Anda di halaman 1dari 59

LAPORAN PRAKTIKUM LAPANGAN

TUMBUHAN TINGKAT TINGGI

DOSEN PENGAMPU:
YARSI EFENDI S.SI, M.PD
DISUSUN OLEH :
MAZNI

:14.04.0.011

RINAWATI

:14.04.0.015

NURHASANAH SUWANDI

:14.04.0.034

SILVANI ALFAJRI

:14.04.0.029

KRISTOFORUS MANDA

:14.04.0.037

SISKA

:14.04.0.008

HEPALIANA

:14.04.0.030

PROGRAM STUDI BIOLOGI


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN
BATAM
2015
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta
karunia-Nya sehingga sehingga Praktikan dapat menyelesaikan laporan hasil
praktikum. Praktikan mengucapkan terima kasih kepada bapak Yarsi Efendi S.Si,
M.Pd selaku dosen program studi biologi, yang selama ini telah memberikan
arahan dalam pembuatan Laporan Lapangan Botani Tumbuhan Tinggi, Sehingga
hasil praktikum Botani Tumbuhan Tinggi ini dapat diselesaikan dengan baik.
Demikian pula Laporan Hasil Praktikum ini, penulis

menyadari masih

banyak terdapat kesalahan baik dari segi kata yang digunakan, ejaan yang
dipakai, serta dari segi penulisan. Oleh karena itu, saran dan

kritik

yang

membangun dari pembaca sangat kami harapkan. Agar penulis dapat


memperbaikinya, demi kesempurnaan Laporan Hasil Praktikum ini penulis
berharap semoga dapat memberikan manfaat bagi yang membutuhkan. Semoga
Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

Batam, Desember 2015

Praktika

DAFTAR ISI
COVER.....................................................................................................

KATA PENGANTAR.............................................................................

ii

DAFTAR ISI............................................................................................. iii


HALAMAN PENGESAHAN.................................................................

iv

BAB I PENDAHULUAN........................................................................

A. Latar belakang......................................................................................... 1
B. Tujuan kuliah lapangan.......................................................................... 1
BAB II METODE PENELITIAN.........................................................

A. Waktu dan Tempat................................................................................

B. Alat dan Bahan......................................................................................

C. Cara kerja............................................................................................... 2
D. Teknik pengumpulan data.....................................................................

BAB III LANDASAN TEORITIS.......................................................... 4


BAB IV HASIL PENGAMATAN.........................................................

A. Mangrove..............................................................................................

B. Tumbuhan Tingkat Tinggi di Darat......................................................

25

BAB V PENUTUP...................................................................................

51

A. Kesimpulan............................................................................................ 51
DAFTAR PUSTAKA..............................................................................

52

LAMPIRAN.............................................................................................

53

HALAMAN PENGESAHAN

Tempat Penelitian

: Rempang Cate

Tanggal

: 5-6 Desember 2015

Dinyatakan telah selesai mengikuti pratikum lapangan.

Disetujui,
Dosen Pembimbing

Asisten Dosen

Yarsi Efendi, S.Si,.M.Pd

Suherni

BAB I
PENDAHULUA N
A. Latar belakang
Struktur utama tubuh tumbuhan tingkat tinggi ( tumbuhan berbiji ) terdiri
atas : akar, batang dan daun, disamping struktur tersebut tumbuhan juga ada yang
dilengkapi dengan bunga dan buah. Sedangkan untuk tumbuhan tingkat rendah
(tumbuhan tak berbiji ) umumnya tidak memiliki struktur seperti akar, batang , dan
daun .
Tumbuhan disusun oleh organ-organ penyusunnya . Didalam organ penyusun
tumbuhan tersebut terdapat jaringan-jaringan penyusun organ. Jaringan penyusun
organ tumbuhan seperti jaringan meristem, jaringan epidermis , jaringan parenkim,
jaringan kolenkim, jaringan sklerenkim, dan jaringan pengangkut. Organ tumbuhan
juga mempunyai struktur anatomi masing-masing yang berbeda satu sama lain.
Tubuh tumbuhan pun terdiri atas sel yang tersusun secara teratur membentuk
suatu jaringan, Sel-sel yang membentuk jaringan tersebut berasal dari hasil
pembelahan sel zigot, yaitu sel hasil peleburan antara sel kelamin jantan dengan sel
kelamin betina. Dari sel zigot itulah kemudian berkembang melalui proses
pembelahan sel menjadi berbagai macam sel yang mempunyai bentuk dan fungsi
yang berbeda.
Jaringan adalah sekumpulan sel yang mempunyai struktur dan fungsi yang
sama dan terikat oleh bahan-bahan antar sel membentuk satu kesatuan. Jaringan
penyusun tubuh tumbuhan dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu jaringan
meristem dan jaringan dewasa. Tumbuhan ada dua macam yaitu tumbuhan biji
terbuka dan biji tertutup. Tumbuhan biji tertutup berkeping satu atau disebut
monokotil dan tumbuhan biji berkeping dua disebut dikotil. Tumbuhan monokotil
dan dikotil memiliki perbedaan secara anatomi pada batang, akar dan
daun.Perbedaan tersebut penting untuk kita pelajari dan paham.
B. Tujuan kuliah lapangan
1. Mengumpulkan ciri-ciri morfologi tumbuhan
2. Mengidentifikasi tumbuhan berdasarkan persamaan ciri morfologi yang tampak

3. Mengklasifikasi tumbuhan berdasarkan persamaan ciri-ciri yang tampak.


BAB II
METODE PENELITIAN
A. Waktu dan Tempat
Dalam penelitian praktikum lapangan lokasi yang ditinjau adalah Rempang
Cate. Waktu penelitian dilaksanakan pada tanggal 5-6 Desember 2015.
B. Alat, Bahan dan Metode
Alat dan bahan yang dibutuhkan dalam penelitian praktikum lapangan adalah:
1. Alat
Penggaris
Koran
Gunting
Tali Rapia
Camera
Karung plastik
Alat tulis
Buku panduan
Kantong plastic
Parang
Label
2. Bahan
Alkohol
Formalin
Tumbuhan mangrov
3. Metode
Metode yang digunakan dalam pengumpulan spesies adalah survei dan
koleksi langsung ke lapangan.
1.

C. Cara Kerja/Identifikasi jenis objek


Cara Kerja di lapangan.
Koleksi untuk sebuah material herbarium harus memenuhi beberapa
persyaratan, terutama kelengkapan organ yang dapat mewakili kondisi tumbuhan
tersebut secara biologi, yaitu mempunyai organ vegetatif (batang/ranting dan daun
dalam kondisi susunan yang utuh) dan juga harus ada bunga atau buah yang lebih
baik kalau ada kedua-duanya, sehingga material tersebut memang dapat digunakan
untuk identifikasi guna mendapatkan/memberikan nama ilmiah tumbuhan tersebut
a. Pengamatan dan pencatatan.
Sebelum melakukan pengambilan material atau koleksi, terlebih dahulu
dilakukan pengamatan dan pencatatan tentang sifat-sifat khas tumbuhan tersebut

terutama hal-hal yang tidak akan terbawa dalam koleksi atau akan hilang setelah
koleksi dikeringkan, seperti warna, aroma/bau, bergetah atau tidak, warna getah,
habitusnya dan sebagainya. Dan juga dicatat habitat (tempat tumbuh) beserta nama
dan gunanya oleh masyarakat setempat.
b. Penyusunan dan pengawetan dilapangan.
Setelah koleksi terkumpul, masing-masing koleksi tersebut disusun dalam
lipatan koran (30 x 42cm) dengan baik dan rapih, semua koran yang telah berisi
koleksi disusun lagi dengan baik sampai jumlah tertentu kemudian diikat dengan
tali plastic (ravia), kemudian dimasukkan kedalam kantong plastic besar (50 x
90cm). Didalam kantong plastic tersebut selanjutnya disiram dengan spritus sampai
basah. Setelah itu kantong plastic ditutup/diikat dengan tali sampai udara tidak bisa
keluar masuk dari kantong specimen tersebut.
c. Jumlah koleksi dan pemberian label lapangan.
Setiap koleksi yang diambil harus ditempeli dengan label lapangan yang telah
disediakan sebelumnya. Label lapangan dengan ukuran sekitar 4 x 6cm dengan tali
penggantung. Pada label ini yang penting ditulis adalah no urut koleksi dari
kolektornya dan dapat juga ditulis nama tumbuhan tersebut menurut masyarakat
dilokasi survey. Masing-masing koleksi sejauh yang memungkinkan diambil dalam
jumlah 3-5 spesimen (duplikat) dari setiap individu atau dari satu kondisi habitat
tertentu.
D. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
dilakukan dengan cara pengambilan sampel langsung dari habitatnya dan
mengelompokkan

berdasarkan

klasifikasi

sampel

tersebut

diantaranya

mendiskripsikan ciri morfologi, nama spesies/takson/nama lokal, dan habitat.

