Anda di halaman 1dari 29

BAB 1

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Tanah idealnya dapat menyediakan sejumlah unsur hara penting yang
dibutuhkan oleh tanaman. Penyerapan unsur hara oleh tanaman semestinya dapat
segera diperbaharui sehingga kandungan unsur hara diclalam tanah tetap
seirnbang.
Berkembangnya usaha pertanian yang membuka areal hutan secara besarbesaran menyebabkan proses penghanyutan dan pencucian unsur hara semakin
besar. Akibatnya, persediaan unsur hara didalam tanah semakin lama sernakin
menipis. Apalagi banyak unsur hara yang hilang tidak dikembalikan Jagi ketanah
karena terangkut bersama bagian tanaman. Kondisi tersebut cliperburuk clengan
rnunculnya pertanian modem yang menerapkan sistem pertanian monokultur
(menanam satu jenis tanaman disatu lahan) dan penggunaan varietas unggul yang
menyerap lebih ban yak unsur hara.
Varietas unggul yang digunakan oleh para petani umumnya merniliki sifat
yang rakus terhadap unsur hara. Jika varietas unggul digunakan secara terns
menerus, tanah akan semakin rniskin unsur hara. Kondisi ini dapat diperbaiki
clengan penambahan unsur hara secara tepat, yakni Iewat pemupukan.
Pupuk didefinisikan sebagai material yang ditarnbahkan ketanah atau tajuk
tanaman dengan tujuan untuk melengkapi ketersediaan unsur hara. Bahan pupuk
yang paling awal digunakan adalah kotoran hewan, sisa pelapukan tanaman, dan
arang kayu. Pemakaian pupuk kimia kemudian berkembang seiring dengan
ditemukannya deposit garam kalsium di Jerman pada tahun 1839.
Pengetahuan tentang unsur hara dan unsur kimia dalam pertanian modern
ditemukan pada tahun 1849 oleb Justus Von Leibig seorang ahli kimia
berkebangsaan Jerman. Ia member bukti yang membantah teori humus sebagai
unsur hara. Menurut Leibig, tanaman memperoleh zat karbon dari udara clan
MAKALAH PIK
Pembuatan Pupuk NPK

Page 1

beberapa unsur mineral (kalium, kalsiurn, sulfur dan phosphor) clari dalam tanah.
Serelah penemuan Leibig, studi rnengenai unsur hara mengalami kemajuan pesat
di akhir abacl ke-19,yang diikuti dengan perkembangan industri pupuk. Tahun
1842 dimulai pembuatan pupuk superphosphat, Kemudian tahun 1884
berkembang

teori-teori

dasar

untuk

membuat

pupuk

amonia

melalui

penggabungan hidrogen dan nitrogen dari udara.


Saat ini dikenal 16 macam unsur yang diserap oleh tanaman unruk menunjang
kehidupannya. Tiga diantaranya diserap dari udara, yakni karbon (C), oksigen (0),
clan hidrogen (H). Sementara itu, 13 unsur mineral lainnya diserap tanaman dari
dalam tanah, yaitu nitrogen (N), phosphor (P), kaliurn (K), kalsium (Ca),
magnesium (Mg), sulfur (S), besi (Fe), mangan (Mn), boron (B), seng (Zn),
tembaga (Cu), molibdenum (Mo), clan khlir (Cl). Ketiga belas unsur mineral
tersebut sering disebut dengan unsur hara. Saat ini unsur hara dapat disediakan
oleh berbagai macam pupuk yang rersedia di pasaran.
Pengembangan pabrik pupuk atau penambahan pabrik pupuk di Indonesia
merupakan salah satu solusi yang tepat untuk mengatasi masalah kelangkaan
pupuk yang menyebabkan kelangkaan pangan di Indonesia. Berdasarkan
kenyataan bahwa pupuk NPK merupakan pupuk yang sangat berperan penting
dalam pertanian bidang pertanian, maka kebutuhan pemenuhan pupuk NPK masih
sangat besar. Pupuk NPK mempunyai potensi pasar yang cukup bervariasi.
Beberapa potensi pasar untuk pupuk NPK antara lain :

Mampu meningkatkan jumlah dan mutu hasil

Dapat memilih formula dan jenis bahan baku sesuai dengan kebutuhan:
komoditi, lokasi dan ekonomis

Dapat memilih bentuk campuran yang dikehendaki sesuai dengan pertibangan


teknis dan ekonomis

Mengantisipasi dan mengatasi masalah apabila terjadi kelangkaan salah satu


jenis pupuk tunggal

MAKALAH PIK
Pembuatan Pupuk NPK

Page 2

Hasil racikan bahan baku melalui proses produksi menghasilkan kualitas


campuran produk yang homogen

Mampu meningkatkan efisiensi dan efektifitas penggunaan pupuk

Memudahkan transportasi, penyimpanan dan penanganan lainnya

Aplikasi pemupukan lebih praktis karena tidak perlu mencampur beberapa


jenis pupuk tunggal

Dijamin kualitas produk sesuai standar SNI, karena berasal dari bahan baku
yang bermutu dan proses produksi yang sempurna.

Harga mampu bersaing dan relatif lebih murah


dibandingkan pupuk tunggal dan impor.

