Anda di halaman 1dari 15

ETIKA DAN HUKUM DALAM KEPERAWATAN GAWATDARURAT

ETIKA DAN HUKUM DALAM KEPERAWATAN GAWATDARURAT


A. PENDAHULUAN
Sebagai suatu profesi , keperawatan memiliki unsur unsur penting yang bertujuan
mengarahkan kegiatan keperawatan yang dilakukan yaitu respon manusia sebagai fokus
telaahan, kebutuhan dasar manusia sebagai lingkup garapan keperawatan dan kurang perawatan
diri merupakan basis intervensi keperawatan baik akibat tuntutan akan kemandirian atau
kurangnya kemampuan.
Keperawatan juga merupakan serangkaian kegiatan yang bersifat terapeutik atau kegiatan
praktik keperawatan yang memiliki efek penyembuhan terhadap kesehatan (Susan, 1994 :
80).Perawat adalah mereka yang memiliki kemampuan dan kewenangan melakukan tindakan
keperawatan berdasarkan ilmu yang dimilikinya yang diperoleh melalui pendidikan keperawatan
(UU Kesehatan No. 23, 1992).
Menurut Effendy (1995), perawatan adalah pelayanan essensial yang diberikan oleh perawat
terhadap individu, keluarga dan masyarakat. Pelayanan yang diberikan adalah upaya mencapai
derajat kesehatan semaksimal mungkin sesuai dengan potensi yang dimiliki dalam menjalankan
kegiatan di bidang promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif dengan menggunakan proses
keperawatan.
Merawat mempunyai suatu posisi sentral. Merawat merupakan suatu kegiatan dalam ruang
lingkup yang luas yang dapat menyangkut diri kita sendiri, menyangkut sesuatu yang lain dan
menyangkut lingkungan. Jika kita merawat sesuatu, kita menginginkan hasil yang dicapai akan
memuaskan. Jadi kita akan selalu berusaha untuk mencapai sesuatu keseimbangan antara
keinginan kita dan hasil yang akan diperoleh.
Gawat adalah suatu kondisi dimana korban harus segera ditolong apabila tidak segera di
tolong akan mengalami kecacatan atau kematian. Sedangkan, darurat adalah suatu kondisi
dimana korban harus segera di tolong tapi penundaan pertolongan tidak akan menyebabkan
kematian / kecacatan. Sehingga. Effendy (1995), mendefinisikan perawatan kegawat daruratan
adalah pelayanan profesioanal keperawatan yang di berikan pada pasien dengan kebutuhan urgen
dan kritis.
1.
a.
b.
c.
d.
e.
f.

KONSEP-KONSEP KUNCI
Keparawatan gawat darurat
Peran Perawat Dalam Kegawat Daruratan
Fungsi Perawat Dalam Kegawat Daruratan
Tujuan Perawatan Kegawat Daruratan
Filosofi Dasar Perawatan Kegawat Daruratan
Prinsip Perawatan Kegawat Daruratan

g. Lingkup PPGD (Penanggulangan Penderita Gawat Darurat)


h. Aspek Hukum Dalam KGD (Kegawat Daruratan)
2. PETUNJUK
a. Pelajari BAB II Etika dan Hukum Dalam Keperawatan Gawatdaruratdengan seksama
b. Penyajian setiap bab meliputi : judul bab dan konsep-konsep kunci, petunjuk, tujuan pembelajaran
secara umum dan khusus, paparan materi, tugas dan latihan, rangkuman dan soal-soal di akhir
bab yang dilengkapi dengan kunci jawaban.
c. Kerjakan setiap soal dengan tekun dan lakukan evaluasi disetiap soalnya.
d. Carilah sumber-sumber pendukung yang memperdalam pengetahuan tentang kegawatdaruratan
e. Ikuti, simak dan pahami penyajian di setiap tahap.
3. TUJUAN PEMBELAJARAN
a. Tujuan Pembelajaran Umum
Memahami prioritas masalah di masyarakat dan keperawatangawatdarurat, guna meningkatkan
derajat kesehatan masyarakat.
b. Tujuan Pembelajaran Khusus
Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa diharapkan:
1. Memahami konsep dasar kegawatdaruratan.
2. Mampu menjelaskan peran dan fungsi perawat dalam kegawat daruratan.
3. Memahami fungsi, tujuan, filosofi, dan prinsip perawatan kegawat daruratan
4. Mampu mengidentifikasi aspek hukum dalam kgd (kegawat daruratan).

