Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIK KI3141

PERCOBAAN M-2
PENENTUAN ORDE REAKSI DAN TETAPAN LAJU REAKSI

Nama

: Ricky Iqbal Syahrudin

Nim

: 10513013

Kelompok

:2

Hari/tanggal Praktikum

: Kamis, 05 Oktober 2015

Hari/tanggal Pengumpulan

: Kamis, 12 Oktober 2015

Assisten

: Wiji /

LABORATORIUM KIMIA FISIK


PROGRAM STUDI KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
BANDUNG
2015

PENENTUAN ORDE REAKSI DAN TETAPAN LAJU REAKSI


I.

TUJUAN
1. Menentukan orde reaksi dan tetapan laju reaksi penyabunan etil asetat oleh NaOH
dengan metode titrasi dan konduktometri

II.

TEORI DASAR
Saponifikasi adalah suatu reaksi yang menghasilkan sabun dan gliserol melalui
penghidrolisaan dengan basa, lemak atau minyak (Keenan,dkk,1990). Reaksi
penyabunan (saponifikasi) antara etil asetat dengan NaOH berdasarkan reaksi berikut:
CH3COOC2H5 (aq) + 2NaOH (aq) CH3COONa (aq) + C2H5OH (aq) + NaOH sisa
atau
CH3COOC2H5 (aq) + OH- (aq) CH3COO- (aq) + C2H5OH (aq)
Dalam titrasi NaOH sisa (kelebihan NaOH) akan bereaksi dengan HCl dengan
reaksi sebagai berikut:
NaOH (aq) + HCl (aq)
NaCl (aq) + H2O (l)
Kinetika kimia menunjukkan kecepatan dan mekanisme perubahan kimia suatu
atribut mutu terhadap waktu pada suhu tertentu. Kecepatan reaksi kimiawi ditentukan
oleh massa produk yang dihasilkan atau reaktan yang digunakan setiap unit waktu (Man
2000).
Laju reaksi merupakan penambahan konsentrasi produk atau pengurangan
konsentrasi reaktan per satuan waktu. Laju reaksi hampir selalu sebanding dengan
konsentrasi pereaksi. Mengubah konsentrasi suatu zat dalam suatu reaksi dapat
mengubah laju reaksinya juga. Laju reaksi dapat ditentukan dari konsentrasi reaktan
maupun konsentrasi produk suatu reaksi. Secara matematis laju reaksi dinyatakan
sebagai (Labuza ,1982):
- dA/dt= k[A]n
dimana:
dA/dt
= laju perubahan konsentrasi A pada waktu tertentu
k
= konstanta laju reaksi
[A]
= konsentrasi pereaksi
n
= ordo reaksi
Laju reaksi dapat dipergunakan untuk memprediksi kebutuhan bahan
pereaksi dan produk reaksi tiap satuan waktu, dan dapat juga dipergunakan untuk
menghitung kebutuhan energi untuk produksi hidrogen (Agus,2010).
Konstanta laju reaksi bersifat konstan terhadap konsentrasi pereaksi namun akan
berubah jika terjadi perubahan kondisi lingkungan seperti suhu (Labuza ,1982).
Ordo reaksi merupakan bagian dari persamaan laju reaksi. Penentuan ordo reaksi
tidak dapat diturunkan dari persamaan reaksi tetapi hanya dapat ditentukan berdasarkan
eksperimen dengan menggunakan sederet konsentrasi pereaksi. Pada reaksi ordo nol
dimana n = 0, laju reaksi tidak tergantung pada konsentrasi pereaksi dan bersifat konstan
pada suhu tetap. Jadi laju reaksi ordo nol hanya tergantung pada konstanta laju reaksi
yang dinyatakan sebagai k. Laju reaksi menurut ordo satu dimana n = 1, dipengaruhi oleh
konsentrasi pereaksi dimana laju reaksi berbanding lurus dengan konsentrasi pereaksi.

