Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah
Mesir Kuno adalah suatu peradaban Kuno di bagian timur laut Afrika.
Peradaban ini terpusat di sepanjang Mesir Hilir Sungai Nil. Peradaban ini
dimulai dengan unifikasi Mesir Hulu dan Hilir sekitar 3150 S.M.
Pada pembahasan makalah ini saya akan membahas maju dan
berkembangnya Mesir hingga menjadi peradaban terbasar pada masanya
hingga mundurnya Mesir, dimana pada peradaban Mesir terbagi menjadi
beberapa periode, diantaranya kerajaan Mesir tua, kerajaan Mesir pertenghan,
dan kerajaan Mesir baru. Hal yang pertama tidak bisa dilepaskan dari majunya
Mesir adalah peranan Sungai Nil, Sungai ini adalah Sungai terpanjang di dunia
dan melewati empat negara yaitu Uganda, Sudan, Ethopia, dan Mesir, lembah
Sungai Nil yang subur dimanfaatkan oleh masyarakat untuk bertani dan
membut irigasi dengan membangun saluran air dan waduk.
Andaikata negeri Mesir itu tidak mempunyai Sungai Nil,yang dapat
mengairi tanah-tanah di sekitarnya, negeri Mesir akan merupakan gurun
seperti tanah-tanah di sekitar Mesir. Keadaan alam yang memungkinkan
kehidupan dan memberi kebahagiaan kepada orang orang Mesir dan sangat
mempengaruhi pikiran dan kebudayaan Mesir.
Karena ditopang dengan kehidupan ekonomi yang stabil maka di Mesir ini
mulailah berkembang sebuah peradaban Mesir, disini banyak berkembang hal
yang baru salasatunya berkembang huruf hieroglyph sebagai hurup yang
mempunyai suara dan terdiri atas gambar dan lambang berbentuk manusia,
hewan, dan benda-benda. Setiap lambang memiliki makna. Di Mesir juga
mulai berkembangnya ilmu pengetahuan, teknologi, seni bangunan dan Sastra.
2. Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah tersebut diatas dapat kiranya dirumuskan
masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana terbentuknya Peradaban Mesir Kuno?
2. Bagaimana peranan Sungai Nil terhadap Mesir ?
3. Bagaimana awal perkembangan huruf Hieroglyph ?
4. Bagaimana proses terjadi kemunduran Mesir ?
5. Apa saja peninggalan-peninggalan Mesir ?
3. Tujuan Penulisan
Tujuan dan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :

1.
2.
3.
4.
5.

Mengetahui Awal peradaban Mesir


Menjelaskan arti dari Sungai Nil dan peranannya.
Menjelaskan bahasa dan perkembangan huruf Hieroglyph
Menjelaskan tentang kemunduran Mesir
Menjelaskan peninggalan Mesir Kuno