BAB III
LANDASAN TEORI
Di dunia ini terdapat lebih dari 280.000 spesies tumbuhan, belum termasuk
sekitar 100.000 spesies jamur, yang kesemuanya telah diidentifikasi dan telah diberi

nama sesuai dengan peraturan yang berlaku. Ada pendapat yang mengelompokan
kedalam tumbuhan karena kemiripannya dan ada juga yang mengelompokkannya
tersendiri karena jamur tidak berklorofil (Campbell dan Reece, 2002). Dari
keseluruhan tumbuhan yang tersebar di muka bumi, sekitar 10% diantaranya berada
di Indonesia. Tumbuhan yang tingkat perkembangannya lebih tinggi, yaitu
tumbuhan tingkat tinggi (Phanerogamae).
Manusia telah memanfaatkan tumbuhan sebagai tanaman sumber bahan
makanan (tanaman pangan, tanaman perkebunan, tanaman sayuran, dan tanaman
buah-buahan), sumber bahan obat, sumber bahan rempah/bumbu, sumber tanaman
hias, sumber bahan kerajinan/industri/, sumber bahan sandang, dan sumber bahan
papan. Agar spesies tumbuhan tersebut dapat dikenali karena kaitannya dengan
peranannya dalam bidang produksi tanaman secara efektif dan produktif, maka
perlu dikaji pengetahuan tentang klasifikasi tumbuhan, sehingga semua tumbuhan
dapat dikelompokkan secara taksonomis berdasarkan ciri-ciri yang spesifik.
Pada dasarnya tumbuhan tersusun atas tiga organ pokok, yakni akar (radiks),
batang (caulis), dan daun (folium). Tumbuhan yang mempunyai tiga organ pokok
tersebut digolongkan sebagai tumbuhan cormofita. Sedangkan bagian lain dari
tumbuhan dianggap sebagai turunan (derivat) dari salah satu atau dua bagian pokok
tersebut yang telah mengalami perubahan bentuk, sifat, dan fungsi.
1. Akar (Radiks)
Akar merupakan bagian bawah sumbu tumbuhan dan biasanya tumbuh di
dalam tanah (namun ada pula yang di udara misalnya pada anggrek epifit), dengan
arah tumbuh ke pusat bumi atau menuju ke air dan meninggalkan cahaya. Berbeda
dengan batang, maka akar tidak berbuku, tidak beruas, dan tidak mendukung daun
atau bagian-bagian lainnya. Akar tumbuh terus pada ujungnya, bentuknya sering
kali meruncing dan warnanya biasanya keputihan atau kekuningan.
Akar dengan percabangan berfungsi untuk memperkuat berdirinya tumbuhan,
menyerap air dan zat-zat makanan yang terlarut di dalam air tadi dari dalam tanah.
Bentuk dan struktur akar sangat beragam. Keanekaragaman akar ini bertalian
dengan fungsinya, misalnya sebagai akar nafas, sebagai akar penyimpan cadangan
makanan, sebagai akar pelekat, sebagai akar penghisab, sebagai akar penopang, dan
sebagainya.

Pada umumnya akar dapat dibedakan bagian-bagian berikut.


a.

Leher akar atau pangkal akar

b.

Ujung akar

c.

Batang akar

d.

Akar lateral

e.

Serabut akar

f.

Rambut-rambut akar

g.

Tudung akar
Sebagai sumbu tumbuhan di dalam tanah, seperti halnya batang (sumbu di

atas tanah), akar akan tumbuh memanjang secara terus-menerus sebagai akibat
pertumbuhan ujungnya.
Pada tumbuhan ada dua macam sistem perakaran, yaitu:
1) Sistem perakaran tunggang
Terjadi bila akar lembaga tumbuh terus menjadi akar pokok yang bercabangcabang menjadi akar-akar yang lebih kecil. Akar pokok kemudian disebut akar
tunggang. Umumnya terdapat pada tumbuhan dikotil dan tumbuhan biji telanjang.
2) Sistem perakaran serabut
Terjadi bila akar lembaga dalam perkembangan selanjutnya mati atau
kemudian disusul oleh perkembangannya sejumlah akar yang kurang lebih sama
besar dan semuanya berasal dari pangkal batang. Akar-akar ini karena bukan
berasal dari calon akar yang asli disebut akar linear, bentuknya seperti serabut, oleh
karena itu disebut akar serabut. Umumnya terdapat pada tumbuhan yang tergolong
monokotil.
Akar dapat pula berubah bentuk karena fungsinya berbeda dengan fungsi asal.
Hal ini dapat disebabkan oleh karena penyesuaian cara hidupnya dengan keadaankeadaan tertentu. Pada berbagai jenis tumbuhan kita dapati akar-akar yang
mempunyai tugas khusus, misalnya:
Akar udara atau akar gantung misalnya pada Beringin (Ficus Benjamin L.),
akar penggerak atau penghisap misalnya pada Benalu (Loranthus), akar pelekat
misalnya pada Lada (Piper Nigrum L.), akar pembelit misalnya pada Panili
(Avecennia), akar tunjang misalnya pada pohon Pandang (Pandanus Tectorius Sol.,
dan Rhizphora Apiculata L.), akar lutut misalnya pada pohon Tancong (Bruguiera

Parviflora W.et A), akar banir misalnya pada pohon Sukun (Artocarpus Communis
G. Forst), dan pohon Kenari (Canarium Commune L.).
2. Batang (Caulis)
Batang merupakan bagian tubuh tumbuhan yang amat penting dan mengingat
tempat serta kedudukan batang bagi tumbuhan, batang dapat disamakan dengan
sumbu tubuh tumbuhan. Batang sebagian besar terletak di atas tanah.
Batang merupakan bagian sistem pucuk yang tumbuh di atas tanah. Sistem
pucuk yang khas terdiri dari sebuah batang utama yang menyangga daun, batang,
dan kadang-kadang bunga. Istilah pucuk di sini adalah istilah kolektif bagi batang
dan perdaunan.
Batang selalu berujung pada kuncup yang tersusun atas sejumlah daun kecil
yang mengelilingi dan menyelubungi bagian pusat kuncup itu dan yang disebut
ujung batang. Batang pada umumnya berbentuk panjang, bulat seperti silinder atau
dapat pula mempunyai bentuk lain. Pada tumbuhan berkeping biji dua, batang yang
di bagian bawahnya lebih besar dan ke ujung makin mengecil, dan dapat
mempunyai percabangan atau tidak. Tumbuhan berkeping biji tunggal sebaliknya
mempunyai batang yang dari pangkal ujung boleh dikatakan tidak ada perbedaan
besarnya dan hanya pada beberapa golongan saja yang pangkalnya tampak
membesar tetapi selanjutnya ke atas sama, seperti terlihat pada bermacam-macam
palma (palmae)
Berdasarkan panjang pendeknya batang dibedakan batang yang amat pendek
dan batang yang panjang (jelas sekali berbatang). Tumbuhan yang mempunyai
batang sangat pendek, semua daun-daunnya seakan-akan keluar dari bagian atas
akarnya dan tersusun sangat rapat satu sama lain merupakan suatu roset (misalnya
seperti pada tanaman lobak atau sawi).
3. Daun (Folium)
Daun merupakan salah satu organ tumbuhan yang tumbuh dari batang,
umumnya berwarna hijau dan terutama berfungsi sebagai penangkap energi dan
cahaya matahari melalui fotosintesis. Daun merupakan organ terpenting bagi
tumbuhan dalam melangsungkan hidupnya karena tumbuhan adalah organisme
autotrof obligat, ia harus memasak kebutuhan energinya sendiri melalui konversi
cahaya menjadi kimia.

Bentuk daun sangat beragam, namun biasanya berupa helaian, bisa tipis atau
tebal. Gambaran-gambaran dimensi daun digunakan sebagai pembeda bagi bentukbentuk daun. Bentuk dasar daun membulat dengan variasi cuping menjadi atau
menjadi elips memanjang. Bentuk ekstremnya bisa meruncing panjang.
Daun juga bisa bermodifikasi menjadi duri (misalnya pada kaktus) dan
berakibat daun kehilangan fungsinya sebagai organ fotosintetis. Daun tumbuhan
sekulen/xerofit juga dapat mengalami peralihan fungsi menjadi organ penyimpan
air.
Warna hijau pada daun berasal dari kandungan klorofil pada daun. Klorofil
adalah semua pigmen yang berperan dalam menyeleksi panjang gelombang cahaya
yang energinya diambil dalam fotosintetis. Sebenarnya daun juga memiliki pigmen
lain, misalnya koroten (jingga), xantofil (kuning), antosianin (merah, biru, atau
ungu tergantung derajat keasaman). Daun tua kehilangan klorofil sehingga
warnanya berubah menjadi kuning atau merah (dapat dilihat pada daun yang
gugur).
4. Bunga
Bunga Pada tumbuhan, bunga hanya muncul pada fase-fase tertentu, yaitu
pada fase di mana tumbuhan akan memulai perkembangbiakan (fase reproduksi).
Buah merupakan organ tumbuhan yang terbentuk setelah bunga mengalami proses
penyerbukan. Dengan demikian, organ bunga dan buah disebut pula sebagai organ
tambahan. Bunga sebenarnya merupakan hasil dari modifikasi batang, sedangkan
buah berasal dari bakal buah yang terdapat pada bunga dan telah mengalami
pembuahan. Morfologi bunga pada tumbuhan tinggi terdiri atas mahkota bunga,
kelopak bunga, putik, dan benang sari.
Berdasarkan ada tidaknya salah satu bagian pembentuk bunga tersebut, bunga
dibagi menjadi lima, yaitu bunga lengkap, bunga sempurna, bunga jantan, bunga
betina, dan bunga telanjang. Bunga lengkap adalah bunga yang memiliki semua
kelengkapan bunga, yaitu kelopak (calix), mahkota (corolla), benang sari (stamen),
dan putik. Bunga sempurna adalah bunga yang selalu memiliki benang sari dan
putik, tetapi kadang-kadang terdapat calix dan mahkota.
Bunga jantan, memiliki ketiga bagian bunga, yaitu kelopak, mahkota, dan
benang sari. Namun, bunga tipe ini tidak memiliki putik. Sementara itu, bunga

betina merupakan kebalikan dari tipe bunga jantan. Pada tipe bunga betina tidak
terdapat benang sari, tetapi memiliki ketiga bagian lainnya. Bunga telanjang adalah
bunga yang hanya memiliki benang sari dan putik, tetapi tidak memiliki calix dan
corolla.
5. Buah dan biji
Buah merupakan organ tumbuhan yang terbentuk setelah bunga mengalami
proses penyerbukan. Daging buah bagi tanaman berguna untuk melindungi biji.
Bagi makhluk lain, daging buah merupakan bagian yang biasanya dimakan.
Sedangkan biji tidak terbungkus daging buah, misalnya biji kedelai, kacang tanah,
padi. Ada juga buah berbiji tunggal, misalnya mangga, kelengkeng, dan rambutan.
Buah yang berbiji banyak (majemuk), misalnya pepaya, sirsak, dan jambu biji.
Berdasarkan jumlah keping yang dimiliki, biji dapat di bedakan menjadi dua
yaitu :
a.
b.

Biji berkeping satu, misalnya biji jagung, padi, melinjo, salak dan pepaya
Biji berkeping dua, misalnya kedelai, petai, kacang tanah, jengkol, kacang
hijau
Susunan biji terdiri dari :

a.
b.

Kulit biji, untuk melindungi biji dari lingkungan luar


Keping biji, merupakan cadangan makanan saat biji (berkecambah)
c. Lembaga, yaitu calon tumbuhan baru yang terdiri atas bakal akar, bakal
batang, batang daun.

