Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Hidung mempunyai tugas menyaring udara dari segala macam
debu yang masuk ke dalam melalui hidung. Tanpa penyaringan ini
mungkin debu ini dapat mencapai paru-paru. Bagian depan dari
rongga hidung terdapat rambut hidung yang berfungsi menahan
butiran debu kasar, sedangkan debu halus dan bakteri menempel
pada mukosa hidung. Dalam rongga hidung udara dihangatkan
sehingga terjadi kelembaban tertentu.
Mukosa hidung tertutup oleh suatu lapisan yang disebut epitel
respirateris yang terdiri dari sel-sel rambut getar dan sel leher. Selsel rambut getar ini mengeluarkan lendir yang tersebar rata sehingga
merupakan suatu lapisan tipis yang melapisi mukosa hidung dimana
debu dan bakteri ditahan dan melekat. Debu dan bakteri melekat ini
tiap kali dikeluarkan ke arah berlawanan dengan jurusan tenggorokan.
Yang mendorong adalah rambut getar hidung dimana getarannya
selalu mengarah keluar. Gerakannya seperti cambuk, jadi selalu
mencambuk keluar, dengan demikian bagian yang lebih dalam dari
lapisan bulu getar ini selalu bersih dan steril. Biasanya pada pagi
hari hal ini dapat dicapai.
Sediaan hidung adalah cairan, semisolid atau sediaan padat
yang digunakan pada rongga hidung untuk memperoleh suatu efek
sistemik atau lokal. Berisi satu atau lebih bahan aktif. Sediaan hidung

sebisa mungkin tidak mengiritasi dan tidak memberi pengaruh yang


negatif pada fungsi mukosa hidung dan silianya. Sediaan hidung
mengandung air pada umumnya isotonik dan mungkin berisi
excipients, sebagai contoh, untuk melakukan penyesuaian sifat
merekat untuk sediaan, untuk melakukan penyesuaian atau stabilisasi
pH, untuk meningkatkan kelarutan bahan aktif, atau kestabilan
sediaan itu. Sediaan hidung disediakan dalam dosis ganda atau
kontainer dosis tunggal, diberikan jika perlu, dengan suatu alat yang
dirancang untuk menghindari paparan dari kontaminan.
I.2 Tujuan
Untuk mengetahui jenis obat dan sediaan steril yang digunakan
pada hidung.

BAB II
FORMULA TETES HIDUNG
A. Formula
Tiap 10 ml mengandung :
Efedrin Hidroklorida
Benzalkonium Klorida
Na2HPO4
NaH2PO4
Metil Selulosa
Natrium Klorida
Aqua Pro Injeksi
B. Tabel Master Formula
No
.

Kode Bahan

1.

01 - EH

2.

02 - BK

3.
4.
5.
6.
7.

03 N1
04 N2
05 MS
06 NK
07 - API

0,5 %
0,02 %
0,284 %
0,56 %
0,5 %
0,9 % q.s
ad 10 ml

Nama Bahan

Fungsi

Jumlah / Dosis

Zat aktif

0,05 gram

Pengawet

0,002 gram

Pendapar
Pendapar
Pengental
Pengisotonis
Pembawa

0,0284 gram
0,056 gram
0,05 gram
0,05 gram
9, 7636 ml

Efedrin
Hidroklorida
Benzalkonium
Klorida
Na2HPO4
NaH2po4
Metil Selulosa
Natrium Klorida
Aqua Pro Injeksi

C. Dasar Pemilihan Zat Aktif


Efedrin merupakan alkaloid tumbuhan, tetapi sekarang dapat
dibuat secara sintetik. Obat ini adalah obat adrenergik bekerja
ganda,berarti tidak saja melepas simpanan norepinefrin dari ujung
saraf, tetapi mampu pula memacu langsung reseptor dan . Obat
ini

digunakan

sebagai

dekongestan

hidung karena

kerja

vasokontriksi lokal. (Farmakologi Ulasan Bergambar Edisi 2 : 68 ).


