Anda di halaman 1dari 10

ASUHAN KEPERAWATAN HOMECARE

PADA PASIEN DENGAN MASALAH STROKE


Untuk memenuhi tugas matakuliah
Keperawatan Home Care
yang dibimbing oleh Bapak Imam Subekti, M.Kep, Sp.Kom.

DISUSUN OLEH:
KELOMPOK 3A
Shinta Yasnuar K.
Lavinia
Rafi Farhany
Dhora Putri M.
Astri Novitasari
Dhiki Rahmawan
Kasianah
M Amin Fajar
Wuri Kurnia Sari

NIM 1201100007
NIM 1201100010
NIM 1201100011
NIM 1201100020
NIM 1201100033
NIM 1201100046
NIM 1201100049
NIM 1201100052
NIM 1201100059

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG
JURUSAN KEPERAWATAN
PROGRAM STUDI D III KEPERAWATAN MALANG
Januari 2015

KONSEP DASAR HOME CARE


A. Pengertian
Menurut Departemen Kesehatan (2002) home care adalah pelayanan kesehatan
yang berkesinambungan dan komprehensif yang diberikan kepada individu dan
keluarga di tempat tinggal mereka yang
mempertahankan

atau memulihkan

bertujuan untuk meningkatkan,

kesehatan atau

memaksimalkan

tingkat

kemandirian dan meminimalkan akibat dari penyakit.


Di beberapa negara maju, home care (perawatan di rumah ), bukan
merupakan konsep yang baru, tapi telah dikembangkan oleh William Rathbon sejak
tahun 1859 yang dia namakan perawatan di rumah dalam bentuk kunjungan tenaga

keperawatan ke rumah untuk mengobati klien yang sakit dan tidak bersedia dirawat di
rumah sakit.
B. Konsep Model / Teori Keperawatan yang Mendukung Home Care
Menurut Hidayat (2004), Model / teori keperawatan yang mendukung home care
antara lain :
1. Teori Lingkungan (Florence Nightingale)
Lingkungan menurut Nightingale merujuk pada lingkungan fisik eksternal
yang mempengaruhi proses penyembuhan dan kesehatan yang meliputi lima
komponen lingkungan terpenting dalam mempertahankan kesehatan individu
yang meliputi:
a. Udara bersih
b. Air yang bersih
c. Pemeliharaan yang efisien
d. Kebersihan
e. Penerangan/pencahayaan
2. Teori konsep manusia sebagai unit (Martha E. Rogers)
Dalam memahami konsep model dan teori ini, Rogers berasumsi bahwa
manusia merupakan satu kesatuan yang utuh,yang memiliki sifat dan karakter
yang berbeda beda. Menurut Rogers (1970), tujuan keperawatan adalah
untuk mempertahankan dan meningkatkan kesehatan, mencegah kesakitan,
dan merawat serta merehabilitasi klien yang sakit dan tidak mampu dengan
pendekatan humanistik keperawatan
3. Teori Transkultural nursing (Leininger)
Leininger percaya bahwa tujuan teori ini adalah untuk memberikan pelayanan
yang berbasis pada kultur. Dia percaya bahwa perawat harus bekerja dengan
prinsip care dan pemahaman yang dalam mengenai care sehingga
cultures care, nilai-nilai, keyakinan, dan pola hidup memberikan landasan
yang realiabel dan akurat untuk perencanaan dan implementasi yang efektif
terhadap pelayanan pada kultur tertentu.
4. Theory of Human Caring (Watson, 1979)
Teori ini mempertegas bahwa caring sebagai jenis hubungan dan transaksi
yang diperlukan antara pemberi dan penerima asuhan untuk meningkatkan
dan melindungi pasien sebagai manusia, dengan demikian mempengaruhi
kesanggupan pasien untuk sembuh.
5. Teori Self Care (Dorothea Orem)
Pandangan teori Orem dalam tatanan pelayanan keperawatan ditujukan
kepada kebutuhan individu dalam melakukan tindakan keperawatan mandiri
serta mengatur dalam kebutuhannya. Dalam konsep praktik keperawatan
Orem mengembangkan dua bentuk teori Self Care, di antaranya :
a. Perawatan diri sendiri (Self Care)
1) Self Care: merupakan aktivitas dan inisiatif dari individu serta
dilaksananakan oleh individu itu sendiri dalam memenuhi serta
mempertahankan kehidupan, kesehatan serta kesejahteraan.