BAB IV
HASIL PENGAMATAN
A. Mangrove
1. Ficus sp
Klasifikasi

Kerajaan
Ordo
Famili
Bangsa
Genus
Spesies

: Plantae
: Rosales
: Moraceae
: Ficeae
: Ficus
: Ficus sp

Deskripsi
Akar

: Tunggang, akar

gantung atau akar udara


Batang

: Bulat berwarna coklat

Daun

: Tulang daun lateral yang pertama cenderung lurus dan menyudut


terhadap ibu tulang daun di bagian pangkal daun membentuk pola
tiga-cabang (tri-veined) yang khas. Ujung daun runcing, permukaan
daun licin, dan menyirip

Bunga

: Berwarna putih

Keterangan

: Pesisir tepian pantai, kegunaan Sebagai bahan bangunan, kayu


bakar, dan arang.

2. Scaevola taccada
Klasifikasi
Kingdom
Ordo
Famili
Genus
Species

: Plantae
: Asterales
: Goodeniaceae
: Scaevola
: S. Taccada

Deskripsi
Akar

: Akar lutut

Batang

: Bulat, batang tidak berkayu, berwarna hijau, dan licin.

Daun

: Daunnya melebar ke atas, menyirip, daunnya licin dan mengkilap,


tepi daun melengkung, permukaan daun seperti berlapis lilin.
Bentuknya bulat telur terbalik. Tulang daun menyirip.

Bunga

: Bunga tidak beraroma, putih sampai kuning muda.

Keterangan

: Di darat dan di tepi mangrov terbatas pada pantai berpasir atau


daerah batu berkarang. Kegunaan akarnya dimanfaatkan sebagai anti
keracunan makan ikan atau kepiting.

3. Lumnitzera littorea
Klasifikasi
Kerajaan

: Plantae

Ordo

: Myrtales

Famili

: Combretaceae

Genus

: Lumnittzera

Spesies

: L. Littoria

Deskripsi
Akar

: Tidak memiliki akar nafas

Batang

: Berkayu dan bercabang

Daun

: Daunnya agak tebal, berdaging, keras dan kaku, berumpun pada


ujung dahan, bentuknya bulat telur dan terbalik.

Bunga

: Biseksual, berwarna merah cerah, dan dipenuhi oleh nektar.

Buah

: Berbentuk seperti pot, warnanya hijau

Keterangan

: Habitatnya menyukai substrat berlumpur padat dan berpasir.


Kegunaan Cocok digunakan sebagai konstruksi bangunan, jembatan,
kapal, dan perabotan rumah tangga.

4. Ceriops decandra

10

Klasifikasi
Kerajaan

: Plantae

Divisi

: Magnoliophyta

Kelas

: Magnoliopsida

Ordo

: Malpighiales

Famili

: Rhizophoraceae

Genus

: Ceriops

Spesies

: Ceriops decandra

Deskripsi
Akar

: Memiliki akar tunggang yang kecil

Batang

: Licin dan berbuku-buku berwarna coklat kehijauan.

Daun

: Daun tunggal, bulat telur terbalik, dengan ujung tumpul atau


berlekuk, mengkilap seperti kulit, terletak berhadapan, Daun
penumpu kecil, 1,5 2,5 cm, lekas gugur, meninggalkan bekas
serupa cincin.

Bunga

: Mengelompok

Buah

: Hipokotil, ujungnya tajam dan berbintil warna hijau hingga coklat.

Keterangan

: Menyukai substrat berlumpur padat dan berpasir, daerah pasang


surut.

5. Aegiceras floridum
Klasifikasi
Kingdom
Division

: Plantae
: Angiospermophyta

Class

: Magnoliopsida

Order

: Primulales

Family
Genus
Species

: Myrsinaceae
: Aegiceras
: Aegiceras floridum

Deskripsi
Akar

: Akar menjalar dipermukaan tanah

11

Batang

: Batangnya berkayu, berbentuk bulat dan berwarna coklat


monoppodial.

Daun

: Berkulit, bagian atas terang dan hijau mengkilat, bagian bawah


hijau pucat kadang kemerahan. Kelenjar pembuangan garam terletak
pada permukaan daun dan gagangnya. Unit dan Letak: sederhana
dan bersilangan. Bentuk: bulat telur terbalik. Ujung: membundar.

Bunga

: Dalam satu tandan terdapat banyak bunga yang bergantungan


seperti lampion masing-masing tangkai/gagang bunga panjangnya 46 mm. Letak: di ujung tandan/tangkai bunga. Formasi: payung.
Daun Mahkota: 5 putih, ditutupi rambut pendek halus. Kelopak
bunga: 5 putih- hijau.

Buah

: Buah berwarna hijau hingga merah, bentuk agak lurus. Buah berisi
satu biji memanjang dan cepat rontok. Ukuran: panjang 3 cm dan
diameter 0,7 cm.

Keterangan

: Tumbuh di daerah mangrove, pada tepi pantai berpasir hingga tepi


sungai, tercatat pula tumbuh pada substrat berkarang.

6. Hibiscus tiliaceus
Klasifikasi
Kingdom

: Plantae

Sub kingdom : Tracheobionta


Super Divisi : Spermatophyta
Divisi

: Magnoliophyta

Kelas

: Magnoliopsida

SubKelas

: Dilleniidae

Ordo

: Malvales

Famili

: Malvaceae

Genus

: Hibiscus

Spesies

: Hibiscus tiliaceus L

Deskripsi
Akar

: Akarnya tunggang

12

Batang

: Bercabang, berkayu, berwarna coklat dan berbentuk bulat.

Daun

: Bentuk seperti hati, ujungnya runcing, permukaan bawah berambut


halus, Daun menjari, sebagian dari tulang daun utama dengan
kelenjar berbentuk celah pada sisi bawah dan sisi pangkal. Sisi
bawah daun berambut abu-abu rapat. Daun penumpu bulat telur
memanjang, panjang 2.5 cm, meninggalkan tanda bekas berbentuk
cincin.

Bunga

: Berbentuk lonceng, warnanya kuning

Biji

: Memiliki biji yang berambut

Buah

: Buah berbentuk telur berparuh pendek, panjang 3 cm, beruang 5


tidak sempurna, membuka dengan 5 katup

Keterangan

: Substrat lumpur daerah pasang surut. Daun muda yang diremas


digunakan sebagai bahan penyubur rambut. Akar tanaman waru bisa
dipakai untuk obat demam.

7. Xylocarpus granatum
Klasifikasi
Kingdom

: Plantae

Ordo

: Sapindales

Famili

: Meliaceae

Genus

: Xylocarpus

Spesies

: Xylocarpus granatum

Deskripsi
Akar

: Akar berupa akar napas atau permukaan akar seperti pita.

13

Batang

: Berkayu, bulat, bercabang, dan berwarna abu-abu, Kulit batang


bercelah atau bersisik.

Daun

: Daun majemuk menyirip genap, berseling, bentuk anak daun


jorong atau bulat telur sungsang.

Bunga

: Bunga malai tumbuh pada ketiak daun, uniseksual, daun-daun


mahkota berwarna putih-krem.

Buah

: Buah kapsul, halus berkayu, bergaris tengah hingga 25 cm,


mengandung 6 18 biji.

Biji

: Biji berbentuk persegi empat, panjang hingga 6 cm, berwarna


coklat.

Keterangan

: Di substrat berlimpur. Kegunaan Kulit batang kaya akan tannin dan


dapat digunakan sebagai bahan pewarna pakaian. Batangnya, seperti
kayu mahoni, berpotensi sebagai bahan bangunan dan sumber kayu
bakar. Tumbuhan ini dipakai pula untuk merehabilitasi lahan atau
mereklamasi kawasan pantai.

8. Rhizophora apiculata
Klasifikasi
Kingdom

: Plantae

Divisi

: Magnoliophyta

Class

: Magnoliopsida

Ordo

: Malpighiales

Famili

: Rhizophoraceae

Genus

: Rhizophora

Spesies

: Rhizophora apiculata

Deskripsi
Akar

: Akar tunjang yang menyolok dan bercabang-cabang.

Batang

: Berwarna coklat, Batang berkayu dan berbentuk silindris. Batang


umumnya berbentuk bulat. Batang pokok memiliki banyak
percabangan yang dapat tumbuh menjadi tegakan tersendiri. Batang
kasar, terdapat tonjolan kecil dan pecahan kulit batang.

Daun

: Daun tunggal, terletak berhadapan, terkumpul di ujung ranting,


dengan kuncup tertutup daun penumpu yang menggulung runcing.

14

Helai daun eliptis, tebal licin serupa kulit, hijau atau hijau muda
kekuningan, berujung runcing, bertangkai. Daun penumpu cepat
rontok, meninggalkan bekas serupa cincin pada buku-buku yang
menggembung
Bunga

: Biseksual, kepala bunga kekuningan yang terletak pada gagang.


Letak: Di ketiak daun. Formasi: kelompok (2 bunga per kelompok).

Buah

: Buah kasar berbentuk bulat memanjang hingga seperti buah pir,


warna coklat, panjang 2-3,5 cm, berisi satu biji fertil. Hipokotil
silindris, berbintil, berwarna hijau jingga. Leher kotilodon berwarna
merah jika sudah matang.

Keterangan

: Tumbuh pada tanah berlumpur, halus, dalam dan tergenang pada


saat pasang normal. Tidak menyukai substrat yang lebih keras yang
bercampur dengan pasir. Kayu dimanfaatkan untuk bahan bangunan,
kayu bakar dan arang. Cabang akar dapat digunakan sebagai jangkar
dengan diberati batu.

9. Pandanus sp
Klasifikasi
Kerajaan
Divisi
Kelas
Ordo
Famili
Genus

: Plantae
: Magnoliophyta
: Liliopsida
: Pandanales
: Pandanaceae
: Pandanaceae

Spesies

: Pandanus sp

Deskripsi
Akar

: Akar tunjang

Batang

: Basah atau herba

Daun

: Berduri pada sisi daun, dan ujungnya tajam

Keterangan

: Tumbuh pada habitat dengan substrat berpasir di depan garis


pantai, terkena pasang surut hingga agak ke belakang garis pantai.
Di tanah dan pesisir pantai, daunnya yang dikeringkan dipakai
sebagai bahan baku anyaman, baik untuk tikar maupun topi pandan.

