Anda di halaman 1dari 4

PEMBAGIAN MODAL

Sumber daya modal dapat diklasifikasikan sebagai berikut :


- Menurut Sifatnya
Modal Lancar, yaitu modal yang hanya dapat digunakan satu kali dalam proses produksi seperti
bahan baku dan bahan mentah. Modal Tetap, yaitu modal yang dapat digunakan lebih dari satu
kali dalam proses produksi, seperti mesin-mesin atau peralatan.
- Menurut Fungsinya
Modal Individu, yaitu modal yang digunakan oleh individu sebagai sumber pendapatan sekalipun
pemiliknya tidak ikut dalam proses produksi, seperti pemilik taxi. Modal Masyarakat, yaitu
modal yang digunakan oleh masyarakat dalam menghasilkan barang dan jasa, seperti kendaraan
umum.
- Menurut Bentuknya
Modal Abstrak, yaitu modal yang tidak berbentuk fisik (tidak berwujud) tapi sangat menentukan
hasil produksi seperti keahlian seseorang. Modal Kongkrit, yaitu modal yang wujud fisiknya
dapat dilihat (berwujud) seperti mesin-mesin, gedung, dan kendaraan. Uang, artinya modal
berupa dana.
- Menurut Pemiliknya
Modal perseorangan, artinya modal tersebut dimiliki oleh perseorangan. Misalnya, gedung dan
kendaraan. Modal masyarakat, artinya modal tersebut dimiliki oleh banyak orang dan untuk
kepentingan orang banyak. Misalnya, jalan dan jembatan.
- Menurut Sumbernya
Modal sendiri, artinya modal yang berasal dari pemilik perusahaan. Misalnya, saham dan
tabungan. Modal pinjaman, artinya modal pinjaman dari pihak
Menurut Soekartawi (1989) peran sumberdaya modal di bidang pertanian, modal dalam usaha
tani diklasifikasikan sebagai bentuk kekayaan, baik berupa uang maupun barang yang digunakan
untuk menghasilkan sesuatu secara langsung atau tak langsung dalam suatu proses produksi.
Pembentukan modal bertujuan untuk meningkatkan produksi dan pendapatan usaha tani, serta
menunjang pembentukan modal lebih lanjut.

Menurut Suratiyah, 2006 modal dapat dikelompokkan berdasarkan sifat, kegunaan, waktu dan
fungsinya yaitu sebagai berikut :
- Sifat
Selain atas dasar sifatnya yaitu yang menghemat lahan (land saving capital) dan menghemat
tenaga kerja (labour saving capital) ada juga yang justru menyerap tenaga kerja lebih banyak
sebagai misalnya jika menggunakan teknologi kimiawi, biologis dan panca usahatani tetapi ada
pula yang justru akan mempertinggi efesiensi yaitu misalnya mencangkul dan membajak jika
menggunakan traktor akan lebih murah jika dibandingkan dengan menggunakan tenaga manusia
dan atau hewan.
- Kegunaan
Atas dasar kegunaannya maka modal dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu modal aktif dan
modal pasif. Modal aktif adalah modal yang secara langsung maupun tidak langsung dapat
meningkatkan produksi misalnya pupuk dan bibit unggul sedangkan yang tidak langsung yaitu
misalnya terasiring. Modal pasif adalah modal yang digunakan hanya untuk sekedar
mempertahankan produk misalnya penggunaan bungkus, karung, kantong plastik dan gudang
- Fungsi
Atas dasar fungsinya maka modal dapat dibagi menjadi dua golongan lagi yaitu modal tetap
(fixed assets) dan modal tidak tetap atau modal lancar (current assets). Modal tetap adalah modal
yang dapat dipergunakan dalam berulang kali proses produksi. modal tetap ada yang bergerak
atau mudah dipimndahkan dan adapula yang hidup maupun mati misalnya cangkul, sabit ataupun
ternak. Sedangkan yang tidak dapat dipindahkan pun juga ada yang hidup dan mati yaitu
bangunan dan tanaman keras. Modal tidak tetap adalah modal yang hanya dapat dipergunakan
dalam satu kali proses produksi saja misalnya pupuk dan bibit unggul untuk tanaman semusim.
a. Modal Tetap
1. Lahan usaha yang dimiliki.
Sebagai faktor produksi sebenarnya lahan tidak termasuk ke dalam modal, tetapi dalam
penghitungan biaya maka biaya lahan dimasukkan ke dalam biaya modal karena lahan
merupakan barang modal (aset tetap yang dimiliki perusahaan).
Lahan sebagai barang modal tidak perlu di depresiasi. Lahan pada umumnya tidak turun
kegunaannya, kecuali apabila mengalami kerusakan, longsor, erosi dan bencana alam
lainnya. Dalam keadaan biasa nilai lahan akan selalu meningkat sehingga tidak