Dosis yang digunakan untuk tetes hidung 2 3 tetes dengan
konsentrasi 0,5 2 % ( Remingtons pharmaceutical sciences :
868).
D. Dasar Pemilihan Zat Tambahan
1. Benzalkonium Klorida
Benzalkonium klorida adalah senyawa surfaktan yang
digunakan

dalam

formulasi

farmasi

sebagai

pengawet

antimikroba seperti pengawet pada kosmetik, sediaan mata dan


sediaan hidung. Konsentrasi yang digunakan pada hidung
0,002 0,02 % b / v, kadang di kombinasi dengan thimerosal
dengan konsentrasi 0,002 0,005 %. Benzalkonium klorida
juga digunakan sebagai pengawet dalam kosmetik, parenteral
volume kecil dan sediaan mata. ( Handbook Of Pharmaceutical
Excipients Edisi 6 : 56 )
2. Na2HPO4 ( Natrium Hidrogen Fosfat )
Natrium hidrogen fosfat digunakan dalam berbagai macam
formulasi farmasi sebagai buffer, juga digunakan dalam produk
makanan

sebagai

emulsifier

dalam

pengolahan

keju.

(Handbook Of Pharmaceutical Excipients Edisi 6 : 656)


3. NaH2po4 ( Natrium Dihidrogen Fosfat )
Natrium dihidrogen fosfat digunakan dalam berbagai
macam formulasi farmasi sebagai buffer, agen pengemulsi dan
juga digunakan dalam produk makanan dalam bubuk kue.
(Handbook Of Pharmaceutical Excipients Edisi 6 : 659)
4. Metil Selulosa
Metil selulosa digunakan sebagai agen viskositas,
konsentrasi 0,5 % digunakan untuk mendapatkan viskositas
larutan seimbang dengan viskositas mukosa hidung. ( Formula
Steril : 114)
5. Natrium Klorida
Natrium klorida banyak digunakan dalam berbagai sediaan
parenteral dan formulasi farmasi non parenteral, dimana
penggunaan utama adalah untuk menghasilkan keadaan
isotonik.(Handbook Of Pharmaceutical Excipients Edisi 6 : 638).
6. Aqua Pro Injeksi
Aqua pro injeksi digunakan sebagai pembawa dan
digunakan untuk melarutkan suatu zat, pada penyimpanan di
rancang untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme dan
kontaminasi lainnya. ( Martindale Edisi 36 : 2414 )
E. Uraian Bahan
Uraian Bahan Zat Aktif
1. Efedrin Hidroklorida

Nama Resmi
Nama Lain
RM/ BM
Pemerian

:
:
:
:

EPHEDRINI HYDROCHLORIDUM
Efedrin Hidroklorida
C10H15NO.HCL
Hablur putih atau serbuk putih halus,

Kelarutan

tidak berbau, rasa pahit.


: Bebas larut dalam air; larut dalam

Sterilisasi
Penyimpanan

alkohol.
: Autoclave
: Dalam
wadah

tertutup

baik,

terlindung dari cahaya.

Uraian Bahan Zat Tambahan


1. Benzalkonium Klorida

Nama Resmi
Nama Lain
RM / BM
Pemerian

:
:
:
:

BENZALKONII CHLORIDUM
Benzalkonium Klorida
C6H5CH2N( CH3 )2 R+) Cl- / Gudir tebal / potongan seperti
gelatin,

warna

kekuningan,
Kelarutan

putih

bau

putih

aromatik,

rasa

sangat pahit.
: Sangat mudah larut dalam air dan
etanol ( 95 % ) P dalam aseton P, zat
anhidrat agak sukar larut dalam eter

Incompatibilitas

P dan mudah larut dalam benzen P.


: Dengan
aluminium,
surfaktan
anionik, sitrat, kapas, fluorescein,
hidrogen peroksida, nitrat, surfaktan
non ionik dalam konsentrasi tinggi,
permanganat,

protein,

salisilat,

garam perak, sabun, sulfonamid,


oksalat, seng oksida, seng sulfat,
beberapa

campuran

karet,

dan

Stabilitas

beberapa campuran plastik.


: Stabil pada suhu dan pH berbagai
macam mulai pH rendah sampai pH

tinggi.
Sterilisasi
: Di autoclave
Penyimpanan
: Dalam wadah kedap udara.
2. Na2HPO4 ( Natrium Hidrogen Fosfat )
Nama Resmi
Nama Lain
Pemerian

: SODIUM HYDROGEN PHOSPHATE


: Natrium Hidrogen Fosfat
: Kristal putih, tidak berbau atau

Kelarutan

hampir putih.
: Sangat larut dalam air, lebih larut
dalam air panas / mendidih, praktis
tidak larut dalam etanol ( 95 % ),
bahan anhidrat larut dalam 8 bagian

Stabilitas

air.
: Bersifat

higroskopis,

ketika

dipanaskan sampai 400 dan 1000 C


Sterilisasi
Incompatibilitas

akan kehilangan airnya.