BAB II
PEMBAHASAN
1. Peradaban Mesir Kuno
1.1 Awal Mula Peradaban Mesir Kuno
Mesir kuno adalah peradaban yang tumbuh subur dari Hulu Sungai Nil sampai
diwilayah deltanya laut tengah , peradaban Mesir kuno bertahan lebih dari 3000 tahun
sehingga peradaban Mesir kuno disebut sebagai peradaban terlama di duna, dari
sekitar 3300 S.M sampai 30M.1
Aliran Sungai Nil yang membentuk pusat peradaban Mesir kuno dimulai dari
tanah tinggi Afrika Timur melewati sepanjang apa yang kita sebut Sudan dan Mesir
yang panjangnya lebih dari 5000 km.2
Mesir dapat maju karena keadaan alam di negeri itu memungkinkan untuk di
huni, andaikata negeri Mesir itu tidak mempunyai Sungai Nil, yang dapat mengairi
tanah-tanah di sekitarnya, negeri Mesir akan merupakan gurun seperti tanah-tanah di
sekitar Mesir. Keadaan alam yang memungkinkan kehidupan dan memberi bahagia
kepada orang orang Mesir sangat mempengaruhi pikiran dan kebudayaan Mesir.3
1.2 Pembagian Sejarah Mesir
Kekuasaan dibagi menjadi 3 bagian, pertama jaman kerajaan Mesir tertua 3400
S.M. sampai 2160 S.M. Kedua jaman kerajaan Mesir pertengahan 2160 S.M. sampai
1788 S.M. Ketiga jaman kerajaan Mesir baru 1500 -1100 S.M.4
\
1.3 Jaman Kerajaan Mesir Tertua (3400-2160 S.M)
Raja raja dari jaman kerajaan Mesir tertua bertahta ada di Thinis. Makam raja raja
itu diketemukan di kota Abidos, tidak jauh dari Thinis. Raja yang pertam negeri Mesir
ialah Menes. Negeri Mesir yang mula mula terdiri dari dua kerajaan yaitu negeri
Mesir Hulu dan Hilir dapat dipersatukan menjadi satu kerjaan, sehingga raja Mesir
disebut Nesut-biti. artinya raja Mesir Hulu dan Mesir Hilir. Jika digambarkan raja
Mesir memakai mahkota kembar.5
Menes dianggap sebagai raja yang pertama kali berhasil mempersatukan
1

Tim Program BSB(Belajar Sambil Bermain),Sekilas Sejarah Dunia,(Bali:Yayasan Gemah


Ripah,2011), hlm. 20.
2
Ibid.,
3
Zauhairi Misrawi, Al-Azhar Menara Ilmu, Reformasi dan Kiblat Keulamaan. (Jakarta:Buku
Kompas,2010) , hlm 48.
4
Sujipto Wirjosuparto, Sejarah Dunia1,(Jogjakarta:12 Desember 1949.),hlm 23.
5
Ibid.

penduduk yang berada di dataran rendah dan dataran tinggi di Mesir, salah satu
peninggalan tentang gambaran kesatuan itu adalah pahatan Narmer yang tersedia di
Mesir Kairo, Narmer dianggap sebagai raja yang bernama Menes yang telah
mempersatukan penduduk Mesir.6
Raja raja kerajaan yang tertua yang terkenl ialah raja Chufu, Chefren dan
Menkaure walaupun tidak ada berita berita yang tepat dapat ditentukan bahwa Mesir
di bawah kekuasaan 3 raja tersebut sangat tinggi kebudayaannya, ini dibuktikan
dengan makam makam piramid yang ditinggalkan oleh mereka.7
1.4 Keruntuhan Kerajaan Mesir Kuno
Sesudah raja Pepi II meninggal, kerajaan Mesir yang berpusat di Memphis, makin
lama makin lemah, karena orang orang bangsawan yang menjadi kepala daerah feodal
makin lama makin kuat dan raja Mesir di Memphis selatan diserang oleh musuh dari
luar, akhirnya negeri Mesir terpecah pecah menjadi negeri negeri kecil.8

1.5 Kerajaan Mesir Pertengahan (2160-1788 S.M)


Masa kerajaan Mesir pertengahan diawali oleh keberhasilan Firaun Mentuhotep II
dari Thebe menaklukan raja Herakleopolis. Mesir dipersatukan kembali dengan
ibukotanya Thebe. Untuk dapat menguasai negeri Mesir dibutuhkan seorang yang
kuat yang dapat mematahkan kekuasaan bangsawan bangsawan feodal. Raja raja
negeri Thebes seperti Sesostris III (1880 S.M.) dapat mempersatukan negeri Mesir,
bahkan ia dapat meluaskan daerahnya sampai Nubia. Untuk memperkuat kedudukan
di Nubia ,di negeri tersebut didirikan 12 buah benteng kuat. Raja Sesostris III juga
menyerbu ke Palestina sampai di Sichem.9
Raja yang terkenal ialah Amenemhet III (1800 S.M.) yang telah mengeringkan di
daerah Fajum dan menjadikan pertanian, di daerah Fajum itu juga dibuat sebuah
danau yang indah untuk hiburan. Setelah Amenemhet III meninggal muncul bangsabangsa Asia yang disebut bangsa Hyksos yang menyerang dan menguasai Mesir.
Bangsa Mesir tidak ingin dikuasai oleh Hyksos sehingga melakukan perlawanan
dipimpin Firaun Ahmosis I dari kerajaan Thebe. Bangsa Hyksos berhasil diusir dan
ibu kota Awaris direbut kembali, berdirilah kerajaan Mesir baru.10
Firaun Ahmosis I diangkat menjadi penguasa Mesir. Setelah meninggal ia
digantikan oleh Firaun Thutmosis I. Firaun Thutmosis I melakukan perluasan wilayah
6

