namanya, tulamng meleus
berbentuk seperti palu dan menempel pada membrane timpani . tulang inkus menghubungkan
meleos dengan stapes dan tulang stapes melekat pada jendela oval dipintu masuk telinga dalam.
Tulang stape sisokong oleh otot stpeteus yang berperan menstabilkan hubungan antara hubungan
stapes dengan jendela oval dan mengatur hantaran suara. Jika telinga mendengar suara yang
keras, maka otot stapedius akan berkontraksi sehingga rangkaian tulang akan kaku sehingga
hanya sedikit suara yang dihantarkan. Rongga telinga tengah berhubungan dengan tuba
eustachius yang menghubungkan telinga tengah dengan faring . fungsi tuba eustachius untuk
keseimbangan tekanan antara sisi timpani dengan cara membuka atau menutup pada keadaan
biasa tuba menutup tetapi dapat membuka pada saat menguap , menelan dang mengunyah.
c. Telinga dalam atau labirin
Telinga dalam atau labirin mengandung organ organ yang sensitive dalam pendengaran
keseimbangan dan saraf kermial kedelapan. Telinga dalan berisi cairan dan berada pada perterosa
tulang temporal. Telinga dalam tersusun atas bagian yaitu :
1) Labirin tulang
Merupakan ruang yang berisikan cairan yang merupai cairan serebrospinalis yang disebut
cairan perilimf. Labirin yulang tersusun atas vestibula, kanalis semisirkularis dan kolea.
Vestibula menghubungkan kolea dengan kanalis semisirkularis , saluran semi sikularis
merupakan 3 saluran yang berisi cairan yang berfungsi menjaga keseimbangan pada saat kepala
ditegakan cairan tersebut bergerak dari salah satu saluran sesuai dengan arah gerak kepala.
Saluran ini mengandung sel sel rambut yang memberikan respon terhadap gerak cairan utntuk
disampaikan pesan keotak sehingga terjadi proses keseimbangan. Kolea berbentuk rumah siput
18

didalamnya terdapat duktus koklealiris yang berisi cairan endolimf dan banyak reseptor
pendengaran kolea bagian labirin dibagi atas 3 ruangan (skala) yaitu bagian atas yang disebut
skjala festibuli, bagaian tengah disebut skala media dan bagian dasar disebut skala timpani .
anatara skala festibuli dengan skala media dipisahkan oleh memberan resiar sedangakan antara
skala media dan skala timpani dipisahkan oleh membrane basiler.
2) Labirin membrannosa
Labirin membrannosa terendam dalam caairan perilimf yang mengandung cairan
endolimf kedua cairan tersebut terdapat keseimbangan yang tepat ditelinga dalam sehingga
pengaturan keseimbangan tetap terjaga. Labirin membranenosa terususun atas utrikulus, sakulus
dan kanalis semisirkularis, duktus kolealis dan organ korti. Utrikulis terhubung dengan duktus
semisirkularis, sedangkan sakulus terhubung dengan dukturkoklearis dalam koklea. Organ korti
terletak pada membrane basiler, tersusun atas sel-sel rambut yang merupakan reseptor
pengdengaran ada dua tipe sel rambut yaitu sel rambut baris atau baris tunggal internal dan 3
baris sel rambut eksternal. Pada bagian samping dan dasar sel rambut bersinap dengan jaringan
ujung saraf koklealis.

19