Anda di halaman 1dari 40

MENGGUNAKAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP)

ALDIO YUDHA T 3612100031

Our

EDWIN FAHRUR R 3613100054

tea m

ASTARINA CLEOSA 3613100056


BELLA SHINTYA PUTRI 3613100074

OUTLINE

METODE
PENELITIAN
TINJAUAN LITERATUR

LATAR BELAKANG

HASIL ANALISIS

KESIMPULAN

LATAR BELAKANG DAN


TUJUAN

Institut Teknologi Sepuluh


Nopember (disingkat ITS)
adalah perguruan tinggi negeri yang
terletak di Surabaya.

Terdiri dari 5 fakultas yaitu

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam


Fakultas Teknologi Industri
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Fakultas Teknologi Kelautan
Fakultas Teknologi Informasi

Menurut kamus Besar Bahasa


Indonesia, kampus adalah daerah
lingkungan bangunan utama
perguruan tinggi (universitas,
akademi) tempat semua kegiatan
belajar-mengajar dan administrasi
berlangsung.

Kampus salah satunya terdiri dari


mahasiswa dimana antara
mahasiswa yang satu dengan
mahasiswa yang lain bertempat
tinggal di daerah yang berbedabeda. Salah satu contoh yaitu di ITS
yang berlokasi di Jl. Arief Rahman
Hakim, Kampus Keputih, Sukolilo
Surabaya. Dikarenakan lokasi
kampus yang cukup strategis, maka
akses menuju kampus ITS ini memiliki
beberapa alternatif moda
transportasi

Maka dari itu dilakukan pemilihan


moda transportasi ke Institut
Teknologi Sepuluh November,
menggunakan model pengambilan
keputusan dengan Analytical
Hierarchy Process (AHP) untuk dapat
menentukan alternatif pemilihan
moda transportasi untuk perjalanan
menuju kampus di antara angkutan
umum, mobil pribadi, dan sepeda
motor.

TUJUAN
Tujuan dari laporan penelitian ini adalah untuk
mengetahui moda transportasi apa yang paling dipilih
oleh mahasiswa dalam melakukan perjalanan menuju
kampus
berdasarkan
kriteria
biaya,
efisiensi,
kenyamanan, dan keamanan

TINJAUAN LITERATUR

Angkutan Umum adalah


angkutan penumpang yang
dilakukan dengan sistem sewa
atau bayar

Angkutan pribadi adalah


angkutan yang menggunakan
kendaraan pribadi. Angkutan
pribadi bermotor di Indonesia
ditandai dengan Tanda
Nomor Kendaraan Bermotor
yang berlatar belakang
hitam dengan tulisan
berwarna putih

Pemilihan

moda angkutan dalam sistem


transportasi bukanlah suatu proses yang
statis ataupun proses yang acak. Pemilihan
moda oleh pengguna jasa ini juga
dipengaruhi berbagai faktor, seperti
kecepatan,
panjang,
perjalanan,
kenyamanan, kesenangan, ongkos, usia,
serta status sosial ekonomi pelaku
perjalanan tersebut (Bruton, 1985).

Jenis Karakteristik
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pilihan Moda
Karakteristik
pelaku Keadaan sosial ekonomi serta tingkat
perjalanan
pendapatan
Ketersediaan atau kepemilikan kendaraan
Kepemilikan Surat Ijin Mengemudi
Struktur rumah tangga
Karakteristik pergerakan Tujuan pergerakan
Waktu terjadinya pergerakan
Jarak perjalanan
Karakteristik
sistem Faktor kuantitatif, terdiriri dari :
transportasi yang bisa - Lama waktu perjalanan
dilihat
dari
tingkat - Biaya Transportasi
pelayanan
- Ketersediaan ruang
- Tarif parkir
Faktor kualitatif, terdiri dari :
- Kenyamanan
- Kemudahan
- Keandalan
- Keteraturan
- Keamanan
Sumber : Tamin, 2000

Gray (1979), memaparkan faktor-faktor yang


berkenaan dalam kualitas moda transportasi dalam
SCARCE.