B. PENYAJIAN MATERI
Keparawatan gawat darurat adalah pelayanan profesioanal keperawatan yang di berikan pada
pasien dengan kebutuhan urgen dan kritis. Namun UGD dan klinik kedaruratan sering di
gunakan untuk masalah yang tidak urgen. Yang kemudian filosopi tentang keperawatan gawat
darurat menjadi luas, kedaruratan yaitu apapun yang di alami pasien atau keluarga harus di
pertimbangkan sebagai Kedaruratan.
I.

Peran Perawat Dalam Kegawat Daruratan


Menurut konsorsium ilmu kesehatan tahun 1989 peran perawat terdiri dari :
1. Sebagai pemberi asuhan keperawatan
Peran ini dapat dilakukan perawat dengan memperhatikan keadaan kebutuhan dasar manusia
yang dibutuhkan melalui pemberian pelayanan keperawatan. Pemberian asuhan keperawatan ini
dilakukan dari yang sederhana sampai dengan kompleks.
2. Sebagai advokat klien
Peran ini dilakukan perawat dalam membantu klien & keluarg dalam menginterpretasikan
berbagai informasi dari pemberi pelayanan khususnya dalam pengambilan persetujuan atas

II.

tindakan keperawatan. Perawat juga berperan dalam mempertahankan & melindungi hak-hak
pasien meliputi :
- Hak atas pelayanan sebaik-baiknya
- Hak atas informasi tentang penyakitnya
- Hak atas privacy
- Hak untuk menentukan nasibnya sendiri
- Hak menerima ganti rugi akibat kelalaian.
3. Sebagai educator
Peran ini dilakukan dengan membantu klien dalam meningkatkan tingkat pengetahuan
kesehatan, gejala penyakit bahkan tindakan yang diberikan sehingga terjadi perubahan perilaku
dari klien setelah dilakukan pendidikan kesehatan.
4. Sebagai koordinator
Peran ini dilaksanakan dengan mengarahkan, merencanakan serta mengorganisasi pelayanan
kesehatan dari tim kesehatan sehingga pemberi pelayanan kesehatan dapat terarah serta sesuai
dengan kebutuhan klien.
5. Sebagai kolaborator
Peran ini dilakukan karena perawat bekerja melalui tim kesehatan yang terdiri dari dokter,
fisioterapi, ahli gizi dll dengan berupaya mengidentifikasi pelayanan keperawatan yang
diperlukan.
6. Sebagai konsultan
Perawat berperan sebagai tempat konsultasi dengan mengadakan perencanaan, kerjasama,
perubahan yang sistematis & terarah sesuai dengan metode pemberian pelayanan keperawatan
7. Sebagai pembaharu
Perawat mengadakan perencanaan, kerjasama, perubahan yang sistematis & terarah sesuai
dengan metode pemberian pelayanan keperawatan
Fungsi Perawat Dalam Kegawat Daruratan
1. Fungsi Independen
Merupakan fungsi mandiri & tidak tergantung pada orang lain, dimana perawat dalam
melaksanakan tugasnya dilakukan secara sendiri dengan keputusan sendiri dalam melakukan
tindakan untuk memenuhi KDM.
2. Fungsi Dependen
Merupakan fungsi perawat dalam melaksanakan kegiatannya atas pesan atau instruksi dari
perawat lain sebagai tindakan pelimpahan tugas yang diberikan. Biasanya dilakukan oleh
perawat spesialis kepada perawat umum, atau dari perawat primer ke perawat pelaksana.
3. Fungsi Interdependen
Fungsi ini dilakukan dalam kelompok tim yang bersifat saling ketergantungan diantara tim satu
dengan yang lainnya. Fungsi ini dapat terjadi apabila bentuk pelayanan membutuhkan kerjasama