2) Self Care Agency: merupakan suatu kemampuan individu dalam


melakukan perawatan diri sendiri, yang dapat dipengaruhi oeh usia,
perkembangan, sosiokultural, kesehatan dan lain-lain.
3) Theurapetic Self Care Demand: tuntutan atau permintaan dalam
perawatan diri sendiri yang merupakan tindakan mandiri yang
dilakukan dalam waktu tertentu untuk perawatan diri sendiri dengan
menggunakan metode dan alat dalam tindakan yang tepat.
4) Self Care Requisites: kebutuhan self care merupakan suatu tindakan
yang ditujukan pada penyediaan dan perawatan diri sendiri yang
bersifat universal dan berhubungan dengan proses kehidupan manusia
serta dalam upaya mepertahankan fungsi tubuh. Self Care Requisites
terdiri dari beberapa jenis, yaitu :Universal Self Care Requisites
(kebutuhan universal manusia yang merupakan kebutuhan dasar),
Developmental Self Care Requisites (kebutuhan yang berhubungan
perkembangan indvidu) dan Health Deviation Requisites (kebutuhan
yang timbul sebagai hasil dari kondisi pasien).
b. Self Care Defisit
Self Care Defisit merupakan bagian penting dalam perawatan secara
umum di mana segala perencanaan keperawatan diberikan pada saat
perawatan dibutuhkan.Keperawatan dibutuhkan seseorang pada saat tidak
mampu atau terbatas untuk melakukan self carenya secara terus
menerus.Self care defisit dapat diterapkan pada anak yang belum dewasa,
atau kebutuhan yang melebihi kemampuan serta adanya perkiraan
penurunan kemampuan dalam perawatan dan tuntutan dalam peningkatan
self care, baik secara kualitas maupun kuantitas.
6. Teori Dinamic dan Self Determination for Self Care (Rice)
Perawat sebagai fasilitator dan koordinator dari pilihan keseimbangan sehat
sakit yang ditetapkan oleh pasien.
C. Lingkup Pelayanan Home care
Menurut Nuryandari (2004) menyebutkan ruang lingkup pelayanan home care
adalah:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Pelayanan medik dan asuhan keperawatan


Pelayanan sosial dan upaya menciptakan lingkungan yang terapeutik
Pelayanan rehabilitasi dan terapi fisik
Pelayanan informasi dan rujukan
Pendidikan, pelatihan dan penyuluhan kesehatan
Higiene dan sanitasi perorangan serta lingkungan
Pelayanan perbaikan untuk kegiatan social
Menurut Rice (2001) jenis kasus yang dapat dilayani pada perawatan kesehatan di

rumah meliputi kasus-kasus yang umum pasca perawatan di rumah sakit dan kasuskasus khusus yang di jumpai di komunitas.
a. Kasus umum yang merupakan pasca perawatan di rumah sakit adalah :
1) Klien dengan penyakit obstruktif paru kronis
2) Klien dengan penyakit gagal jantung

3) Klien dengan gangguan oksigenasi


4) Klien dengan perlukaan kronis
5) Klien dengan diabetes
6) Klien dengan gangguan fungsi perkemihan
7) Klien dengan kondisi pemulihan kesehatan atau rehabilitasi
8) Klien dengan terapi cairan infus di rumah
9) Klien dengan gangguan fungsi persyarafan
10) Klien dengan HIV/AIDS
b. Sedangkan kasus dengan kondisi khusus, meliputi :
1) Klien dengan post partum
2) Klien dengan gangguan kesehatan mental
3) Klien dengan kondisi usia lanjut
4) Klien dengan kondisi terminal

D. Skill Dasar yang Harus Dikuasai Perawat


Berdasarkan SK Dirjen YAN MED Nomor : HK. 00.06.5.1.311 menyebutkan ada
23 tindakan keperawatan mandiri yang bisa dilakukan oleh perawat home care antara
lain :
1. Vital sign
2. Memasang nasogastric tube
3. Memasang selang susu besar
4. Memasang cateter
5. Penggantian tube pernafasan
6. Merawat luka decubitus
7. Suction
8. Memasang peralatan O2
9. Penyuntikan (IV,IM, IC,SC)
10. Pemasangan infus maupun obat
11. Pengambilan preparat
12. Pemberian huknah/laksatif
13. Kebersihan diri
14. Latihan dalam rangka rehabilitasi medis
15. Tranpostasi klien untuk pelaksanaan pemeriksaan diagnostic
16. Pendidikan kesehatan
17. Konseling kasus terminal
18. Konsultasi/telepon
19. Fasilitasi ke dokter rujukan
20. Menyiapkan menu makanan
21. Membersihkan Tempat tidur pasien
22. Fasilitasi kegiatan sosial pasien
23. Fasilitasi perbaikan sarana klien.
E. Lingkup Praktik Keperawatan di Rumah
Lingkup praktik keperawatan mandiri meliputi asuhan keperawatan perinatal,
asuhan keperawatan neonantal, asuhan keperawatan anak, asuhan keperawatan
dewasa, dan asuhan keperawatan maternitas, asuhan keperawatan jiwa dilaksanakan
sesuai dengan lingkup wewenang dan tanggung jawabnya.Keperawatan yang dapat
dilakukan dengan :

