Anda di halaman 1dari 28

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Transaksi merupakan input yang diolah akuntansi untuk menghasilkan
informasi keuangan. Oleh karena itu, analisis terhadap transaksi merupakan
langkah penting dan krusial di akuntansi. Analisis transaksi dimaksudkan untuk
mengidentifikasi perubahan yang terjadi yang disebabkan oleh transaksi tersebut.
Menariknya, analisis transaksi sepenuhnya mendasarkan diri persamaan akuntansi
yang berupa persamaan aljabar sehingga kegiatan ini mudah dipahami. Oleh
karena berlandas persamaan akuntansi yang merupakan persamaan matematika
maka perubahan yang disebabkan oleh suatu transaksi harus selalu tetap menjaga
keseimbangan persamaan akuntansi sebagai cerminan dari keseimbangan antara
penggunaan dan dan pemerolehan dana. Salah satu prinsip dasar yang digunakan
dalam melakukan analisis transaksi adalah PABU Konsep Kesatuan usaha
(economic entity concept).
Informasi keuangan di akuntansi disajikan berbasis akun. Pada dasarnya
akun-akun merupakan penjabaran dari elemen atau variabel persamaan akuntansi.
Jumlah akun yang dibentuk UMKM menyesuaikan jenis-jenis transaksi yang
terjadi di UMKM. Oleh karena akuntansi berbasis akun maka analisis transaksi
juga berdasar akun, tidak hanya berdasar elemen-elemen yang terdapat di
persamaan akuntansi.
Input akuntansi berupa transaksi, yaitu peristiwa bisnis yang bersifat
keuangan. Disebut bersifat keuangan jika peristiwa bisnis yang terjadi di UMKM
menyebabkan terjadinya perubahan secara keuangan, baik dalam penggunaan
dana dan/atau dalam bentuk pemerolehan dana.
Transaksi-transaksi yang terjadi di UMKM akan dianalisis dan selanjutnya
diproses secara sistematis oleh akuntansi untuk menghasilkan informasi
keuangan. Analisis transaksi di akuntansi berdasar sepenuhnya persamaan
akuntansi yang lazimnya dituliskan sebagai berikut:

Aset + Biaya + Pengembalian Ekuitas = Utang + Ekuitas +


Pendapatan
ASET,

BIAYA,

dan

PENGEMBALIAN

EKUITAS

merupakan

elemenelemen yang mencerminkan JENIS-JENIS PENGGUNAAN DANA,


sedangkan UTANG, EKUITAS, dan PENDAPATAN merupakan elemen-elemen
yang mencerminkan SUMBER-SUMBER PEMEROLEHAN DANA.
Setiap transaksi akan menyebabkan perubahan minimal di satu elemen
persamaan akuntansi di atas, dengan ketentuan keseimbangan antara total moneter
sisi kiri dan total moneter sisi kanan persamaan akuntansi harus selalu terjaga
(konsekuensi dari pilar Matematika). Disamping berbasis persamaan akuntansi,
analisis transaksi mendasarkan diri pada PABU Konsep kesatuan usaha (economic
entity concept) yang dijelaskan berikut ini.

BAB II
PEMBAHASAN
A. PABU : KONSEP KESATUAN USAHA
Salah satu PABU yang berlaku di akuntansi adalah Konsep kesatuan usaha
(economic entity concept). Konsep kesatuan usaha memandang UMKM sebagai
suatu entitas yang terpisah dari pemiliknya. Berlandas konsep kesatuan usaha ini
maka akuntansi menyajikan gambaran tentang UMKM sebagai entitas yang
berdiri sendiri, tidak tercampur dengan pemiliknya. Berdasar PABU Konsep
kesatuan usaha ini maka semua transaksi yang dicatat oleh akuntansi harus
dipandang dari sudut pandang UMKM. Dengan demikian, akuntansi menyajikan
hasil kinerja, posisi keuangan maupun informasi keuangan lainnya tentang
UMKM
sebagai entitas yang berdiri sendiri yang terpisah dari pemiliknya. Sebagai
entitas yang berdiri sendiri, UMKM dapat melakukan transaksi dengan berbagai
pihak. Peraga 3.1 menggambarkan setidak-tidaknya 6 (enam) pihak eksternal yang
lazimnya terkait dengan berbagai transaksi yang terjadi di UMKM. Selanjutnya,
peraga 3.1 juga menegaskan bahwa transaksi yang melibatkan setoran dari
pemilik hanyalah salah satu jenis transaksi dari banyak transaksi yang dilakukan
UMKM. Dana yang disetor pemilik menjadi aset UMKM yang terpisah dari
pemiliknya.