1.2 Batasan Masalah


1. Penggolongan Pupuk
2. Karakteristik Pupuk
3. Unsur-unsur NPK yang diperlukan tanarnan
4. Dosis umum penggunaan pupuk NPK
5. Penggunaan NPK dengan efisiensi tinggi
6. Manfaat pemupukan
7. Pembuatan Pupuk NPK sendiri
8. Pembuatan Pupuk NPK produksi pabrik (NPK Phonska)
1.3 Rumusan Masalah
1. Bagaimana karakteristik pupuk NPK ?
2. Apa saja manfaat penabahan pupuk NPk pada tanaman ?
3. Apa saja macam-macam pupuk NPK ?
4. Bagaimana proses pembuatan pupuk NPK ?
1.4 Tujuan Penulisan
Penulisan makalah ini bertujuan diantaranya :
1. Untuk mengetahui karakteristik pupuk NPK
2. Untuk mengetahui mabfaat pupuk NPK
MAKALAH PIK
Pembuatan Pupuk NPK

Page 3

3. Untuk mengetahui macam-macam pupuk NPK


4. Untuk mengetahui proses pembuatan pupuk NPK

MAKALAH PIK
Pembuatan Pupuk NPK

Page 4

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Penggolongan Pupuk
Pupuk digolongkan menjadi dua, yakni pupuk organik clan pupuk an-organik.
Pupukorganik aclalab pupuk yang terbuat clari sisa-sisa makhluk biclup yang
diolah melalui proses pembusukan (dekomposisi) oleb bakteri pengurai.
Contobnya adalah pupuk kompos (berasal dari sisa-sisa tanaman) clan pupuk
kandang (berasal dari kotoran temak). Pupuk an-organik atau pupuk buatan
adalah jenis pupuk yang dibuat oleh pabrik dengan cara rneramu berbagai baban
kimia sehingga memiliki persentase kandungan hara yang tinggi. Contoh pupuk
an-organik adalah urea, TSP, clan Gandasil, Menurut unsur hara yang
dikandungnya dapat dibagi menjadi dua, yakni pupuk tunggal clan pupuk
majemuk. Pada pupuk tunggal, jenis unsur hara yang dikandungnya hanya satu
macam. Pupuk majemuk adalab pupuk yang mengandung lebih dari satu jenis
unsur hara. Conteh pupuk majemuk antara lain diamonium pbospbat yang
mengandung unsur nitrogen clan fosfor, serta pupuk NPK Mutiara yang
mengandung unsur nitroen, fosfor dan kalium. Menurut cara aplikasinya, pupuk
dibedakan menjadi dua, yakni pupuk daun clan pupuk akar. Pupuk claun cli
berikan lewat penyemprotan pada daun tanaman. Contohnya Gandasil B dan D,
Grow More, dan Vitabloom, Pupuk akar diserap tanaman Iewat akar dengan ara
penebaran di tanah. Contohnya pupuk urea, NPK, clan Dolomit.
2.2 Definsi pupuk NPK
Pupuk NPK adalah pupuk buatan yang berbentuk cair atau padat yang
mengandung

unsur

hara

utama nitrogen, fosfor,

dan kalium.Pupuk

NPK

merupakan salah satu jenis pupuk majemuk yang paling umum digunakan.
Pupuk NPK mempunyai berbagai bentuk. Yang paling khas adalah pupuk
padat yang berbentuk granul atau bubuk. Ada juga pupuk NPK yang berbentuk
cair, beberapa keuntungan dari pupuk cair adalah efek langsung dan
jangkauannya yang luas.
MAKALAH PIK
Pembuatan Pupuk NPK

Page 5

2.3 Unsur NPK yang Diperlukan Tanaman


Tabel 2.1 unsur NPK yang dibutuhkan

2.4 Pengaruh Unsur NPK pada Tumbuhan


2.4.1 Elemen Primer
2.4.1.1 Pengaruh Nitrogen (N):
Nitrogen adalah bagian penting dari senyawa yang mengatur
pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Nitrogen dalam tanaman
adalah subjek yang sangat penting. Ada lebih banyak nitrogen pada
tanaman di banding unsur lain, dengan pengecualian dari karbon
hidrogen dan oksigen. Nitrogen dapat ditemukan di berbagai bagian
tanaman dalam bentuk yang berbeda. Ada nitrogen didaun, biji-bijian,
jaringan tanaman dan akar tanaman. Nitrogen dapat berfungsi sebagai
bagian dari struktur tanaman atau terlibat dalam proses kehidupan.
Nitrogen membentuk bagian dari klorofil pada tumbuhan. Klorofil
adalah bagian hijau daun dan batang. Energi cahaya diambil oleh
klorofil dan digunakan untuk membuat gula untuk tanaman.Pada akar,
nitrogen ditemukan dalam protein dan enzim.

2.4.1.2 Pengaruh Fosfor (P)

MAKALAH PIK
Pembuatan Pupuk NPK

Page 6

Fosfor sangat penting untuk pertumbuhan dan kesehatan tanaman. Ini


membantu dalam mengkonversi energi matahari dan bahan kimia
lainnya, seperti nitrogen, menjadi makanan yang dapat digunakan bagi
tanaman. Kekurangan fosfor akan menyebabkan terhambat, tanaman
tampak sakit-sakitan yang menghasilkan buah kualitas yang lebih
rendah atau bunga.
Fosfor harus dicampur dengan air bagi tanaman untuk dapat
menyerapnya dari tanah. Fosfor dipecah dan dikombinasikan dengan
bahan kimia lainnya sebelum tanaman mampu menyerapnya. Fosfor
kemudian dicampurkan dengan bahan kimia lainnya untuk membentuk
ion. Fosfor (P) berikatan dengan hidrogen (H) dan oksigen (O) untuk
membuat larutan tanah. Setelah solusi tanah terbentuk, tanaman dapat
menyerap fosfor melalui sistem akar mereka.
2.4.1.3 Pengaruh Kalium (K)
Kalium merupakan satu-satunya kation monovalen yang essensial bagi
tanaman. Peran utam kalium dalam tanaman adalah sebagai aktivator
berbagai enzim (Soepardi, 1986). Kalium adalah salah satu dari unsur
hara utama yang diperlukan tanaman dan sangat mempengaruhi
pertumbuhan dan tingkat produksi tanaman. Poerwowidodo (1992),
menyatakan tanpa kalium tanaman tidak mampu mencapai pertumbuhan
dan hasil maksimal.
Adanya K-tersedia yang cukup dalam tanah, menjamin vigor dari
tanaman. Menurut Sarief (1986), apabila kalium cukup tersedia dalam
tanaman maka tanaman lebih tahan terhadap berbagai patogen serta
merangsang pertumbuhan akar. Pertumbuhan akar yang lebih baik ini
akan membuat penyerapan hara yang lebih banyak sehingga dapat
digunakan dalam proses metabolisme, terutama sintesis protein dari
asam amino dan ion amonium. Hasil sintesis ini dapat mempengaruhi
MAKALAH PIK
Pembuatan Pupuk NPK

Page 7

pertumbuhan

dan

produksi

tanaman.