tim dalam pemebrian pelayanan. Keadaan ini tidak dapat diatasi dengan tim perawat saja
melainkan juga dari dokter ataupun lainnya.
Keperawatan adalah bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari
pelayanan kesehatan didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan, berbentuk pelayanan bio-psiko
sosial dan spiritual yang komprehensif, ditujukan kepada individu, kelompok dan masyarakat
baik sehat maupun sakit yang mencakup seluruh daur kehidupan manusia.
Keperawatan merupakan ilmu terapan yang menggunakan keterampilan intelektual,
keterampilan teknikal dan keterampilan interpersonal serta menggunakan proses keperawatan
dalam membantu klien untuk mencapai tingkat kesehatan optimal.
Kiat keperawatan (nursing arts) lebih difokuskan pada kemampuan perawat untuk
memberikan asuhan keperawatan secara komprehensif dengan sentuhan seni dalam arti
menggunakan kiat kiat tertentu dalam upaya memberikan kenyaman dan kepuasan pada klien.
Kiat kiat itu adalah :
1. Caring , menurut Watson (1979) ada sepuluh faktor dalam unsur unsur karatif yaitu : nilai
nilai humanistic altruistik, menanamkan semangat dan harapan, menumbuhkan kepekaan
terhadap diri dan orang lain, mengembangkan ikap saling tolong menolong, mendorong dan
menerima pengalaman ataupun perasaan baik atau buruk, mampu memecahkan masalah dan
mandiri dalam pengambilan keputusan, prinsip belajar mengajar, mendorong melindungi dan
memperbaiki kondisi baik fisik, mental , sosiokultural dan spiritual, memenuhi kebutuhan dasr
manusia, dan tanggap dalam menghadapi setiap perubahan yang terjadi.
2. Sharing artinya perawat senantiasa berbagi pengalaman dan ilmu atau berdiskusi dengan
kliennya.
3. Laughing, artinya senyum menjadi modal utama bagi seorang perawat untuk meningkatkan rasa
nyaman klien.
4. Crying artinya perawat dapat menerima respon emosional diri dan kliennya.
5. Touching artinya sentuhan yang bersifat fisik maupun psikologis merupakan komunikasi
simpatis yang memiliki makna (Barbara, 1994)
6. Helping artinya perawat siap membantu dengan asuhan keperawatannya
7. Believing in others artinya perawat meyakini bahwa orang lain memiliki hasrat dan kemampuan
untuk selalu meningkatkan derajat kesehatannya.
8. Learning artinya perawat selalu belajar dan mengembangkan diri dan keterampilannya.
9. Respecting artinya memperlihatkan rasa hormat dan penghargaan terhadap orang lain dengan
menjaga kerahasiaan klien kepada yang tidak berhak mengetahuinya.
10. Listening artinya mau mendengar keluhan kliennya
11. Feeling artinya perawat dapat menerima, merasakan, dan memahami perasaan duka , senang,
frustasi dan rasa puas klien.
12. Accepting artinya perawat harus dapat menerima dirinya sendiri sebelum menerima orang lain
III.
Tujuan Perawatan Kegawat Daruratan

1. Mencegah kematian dan kecacatan (to save life and limb) pada penderita gawat darurat, hingga
dapat hidup dan berfungsi kembali dalam masyarakat sebagaimana mestinya.
2. Merujuk penderita . gawat darurat melalui sistem rujukan untuk memperoleh penanganan yang
Iebih memadai.
3. Menanggulangi korban bencana.
IV.
Filosofi Dasar Perawatan Kegawat Daruratan
1. Universal
2. Penanganan oleh siapa saja
3. Penyelesaian berdasarkan masalah
V.
Prinsip Perawatan Kegawat Daruratan
1. Penanganan cepat dan tepat
2. Pertolongan segera diberikan oleh siapa saja yang menemukan pasien tersebut
Meliputi tindakan :
Non medis : Cara meminta pertolongan, transportasi, menyiapkan alat-alat.
B. Medis : Kemampuan medis berupa pengetahuan maupun ketrampilan: BLS, ALS

VI.