B. DEFENISI ELEMEN & HUBUNGAN ANTAR ELEMEN


3

Analisis transaksi sepenuhnya mendasarkan diri pada persamaan


akuntansi. Oleh karena itu, adalah tepat dan penting jika kita membahas terlebih
dahulu tentang definisi masing-masing elemen, dan selanjutnya membahas
tentang hubungan secara matematika antar elemen di persamaan akuntansi.
a. Definisi Elemen Persamaan Akuntansi
Berikut ini definisi masing-masing elemen persamaan akuntansi:
1. Aset; merupakan jenis penggunaan dana untuk memperoleh berbagai jenis
sumberdaya (harta/aktiva) UMKM.
2. Biaya; merupakan jenis penggunaan dana untuk menjalankan kegiatan rutin
(expenses) maupun kegiatan non-rutin (losses) UMKM.
3. Pengembalian ekuitas; merupakan jenis penggunaan dana yang lazimnya
berupa penyerahan aset baik kas, jasa/produk, atau yang lainnya ke pemilik.
4. Utang; merupakan sumber pemerolehan dana yang berasal dari pinjaman
pihak ketiga. Sifat utang adalah bahwa UMKM wajib melunasi pada tanggal
yang telah disepakati. Utang sering disebut juga kewajiban (liabilities).
5. Ekuitas; merupakan sumber pemerolehan dana yang berasal dari pemilik,
laba kegiatan bisnis, maupun sumber-sumber selain dari utang/kewajiban.
6. Pendapatan; merupakan sumber pemerolehan dana yang berasal dari
aktivitas bisnis UMKM, baik dari kegiatan rutin (revenues) maupun
kegiatan non-rutin (gains) UMKM.
Kita lebih mudah memahami definisi masing-masing elemen aset, utang,
biaya, dan pendapatan. Namun, mungkin tidak banyak dari kita yang sudah
memahami pengertian ekuitas. Dari perspektif akuntansi, ekuitas (equity)
merupakan pemerolehan dana yang berasal dari sumber lain-lain selain dari utang.
Oleh karena itu, adalah hal yang dapat dipahami jika standar akuntansi keuangan
mendefinisikan ekuitas sebagai residual interest.
Terdapat 2 hal terkait ekuitas yang berisiko memunculkan kerancuan. Pertama,
BENARKAH MODAL SAMA DENGAN EKUITAS? Sebagaimana telah
disebutkan di muka, modal/modal saham (capital/capital stock) merupakan
sumber pendanaan yang berasal dari setoran pemilik. Sementara itu, ekuitas terdiri

dari modal, laba, dan sumber-sumber pendanaan lainnya selain utang. Namun
demikian, pada kondisi tertentu, yaitu pada awal pendirian perusahaan, ekuitas
perusahaan dapat terdiri setoran pemilik semata.
Dengan demikian, definisi modal sama dengan ekuitas dapat saja terjadi
khususnya pada awal pendirian perusahaan. Setelah perusahaan melakukan
kegiatan bisnis (menghasilkan laba/rugi) maka definisi modal tidak sama dengan
definisi ekuitas.
Kedua, BENARKAH MODAL MERUPAKAN ASET? Jika kita masih
menganggap modal merupakan aset/harta/aktiva maka kita masih mendefinisikan
modal dari kacamata orang yang menganggap perusahaan dan pemilik sebagai
satu kesatuan entitas. Dari perspektif akuntansi, modal atau modal saham
merupakan salah satu sumber pemerolehan dana, sedangkan harta atau aset adalah
salah satu jenis penggunaan dana. Ketika pemilik misalnya menyetorkan uang
tunai ke perusahaan maka akuntansi perusahaan mencatat penerimaan uang tunai
tersebut sebagai aset, dan sekaligus mencatat terjadinya setoran modal ke elemen
ekuitas yang menunjukkan besarnya hak pemilik atas perusahaan. Dengan
demikian, modal sebatas mencerminkan besarnya hak pemilik atas perusahaan,
bukan sebagai salah satu jenis aset.
B. Hubungan Antar Elemen Persamaan Akuntansi
Berdasar persamaan akuntansi yang merupakan cerminan matematika aljabar,
terdapat 2 kelompok elemen, yaitu:
1. Penggunaan dana (uses of fund), yang terdiri dari elemen aset, biaya, dan
pengembalian ekuitas yang berada di sisi kiri persamaan akuntansi.
2. Pemerolehan dana (sources of fund), yang terdiri dari elemen-elemen
utang, ekuitas, dan pendapatan yang berada di sisi kanan persamaan
akuntansi.
Berdasar ketentuan matematika, maka terdapat hubungan antara/antar kelompok
elemen sebagaimana dapat digambarkan di Peraga 3.2 berikut ini.