Ditambahkan

oleh

Hakim dkk (1986), kalium berpengaruh khusus dalam absorbsi unsur


hara, pengaturan pernapasan, transpirasi, kerja enzim dan berpengaruh
terhadap translokasi fotosintat.
Kalium berperan dalam translokasi fotosintat karena kalium mengatur
sistem transportasi, akibatnya fotosintat bisa ditransfer ke bagian yang
membutuhkan, sehingga tidak terjadi penumpukkan fotosintat pada
tempat berlangsungnya fotositesis (Poerwowidodo, 1992).
Di dalam tanaman kalium sangat mobil dan sesuai dengan peranannya
maka sebagian besar kalium terdapat dibagian vegetatif tanaman
terutama dalam jaringan muda (Karama, 1992). Selanjutnya Sutejo dan
Kartasapoetra (1987), menyatakan bahwa kalium banyak terdapat pada
sel-sel muda atau bagian tanaman yang banyak mengandung protein.
2.4.2

Elemen Sekunder

2.4.2.1 Kalsium (Ca)


Kalsium diberikan pada tanaman bermanfaat dianaranya untuk :

Membantu pertumbuhan meristem.

Menjamin pertumbuhan dan berfungsinya ujungujung akar yang


wajar.

Mempengaruhi pertumbuhan ujung dan bulubulu akar.

Merangsang pembentukan bulu-bulu akar

Berperan dalam pembuatan protein atau bagian yang aktif dari


tanaman

Memperkeras

batang

tanaman

dan

sekaligus

merangsang

pembentukan biji

Menetralisir asam-asam organik yang dihasilkan pada saat


metabolisme

Kalsium

yang

terdapat

dalam

batang

dan

daun

dapat

menetralisirkan senyawa atau suasana keasaman tanah


MAKALAH PIK
Pembuatan Pupuk NPK

Page 8

2.4.2.2 Magnesium (Mg)


Ada beberapa manfaat unsur elemen sekund Magnesium untuk tanaan
diantaranya :

Menyusun klorofil.

Magnesium merupakan bagian tanaman dari klorofil

Merupakan salah satu bagian enzim yang disebut Organic


pyrophosphatse dan Carboxy peptisida

Berperan dalam pembentukan buah

2.4.2.3 Belerang (S)


Manfaat belerang untuk tanman dianaranya :

Berperan dalam pembentukan bintil-bintil akar

Merupakan unsur yang penting dalam beberapa jenis protein dalam


bentuk cystein, methionine serta thiamine

Membantu pertumbuhan anakan produktif

Merupakan bagian penting pada tanamantanaman penghasil


minyak, sayuran seperti cabai, kubis dan lain-lain

Membantu pembentukan butir hijau daun


2.4.2.4 Besi (Fe)
Manfaat besi untuk tanaman diantaranya :

Zat besi penting bagi pembentukan hijau daun (klorofil)

Berperan penting dalam pembentukan karbohidrat, lemak dan


protein

Zat besi terdapat dalam enzim Catalase, Peroksidase, Prinodic


hidroginase dan Cytohrom oxidase

2.4.2.5 Mangan (Mn)

Manfaat Mangan untuk tanaman diantaraya :

Diperlukan oleh tanaman untuk pembentukan protein dan


vitamin terutama vitamin C

MAKALAH PIK
Pembuatan Pupuk NPK

Page 9

Berperan penting dalam mempertahankan kondisi hijau daun


pada daun yang tua

Berperan sebagai enzim feroksidase dan sebagai aktifator


macam-macam enzim

Berperan sebagai komponen penting untuk lancarnya proses


asimilasi
Tembaga (Cu)

2.4.2.6

Manfaat tembaga unuk tanaman diantaranya :

Diperlukan dalam pembentukan enzim seperti, Ascorbic acid


oxydase, Lacosa, Butirid Coenzim A. dehidrosenam

Berperan penting dalam pembentukan hijau daun (khlorofil)

2.4.2.7 Seng (Zn)


Manfaat seng untuk tanaman diantaranya :

Dalam jumlah yang sangat sedikit dapat berperan dalam


mendorong perkembangan pertumbuhan

Berfungsi dalam pembentukan hormon tumbuh (auxin) dan


penting bagi keseimbangan fisiologis

Berperan dalam pertumbuhan vegetatif dan pertumbuhan


biji/buah

2.4.2.8 Molibdenum (Mo)


Manfaat moblibdenum untuk tanaman diantaranya :

Berperan dalam mengikat (fiksasi) N oleh mikroba pada


leguminosa

Sebagai katalisator dalam mereduksi N

Berguna bagi tanaman jeruk dan sayuran

2.4.2.9 Boron (Bo)


Manfaat boron pada tanaman diantaraya :

Bertugas sebagai transportasi karbohidrat dalam tubuh


tanaman

MAKALAH PIK
Pembuatan Pupuk NPK

Page 10

Meningkatkan mutu tanaman sayuran dan buah-buahan

Berperan dalam pembentukan/pembiakan sel terutama dalam


titik tumbuh pucuk, juga dalam pembentukan tepung sari,
bunga dan akar

Boron berhubungan erat dengan metabolism Kalium (K) dan


Kalsium (Ca)

Unsur hara Bo dapat memperbanyak cabang-cabang nodule


untuk memberikan banyak bakteri dan mencegah bakteri
parasit

2.4.2.10

Khlor (Cl)
Manfaat khlor pada tanaman dintarnya :

Memperbaiki dan meninggikan hasil kering dari tanaman


seperti: tembakau, kapas, kentang dan tanaman sayuran

Banyak ditemukan dalam air sel semua bagian tanaman

Banyak terdapat pada tanaman yang mengandung serat seperti


kapas, sisal

(Sarief, Saifuddin.Kesuburan dan Pemupukan Tanah Pertanian.Pustaka Buana.)

