Anda di halaman 1dari 20

SISTEM PERPIPAAN KAPAL

LATAR BELAKANG SISTEM PERPIPAAN, PENGERTIAN SISTEM PERPIPAAN

Kita tahu bahwa Wilayah yang ada dibumi ini dibagi 2 yaitu wilayah daratan dan lautan.
Negara Indonesia memiliki lebih dari 13.000 pulau dengan panjang garis pantai lebih dari
81.000 km . Atau dapat pula dinyatakan bahwa wilayah Indonesia, wilayah lautannya sekitar
2/3 dari luasannya sedangkan untuk luas daratan adalah sekitar 1/3 dari luasan keseluruhan.
Dari kondisi diatas maka sudah sepantasnya jika kita berusaha untuk menggali segala
potensi di bidang kelautan baik itu dengan cara mengeksploitasi dan eksplorasi dari kekayaan
laut. Tetapi juga harus diperhatikan mengenai eksploirasi , kita juga harus memperhatikan
tentang pemanfaatan yang tepat guna dan yang akan memberikan manfaat bagi kesejahteraan
seluruh umat manusia .
Dalam pemanfaatan diatas juga harus memperhatikan tentang penggunaan Ilmu dan
Teknologi yaitu dengan semakin berkembangnya teknologi kelautan sekarang ini maka
bagaimana kita manusiannya untuk dapat memanfaatkan kekayaan alam yang ada dengan
teknologi kelautan yang semakin maju seiring dengan perkembangan jaman. Maka dari itu
dari keadaan diatas untuk mendorong semakin majunya industri teknologi kelautan . Kita
harus memperhatikan tentang SISTEM PERPIPAAN . Yaitu terutama untuk sistem
perpipaan di bidang Offshore Engineering atau dalam kegiatan pengeboran minyak lepas
pantai.
Dalam makalah ini akan dibahas tentang sistem perpipaan pada bangunan laut
( OFFSHORE ). Proses kegiatan pengeboran minyak bumi lepas pantai ini jelas sekali ada
kaitannya dengan bangunan lepas pantai itu sendiri . Beberapa bangunan lepas pantai yang
berguna untuk kegiatan pengeboran lepas pantai adalah Jacket , Jack Up, Semi Submersible,
Tension Leg Platform ( TLP ), Central Gravity Platform ( CGP ), dan beberapa kapal tanker /
kapal pengebor minyak. Dari bangunan diatas dapat kita klasifikasikan bahwa bangunan
laut itu ada yang terpancang / fixed dan bangunan lepas pantai yang terapung. Dan dalam
mendesign suatu bangunan lepas pantai maka akan sangat berkaitan sekali dengan sistem
pipa yang digunakan untuk mengalirkan hasil / produc dari proses pengeboran minyak ini
yaitu berupa minyak dan gas alam lainnya yang berguna. Sistem pipa ini tidak hanya untuk
mengalirkan hasil dari pengeboran minyak ini tapi juga berkaitan dengan hal hal
operasional yaitu untuk mengalirkan sistem air bersih dan juga untuk kegiatan proses
pembuangan limbah yang tidak berguna dari kegiatan opeasional yaitu proses pengeboran
minyak.
Untuk lebih mengetahui tentang sistem perpipaannya , maka yang harus diperhatikan
adalah tentang macam macam bangunan lautnya. Pada dasarnya bangunan lepas pantai itu
dapat dibagi menjadi 3 yaitu :
1.
Bangunan laut Terapung ( Mobile Offshore Drilling Unit /floating Production
Platform )

Misalnya : Semi Sub mersible, Drilling Ship, Tension Leg Platform dan
Jack up.
2.
Bangunan Laut Terpancang ( Fixed Offshore Platform/ FOP )
Misalnya : Jacket Tripot, dan Steel Gravity.
3.
Bangunan laut Struktur lentur atau Complaint Platform
Misalnya : Articulated Tower, dan Guyed Tower.
Dari pembagian diatas akan dibahas tentang ciri ciri dari bangunan laut diatas . Yaitu dari
3 pembagian tersebut akan dibahas satu persatu yaitu :
Ciri ciri dari bangunan laut yang terapung / Floating.
1.
Diperlukan stabilitas
Misalnya : Tinggi metacenter, Respon static terhadap gaya angin , dan stabilitas kebocoran.
2.
Kekuatan Struktur
Misalnya : Kekuatan ultimat , Serviceability, keadaan batas kelelahan / Fatigue yang akan
menyebabkan keretakan / Crack pada sambungan pipa.
3.
Sistem Penambatan / Mooring.
Misalnya : Jangkar , Rantai, dan kabel baja.
Ciri ciri bangunan laut yang terpancang / FIXED
1.
Diperlukan sistem pondasi yang kuat
2.
Diperlukan kekuatan struktur yang berhubungan dengan kekuatan ultimate dan
kekuatan keretakan / fatigue.
Ciri ciri bangunan laut yang lentur
1.
Dibutuhkan kekuatan ultimate
2.
Dibutuhkan suatu pondasi yang benar benar kuat.
3.
Dibutuhkan stabilitas pada struktur tersebut.
Selain itu juga dalam offshore engineering , kita juga harus memperhatikan tentang
suatu struktur lain yang juga dapat digunakan un tuk kegiatan pengeboran minyak di lepas
pantai yaitu dengan menggunakan kapal . Dalam kapal juga dibutuhkan susunan dari sistem
perpipaan. Biasanya jenis kapal yang digunakan adalah tanker. Dan tentunya dalam kapal ini
ruangan atau bagian bagian dari kapal ini sudah dibagi bagi sesuai dengan fungsi dan
kegunaan dari masing masing bagiannya. Selain itu juga sangat penting tentang
pengetahuan mengenai desain atau perancangan bangunan laut dan kapal harus didasari dan
sangat erat kaitannya dengan masalah
SISTEM PERPIPAAN
Selanjutnya dalam makalah ini akan dibahas tentang manfaat dan fungsi dari pipa.
Dalam struktur bangunan laut , yang harus di perhatikan adalah tentang masalah keamanan
( Safety )dan efisiensi dari bangunan laut tersebut . Sedangkan factor keamanan dan
effisiensi ini sangat bergantung pada susunan dan letak dari sistem pipa. Suatu mesin utama
atau mesin bantu akan lebih lengkap dan akan lebih berfungsi apabila dilengkapi dengan
sistem perpipaan . Sistem perpipaan sangat vital dan sangat utama dalam masalah
perancangan bangunan laut . Karena sistem perpipaan ini berfungsi untuk membawa energi
dalam bentuk uap air dari ketel ketel uap ke mesin atau untuk pemindahan energi atau
hasil kerja dari pompa ke tempat yang memerlukan dalam bentuk pengisapan atau dalam
bentuk pengeluaran.