Lingkup PPGD (Penanggulangan Penderita Gawat Darurat)


1. Melakukan Primary Survey, tanpa dukungan alat bantu diagnostik kemudian dilanjutkan dengan
Secondary Survey
2. Menggunakan tahapan ABCDE
A : Airway management
B : Breathing management
C : Circulation management
D : Drug, Defibrilator, dan Disability
E : EKG, dan Exposure
3. Resusitasi pada kasus dengan henti napas dan henti jantung
Pada kasus-kasus tanpa henti napas dan henti jantung, maka upaya penanganan harus dilakukan
untuk mencegah keadaan tsb, misal pasien koma dan pasien dengan trauma inhalasi atau luka
bakar grade II-III pada daerah muka dan leher.
VII.
Aspek Hukum Dalam KGD (Kegawat Daruratan)
Pemahaman terhadap aspek hukum dalam KGD bertujuan meningkatkan kualitas penanganan
pasien dan menjamin keamanan serta keselamatan pasien. Aspek hukum menjadi penting karena
konsensus universal menyatakan bahwa pertimbangan aspek legal dan etika tidak dapat
dipisahkan dari pelayanan medik yang baik.
Tuntutan hukum dalam praktek KGD biasanya berasal dari :
1. Kegagalan komunikasi
2. Ketidakmampuan mengatasi dillema dalam profesi

Permasalahan etik dan hukum KGD merupakan isu yang juga terjadi pada etika dan hukum
dalam kegawatdaruratan medik yaitu :
1. Diagnosis keadaan gawat darurat
2. Standar Operating Procedure
3. Kualifikasi tenaga medis
4. Hak otonomi pasien : informed consent (dewasa, anak)
5. Kewajiban untuk mencegah cedera atau bahaya pada pasien
6. Kewajiban untuk memberikan kebaikan pada pasien (rasa sakit, menyelamatkan)
7. Kewajiban untuk merahasiakan (etika >< hukum)
8. Prinsip keadilan dan fairness
9. Kelalaian
10. Malpraktek akibat salah diagnosis, tulisan yang buruk dan kesalahan terapi : salah obat, salah
dosis
11. Diagnosis kematian
12. Surat Keterangan Kematian
13. Penyidikan medikolegal untuk forensik klinik : kejahatan susila, child abuse, aborsi dan
kerahasiaan informasi pasien
C. TUGAS DAN LATIHAN
1. Peran yang dilakukan perawat dalam membantu klien & keluarg dalam menginterpretasikan
berbagai informasi dari pemberi pelayanan khususnya dalam pengambilan persetujuan atas
tindakan keperawatan. merupakan definisi peran perawat sebagai...
a.

kolaborator

b. koordinator
c.

educator

d. advokat klien
e.

pemberi asuhan keperawatan


2. Fungsi perawat dalam melaksanakan kegiatannya atas pesan atau instruksi dari perawat lain
sebagai tindakan pelimpahan tugas yang diberikan adalah fungsi perawat secara . . . ?

a.

Fungsi Independen

b. Fungsi Dependen
c.

Fungsi Interdependen

d. Fungsi Advokasi
e.

Fungsi Koordinator
3. Salah satu kiat seorang perawat agar dapat membuat klien nyaman adalah accepting, yang
artinya ?

a.

perawat harus dapat menerima dirinya sendiri sebelum menerima orang lain

b. perawat dapat menerima, merasakan, dan memahami perasaan duka , senang, frustasi dan rasa
puas klien
c.

mau mendengar keluhan kliennya

d. memperlihatkan rasa hormat dan penghargaan terhadap orang lain dengan menjaga kerahasiaan
klien kepada yang tidak berhak mengetahuinya.
e.

perawat selalu belajar dan mengembangkan diri dan keterampilannya


4. Tujuan dari perawatan kegawatdaruratan adalah sebagai berikut kecuali...?

a.