2.5 Manfaat Pemupukan dengan NPK


2.5.1 Nitrogen
Manfaat pemupukan nitrogen :
Mernpertinggi pertumbuhan vegetatif terutama daun.
Pengisian biji berjalan lebih baik pada tanaman biji-bijian.
Mempertinggi kandungan protein.
Mempertinggi kemampuan tanaman untuk menyerap unsur hara lain, seperti
kalium, fosfor dan lain-lain.
Merangsang pertunasan.
Menambah tinggi tanarnan.
Mengaktifkan pertumbuhan mikroba agar proses penghancuran organik
berjalan lancar.
MAKALAH PIK
Pembuatan Pupuk NPK

Page 11

Mempengaruhi warna daun menjadi hijau gelap/


Meningkatkan mutu tanaman penghasil daun-daunan.
Kekurangan nitrogen mengakibatkan tanaman :
Kerdil
Perkembangan akar terhambat
Daun menjadi kekuning-kuningan dan mudah rontok
Terlampau banyak nitrogen berakibat :
Terlalu giat pertumbuhan vegetatif sehingga memperlarnbat pemasakan buah
atau biji.
Tanaman lemah dan mudah rebah.
Menambah kepekaan terhadap penyakit dan kadang-kadang menurunkan
nilai ekonomis buah.
Kesuburan tanah biasanya dinilai dari ketebaJan 0-30 cm, unsur nitrogen
digunakan kriteria persentase nitrogen total yang dihitung berdasarkan berat
tanah. Apabila persentase nitrogen dalam tanah :
< 0,2% dikatakan rendah
0,2%-0,5% dikatakan sedang
> 0,5% dikatakan tinggi
2.5.2 Fosfat
Manfaat pemupukan fosfat :
Pembentukan sel-sel, lemak dan albumin dipertinggi.
Membantu asimilasi dan pernafasan.
Mernperbaiki pernbuangan, pembuahan, dan pembentukan benih.
Mempercepat pemasakan buah, sehingga dapat mengatasi penaruh negatif
pupuk nitrogen.
Memperbaiki perkembangan perakaran, khususnya akar-akar lateral dan
sekunder.
Mengurangi kerontokan buah dan memperkuat jerami.
Menambah ketahanan terhadap penyakit.
MAKALAH PIK
Pembuatan Pupuk NPK

Page 12

Tanah-tanah pertanian di kawasan tropis termasuk Indonesia


mempunyai kandungan fosfat yang rendah. Disamping itu ketersediaan
fosfat sangat diperngaruhi oleh kemasaman tanah, ikatan unsur-unsur lain,
dan lambatnya proses mineralisasi. Kondisi fosfat tanah dapat dikategorikan
berdasarkan kriteria :
Rendah

P10s < 140 ppm

Sedang

P20s 140-180 ppm

Tinggi

P205 > 180 ppm

Pemberian pupuk fosfat dilakukan pada awal pertanaman, karena Iambat


tersedia dan kemasama harus intermediate.
2.5.3 Kalium
Manfaat pemupukan kalium :
Memperkuat (vigor) tanaman.
Lebih tahan terhadap penyakit.
Perakaran lebih baik.
Mengurangi efek negatif akibat pemupukan nitrogen.
Mernpengaruhi waktu masak yang mungkin terlampau cepat oleh
pemupukan fosfor (P).
Mengatur keseimbangan pupuk nitrogen dan fosfat, khususnya pada
pemupukan carnpuran.
Penting bagi proses translokasi gula dalam tanaman.
Penting dalam pembentukan chlorophyl.
Menarnbah bobot biji serealia dan menambah bernas.
Penting dalam pembentukan umbi misalnya pada kentang.
Membantu pembentukan protein dan karbohidrat.
Mengeraskan jerami dan bagian kayu dari tanaman.
Kekurangan kalium mengakibatkan Chlorotic pada daun dan bintik-bintik
pada pinggiran daun yang mengelilingi perrnukaan daun tanarnan.
Kandungan kalium dalam tanah dinilai dengan kriteria sebagai berikut :
Rendah, K tersedia < 0.38 me / 100 gram
MAKALAH PIK
Pembuatan Pupuk NPK

Page 13

Sedang, K tersedia 0,38 - 0,64 me / 100 gram


Tinggi, K tersedia > 0,64 me / 100 gram
2.6 Gejala Kekurangan Kandungan Unsur NPK pada Tanaman
2.6.1 Gejala kekuranga nitrogen
Anda dapat mengetahui apakah tanaman Anda perlu nitrogen saat
pertumbuhan mereka terhambat dengan batang lemah dan warnanya
yang akan menguning atau berubahnya warna daun.
2.6.2 Gejala kekurangan fosfor
Tanpa fosfor yang cukup Anda akan melihat pertumbuhan terhambat,
mungkin semburat ungu untuk daun dan buah hasil panen rendah.
2.6.3 Gejala kekurangan kalium
Tanaman yang kekurangan kalium akan memiliki ketahanan yang
rendah terhadap penyakit, terik daun dan hasil panen yang sedikit.
Tomat merupakan tanaman yang menunjukkan efek dari kekurangan
kalium dengan jelas.

2.7 Karakteristik Pupuk NPK


Produk pupuk majemuk NPK variasinya sangat banyak, karena dapat dibuat
sesuai dengan permintaan mengikuti jenis dan kebutuhan tanaman. Semua bahan
baku dari unsur N (Nitrogen), P (Fosfat), dan K (Kalium) dipilih yang berkualitas
tinggi dan diproses dengan menggunakan proses mechanical blending untuk
menjadikan produk pupuk NPK.
Tabel 2.2 contoh komposisi NPK pada merk Pelangi.