10. Rhizophora stylosa


Klasifikasi

15

Kingdom

: Plantae

Division

: Magnoliophyta

Class

: Magnoliopsida

Order

: Malpighiales

Family

: Rhizophoraceae

Genus

: Rhizophora

Spesies

: Rhizophora stylosa

Deskripsi
Akar

: Akar tunjang yaitu


akar yang terdapat di atas permukaan tanah. Pangkal akar berasal
dari pangkal batang. Ujung akar menembus tanah dan kuat. Akar
berwarna keputih-putihan pada daerah yang tidak dekat dengan
permukaan tanah, akar yang dekat dengan permuka berwarna lebih
gelap. Pada umumnya akar tanaman ini cukup tinggi di atas
permukaan tanah. Akarnya memiliki penampakan yang kokoh dan
kuat serta tidak mudah patah (lentur namun keras).

Batang

: Batang yang kokoh, kebanyakan tegak dan memiliki percabangan.


Batang berwarna kecoklatan. Permukaan batang tidak rata.

Daun

: Berbintik teratur dilapisan bawah gagang daun berwarna hijau,


berbentuk elif melebar dan ujungnya meruncing.

Bunga

: Gagang kepala burung seperti cagak, letaknya diketiak daun. Daun


mahkota putih ada rambut, kelopak bunga kuning hijau.

Buah

: Berbentuk buah pir, berwarna coklat berbintil agak halus hipokotil.

Keterangan

: Pesisir tepian pantai, kegunaan Sebagai bahan bangunan, kayu


bakar, dan arang.

11.Thespesia populnea

16

Klasifikasi
Kerajaan
Ordo
Famili
Genus

: Plantae
: Marvales
: Marvaceae
: Thespesia

Spesies

: Thespesia populnea

Deskripsi
Akar

: Jenis perakaran nya

akar tunggang
Batang

: Bercabang berkayu, berwarna coklat dan berbentuk oval

Daun

: Daun bertangkai panjang, bundar telur bentuk jantung dengan tepi


rata, bertulang daun menjari, dengan kelenjar kulit kecil di antara
pangkal tulang daun utama di sisi bawah daun. Daun muda bersisik
coklat rapat. Ujung daun meruncing.

Bunga

: Bunga berdiri sendiri, di ketiak daun, naik dahulu kemudian


tunduk, bertangkai panjang dan bersisik. Daun kelopak tambahan 3,
amat kecil dan lekas rontok. Kelopak seperti cawan dengan gigi
yang sangat kecil. Mahkota bentuk lonceng, kuning muda dan
akhirnya merah, dengan noda (bercak) ungu pada pangkalnya.
Bergetah kuning. Buah kotak bentuk bola pipih sampai bentuk telur
lebar

Biji

: Bijinya berambut.

Ekologi

: Tumbuh di pantai berpasir atau di bagian belakang dari hutan


pasang yang tidak berawa.

Manfaat

: Dapat mengobati kudis menggunakan campuran buah dan daun


segar yang dioleskan pada kulit yang infeksi. Akar yang muda
digunakan sebagai tonik

Lokasi Penemuan: Rempang Cate


12. Acrostichum Aureum

17

Klasifikasi
Kerajaan

: Plantae

Divisi

: Pteridophyta

Kelas

: Pteridopsida

Ordo

: Pteridaes

Famili

: Pteridaceae

Genus

: Achrostichum

Spesies

: A. Aureum

Deskripsi
Akar

: Berbentuk akar rimpang, tidak mempunyai akar udara.

Batang

: Batang berupa rhizome yang keras, timbul dan lurus, ditutupi oleh
urat besar. Menebal dibagian pangkal, cokelat tua dengan peruratan
yang lurus, pucat, tipis ujungnya bercampur dengan urat yang sempit
dan tipis.

Daun

: Panjang 1-3 m, memiliki tidak ebih dari 30 pinak daun. Pinak daun
letaknya berjauhan dan tidak teratur. Pinak daun terbawa selalu
terletak jauh dari yang laindan memiliki gagang yang panjangnya 3
cm. Ujung daun fertil berwarna cokelat seperti karat. Bagian bawah
dari pinak daun tertutup secara seragam oleh sporangia yang besar.
Ujung pinak daun yang steril dan lebih panjang membulat atau
tumpul dengan ujung yang pendek. Duri banyak, berwarna hitam.
Peruratan daun menyerupai jaring. Sisik yang luas, panjang hinggah
1 cm, hanya terdapat dibagian pangkal dari gagang, menebal
dibagian tengah. Spora besar dan berbentuk tetrahedral.

Biji

: Bukan berbentuk biji tetapi berbentuk spora

Manfaat

: Akar rimpang dan daun tua digunakan sebagai obat. Daun untuk
alas ternak, daun muda nya dimakan di Timor dan Sulawesi Utara

Lokasi Penemuan

: Rempang Cate

13. Rhizophora stylosa

18

Klasifikasi
Kerajaan

: Plantae

Divisi

: Magnoliophyta

Kelas

: Magnoliopsida

Ordo

: Malpighiales

Famili

: Rhizoporaceae

Genus

: Rhizophora

Spesies

: Rhizophora stylosa

Deskripsi
Akar

: Memiliki akar tunjang dengan panjang hingga 3 m, dan akar udara


yang tumbuh dari cabang bawah.

Batang

: Bulat, licin berwarna hijau

Daun

: Daun berkulit, berbintik teratur di lapisan bawah. Gagang daun


berwarna hijau. Unit dan Letak: sederhana dan berlawanan. Bentuk:
elips melebar. Ujung: meruncing.

Bunga

: Gagang kepala bunga seperti cagak, biseksual, masing-masing


menempel pada gagang individu. Letak: di ketiak daun.

Buah

: Berbentuk buah pir, berwarna coklat, berisi 1 biji fertil. Hipokotil


silindris, berbintil agak halus. Leher kotilodon kuning kehijauan
ketika matang.

Ekologi

Tumbuh pada habitat yang beragam di daerah pasang surut:

lumpur, pasir dan batu.


Penyebaran : Di Taiwan, Malaysia, Filipina, sepanjang Indonesia, Papua New
Guinea dan Australia Tropis. Tercatat dari Jawa, Bali, Lombok,
Sumatera, Sulawesi, Sumba, Sumbawa, Maluku dan Irian Jaya.
Lokasi Penemuan : Rempang Cate

14. Bruguiera cylindrica

19

Klasifikasi
Kerajaan

: Plantae

Ordo

: Malpighiales

Famili

: Rhizoporaceae

Genua

: Bruguiera

Spesies

: B. Cylindrica

Deskripsi
Akar

: Akar Tunggang

Batang

: Bulat berkayu, berwarna coklat

Daun

: Permukaan atas daun hijau cerah bagian bawahnya hijau agak


kekuningan. Unit dan Letak: sederhana dan berlawanan. Bentuk:
elips. Ujung: agak meruncing.

Bunga

: Bunga mengelompok, muncul di ujung tandan. Sisi luar bunga


bagian bawah biasanya memiliki rambut putih. Letak: di ujung atau
ketiak tangkai/tandan bunga.

Buah

: Hipokotil (seringkali disalah artikan sebagai buah) berbentuk


silindris memanjang, sering juga berbentuk kurva. Warna hijau
didekat pangkal buah dan hijau keunguan di bagian ujung. Pangkal
buah menempel pada kelopak bunga.

Ekologi

: Tumbuh mengelompok dalam jumlah besar, biasanya pada tanah


liat di zona Avicennia, atau di bagian tengah vegetasi mangrove
kearah laut.

Penyebaran

: Asia Tenggara dan Australia, seluruh Indonesia, termasuk Irian


Jaya.

Manfaat

: Untuk kayu bakar, di beberapa daerah akar muda dari embrionya


dimakan dengan gula dan kelapa.

Lokasi Penemuan: Rempang Cate

15. Ziziphus mouritania

20

Klasifikasi
Kerajaan

: Plantae

Divisi

: Magnoliophyta

Kelas

: Magnoliopsida

Ordo

: Rosales

Famili

: Rhamnaceae

Genus

: Zizipus

Spesies

: Zizipus mouritania

Deskripsi
Akar

: Perakaran Serabut

Batang

: Berkayu, cabang-cabang menyebar dan acap menjuntai, dengan


ranting-ranting tumbuh simpang siur dan berambut pendek.

Daun

: Daun-daun penumpu berupa duri, Daun-daun tunggal terletak


berseling. Helai daun bundar telur menjorong atau jorong lonjong,
bertepi rata atau sedikit menginggit, gundul dan mengkilap di sisi
atas, dan rapat berambut kempa keputihan di sisi bawahnya dengan
tiga tulang daun utama yang nampak jelas membujur sejajar.

Bunga

: Berbentuk payung Diketiak daun

Buah

: Menyerupai buah jeruk, ukuran kecil

Ekologi

: Pesisir/ Tepi Mangrove

Lokasi Penemuan : Rempang Cate


16. Pemphis sp
Klasifikasi
Kingdom

: Plantae

Division

: Magnoliophyta

Class

: Magnoliopsida

Order

: Myrtales

Family

: Lythraceae

Genus

: Pemphis

Spesies

: Pemphis sp

Deskripsi
Akar

: Akar Tunggang

21

Batang

: Batangnya lurus, berbentuk bulat dan berwarna hijau keabuan

Daun

: Permukaan kasar dan kaku dengan tuang daun menyirip.


Permukaan daun berwarna hijau, sedangkan bawahnya berwarna
hijau pucat.

Ekologi

: Pesisir/ ditepi mangrove

Lokasi Penemuan : Rempang Cate


17. Avicenia marina
Klasifikasi
Kingdom

: Plantae

Divisio

: Magnoliophyta

Class

: Magnoliopsida

Sub Class

: Asteridae

Order

: Lamiales

Family

: Acanthaceae

Genus

: Avicennia

Species

: Avicennia marina

Deskripsi
Akar

: Jenis perakaran tunggang dan memiliki akar napas

Batang

: Batang nya lurus, berbentuk bulat, dan berwarna hijau keabuan

Daun

: Daun berbentuk elips dengan ujung tumpul. Permukaan atas daun


berwarna hijau abu-abu dan suram.

Bunga

: Bunga bertipe majemuk dengan 8 14 bunga setiap tangkai.

Buah

: Bentuk buah seperti kacang

Ekologi

: Tumbuh pada tanah berlumpur, daerah tepi sungai, serta daerah


kering.

Manfaat

: Sebagai bahan maknan, untuk makanan ternak, bioformalin, sebagai


obat serta dapat digunakan sebagai kayu bakar.