: Di autoclave
: Dengan alkaloid, antipyrine,kloral
hidrat, asetat memimpin, pirogalol,
resorsinol dan kalsium glukonat, dan

ciprofloxacin
Penyimpanan
: Dalam wadah kedap udara.
3. NaH2po4 ( Natrium Dihidrogen Fosfat )
Nama Resmi
Nama Lain
Pemerian

: SODIUM DIHYDROGEN PHOSPHATE


: Natrium Dihidrogen Fosfat
: Kristal putih, tidak berbau, tidak

Kelarutan

berwarna.
: Larut dalam 1 bagian air, sangat sedikit

Stabilitas

larut dalam etanol ( 95 % ) P.


: Stabil secara kimiawi dan stabil pada

Sterilisasi
Incompatibilitas

suhu panas 1000C.


: Di autoclave
: Dengan aluminium, kalsium, magnesium

atau garam sejak mereka mengikat


fosfat
Penyimpanan

dan

bisa

mengganggu

penyerapan dari saluran pencernaan.


: Dalam wadah kedap udara, terlindung
cahaya.

4. Metil selulosa

Nama Resmi
Nama Lain
Pemerian

: METHYL CELLULOSE
: Metil Selulosa
: Serbuk putih, bubuk berserat atau

Kelarutan

butiran, tidak berbau dan berasa.


: Praktis tidak larut dalam air panas,
dalam alkohol, dalam aseton dan

Stabilitas

toluen, larut dalam air dingin.


: Stabil meskipun sedikit higroskopis,
stabil untuk alkalis dan larutan asam
encer pada pH 3 11, stabil pada

Incompatibilitas

suhu kamar.
: Dengan
aminacrine
chlorocresol,

hidroklorida,

klorida merkuri,

fenol,

resorsinol, Asam tannic, perak nitrat,


klorida cetylpyridinium,hidroksibenzoat
asam, paminobenzoic, methylparaben,
Penyimpanan
5. .Natrium Klorida

propil paraben dan butil paraben.


: Dalam wadah kedap udara.

Nama Resmi
Nama Lain
RM / BM
Pemerian

:
:
:
:

SODIUM CHLORIDE
Natrium Klorida
NaCl / 58,44
Hablur heksahedral, tidak berwarna
atau serbuk hablur putih, tidak berbau,

rasa asin.
: Larut dalam 2, 8 bagian air, dalam 2, 7

Kelarutan

bagian air mendidih dan dalam lebih


kurang 10 bagian gliserol P, sukar larut
dalam etanol ( 95 % ) P.
: Stabil tetapi dapat menyebabkan

Stabilitas

pemisahan partikel kaca pada wadah


kaca tertentu.
: Di autoclave
: Natrium klorida bersifat korosif besi

Sterilisasi
Incompatibilitas

dalam air, akan bereaksi membentuk


endapan dengan garam perak, timbal
merkuri dan timbal.
: Dalam wadah tertutup rapat, tempat

Penyimpanan

yang sejuk dan kering.


6. Aqua Pro Injeksi
Nama Resmi
Nama Lain
Pemerian

: AQUA PRO INJECTIONE


: Aqua Pro Injeksi
: Keasaman kebasaan : amonium,
besi, tembaga, timbal, kalsium, klorida,
nitrat, sulfat, zat teroksidasi memenuhi
syarat

Sterilisasi
Penyimpanan

yang

tertera

pada

aqua

destilasi.
: Destilasi
: Dalam wadah kedap tertutup baik.

F. Uraian Farmakologi
1. Efedrin Hidroklorida ( Pedoman Obat Untuk Perawat : 393 )
Indikasi

: Pemyembuhan

kongesti

nasal

pada

infeksi saluran nafas akibat virus atau


Mekanisme Kerja

rinitis alergi.
: Melepas simpanan

norepinefrin

dari

ujung saraf, tetapi mampu pula memacu


langsung reseptor dan , bekerja
sebagai vasokontriksi lokal.
: Untuk tetes hidung 0,5 %, tidak boleh

Dosis

digunakan lebih sering dari tiap 4 jam


Kontraindikasi

atau lebih dari 3 -4 hari.