MAKALAH PIK
Pembuatan Pupuk NPK

Page 14

Pupuk NPK di pasaran mempunyai kandungan berbagai macam, 15: 15: 15


(NPK Ponska), 16: 16: 16 (NPK Mutiara), 20: 10: 10 (NPK Pelangi) dan lain
sebagainya.
Pupuk NPK Ponska dengan analisis 15.15.15 menunjukan pupuk tersebut
mengandung 15% N total, 15% P2O5, dan 15% K2O. Analisis pupuk selalu tertera
pada kemasan pupuk. Jenis pupuk yang sama belum tentu mengandung analis
yang sama, biasanya berbeda sekitar l atau 2%.
Fungsi pupuk majemuk seperti NPK 15.15.15. atau NPK 16.16.16
menunjukan ketersediaan unsur hara yang seimbang. Fungsi pupuk majemuk
dengan variasi analisis seperti ini antara lain :
a. Mempercepat perkembangan bibit
b. Sebagai pupuk pada awal penanarnan
c. Sebagai pupuk susulan saat tanaman memasuki fase generatif seperti saat
mulai berbunga atau berbuah
Pupuk NPK 20.20.20 memiliki unsur hara yang lebih tinggi daripada NPK
15.15.15, tetapi sifatnya sangat higroskopis sebingga mudah sekali menggumpal.
Karena itu, variasi analisis pupuk seperti ini sebaiknya tidak dipilih karena
bagian yang menggumpal tidak dapat digunakan.

MAKALAH PIK
Pembuatan Pupuk NPK

Page 15

Pupuk majemuk dengan analisis 15.5.29 atu 24.6.12 memiliki kandungan


nitrogen cukup untuk kebutuhan tanaman dan kandungan fosfornya cukup untuk
merangsang pertumbuhan akar yang baik, tetapi tidak cukup untuk meningkatkan
kandungan P didalam tanah. Kandungan kaliumnya yang tinggi membuat
tanaman menjadi lebih tegar, lebih tahan terhadap serangan penyakit, dan tahan
terhadap kekeringan. Analisis seperti ini biasanya diapakai sebagai pupuk
susulan untuk tanaman yang daunnya bernilai ekonomi tinggi, seperti tembakau,
teh, sayuran, dan beberapa tanaman hias.
Pupuk majemuk dengan analisis 6.30.30 atau L0.45.12 dapat dijadikan
sebagai pupuk awal untuk memacu perkembangan bibit (starter fertilizer) dan
sebagai pupuk susulan untuk tanaman buah dan bunga yang akan memasuki fase
generatif. Kandungan P dan K yang tinggi dan N yang rendah dapat merangsang
pembentukan bunga dan meningkatkan kualitas bunga.
2.8 Metode Mengubah Nilai NPK
Faktor untuk mengubah nilai P2O5 dan K2O menjadi P dan K dalam bentuk
unsur adalah sebagai berikut:
P2O5 terdiri dari 56.4% oksigen dan 43.6% fosfor dalam bentuk unsur.
Persentasi (fraksi massa) dari unsur fosfor adalah 43.6% sehingga jumlah
unsur P adalah, P = 0.436 x P2O5
K2O terdiri dari 17% oksigen dan 83% kalium dalam bentuk unsur.
Persentasi (fraksi massa) dari unsur kalium adalah 83% sehingga jumlah
unsur K adalah, K = 0.83 x K2O
Nilai nitrogen sudah mewakili kadar nitrogen sehingga angkanya tidak
perlu dikonversi
Menggunakan faktor konversi ini, dapat ditentukan bahwa pupuk dengan
penomoran 185120 mengandung:
18% nitrogen
22% fosfor, dan
17% kalium
MAKALAH PIK
Pembuatan Pupuk NPK

Page 16

2.9 Dosis & Komposisi Penggunaan NPK


Berikut adalah dosis dan komposisi umurn yang disarankan untuk
penggunaan NPK pada tanaman padi, jagung, dan kelapa sawit :
Tabel 2.3 Dosis penggunaan NPK

Keterangan:
*) cliberikan seluruhnya saat tanam atau 7 -13 hari setelah tanam
**) cliberikan pada saat tanaman berumur 30-40 hari setelah tanam
2.10 Agar Efisiensi Penggunaan NPK Tinggi
Hal-hal yang perlu diwaspadai dalam penggunaan pupuk NPK ialah bila
aplikasinya dilakukan di tanah dengan pembatas kelarutan dan kejenuhan unsur
alumunium yang tinggi, derajat keasaman tanah tidak sesuai dengan persyaratan
tanaman yang diusahakan, dan tanah kurang mengandung unsur mikro. Di tanahtanah bermasalah semacam ini, efisiensi pupuk majemuk umumnya berkurang.
Untuk itu, agar efisiensinya tetap tinggi, aplikasi pupuk NPK dianjurkan hanya
dilakukan di tanah-tanah yang subur dan sesuai dengan tuntutan tanaman

2.11 Hasil beberapa penelitian keuntungan menggunakan pupk NPK


Kendati kombinasi pupuk tunggal lebih murah, namun aplikasinya belum
tentu menghasilkan keuntungan marginal lebih besar daripada pemakaian pupuk
MAKALAH PIK
Pembuatan Pupuk NPK

Page 17

NPK. Hal ini telah terbukti melalui beberapa penelitian pada beberapa tanaman
hortikultura.
Terhadap tanaman kentang, misalnya. Penggunaan pupuk NPK (23-23-0; 1221-19; 20-11-11) nyata meningkatkan hasil, mutu dan nilai gizi kentang yang
dipanen. Keuntungan bersih marginal memakai kombinasi pupuk urea, TSP, dan
KCl yang semula Rp. 1672,30, menjadi Rp. 1626,52 bila memakai pupuk NPK.
Tingkat pengembalian marginal yang semula 485 persen pun berubah menjadi
785 persen. Artinya, jika biaya pupuk dan tenaga kerja naik 1 persen, keuntungan
bersih akan meningkat sebesar 7,85 persen.
Demikian pula hasil penelitian pada tanaman jagung. Meskipun rata-rata hasil
yang didapat di tiap lokasi penelitian cukup bervariasi, namun hasil petak yang
dipupuk NPK (16-16-16; 15-15-15; 20-11-11) dan DAP lebih tinggi
dibandingkan yang dipupuk dengan urea, TSP, dan KCl dengan takaran sesuai
anjuran setempat. Dari pengujian di Nusa Tenggara Barat, dengan pupuk NPK
didapat panenan berkisar 21,14 29,04 ku/ha, sedangkan dengan urea, TSP, dan
KCl hasilnya 21,13 ku/ha.
Penelitian lainnya pada tanaman padi gogo. Hasil petakan yang dipupuk NPK
(16-16-16; 20-11-11; 12-21-19; dan 14-9-20) ternyata juga lebih tinggi daripada
yang dipupuk urea, TSP, dan KCl. Pada penelitian yang dilakukan di Kabupaten
Sumbawa itu, didapat panenan padi gogo berkisar 47,30-50,99 ku/ha. Sementara
petakan yang dipupuk dengan urea, TSP, dan KCl 41,06 ku/ha.
2.12 Beberapa merk pupuk NPK dipasaran
NPK Phonska, produksi PT. Petrokirnia Gresik
NPK Pelangi, produksi PT. Pupuk Kalimantan Timur
NPK Kujang, produksi PT. Pupuk Kujang
NPK Niphonska, produksi CV. Dewi Sri Rama
NPK Semut, produksi CV. Dharma Niaga
MAKALAH PIK
Pembuatan Pupuk NPK