(ongkos yang
bersaing)

(kemudahan
pencapaian)

(keselamatan)

(kenyamanan)

(keandalan)

(efisiensi)

Berdasarkan
faktor-faktor
pemilihan
moda
transportasi yang disampaikan oleh Tamin (2000)
dan Gray (1979), maka dalam penelitian ini
dilakukan proses identifikasi terhadap variabelvariabel yang mempengaruhi seseorang dalam
melakukan pemilihan moda seperti tercantum pada
tabel berikut ini

Alternatif Moda Transportasi

Variabel

Biaya

Angkutan Umum

Nilai ongkos yang bersaing (hemat


biaya transportasi)
Biaya parkir kendaraan

Efisiensi

Fleksibilitas rute, dan jadwal


Ketepatan waktu sampai tujuan

Kenyamanan

Jumlah penumpang dalam


kendaraan
Perlindungan dari cuaca

Keamanan

Keselamatan dari resiko


kecelakaan
Keamanan dari terjadinya tindak
kriminal

Sepeda Motor
Mobil

Sub Variabel

METODE PENELITIAN

Dalam pengumpulan data, teknik yang


digunakan adalah survei data sekunder dan
primer.

KUESIONER
Metode
Pengumpulan Data
Primer

Survei primer dalam penelitian


ini adalah pengumpulan data
dengan melakukan penyebaran
kuesioner.
Kuesioner
ini
disebarkan kepada sejumlah
mahasiswa Institut Teknologi
Sepuluh Nopember

KRITERIA RESPONDEN
Mahasiswa ITS minimal
semester 3

Mahasiswa Aktif ITS Surabaya:


Seluruh Mahasiswa ITS yang
masih aktif dan tercatat sebagai
mahasiswa ITS

RESPONDEN : 6 ORANG

Pernah menggunakan kendaraan


umum menuju kampus ITS Sukolilo
minimal 2 kali

Pernah menggunakan
kendaraan pribadi berupa
mobil menuju kampus ITS
Sukolilo minimal 2 kali

Usia 17 - 25tahun

Laki laki atau wanita

Pernah menggunakan kendaraan


pribadi berupa sepeda motor
menuju kampus ITS Sukolilo minimal
2 kali

KUESIONER YANG DIGUNAKAN

Mahasiswa Yang Menjadi Responden

Metode
Pengumpulan Data
Sekunder

STUDI LITERATUR
Studi
literatur
atau
kepustakaan
dilakukan
dengan meninjau isi dari
literatur yang bersangkutan
dengan tema penelitian ini,
diantaranya berupa buku,
hasil penelitian, tugas akhir,
serta artikel di internet dan
media massa

Metode analisis digunakan untuk


mengolah data yang diperoleh dari
hasil survey primer dan sekunder
untuk mencapai tujuan penelitian.
Metode analisis yang digunakan
dalam penelitian ini adalah
Analitycal Hierarchy Process (AHP)
dengan bantuan software Expert
Choice 11.0

Analitycal Hierarchy Process (AHP)


adalah metode untuk memecahkan
suatu situasi yang komplek tidak
terstruktur kedalam beberapa
komponen dalam susunan yang
hirarki, dengan memberi nilai
subjektif tentang pentingnya setiap
variabel secara relatif, dan
menetapkan variabel mana yang
memiliki prioritas paling tinggi
guna mempengaruhi hasil pada
situasi tersebut.

Proses hirarki analitis (AHP) yang


diusulkan dalam penelitian ini
bertujuan memberikan penilaian
bagi kriteria dalam pemilihan
alternatif moda transportasi menuju
kampus Institut Teknologi Sepuluh
Nopember

HASIL ANALISIS

KEAMANAN

0.311

EFISIENSI

0.303

KENYAMANAN 0.276
BIAYA

0.110

Inconsistency 0.01
Hasil analisis AHP dengan menggunakan Expert Choice menujukkan bahwa kriteria keamanan menjadi
pertimbangan terpenting dalam memilih moda transportasi untuk melakukan perjalanan menuju kampus. Indeks
konsistensi sebesar 0.01 memperlihatkan bahwa hasil pengukuran ini valid.

Dalam pemilihan moda transportasi faktor biaya memiliki


dua sub kriteria yaitu nilai ongkos yang bersaing
(hemat biaya transportasi) dan biaya parkir
kendaraan.