mengalami depresiasi melainkan apresiasi. Pekerjaan-pekerjaan memperbaiki lahan, akan


menambah kegunaan lahan tetapi mengeluarkan biaya. Demikian pula apabila pekerjaan
itu dilaksanakan sendiri oleh petani maka harus tetap diperhitungkan sebagai biaya.
Pekerjaan demikian harus dianggap sebagai penanaman modal, yang disebut modal
ameliorasi dan harus dicatat sebagai modal tetap. Terhadap modal ameliorasi ini pun
harus dikenakan biaya depresiasi.
2. Bangunan.
Segala bangunan yang ada di atas farm termasuk sebagai modal tetap diantaranya adalah
bangunan rumah, gudang, kantor, kandang, sumur, instalasi listrik, serta jalan. Bangunan
rumah tinggal peternak yang ada di atas lahan usaha harus digolongkan ke dalam modal
tetap pula, akan tetapi apabila letaknya terpisah dan berada di luar farm, tidak termasuk
sebagai modal tetap, melainkan termasuk kekayaan di luar usaha. Demikian pula dengan
bangunan rumah pegawai/karyawan yang berada dalam farm termasuk sebagai modal
tetap.
Gudang yang dipergunakan sebagai tempat menyimpan hasil produksi sebelum dijual,
pakan ternak dan obat-obatan, pupuk serta alat-alat dan perkakas lainnya serta ruang
kerja termasuk sebagai bagian dari modal tetap. Dalam perusahaan peternakan modern
tiap jenis bahan yang disimpan, harus dalam gudang-gudang yang sesuai dengan sifat
barang yang disimpannya, agar tidak mengakibatkan turunnya mutu atau kualitas barang
yang disimpan. Misalnya susu harus disimpan dalam kamar khusus (kamar susu).
3. Ternak
Ternak dari sejak lahir sampai berproduksi, memerlukan biaya pemeliharaan. Semuanya
harus dianggap sebagai penanaman modal. Apakah modal itu termasuk modal tetap atau
bukan tergantung apakah modal tersebut diterima kembali dalam jangka waktu satu
tahun atau lebih. Apabila pengeluaran dapat diterima kembali dalam jangka waktu kurang
dari satu tahun, misalnya anak ayam broiler, maka tidak termasuk sebagai modal tetap.
Demikian juga dengan anak sapi yang dijual dalam umur satu tahun atau kurang tidak
dianggap sebagai modal tetap tetapi biaya yang dikeluarkannya dianggap sebagai biaya
eksplotasi.
Ternak dalam perusahaan peternakan dapat dibedakan atas ternak usaha dan ternak kerja.
Ternak usaha adalah untuk menghasilkan produk anak, susu, telur, daging dan sebagainya

sedangkan ternak kerja untuk dipekerjakan dan dimanfaatkan tenaganya. Untuk ternak
kerja walaupun dipelihara untuk dimanfaatkan tenaganya tetapi pada akhirnya setelah
tidak produktif lagi akan menjadi ternak potong.
4. Mesin dan Peralatan
Mesin dan peralatan dalam perusahaan peternakan merupakan barang modal tetap yang
digunakan untuk memperlancar pekerjaan dengan tujuan memperoleh hasil yang tinggi
dan biaya pokok yang rendah. Tujuan ini hanya akan dicapai bila mesin tersebut
digunakan secara penuh, terus menerus dalam jangka waktu sepanjang mungkin. Dalam
analisis jangka pendek, biaya mesin dan peralatan yang tahan lama ini tidak dibebankan
dalam satu tahun analisis tapi menyebar sepanjang umur ekonomis nya berupa depresiasi
(penyusutan).
b. Modal Tidak tetap
Modal tidak tetap adalah modal yang dalam proses produksi habis pakai dan pada tiap
pengulangan produksi harus disediakan kembali. Pada umumnya yang digolongkan ke
dalam modal tidak tetap adalah tanaman berumur semusim, alat-alat kecil yang lekas
rusak, dana eksplotasi, pakan ternak dan termasuk pula diantaranya adalah modal
operasional.
Dalam setiap perusahaan ada penerimaan dan pengeluaran. Dalam jangka pendek
keadaan yang paling baik adalah apabila penerimaan dapat menutupi pengeluaran atas
modal tidak tetap. Penerimaan dan pengeluaran tersebut harus terjadi berturut-turut dalam
suatu cash flow yang baik.
Soekartawi. 1989. Prinsip Dasar Ekonomi Pertanian. Jakarta: Rajawali Press.
Sujarwo. 2012. Modul Praktikum Pengantar Ekonomi Pertanian
SUMBERDAYA DALAM SEKTOR PERTANIAN. Malang : Universitas Brawijaya
Tim Penyusun . 2014. Modul Pengantar Usahatani Modal dan Peralatan dalam Usahatani.
Malang : Universitas Brawijaya