: Dengan golongan obat penghambat

Efek Samping
Interaksi Oba

MAO.
: Iritasi Lokal
: Penggunaan bersama inhibitor MAO
menyebabkan krisis hipertensi.

G. Perhitungan
Perhitungan Bahan
Efedrin Hidroklorida

0,5 % =

0,5
100
0,02
100

Benzalkonium Klorida 0,02 % =

Na2HPO4

0,284 % =

NaH2PO4

0,56 % =

0,284
100
0,56
100

10 = 0,05 gram
10 = 0,002 gram

10 = 0,0284 gram
10 = 0,056 gram

Metil Selulosa

0,5 % =

0,5
100

Natrium Klorida

0,9 % =

0,5
100

10 = 0,05 gram
10 = 0,05 gram

Aqua Pro Injeksi


10 ml = 10 0,2364 = 9, 7636 ml
Perhitungan Dapar
pH = 6,5
NaH2PO4 = 0,56 % b / v BM = 119,98
Na2HPO4 = 0,284 % b / v BM = 141,96
gr
0,56
M Na2HPO4 = BM l = 119,98 0,1 = 0,047 M
M NaH2PO4 =

gr
BM l

pKa dapar fosfat = 7,2

0,284
141,96 0,1

= 0,02 M

Ka = - antilog pKa
= 6,3 10-8
pH dapar fosfat = 6,5
( H+ ) = - antilog pH
= 3,16 10-7
C = C NaH2PO4 + C Na2HPO4
= 0,047 + 0,02
= 0,067 M
Kapasitas dapar B = 2,3 C

H +

Ka

2,3 0,067 ( 3,16 10 6,3 10)


3,16 10+6,3 10

= 0,021 mol / L
Untuk pH = 6
( H+ ) = - antilog pH
= 10-6
H +

0,021= 2,3 C Ka

0,021= 2,3 C

(10 . 6,3 10)


( 10+ 6,3 10 ) 2

0,021 = 2,3 C

(6,3 10)
( 1,063 10 ) 2

0,021= 2,3 C

(6,3 10)
( 1,13 10 )12

C = 0,164
pH = pKa + log

( garam)
(asam)

6 = 7,2 + log

(garam)
(asam)

log

( garam)
(asam)

garam
asam

= - 1,2

= - antilog 1,2

garam
asam

= 0,063

C = ( asam fosfat ) + ( garam fosfat )


0,164 = ( asam fosfat ) + 0,063 ( garam fosfat )
( 1 + 0,063 ) ( asam fosfat ) = 0,164
0,164
( asam fosfat ) = 1,063 = 0,154 M

( garam fosfat ) = ( asam fosfat ) 0,063


= 0,154 0,063
= 0,0097 M
( asam fosfat ) = 0,154 M
gr = M BM L
= 0,154 119,98 1
= 18,48 gr
% b / v = 18,48 gr / L
= 1,848 gr / 1000 ml
= 1,848 gr / 100 ml
= 1,848 %
( garam fosfat ) = 0,0097 M
gr = M BM L
= 0,0097 142,14 1
= 1,38 gr
% b/v = 1,38 gr/L
= 1,38 gr/1000 ml
= 0,138 gr/100 ml
= 0,138 %
Perhitungan Isotonik
PTB Efedrin Hidroklorida = 0,165
W=

0,52a . c
b

0,438
0,576

0,52(0,5 0,165)
0,576

0,520,082
=
0,576

= 0,76

Untuk 10 ml =

10
100

0,76 = 0,076 gr 76 mg

Cataline
C1
g/100 ml = ( F ( M 1 Kr ) )

M'
K'

0,5
= ( 0,031 ( 201,70 2 )