Ibid.
Ibid.
8
Ibid.,hlm 27.
9
Ibid.
10
Ibid.
7

hingga kedaerah Asia Barat. Politik ini diteruskan oleh penggantinya yang bernama
Firaun Thutmosis III (1500-1447 SM). Di bawah pemerintahaannya Babylonia,
Assyria, Cicilia, Cyprus tunduk di bawah kekuasaan Mesir.11
1.6 Zaman Kerajaan Mesir Baru (1500-1100 S.M)
Kerajaan Mesir baru diawali oleh keberhasilan pasukan Mesir dibawah pimpinan
Ahmosis mengusir bangsa Hyksos. Kerajaan Mesir yang dikuasai oleh bangsa Hyksos
sejak 1750 SM, mencoba berkonsolidasi untuk mengusir bangsa Hyksos. Bangsa
Mesir di bawah Kerajaan Thebe menyerang bangsa Hyksos di ibu kotanya yaitu
Awiris, dan Hyksos berhasil dikalahkan. Dengan demikian, sejak itu ibu kota Awiris
dikuasai oleh raja-raja Thebe, dan mendirikan Kerajaan Mesir Baru.12
Faktor Kekalahan Bangsa Hyksos
Pertama Hyksos tidak memiliki banyak pengaruh terhadap wilayah diluar delta
dan bagian utara Mesir ,kedua setelah lenyapnya Hyksos orang orang Mesir yang
benci diperintah oleh kekuasaan asing dan negeri dan ingin melupakan periode yang
tidak menyenangkan, dari sejarahnya ia melancarkan kampanye aktif untuk
memusnahkan peninggalan peninggalan Hyksos yang meliputi penghancuran
monumen yang dibangun oleh bangsa Hyksos. pernah di ungkapkan oleh William
Driver seorang profesor arkeologi dan antropologi timur sebagai berikut:
Akhir periode sekitar 1800 sampai 1500 S.M ini ditandai dengan tingkat
penghancuran masif ditempat yang sejauh ini telah digali yang tak diragukan lagi
harus dikaitkan dengan enyahnya "Hyksos" yang di awali dengan kekuasaan raja
terakhir dinasti dinasti ke 17 Kamkse (sekitar 1540 S.M.) dan berlangsung di bawah
pengaruhnya pada awal dinasti ke 1813
2. Perana Sungai Nil dalam Peradaban Mesir
Sejarah Mesir yang menakjubkan itu, tidak bila dipisahkan dari Sungai Nil.
Herodotus (484 S.M - 425 S.M) menyatkan,Aku amat mengagumi Mesir.tidak ada
tempat yang seindah Mesir. Negeri ini adalah karunia Nil. Ungkapan Herodotus
sangat beralasan, karena Sungai Nil merupakan Jantung dari kehidupan orang-orang
Mesir. Tanpa Sungai Nil. Tidak bisa dibayangkan akan lahir peradaban yang
adiluhung itu.14
Letak geografis Mesir yang Jarang turun hujan, keberadaan Sungai Nil merupakan
karunia dan berkah yang sangat luar biasa. Sungai tersebut telah memberikan harapan
hidup, karena 95 persen penduduk Mesir berada di sekitar Sungai Nil. Tidak hanya itu
11
12

13

Ibid.
Ibid.