Lokasi Penemuan : Rempang Cate

18. Rubiaceae

22

Klasifikasi
Kerajaan
Divisi
Kelas
Ordo
Famili

: Plantae
: Magnolophyta
: Magnoliopsida
: Gentianales
: Rubiaceae

Deskripsi
Akar

: Serabut

Batang

: Kasar kecoklatan,

tegak lurus.
Daun

: Tunggal, tulang daun sejajar, licin permukaan atas, permukaan


bawah seperti karatan. Bagian pucuk agak kemerahan,

Bunga

: Kuntum bunga bertangkai pendek, pada tiap-tiap ketiak daun dapat


tumbuh 3-4 disetiap bunga.

Keterangan : Pesisir tepian mangrove


19. Excoecaria sp
Klasifikasi
Kerajaan

: Plantae

Ordo

: Malpighiales

Famili

: Euphorbiaceae

Genus

: Excoecaria

Spesies

: Excoecaria sp

Deskripsi
Akar

: Tunggang

Batang

: Kecoklatan,bercabang, bulat.

Daun

: Hijau tua, ujung runcing, elips

Keterangan

: Pesisir tepian mangrove

20. Anacardium occidentale

23

Klasifikasi
Kingdom

: Plantae

Subkingdom : Tracheobinta
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi

: Magnoliopyta

Kelas

: Magnoliopsida

Sub kelas

: Rosidae

Ordo

: Sapindales

Famili

: Anacardiaceae

Genus

: Anacardium

Spesies

: Anacardium occidentale

Deskripsi
Akar

: Tunggang

Batang

: Berkayu, bulat, ranting berbulu pendek halus

Daun

: Tunggal tumbuh diujung ranting berbentuk bulat telur, telur


sungsang atau terbalik dengan pangkal runcing, ujung bulat.

Asesoris

: Batangnya berbulu pendek halus.

Keterangan

: Pesisir atau tepian mangrove

B. Tumbuhan Tingkat Tinggi di Darat


1. Kembang Sepatu (Hibiscus rosa sinensis L.)
24

Klasifikasi :
Divisi

: Spermatophyta

Sub divisi

: Angiospermae

Kelas

: Dicotyledonae

Ordo

: Malvales

Famili

: Malvaceae

Genus

: Hibiscus

Spesies

: Hibiscus rosa sinensis L.

Deskripsi :
Akar
Tunggang, coklat muda.
Batang
Bulat, berkayu, keras, diameter 9 cm, masih muda ungu setelah tua
putih kotor.

Daun
Tunggal, tepi beringgit, ujung runcing, pangkal tumpul panjang 10-16
cm, lebar 5-11 cm, hijau muda hijau.

Bunga
Tunggal, bentuk terompet, di ketiak daun, kelopak

bentuk lonceng,

berbagi lima, hijau kekuningan, mahkota terdiri dari lima belas


sampai dua puluh daun mahkota, merah muda, benang sari banyak,
tangkai sari merah, kepala sari kuning, putik bentukatabung,amerah.

Buah
Kecil, lonjong, diameter 4 mm, masih muda
iputihiisetelahiituaiicoklat.

Biji
Berbentuk pipih, dan berwarnaiiputih.

25

Habitat
Tumbuh di daerah tropis dan subtropics
Keterangan
Digunakan sebagai tanaman hias dan sebagai obat

2. Asoka merah (Ixora coccinea L)


Klasifikasi :
Kingdom

: Plantae

Subkingdom

:Tracheobionta

Super Divisi

:Spermatophyta

Divisi

: Magnoliophyta

Kelas

: Magnoliopsida

Sub Kelas

: Asteridae

Ordo

: Rubiales

Famili

: Rubiaceae

Genus

: Ixora

Spesies

: Ixora coccinea L.

Deskripsi :
Akar
Tunggang
Batang
Batang berkayu tingginya bisa mencapai lebih dari 4 m. Lingkar
pangkal batang bisa mencapai 40 cm. Batang tumbuhan dikotil
ini berwarna gelap ayang kadang-kadang disertai bercak-bercak
oleh lumut kerak yang banyak menempel pada batang, cabang,
dan ranting-rantingnya. Kayunya relatif keras.

26

Daun
Bentuk daun lonjong dengan ukuran panjang imaksimum 24,2 cm
dan lebar daun bagian tengah 9,6 cm.
Bunga
Warna bunga merah dengan susunan menggerombol

Buah
Kecil, lonjong, diameter 4 mm, masih muda
iputihiisetelahiituaiicoklat.

Biji
Pipih, berwarna putih.
Habitat
tumbuh baik padTanah sangat gembur, dengan ketinggian 0 400
meter di atas permukaan laut. Tanaman ini dapat bertahan hingga
suhu 45C, dimana terdapat 2 jenis kebutuhan cahaya, yaitu sinar
matahari langsung dan tempat dengan kondisi lembab/gelap
dengan kelembaban sekitar 70%.

Keterangan
Digunakan sebagai tanaman hias dan sebagai obat disentri.

3. Asoka kuning (Sarca indica)


Klasifikasi :
Kerajaan

: Plantae

Divisi

: Magnoliophyta
27

Kelas

: Magnoliopsida

Ordo

: Fabales

Famili

: Fabaceae

Subfamili

: Caesalpinioideae

Bangsa

: Detarieae

Genus

: Saraca

Spesies

: Sarca indica

Deskripsi :

Akar

Berakar tunggang

Batang

Batang tegak berkayu, bercabang simpodial.

Daun

Daun tunggal dengan helai daun lonjong. Pangkal dan ujung


daun meruncing, tepi daun rata. Pertulangan daun menyirip.

Bunga asoka digolongkan kedalam bunga majemuk dan


Bunga

mempunyai susunan acropetal. Berbentuk jarum dengan


dikelilingi mahkota. Digolongkan bunga malai rata sedangkan
letak bunga asoka yaitu bunga pada ujung batang.

Habitat

Tumbuh pada kondisi tanah apapun, dengan intensitas cahaya


matahari tinggi

Keterangan

Biasanya digunakan sebagai tanaman penghijauan dan tanaman


hias

28

4. Bunga kertas putih (Bougainvillae peruviana)


Klasifikasi :
Kerajaan
Divisio
Kelas
Ordo
Family
Genus

: plantae
: magnoliphyta
: magnoliopsida
: caryophyllales
: nyctaginaceae
: bougainvillea

Sepsesies

: Bougainvillae peruviana

Deskripsi :

Akar

Berakar tunggang

Batang

Bentuknya adalah pohon kecil yang sukar tumbuh tegak

Daun

Daun berbentuk bulat telur, dengan ujung meruncing dan


pangkal tumpul berlekuk. Tulang daun menyirip.

Bunga

Bunga kecil yang dilindungi oleh seludang seperti kertas


berwarna putih

Habitat

Tumbuh di daerah tropis dari dataran tendah hingga 600 mdpl


dan daerah dengan intensitas cahaya matahari tinggi.

Keterangan

Biasanya digunakan sebagai tanaman hias

29

5. Bunga kertas ungu (Bougainvillea spectabilis)


Klasifikasi :
Kingdom

: Plantae

Divisi

: Spermatophyta

Class

: Dicotyledoneae

Ordo

: Caryophyllales

Family

: Nyctaginaceae

Genus

: Bougainvillea

Spesies

: Bougainvillea spectabilis

Deskripsi :
Akar
Berakar tunggang. Dengan akar-akar cabang yang melebar ke
semua arah dengan kedalaman 40 cm 80 cm. Akar yang
terletak dekat permukaan tanah kadang tumbuh terus atau
akar bakal tanaman bara.

Batang
Memiliki sifat batang yang berkayu (lignosus), bentuk batang
yang bulat (teres), sifat permukaan batang berduri (spinosus),
arah tumbuh batang tegak lurus (erectus) dan percabangan
batang monopodial.

Daun
Pasangan daun yang sama dihubungkan dengan tonjolan

30

yang melintang. Daun menyirip berdaun satu, helaian daun


lebar bulat sampai memanjang, bertepi rata, bertulang
menyirip atau bertulang tiga sampai lima

Bunga
Bunga bogenville termasuk bunga majemuk, payung 3 15
bunga. Bunga berwarna ungu. Kelopak bunga berbentuk
tabung 2 4 mm. taju bunga 5 -8, berbentuk paku, berambut
Biji

halus.
Berbiji dua

Habitat

Tumbuh di daerah tropis dan banyak terkena cahaya matahari

Keterangan
Biasanya difanfaatkan sebagai tanaman hias. Dapat juga
dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit seperti
bisul, biang keringat dan gatal-gatal, hepatitis, haid tidak
teratur dan keputihan.
6. Bougainvillea glabra (Bunga Kertas Merah)
Klasifikasi :
Kingdom

: Plantae

Subkingdom : Tracheobionta
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi

: Magnoliophyta

Kelas

: Magnoliopsida

Sub Kelas

: Hamamelidae

Ordo

: Caryophyllales

Famili

: Nyctaginaceae

Genus

: Bougainvillea

Spesies

: Bougainvillea glabra

Deskripsi
Akar

: Tunggang

31

Batang

: Berkayu (lignosus), bentuk batang yang bulat (teres), sifat


permukaan batang berduri (spinosus), arah tumbuh batang tegak
lurus (erectus) dan percabangan batang monopodial, dan batang
berwarna coklat.

Daun

: Daun menyirip berdaun satu, helaian daun lebar bulat sampai


memanjang, bertepi rata, bertulang menyirip atau bertulang tiga
sampai lima.

Bunga

: Bunga bogenville termasuk bunga majemuk, payung 3 15


bunga. Kelopak bunga berbentuk tabung 2 4 mm, taju bunga 5 -8,
berbentuk paku, dan berambut halus.

Buah

: Buah buni yang masak hitam megnkilat, bebiji dua atau karena
kegagalan berbiji satu dan tidak memiliki lekukan.

Habitus

: Perdu tegak

Ekologi

: Tumbuh dengan baik pada lahan berpasir asam, tidak toleran


terhadap air yang berlebih. Pada lahan yang memiliki humus subur
dan lapisan tanah dibawahnya asam.

Keterangan

: Sebagai tumbuhan hias, menyembuhkan beberapa penyakit.

7. Jambu Biji (Psidum Guajava)


Klasifikasi :
Kingdom
: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi

: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas

: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)

Sub Kelas

: Rosidae

Ordo

: Myrtales

Famili

: Myrtaceae (suku jambu-jambuan)

32

Genus

: Psidium

Spesies

: Psidium guajava L.