Page 18

NPK Kumbang, procluksi CV. Alam Mandiri


NPK Elang Super, produksi CV. Alam Mandiri
2.13 Cara membuat pupuk NPK sendiri
1. Tentukan lebib dahulu kandungan pupuk NPK yang akan dibuat, Dicontohkan
akan membuat pupuk NPK dengan kandungan 20: 15: l 0.
2. Hitung kebutuhan pupuk NPK yang akan dibuat. Misalnya akan membuat 200
kg pupuk NPK dengan kandungan 20:15:10.
3. Hitung jumlah masing-masing unsur hara yang dibutuhkan.
Unsur N : 20% x 200 = 40 kg
Unsur P : 15% x 200 = 30 kg
Unsur K : l 0% x 200 = 20 kg
4. Konversikan kebutuhan masing-masing unsur hara dengan pupuk tunggal
yang

telah dipersiapkan (Urea, SP36, KCl)

Kandungan N dalam urea adalab 54% rnaka untuk mendapatkan N 40 kg


maka kita butuh Urea 100/54 x 40 = 74 kg Urea
Untuk mendapatkan unsur P 30 kg kita butuh SP36 100/36 x 30 = 83,3 kg
SP36.
Sedangkan kebutuhan unsur K sebesar 20 kg akan kita peroleh dari KCI
100/45 x 20 = 44,4 kg.
5. Oleh karena itu NPK dengan komposisi 20 : 15 : 10 sebanyak 200 kg setara
dengan Urea 74 kg + SP36 83,3 kg+ KCl 44,4 kg.
Contoh pembuatan NPK lain :
Untuk membuat Pupuk yang setara dengan 50 Kg NPK Ponska (15 : 15 : 15)
maka kita butuh:

MAKALAH PIK
Pembuatan Pupuk NPK

Page 19

MAKALAH PIK
Pembuatan Pupuk NPK

Page 20

BAB III
PROSES PEMBUATAN
3.1 Diagram Alir Proses Pembuatan Pupuk NPK Produksi Pabrik
Gambar 3.1 Diagram alir Pembuatan NPK

MAKALAH PIK
Pembuatan Pupuk NPK

Page 21

3.2 Proses Pembuatan Pupuk NPK


3.2.1 Pengumpanan Bahan Baku
Bahan baku padat diumpankan ke dalam Pug Mill dengan dosis tertentu.
Bahan baku cair berupa amoniak dan asam fosfat direaksikan di dalam Pipe
Reactor. Pengumpanan bahan baku ada 2 yaitu secara Conveyor dan Pneumatic.
Urea, ZA, KCl, Filler, Magnesit, dan Dolomite dapat diumpankan ke dalam
Hopper kecil menggunakan Payloader. Hopper yang diletakkan di atas Belt
Conveyor akan memindahkan bahan-bahan tersebut ke Bucket Elevator di dekat
gudang penyimpanan. Bahan baku yang melewati Belt Conveyor pertama akan
terlebih dahulu melewati Filter Magnetik untuk mengambil benda - benda yang
berupa logam yang terikut dalam bahan baku. Selanjutnya bahan-bahan tersebut
akan dipindahkan ke pabrik lewat Belt Conveyor kedua. Dolomite dan bahan baku
butiran kecil dimasukkan ke dalam Bin dengan sistem transportasi Pneumatic.
Tiga Bin dengan kapasitas besar digunakan untuk menyimpan urea, ZA, KCl, dan
Filler. Sedangkan Bin terakhir digunakan untuk Spillage yang dapat dipakai
sebagai bahan baku cadangan. Semua penampung bahan baku dilengkapi dengan 4
buah Big Blaster (Air Knocker) yang bekerja dengan bantuan Plant Air. Blaster ini
berfungsi untuk mencegah terbentuknya gumpalan dan akumulasi bahan baku di
dalam Bin. Penyiapan Slurry dan Proses Granulasi Bahan baku padat yang telah
tercampur homogen di dalam Pug Mill dialirkan ke dalam Granulator. Pug mill
terdiri atas Double Screw Inclined Conveyor yang mengontakkan dan
mencampurkan semua bahan baku dan Recycle Solid serta memungkinkan
penambahan bahan baku cair / gas seperti asam sulfat, steam, dan amoniak untuk
meningkatkan produktivitas unit granulasi. Asam Sulfat dapat ditambahkan pada
bahan baku padat melalui Distributing Pipe sedangkan steam dan amoniak
diumpankan melalui Sparger di dasar Granulator. Plant Air digunakan untuk
membantu pengadukan dan produk keluaran Pug Mill dialirkan secara gravitasi ke
dalam Drum Granulator dan mengalami proses granulasi. Granulasi ini merupakan
proses utama dalam pembuatan Phonska Granular. Pada proses granulasi terjadi
reaksi kimia dan fisis antara berbagai bahan baku dengan senyawa P2O5 yang
MAKALAH PIK
Pembuatan Pupuk NPK

