Anda di halaman 1dari 3

FPSO ( Floating Production Storage and

Offloading )
Pengertian
FPSO merupakan bangunan pengeboran dan penyimpanan minyak lepas pantai yang bersifat
portable. Dalam artian dapat berpindah pindah. Adapun hasil pemisahan dari produk
pengeboran adalah crude oil, air dan gas. FPSO bisa menjadi konversi dari kapal tangker minyak
atau bisa menjadi kapal yang dibangun khusus untuk aplikasi tersebut. Sebuah kapal yang
digunakan untuk menyimpan minyak hanya disebut sebagai floating storage dan offloading
vessel (FSO).

Ciri umum FPSO/FSO adalah :


1. Konstruksi gading gading lebih kuat daripada kapal dengan ukuran yang sama,
disebabkan danya beban di atas deck yang sangat besar berupa equipment/pabrik
produksi minyak dan gas.
2. tempat akomodasi lebih besar, terdapat hampir sekitar 300 orang tinggal di atasnya (lifing
quarter).
Cara kerja FPSO
Minyak yang dihasilkan dari platform produksi lepas pantai dapat diangkut ke daratan baik
melalui pipa atau dengan kapal tanker. Ketika sebuah kapal tanker dipilih untuk mengangkut
minyak, perlu untuk mengumpulkan minyak dalam beberapa tangki penyimpanan sedemikian
rupa sehingga kapal tanker minyak tidak terus menerus diduduki selama produksi minyak, dan
hanya dibutuhkan satu kali minyak yang memadai telah diproduksi untuk mengisi tanker.
Seringkali solusinya adalah kapal tanker minyak dinonaktifkan yang telah dipreteli dan
dilengkapi dengan fasilitas untuk dihubungkan ke mooring booy. Minyak terakumulasi dalam
FPSO sampai ada jumlah yang cukup untuk mengisi tanker, di mana salah satu titik kapal tanker
terhubung ke buritan unit FPSO.

Ada dua jenis utama FPSO, kapal tanker minyak yang dimodifikasi atau banguna baru yang
dibangun untuk tujuan tersebut.FPSO designnya tergantung pada daerah operasi. Di perairan
tenang FPSO mungkin memiliki bentuk sederhana atau mungkin kapal tanker yang dikonversi.
Garis injeksi yang terhubung ke area kapal disebut menara, yang bisa eksternal dan tergantung
dari sisi FPSO di perairan tenang seperti di Afrika Barat. Untuk lingkungan yang keras lebih
mirip Laut Utara, sebuah menara internal terletak di pusat dan di bawah FPSO dan kapal harus
memiliki bentuk yang halus. Ini untuk memposisikan diri ke arah angin dan mengurangi
kekuatan lingkungan di tambatan. Semua bentuk kapal FPSO di Laut Utara dibangun secara
permanen untuk ditambatkan. FPSO juga mungkin jenis platform semi-submersible dengan
penyimpanan atau cylindrically berbentuk. Jenis ini adalah ditambatkan dalam orientasi tetap.

Sebuah FPSO memiliki kemampuan untuk melaksanakan proses pemisahan minyak yang
ditempatkan pada sebuah platform minyak. Jika unit tidak memiliki fasilitas tersebut itu adalah
FSO (Floating Storage) dan unit Pembongkaran, dan akan dioperasikan dalam hubungan dengan
unit produksi seperti platform.

Buoy Mooring
Pada sistem ini sebuah buoy digunakan sebagai Mooring Point
kapal dan untuk Offloading fluida. Tujuan utamanya adalah untuk
transfer fluida dari daratan atau fasilitas offshore lainnya ke
kapal yang sedang ditambatkan. Komponen-komponennya antara lain:
Buoy Body, sebagai penyedia stabilitas dan buoyancy

Komponen mooring dan anchoring, menghubungkan buoy dengan seabed


dan Hawser menghubungkan buoy dengan kapal
Product Transfer System,
Auxiliary System, boatlanding, lifting,
dan lain sebagainya.