Deskripsi :
Akar

Akar

Berakar tunggang

Batang

Batang jelas terlihat, berkayu (lignosus), silindris,


permukaanya licin dan terlihat lepasnya kerak (bagian
kulit

yang

mati),

batang

berwarna

coklat

muda,

percabangan dikotom. Arah tumbuh cabang condong


keatas dan ada pula yang mendatar. Jambu biji memiliki
cabang sirung pendek (virgula atau virgula sucre scens)
yaitu cabang-cabang kecil dengan ruas-ruas yang pendek.
Daun

Daun jambu biji tergolong daun tidak lengkap karena


hanya terdiri dari tangkai (petiolus) dan helaian (lamina)
saja disebut daun bertangkai.Dilihat dari letak bagian
terlebarnya jambu biji bagian terlebar daunya berada
ditengah-tengah dan memiliki bangun jorong karena
aperbandingan panjang : lebarnya adalah1 -2: (13-15 :
5,6-6cm).

Bunga

Bunga jambu biji kecil-kecil berwarna putih. Bunga pada


jambu biji terdiri dari kelopak dua mahkota yang masingmasing terdiri aras 4-5 daun berkelopak dan sejumlah
daun mahkota yang sama, dan memiliki benang sari yang
banyak dan berkelopak, berhadapan dengan daun-daun
mahkota memiliki tangkai sari dengan warna yang cerah
33

bakal buah tenggelam dan mempunyai satu tangkai putik.

Buah

Buah jambu bijimemiliki buah sejati tunggal artinya, buah


ini terjadidari satu bunga dengan satu bakal buah saja dan
memiliki lebih dari satu biji. Jambu biji termasuk dalam
buah sejati tunggal yang berdaging dan bentuk buahnya
bulat. Bijinya banyak dan terdapat pada daging buahnya.

Biji

Mempunyai biji yang banyak, permukaannya licin keras


dan berukuran kecil.

Habitat

Tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 1500 m


dpl. Umumnya tumbuh baik pada temperatur 15 - 45C.

Keterangan

Buahnya, sebagai konsumsi dan obat dangue daunnya


dapat digunakan untuk obat diare.

8. Jambu Mete (Anacardium occidentale)


Klasifikasi :
Kingdom
: Plantae
Divisi

: Spermatophyta

Class

: Dicotyledoneae

Ordo

: Anacardiales

Famili

: Anacardiaceae

Genus

: Anacardium

Spesies
Deskripsi :

: Anacardium occidentale

Akar

Berakar tunggang

Batang

Pohon, tinggi 8-12 m, memiliki cabang dan ranting


yang banyak. Batang melengkung, berkayu, bergetah,
percabangan mulai dari bagian pangkalnya. Daun
tunggal, bertangkai, panjang 4-22,5 cm, lebar 2,5 -15
cm

Daun

Helaian daun berbentuk bulat telur sungsang, tepi rata,


pangkal runcing, ujung membulat dengan lekukan
34

kecil

di

bagian

tengah,

pertulangan

menyirip,

berwarna hijau
Bunga

Helaian daun berbentuk bulat telur sungsang, tepi rata,


pangkal runcing, ujung membulat dengan lekukan
kecil

di

bagian

tengah,

pertulangan

menyirip,

berwarna hijau
Tangkai buahnya lama kelamaan akan

Buah

menggelembung menjadi buah semu yang lunak,


seperti buah peer, berwarna kuning, kadang-kadang
bernoda merah, rasanya manis agak sepat, banyak
mengandung air, dan berserat.
Biji

Biji bulat panjang, melengkung, pipih, warnanya


cokelat tua.

Habitat

Selama pertumbuhannya, Jambu mede memerlukan


suhu lingkungan serta curah hujan yang tinggi.
Tumbuhan ini memiliki toleransi yang tinggi terhadap
kondisi lingkungan yang sangat kering apabila sistem
perakarannya telah mencapai bagian tanah dalam yang
lembab. Tumbuhan ini dapat tumbuh baik di daerah
kering hingga ketinggian 500 m dpl.

Keterangan

Buah dan biji dapat dikonsumsi dan sebagai obat

9. Jeruk nipis (Citrus aurantiifolia )


Klasifikasi :
Kingdom

: Plantae

Divisio

: Spermatophyta

Subdivisio

: Angiospermae

Klas

: Dicotyledonae

Bangsa

: Rutales

Famili

: Rutaceae

35

Genus

: Citrus

Species

: Citrus aurantiifolia

Deskripsi :
Akar

Berakar tunggang

Batang

Jeruk nipis termasuk salah satu jenis citrus Geruk.


Jeruk nipis termasuk jenis tumbuhan perdu yang
banyak memiliki dahan dan ranting. Tingginya sekitar
0,5-3,5 m. Batang pohonnya berkayu ulet, berduri, dan
keras. Sedang permukaan kulit luarnya berwarna tua
dan kusam.

Daun

Daunnya majemuk, berbentuk ellips dengan pangkal


membulat, ujung tumpul, dan tepi beringgit. Panjang
daunyya mencapai 2,5-9 cm dan lebarnya 2-5 cm.
Sedangkan tulang daunnya menyirip dengan tangkai
bersayap, hijau dan lebar 5-25 mm.

Bunga

Bunganya berukuran majemuk/tunggal yang tumbuh di


ketiak daun atau di ujung batang dengan diameter 1,52,5 cm. kelopak bungan berbentuk seperti mangkok
berbagi 4-5 dengan diameter 0,4-0,7 cm berwama putih
kekuningan

dan

tangkai

putik

silindris

putih

kekuningan. Daun mahkota berjumlah 4-5, berbentuk


bulat telur atau lanset dengan panjang 0,7-1,25 cm dan
lebar
Buah

0,25-0,5

cm

berwarna

putih

Buahnya berbentuk bulat sebesar bola pingpong


dengan diameter 3,5-5 cm berwarna (kulit luar) hijau
atau kekuning-kuningan.

Biji

Berbentuk bulat telur dengan ujung yang meruncing


36

Habitat
Keterangan

Tanaman jeruk umumnya menyukai tempat-tempat


yang dapat memperoleh sinar matahari langsung
Mengandung banyak vitamin C dan antioksidan.
Dimanfaatkan sebagai obat batuk, dll.

10. Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L)


Klasifikasi :
Kingdom

: Plantae

Sub kingdom : Tracheobionta


Super division : Spermatophyta
Division

: Magnoliophyta

Classis

: Dicotyledons

Sub classis

: Rosidae

Ordo

: Geraniales

Familia

: Oxalidaceae

Genus

: Averrhoa

Species

: Averrhoa bilimbi L.

Deskripsi :
Akar

Berakar tunggang

Batang

Pohon belimbing wuluh kecil setinggi sekitar 10 meter


dengan diameter pangkal batang mencapai 30 cm.
Batangnya bergelombang dan tidak rata.

Daun

Daun belimbing sayur merupakan daun majemuk


sepanjang 30-60 cm dengan 11-45 pasang anak daun.
Anak

daun

berwarna

hijau,

bertangkai

pendek,

berbentuk bulat telur hingga jorong dengan ujung agak


runcing, pangkal membulat, tepi daun rata, panjang 2-10
cm, lebar 1-3 cm.
Bunga

Bunga

majemuk

berkelompok.

yang

Tumbuh

percabangan yang besar.

37

tersusun
keluar

dari

dalam
batang

malai,
atau

Buah

Buah belimbing buluh berupa buni berbentuk lonjor


bersegi, dengan panjang 4-6 cm. Buahnya berwarna hijau
kekuningan, berair dan jika masak berasa asam.

Biji

Biji kecil berbentuk pipih berwarna coklat muda atau


kuning kecoklatan.

Habitat

Tumbuh di dataran yang terkena cahaya matahari,


dataran rendah sampai 500mdpl.

Keterangan

Buah

belimbing

wuluh

(Averrhoa

bilimbi)

dapat

dimanfaatkan sebagai sirup, bumbu masakan atau sayur,


membersihkan noda pakaian, mengkilatkan barangbarang dari kuningan, dan sebagai bahan obat tradisional.
Daunnya juga bermanfaat sebagai campuran obat-obatan
tradisional.
11. Terung pipit (Solanum torvum Swartz)
Klasifikasi :
Kingdom
: Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi

: Magnoliophyta

Kelas

: Magnoliopsida

Sub kelas

: Asteridae

Ordo

: Solanales

Famili

: Solanaceae

Genus
Spesies

: Solanum
: Solanum torvum Swartz

Deskripsi :
Akar

Berakar tunggang

Batang

Merupakan semak kecil, yang tingginya dapat mencapai


5 m. Namun biasanya, kurang dari 2 m. Hampir semua
bagian tumbuhan ini berduri, kecuali hanya buah yang
ditutupi rambut.
38

Daun

Daunnya bulat telur dengan pangkal seperti jantung atau


membulat, dengan ujung yang tumpul. Panjang daun 7
20 cm dan lebarnya 418 cm.

Bunga

Tangkai perbungaannya pendek, sering bercabang-cabang


dan

banyak

bunganya.

Bunganya

berbentuk

bintang

berwarna putih, yang di tengahnya kuning.


Buah

Buahnya berjenis buah buni, kecil, dan banyak.

Biji

Biji bulat pipih dan banyak.

Habitat

Tersebar

luas

di

wilayah tropis.

Hidup

dari dataran

rendah sampai pada ketinggian 1600 mdpl.


Keterangan

Buahnya dikomsumsi untuk campuran sayur atau lalapan dan


ada juga yang memanfaatkan sebagai obat-obatan herbal.

12. Melastoma polyanthum (Senduduk Ungu)


Klasifikasi
Kingdom

: Plantae

Divisi

: Spermatophyta

Sub-Divisi

: Angiospermae

Kelas

: Dicotyledonae

Bangsa

: Myrtales

Suku

: Melastomaceae

Marga

: Melastoma

Spesies

: Melastoma polyanthum

39

Deskripsi
Habitus

: Perdu, tinggi 4 m.

Batang

: Berkayu, bulat, berbufu rapat atau bersisik, percabangan


simpodial, coklat.

Daun

: Tunggal.bulat telur, panjang 2-20 m, lebar 1-8 cm,


berhadapan, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, berbulu,
hijau.