Page 22

berasal dari asam fosfat. Asam fosfat dinetralkan dengan amoniak dan proses
netralisasi ini berlangsung di dalam reaktor yang dipasang sedemikian rupa
sehingga slurry Amonium Fosfat (mengandung sedikit sulfat) yang dihasilkan
langsung tertuang ke dalam Granulator. Asam fosfat yang diumpankan ke dalam
reaktor pipa berasal dari unit Scrubbing dan Steam bertekanan sedang digunakan
untuk membersihkan reaktor pipa. Untuk melengkapi proses netralisasi asam agar
mencapai grade yang diinginkan atau untuk menetralkan asam sulfat yang
diumpankan ke dalam Granulator maka dipasang Ammonia System Sparger. Jenis
Sparger yang digunakan adalah Ploughshare yang dipasang di dasar Granulator,
sehingga amoniak yang terbawa ke dalam Scrubber dapat diminimalkan.
Penggunaan amoniak cair dilakukan untuk memudahkan pengontrolan temperatur
pada Granulator. Pengontrolan temperatur ini sangat penting agar produk yang
diinginkan memiliki kandungan urea yang tinggi dengan kandungan NPK yang
sesuai.
3.2.2 Pengeringan, Pemilahan, dan Penggilingan Produk
Produk keluaran Granulator dimasukkan ke dalam Dryer untuk mengurangi
kadar air hingga mencapai 1,5 % sesuai dengan spesifikasi produk NPK yang
diinginkan. Dryer berbentuk Rotary Drum dan Dryer ini akan mengeringkan
padatan keluaran granulator hingga kadar airnya mencapai 1 - 1,5 % menggunakan
udara pengering dengan arah Co - Current. Combustion Chamber menggunakan
bahan bakar gas sebagai media pemanas. Terdapat 3 buah Fan yang menyuplai
udara ke dalam Dryer. Combustion Fan yang menyediakan udara dengan kuantitas
stoikiometri untuk pembakaran, Quench Air Fan yang digunakan untuk
mendinginkan daerah Furnace dan terakhir Air Fan yang digunakan untuk
mengatur kondisi udara yang dibutuhkan untuk mencapai temperatur di dalam
Dryer yang diinginkan. Drum Dryer juga dilengkapi dengan Grizzly (pemisah
bongkahan) untuk menghancurkan gumpalan yang dapat menyumbat aliran
keluaran Dryer menuju Elevator. Apabila gumpalan sampai keluar, Grizzly akan
mengangkat dan membuangnya ke dalam Hopper lalu diumpankan ke dalam
MAKALAH PIK
Pembuatan Pupuk NPK

Page 23

Lump Crusher. Gumpalan yang telah hancur akan bergabung dengan keluaran
Dryer pada Conveyor. Belt Conveyor tersebut dilengkapi dengan pemisah
magnetik untuk memisahkan material besi yang terbawa dalam produk yang dapat
merusak Screen atau Crusher. Timbangan dapat dipasang untuk memeriksa jumlah
produk di dalam proses granulasi / Loop Recycle. Produk dapat diumpankan
kembali ke dalam proses melalui suatu Pay Loader, melalui Spillage Recovery
System yang dilengkapi dengan Hopper kecil dan Belt Conveyor atau dapat
dikirim kembali ke gudang penyimpanan bahan baku untuk proses selanjutnya.
Screen feeder pertama berguna untuk mengoptimalkan distribusi produk yang akan
melewati Screen. Screen bertipe Double Deck digunakan karena memiliki efisiensi
yang tinggi dan kemudahan dalam pemeliharaan dan pembersihannya. Terdapat
dua penyaring, satu beroperasi sedangkan yang lain sebagai cadangan, dilengkapi
dengan Motor Vibrator dan Self Cleaning System. Produk dengan ukuran yang
sesuai (on size) dari penyaring diumpankan langsung ke Small Recycle Regulator
Bin. Produk oversize yang telah dipisahkan dijatuhkan secara gravitasi ke dalam
Pulverizer yang terdiri atas Double Opposed Rotor Chain Mill atau Tripple Rotor
Mill yang dapat digunakan untuk beban besar dengan Rubber Line Casing.
Terdapat Diverter untuk mengganti jalur penyaring dan Crusher secara bergantian
jika akan dilakukan perbaikan atau terjadi masalah dalam pengoperasiannya.
Produk undersize jatuh secara gravitasi ke dalam Recycle Belt Conveyor
sedangkan produk onsize diumpankan ke Recycle Regulator Bin yang terletak di
atas Recycle Regulator Belt Conveyor. Keluaran Recycle Conveyor dimasukkan
ke dalam Granulator Elevator yang menampung semua aliran recycle bersamasama dengan bahan baku padat yang akan diumpankan ke dalam Pug Mill.
Granulator dilengkapi dengan Flexing Rubber Panels untuk menghindari
penumpukan produk. Granulator juga dilengkapi dengan Lump Kicker agar tidak
ada gumpalan yang tersisa di dalam drum yang dapat mengganggu aliran padatan
dan menjaga agar gumpalan tersebut tidak terbawa ke dalam Dryer. Lump Kicker
akan mengeluarkan gumpalan ke dalam Grizzly yang akan membuat gumpalan
tersebut terpisah - pisah akibat aksi perputaran. Produk kering kemudian
MAKALAH PIK
Pembuatan Pupuk NPK

Page 24

diumpankan ke Double Deck Screen yang akan memilah - milah produk menjadi
produk on size, oversize, dan undersize. Produk oversize akan dimasukkan ke
dalam Crusher kemudian dikembalikan ke dalam Pug Mill bersama-sama dengan
produk undersize, debu dari Cyclone, dan sebagian produk jadi. Produk on size
akan mengalami perlakuan produk akhir.
3.3.3 Produk Akhir
onsize memiliki temperatur tinggi sehingga perlu didinginkan di dalam
Fluidized Bed Cooler. Produk dingin kemudian dilapisi oleh Coating Oil dan
Coating Powder di dalam Coating Drum. Produk ini perlu dilapisi karena sifatnya
yang higroskopis. Produk yang telah dilapisi akan masuk ke unit bagging dan siap
dipasarkan.
3.3.4 Produk Utama (Pupuk NPK)
Produk utama yang dihasilkan dari unit produksi ini adalah pupuk NPK
dengan spesifikasi sebagai berikut:
NPK
Bau : Tanpa bau
Penampilan :Butiran berwarna merah muda
Kelarutan : mudah larut dalam air
Spesifik Gravity : < 1
pH : 5 8
% N : 14 16
% P2O5 : 14 16
% K2O : 14 -16
% H2O : 1,5 maksimum
% Sulfur : 10
Ukuran butiran : mesh -4+10 minimal 70%
( http://www.petrokimia-gresik.com/phonska.asp )
MAKALAH PIK
Pembuatan Pupuk NPK

Page 25

3.3.5 Produk Samping


Dalam proses produksi pupuk NPK tidak memiliki produk samping.
Hal ini dikarenakan produk yang tidak sesuai dengan standart yang ditentukan
langsung di recycle sehingga tidak memiliki produk samping.