Diposkan oleh riki sanjaya di 14:25 1 comment: Link ke posting ini Label: PERPIPAAN
Reaksi:
Saturday, 18 February 2012
GENERAL SERVICE SYSTEM
Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to FacebookShare to Pinterest

A. PENDAHULUAN
General service system merupakan salah satu kebutuhan yang harus terpenuhi dan harus
terdapat pada suatu kapal. General service sendiri terbagi atas beberapa bagian, yaitu Sistem
bilga(Bilge System), Sistem balas (Ballast System), dan Sistem pemadam kebakaran (Fire
Main System). Dari beberapa sistem tersebut selain menggunakan general service juga
terdapat pompa utama yang melayani kebutuhan untuk hal tersebut. Ada 2 hal yang utama
dalam penentuan spesifikasi kebutuhan tersebut. Hal pertama yaitu pemilihan pipa. Di dalam
melakukan pemilihan pipa banyak sekali hal yang harus dipertimbangkan baik itu pemilihan
dari segi material pipa yang nantinya berhubungan dengan tingkat kekorosifitas terhadap
fluida kerja, pemilihan ketebalan pipa yang sesuai dimana nantinya berhubungan
dengan stress pipa, pemilihan schedule pipa yang disesuaikan dengan tekanan dan temperatur
dari fluida kerja, serta standard pipa yang direkomendasikan oleh Rules & Regulation yang
dipilih.
Pada bab ini akan dijelaskan pengertian dari sistem bilga, sistem balas, dan sistem
pemadam kebakaran secara lebih dalam mulai dari pengertian umum dari masing-masing
sistem,arrangement dari sistem yang disesuaikan dengan rules & regulation, serta pengertian
lanjut yang diambil dari beberapa sumber.
B.

SISTEM BILGA (BILGE SYSTEM)


B.1. SISTEM BILGA (BILGE SYSTEM)
B.1.1 Pengertian Umum
Sistem bilga merupakan sebuah sistem yang ada pada kapal dimana sistem bilga memiliki
fungsi utama sebagai sistem keselamatan pada kapal. Pompa bilga menyediakan
kebutuhan emergency / darurat untuk menguras(dewatering) dari seluruh kompartement
kedap air, kecuali pada tanki balas(ballast), oil tank, dan tangki air tawar yang independen.
Maksud dari independen ialah tanki yang dapat diisi dan dikosongkan.
Pada sistem bilga terdiri dari dua buah sistem yaitu, sistem bilga dan sistem bilga di kamar
mesin. Kedua sistem tersebut diinstall secara terpisah satu sama lain. Hal itu dikarenakan
fluida kerja yang digunakan berbeda, untuk sistem bilga di kamar mesin fluida kerja yang
digunakan berupa minyak , atau minyak yang bercampur dengan air sedangkan pada sistem
bilga, fluida kerja yang digunakan berupa air saja.

Jumlah dan kapasitas dari pompa bilga ditentukan berdasarkan dari ukuran kapal, tipe
kapal dan fungsi dari kapal itu. Untuk jumlah dari pompa bilga minimal harus tersedia 2 buah
pompa. Selain itu, salah satu dari pompa bilga juga dapat melayani sistem-sistem yang
lain (general service systems) seperti sistem balas, sistem pemadam kebakaran, atau seawater
cooling. Serta minimal harus tersedia satu buah pompa bilga yang selalu tersedia untuk
memompa bilga. Penempatan pompa bilga juga harus dipertimbangkan, penempatan pompa
bilga berada pada ruang kedap yang tepisah, karena hal itu menjaga agar ketika
terjadi flooding pompa masih bisa dioperasikan.
Salah satu hal yang penting lagi ialah pada sisi suction. Jumlah dari sisi suction harus
mencukupi agar proses dewatering dapat dilakukan dalam segala kondisi hingga kondisi yang
paling terburuk (gbr.1) dan suction harus dilokasikan pada sisi terendah dari ruangan (gbr.1).