Bunga

: Majemuk, kelopak berlekatan, berbulu, bagian ujung


pendek dari pangkal, ujung meruncing, daun pelindung
bersisik, ungu kemerahan, benang sari delapan sampai dua
belas, panjang 3 cm, merah muda, putik satu, kepala putik
berbintik hijau, bakal buah beruang empat sampai enam,
mahkota lima, bulat telur, ungu.

Buah

: Buni, bulat telur, merah.

Biji

: Kecil, merah.

Akar

: Tunggang, coklat.

Distribusi/Penyebaran : Terdapat di seluruh Indonesia, terutama di pinggir-pinggir


hutan, semak belukar dan tepi jurang
Habitat
Khasiat

: Tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 2200 m.


: Daun Melastoma polyanthum berkhasiat sebagai obat
mencret, obat kepulihan, obat radang usus dan obat sanawan.

13. Jasminum sambac (Melati Putih)

40

Klasifikasi
Kingdom

: Plantae

Divisi

: Spermatophyta

Subdivisi

: Angiospermae

Kelas

: Dicotyledonae

Ordo

: Oleales

Famili

: Oleaceae

Genus

: Jasminum

Spesies

: Jasminum sambac

Deskripsi
Akar

: Tunggang

Batang

: Semak, batangnya berkayu dengan tinggi kurang dari 5 meter.


Batangnya sedikit berbulu halus dan jarang.

Daun

: Daun majemuk menyirip (pinnatus), kedudukan daun batang


(filotaksis) berjenis apposite dengan setiap buku terdapat dua lembar
daun yang berhadapan. Daunnya hanya memiliki tangkai dan helaian
saja, berbentuk ovate, pangkal daun berbentuk setengah lingkaran
sedangkan pada ujung daun sedikit meruncing. Pinggir daun tidak
rata dan sedikit bergelombang.

Bunga

: Berwarna putih, bunga majemuk, memilki ibu tangkai bunga yang


keluar dari ketiak daun. Bagian-bagian bunganya terdiri dari tangkai
anak bunga yang di ujungnya terdapat daun pelindung berbentuk
benang berjumlah 7 helai, disambung dengan tangkai bunga. Saat
mekar bunga yang memilki 7 mahkota berlapis-lapis ini akan
berbentuk datar sehingga pada bunga jenis ini tidak ditemukan
kelopak bunga, punya andrecium (alat kelamin jantan) ditandai
dengan adanya stamen yang terdiri dari kepala sari, tangkai sari,
kotak sari, dan serbuk sari dan juga mempunyai alat kelamin betina
yang terdiri dari kepala putik, tangkai putik dan bakal buah. Namun
alat kelamin ini tidak produktif sehingga tidak menghasilkan buah.

Habitus

: Tanaman perdu, berbatang tegak merayap, hidup menahun.

Keterangan

: Bunga berfungsi untuk kesehatan.

41

14. Acacia auriculiformis (Akasia)


Klasifikasi
Kerajaan

: Plantae

Divisi

: Magnoliophyta

Kelas

: Magnoliopsida

Ordo

: Fabales

Famili

: Fabaceae

Upafamili

: Mimosoideae

Bangsa

: Acacieae

Genus

: Acacia

Spesies

: Acacia auriculiformis

Deskripsi
Akar

: Tunggang

Batang

: Kulit batang berwarna abu atau coklat.

Daun

: Bentuk daun seperti bulat sabit dengan panjang 10-16 cm dan lebar
1-3 cm, permukaan daun halus berwarna hijau keabuan dengan 3 4
tulang daun longitudinal yang jelas.

Bunga

: Perbungan aksiler berbentuk bulir dengan panjang 7-10 cm yang


selalu berpasangan; panjang tangkai bunga 5-8 mm; bunga terdiri
dari 5 helai daun mahkota yang berukuran 1,7 2 mm, biseksual,
kecil, berwarna kuning emas, dan wangi; daun kelopak bunga
berbentuk bulat berukuran 0.7-1 mm; benang sari banyak, dengan
ukuran 3 mm; ruang bakal buah diselaputi banyak rambut-rambut
pendek dan halus.

Buah

: Buah kering, panjangnya 6.5 cm dan 1-2.5 cm, berkayu, berwarna


coklat, tepinya bergelombang, awalnya lurus namun ketika buahnya
semakin tua akan terpuntir berbentuk spiral yang tidak teratur.

Biji

: Biji berbentuk bulat telur hingga elips, berukuran panjang 4-6 mm


dan lebar 3-4 mm, berwarna hitam mengkilap, keras, tangkai biji
panjang berwarna kuning atau merah.

Habitat

: Dataran yang mengalami pasang surut air laut, danau-danau berair


asin di dekat pantai, dan dataran yang tergenang air.

42

Manfaat

:Kayu

Acacia

auriculiformis

merupakan

bahan

untuk

bangunan,meuble,dl. Jenis ini telah dimanfaatkan secara luas untuk


revegetasi dan rehabilitasi lahan-lahan terdegradasi di Indonesia.
15. Canna indica L. (Bunga Pisang)
Klasifikasi
Kingdom

: Plantae

Subkingdom : Tracheobionta
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi

: Magnoliophyta

Kelas

: Liliopsida

Sub Kelas

: Commelinidae

Ordo

: Zingiberales

Famili

: Cannaceae

Genus

: Canna

Spesies

: Canna indica L.

Deskripsi
Habitus

: Merupakan tumbuhan herba tegak, dapat mencapai ketinggian 2


meter.

Akar

:Sistem

perakarnnya

serabut

(adix

adventicia),

dengan

akar rimpang (rhizoma)


Batang

:Memiliki percabangan monopodial. Batang berbentuk bulat (teres),


permukaan batang rata (laevis), batang berdaging, muncul dari
rimpang. Batang mempunyai nodus, internodus, batang berwarna
hijau.

Daun

: Merupakan daun tunggal, juga merupakandaun tidak lengkap


terdiri dari lamina dan vagina. Ujung dan pangkal daunnya runcing
(acutus),

tepi

daun

rata

(integer),

tulang

daun

menyirip

(penninervis), bangun daun bulat meanjang (oblongus), tata letak


daun bderseling bergantian (folia disticha), batang berwarna hjau.
Bunga

:Termasuk bunga majemuk dalam karangan bunga berbentuk tandan


(racemus),

bung

bunga bisexualis,

muncul
kelamin

43

pada
bunga

ujungbatang.
terdiri

dari

Termasuk

benang

sari

4 steril 1 fertil,berbentuk

lembaran

mahkota

yang

disebut

stamenidium. Putik berbentuk pipih, letak ovarium inferum, yang


terdiri dari 3 carpellum, 3 loculus, 3 ovulum. Letak ovarium axilaris.
Terdapat perhiasan bunga berupa corolla 3 petal lepas, calyx 3 sepal
lepas.
Buah

: Buah berupa buah kotak, berbentuk bulat telur dan pada bagian luar
terdapat duri duri lunak. Bijinya 3-5 buah dan berbentuk bulat

16. Euphorbia milii


Klasifikasi
Kingdom

: Plantae

Divisi

: Magnoliophyta

Kelas

: Magnoliopsida

Bangsa

: Euphorbiales

Suku

: Euphorbiaceae

Marga

: Euphorbia

Jenis

: Euphorbia milii

Deskripsi
Akar

: Akar tunggang. batang. Akar yang sehat berwarna putih kecoklatcoklatan, sedangkan akar yang sudah tua berwarna coklat.

Batang

: Batang ada dua macam, yaitu bulat dan bersudut, tidak berkayu.
Akan tetapi, dengan semakin bertambahnya umur tanaman batang
akan mengeras. Bentuk batangnya ada yang bulat, ada pula yang
bersudut. Batang ini ditumbuhi duri, ada yang berduri tunggal,
ganda, dan duri yang berkelompok.

Daun

: Bentuk daun bervariasi, ada yang berbentuk bulat telur, lonjong


dan jorong. Hampir semua daun tidak bertangkai tetapi duduk pada
batang. Tepi daun tidak bergerigi. Ujung daun juga bervariasi, ada
yang runcing, tumpul dan ujung terbelah. Susunan daun euphorbia
berselang-seling atau saling berhadapan dan duduk pada ruas batang
tanaman. Tulang daun menonojol, terutama tulang pada bagian
tengah keras.

44

Bunga

: Bunga euphorbia muncul membentuk dompolan-dompolan, setiap


dompol terdiri atas 4-32 kuntum. Bunga sejati yang sempurna
dengan organ seksual jantan dan betina yang lengkap.

Buah

: Buah muncul karena adanya pembuahan Buah berbentuk seperti


kapsul dan tersusun membentuk dompolan yang terdiri atas 3-4
buah. Buah ini terletak di ujung tangkai bunga. Buah muda berwarna
hijau dan apabila sudah tua buah akan berwarna coklat.

Biji

: Biji terdapat di dalam buah. Biji yang berwarna coklat tua ini
berbentuk bulat, dengan diameter antara 0,3-0,5 cm.

17. Morinda citriffolia (Mengkudu)


Klasifikasi
Kingdom

: Plantae

Subkingdom : Tracheobionta
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi

: Magnoliophyta

Kelas

: Magnoliopsida

Ordo

: Rubiales

Famili

: Rubiaceae

Genus

: Morinda

Spesies

: Morinda citriffolia L

Deskripsi
Batang

: Memiliki batang bengkok berdahan kaku, kulit batang berwarna


kecoklatan, beralur dangkal, tidak berbulu, anak cabangnya segi
empat.

45

Akar

: Memiliki akar tunggang yang tertancap di dalam tanah.

Daun

: Daun tanaman ini besae dan tunggak. Daun bertangkai, bulat telur
hingga berbentuk elips, kebanyakan daun runcing, berwarna hijau
mengkilap yang ber ukuran 5-17 cm. Daun ini memiliki banyak
variasi seperti bentuk bulat, bertepi rata, hijau kekuningan, gundul
dengan panjang 1,5 cm.

Bunga

: Bunga tanaman mengkudu berbentuk bongkol dengan tangkai 1-4


cm, rapat, berbunga banyak, tumbuh di dekat batang. Bunga berbau
harum dan wangi, serta memiliki mahkota berbentuk tabaung,
terompet, putih dalam lehernya berambut wol, panjang tabung
mencapai 1,5 cm. Benag sari berjumlah 4, tumbuh menjadi satu
dengan mahkota sehingga berukuran besar.