58,2
2

= 0,031 0,004 29,2


= 0,027 29,2
= 0,78
Untuk 10 ml =

10
100

0,78 = 0,078 gr 78 mg

H. Cara Kerja
1. Disiapkan alat dan bahan yang digunakan
2. Wadah yang ingin digunakan ditarer 10 ml.
3. Botol yang digunakan dicuci dengan deterjen lalu dibebas
alkalikan dengan cara direndam dalam HCL 0,1 N panas
selama 30 menit lalu dibilas dengan API lalu disterilkan
dengan autoklaf. Begitu pula dengan alat gelas yang lain.
4. Tutup karet dibersihkan dan dibebas sulfurkan dengan cara
direndam dalam NaHCO3 2 % mengandung 1 % Na lauril
sulfat, dipanaskan selama 15 menit kemudian dibilas dengan
air suling.
5. Penutup karet dijenuhkan dengan cara direndam dengan 2
kali konsentrasi benzalkonium klorida.
6. Alat dan bahan yang akan digunakan disterilkan dengan
metode yang sesuai.
7. Dibuat pengenceran efedrin hidroklorida dengan cara 5 mg
efedrin hidroklorida dilarutkan dalam 10 ml aqua pro injeksi
dan dipipet 1 ml.
8. Dibuat pengenceran benzalkonium klorida dengan cara 2 mg
benzalkonium klorida dilarutkan 10 ml aqua pro injeksi dan
dipipet 1 ml.
9. Dibuat pengenceran metil selulosa dengan cara 5 mg metil
selulosa dilarutkan dalam 10 ml aqua pro injeksi dan dipipet 1
ml.
10. Dibuat pengenceran natrium klorida dengan cara 77 mg
natrium klorida dilarutkan dalam 5 ml aqua pro injeksi
kemudian dipipet 1 ml.

11. Dibuat pengenceran dapar dengan cara 69 mg masing


masing dapar dilarutkan dalam 5 ml aqua pro injeksi lalu
dipipet 3 ml.
12. Ditambahkan

hasil

pengenceran

efedrin

hidroklorida,

benzalkonium klorida, metil selulosa, natrium klorida ke dalam


dapar fosfat.
13. Di cek pH larutan ( pH 6 ) kemudian dicukupkan volumenya
hingga 10 ml. Dimasukkan ke dalam wadah yang telah
dikalibrasi sebanyak 10 ml dan disterilkan sediaan akhir
dengan autoklaf pada suhu 1210C.
14. Diberi etiket dan dikemas.
I. Cara Pemakaian

Hembuskan udara melewati


hidung.

Cuci tangan dengan sabun hingga


bersih.

Periksa ujung penetes untuk


memastikan bahwa tidak rusak
atau retak.
4. Hindari ujung penetes bersentuhan dengan hidung.
Miringkan kepala Anda sejauh mungkin ke
belakang, atau berbaring telentang di
permukaan yang rata ( seperti di tempat
tidur)
dan
posisikan
kepala
anda
menggantung di tepinya.

Teteskan obatsejumlah yang telah


ditentukan.

Tekuk kepala ke depan ke arah lutut dan


gerakkan dengan pelan ke kiri dan kanan.

8. Tetaplah dalam posisi ini selama beberapa menit


9. Bersihkan ujung penetes dengan air hangat. Segera tutup botol
obat tetes.
10.Cuci tangan sampai bersih.
J. Dasar Pemilihan Kemasan
Untuk sediaan nasal dikemas dalam botol tetes atau botol
semprot ( spray ) plastik dengan volume 15 ml 30 ml. Produk
harus stabil dalam kontener dan kemasan tertutup rapat bila tidak
digunakan. ( sediaan farmasi steril : 283 )
Tetes hidung dibuat dalam jumlah kecil (10 atau 25 ml) dalam
botol gelas berwarna bergalur dengan plastik penyegel dan
penetes. Pemilik spray menyiapkan dalam wadah tipe bertekanan.
Penggunaan jangka waktu lama obat vasokontriktor dalam hidung
dapat menyebabkan kerusakan mukosa hidung (Bentley Textbook
of Pharmaceutics : 352)
K. Dasar Pemilihan Metode Sterilisasi
Sediaan hidung harus steril. Sterilisasi dapat dicapai dengan
penggunaan membran filter steril ukuran 0,45 m, 0,2 pure
penyaring ke wadah steril. Metode lain bisa digunakan autoklaf dan
sterilisasi akhir dengan gas etilen oksida.
L. Evaluasi
Evaluasi sediaan mengacu pada evaluasi larutan atau suspensi
Keseragaman robot dilakukan untuk sediaan tetes hidung
berupa larutan :
Timbanglah massa sediaan tetes hidung secara satu persatu
sebanyak 10 wadah, dan tentukan rata-rata bobotnya. Tidak
lebih dari dua bobot tiap wadah menyimpang dengan lebih
dari 10 persen dari rata-rata bobot dan sama sekali tidak
menyimpang lebih dari 20%.