Gbr.1 Kondisi kapal normal vs Flooding


Terlihat pada gambar 1. Bahwa sistem bilga harus mampu beroperasi walau kapal dalam
keaadaan terburuk yaitu flooding dimana kondisi air telah masuk pada salah satu
kompartmen. Sesuai dengan gambar di atas , hal yang harus diperhatikan didalam mendesain
sistem bilga, ialah pada pemilihan pompa dilakukan. Dimana pompa harus mampu head yang
muncul apabila kapal mengalami flooding. Tidak lupa pada setiap suctionharus
disediakan strainer yang berfungsi untuk menyaring kotoran-kotoran yang bercampur dengan
air ketika kapal mengalami flooding. Strainer harus terpasang se-efisien mungkin,, dimana
nantinya strainer dapat diakses dan dilakukan pembersihan dengan mudah dari top plate
Pompa bilga secara normal, menguras kompartemen dan membuang secara langsung
menuju overboard . Oleh karena itu, ketika pompa bilga digunakan untuk melayani sistem
lain, katup (valves) harus disediakan sehingga pompa bilga dapat terisolasi dari sistem lain
yang terhubung dengan sistem bilga.
B.1.2. Dasar Perhitungan
Perhitungan-perhitungan sistem bilga pada kapal ini berdasarkan padaBureau Veritas
Rules & regulation. Part C. Chapter 1 section 10.

1.

Kapasitas Pompa
Q min =5.66 d2 x 10-3 ;
(m3/hr)
(Class LR, Part C, Chapter 1, Sec 10, hal :162 : 6.7.4)

Dimana,
Q
= Kapasitas minimum pompa bilga
(m3/h)
d
= Diameter dalam pipa bilga
(mm)
perihal yang disyaratkan :
kecepatan aliran pada pompa bilga untuk memompakan air melalui pipa tidak boleh kurang
dari 1 m/s dan tidak boleh lebih dari 3 m/s
untuk pemilihan pompa bilga diharuskan self-priming type dengan jenis pompa sentrifugal

2. Diameter Pipa
a) Diameter Pipa utama bilga
(Class LR,Part C, Chapter 1, Sec 10, hal 163 : 6.8.1)
Dimana,
d
= Diameter dalam pipa utama bilga (mm)
L
= Rule length of ship
(m)
B
= Breadth Moulded
(m)
D
= Tinggi geladak
(m)
b)

Diameter Pipa Cabang Bilga


d1 = 2,16 L1 x ( B + D) + 25
(Class LR, Part C, Chapter 1, Sec 10, hal :163 : 6.8.3)
Dimana,
d1
= Diameter dalam pipa cabang bilga
(mm)
C
= Panjang Kompartment
(m)

3.

Bilge Well
Ukuran dari bilge well harus mampu menampung air dengan kapasitas tidak boleh kurang
dari 0,15 m3
B.1.2. SISTEM BILGA DI KAMAR MESIN (OILY-BILGE SYSTEM)
Sistem bilga dikamar mesin merupakan sebuah sistem yang harus mampu menggabungkan
dan membuang oily-waste dan waste-oil yang terkumpul di kamar mesin. Kata oilywaste merujuk kepada air yang tercampur dengan minyak dimana kandungan dari air
mendominasi campuran. Sedangkan waste-oil sebaliknya, waste-oil merujuk kepada air yang
tercampur dengan minyak dimana kandungan dari minyak mendominasi campuran. Perlu
diperhatikan kedua jenis tersebut (oily-waste & waste oil) tidak bisa langsung dibuang

1.
2.

3.

4.

menuju overboard, dikarenakan kedua fluida tersebut regulation menetapkan keduanya dapat
menyebabkan air dapat tercemar.
Sistem bilga di kamar mesin, selalu terpisah dengan sistem bilga dengan tujuan untuk
menghindari agar oli tidak terkontaminasi dengan sistem perpipaan pada sistem bilga, dimana
oli dapat mengganggu jalannya pembuangan sistem bilga menujuoverboard. Cairan yang
terkumpul di kamar mesin dikumpulkan pada bilge-well di kamar mesin.
Sistem kerja dari bilga di kamar mesin ialah sebagai berikut :
Oily-waste yang terkumpul di bilge well di alirkan terlebih dulu menuju oily-waste
collecting tank.
Setelah terkumpul di oily-waste collecting tank, oily-waste kemudian di proses dengan
menggunakan Oily water separator (OWS). Dimana sistem kerja dari OWS memisahkan air
dengan oli yang terkumpul di oily waste collecting tankhingga oily-waste sudah masuk dalam
kategori dapat dibuang menujuoverboard.
Alat
untuk
mengukur
kandungan oily-waste agar
dapat
dibuang
menujuoverboard dinamakan oil content monitor (OCM). Sistem kerja dari OCM cukup
sederhana, apabila kandungan dari oily-waste kurang dari batasan OCM, maka oilywaste langsung dibuang menuju overboard. Sedangkan apabila,oily-waste memiliki
kandungan melampaui batas dari OCM maka oily wastedialirkan menuju waste-oil collecting
tank.
Aliran dari OCM menuju Waste-Oil Collecting Tank, dialirkan secara terpisah. Untuk Oli
menuju ke tempat penyimpanan yaitu waste oil collecting tank.Sedangkan air akan menuju
ke oily-waste collecting tank.
Kedua collecting tank (oily-waste & waste-oil) harus disediakan sistem perpipaan
menuju shore connection baik itu di portside / starboard

C.

SISTEM BALAS (BALLAST SYSTEM)


Sistem bilga dan sistem balas memiliki fungsi yang jelas dimana sistem bilga berfungsi
sebagai sistem pengurasan compartment apabila kapal mengalami flooding (ship
safety). sedangkan sistem balas berfungsi untuk mengatur kestabilitasan kapal ketika kapal
dalam keadaan trim /draft dengan cara mengisi atau mengosongkan tangki balas yang
tersedia.
Pertimbangan-pertimbangan yang yang dilakukan pada sistem balas ini berupa kapasitas
dari pompa balas yang diatur berdasarkan lama waktu dari bongkar muat(loading
unloading), kemudian pengaturan pengisian dan pengkosongan tanki balas terhadap sarat air
pada terminal.
Untuk sistem perpipaan dari sistem balas hamper sama dengan sistem bilga,letak
perbedaannya pada sistem balas tidak memerlukan check valve pengaturan sistem perpipaan
diatur sedemikian rupa sehingga sewaktu-waktu balas dapat dipindahkan dari tanki satu
dengan yang lain serta mampu mengisi dan mengosongkan tanki dengan air laut.
Tanki balas dan sistem perpipaannya sepenuhnya terpisah dari cargo oil tank, dengan
tujuan untuk menghilangkan kemungkinan bercampurnya oli ketikadebalasting (proses

pengosongan tangki balas). Pompa balas, diletakkan di pump room, dan disusun agar suction
tersambungkan
dengan
kedua seachest.
Serta
harus
disediakan bypass agar
proses ballasting (proses pengisian tangki balas) secara gravitasi.
D.