Mencegah kematian dan kecacatan (to save life and limb) pada penderita gawat darurat, hingga
dapat hidup dan berfungsi kembali dalam masyarakat sebagaimana mestinya.

b. Merujuk penderita . gawat darurat melalui sistem rujukan untuk memperoleh penanganan yang
Iebih memadai.
c.

Menanggulangi korban bencana.

d. Semua benar
e.

Semua salah
5. Salah satu dari tiga filosofi dasar perawatan kegawat daruratan adalah .. ?

a. Universal
b. Tranfersal
c.

Mengkhusus

d. Sebagian
e.

Unitranversal

a.
b.
c.
d.
e.

a.

6. Caring memiliki sepuluh faktor dalam unsur unsur karatif yaitu : nilai nilai humanistic
altruistik, menanamkan semangat dan harapan, menumbuhkan kepekaan terhadap diri dan orang
lain, mengembangkan ikap saling tolong menolong, mendorong dan menerima pengalaman
ataupun perasaan baik atau buruk, mampu memecahkan masalah dan mandiri dalam
pengambilan keputusan, prinsip belajar mengajar, mendorong melindungi dan memperbaiki
kondisi baik fisik, mental , sosiokultural dan spiritual, memenuhi kebutuhan dasar manusia, dan
tanggap dalam menghadapi setiap perubahan yang terjadi. Merupakan pernyataan dari siapa . . ?
Watson (1979)
Leninger (1977)
Roger (1979)
Virginia (1982)
Darmawan (1984)
7. Apa saja kah prinsip keperawatan kegawatdaruratan ?
Kuat dan cepat

b. Cepat dan terarah


c.

Cepat, tepat, dan siapa saja boleh menolong

d. Cepat, tepat, dan hanya tim medis yang dapat menolong


e.

Terarah
8. Apa tujuan dari memahami aspek hukum dan etika dalam keperawatan kegawatdaruratan ?

a.

Meningkatkan kualitas penanganan pasien dan menjamin keamanan serta keselamatan


pasien.

b. Memudahkan dalam penanganan pasien yang kritis


c.

Meningkatkan kemampuan tenaga medis dalam menangani kasus

d. Menguatkan tubuh pasien


e.

Semua salah

9. Permasalahan etik dan hukum KGD merupakan isu yang juga terjadi pada etika dan hukum
dalam kegawatdaruratan medik yaitu, kecuali ?
a. Diagnosis keadaan gawat darurat
b. Standar Operating Procedure
c.

Kualifikasi tenaga medis

d. Semua benar
e.

Semua salah
10. Saat perawat siap membantu dengan asuhan keperawatannya dimanapun dan kapanpun,
berarti perawat telah menerapkan prinsip perawat sebagai apa ?

a. Helping
b. Touching
c.

Laughing

d. Crying
e.

Believing in others.

D. PENUTUP
1. Rangkuman
Keparawatan gawat darurat adalah pelayanan profesioanal keperawatan yang di berikan pada
pasien dengan kebutuhan urgen dan kritis. Namun UGD dan klinik kedaruratan sering di
gunakan untuk masalah yang tidak urgen. Yang kemudian filosopi tentang keperawatan gawat
darurat menjadi luas, kedaruratan yaitu apapun yang di alami pasien atau keluarga harus di
pertimbangkan sebagai Kedaruratan.
I.
Peran Perawat Dalam Kegawat Daruratan
Menurut konsorsium ilmu kesehatan tahun 1989 peran perawat terdiri dari :
1. Sebagai pemberi asuhan keperawatan
2. Sebagai advokat klien
3. Sebagai educator
4. Sebagai koordinator
5. Sebagai kolaborator
6. Sebagai konsultan
7. Sebagai pembaharu
II.
Fungsi Perawat Dalam Kegawat Daruratan
1. Fungsi Independen
2. Fungsi Dependen
3. Fungsi Interdependen
III. Tujuan Perawatan Kegawat Daruratan
1. Mencegah kematian dan kecacatan (to save life and limb) pada penderita gawat darurat, hingga
dapat hidup dan berfungsi kembali dalam masyarakat sebagaimana mestinya.