a. Melakukan keperawatan langsung (direct care) yang meliputi pengkajian biopsikososio- spiritual dengan pemeriksaan fisik secara langsung, melakukan
observasi, dan wawancara langsung, menentukan masalah keperawatan, membuat
perencanaan, dan melaksanakan tindakan keperawatan yang memerlukan
ketrampilan

tertentu

untuk

memenuhi

kebutuhan

dasar

manusia

yang

menyimpang, baik tindakan-tindakan keperawatan atau tindakan-tindakan


pelimpahan wewenang (terapi medis), memberikan penyuluhan dan konseling
kesehatan dan melakukan evaluasi.
b. Mendokumentasikan setiap tindakan pelayanan yang di berikan kepada klien,
dokumentasi ini diperlukan sebagai pertanggung jawaban dan tanggung gugat
untuk perkara hukum dan sebagai bukti untuk jasa pelayanan kepertawatan yang
diberikan.
c. Melakukan koordinasi dengan tim yang lain kalau praktik dilakukan secara
berkelompok.
d. Sebagai pembela/pendukung (advokat) klien dalam memenuhi kebutuhan asuhan
keperawatan klien dirumah dan bila diperlukan untuk tindak lanjut kerumah sakit
dan memastikan terapi yang klien dapatkan sesuai dengan standart dan
pembiayaan terhadap klien sesuai dengan pelayanan /asuhan yang diterima oleh
klien.
e. Menentukan frekwensi dan lamanya keperawatan kesehatan di rumah dilakukan,
mencakup berapa sering dan berapa lama kunjungan harus di lakukan.

KONSEP DASAR HIPERTENSI


Pengertian
Hipertensi (tekanan darah tinggi ) adalah tekanan darah sistolik 140 mmHg dan
atau tekanan darah diastolik 90 mmHg yang terjadi pada seorang klien pada tiga
kejadian terpisah (Ignatavicius, 1994).
Etiologi
Semua orang beresiko untuk terkena hipertensi, tetapi faktor pencentusnya
adalah:
1. Keturunan
2. Makanan
3. Usia stress
4. Kegemukan
5. Merokok
6. Alkohol
7. Pengaruh pil anti hamil

Tanda dan gejala


1. Sakit kepala ( ada bunyi-bunyi dikepala)
2. Telinga berdenging
3. Mimisan
4. Mudah lelah, berkunang-kunang
5. Mudah marah,sulit tidur
6. Tengkuk terasa berat
7. Ingatan yang melemah
8. Pembengakan di pergelangan kaki
Klasifikasi hipertensi
KLASIFIKASI
Normo tension
Mild Hipertension
Sub group Border line
Sub group Border line
Moderate dan severe hipertension
Isolate Systolic Hipertension

SISTOLE
< 140 mmHg
140-180 mmHg
140-160 mmHg
140-160 mmHg
>180 mmHg
>140 mmHg

DIASTOLE
< 90 mmHg
90-105 mmHg
90-105 mmHg
<90 mmHg
105 mmHg
<90 mmHg

Pengkajian Keperawatan
RIWAYAT KEPERAWATAN
1. Aktivitas/ Istirahat : Kelemahan, sulit bernafas
2. Sirkulasi : melaporkan riwayat hipertensi, atherosklerosis, penyakit katup jantung.
Temuan Fisik :
-

TD tinggi
Hipotensi postural
Nadi meningkat
Denyut apilkal : PMI bergeser dan atau kuat angkat
Takikardi, disritmia
Murmur
JVP meningkat
Suhu kulit dingin dll.

3. Integritas ego : ansietas, Depresi,marah gelisah,menangis,otot wajah tegang


4. Eliminasi urine : melaporkan penyakit ginjal (obstruksi / infeksi )
Temuan Fisik : Produksi urine < 50 ml / jam atau oliguria
5. Diit dan cairan : melaporkan mengkonsumsi makanan tinggi lemak,tinggi garam,
tinggi kalori
6. Neuro sensori : Pusing, Episode matirasa, gangguan visual,kelumpuhan salah satu
badan
7. Nyeri : angina, Sakit kepala hebat di occipital
8. Respirasi : Sesak nafas saat aktivitas,takipnea,ortopnea,batuk dengan atau tanpa
sputum.Riwayat merokok
9. Keamanan : Gangguan koordinasi, penggunaan kontrasepsi oral

Pemeriksaan Diagnostik
1. CBC Pemeriksaa Hb Untuk menilai fiskositas
2. Kimia Darah : BUN/Kreatinin, Glukosa serum, Kolesterol,Uric Acid dll.
3. Elektrolit
4. Urine
5. Radiologi
6. ECG
Pengkajian Keluarga
I.