SISTEM PEMADAM KEBAKARAN (FIRE MAIN SYSTEM)


Sistem pemadam kebakaran (fire main system) menyuplai air laut pada tekanan tinggi
menuju kapal. Air laut, merupakan salah satu alat pemadam kebakaran pada kapal yang
memiliki suplai yang sangat besar, air laut dapat diaplikasikan secarastream atau spray yang
disesuaikan dengan kondisi kebakaran yang terjadi dan air laut merupakan alat pendingin
dimana
dapat
menghalangi
material
yang
mudah
terbakar
untuk
melakukan reflashing, memperlambat penyebaran api di kapal, serta memproteksi personil
pemadam kebakaran.
Komponen utama pada sistem pemadam kebakaran (fire main system) ialah sebuah pompa
sentrifugal yang dioperasikan pada tekanan yang tinggi untuk menghasilkan penyebaran air
yang efektif baik itu secara streaming, penetration, danspray. Komponen utama lain ialah
rancangan sistem perpipaan pada kapal. Kesemua komponen yang terdapat pada sistem
pemadam kebakaran didesain berdasarkan ukuran kapal, tipe kapal, serta fungsi dari kapal itu
sendiri.
Aplikasi dari sistem perpipaan pada umumnya didesain secara tidak langsung untuk
perlindungan terhadap kebakaran dan harus dipastikan bahwa sistem ini dapat beroperasi
ketika keadaan darurat dengan susunan pompa dan katup yang sederhana. Pompa pemadam
kebakaran juga dapat digunakan untuk melayani sistem lain seperti bilga, balas dan seawater
cooling tetapi harus diperhatikan bahwa pompa pemadam kebakaran harus disediakan
minimal satu buah pompa disediakan agar sewaktu waktu dapat digunakan. Pompa pemadam
kebakaran tidak boleh disambungkan dengan segala macam oil pipping. Untuk
penggabungan sistem perpipaan dari sistem bilga diijinkan tetapi hanya untuk emergency
dewatering.
Minimal, dua buah pompa pemadam kebakaran harus disediakan. Perencanaan pelatakan
pompa pemadam kebakaran diletakkan bersamaan dengan lokasi sumber air
yaitu seachest ataupun sumber daya untuk menggerakkan pompa. Hal ini ditujukan untuk
memastikan bahwa pompa dapat beroperasi.
Secara umum kebutuhan kapasitas setiap pompa pemadam kebakaran harus mencangkup 2
kriteria yaitu berdasar minimum flow rate berdasar ukuran kapal dan kapasitas masingmasing pompa harus mencukupi kebutuhan dari hose stream ketika pompa mensuplai
kebutuhan selain pemadam kebakaran. Untuk kapasitas kedua buah pompa, harus mencukupi
kebutuhan dari hose stream, ketika pompa pemadam kebakaran mensuplai sprinkle system.
Untuk head dari pompa harus cukup dengan tekanan minimal 50 psi untuk kapalnontanker dan 75 psi untuk kapal tanker. Head pompa pemadam kebakaran juga harus mampu
mensuplai menuju high fireplugs di tempat tertinggi darisuperstructure. Untuk letak
dari fireplugs harus diletakkan ditempat dimana dapat diakses dengan mudah oleh crew
ketika dalam kapal sedang beroperasi, dengan jarak minimal 50 ft.