Keseragaman isi dilakukan untuk sediaan tetes hidung


berupa emulsi atau suspensi. ( BPOM 2011.pdf )

TABEL STERILISASI

No
1
2

Nama Alat/
Bahan
Wadah
Batang
pengaduk

Metode
Sterilisasi
Oven, 1700C, 1
jam
Oven, 1700C, 1
jam

Pustaka
Scov : 286
Parrot:286

Waktu
Mulai
Akhir

Paraf

Pinset

Kertas timbang

Sendok tanduk

6
7
8
9
10
11

Efedrin HCL
Benzalkonium
klorida
Na2HPO4
NaH2PO4
Metil selulosa
Sarung tangan

12

API

13

Gelas ukur

14

NaCl

15

Kertas saring

Oven, 1700C, 1
jam
Oven, 1600C, 1
jam
Autoklaf,
1210C,15 menit
Otoklaf
Otoklaf

Parrot:286

Otoklaf
Otoklaf
Otoklaf
Autoklaf,
1210C,15 menit
Otoklaf, 1210C,
30 menit
Otoklaf, 1210C,
30 menit
Otoklaf,
penyaringan
Oven, 1600C, 1
jam

Exp : 493
Exp : 496
Exp : 439
Parrot:286

Lachman:623
Parrot:286
MD :11
MD : 228

FI IV : 112
Scoville's:286
MD : 228
Lachman:623

o Alat gelas dibebas alkalikan dengan cara direndam dengan HCl 0,1 N panas
selama 30 menit lalu dibilas dengan air suling.
o Alat yang terbuat dari karet dibebas sulfurkan dengan cara direndam dalam
2% Na2CO3 dalam 0,1% Na-Lauril Sulfat selama 15 menit.kemudian dibilas
dengan air suling.

BAB III
PENUTUP
III.1 Kesimpulan
Sediaan steril obat tetes hidung dengan formula mengandung
efedrin hidroklorida dan zat tambahan lainnya sebagai pendukung
formula ini sehingga dihasilkan larutan yang isotonis terhadap cairan
tubuh dan mempunyai PH cairan hidung normal yaitu antara 5 6,5.
Obat

ini

berkhasiat

sebagai

dekongestan.

Dengan

metode

pembuatan secara aseptis dan melalui sterilisasi terlebih dahulu baik


alat maupun bahannya dengan metode yang berbeda beda sesuai
dengan karakteristik fisik tersendiri.
III.2 Saran
Pada pembuatan sediaan steril harus diperhatikan tonisitasnya
supaya dihasilkan sediaan yang isotonis. Disamping itu harus
diperhatikan cara pembuatan formula dan melakukan sterilisasi
terlebih dahulu baik diawal maupun sterilisasi akhir.

DAFTAR PUSTAKA
Deglin . J.H. Pedoman Obat Untuk Perawat Edisi 4. EGC :Jakarta.
Dirjen POM. 1979. Farmakope Indonesia Edisi III. Depkes RI : Jakarta.
Goeswin Agoes. 2009. Sediaan Farmasi Steril. ITB : Bandung
John,E.H. 1990. Remingtons Pharmaceutical Sciences. Mark Publishing
Company. Eastron: London.
Mycek. J.C. 2001. Farmakologi Ulasan Bergambar Edisi 2. Widya
Medika : Jakarta.

Rowe C Raymand. 2009. Handbook of Pharmaceutical Excipients Edisi 6.


Pharmaceutical Press : London.
Sean C. Sweetman. 2009. Martindale 36 th edition. Pharmaceutical
Press : London.
Stefanus lukas. 2006. Formulasi Steril. Andi : Yogyakarta.
Rawling,E.A., (2003), Bentley Textbook of Pharmaceutics, Eight Edition,
Bailliere, Tindall, London.

TUGAS
TEKNOLOGI FARMASI SEDIAAN STERIL

OLEH :
Kelompok V
Satriana Noer

Jalaluddin Muh. Akbar

Novianti Paramma

Umar Said

Vetra Nellya

Irfan

Nila Sari

A. Muh Firmansyah

Reski Asmawati B

Saputra Noer

Elsa Armelia

Muh. Rachmat

Utami Dwi Anggraini

SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI


MAKASSAR
2015