Pada

kuadran

A,

transaksi

yang

menyebabkan

penambahan

(pengurangan) di akun aset/biaya/pengembalian ekuitas harus diimbangi dengan


pengurangan (penambahan) di elemen aset/biaya/pengembalian ekuitas lainnya.
Peraga 3.3 menyajikan contoh transaksi yang termasuk di kuadran A.
Peraga 3.3:
Contoh Transaksi-transaksi yang Termasuk di Kuadran A
A1

Transaksi pembelian tunai bahan habis pakai (supplies); menyebabkan penambahan


di elemen Aset berupa supplies yang diimbangi dengan pengurangan di elemen

A2

Aset lainnya berupa kas.


Transaksi pembayaran tunai gaji karyawan; menyebabkan pengurangan di elemen
Aset berupa kas yang diimbangi dengan penambahan di elemen Biaya berupa biaya

A3

gaji.
Transaksi pengambilan kas perusahaan untuk kepentingan pemilik; menyebabkan
pengurangan di elemen Aset berupa kas yang diimbangi dengan penambahan di

A4

elemen Pengembalian ekuitas berupa Pengambilan pribadi.


Transaksi pelunasan piutang; menyebabkan penambahan di elemen Aset berupa kas

A5

yang diimbangi dengan pengurangan di elemen Aset lainnya berupa piutang.


Transaksi pembayaran dimuka biaya asuransi untuk masa manfaat 1 tahun yang akan
datang; menyebabkan pengurangan di elemen Aset berupa kas yang diimbangi
dengan penambahan di elemen Aset lainnya berupa biaya asuransi yang dibayar
dimuka.

Kuadran B dan C merupakan situasi yang identik. Sebagai contoh, pada kuadran
B, transaksi yang menyebabkan penambahan (pengurangan) di elemen
aset/biaya/pengembalian

ekuitas

harus

diimbangi

dengan

penambahan

(pengurangan) di elemen utang/ekuitas/pendapatan.

Peraga 3.4:
Contoh Transaksi yang Termasuk di Kuadran B dan C
B1

Transaksi pemerolehan pendapatan dari jasa konsultasi secara tunai; menyebabkan


penambahan di elemen Aset berupa kas yang diimbangi dengan penambahan di

B2

elemen Pendapatan berupa penjualan.


Transaksi pengakuan biaya sewa kendaraan dimana pembayaran akan dilakukan 1
bulan yang akan datang; menyebabkan penambahan di elemen Biaya berupa sewa
gedung yang diimbangi dengan penambahan di elemen Utang berupa utang sewa

C1

gedung.
Transaksi penjualan barang dagangan secara kredit; menyebabkan penambahan di
elemen Pendapatan berupa penjualan yang diimbangi dengan penambahan di

C2

elemen Aset berupa piutang dagang.


Transaksi pelunasan utang dagang; menyebabkan pengurangan di elemen Utang
berupa utang dagang yang diimbangi dengan pengurangan di elemen Aset berupa

C3

kas.
Transaksi penyetoran kas sebagai tambahan modal; menyebabkan penambahan di
elemen Ekuitas berupa setoran modal yang diimbangi dengan penambahan di
elemen Aset berupa kas.
Pada kuadran D, transaksi yang menyebabkan penambahan (pengurangan)

di

elemen

utang/ekuitas/pendapatan

diimbangi

dengan

pengurangan

(penambahan) di elemen utang/ekuitas/pendapatan lainnya.

Peraga 3.5:
Contoh Transaksi-transaksi yang Termasuk di Kuadran D
D1

Transaksi pelunasan utang usaha dengan menerbitkan utang wesel; menyebabkan


pengurangan di elemen Utang berupa utang usaha yang diimbangi dengan

D2

penambahan di elemen Utang lainnya berupa utang wesel.


Transaksi pengakuan pendapatan dari pendapatan sewa kendaraan yang diterima
dimuka; menyebabkan penambahan di elemen Pendapatan berupa pendapatan
sewa kendaraan yang diimbangi dengan pengurangan di elemen Utang berupa
7

pendapatan sewa kendaraan diterima dimuka.


Masih banyak transaksi di UMKM yang dapat terjadi, seperti misalnya barter,
pembayaran biaya UMKM oleh pemilik, penjualan barang dagangan ke pemilik
yang diperlakukan sebagai pengembalian ekuitas, dsb.
b. ANALISIS TRANSAKSI BERBASIS ELEMEN
Berikut ini contoh analisis transaksi berbasis elemen persamaan akuntansi.
Transaksi 01
Diketahui :

01 Jan. Ibu AMANAH menyerahkan uang tunai sebesar


Rp10.000.000 sebagai setoran modal ke UMKM GIATKERJA.

Ditanya :

a. Entitas apa saja yang terlibat?


b. Elemen-elemen persamaan akuntansi apa yang berubah?
c. Bagaimana sifat perubahan masing-masing elemen tersebut?