Untuk membantu kinerja dari sistem pemadam kebakaran , fixed fireextinguishersystems harus terpasang sesuai dengan jenis-jenis kebakaran. Antara lain Foam
systems, Halon Systems, Carbon-dioxide systems, Sea water sprinkling systems.
Diposkan oleh riki sanjaya di 18:06 2 comments: Label: PERMESINAN KAPAL, SISTEM DI
KAPAL
Reaksi:
Thursday, 5 April 2012
POMPA (PUMP)
Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to FacebookShare to Pinterest
-->
POMPA ( PUMP )
RIKI SANJAYA
Pada kehidupan sehari hari terutama dalam rumah tangga pompa berfungsi sebagai
alat bantu manusia untuk mendapatkan air sebagai konsumsi kebutuhan rumah tangga.
Karena peranan air yang penting untuk kebutuhan sehari-hari maka sama pentingnya
ppenggunaan pompa air sebagai pemenuh kebutuhan tersebut.Pompa adalah alat untuk
menggerakan cairan atau adonan. Pompa menggerakan cairan dari tempat bertekanan
rendah ke tempat dengan tekanan yang lebih tinggi, untuk mengatasi perbedaan tekanan ini
maka diperlukan tenaga (energi). (http://id.wikipedia.org/wiki/Pompa). Pompa adalah
suatu mesin fluida yang dapat memindahkan fluida cair dari satu tempat ke tempat yang lain
dengan sistem perpipaan sebagai mediumnya.(Semin Sanuri-Azas Pompa 2010-2011).
Pada dasarnya pompa menggunakan suatu metode pengedapan udara. Jika udara
memasuki katup-katup pompa maka pendistribusian air tidak dapat berjalan dengan baik.
Maka sebuah pompa haruslah kedap dari udara agar dapat bekerja dengan maksimal.
Pada industri maritim terutama pada bidang perkapalan, pompa mempunyai peranan
penting dalam pendistribusian berbagai jenis fluida. Maka dalam sebuah kapal komersial
pompa sangat penting dalam sistem penggerak dan kebutuhan ABK di atas kapal. Definisi
pompa pada bidang perkapalan adalah Pompa-pompa (Pumps), alat untuk memindahkan zat
cair seperti air tawar, air laut, bahan bakar dan lain-lain, yang biasanya dilengkapi dengan
sistem perpipaan, termasuk katup isap, katup tekan dan katup-katup lain, saringan, tangkitangki, alat-alat pengaman dll. (http://punokawandiesel.wordpress.com/2010/03/17/istilahpada-permesinan-kapal/).
Fungsi pompa pada sebuah kapal komersil di bedakan berdasarkan jenis pompa dan
kebutuhannya. Terdapat berbagai macam jenis pompa untuk sebuah kapal komersil
diantaranya pompa untuk bahan bakar, pompa untuk kebutuhan air bersih, dan pompa untuk
kebutuhan operasi mesin. Maka dalam sebuah kapal pompa memiliki peran penting sebagai
pendistribusian fluida sesuai kegunaannya. Pompa pada kapal komersil hampir sama sistem
kerjanya dengan pompa listrik yang ada di perumahan pada umumnya. Namun pada sebuah
kapal tentunya sebuah pompa memiliki daya hisap fluida yang lebih besar tergantung tingkat
kebutuhan
di
kapal
tersebut.

Variasi pompa disesuaikan dengan tingkat kebutuhan pada suatu kapal. Misalkan
pompa untuk bahan bakar mesin utama berbeda kapasitas dengan pompa untuk mesin bantu
terlebih pompa untuk konsumsi air bersih. Dari berbagai variasi tersebut maka dalam ruang
mesin suatu kapal terdapat berbagai macam pompa disesuaikan dengan fungsi masing-masing
pompa. Sedangkan untuk pendistribusian pompa-pompa tersebut dipergunakan pipa sebagai
penyalur cairan fluida sesuai kebutuhan dari masing-masing bagian kapal. Untuk sebuah
pompa diperlukan pula daya yang berbeda pula. Maka masing-masing pompa untuk daya
yang tersalur dari mesin pemberi daya listrik berdeda disesuaikan dengan tingkat kebutuhan
di kapal. Dari banyaknya pompa maka pipa-pipa sebagai penyalur fluida cair dari pompa juga
banyak mengikuti arah dari fluida cair tersebut di distribusikan. Semakin jauh jarak antara
pompa dengan tujuan penyaluran maka semakin panjang pipa yang dibutuhkan. Untuk
tingkat efisiensi suatu penyaluran cairan fluida pompa diletakkan berdekatan dengan tujuan
dari penyaluran tersebut. Jika tidak ada tempat untuk pompa dan harus berjauhan maka pipapipa dibending sesuai dengan keadaan ruang mesin. Jenis pipa disesuai kan juga dengan
cairan fluida yang disalurkan. Untuk pipa fluida air mempunyai lapisan anti korosi yang
aman untuk dikonsumsi. Begitu pula dengan pompanya disesuaikan dan dilapisi anti korosi
yang tidak berbahaya bagi kesehatan.
Dari penjelasan diatas maka dapat dibedakan pompa untuk perkapalan dengan
pompa untuk rumah tangga. Pada perkapalan pompa yang digunakan lebih bervariasi dan
mempunyai daya yang lebih besar untuk pendistribusian fluida. Namun cara kerja mesin
pompa di perumahan tidak jauh beda dengan sistem pompa pada kapal komersil.

1.2

POMPA
Pada industri maritim terutama pada bidang perkapalan pompa mempunyai fungsi
dan peranan yang penting. Terdapat banyak pengertian pompa secara bahasa diantaranya,
pompa-pompa (Pumps) adalah alat untuk memindahkan zat cair (fluida) seperti air tawar, air
laut, bahan bakar dan lain-lain, yang biasanya dilengkapi dengan sistem perpipaan, termasuk
katup isap, katup tekan dan katup-katup lain, saringan, tangki-tangki, alat-alat pengaman dan
lain-lain. Kemudian ada beberapa pengertian pompa yang lain, pompa adalah suatu mesin
fluida yang dapat memindahkan fluida cair dari satu tempat ke tempat lain menggunakan
medium
pipa.
Pompa sendiri dibedakan menjadi 2 jenis yaitu pompa sentrifugal dan pompa positif
displacement. Pompa sentrifugal banyak dipergunakan dalam pompa sekarang.
Pada pompa sentrifugal menggunakan gaya sentrifugal sebagai pendistibusian cairan
fluida. Dengan gaya sentrifugal cairan dapat mengalir sesuai dengan kapasitas daya pompa
tersebut. Pada umumnya pompa ini digerakan menngunakan energi listrik karena
memerlukan
putaran
yang
cepat
untuk
menghisap
fluida.

