Anda di halaman 1dari 12

JENIS JENIS ALAT PENGGALIAN TAMBANG

BAWAH TANAH
Disusun oleh :
Elfina Fahriah Noor

( 1304108010070 )

JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN


FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA
DARUSSALAM, BANDA ACEH
2015

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang
Penggalian dan pengeboran merupakan kegiatan yang tidak bisa di pisahkan dalam

tambang bawah tanah. Dalam tambang bawah tanah keduanya adalah usaha untuk
mengeluarkan bahan galian atau hasil penambangan dari bawah permukaan tanah
kepermukaan tanah. Keduanya menggunakan alat/mesin untuk memudahkan prosesnya.
Penggalian adalah kegiatan yang meliputi pengambilan segala jenis barang galian.
Sedangkan pemboran adalah pembuatan lubang ke dalam bumi menembus formasi batuan
untuk berbagai tujuan. Umumnya pemboran dilakukan untuk mengambil contoh material
di dalam bumi, untuk lubang aliran angin tambang, dan lubang peledakan. Dalam tambang
bawah tanah kedua kegiatan ini saling berkaitan.
1.2 Tujuan
Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah pengeboran
dan penggalian. Juga untuk membagi pengetahuan kepada teman teman lainnya tentang
jenis jenis alat gali yang digunakan pada tambang bawah tanah. Agar bisa
mengidentifikasi fungsi alat gali pada tambang bawah tanah.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1

Tambang Bawah Tanah


Definisi Tambang dalam/tambang bawah tanah (underground mining) adalah metode

penambangan yang segala kegiatan atau aktivitas penambangannya dilakukan di bawah

permukaan bumi, dan tempat kerjanya tidak langsung berhubungan dengan udara luar. Hal
ini tentu akan membuat cukup banyak perbedaan dari segi peralatan dan metode yang
dipakai dibandingkan dengan tambang terbuka.
Ada dua tahap utama dalam petambangan bawah tanah : pengembangan
(development) dan produksi (production). Kedua tahap ini melakukan penggalian dalam
operasinya.
Ada 2 tipe penambangan bawah tanah, yaitu Longwall Mining dan Room-and-Pillar
Mining.
Room And Pillar Mining
Metode room and pillar dan stope and pillar menggunakan lubang bukaan
mendatar, perbandingan lebar lubang bukaan terhadap pilar kecil, penyanggaan pada
semua lubang bukaan ringan sampai moderat. Metode ini idealnya diterapkan untuk
endapan mendatar misalnya batubara. Pada metode ini, pengambilan endapan
dilakukan dengan meninggalkan pilar-pilar dengan letak dan ukuran yang beraturan.
Fungsi pilar di sini ialah untuk menjamin agar rongga penambangan tidak runtuh.
alat gali yang dapat digunakan mulai dari sistem nonmekanis (gancu, sekop)
sampai dengan system mekanis penuh (continuous miner, road header). Untuk
sistem mekanis penuh dibedakan menjadi dua sistem yaitu:
1.

Sistem mekanis konvensional: alat gali muat dan angkut bergerak dari satu

tempat ke tempat lain, seperti: coal cutting machine, loading machine dan shuttle
car.
2. Sistem mekanis kontinyu: alat gali muat dan angkut tidak bergerak, seperti:
continuous miner dan conveyor belt.

Longwall mining
Longwall mining merupakan metode penambangan paling produktif dan paling
aman. Dalam Prinsipnya, Longwall mining sedikit ada kaitan dengan metode
sebelumnya, hanya dalam teknik penambangannya pillar sengaja dibuat hanya untuk
menyangga atap ( highwall).
Penggalian dengan metode longwall mining yaitu dengan operasi yang
berkelanjutan ( continous mining) yang juga melibatkan self-advancing hydraulic roof
supports ( penyanggan hidarulic). Untuk pengupasan sebuah alat penggerus batubara
yang modern dan belt conveyor yang pararel terhadap coal face juga menjadi alat

utama untuk pengangkutan batubara yang telah digali. Sistem penyanggan hidraulik
tersebut dapat digerakan searah dengan arah penambangan. Ketika drum shearer/
cutter telah mencapai batas akhir coal face, lengan dari drum shearer akan berganti
arah dan arah pemotongan juga berbalik arah seiring bergeraknya drum shearer,
penyangga akan maju ke depan mendorong drum shearer.