III.

Hal ini berarti peningkatan konsentrasi akan meningkatkan pula laju reaksi (Labuza ,
1982).
Pengaruh suhu terhadap kecepatan rekasi kimia pertama kali diungkapkan oleh
Vant Hoff pada 1884, dan diperluas oleh Hood dan Arrhenius 1885 dan 1889,
selanjutnya pengaplikasian terhadap kemunduran bahan makanan oleh Labuza pada 1980
(Suyitno,1997; Wisnu,2006).
.
DATA PENGAMATAN
[Etil Asetat]
[HCl]
[NaOH]
[KCl]

= 0.02 M
= 0.0208 M
= 0.0216 M
= 0.1 M

VNaOH awal
Vetil asetat awal
VHCl

= 50 mL
= 100 mL
= 10 mL

Menit keVtitran 1 (mL) Vtitran 2 (mL)


Vrata-rata (mL)
15
8.30
8.25
8.275
25
8.50
8.50
8.50
35
8.60
8.76
8.68
45
8.75
8.90
8.825
55
8.95
9.00
8.975
65
9.00
9.05
9.025
Tabel 1. Pengukuran Volume Titrasi Pada Tiap Waktu
L0
(S/cm)

Menit ke-

Lt (S/cm)

Lc (S/cm)

15
6.09
25
5.34
35
4.99
9.24
4.23
45
4.77
55
4.64
65
4.56
Tabel 2. Pengukuran Hantaran Pada Tiap Waktu
IV.

PENGOLAHAN DATA
A. Metode Titrasi
1. Menghitung Vx (VNaOH yang bereaksi)
V HCl . [ HCl ]
V
V x =V NaOH
V titrasi . campuran
V diambil
[ NaOH ]

[(

untuk t=15 menit =900 detik :

V x =50mL

[(

10 mL 0.0208 M
150 mL
8.275 mL .
=29.6806 mL
0.0216
10 mL

Dengan cara yang sama, untuk tiap waktu reaksi didapatkan nilai Vx sebagai
berikut :
Vx (mL)
Menit keVrata-rata (mL)
15
8.275
29.6806
25
8.50
33.0556
35
8.68
35.7556
45
8.825
37.9306
55
8.975
40.1806
65
9.025
40.9306
Tabel 3. Pengukuran Vx untuk tiap waktu reaksi
2. Menghitung nilai x ([NaOH] yang bereaksi)
[ NaOH ] V x
x=
V campuran

untuk t=15 menit=900 detik :


0.0216 M 29.6806 mL
=0.0043 M
150 mL

x=

Dengan cara yang sama maka didapatkan nilai x untuk tiap waktu reaksi
sebagai berikut :
Vx (mL)
x (M)
Menit keVrata-rata (mL)
15
8.275
29.6806
0.0043
25
8.50
33.0556
0.0048
35
8.68
35.7556
0.0051
45
8.825
37.9306
0.0055
55
8.975
40.1806
0.0058
65
9.025
40.9306
0.0059
Tabel 4. Penentuan Konsentrasi NaOH yang bereaksi
3. Menghitung nilai a dan b
a=konsentrasi awal CH 3 COO CH 2 CH 5
a=

[ CH 3 COO CH 2 CH 5 ] V CH COOCH CH
3

V Campuran

0.02 M 100 mL
=0.0133 M
150 mL

b=konsentrasi awal NaOH

b=

[ NaOH ] V NaOH

Meni
t ke-

V Campuran
Vrata-rata
(mL)

0.0216 M 50 mL
=0.0072 M
150 mL

a (M)

b (M)

Vx (mL)

x (M)

0.013 0.007
29.6806
0.0043
3
2
0.013 0.007
25
8.50
33.0556
0.0048
3
2
0.013 0.007
35
8.68
35.7556
0.0051
3
2
0.013 0.007
45
8.825
37.9306
0.0055
3
2
0.013 0.007
55
8.975
40.1806
0.0058
3
2
0.013 0.007
65
9.025
40.9306
0.0059
3
2
Tabel 5. Penentuan a dan b serta ln (a-x)/(b-x)
4. Menentukan nilai k
15