Buah

: Buah tanaman mengkudu bulat atau lonjong seprti telur ayam.


Permukaan buah terbagi sel polgonal ( bersegi banyak ) yang
berbintik-binti atau berkutil. Buah awal berwarna hijau dan menjadi
kekuning-kuningan ketika matang dan setelah matang buah akan
menjadi lunak. Sehingga berjatuhan di bawah pohon.

Biji

: Biji buah mengkudu berwarna hitam, memiliki albumen yang keras


dan ruang udara yang tampak jelas( berpori-pori ). Bijinya memiliki
daya tumbuh yang baik walapun sudah disimpan 6 bulan.
Perkecambahan 3-9 setelah di semaikan.

18. Capsicum frustescens (Cabe Rawit)

46

Klasifikasi
Kingdom

: Plantae

Sub kingdom : Tracheabionta


Super division : Spermatophyta
Division

: Magnoliophyta

Classing

: Magnolipsida

Sub classis

: Asteredae

Ordo

: Solanales

Famili

: Solanaceae

Genus

: Capsicum

Species

:Capsicum frustescens

Deskripsi
Daun

: Memiliki bentuk oval loncong , bahkan ada yang lanset. Warna


permukaan daun bagian atas hijau mudah , hijau , hijau tua , bahkan
kebiruan, sedangkan permukaan daun bagian umumnya berwarna
hijau mudah , hijau pucat dan hijau tua . Ukuran panjang pada daun
sekitar 3-4 cm dengan lebar 1-2 cm .

Batang

:Batang ini berwarna hijau tua , hijau muda dan batang batang yang
telah berwarna kecoklatan maka batang sudah mengalami kerusakan
pada jaringan parenkim .

Akar

: Akar berserabut.

Bunga

: Bunga pada tanaman cabe sangat lah bervariasi , namun memiliki


bentuk yang sama yaitu memiliki bentuk bintang . Bunga tumbu di
dekat bagian daun , dalam keadaan tunggal atau berkelompok dalam
satu tandannya . Dalam satu tandan ( kelompok ) terdapat 2-3
bunga , sedangkan mahkota memiliki bermacam-macam warna yaitu
putih , putih kehijauan , dan keungguan. Memiliki dia meter bunga

47

antara 5 20 mm .Bunga tanaman cabe merupakan bunga yang


sangat sempurnya , karena bunga jantan dan bunga betina
pemasakan di lakukan dengan waktu yang sama . Sedangkan
penyerbukan tanaman cabe di bantu dengan angin yang memiliki
kecepatan 10 20 km/jam .
Buah

: Buah cabe merupakan bagian yang sangat lah penting , memiliki


warna yang sangat lah mencolok yaitu bewarna merah dan juga
bewarna hijau mudah dan hijau mudah .

Biji

: Bulat gepeng berwarna kuning kecoklatan.

19. Artocarpus heterophyllus (Nangka)


Klasifikasi
Kingdom

: Plantae

Subkingdom : Tracheobionta
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi

: Magnoliophyta

Kelas

: Magnoliopsida

Sub Kelas

: Dilleniidae

Ordo

: Urticales

Famili

: Moraceae

Genus

: Artocarpus

Spesies

: Artocarpus heterophyllus

Deskripsi

48

Akar

: Akar tunggang dengan sistem percabangan akar yang cukup


banyak.

Daun

: Daun tunggal yang tumbuh berselang-seling pada bagian ranting


tanaman. Permukaan daun nangka bagian atas dan bawah memiliki
penampilan yang berbeda. Permukaan daun bagian atas memiliki
warna hijau cerah dengan tekstur yang licin, sedangkan permukaan
daun bagian bawah berwarna hijau tua dengan tekstur yang kasar.
Pangkal daun memiliki penumpu berbentuk segitiga dengan warna
kuning kecoklatan.

Bunga

: Tanaman nangka adalah tanaman berumah satu, artinya dalam satu


tanaman dapat dijumpai bunga jantan dan bunga betina. Bunga
jantan dicirikan dengan bentuknya yang menyerupai gada, bengkok,
dan berwarna hijau tua, sedangkan bunga betina dicirikan dengan
bentuknya yang menyerupai gada silindris yang pipih.

Buah

: Buah nangka tergolong buah majemuk semu, artinya buah tersebut


tersusun oleh rangkaian bunga majemuk (nyamplung) dan dari luar
terlihar seperti hanya satu buah.Di dalam buah nangka (diantara
nyamplung) terdapat dami-dami yang sebetulnya merupakan bunga
nangka yang tidak terserbuki.

Biji

: Biji berbentuk bulat telur, berkulit tipis, dan berwarna putih.

20. Mangifera laurina (Mangga)


Klasifikasi
Kingdom

: Plantae

Divisi

: Spermatophyta

Sub divisi

: Angiospermae

Kelas

: Dicotyledonae

Class

: Magnoliopsida

Ordo

: Sapindales

Famili

: Anacardiacea

Genus

: Mangifera

Spesies

: Mangifera laurina

Deskripsi

49

Batang

: Batang besar, berkayu, berbentuk bulat panjang seperti silindris,


kasar, berwarna coklat, arah tumbuhnya tegak lurus (erectus),
apabila dilukai kulit batang akan mengeluarkan getah yang mulamula bening kemudian kemerahan dan menghitam dalam beberapa
jam, getah ini berbau terpentin dan tajam, dapat melukai kulit atau
menimbulkan

iritasi,

terutama

bagi

orang

yang

sensitive;percabangan simpodial, cabang tinggi, membentuk tajuk


yang rapat dan rindang, arah tumbuh cabang tegak (fastigiatus).
Akar

: Tunggang, strukturnya kuat.

Daun

: Daun merupakan daun tunggal tidak lengkap, terdiri dari tangkai


daun dan lamina, tidak memiliki pelepah daun, tersusun dalam spiral
atau spiral rapat; permukaan daun bagian atas dan bawah licin
(laevis), pada permukaan atas berwarna hijau muda, pada permukaan
bawah berwarna hijau tua, bentuk daun jorong; tangkai daun
panjang, bulat; pangkal daun tumpul (obtusus); ujung daun
meruncing (acuminatus); tepi daun berombak (repandus); susunan
tulang-tulang

daun nervus

lateralis, tulang

daun

menyirip

(penninervis), daging daun tebal dan kaku seperti kulit(coriaceus).


Bunga

:Bunga termasuk perbungaan majemuk tak berbatas (inflorescentia


raacemosa), bunga lengkap, berkelamin dua (hermaphroditus),
bunga berkarang dalam malai (panicula), berbentuk piramid,
berwarna kuning muda kemerahan, aktinomorf, berbilang 5; tangkai
bunga bulat, pendek, duduk pada cabang-cabang malai; kelopak
lonjong; kepala sari berbentuk ginjal; putik bentuk segitiga, kuning
kemerahan, butir

polen bertipe Tri-zonocolpate, tiga

pori/

celah

tersusun teratur di zona katulistiwa.


Buah

: Buah batu, bentuk bulat telur; daging buah berwarna kuning terang
bila masak, berair, berserat, dapat dimakan, rasa mangga manis dan
sedikit asam, berbau harum terpentin; kulit buah berwarna hijau
kekuningan bila masak.

Biji

: Biji tunggal, terkadang dengan banyak embrio, terselubung


cangkang endokarp yang mengeras dan seperti kulit.

50

21. Averrhoa carambola


Klasifikasi
Kerajaan

: Plantae

Divisi

: Magnoliophyta

Kelas

: Magnoliopsida

Ordo

: Oxalidales

Famili

: Oxalidaceae

Genus

: Averrhoa

Spesies

: Averrhoa carambola

Deskripsi
Buah

: Buah berbentuk khas seperti bintang saat dipotong.

Akar

: Tunggang

Batang

: Batang berkayu (lignosus), berbentuk silindris, tumbuh tegak,


berwarna

coklat

tua,

kulit

kayu

tipis,

permukaan

kasar.

Percabangan banyak, arah cabang miring ke atas dan mendatar


sehingga membentuk pohon yang rindang.
Daun

: Daun majemuk, bertangkai panjang, warna hijau tua, bentuk bulat


telur, panjang 4 - 6 cm, lebar 3 - 4 cm, helaian daun tipis tegar, ujung
meruncing (acuminatus), pangkal tumpul (obtusus), tepi rata,
susunan pertulangan menyirip (pinnate), tidak memiliki daun
penumpu, permukaan atas dan bawah halus.

Bunga

: Bunga majemuk, kelopak berbentuk bintang (stellatus), mahkota


berwarna merah muda hingga jingga, panjang mahkota 8 mm,
daun mahkota berlekatan (gamopetalus).

Buah

: Buah berlekuk 5-6 (umumnya 5 lekuk) menyerupai bintang,


panjang 10 - 12 cm, buah muda berwarna hijau - setelah tua menjadi
kuning sampai ada yang mendekati warna kuning tua dan jingga,
51

tekstur buah renyah dengan rasa manis sedikit asam ketika matang,
banyak mengandung air.
Biji

: Bentuk biji pipih - berwarna putih saat muda, setelah tua berwarna
coklat tua, biasanya berbuah setelah berumur 2 - 5 tahun.

BAB V
PENUTUP

52

A. Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari pembuatan laporan akhir ini adalah sebagai berikut :
1) Perbedaan monokotil dan dikotil dapat kita lihat dari akar, batang, cambium,
dan daunnya
2) Bahwa masing-masing kelas tersebut memiliki ordo tersendiri
3) Pada tumbuhan kelas tingkat tinggi dapat dibedakan atau dibagi menjadi dua
macam, yaitu tumbuh-tumbuhan berbiji keping satu atau yang disebut dengan
monokotil / monocotyledonae dan tumbuhan berbiji keping dua atau yang
disebut juga dengan dikotil / dicotyledonae.

DAFTAR PUSTAKA
http://ccrc.farmasi.ugm.ac.id/?page_id=217

53

http://materibelajarinside.blogspot.co.id/2014/09/morfologi-klasifikasiekologi-tumbuhan-asoka.html
http://www.petanihebat.com/2013/12/morfologi-tanaman-jambu-biji.html
http://1001budidaya.com/klasifikasi-morfologi-belimbing-wuluh/
https://id.wikipedia.org/wiki/Takokak

LAMPIRAN

54

Rempang Cate, 5-6 Desember 2015

55