Anda di halaman 1dari 33

LAPORAN KASUS

Eritema Multiforme
Feny Damayanti
209.121.0031
Pembimbing:
Dr. Boedhy Setyanto, Sp.KK

Laboratorium Ilmu Kulit dan Kelamin


RSUD Kanjuruhan Kepanjen Malang
2015

Identitas
Nama
: Ny.Y
Umur
: 35 Tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Pekerjaan
: Ibu Rumah Tangga
Pendidikan : SMA
Agama
: Islam
Alamat
: Malang
Status
: Menikah
Suku
: Jawa

Anamnesa
Keluhan utama
Kulit mengelupas

Riwayat penyakit sekarang


Awalnya pasien minum obat sejenis antibiotik pada 5
hari yang lalu. Kemudian 5 hari setelahnya pasien
mengeluh kulit pada seluruh badan terutama pada
tangan dan kaki mengelupas seperti ganti kulit. Pasien
juga mengeluh kulit terasa sangat kering dan sedikit sulit
menelan. Pasien tidak mengeluh demam maupun sesak.

Cont..

Riwayat Penyakit Dahulu


Pasien tidak pernah menderita sakit yang sama
sebelumnya.
Diabetes Melitus disangkal
Hipertensi disangkal
Riwayat Penyakit Keluarga
Diabetes Melltus (-)
Hipertensi (-)
Alergi (-)
Keganasan (-)

Pemeriksaan fisik
Keadaan umum : Tampak sakit sedang
Kesadaran : Compos mentis
Tanda vital :
Tekanan darah
: 110/80 mmhg
Frekuensi nadi
: 84 kali/menit
Frekuensi nafas
: 24 kali/menit
Temperatur
: 36,5 C
Status generalis : Dalam batas normal

Status dermatologis
Lokalisasi
: Regio Generalisata kecuali bagian mukosa
Efloresensi : Lesi erosi livide, squama tebal (+),
multipel makula eritematosa (+).

Pemeriksaan Penunjang
DL
UL
Albumin

Diagnosis
Diagnosa banding
1.
2.
3.
4.

Fixed drug eruption


Eritema multiforme
Steven Johnson Syndrom
Phemvigo vulgaris

Diagnosa kerja
Eritema Multiforme

Penatalaksanaan
Medikamentosa

Infus RL 20 tpm
Methyl prednisolon 2x vial
Gentamisin 2 x 80 mg i.v
Salicyl Talc Olium Olifarum

Non medikamentosa
Pasien diberikan catatan obat-obatan yang tidak boleh lagi
digunakan.

N
A
U
A
J
N
I
T

A
T
S
U
P

A
K

A
M
E
T
I
R
E
I
S
I
N
I
F
E
E
M
D
R
O
F
I
T
L
MU

ETIOLOGI ERITEMA MULTIFORME

Alergi obat sistemik


Peradangan oleh bakteri atau virus tertentu
Rangsangan fisik (sinar matahari, hawa dingin)
Faktor endokrin (hamil, haid)
Penyakit keganasan

i
s
a
k
fi
i
s
a
Kl
a
m
e
t
i
r
E

a
l
u
.
Tipe Mak
is
r
t
e
m
i
s
,
k
dada
n
e
m
l
u
b
m
i
gan,
n
a
t

k
a
p
- Erupsi t
a
l
e
an, t
g
n
a
t
g
ir.
n
d
u
n
g
e
g
l
n
t
u
u
p
p
:
a
l
i
n se
a
d
,
s
a
- Predileks
t
i
m
e
r
.
t
n
s
a
k
d
e
a
r
b
o

i
s
a
n
n
e
t
e
eng
m
a
g
u
bagian eks
j
t
a
p
at da
r
e
b
n
a
yang
a
d
)
a
n
o
i
s
e
l
t
e
Pada ke
(targ
is
r
i
k
u
t
n
e
lah b
a
i
s
a
h
k
a
l
a
- Gej
gian
a
b
3
i
r
a
d
i
terdir
sa
o
l
a
u
k
b
i
t
lo
r
u
u
k
i
n
s
a
e
d
V
,
l
e
Tip
papu
,
a
l
u
c
a
m
a
berup
a
l
u
m
sa
a
l
lo
u
u
b
o
k
i
s
e
v
- Lesi m
lesi
l
u
b
m
i
t
n
a
i
yang kemud
a.
y
n
h
a
g
n
e
t
i
d

Kategori
EM minor

Gambaran
Lesi target yang khas, target lesi atipikal yang meninggi / membentuk
bentolan, keterlibatan membranemukosa minimal dan, ketika muncul, hanya
pada satu sisi(paling umum di mulut.

EM mayor

Lesi oral; erythema ringan sampai berat, erosi danulserasi.

Kadang-kadang dapat berefek hanya pada mukosa oral.

< 10% permukaan tubuh yang terlibat.


Lesi kutaneus dan setidaknya 2 sisi mukosa (biasanya mukosa oral) yang
terkena.

Steven johnson syndrome

Target lesi yang terdistribusi secara simetris, tipikal (khas) maupun atipikal.

Lesi oral biasanya menyebar dan berat.

Perbedaan

(SJS)

utama

dari

erythema

multiforme

mayoradalah

berdasarkan

typology dan lokasi lesi dan adanyagejala sistemik.