2. Merujuk penderita . gawat darurat melalui sistem rujukan untuk memperoleh penanganan yang
Iebih memadai.
3. Menanggulangi korban bencana.
IV. Filosofi Dasar Perawatan Kegawat Daruratan
1. Universal
2. Penanganan oleh siapa saja
3. Penyelesaian berdasarkan masalah
V.
Prinsip Perawatan Kegawat Daruratan
1. Penanganan cepat dan tepat
2. Pertolongan segera diberikan oleh siapa saja yang menemukan pasien tersebut
VI. Lingkup PPGD (Penanggulangan Penderita Gawat Darurat)
1. Melakukan Primary Survey, tanpa dukungan alat bantu diagnostik kemudian dilanjutkan dengan
Secondary Survey
2. Menggunakan tahapan ABCDE
3. Resusitasi pada kasus dengan henti napas dan henti jantung
VII. Aspek Hukum Dalam KGD (Kegawat Daruratan)
Tuntutan hukum dalam praktek KGD biasanya berasal dari :
1. Kegagalan komunikasi
2. Ketidakmampuan mengatasi dillema dalam profesi
Permasalahan etik dan hukum KGD merupakan isu yang juga terjadi pada etika dan hukum
dalam kegawatdaruratan medik yaitu :
1. Diagnosis keadaan gawat darurat
2. Standar Operating Procedure
3. Kualifikasi tenaga medis
4. Hak otonomi pasien : informed consent (dewasa, anak)
5. Kewajiban untuk mencegah cedera atau bahaya pada pasien
6. Kewajiban untuk memberikan kebaikan pada pasien (rasa sakit, menyelamatkan)
7. Kewajiban untuk merahasiakan (etika >< hukum)
8. Prinsip keadilan dan fairness
9. Kelalaian
10. Malpraktek akibat salah diagnosis, tulisan yang buruk dan kesalahan terapi : salah obat, salah
dosis
11. Diagnosis kematian
12. Surat Keterangan Kematian
13. Penyidikan medikolegal untuk forensik klinik : kejahatan susila, child abuse, aborsi dan
kerahasiaan informasi pasien
2. Tes Akhir Bab

a. Soal
1. Peran yang dilakukan perawat dalam membantu klien & keluarg dalam menginterpretasikan
berbagai informasi dari pemberi pelayanan khususnya dalam pengambilan persetujuan atas
tindakan keperawatan. merupakan definisi peran perawat sebagai...
a.

Kolaborator

b. Coordinator
c.

Educator

d. Advokat klien
e.

pemberi asuhan keperawatan

2. Fungsi perawat dalam melaksanakan kegiatannya atas pesan atau instruksi dari perawat lain
sebagai tindakan pelimpahan tugas yang diberikan adalah fungsi perawat secara . . . ?
a.

Fungsi Independen

b. Fungsi Dependen
c.

Fungsi Interdependen

d. Fungsi Advokasi
e.

Fungsi Koordinator

3. Salah satu kiat seorang perawat agar dapat membuat klien nyaman adalah accepting, yang
artinya ?
a.

perawat harus dapat menerima dirinya sendiri sebelum menerima orang lain

b. perawat dapat menerima, merasakan, dan memahami perasaan duka , senang, frustasi dan rasa
puas klien
c.

mau mendengar keluhan kliennya

d. memperlihatkan rasa hormat dan penghargaan terhadap orang lain dengan menjaga kerahasiaan
klien kepada yang tidak berhak mengetahuinya.
e.

perawat selalu belajar dan mengembangkan diri dan keterampilannya

4. Tujuan dari perawatan kegawatdaruratan adalah sebagai berikutkecuali...?

a.