MAKALAH PIK
Pembuatan Pupuk NPK

Page 26

BAB IV
PENUTUP
4.1 KESIMPULAN

Pupuk didefinisikan sebagai material yang ditambahkan ketanah atau tajuk


tanaman dengan tujuan untuk melengkapi ketersediaan unsur hara.

Pupuk NPK termasuk jenis pupuk an-organik yang paling umurn digunakan.

Pupuk NPK juga termasuk jenis pupuk majemuk karena memakai lebih dari
satu unsur hara.

Pupuk NPK adalah pupuk buatan yang berbentuk cair atau padat yang
mengandung unsur hara utama nitrogen, fosfor, dankalium.

4.2 SARAN

Pemupukan dengan menggunakan bahan kimia tentunya memberi dampak


negative bagi tanah, sehingga perlu adanya upaya untuk meminimalisir
penggunaan pupuk anorganik seperti pupuk NPK. Dikutip dari hasil penelitian
Institut Pertanian Begor(IPB), pengelolaan jerami ternyata bisa mengurangi
dosis pupuk pada tanaman padi.Hasil verifikasi menunjukan bahwa
pernbenaman jerami dan aplikasi decomposerserta pupuk hayati menghasilkan
produktivitas yang sama atau lebih tinggidibandingkan aplikasi pupuk NPK

dosis penuh tanpa pembenaman jerami.


Untuk meningkatkan efisiensi pemupukan dan produktivitas Jahan sawah,
mak:a selainpenggunaan pupuk buatan, pemanfaatan bahan organic seperti
jerarni dan pupukkandang perlu digalakkan, antara lain melalui pendekatan
Pengelolaan Tanaman dan Sumberdaya Terpadu (PTT) dan Sistern Irigasi Padi

dan Ternak (SIPT).


Agar pemupukan dapat efisien dan menghasilkan procluksi optimal,
rekomendasipemupukan juga harus didasarkan pada kebutuhan hara tanaman,
cadangan hara yang ada didalam tanah, clan target hasil realistis yang ingin
dicapai. Kebutuhan hara tanaman sangat beragam atau spesifik lokasi dan
dinamis yang ditentukan oleh berbagai faktor genetik dan lingkungan.
DAFTAR PUSTAKA

MAKALAH PIK
Pembuatan Pupuk NPK

Page 27

Fidianto, Eko, 2011. Pengaruh Unsur Nitrogen (N) dan Fosfor (P) bagi
Tumbuhan. [online]. (http://ekoyo.blogspot.co.id/2011/11/pengaruh-unsur-nitrogen-n-danfosfor-p.html , diakses tanggal 9 November 2015)

Ngasih, Nyai. 2014. PUPUK NPK LEBIH PRAKTIS DAN EFEKTIF


UNTUK TANAMAN. [online].
(http://www.ngasih.com/2014/08/02/pupuk-npk-lebih-praktisdan-efektif-untuk-tanaman/ , diakses tanggal 9 November
2015)

Alpharizi, Salman. 2014. Macam-macam Pupuk Beserta Fungsinya. [online].


(http://salmanbloger.blogspot.co.id/2014/03/macammacam-pupuk-beserta-fungsinya.html , diakses tanggal 9
November 2015)

Anonim, 2012. Pengertian PUPUK NPK. [online].


(http://npkgresik.blogspot.co.id/2012/10/pengertian-pupuknpk.html , diakses tanggal 9 November 2015)

Inayah, Fitrianti. 2014. Makalah Pembuatan Pupuk NPK. [online].


(http://dokumen.tips/education/makalah-pembuatan-pupuknpk.html , diakses tanggal 9 November 2015)

Maz. 2011. Pengaruh Kalium Dalam Pertumbuhan Tanaman. [online].


(http://1pelajaran.blogspot.co.id/2011/06/pengaruh-kaliumdalam-pertumbuhan.html ,diakses tanggal 9 November 2015)

Maspary. 2011. Cara Membuat Pupuk Npk.


(http://www.gerbangpertanian.com/2011/08/cara-membuatpupuk-npk-sendiri.html , diakses tanggal 9 November 2015)

Novisan, Ir. 2005. Petunjuk Pemupukan yang Efektif. Jakarta: Agromedia


Pustaka.

MAKALAH PIK
Pembuatan Pupuk NPK

Page 28

PT Pupuk Kalrim All Rights Reserved. 2009. Pupuk Majemuk. (online),


(http://www.pupukkaltim.com/inalproduklindex.php?act=majemuk,
diakses tanggal 9 November 2015)

Basri Jumin, Hasan. 2005. Dasar-dasar Agronomi. Jakarta PT Raja Grafindo


Persada.

Artikel non-personal. 2 Mei 2012. Pupuk NPK. Wikipedia Bahasa Indonesia.


(http://idlwikipedia.org/wiki!Pupuk_NPK, diakses tanggal 9
November 2015)

Artikel non-personal. 2012. Pembenaman .lerami Kurangi Dosis Penggunaan


Pupuk NPK hingga 50%. Sinar Tani, http ://tabloid
sinartani.com/IPTEK/Pembenaman-Jerami-Kurangi-Dosis-PenggunaanPupuk-NPK-Hingga-50- Persen.html , diakses 9 November 2015)

MAKALAH PIK
Pembuatan Pupuk NPK

Page 29