Fatoohi, Louay dan Sheta, al-Dargazelly, Sejarah Bangsa Israel dalam Bibel dan Alquran,
(Mizan Pustaka ,Desember 2007), hlm. 59.
14
Zauhairi Misrawi, Op.Cit.,hlm. 48-49.

, Sungai Nil telah menjadikan Mesir sebagai salah satu negara yang indah, dan
menarik Perhatian para wisatawan. Di musim panas, para wisatawan dan penduduk
Mesir menghabiskan malam hari dengan bercengkraman di pinggiran.15
Sungai Nil Bagi orang Mesir sendiri, Sungai Nil membawa berkah tersendiri,
karena dari air itulah mereka minun mandi, bahkan bercocok tanam. Salasatu
keunikan dari Sungai Nil, yaitu jika Sungai Sungai lainnya mengalami kekeringan di
musim panas maka Sungai Nil justru sebaliknya. Di musim panas justru airnya
semakin meluap dan bertabah. 16
Menurut Jason Thompson (2008), air yang terdapat di Sungai Nil bersumber dari
Danau Victoria di Uganda dan Tanzania. Yang mana air dati kedua tempat itu dikenal
sebagai Nil Putih (white Nil). Air ini mengalir ke Mediteranea kurang lebih sepanjang
6.400 km hingga wilayah Sudd di Sudan Selatan. Karena curah hujan yang lumayan
tinggi di kawasan Danau Victoria, maka asupan air ke Sungai Nil di Mesir tidak
pernah berkurang.17
Di samping itu. Terdapat Nil Biru (Blue Nil) yang airnya mengalir melalui Sudan,
tetapi sumbemya dari dataran tinggi di Ethopia, dari sebuah gunung-Kurang leblh 84
persen dari air yang mengalir di Sungai Nil Mesir berasal dari Ethiopia, Konon,
aktivitas manusia di lembah Nil dimulal sejak zaman Pateolithic, sekitar awal tahun
300000 S.M. Aktivtas tersebut dapat dilihat melalul peninggalan batu, meskipun harus
diakui, bahwa lembah Nil pada masa itu bukanlah pusat dari aktivitas penduduk )
Mesir pada masa itu. Disamping karena lembah Nil kerapkali tejadi banjir, yang
menyebabkan orang orang mencari alternatif lain untuk tinggal di gurun pasir dari
pada di sekitar lembah Nil.18
3. Perkembangan Huruf Hieroglyph
Huruf ini mula mula merupakan gambar karena cara menulis dengan gambar itu
tidak ada batasnya., cara menulis demikian itu diringkas dengan mengambil jalan
dengan mempergunakan beberapa huruf hieroglyph sebagai hurup yang mempunyai
suara yang tepat salah satu satunya yang berbunyi krak atau yang berbunyi (r), yang
berbunyi (p), yang berbunyi (t), dan sebagainya, Huruf hieroglyph terdiri atas gambar
dan lambang berbentuk manusia, hewan, dan benda-benda. Setiap lambang memiliki
makna.19
Tulisan hieroglyph berkembang menjadi lebih sederhana kemudian dikenal
dengan tulisan hieratik dan demotis. Tulisan hieratik atau tulisan suci dipergunakan
oleh para pendeta. Demotis adalah tulisan rakyat yang dipergunakan untuk urusan
15

