Anda di halaman 1dari 16

TETANUS

NEONATORU
M
dr. Noorahmah A.A

TETANUS NEONATORUM adalah penyakit tetanus

yang terjadi pada neonatus yang disebabkan oleh


Clastridium Tetani, yaitu kuman yang
mengeluarkan toksin (racun yang
menyerang sistem saraf pusat).

Tetanus disebabkanneurotoksin(tetanospasmin)

daribakteri Gram positif anaerob, Clostridium


tetani, dengan mula-mula 1 hingga 2 minggu
setelahinokulasi bentukspora ke dalam tubuh
yang mengalami cedera/luka

Penyeb
ab
YANG
BENAR ??

Masa Inkubasi
Masa inkubasi penyakit adalah 5-14 hari

sehingga gejala dan tanda tersebut biasanya


muncul dalam waktu 5-10 hari setelah
terinfeksi, tetapi bisa juga timbul dalam waktu
2 hari atau 50 hari setelah terinfeksi.

GEJALA
KLINIS
1. Bayi tiba-tiba demam
2. Spasme otot carp
mouth (trismus),
Opistotonus
3. Kejang otot faring
(Tenggorok dan
rahang)
4. Kejang dipacu oleh
cahaya, suara atau
sentuhan
5. Kejang dengan

Kematian pada tetanus neonatorum


asfiksi
a

Sepsis

SPASME
FARING DAN
LARING YANG
LAMA

Pneumonia
Aspirasi

Kematian
pada nukleus
motorik,
saraf, otak,
pernapasan,
peredaran
darah

PENATALAKSANAAN
1. Atasi kejang
2. Jaga Jalan
napas
tetap bebas

3. PEMBERIAN ANTITOKSIN

4. Pemberian Antibiotik

a) Kejang dapat diatasi dengan mengurangi

rangsangan, penderita/bayi ditempatkan di kamar yang


tenang dengan sedikit sinar mengingat penderita
sangat peka akan suara dan cahaya.

b) Diazepam dosis awal 2,5 mg IV perlahan-lahan


selama 2-3 menit.
Anti Kejang lain : kombinasi fenobarbital dan largaktil.
Fenobarbital dapat diberikan mula-mula 30-60 mg
parenteral, kemudian dilanjutkan per os dengan dosis
maksimum 10 mg per hari. Largaktil dapat diberikan
bersama luminal, mula-mula 7,5 mg parenteral,
kemudian diteruskan dengan dosis 6 x 2,5 mg setiap
hari. Kombinasi yang lain ialah Kloralhidrat yang
diberikan lewat anus.

back

ATS dengan dosis 10.000/IU/ hari selama 2

hari berturut-turut dengan via IM


Via Intravena diberikan ATS 20.000/IU

back

Untuk mengatasi infeksi dapat digunakan

penisilin 200.000/IU setiap hari dan diteruskan


sampai 3 hari sesudah panas turun atau
ampisilin 100 mg/kgBB per hari dibagi dalam
4 dosis secara intravena selama 10 hari.

PERAWATAN
1. Kebutuhan oksigen Beri O2 1-2 liter/menit
2. Kebutuhan Nutrisi
Akibat keadaan bayi yang payah dan tidak dapat

menyusui untuk memenuhi kebutuhannya. Perlu


di beri infus dengan cairan glukosa 5%, bila
kejang sudah berkurang pemberian makanan
dapat diberikan melalui sonde dan sejalan dengan
perbaikan, pemberian makanan bayi dapat diubah
memakai sendok secara bertahap. (Buku Acuan
Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan
Neonatal, 2002).
3.

Rawat Tali Pusat

Rawat Tali Pusat


Hindari sumber infeksi
memakaikan popok sekali

pakai sebaiknya di bawah pusar.


Merawat tali pusat dengan prinsip bersih dan
kering. Jadi, saat memandikan bayi, tali pusat
juga digosok dengan air dan sabun, lalu
dikeringkan dengan handuk bersih terutama
daerah tali pusat yang masih berwarna putih di
bagian pangkalnya (tali pusat yang bermuara ke
perut bayi). Bagian pangkal ini bisa dibersihkan
dengan cotton budpovidone yodine) dan biarkan
terbuka sehingga cepat mengering, atau
dibungkus dengan kasa kering yang steril.

Profilaksis /
Pencegahan

tetanus toxoid

Pada ibu hamil 3 x berturut-turut pada trimester ke-3.

POTONG TALI PUSAT DAN PERAWATAN


TALI PUSAT YANG STERIL

TEBAK GAMBAR

thanks