Anda di halaman 1dari 2

ALUR PENENTUAN KADAR PROTEIN DENGAN METODE

BIURET
1. Persiapan Sampel
a. Sampel berupa padatan
Sampel
berbentuk padat

- Dihancurkan dengan waring blender lalu ditambahkan air

Hancuran
(supernatant) dari
Sampel

- Didekantasi lalu supernatant diukur pada Soluble protein.

Hasil

b. Jika Sample larutan protein tidak keruh dilakukan dengan pengenceran saja
c. Jika Sample larutan protein keruh
Ekstrak

- Dimasukkan ke dalam tabung reaksi


- Tambahkan air sampai volume total masing-masing 1 ml
- Tambahkan 1 ml TCA 10%
- Disentrifudge pada 300 rpm selama 10 menit sampai protein yang
terdenaturasi mengendap
- Didekantasi untuk membuang Supernatan
Endapan

- Ditambahkan 2 mL etil eter,dicampur sampai merata


- Disentrifudge untuk menghilangkan residu TCA
- Dibiarkan mongering pada suhu kamar
- Tambahkan 6 mL pereaksi biuret
Hasil

2. Pembuatan Kurva Standar


1 mL Larutan standart protein (1mg,
2mg, 3mg, 4mg,dan 5 mg)
- Dimasukkan ke dalam tabung reaksi
- Ditambah 4 mL reagen biuret
- Diinkubasi tabung reaksi selama 30 menit pada suhu kamar
- Diukur absorbansi pada panjang gelombang 520nm dengan
spektronik 20

Absorbansi larutan standar


protein

3. Penentapan Absorbansi Larutan Blanko


1 mL aquades
- Dimasukkan ke dalam tabung reaksi
- Ditambah 4 mL reagen biuret
- Diinkubasi tabung reaksi selama 30 menit pada suhu kamar
- Diukur absorbansi pada panjang gelombang 520nm dengan
spektronik 20
Absorbansi larutan blanko

4.Penetapan Absorbansi Larutan Sampel


1 mL aquades
- Dimasukkan ke dalam tabung reaksi
- Ditambah 4 mL reagen biuret
- Diinkubasi tabung reaksi selama 30 menit pada suhu kamar
- Diukur absorbansi pada panjang gelombang 520nm dengan
spektronik 20
Absorbansi larutan blanko