2.2

Penggalian dalam tambang bawah tanah


Penggalian adalah salah satu tahapan dasar dalam tambang bawah tanah. Mulai dari

pembersihan lahan dan pembuatan terowongan hingga penutupan lahan. Pada tahap awal
pembuatan terowongan kegiatan penggalian dilakukan beriringan dengan pemboran dan
peledakan. Dimulai dengan pembuatan lubang ledak dengan pemboran, pemuatan bahan
peledak, peledakan untuk mendapatkan ruang sebagai jalan masuk terowongan, lalu
pemuatan bongkaran lapisan batuan yang dilakukan dengan alat gali.
Pada

saat operasi,

kegiatan

penggalian dimaksudkan untuk

memindahkan

tanah/batuan selama penambangan yang disebut penanganan material. Dalam tahap ini
pemboran dilakukan untuk menemukan cadangan lapisan batuan yang diinginkan.
Pemborann juga dilakukan untuk pemasangan baut batuan (rock bolt). Baut batuan
dipasang untuk menyangga massa batuan agar atap terowongan tidak runtuh sehingga
proses penggalian berjalan lancar. Baut batuan ataupun penyangga lainnya penting untuk
melindungi alat gali dan alat alat lainnya pada saat beroperasi.
Kedua kegiatan pemboran dan penggalian sama sama menggunakan alat mekanis
dalam operasinya. Alat mekanis digunakan untuk mempermudah dan meningkatkan
produksi pertambangan.

2.3

Alat pengeboran tambang bawah tanah


1) Jumbo Drill
Biasanya digunakan untuk membuat lubang tembak dan juga pembersihan batu
gantung sisa peledakan di dalam tambang bawah tanah. Selain kedua fungsi diatas alat
ini juga dapat digunakan untuk memasang sistim penyanggaan awal dalam tambang
bawah tanah. Pada beberapa type jumbo drill juga dilengkapi dengan lengan khusus guna

pengisian bahan peledak yang biasanya berupa ANFO (Amonium Nitrat Fuel Oil).

2) Jackleg Drilling
Bor jackleg (jackleg drill) adalah mesin bor pneumatic yang dilengkapi kaki hidraulik
yang dapat diatur menyesuaikan dengan arah pemboran. Mesin ini umumnya digunakan
untuk mengebor batuan keras (hard rock). Kaki hidraulik memungkinkan operator
melakukan pemboran dalam berbagai sudut.
Panjang batang bor (drill steel) bervariasi mulai dari 60 cm hingga 4.8 m. Mata bor
(drill bit) yang dipasang diujung batang bor dibuat dari baja kualitas tinggi. Mata bor ini

perlu diganti secara berkala akibat aus setelah digunakan melubangi batuan keras. Berat
bor dengan kakinya dapat mencapai bobot 50 kg. Mengoperasikan bor ini mirip dengan
menunggang kuda liar yang selalu melonjak dan melompat. Penggunaan paling sering
adalah untuk membuat lubang tembak dan lubang untuk menyisipkan rockbolt.
Lubang tembak adalah lubang bor yang kemudian akan diisi bahan peledak untuk
membuka terowongan. Sedang rockbolt digunakan untuk menyangga atap terowongan
agar tidak runtuh.

Namun peran jackleg tetap tak tergantikan di terowongan-terowongan sempit yang tak
mungkin diakses oleh mesin besar.

2.4 Alat penggalian tambang bawah tanah


1) Mucking loader
Mucking loader bawah tanah juga dikenal sebagai loader penggalian bawah tanah.
Ini adalah semacam peralatan mucking yang dapat bekerja terus-menerus dengan
efisiensi yang tinggi. Mesin loader ini terutama digunakan di tambang bawah tanah,
tambang semi-batubara, terowongan asupan air, proyek terowongan kereta dan konstruksi
Pertahanan Nasional.
Cocok dengan bor hidrolik jumbo tambang batubara, loader penggalian bawah tanah
ini dapat meningkatkan kecepatan menggali dan dapat diterapkan dalam bagian skala

besar dengan kemiringan +20~-32. Mucking loader bawah tanah juga dikenal sebagai
loader penggalian bawah tanah. Ini adalah semacam peralatan mucking yang dapat
bekerja terus-menerus dengan efisiensi yang tinggi. Mesin loader ini terutama digunakan
di tambang bawah tanah, tambang semi-batubara, terowongan asupan air, proyek
terowongan kereta dan konstruksi Pertahanan Nasional. Cocok dengan bor hidrolik
jumbo tambang batubara, loader penggalian bawah tanah ini dapat meningkatkan
kecepatan menggali dan dapat diterapkan dalam bagian skala besar dengan kemiringan
+20~-32.