Ibid.
Ibid.
17
Ibid.
18
Ibid.
19
Sujipto Wirjosuparto, Sejarah Dunia 1,(Jogjakarta:12 Desember 1949.),hlm.26.
16

keduniawian misalnya jual beli, huruf hieroglyph itu dipergunakan terus menerus
beberapa ribu tahun hingga lebih kurang lima abad sesudah masehi, akan tetapi
karena kepercayaan itu di ditindas oleh bangsa Romawi, pendeta pendeta tidak sempat
untuk mempelajari huruf hieroglifh, sehingga akhirnya dilupakan oleh orang orang
Mesir.20
4. Peninggalan Mesir Kuno
4.1 Kebudayaan Mesir
Di balik mumi terkandung kepercayaan bangsa Mesir Kuno tentang kehidupan
setelah mati. Masyarakat Mesir Kuno berkeyakinan bahwa selama jasadnya masih
utuh, maka dia akan tetap hidup. Oleh karena itu, masyarakat berusaha untuk
mengawetkan mayat agar dia tetap hidup abadi. Alasan masyarakat membuat mumi
adalah bahwa manusia tidak dapat menghindar dari kehendak dewa maut. Tetapi tidak
semua masyarakat Mesir mayatnya diawetkan, biasanya mereka yang yang diawetkan
adalah para bangsawan dan raja, dan menjadi tradisi masyarakat Mesir.21
4.2 Kepercayaan Orang Mesir Kuno
Di Mesir terdapat juga dengan istilah yang mati dan banyak yaitu Min, Re dan
Osiris masing masing dengan caranya sendiri melambangkan prinsip hidup yang
senantiasa memperbaharui diri, unsur yang paling menonjol dalam pandangan agama
yang dianut Mesir itu ialah prinsip antara hidup dan mati bukan pertentangan antara
hidup dan mati melainkan pandangan bahwa kedua prinsip ini merupakan batas kiri
kanan realitas, Osiris termasuk unsur mistik yang paling kuno bahkan ada ahli yang
mengatakan dengan ada sejak milenium ke 5 sebelum masehi.22
Beberapa dewa kepercayaan yang di sembah Masyarakat Mesir (politheisme)
yaitu sebagai berikut :
a) Dewa matahari yang disebut Amon (Mesir Selatan) dan Ra (Mesir Utara).
Namun pada perkembangannya dewa matahari itu disebut Amon-Ra.
b) Dewa peradilan di akhirat yaitu Dewa Osiris.
c) Dewa Sungai Nil, yaitu Dewi Horus yang merupakan dewa kecantikan
(Dewi Isis).
d) Dewa Anubis, yaitu dewa kematian.
e) Dewa Aris sebagai dewa kesuburan.23
4.3 Ilmu pengetahuan dan teknologi
20

Ibid.
Viriezen,TH.C, Agama Israil Kuno,(Jakata:Gunung Mulya,2006),hlm 31-32.
22
Ibid.
23
Tarunasenam,Op.Cit.164.
21

Bangsa Mesir terkenal memiliki teknologi dan kebudayaan yang tinggi. Hal
tersebut dapat dibuktikan dengan berbagai bangunan raksasa yang terdapat di Mesir.
Selain itu, bangsa Mesir terkenal dengan berbagai penemuannya sebagai berikut.
a) Kemampuan untuk membuat alat-alat rumah tangga, senjata, dan
peralatan hidup lainnya dari tanah liat dan logam.
b) Sistem penanggalan kalender yang sudah berdasarkan perhitungan
perputaran bumi mengitari matahari. 24
c) Kemampuan membuat perhiasan dari logam mulia dan gading
d) Masyarakat Mesir mengenal bentuk tulisan yang disebut hieroglyph
berbentuk gambar. Tulisan Hieroglyph ditemukan di dinding piramida,
tugu obelisk, maupun daun papirus.25
Sejak masa lampau ,peradaban Mesir Kuno sudah mengenal matematika , bagi
mereka matematika digunakan untuk menghitung pendapatan dari pajak system yang
digunakan adalah decimal Hieroglyph.26
4.4 Seni bangunan
a) Piramida adalah tempat yang digunakan untuk makam raja-raja Mesir
yang terbuat dari batu yang disusun secara rapi dan menggunakan model
punden berundak-undak. Di Kota Gizeh terdapat piramida yang berukuran
tinggi 137 meter.
b) Sphinx adalah patung manusia berkepala singa
c) Obelisk adalah tiang batu yang ujungnya runcing sebagai lambang
pemujaan kepada roh. Obelisk juga dipakai sebagai tempat mencatat
kejadian-kejadian
d) Kuil Untuk pemujaan terhadap dewa Amon-Ra, dibangunlah Kuil Karnak
yang sangat indah pada masa Raja Thutmosis III.27
5. Kemunduran Negeri Mesir
Mesir mengalami kemunduran, bahkan beberapa kali dikuasai oleh bangsa asing
di sekitar tahun 1100 S.M. negeri Mesir dikuasai oleh pendeta pendeta agama, namun
pada jaman keruntuhan itu di negeri Mesir diserbu oleh bangsa Libia, yang selama
beberapa waktu menguasai Mesir, sesudah mengalami penjajahan bangsa Libia ,
negeri Mesir dikuasai oleh raja Abbesyinia. Pada tahun 671 S.M .negeri Mesir diserbu
oleh raja Asarhaddon, raja Asyiria yang menyerbu sampai ke Thebe.sesudah
Asyarhedon meninggal, bangsa Mesir memberontak terhadap kekuasaan Asyiria, akan