Jawaban :

a. Entitas yang terlibat: Perusahaan dan pemilik modal


b. Elemen Aset dan Ekuitas
c. Elemen Aset (berupa uang tunai) bertambah Rp10.000.000, dan
elemen Ekuitas (berupa modal) bertambah Rp10.000.000

Transaksi 02
Diketahui :

02 Jan. Ibu AMANAH menyerahkan komputer Rp5.000.000


untuk

kegiatan bisnis UMKM GIATKERJA sebagai setoran

modal.
Ditanya :

a. Entitas apa saja yang terlibat?


b. Elemen-elemen persamaan akuntansi apa yang berubah?
c. Bagaimana sifat perubahan masing-masing elemen tersebut?

Jawaban :

a. Entitas yang terlibat: Perusahaan dan pemilik modal


b. Elemen Aset dan Ekuitas
c. Elemen Aset (berupa komputer) bertambah Rp5.000.000, dan
elemen Ekuitas (berupa modal) bertambah Rp5.000.000

Transaksi 03
Diketahui :

03 Jan. UMKM GIATKERJA membeli tunai bahan habis


pakai (supplies) Rp1.000.000.

Ditanya :

a. Entitas apa saja yang terlibat?


b. Elemen-elemen persamaan akuntansi apa yang berubah?
c. Bagaimana sifat perubahan masing-masing elemen tersebut?

Jawaban :

a. Entitas yang terlibat: Perusahaan dan rekanan/pemasok


b. Elemen Aset
c. Elemen Aset (berupa bahan habis pakai) bertambah
Rp1.000.000, dan Aset lainnya (berupa uang tunai) berkurang
Rp1.000.000

Transaksi 04
Diketahui :

04 Jan. UMKM GIATKERJA membeli peralatan kantor


senilai Rp4.000.000 secara kredit.

Ditanya :

a. Entitas apa saja yang terlibat?

b. Elemen-elemen persamaan akuntansi apa yang berubah?


c. Bagaimana sifat perubahan masing-masing elemen tersebut?
Jawaban :

a. Entitas yang terlibat: Perusahaan dan rekanan/pemasok sebagai


kreditor
b. Elemen Aset dan elemen Utang
c. Elemen Aset (berupa peralatan kantor) bertambah Rp4.000.000,
dan

elemen

Utang

(berupa

utang

usaha)

bertambah

Rp4.000.000

Transaksi 05
Diketahui :

15

Jan.

UMKM

GIATKERJA melunasi

utang

senilai

Rp4.000.000.
Ditanya :

a. Entitas apa saja yang terlibat?


b. Elemen-elemen persamaan akuntansi apa yang berubah?
c. Bagaimana sifat perubahan masing-masing elemen tersebut?

Jawaban :

a. Entitas yang terlibat: Perusahaan dan rekanan sebagai kreditor


b. Elemen Aset dan elemen Utang
c.

Elemen

Aset

(berupa

uang

tunai)

berkurang

senilai

Rp4.000.000, dan elemen Utang (berupa utang usaha)


berkurang senilai Rp4.000.000

Transaksi 06

10

Diketahui :

16 Jan. UMKM GIATKERJA membayar tunai biaya


honorarium karyawan Rp1.500.000.

Ditanya :

a. Entitas apa saja yang terlibat?


b. Elemen-elemen persamaan akuntansi apa yang berubah?
c. Bagaimana sifat perubahan masing-masing elemen tersebut?

Jawaban :

a. Entitas yang terlibat: Perusahaan dan karyawan


b. Elemen Aset dan elemen Biaya
c. Elemen Aset (berupa uang tunai) berkurang Rp1.500.000,
sedangkan elemen Biaya (berupa biaya gaji) bertambah
Rp1.500.000.

11

Transaksi 07
Diketahui :

17 Jan. UMKM GIATKERJA menerima tagihan dari PLN


yang menyebutkan bahwa listrik yang harus dibayar adalah
Rp100.000.

Ditanya :

a. Entitas apa saja yang terlibat?


b. Elemen-elemen persamaan akuntansi apa yang berubah?
c. Bagaimana sifat perubahan masing-masing elemen tersebut?

Jawaban :

a. Entitas yang terlibat: Perusahaan dan rekanan sebagai kreditor


b. Elemen Biaya dan elemen Utang
c. Elemen Biaya (berupa biaya listrik) bertambah Rp100.000, dan
elemen Utang (berupa utang listrik) bertambah Rp100.000.

Transaksi 08
Diketahui :

18 Jan. UMKM GIATKERJA memperoleh pendapatan secara

kredit
Rp3.000.000 yang berasal dari penyewaan gedung.
Ditanya :

a. Entitas apa saja yang terlibat?


b. Elemen-elemen persamaan akuntansi apa yang berubah?
c. Bagaimana sifat perubahan masing-masing elemen tersebut?

Jawaban :

a. Entitas yang terlibat: Perusahaan dan pelanggan/pembeli


b. Elemen Aset dan elemen Pendapatan
c. Elemen Aset (berupa piutang usaha) bertambah Rp3.000.000,
dan elemen Pendapatan (berupa pendapatan sewa gedung)
bertambah Rp3.000.000.