Mencegah kematian dan kecacatan (to save life and limb) pada penderita gawat darurat, hingga
dapat hidup dan berfungsi kembali dalam masyarakat sebagaimana mestinya.

b. Merujuk penderita . gawat darurat melalui sistem rujukan untuk memperoleh penanganan yang
Iebih memadai.
c.

Menanggulangi korban bencana.

d. Semua benar
e.

Semua salah

5. Salah satu dari tiga filosofi dasar perawatan kegawat daruratan adalah .. ?
a.

Universal

b. Tranfersal
c.

Mengkhusus

d. Sebagian
e.

Unitranversal

6. Caring memiliki sepuluh faktor dalam unsur unsur karatif yaitu : nilai nilai humanistic
altruistik, menanamkan semangat dan harapan, menumbuhkan kepekaan terhadap diri dan orang
lain, mengembangkan ikap saling tolong menolong, mendorong dan menerima pengalaman
ataupun perasaan baik atau buruk, mampu memecahkan masalah dan mandiri dalam
pengambilan keputusan, prinsip belajar mengajar, mendorong melindungi dan memperbaiki
kondisi baik fisik, mental , sosiokultural dan spiritual, memenuhi kebutuhan dasar manusia, dan
tanggap dalam menghadapi setiap perubahan yang terjadi. Merupakan pernyataan dari siapa . . ?
a. Watson (1979)
b. Leninger (1977)
c. Roger (1979)
d. Virginia (1982)
e. Darmawan (1984)
7. Apa saja kah prinsip keperawatan kegawatdaruratan ?
a.

Kuat dan cepat

b. Cepat dan terarah


c.

Cepat, tepat, dan siapa saja boleh menolong

d. Cepat, tepat, dan hanya tim medis yang dapat menolong


e.

Terarah

8. Apa tujuan dari memahami aspek hukum dan etika dalam keperawatan kegawatdaruratan ?
a.

Meningkatkan kualitas penanganan pasien dan menjamin keamanan serta keselamatan pasien.

b. Memudahkan dalam penanganan pasien yang kritis


c.

Meningkatkan kemampuan tenaga medis dalam menangani kasus

d. Menguatkan tubuh pasien


e.

Semua salah

9. Permasalahan etik dan hukum KGD merupakan isu yang juga terjadi pada etika dan hukum
dalam kegawatdaruratan medik yaitu, kecuali?
a. Diagnosis keadaan gawat darurat
b. Standar Operating Procedure
c.

Kualifikasi tenaga medis

d. Semua benar
e.

Semua salah

10. Saat perawat siap membantu dengan asuhan keperawatannya dimanapun dan kapanpun, berarti
perawat telah menerapkan prinsip perawat sebagai apa ?
a.

Helping

b. Touching
c.

Laughing

d. Crying
e.

Believing in others.

b. Kunci Jawaban
1. D
2. B
3. A
4. E
5. A
6. A
7. C
8. A
9. E
10. A

DAFTAR PUSTAKA
Aziz, Alimul Hidayat. 2002. Keperawatan Kegawat Daruratan. Jakarta: EGC.

Rizka,

Aditya.2012.mengkaji
Kebutuhan Pasien
Kritis. (http://theadityarizka.blogspot.com/2012/10/mengkaji-kebutuhan-promosikesehatan.html). Diakses tanggal 31 Agustus 2014
Smeltzer dan Suzanne C. 2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner dan Suddarth. Jakarta:
EGC.
Soekidjo, Notoatmodjo. 2003. Prinsip-Prinsip Dasar Ilmu Kegawat Daruratan. Jakarta: PT Rineka
Cipta.
Wahit Iqbal Mubarak, dkk. 2006. Ilmu Keperawatan (Kegawat Daruratan). Jakarta: CV Sagung Seto.
Diposkan oleh Daek Chin di 00.27
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Keperawatan, Komunitas Pantai