8.275

ln

(ax)
(bx)

1.1265
1.2528
1.3797
1.5062
1.6703
1.7353

2.0000
1.5000

f(x) = 0.01x + 0.94


R = 0.99

ln (a-x)/(b-x) 1.0000
0.5000
0.0000
10

20

30

40

50

60

70

t (menit)

y=mx +c
ln

Gambar 1. Penentuan Nilai k dengan Metode Titrasi

(ax)
a
=k ( ab ) t +ln
(bx)
b

k=

m
0.0126
1
1
=
=2.0656 M . menit
ab 0.01330.0072

atau ,

k=

2.0656 1 1
M . s =0.0344 M 1 . s1
60

B. Metode Konduktometri
1. Kalibrasi Konduktometer
1.1000 Cl = 84 S.cm-1, T = 250C
2. Menghitung nilai a dan b
a=konsentrasi awal CH 3 COO CH 2 CH 5
a=

[ CH 3 COO CH 2 CH 5 ] V CH COOCH CH
3

V Campuran

0.02 M 100 mL
=0.0133 M
150 mL

b=konsentrasi awal NaOH


b=

[ NaOH ] V NaOH
V Campuran

0.0216 M 50 mL
=0.0072 M
150 mL

3. Menghitung nilai x ([NaOH] yang bereaksi)


( L0 Lt )
x=
b
( L0Lc )
untuk t=15 menit =900 detik :

x=

9.24 S . cm16.09 S . cm1


(0.0072)=0.0045 M
9.24 S . cm14.23 S . cm1

Dengan cara yang sama, maka didapatkan nilai x untuk tiap waktu adalah
sebagai berikut :
Meni
t ke-

-1

L0 (S.cm )

Lt (S.cm1
)

-1

Lc (S.cm )

x (M)

ln

(ax)
(bx)

0.00452
7
1.1885
0.00560
25
9.24
5.34
4.23
4
1.5736
0.00610
35
9.24
4.99
4.23
8
1.8848
0.00642
45
9.24
4.77
4.23
4
2.1816
55
9.24
4.64
4.23
0.006611
2.4295
0.00672
65
9.24
4.56
4.23
6
2.6292
Tabel 6. Penentuan Konsentrasi NaOH yang Bereaksi
4. Menentukan nilai k
15

9.24

6.09

4.23

3
2.5

f(x) = 0.03x + 0.83


R = 0.99

2
ln (a-x)/(b-x) 1.5
1
0.5
0
10

20

30

40

50

60

70

t (menit)

Gambar 2. Penentuan nilai k dengan Metode Konduktometri

y=mx +c
ln

(ax)
a
=k ( ab ) t +ln
(bx)
b

k=

m
0 .0288
=
=4.7213 M 1 . menit 1
ab 0.01330.0072

atau ,

k=

V.

4.7213 1 1
1 1
M . s =0.07869 M . s
60

PEMBAHASAN

VI.

VII.

KESIMPULAN
Nilai tetapan laju reaksi penyabunan etil asetat dengan NaOH melalui metode titrasi
adalah 0.0344 M-1.s-1 dan dengan metode konduktometri adalah 0.07869 M-1.s-1
DAFTAR PUSTAKA
Atkins, P.W.1994. Kimia Fisika Jilid 1 edisi kelima. Erlangga. Jakarta.
Bird, T. 1993. Kimia Fisika untuk Universitas. Cetakan ke-2. Jakarta : Penerbit PT.
Gramedia Pustaka Utama.
S.Glasstone,Textbook of Chemistry, 2nd ed, 1946, hal.1243-1245
Sukardjo. 1997. Kimia Fisika. Rineka Cipta. Yogyakarta.