24

Eryadi,Intisari Pengetahuan Sosial Lengkap,(Jakarta:KawanPustaka,2007),hlm,232.


Tarunasenam, op.cit, hlm162.
26
Zauhairi Misrawi, op.cit ,hlm.53.
27
Ibid.,hlm.164.
25

tetapi dapat dipadamkan oleh raja Asurbanipal.28


Salah satu dari raja takluk di Mesir yang bernama Psammetic, pada tahun 663
S.M. dapat melepaskan diri dari belenggu penjajahan Assyria. raja Psammetic itu
beribukota di Sais. Pada jaman pemerintahan raja Psammetic negeri Mesir mengalami
kejayaan dan kemajuan lagi. pada waktu itu pengaruh Yunani sangat besar di Mesir,
karena bangsa Yunani diperbolehkan berdiam di kota Nautratis. Dibawah
pemerintahan raja Necho (600 S.M. ) orang Mesir menggali saluran yang
menghubungkan Sungai Nil dengan laut merah begitu pula atas perintah raja beberapa
pelaut bangsa Phenecia mengendarai benua Afrika dan Mesir melalui Gibrartar,
Afrika selatan ,laut India dan dengan melalui merah datang di negeri Mesir lagi.
bangsa Mesir tidak dapat lama mempertahankan kemerdekaannya sebab pada tahun
525 S.M. diserbu oleh Cambyses raja Persia.29

BAB III
PENUTUP
1. SIMPULAN
Mesir kuno adalah peradaban yang tumbuh subur dari Hulu Sungai Nil sampai
diwilayah deltanya laut tengah , peradaban Mesir kuno bertahan lebih dari 3000 tahun
sehingga peradaban meir kuno disebut sebagai peradaban terlama di duna, dari sekitar
3300 SM sampai 30M. Mesirpun terbagi menjadi beberapa periode. Periode dinasti
awal, jaman kerajaan Mesir Tertua , Kerajaan pertengahan, periode menengah kedua
dan Hyksos, dan kemunduran negeri Mesir,
Disamping peradaban Mesir yang sangat menakjubkan dan bertahan lama , ini
tidak bisa dipisahkan dari peranan Sungai Nil. Secara letak geografis Mesir yang
Jarang turun hujan, keberadaan Sungai Nil merupakan karunia dan berkah yang
28
29