12

Transaksi 09
Diketahui :

19 Jan. UMKM GIATKERJA menyerahkan uang tunai

Rp500.000 ke
Ibu AMANAH untuk kepentingan pribadi Ibu AMANAH.
Ditanya :

a. Entitas apa saja yang terlibat?


b. Elemen-elemen persamaan akuntansi apa yang berubah?
c. Bagaimana sifat perubahan masing-masing elemen tersebut?

Jawaban :

a. Entitas yang terlibat: Perusahaan dan pemilik modal


b. Elemen Aset dan elemen Pengembalian ekuitas
c. Elemen Aset (berupa uang tunai) berkurang Rp500.000, dan
elemen

Pengembalian

ekuitas

(berupa

Pengambilan)

bertambah Rp500.000.

Transaksi 10
Diketahui :

20 Jan. UMKM GIATKERJA menerima uang tunai yang


berasal

dari

pelunasan

transaksi

pendapatan

kredit

Rp3.000.000 18 Januari.
Ditanya :

a. Entitas apa saja yang terlibat?


b. Elemen-elemen persamaan akuntansi apa yang berubah?
c. Bagaimana sifat perubahan masing-masing elemen tersebut?

Jawaban :

a. Entitas yang terlibat: Perusahaan dan debitor (peminjam)


b. Elemen Aset

13

c. Elemen Aset (berupa uang tunai) bertambah Rp3.000.000, dan


elemen Aset (berupa piutang usaha) berkurang Rp3.000.000.

Ringkasan aplikasi analisis transaksi di UMKM GIATKERJA selama tanggal 1


Januari sampai dengan 20 Januari dapat dilihat berikut ini.

c. PENGAKUNAN
Penyajian informasi keuangan yang hanya sebatas berdasar elemen
persamaan akuntansi dipertimbangkan kurang informatif karena elemen dapat
terdiri dari beberapa komponen yang sifatnya bervariasi. Sebagai contoh, terdapat
2 UMKM, yaitu UMKM A dan UMKM B, yang memiki nilai total aset yang sama
besar. UMKM A sebagian besar asetnya berupa persediaan barang dagangan dan
piutang usaha, sedangkan UMKM B sebagian besar asetnya berupa gedung dan
mesin. Meskipun total nilai aset UMKM sama besar tetapi rekanan yang
14

menyediakan fasilitas penjualan kredit menganggap bahwa UMKM A memiliki


kemampuan lebih baik dalam melunasi utang jangka pendeknya dibanding
UMKM B karena asset berupa persediaan barang dagangan dan piutang usaha
mudah diubah menjadi uang tunai, sebaliknya dengan aset berupa gedung dan
mesin. Oleh karena itu, akuntansi menggunakan dasar yang lebih spesifik dalam
pencatatan atas transaksi yang terjadi. Dalam hal ini akuntansi menggunakan
dasar AKUN dalam pencatatannya.
Akun (pernah disebut sebagai rekening atau perkiraan) berasal dari
bahasa inggris account. Akun merupakan komponen suatu elemen persamaan
akuntansi. Sebagai contoh, elemen aset terdiri dari akun kas, akun piutang usaha,
akun bahan habis pakai, akun mesin, dsb.
Peraga 3.6:
Hubungan Antara Elemen dan Akun (Ilustrasi)

Akun merupakan wadah atau media untuk menampung semua perubahan


yang terjadi atas suatu jenis dana. Akun Kas, sebagai contoh, berisi semua
perubahan yang terjadi khususnya di aset berupa kas baik berupa penambahan
(dari transaksi penerimaan) maupun pengurangan (dari transaksi pengeluaran).
15

Demikian pula, akun biaya utilitas berisi semua pengeluaran biaya listrik, telepon,
dan air yang ditanggung UMKM.

Peraga 3.7:
Akun Sebagai Media Pencatatan Transaksi (Ilustrasi)

Pada dasarnya jumlah dan penamaan akun dapat dikembangkan sesuai


kebutuhan UMKM. Demikian pula, penamaan akun dalam banyak hal
mendasarkan pada pilar rancang-bangun dan PABU. UMKM dapat memberi nama
akun sesuai dengan kebutuhan dan keinginan UMKM sepanjang nama tersebut
memudahkan UMKM dalam memahami informasi yang tersaji. Namun demikian,
sebagai bahasa bisnis maka akuntansi juga memiliki terminologi nama-nama akun
yang telah disepakati secara umum. Terminologi kas, piutang usaha, utang wesel,
biaya utilitas, dan pendapatan usaha adalah nama-nama akun yang lazim
digunakan di akuntansi.
Berikut ini diurai secara singkat nama-nama akun berdasar elemen-elemen di
persamaan akuntansi, dan beberapa topik penting terkait dengan pengakunan.