Nilai Ongkos yang Bersaing

0.349

Biaya Parkir Kendaraan

0.651

Inconsistency 0

Nilai Ongkos Yang Bersaing


Sepeda Motor

0.577

Angkutan Umum

0.267

Mobil Pribadi

0.156

Inconsistency 0.00793

Sepeda motor dianggap responden merupakan moda transportasi yang paling terjangkau dari segi biaya
jika dibandingkan dengan moda transportasi lainnya. Disusul oleh angkutan umum, dan mobil pribadi.
Mobil pribadi menjadi moda transportasi dengan prioritas paling akhir hal ini disebabkan pengeluaran
seperti biaya bensin menggunakan mobil pribadi lebih banyak dibandingkan moda transportasi lainnya.

Biaya Parkir Kendaraan


Angkutan Umum

0.699

Sepeda Motor

0.225

Mobil Pribadi

0.076

Inconsistency 0.06

Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan perangkat lunak Expert Choice 11, diperoleh hasil bahwa
angkutan umum menjadi prioritas utama berdasarkan aspek biaya parkir kendaraan. Hal ini
disebabkan karena penumpang dalam angkutan umum tidak perlu mengeluarkan biaya parkir
kendaraan. Mobil pribadi kembali menjadi moda transportasi dengan prioritas paling akhir.

Pada kriteria efisiensi terdapat dua sub kriteria yaitu fleksibilitas rute, dan jadwal, serta
ketepatan waktu sampai tujuan. Berdasarkan hasil perhitungan bobot alternatif kriteria efisiensi
dengan menggunakan perangkat lunak Expert Choice 11, maka diperoleh bahwa sub kriteria yang
paling dipertimbangkan dalam kriteria efisiensi adalah ketepatan waktu sampai tujuan.

Fleksibilitas Rute, dan Jadwal

0.405

Ketepatan Waktu Sampai Tujuan

0.595

Inconsistency 0

Fleksibilitas Rute, dan Jadwal


Sepeda Motor

0.738

Mobil Pribadi

0.160

Angkutan Umum

0.103

Inconsistency 0.02

Dari segi fleksibilitas rute dan jadwal, maka moda transportasi yang cenderung dipilih adalah sepeda motor.
Sepeda motor merupakan moda transportasi yang sangat fleksibel dan praktis, karena penggunanya dalam hal ini
mahasiswa memiliki kebebasan melakukan perjalanan sesuai yang diinginkan sehingga rute dan jadwal bisa diatur
sesuai kebutuhan. Sedangkan angkutan umum menjadi prioritas terakhir karena dianggap kurang fleksibel, dan
bergantung pada rute dan jadwal yang sudah ada.

Ketepatan Waktu Sampai Tujuan


Sepeda Motor

0.740

Mobil Pribadi

0.162

Angkutan Umum

0.098

Inconsistency 0.02
Dari segi ketepatan waktu sampai tujuan, maka moda transportasi yang cenderung dipilih adalah
sepeda motor, disusul oleh mobil pribadi, dan angkutan umum.
Sepeda motor dipilih karena waktu perjalanannya relatif singkat, dan tidak ada waktu perhentian.
Sedangkan angkutan umum waktu perjalanan relatif tidak tetap dan waktu tempuh lama, karena
angkutan umum sering melakukan perhentian

Pada kriteria kenyamanan terdapat dua sub kriteria jumlah penumpang dalam kendaraan dan
perlindungan dari cuaca. Berdasarkan hasil perhitungan bobot alternatif kriteria kenyamanan
dengan menggunakan perangkat lunak Expert Choice 11, maka diperoleh bahwa sub kriteria yang
paling dipertimbangkan dalam kriteria efisiensi adalah perlindungan dari cuaca.

Jumlah Penumpang dalam Kendaraan

0.490

Perlindungan Dari Cuaca

0.510

Inconsistency 0

Jumlah Penumpang dalam Kendaraan


Mobil Pribadi

0.600

Angkutan Umum

0.236

Sepeda Motor

0.164

Inconsistency 0.00684

Jika dilihat dari sub kriteria jumlah penumpang dalam kendaraan, maka moda transportasi yang
cenderung dipilih adalah mobil pribadi,disusul oleh angkutan umum, dan sepeda motor. Mobil
pribadi menjadi prioritas utama pengguna dikarenakan tingkat privasi yang tinggi sehingga
jumlah penumpang tidak melebihi kapasitas mobil. Sepeda motor menjadi prioritas terakhir
karena hanya dapat mengangkut maksimal dua orang.