2) Continous Miner
Continous material diterapkan apabila kondisi dari material itu sendiri lunak seperti
batubara dan tidak diperlukan lagi proses pengeboran peledakan untuk pemberaian
material, dimana alat ini secara teknis difungsikan sebagai alat pengali yang langsung
memuat material ke alat angkut melalui conveyor.
Continous Miner memiliki drum pemotongan 2 meter dengan diameter 8 sampai 16
meter. Dipasang pada drum memotong bit berujung dengan tepi silikon karbida. Drum
berputar pada 60 rpm dan perlahan-lahan maju ke permukaan batuan yang akan di
tambang dan menghancurkan batuan tersebut. Pemotongan dimulai pada 2 kaki dari atas
dan bergerak ke bawah. Drum kemudian pindah ke bawah menghancurkan batubara.
Proses ini diulang sampai wajah alat telah maju sekitar 20 meter saat mesin tersebut akan
dipindahkan dan atap baru melesat.
Dimensi Continous Miner
Meskipun ada banyak variasi dalam desain, Continous Miner memiliki beberapa elemen
utama:
Caterpillar Track Drive untuk membawa semua komponen lain pada Continous
Miner yang dipasang di beberapa jenis mekanisme penggerak untuk

memberikan mobilitas (paling sering trek ulat).


cutting head biasanya berputar drum (s) dan rantai dengan pemotong ringkas
terpasang
Shovell untuk mengambil potongan batu bara dan mengirimkannya ke bagian
tengah mesin
Conveyor Boom, biasanya bagian ini berjalan di palung baja dari depan ke
belakang penambang
Bagian belakang jib mampu tingkat pergerakan vertikal dan horizontal untuk
memungkinkan batubara yang akan diserahkan ke transportasi atau dimuat
pada titik yang diinginkan.
Flooded-bed scrubbers menangkap udara penuh debu dari muka pemotongan,
membawa udara ini melalui saluran bekerja pada perusahaan tambang, dan meloloskan
udara melalui panel filter yang dibasahi dengan semprotan air.

Komponen utama Continous Miners


Cutting Drum
Boom
Hydraulic cylinder for boom actuation
Gathering arm loader
Chain conveyor
Crawler unit
Electric Motors
Body/Frame
Kelebihan
Pengalian untuk bahan galian batubara lebih mudah, dan efisien dibandingkan jika

mengunakan scooptram dikarenakan continuos miner memiliki scrape (pengikis) dan


langsung memuat batubara ke alat angkut dengan mengunakan conveyor.
Mampu memotong batubara dengan cepat hingga mencapai 38 ton per menit
(tergantung batubaranya).
Kekurangan
Hanya cocok digunakan untuk tambang bawah tanah dengan metode room and pillar,
dengan kekerasan batuan yang lemah dan permukaan yang relatif datar.

3) Shearer
Shearer adalah alat yang paling umum digunakan untuk memotong atau menggerus
batubara. Alat Ini Biasanya digunakan pada metode penambangan Longwall.

Bagian bagian alat shearer


Shearer drum
Shearer Drum terdiri dari dua jenis yaitu conventional pick-flushing drum dan

extraction drum. Dibedakan berdasarkan cara menyemprotkan air sebagai


peredam debu saat dilakukan penggerusan batubara.
Pada conventional pick-flushing drum, air disemprotkan melalui semprotan yang
dipasang diatas bagian cutter. Pada metode Extraction drum air tidak
disemprotkan saat dilakukan penggerusan. Tapi dilakukan saat batubara yang

sudah digerus keluar dari dalam drum.


Ranging arun
Ranging arm berfungsi untuk memungkinkan melakukan pemotongan batubara

pada batubara yang lebih tebal dari diameter drum.


Haulage system
Coveyor dibawah shearer yang berfungsi untuk memindahkan batubara yang baru

digerus.
Cowls
Cowls dipasang pada ranging arm dan dapat memutar 360o pada drum. Fungsi
dari cowls adalah adalah menggerus batubara dan melakukan peredaman debu

saat penggerusan batubara dilakukan.


Bretby cable handler
Daya yang tersambung pada shearer melalui kabel yang dinamakan bretby cable
handler. Kabel ini berada pada sebuah saluran kabel yang dipasang disisi dari

conveyor.
Shearer controls
Shearer modren dikendalikan oleh remote kontrol sehingga mesin dapat
dioperasikan dari posisi kerja yang aman.

4) Overshoot Loader
Overshoot Loader atau Scooptram atau underground loader adalah peralatan yang
dirancang untuk pengoperasian menggali maupun membersihkan landasan tambang
bawah tanah dan mengangkut material. Bentuknya yang didesain pendek memang
diperuntukan agar mudah bermanuver di bawah tanah. Ukuran bucketnya juga bervariasi
0.14-0.60 m3.

5) Over

REFERENSI
http://artikelbiboer.blogspot.co.id/2010/01/tujuan-pemboran-bawah-tanah.html
http://www.alatberat.com/blog/alat-berat-untuk-tambang-bawah-tanah-underground-mining/
http://heaveni-truelov3.blogspot.co.id/2013/06/coal-under-ground-mining-methods.html