16

A. Akun-akun Elemen Aset


UMKM lazimnya menguasai berbagai jenis aset yang mana setiap jenis
ditampung di akun khusus yang dinamai sesuai dengan karakteristik aset. Akunakun aset lazimnya diklasifikasi menjadi 2 (dua) berdasar tingkat kelancarannya
untuk dikonversi ke uang tunai (tingkat likuiditas), yaitu:
1) Aset lancar (Current Assets); aset yang diperkirakan dapat dikonversi menjadi
uang tunai sebagai alat pembayaran, dikonsumsi, atau dijual dalam waktu kurang
dari 1 perioda. Contoh: Kas, Piutang usaha, dan Dibayar dimuka biaya asuransi
(prepaid insurance expenses).
2) Aset tidak lancar (Non-current Assets); aset yang memberi manfaat dalam
waktu lebih dari 1 perioda. Contoh: Investasi jangka panjang, Tanah, Gedung,
Mesin, dan Merek dagang.
Peraga 3.8:
Deskripsi Akun-akun Aset

17

B. Akun-akun Elemen Utang


Akun-akun utang menggambarkan jenis-jenis sumber pendanaan yang berasal dari
pinjaman. Seperti halnya akun-akun aset, akun-akun utang lazimnya juga
diklasifikasi berdasar tingkat likuiditasnya. Oleh karena itu, akun-akun utang
dikelompokkan menjadi utang lancar dan utang jangka panjang.
Peraga 3.9:
Deskripsi Akun-akun Utang

C. Akun-akun Elemen Ekuitas


Akun-akun elemen ekuitas lazimnya disusun berdasar sumber pemerolehannya.
Peraga 3.10:
Deskripsi Akun-akun Ekuitas

18

D. Akun-akun Elemen Biaya


Akun-akun elemen biaya lazimnya diklasifikasi berdasar jenisnya, antara lain
biaya operasional dan biaya non-operasional.
Peraga 3.11:
Deskripsi Akun-Akun Biaya

E. Akun-akun Elemen Pendapatan


Seperti halnya akun-akun biaya, maka akun-akun elemen pendapatan diklasifikasi
berdasar jenis pendapatan yang dihasilkan, yaitu pendapatan operasional dan
pendapatan non-operasional.
Peraga 3.12:
Deskripsi Akun-akun Pendapatan

19

F. Akun-akun Elemen Pengembalian Ekuitas


Elemen

pengembalian

ekuitas

dibentuk

khusus

untuk

menampung

transaksitransaksi yang menyebabkan perpindahan ekuitas ke pemilik. Oleh


karena itu, pengembalian ekuitas merupakan salah satu jenis penggunaan dana. Di
UMKM perseorangan dan persekutuan, elemen pengembalian ekuitas lazimnya
terdapat satu jenis akun, yaitu akun Pribadi (prive) untuk masing-masing pemilik.
G. Akun Elemen Laba/Rugi
Akuntansi juga mengenal elemen laba/rugi yang sebenarnya merupakan elemen
untuk menampung penghitungan laba/rugi (selisih antara elemen pendapatan dan
elemen biaya). Oleh karena itu, elemen laba/rugi tidak dicantumkan di persamaan
akuntansi. Akun yang mencerminkan elemen laba/rugi disebut akun Ikhtisar
laba/rugi (income summary) yang dibentuk pada saat penyusunan laporan
keuangan yang lazim juga disebut akun kliring (dibahas lebih lanjut di Bab 6
terkait dengan topik Pencatatan penutup).
H. Pengklasifikasian Akun
Berdasar penempatannya di laporan keuangan, akun dapat diklasifikasi:
1) Akun Neraca; yaitu akun-akun yang tercantum di laporan posisi
keuangan atau lazim disebut neraca. Contoh: akun Kas, Kendaraan, dan
Utang usaha. Terkait dengan ekuitas, akun-akun ekuitas yang tercantum di
neraca lazimnya juga tercantum di laporan perubahan ekuitas.
2) Akun Laba/Rugi; yaitu akun-akun yang tercantum di laporan laba/rugi.
Contoh: akun Penjualan, Biaya gaji, dan Biaya penyusutan.
3) Akun Ekuitas; yaitu akun-akun yang tercantum di laporan perubahan
ekuitas (sebagian akun-akun ini juga tercantum di neraca). Contoh: akun
Modal, Laba ditahan, Pribadi, dan Dividen.
Berdasar keberadaannya, akun dapat diklasifikasi menjadi 2, yaitu:
1) Akun permanen (Permanent Accounts) atau akun riil; adalah akunakun yang keberadaannya bersifat permanen, yaitu tidak ditutup/dihapus
ketika penyusunan laporan keuangan. Contoh: akun Kas, Gedung, Utang
20

usaha, dan Modal saham. Akun permanen/riil pada dasarnya tercantum di


neraca.
2) Akun sementara (Temporary Accounts) atau akun nominal; adalah
akun-akun yang keberadaannya bersifat sementara, yaitu dibentuk selama
perioda berjalan dan ditutup/dihapus ketika penyusunan laporan keuangan.
Contoh: akun Biaya gaji, Biaya penyusutan, dan Pendapatan usaha.
Termasuk akun sementara adalah akun Pribadi, akun Dividen dan akun
Ikhtisar laba/rugi. Sebagian besar akun sementara/nominal tercantum di
laporan laba/rugi.
Peraga 3.13:
Pengklasifikasian Akun