Sedangkan yang kedua adalah pompa positif displacement yaitu pompa yng
memindahkan fluida dari sisi isap ke sisi discharge langsung tanpa ada fluida yang tersisa.
Pompa positif displacement sering digunakan pada pompa sumur rumah tangga. Pompa ini
menggunakan konsep sederhana memanfaatkan kekedapan udara. Pada umumnya pompa ini
menggunakan sistem mekanik sebagai peggeraknya.
1.3

PERKEMBANGAN APLIKASI POMPA


1.3.1 POMPA POSITIF DISPLACEMENT
Sesuai penjelasan diatas maka dalam perkembangannya pompa banyak mengalami
perkembangan mulai dari pompa jenis positif displacement yang menggunakan tenaga
mekanik dan menggunakan sistem kekedapan udara. Pompa positif displacement merupakan
jenis pompa yang sangat sederhana dan mudah pengaplikasiannya. Pompa positif
displacement memanfaatkan katup-katup kedap udara guna mangangkat fluida.
Dalam perkembangannya pompa jenis positif displacement juga digunakan dalam
industri perminyakan untuk menghisap minyak dalam skala besar dan tentunya juga dengan
ukuran pompa yang lebih besar. Prinsip kerja sama yaitu menghisap cairan fluida minyak
dengan katup-katup kedap udara. Namun tentunnya mengangkat katup tersebut tidak secara
manual namun menggunakan mesin bantu untuk membuat pompa tersebut bekerja.
Ukurannya yang besar membuat pengoperasian pompa positif displacement untuk
perminyakkan
sedikit
ledih
rumit.
Pada umumnya pompa positif displacement menggunakan metode penggunaan
katup kedap udara. Dengan katup tersebut fluida akan terangkap naik secara perlahan menuju
discharge. Pompa positif displacement sederhana banyak digunakan pada pompa sumur
tradisional. Selain efisien penggunaannya jenis pompa ini cocok untuk rumah tangga yang
tidak ingin menggunakan listrik karena cara kerja pompa ini menggunakan proses mekanik
menggunakan tenaga manusia untuk menggerakkan tuas yang tehubung dengan katup-katup
kedap udara untuk mengangkat air.

Gambar 1.1 Pompa positif displacement pada rumah tangga

Prinsip kerja pompa positif displacement cukup sederhana. Hal ini dapat dilihat dari
penggunaan katup-katup hampa udara untuk menaikkan fluida dan pemanfaatan prinsip
kekedapan udara dapat menaikkan air. Berikut sistem kerja pompa postif displacement.

Gambar 1.2 Prinsip kerja pompa positif


displacement

Penjelasan dari gambar sistem kerja


pompa positif displacement adalah sebagai
berikut.

1. Merupakan tahapan awal dari cara kerja dari pompa positif displacement. Tuas yang
terhubung dengan karet (seal) kedap udara terangkat keatas. Kemudian katup yang berada
dibawah atau yang terletak diantara garis air akan terbuka dan fluida perlahan mulai terangkat
akibat
dari
daya
isap
udara.
2. Setelah terangkat beberapa centimeter, maka tuas kembali di tekan kebawah. Pada
rubber kedap udara juga terdapat katup yang berfungsi sebagai sirkulasi udara. Ketika tuas
terangkat maka katup pada rubber kedap udara akan tertutup dan ketika tuas dan rubber
tersebut ditekan kebawah maka katup akan terbuka. Pemasangan katup di bawah dengan
katup di rubber harus difungsikan secara berkebalikan agar pompa dapat bekerja dengan baik.
3. Pada tahapan ini air sudah mulai terangkat cukup banyak karena dilakukan daya
tarik dan daya dorng terhadap tuas yang membuat fluida tertekan oleh daya hisap udara.
4.
sudah

Langkah ini merupakan pengulangan dari langkah 2, namun fluida yang terangkat
mencapai
pada
daerah
yang
tinggi.

5. Pada langkah ini fluida mencapai batas akhir dan keluar melalui discharge. Untuk
langkah selanjutnya fluida sudah dapat mengalir secara continue karena tahapan bantuan
daya
hisap
udara
sudah
lebih
ringan.
Keuntungan penggunaan pompa jenis positif displacement

1.
Penggunaannya mudah tinggal menaikkan tuas yang terhubung dengan rubber
kedap udara.
2.
Memanfaatkan kekedapan udara maka tidak perlu menggunakan fluida tambahan
untuk
membuat
fluida
terpancing
ke
atas.
Kerugian pompa jenis positif displacement
1.
Memerlukan waktu lama untuk mengangkat fluida ke discharge karena
memanfaatkan
kekedapan
udara.
Jadi
dilakukan
secara
continue.
2.

Ukuran

relatif

besar

sehingga

banyak

memakan

tempat.

3.
Biaya perawatan dan investasi awal relatif tinggi karena banyaknya alat dan
bahan yang di butuhkan.
Pada penjelasan di atas maka pompa jenis positif displacement merupakan jenis
pompa yang mempunyai spesifikasi yang sederhana dengan memanfaatkan sistem kekedapan
udara untuk menaikkan fluida dari tempat yang rendah ke tempat yang lebih tinggi dan
memerlukan waktu yang cukup lama untuk menaikkan fluida karena proses kekedapan udara
berlangsung
secara
bertahap.
1.3.2