Data Umum
1. Nama Kepala Keluarga
2. Umur
3. Alamat dan telepon
4. Pekerjaan kepela rumah keluarga
5. Pendidikan kepala keluarga
6. Komposisi keluarga
7. Genogram
8. Tipe keluarga
9. Suku bangsa
10. Agama
11. Status ekonomi sosial keluarga
12. Aktivitas rekreasi keluarga

II. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga


1. Tahap perkembangan keluarga saat ini
2. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi
3. Riwayat keluarga inti
4. Riwayat keluarga sebelumnya
III. Pengkajian lingkungan
1. Karakteristik rumah
2. Karakteristik tetangga dan komunitas RW
3. Mobilitas geografi keluarga
4. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
5. Sistem pendukung keluarga
IV. Struktur keluarga
1. Pola komunikasi keluarga
2. Struktur kekuatan keluarga
3. Struktur peran

4. Nialai atau norma keluarga


V. Fungsi Keluarga
1. Fungsi Afektif
2. Fungsi sosialisasi
3. Fungsi perawatan kesehatan
Dikaji tentang :
a. Konsep keluarga tentang sehat sakit dan persepsi keluarga tentang
masalah kesehatan yang dihadapi
b. Nilai/keyakinan keluarga yang mempengaruhi keluarga menangani
masalah kesehatan
c. Sikap keluarga terhadap masalah keluarga yang dihadapi
d. Kemampuan keluarga dalam perawatan masalah kesehatan
e. Kemampuan keluarga dalam memanfaatkan sumber-sumber di keluarga
f. Kemampuan keluarga dalam mencari pertolongan kesehatan
g. Pola kebutuhan sehari-hari
i.

Pola nutrisi

ii. Pola Cairan


iii. Pola kebersihan diri
iv. Pola aktivitas dan latihan
v.

Pola istirahat dan tidur

vi. Pola rekreasi


vii. Pola kebiasaan yang tidak sehat
h. Kemampuan keluarga dalam bekerjasama dengan pelayanan kesehatan
i. Pengkajian status kesehatan anggota keluarga
i.

Biodata

ii. Keluhan utama


iii. Riwayat penyakit saat ini
iv. Pemeriksaan fisik
v.

Pemeriksaan diagnostik

4. Fungsi Reproduksi
a. Jumlah anak
b. Bagaimana cra keluarga merencanakan jumlah anggota keluarga
c. Metode KB
5. Fungsi ekonomi
a. Pemenuhan kebutuhan sandag,pangan,papan
b. Sejauh mana keluarga memanfaatkan sumber yang ada di masyarakat.
VI. Stress dan kopping keluarga
1. Stressor jangka panjang dan jangka pendek
2. Kemampuan keluarga berespon terhadap situasi / stressor
3. Strategi disfungsional

4. Harapan keluarga
Diagnosa Keperawatan Keluarga
a. Lingkungan
1. Kerusakan penatalaksanaan lingkungan
2. Resiko terhadap cedera
b. Fungsi kesehatan
- Perubahan pemeliharaan kesehatan
Definisi Diagnosis Keperawatan Keluarga
1. Kerusakan penatalaksanaan lingkungan
Suatu kondisi dimana

keluarga menjalani/beresiko mengalami kesulitan

mempertahankan kebersihan dan menjaga lingkungan rumah


2. Resiko terhadap cedera
Suatu kondisi dimana keluarga mempunyai resiko yang merugikan yang
disebabkan kurangnya kesadaran terhadap bahaya lingkungan atau usia maturasi.
3. Perubahan pemeliharaan kesehatan
Suatu kondisi dimana keluarga mengalami/beresiko untuk mengalami gangguan
dalamm kesehatan yang disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat atau
kurangnya pengetahuan dan ketrampilan dalam mengatasi suatu kondisi.
Perencanaan
1. Penyusunan tujuan
2. Merencanakan tindakan keperawatan
Intervensi Keperawatan Keluarga
1. Tipologi intervensi berdasarkan klasifikasi Freeman
a. Suplemental
b. Fasilitatif
c. perkembangan
2. Klasifikasi menurut Wright dan Leahly
a. Kognitif
b. Afektif
c. Perilaku
Masalah kesehatan Lingkungan
a. Pencegahan primer ; peningkatan kesehatan lingkungan
1.

bantu keluarga untuk mampu merasakan kerentanan terhadap bahaya


kecelakaan,luka/sakit

2.

anjurkan keluarga untuk menigkatkan tanggung jawab dari keluarga

3.

beri penyuluhan tentang cara mencegah resiko

b. Pencegahan sekunder
1. Ajarkan keluarga dalam mendeteksi dini masalah keluarga
2. Jelaskan prosedur pemanfaata fasikitas kesehatan
3. Ajarka cara pengamanan pertolongan pertama jika timbul masalah.