Perlindungan Dari Cuaca


Mobil Pribadi

0.572

Angkutan Umum

0.331

Sepeda Motor

0.098

Inconsistency 0.00549
Dari segi perlindungan dari cuaca moda transportasi yang cenderung dipilih adalah mobil
pribadi. Mobil pribadi merupakan moda transportasi yang memiliki fasilitas paling memadai,
karena ketika cuaca panas moda transportasi ini memiliki fasilitas AC. Sedangkan ketika hujan
moda transportasi ini dapat melindungi penggunanya.

Pada kriteria keamanan terdapat dua sub kriteria yaitu keselamatan dari resiko kecelakaan dan
keamanan dari terjadinya tindak kriminal. Berdasarkan hasil perhitungan bobot alternatif kriteria kemanan
dengan menggunakan perangkat lunak Expert Choice 11, maka diperoleh bahwa sub kriteria yang paling
dipertimbangkan dalam kriteria keamanan adalah kemanan dari terjadinya tindak kriminal.

Keselamatan dari Resiko Kecelakaan

0.310

Keamanan dari Terjadinya Tindak Kriminal 0.690


Inconsistency 0

Keselamatan dari Resiko Kecelakaan


Mobil Pribadi

0.627

Angkutan Umum

0.222

Sepeda Motor

0.151

Inconsistency 0.01
Jika dilihat dari sub kriteria keselamatan dari resiko kecelakaan maka moda transportasi yang cenderung
dipilih adalah mobil pribadi.
Mobil pribadi tidak memiliki sifat kompetitif karena merupakan kepemilikan pribadi, penggunanya
cenderung lebih berhati-hati dalam menggunakan moda transportasi ini. Selain itu moda transportasi ini
memiliki fasilitas yang memadai dalam mencegah resiko kecelakaan lalu lintas. Angkutan umum menjadi
prioritas kedua karena sifat kompetitif antar angkutan umum sangat tinggi sehingga para supir sering
mengabaikan peraturan dan disiplin lalu lintas.

Keamanan dari Terjadinya Tindak Kriminal


Mobil Pribadi

0.685

Sepeda Motor

0.179

Angkutan Umum

0.136

Inconsistency 0.04

Jika dilihat dari sub kriteria keamanan dari terjadinya tindak kriminal maka
moda transportasi yang paling banyak digunakan adalah mobil pribadi karena
pengawasan terhadap penggunanya sangat baik. Sedangkan moda
transportasi berupa angkutan umum merupakan prioritas terakhir karena tidak
adanya pengawasan terhadap penumpang

Setelah melakukan analisis berdasarkan kriteria yang menjadi


pertimbangan, maka dapat dilakukan analisis prioritas
pemilihan moda transportasi secara umum.

Gambar di samping merupakan


gabungan dari pembobotan yang
dilakukan per aspek pada subbab
sebelumnya. Gambar tersebut
menunjukkan
prioritas
moda
transportasi
yang
digunakan
responden
untuk
melakukan
perjalan
menuju
kampus
berdasarkan
kriteria
biaya,
efisiensi,
kenyamanan,
dan
keamanan.

Mobil

pribadi merupakan moda transportasi yang


unggul berdasarkan kriterian keamanan yang
dipandang responden sebagai kriteria yang
terpenting. Angkutan umum merupakan alternatif
moda terakhir bagi responden untuk melakukan
perjalanan ke kampus hal tersebut disebabkan
kurangnya keamanan dari tindak kriminal dan
efisiensi waktu tempuh yang relatif lebih lama.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil pengumpulan


dan analisis data menggunakan
metode Analytic Hierarchy Process
(AHP), diketahui
bahwa menurut
reponden
(mahasiswa)
faktor
keamanan merupakan faktor yang
terpenting dalam pemilihan moda
menuju kampus yaitu dengan bobot
sebesar 31.1%. Disusul
faktor
efisiensi 30.3%, faktor kenyamanan
27.6% dan faktor biaya 11.0%

kesimpulan
Dari
hasil
AHP
dapat
disimpulkan bahwa responden
lebih memilih moda mobil
pribadi dengan bobot 44.2%
dalam
perjalanan
menuju
kampus, hal tersebut disebabkan
faktor keamanan lebih penting
bagi responden.