POMPA SENTRIFUGAL
Pompa senrifugal adalah jenis pompa yang modern dengan memanfaatkan gaya
sentifugal untuk memindah fluida dari satu tempat ke tempat lain. Medium dari pompa
sentrifugal sama dengan pompa positif displacement yaitu pipa. Pipa merupakan bagian
penting dari suatu pompa untuk mnyalurkan fluida dari satu tempat ke tempat lain.
Pompa sentrifugal merukan pompa yang banyak digunakan dalam industri maritim
terutama pada bidang perkapalan. Pompa sentrifugal berfungsi sebagai penyalur fluida dalam
kapal sebagai kebutuhan operasional kapal. Pompa sentrifugal pada kapal menggunakan daya
listrik untuk menggerakkan putaran mesin pompa. Tiap pompa mempunyai daya yang
berbeda sesuai dengan kapasitas fluida yang dibutuhkan masing-masing benda opersional.
Pompa sentrifugal merupakan pilihan utama para insinyur dalam aplikasi pompa. Hal
ini di karenakan pompa sentrifugal sangat sederhana dan serbaguna. Pompa sentrifugal
diperkenalkan oleh Denis Papin tahun 1689 di Eropa dan dikembangkan di Amerika Serikat
pada awal tahun 1800-an. Pada awalnya pompa dikenal sebagai baling-baling Archimedean.
Pada saat itu diproduksi untuk aplikasi head rendah yang mana fluida bercampur sampah dan
benda padat lainnya. Dan awalnya mayoritas aplikasi pompa menggunakan pompa positif
displacement.
Berikut adalah sejarah penggunaan pompa setrifugal yang merupakan mesin pompa
menggunakan
prinsip
sentrifugal
fluida.

Tingkat kepopuleran pompa sentrifugal dimulai sejak adanya pengembangan motor


elektrik kecepatan tinggi (high speed electric motors), turbin uap, dan mesin pembakaran
ruangan (internal combustion engines). Pompa sentrifugal merupakan mesin berkecepatan
tinggi dan dengan adanya pengembangan penggerak kecepatan tinggi telah memungkinkan
pengembangan
pompa
menjadi
lebih
efisien.
Sejak tahun 1940-an, pompa sentrifugal menjadi pompa pilihan untuk berbagai
aplikasi. Riset dan pengembangan menghasilkan peningkatkan kemampuan dan dengan
ditemukannya material konstruksi yang baru membuat pompa memiliki cakupan bidang yang
sangat luas dalam penggunaannya. Sehingga tidak mengherankan jika hari ini ditemukan
efisiensi 93% lebih untuk pompa besar dan 50% lebih untuk pompa kecil.

Gambar 1.3 Sejarah prinsip


kerja pompa sentrifugal

Pompa sentrifugal modern mampu mengirimkan hingga 1,000,000(gl/min) dengan


head hingga 300 feet yang biasanya dipakai pada industri tenaga nuklir. Dan boiler feed
pump telah dikembangkan sehingga dapat mengirimkan 300 (gl/min) dengan head lebih dari
1800 feet.

Gambar 1.4 Bagianbagian pompa sentrifugal


Impeller
Impeller merupakan cakram bulat dari
logam dengan lintasan untuk aliran fluida yang sudah terpasang. Impeler biasanya terbuat
dari perunggu, polikarbonat, besi tuang atau stainless steel, namun bahan-bahan lain juga
digunakan. Sebagaimana kinerja pompa tergantung pada jenis impelernya, maka penting
untuk memilih rancangan yang cocok dan mendapatkan impeler dalam kondisi yang baik.
Jumlah impeler menentukan jumlah tahapan pompa. Pompa satu tahap memiliki satu impeller
dan sangat cocok untuk layanan head (tekanan) rendah. Pompa dua tahap memiliki dua
impeler
yang
terpasang
secara
seri
untuk
layanan
head
sedang.

yang

Pompa multi-tahap memiliki tiga impeler atau lebih terpasang seri untuk layanan head
tinggi.
Impeler
dapat
digolongkan
atas
dasar:

a. Arah utama aliran dari sumbu putaran: aliran radial, aliran aksial,
aliran campuran
b. Jenis hisapan: hisapan tunggal dan hisapan ganda
c.
Bentuk
atau
konstruksi
Macam-macam

jenis

impeller

adalah

sebagai

mekanis
berikut:

a. Impeller yang tertutup


Impeler yang tertutup memiliki baling-baling yang ditutupi oleh mantel (penutup)
pada kedua sisinya. Biasanya digunakan untuk pompa air, dimana baling-baling seluruhnya
mengurung air. Hal ini mencegah perpindahan air dari sisi pengiriman ke sisi penghisapan,
yang akan mengurangi efisiensi pompa. Dalam rangka untuk memisahkan ruang pembuangan

dari ruang penghisapan, diperlukan sebuah sambungan yang bergerak diantara impeler dan
wadah
pompa.
Penyambungan ini dilakukan oleh cincin yang dipasang diatas bagian penutup impeler
atau dibagian dalam permukaan silinder wadah pompa. Kerugian dari impeler tertutup ini
adalah
resiko
yang
tinggi
terhadap
rintangan.
b.

Impeler

terbuka

dan

semi

terbuka.

Memudahkan dalam pemeriksaan impeller, kemungkinan tersumbatnya kecil. Akan


tetapi untuk menghindari terjadinya penyumbatan melalui resirkulasi internal, volute atau
back-plate pompa harus diatur secara manual untuk mendapatkan setelan impeler yang
benar.
c. Impeler pompa berpusar/vortex
Impeller ini cocok untuk bahan-bahan padat dan berserabut akan tetapi pompa ini
50% kurang efisien dari rancangan yang konvensional.
Casing pompa
Fungsi utama kasing adalah menutup impeler pada penghisapan dan pengiriman pada
ujung dan sehingga berbentuk tangki tekanan. Tekanan pada ujung penghisapan dapat sekecil
sepersepuluh tekanan atmosfir dan pada ujung pengiriman dapat dua puluh kali tekanan
atmosfir pada pompa satu tahap. Untuk pompa multi- tahap perbedaan tekanannya jauh lebih
tinggi. Casing dirancang untuk tahan paling sedikit dua kali tekanan ini untuk menjamin batas
keamanan
yang
cukup.