< 10% permukaan tubuh yang terlibat.

Terutama lesi berupa lesi target datar atipikal danmakula daripada lesi target
klasik.

Secara umum menyebar daripada hanya melibatkanarea akral. Adanya


keterlibatan mukosa yang multiple dengan scar pada lesi mukosa.

Disertai gejala konstitusi atau gejala sistemik mirip-flu prodromal (prodromal

Overlapping SJS dan NET

Tidak ada target tipikal; muncul target atipikal yangdatar.

Sampai dengan 10% 30% permukaan tubuh terlibat.

Disertai gejala konstitusi atau gejala sistemik flu like syndrome

Nekrolisis epidermal toksik

(NET)

Pada kasus di mana munculspotmuncul, ditandai oleh epidermal


detachmentdari > 30% permukaan tubuh dan macula purpuric yang
menyebar (widespread purpuricmacules) atau target atipikal yang
datar.

Pada kasus di mana tidak ada spot yang muncul,ditandai oleh


epidermal detachment> 10% permukaantubuh, large epidermal
sheets dan tidak ada maculaataupun lesi target.

Patofisiologi
Patofisiologi erythema multiforme masih belum dapat dipahami
secara pasti, namun sedikitnya herpes yang berkaitan dengan
erythema multiforme herpes-associated erythemamultiforme
[HAEM]) muncul karena hasil dari reaksi imunologis cellmediated(cell-mediated immune reaction) yang berkaitan dengan
antigen herper simplex virus (HSV). Reaksi imunologis
mempengaruhi HSV-expressing keratinocytes.

Gambaran Klinis
lesi kulit
- Bentuk lesi awal berupa makula merah atau plak urtikaria
dalam 24 48 jam.
- Target lesion
penyebaran lesi kulit
- Lesi berbentuk simetris, sebagian besar pada permukaan
akral
ekstensor
ekstremitas,
dan
menyebar
secara
sentripetal. Telapak tangan, leher, dan wajah sering juga
terkena.
lesi mukosa
- Lesi oral di daerah bibir, palatum dan gusi.

PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Pada pemeriksaan darah tepi tidak ditemukan kelainan
Pada kasus berat dapat terjadi anemia dan proteinuria
ringan

Cont..
Pemeriksaan histologis
Secara histologis, erythema multiforme adalah
prototypical vacuolar interface dermatitis yang
memperlihatkan infiltrate limfositik di sepanjang
dermoepidermal junction yang berhubungan dengan
perubahan hidropik dan diskeratosis dari keratosit
basal.

a
l
a
t
na

n
a
a
n
a
s
k

,
e
m
r
o
tif
l
u
m
a
m
e
h
tik
t
a
y
r
m
e
o
t
k
p
u
t
m
i
n
i,
s
e
a
t
b
g
i
a
r
f
a
i
rs
icu
mu
e
d
e
b
s
g
n
n
n.
k
i
a
a
u
k
a
t
y
g
n
n
n
n
a
U

u
ta
ks
m
a
a
l
b
a
a
o
r
t
e
g
at
e
b
ya
s
o
pena
n
e
t
u
s
i
t
k
n
a
ya
ka
su
i
n
t
a
e
n
d
p
e
a
t
ih
u
r
d
u
s
Jika
n
u
e
ar
h
im
t
a
a
k
b
a
o
i
m
d
s
u
r
a
h
i
s
k
e
ng
i
s
t
Inf
a
a
p
m
a
g
d
ga
u
j
masin
l
a
ic
g
p
o
m
t
.
0
d
i
n
1
x
3
n
Stero timbangka
o
is
n
d
r
e
e
r
p
dip
n
a
k
a
n
u
g
i
d
Bisa

Pe

Penatalaksanaan
Konsultasi
Dermatologist Untuk diagnosis dan manajemen
Spesialis penyakit dalam atau spesialis anak Untuk
evaluasi dasar penyebab gangguan dan sekuelae
pada sistemik
Konsultasi dengan spesialis mata Evaluasi dan
manajemen adanya gangguanpada mata

Komplikasi
Keterlibatan oral yang parah dapat membuat susah
makan dan minum, dan dapat mengakibatkan dehidrasi.
Komplikasi pada mata dapat bermanifestasi sebagai
purulent conjunctivitis, mata kering, uveitis anterior, pan
ophthalmitis, jaringan parut pada konjungtiva (scarring
of theconjunctivae), symblepharon, dan kebutaan.
Lesi vaginal dan uretra jarang terjadi. Erosi dapat
menyebabkan phimosis dan retensi urine. Jaringan parut
yang parah pada traktus genitourinarius dapat
menyebabkan stenosis vagina dan uretra.

Prognosis
Pada erythema multiforme minor, lesi
akan hilang dalam 2 3 minggu tanpa
meninggalkanjaringan parut.
Erythema multiforme mayor memiliki
tingkat
mortalitas
kurang
dari
5%.
membutuhkan waktu yang lebih lama
untuk hilang, 3 6minggu. Lesi kulit
biasanya sembuh dengan hiperpigmentasi
dan/atau hipopigmentasi.

THANK YOU

PATOGENESIS
Patogenesis SSJ belum jelas
sering dihubungkan

hipersensiti
vitas
tipe III
(reaksi
kompleks
imun)

tipe IV
(delayedtype
hypersensitiv
ity reactions)