I. Keberadaan Akun Kontra


Peraga 3.13 menunjukkan bahwa akuntansi juga mengenal akun kontra (contra
accounts). Akun kontra merupakan akun pengurang dari suatu akun lain, dan
penyajiannya ditempatkan persis di bawah akun yang dikurangi tersebut. Terdapat
2 (dua) jenis akun kontra, yaitu:
1) Akun kontra riil; adalah akun kontra dari akun riil. Contoh, akun
Akumulasi penyusutan Gedung adalah akun kontra dari akun riil Gedung.

21

2) Akun kontra nominal; adalah akun kontra dari akun sementara. Contoh,
akun Potongan penjualan adalah akun kontra dari akun sementara
Penjualan.
d. ANALISIS TRANSAKSI BERBASIS AKUN
Berikut ini adalah contoh analisis transaksi berbasis akun. Pembahasan ini
sangat penting di akuntansi karena pencatatan akuntansi pada prinsipnya
mendasarkan diri pada model pencatatan yang berbasis akun ini.
Transaksi 01
Diketahui :

01 Jan. Ibu AMANAH menyerahkan uang tunai sebesar


Rp10.000.000 sebagai setoran modal ke UMKM GIATKERJA.

Ditanya :

a. Entitas apa saja yang terlibat?


b. Akun-akun (elemen) apa yang berubah?
c. Bagaimana sifat perubahan masing-masing akun tersebut?

Jawaban :

a. Entitas yang terlibat: UMKM dan pemilik modal


b. Akun Kas (Aset) dan akun Modal (Ekuitas)
c. Akun Kas bertambah Rp10.000.000, dan akun Modal
bertambah Rp10.000.000

Transaksi 02
Diketahui :

02 Jan. Ibu AMANAH menyerahkan komputer Rp5.000.000


untuk kegiatan bisnis UMKM GIATKERJA sebagai setoran
modal.

Ditanya :

a. Entitas apa saja yang terlibat?


b. Akun-akun (elemen) apa yang berubah?
c. Bagaimana sifat perubahan masing-masing akun tersebut?

22

Jawaban :

a. Entitas yang terlibat: UMKM dan pemilik modal


b. Akun Peralatan kantor (Aset) dan akun Modal (Ekuitas)
c. Akun Peralatan kantor bertambah Rp5.000.000, dan akun
Modal bertambah Rp5.000.000

Transaksi 03:
Diketahui :

03 Jan. UMKM GIATKERJA membeli bahan habis pakai


(supplies) senilai Rp1.000.000 tunai.

Ditanya :

a. Entitas apa saja yang terlibat?


b. Akun-akun (elemen) apa yang berubah?
c. Bagaimana sifat perubahan masing-masing akun tersebut?

Jawaban :

a. Entitas yang terlibat: UMKM dan rekanan/pemasok


b. Akun Bahan habis pakai (Aset) dan akun Kas (Aset)
c. Akun Bahan habis pakai bertambah senilai Rp1.000.000, dan
akun Kas berkurang senilai Rp1.000.000

Transaksi 04
Diketahui :

04 Jan. UMKM GIATKERJA membeli peralatan kantor


senilai Rp4.000.000 secara kredit.

Ditanya :

a. Entitas apa saja yang terlibat?


b. Akun-akun (elemen) apa yang berubah?

23

c. Bagaimana sifat perubahan masing-masing akun tersebut?


Jawaban :

a. Entitas yang terlibat: UMKM dan rekanan/pemasok sebagai

kreditor
b. Akun Peralatan kantor (Aset) dan akun Utang usaha (Utang)
c. Akun Peralatan kantor bertambah senilai Rp4.000.000, dan
akun Utang usaha bertambah senilai Rp4.000.000

Transaksi 05
Diketahui :

15 Jan. UMKM GIATKERJA melunasi utang usaha senilai

Rp4.000.000.
Ditanya :

a. Entitas apa saja yang terlibat?


b. Akun-akun (elemen) apa yang berubah?
c. Bagaimana sifat perubahan masing-masing akun tersebut?