Fungsi casing yang kedua adalah memberikan media pendukung dan bantalan poros untuk
batang torak dan impeler. Oleh karena itu kasing pompa harus dirancang untuk:
Memberikan kemudahan mengakses ke seluruh bagian pompa untuk pemeriksaan,
perawatan dan perbaikan.
Membuat wadah anti bocor dengan memberikan kotak penjejal
Menghubungkan pipa-pipa hisapan dan pengiriman ke flens secara langsung
Mudah dipasang ke maesin penggerak tanpa kehilangan daya.
Back Plate
Back plate terbuat dari logam dimana dengan kasing pompa membentuk kamar cairan
untuk
fluida
untuk
dijadikan
tekanan.
Mechanical Seal
Koneksi antara batang motor shaft/pompa dan selubung pompa dilindungi oleh suatu
segel
mekanik
Shroud and Legs
Kebanyakan jenis pompa di coba dengan shourd dan legs yang dapat disetel. Shroud
dibatasi untuk meredam suara gaduh dan melindungi motor dari kerusakan.

Pump shaft
Kebanyakan pompa mempunyai batang potongan yang ditempatkan dibatang motor
untuk menggabungkan tekanan, menghapuskan penggunaan keyways. Perakitan batang
potongan dapat didesain secara sederhana, sekalipun begitu masih menjamin pengarahan
metode untuk mengurangi suara gaduh dan getaran. Untuk pompa sentrifugal multi-stage
panjang batang pompa akan berbeda tergantung dari banyaknya pendorong yang digunakan.

Gambar
1.5 Pump
Shaft

Adaptor
Kebanyakan pompa dengan suatu standar IEC motor elektrik. Koneksi antara motor
dan backplate dihubungkan oleh suatu adaptor dimana sesusai dengan standar IEC atau Cframe motor elektronik.

Gambar 1.6 Bagian


pompa sentrifugal

Stuffing Box
Stuffing Box berfungsi untuk mencegah kebocoran pada daerah dimana poros
pompa menembus casing.
Vane
Sudut

dari

impeller

sebagai

tempat

berlalunya

cairan

pada

impeller.

Eye of Impeller
Bagian sisi masuk pada arah isap impeller.
Wearing ring
Wearing ring berfungsi untuk memperkecil kebocoran cairan yang melewati bagian
depan impeller maupun bagian belakang impeller, dengan cara memperkecil celah antara
casing dengan impeller.
Bearing
Bearing (bantalan) berfungsi untuk menumpu dan menahan beban dari poros agar
dapat berputar, baik berupa beban radial maupun beban axial. Bearing juga memungkinkan
poros untuk dapat berputar dengan lancar dan tetap pada tempatnya, sehingga kerugian gesek
menjadi kecil.
Prinsip Kerja Mesin Sentrifugal
Pompa sentrifugal mempunyai sebuah impeller (baling-baling) untuk mengangkat zat
cairan dari tempat yang lebih rendah ke tempat yang lebih tinggi. Daya dari luar diberikan
kepada poros pompa untuk memutarkan impeller di dalam zat cair. Maka zat cair yang ada
didalam impeller, oleh dorongan sudut-sudut dapat berputar. Karena timbul gaya sentrifugal
maka zat cair mengalir dari tengah impeller ke luar melalui saluran diantara sudut-sudut.

Disini head tekanan zat cair menjadi lebih tinggi. Demikian pula head kecepatannya menjadi
lebih tinggi karena mengalami percepatan. Zat cair yang keluar melalui 5 impeller ditampung
oleh saluran berbentuk spiral dikelilingi impeller dan disalurkan keluar pompa melalui nosel.
Didalam nosel ini sebagian head kecepatan aliran diubah menjadi head tekanan. Jadi impeller
pompa berfungsi memberikan kerja pada zat cair sehingga nergy yang dikandungnya menjadi
lebih besar. Selisih energi per satuan berat atau head total zat cair antara flens isap dan flens
keluar disebut head total pompa. Dari uraian diatas jelas bahwa pompa sentrifugal dapat
mengubah energi mekanik dalam bentuk kerja poros menjadi enrgi fluida. Energi inilah yang
mengakibatkan perubahan head tekanan , head kecepatan dan head potensialpada zat cair yang
mengalir
secara
continue.
Pada keliling luar kipas, zat cair mengalir dalam rumah pompa dengan tekanan dan
kecepatan tertentu. Dalam rumah pompa ini zat cair disalurkan sedemikian rupa, sehingga
terdapat perubahan kecepatan ke dalam tekanan yang sempurna. Oleh karena ini, kolom zat
cair dalam saluran kempa digerakkan. Zat cair ini bergerak dalam aliran yang tidak terputusputus dari saluran hisap melalui pompa ke saluran pompa.

Gambar 1.7 Prinsip


kerja pompa sentrifugal

2.
3.
4.
5.
6.
7.

Keuntungan pompa sentifugal


1. Pada umumnya volume yang sama, harga
pembelian lebih rendah.
Tidak banyak bagian-bagian yang bergerak (tak ada katup dan sebagainya), jadi
pemeliharaan rendah.
Lebih sedikit memerlukan tempat.
Jumlah putaran tinggi, sehingga memberi kemungkinan untuk pergerakan langsung oleh
sebuah electromotor atau turbin.
Jalannya tenang, sehingga fondasi dapat di buat ringan.
Bila konstruksinya disesuaikan, memberi kemungkinan untuk mengerjakan zat cair yang
mengandung kotoran.
Aliran zat cair yang tak terputus putus.

Kerugian pompa sentrifugal


Dalam keadaan normal pompa sentrifugal tidak dapat menghisap sendiri (tidak dapat
memompakan udara).
2. Kurang cocok untuk mengerjakan zat cair kental, terutama pada aliran volume yang kecil.
3. Pompa dengan small discharge hanya dapat memompa benda cair yang tidak mengandung
zat padat.
1.