Ibid.
Ibid

sangat luar biasa. Sungai tersebut telah memberikan harapan hidup, karena 95 persen
penduduk Mesir berada di sekitar Sungai Nil. Tidak hanya itu, Sungai Nil bagi orang
Mesir sendiri, membawa berkah tersendiri, karena dari air itulah mereka minun
mandi, bahkan bercocok tanam. Salasatu keunikan dari Sungai Nil, yaitu jika Sungai
Sungai lainnya mengalami kekeringan di musim panas maka Sungai Nil justru
sebaliknya. Di musim panas justru airnya semakin meluap dan bertabah.
Satu peninggalan Mesir kun dan masih ada sampai sekarang adalah Huruf
Hieroglyph, huruf ini mula mula merupakan gambar, huruf hieroglyph terdiri atas
gambar dan lambang berbentuk manusia, hewan, dan benda-benda, setiap lambang
memiliki makna.
Mesir mengalami kemunduran, bahkan beberapa kali dikuasai oleh bangsa asing
di sekitar tahun 1100 S.M. pada masa disinteggrasi di negeri Mesir diserbu oleh
bangsa Libia, yang selama beberapa waktu menguasai Mesir, sesudah mengalami
penjajahan bangsa Libia , negeri Mesir dikuasai oleh raja Abbesyinia. Pada tahun 671
S.M .negeri Mesir diserbu oleh raja Asarhaddon, raja Asyiria yang menyerbu sampai
ke Thebe, sesudah Asyarhedon meninggal, bangsa Mesir memberontak terhadap
kekuasaan Asyiria, akan tetapi dapat dipadamkan oleh raja Asurbanipal. Bangsa Mesir
tidak dapat mempertahankan kekuasaannya, sebab pada tahun 525 S.M. diserbu oleh
Cambyses raja Persia.
Peninggalan yang ditinggalkan oleh masyarakat kuno diantaranya
Di bidang Ilmu pengetahuan dan teknologi
Bangsa Mesir terkenal memiliki teknologi dan kebudayaan yang tinggi. Hal
tersebut dapat dibuktikan dengan berbagai bangunan raksasa yang terdapat di Mesir.
Selain itu, bangsa Mesir terkenal dengan berbagai penemuannya sebagai berikut.
e) Kemampuan untuk membuat alat-alat rumah tangga, senjata, dan
peralatan hidup lainnya dari tanah liat dan logam.
f) Sistem penanggalan kalender yang sudah berdasarkan perhitungan
perputaran bumi mengitari matahari.
g) Kemampuan membuat perhiasan dari logam mulia dan gading
h) Masyarakat Mesir mengenal bentuk tulisan yang disebut hieroglyph
berbentuk gambar. Tulisan Hieroglyph ditemukan di dinding piramida,
tugu obelisk, maupun daun papyrus.
Di bidang Seni bangunan
a) Piramida Piramida adalah tempat yang digunakan untuk makam raja-raja
Mesir
b) Sphinx Sphinx adalah patung manusia berkepala singa
c) Obelisk Obelisk adalah tiang batu yang ujungnya runcing sebagai
lambang pemujaan kepada roh. Obelisk juga dipakai sebagai tempat

mencatat kejadian-kejadian
d) Kuil Untuk pemujaan terhadap dewa Amon-Ra, dibangunlah Kuil Karnak
yang sangat indah pada masa Raja Thutmosis III.

DAFTAR PUSTAKA
Eryadi, Intisari Pengetahuan Sosial Lengkap,(Jakarta :Kawan Pustaka,2007)
Fatoohi, Louay dan Sheta, al-Dargazelly, Sejarah Bangsa Israel dalam Bibel dan
Alquran,(Mizan Pustaka ,Desember 2007)
Misrawi,Zauhairi,Al-Azhar, Menara Ilmu, Reformasi dan Kiblat Keulamaan.
(Jakarta:Buku Kompas,2010)
Tarunasenam,Sejarah SMA/MA kelas X ,(Jakarta: Pusat Perbukuan Deapartemen
Pendidikan Nasional ,2009)
Tim Program BSB(Belajar Sambil Bermain),Sekilas Sejarah Dunia,(Bali:Yayasan
Gemah Ripah,2011), hlm. 20.

Wirjosuparto, Sujipto ,Sejarah Dunia 1, (Jogjakarta :12 Desember 1949)


Viriezen,TH.C, Agama Israil Kuno,(Jakata:Gunung Mulya,2006)