Jawaban :

a. Entitas yang terlibat: UMKM dan rekanan/pemasok sebagai

kreditor
b. Akun Utang usaha (Utang) dan akun Kas (Aset)
c. Akun Utang usaha berkurang senilai Rp4.000.000, dan akun
Kas berkurang senilai Rp4.000.000

24

Transaksi 06
Diketahui :

16 Jan. UMKM GIATKERJA membayar tunai biaya


honorarium karyawan senilai Rp1.500.000.

Ditanya :

a. Entitas apa saja yang terlibat?


b. Akun-akun (elemen) apa yang berubah?
c. Bagaimana sifat perubahan masing-masing akun tersebut?

Jawaban :

a. Entitas yang terlibat: UMKM dan karyawan


b. Akun Biaya gaji (Biaya) dan akun Kas (Aset)
c. Akun Biaya gaji bertambah senilai Rp1.500.000, sedangkan

akun Kas berkurang senilai Rp1.500.000.

Transaksi 07
Diketahui :

17 Jan. UMKM GIATKERJA menerima tagihan dari PLN


yang menyebutkan bahwa listrik yang harus dibayar adalah
Rp100.000.

Ditanya :

a. Entitas apa saja yang terlibat?


b. Akun-akun (elemen) apa yang berubah?
c. Bagaimana sifat perubahan masing-masing akun tersebut?

Jawaban :

a. Entitas yang terlibat: UMKM dan rekanan sebagai kreditor


b. Akun Biaya listrik (Biaya) dan akun Utang biaya listrik
(Utang)
c. Akun Biaya listrik bertambah senilai Rp100.000, dan akun

Utang biaya listrik bertambah senilai Rp100.000.

25

Transaksi 08
Diketahui :

18 Jan. UMKM GIATKERJA memperoleh pendapatan secara

kredit
Rp3.000.000 yang berasal dari penyewaan gedung.
Ditanya :

a. Entitas apa saja yang terlibat?


b. Akun-akun (elemen) apa yang berubah?
c. Bagaimana sifat perubahan masing-masing akun tersebut?

Jawaban :

a. Entitas yang terlibat: UMKM dan pelanggan/pembeli


b. Akun Piutang usaha (Aset) dan akun Pendapatan usaha
(Pendapatan)
c. Akun Piutang usaha bertambah Rp3.000.000, dan akun
Pendapatan usaha bertambah Rp3.000.000.

Transaksi 09
Diketahui :

19 Jan. UMKM GIATKERJA menyerahkan uang tunai


Rp500.000 ke Ibu AMANAH sebagai pemilik untuk digunakan
kepentingan pribadi.

Ditanya :

a. Entitas apa saja yang terlibat?


b. Akun-akun (elemen) apa yang berubah?
c. Bagaimana sifat perubahan masing-masing akun tersebut?

Jawaban :

a. Entitas yang terlibat: UMKM dan pemilik modal


b. Akun Pribadi (Pengembalian ekuitas) dan akun Kas (Aset)
c. Akun Pribadi bertambah Rp500.000, Kas berkurang
Rp500.000.

26

Transaksi 10
Diketahui :

20 Jan. UMKM GIATKERJA memperoleh uang tunai dari


pelunasan atas transaksi pendapatan kredit Rp3.000.000
tertanggal 18 Januari.

Ditanya :

a. Entitas apa saja yang terlibat?


b. Akun-akun (elemen) apa yang berubah?
c. Bagaimana sifat perubahan masing-masing akun tersebut?

Jawaban :

a. Entitas yang terlibat: UMKM dan debitor (peminjam)


b. Akun Kas (Aset) dan akun Piutang usaha (Aset)
c. Akun Kas bertambah Rp3.000.000, dan akun Piutang usaha
berkurang Rp3.000.000.

27

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Analisis transaksi sepenuhnya berdasarkan pada persamaan akuntansi yang
berupa persamaan aljabar. Oleh karena berlandas pada persamaan akuntansi yang
merupakan persamaan matematika maka perubahan yang disebabkan oleh suatu
transaksi harus selalu tetap menjaga keseimbangan persamaan akuntansi sebagai
cermin dari keseimbangan antara penggunaan dan pemerolehan dana.
Masih banyak jenis transaksi yang dapat terjadi di UMKM tetapi semua
transaksi dapat dianalisis berdasar persamaan akuntansi di atas. Tapi yang menjadi
kesulitan bagi kita, yaitu mungkin diantara Kita masih kurang mengenal namanama akun yang disebutkan di atas. Namun, semua akun cenderung memiliki
nama yang sesuai dengan substansi yang ingin digambarkan. Dan ingat, karena
penamaan akun sebenarnya berpegang pada pilar Rancang-bangun dan
kadangkala pada pilar Prinsip dasar maka sebenarnya masing-masing kita dapat
memberi nama yang sesuai dengan keinginan kita sepanjang nama tersebut,
sehingga memudahkan pemahaman bagi yang memanfaatkan informasi akuntansi
tersebut.

28