Anda di halaman 1dari 15

STANDAR AUDIT 240, STANDAR AUDIT 250

&
STANDAR AUDIT 260

DISUSUN OLEH :

Erick Hugo Syahriar

16.19.0236

Muhammad Hasanuddin Tuasamu

16.19.0231

PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI


SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI INDONESIA
SURABAYA
2016

STANDAR AUDIT 240

TANGGUNG JAWAB AUDITOR TERKAIT DENGAN KECURANGAN


DALAM SUATU AUDIT ATAS LAPORAN KEUANGAN

PENDAHULUAN
1. Ruang Lingkup
- SA ini menyatakan tanggung jawab auditor yang terkait dengan kecurangan dalam
suatu audit atas laporan keuangan. SA ini mempeluas SA 315 dan SA 330 dalam
kaitannya dengan resiko kesalahan penyajian material karena kecurangan
2. KARAKTERISTIK KECURANGAN
- Kesalahan penyajian laporan keuangan disebabkan karena kecurangan atau
kesalahan. Faktor yang membedakan antara kecurangan dan kesalahan adalah dari
tindakan yang mendasari terjadinya kesalahan dalam penyajian yang
menyebabkan tindakan itu disengaja atau tidak.
- Kecurangan disini apakah kecurangan tersebut dalam laporan keuangan atau
penyalahgunaan aset mencakup :
a. Insentif atau tekanan ketika manajemen berada dalam tekanan baik dari luar
maupun dalam entitas untuk mencapai target laba atau hasil keuangan
terutama jika konsekuensi manajemen gagal dalam mencapai target keuangan
tersebut.
b. Peluang melakukan kecurangan mungkin ada jika individu percaya
pengendalian internal dapat diabaikan.
c. Individu yang dapat mengungkapkan alasan untuk pembenaran tindakan
kecurangan baik secara sengaja atau tidak sengaja
- Pelaporan keuangan yang mengandung kecurangan mencakup kesalahan
penyajian yang disengaja termasuk penghilangan suatu jumlah untuk
mempengaruhi persepsi para pengguna laporan keuangan dengan cara :
a. Manipulasi, pemalsuan yang menjadi dasar penyusunan laporan keuangan
b. Peryataan salah transaksi dalam laporan keuangan
c. Penerapan salah yang disengaja yang berkaitan dengan jumlah,klasifikasi,
penyajian
- Kecurangan dapat dilakukan melalui pengabaian pengendalian oleh manajemen
dengan cara :
a. Mencatat jurnal fiktif terutama menjelang akhir periode akuntansi
b. Menyesuaikan asumsi dan mengubah pertimbangan unutk estimasi saldo akun
c. Menghilangkan,mengakui terlebih dahulu atau menunda pengakuan dalam
laporan keuangan tentang peristiwa yang terjadi
d. Menyembunyikan fakta yang mempengaruhi suatu jumlah tersebut
e. Menggunakan transaksi yang kompleks yang disusun untuk menyajikan
kinerja keuangan yang salah
f. Mengubah catatan dan ketentuan yang terkait dengan transaksi signifikan
- Pencurian aset mencakup pencurian aset entitas dalam jumlah yang relatif kecil
dan tidak material yang melibatkan karyawan dan manajemen meliputi :
a. Menggelapkan penerimaan
b. Mencuri aset fisik atau kekayaan intelektual

c. Menyebabkan entitas membayar untuk barang dan jasa yang tidak pernah
diterima
d. Menggunakan aset intetitas untuk kepentingan pribadi
3. Tanggung jawab untuk pencegahan dan pendektesian kecurangan
- Tanggung jawab disini berada pada dua pihak yaitu pada bagian tata kelola entitas
dan manajemen. Hal ini memerlukaj komitmen untuk menciptakan budaya jujur
dan perilaku etis dengan pengawasan yang bertangggung jawab dalam tata kelola.
- Sedangkan auditor bertanggung jawab memperoleh keyakinan memadai apakah
laporan keuangan secara keseluruhan bebas dari kesalahan penyajian material
akibat kecurangan atau kesalahan.
- Untuk tanggung jawab sektor publik, auditor punya wewenang tidak terbatas pada
pertimbangan atas resiko kesalahan penyajian material dalam laporan keuangan
sebagai akibat dari pearturan perundang undangan atau badan lainnya yang
berlaku pada entitas sektor publik
4. Tujuan
- Tujuan auditor disini adalah
a. Mengidentifikasi dan menilai resiko kesalahan material laporan keuangan
yang diakibatkan oleh kecurangan
b. Memperoleh bukti yang cukup dan tepat memlalui perancangan dan
implementasi respon yang tepat
c. Memberikan respon terhadap kecurangan yang diidentifikasi
KETENTUAN
1. Skeptisisme profesional
- Disini auditor harus mempertahankan skeptisisme profesional dengan menyadari
kemungkinan kesalahan penyajian material yang diakibatkan oleh kecurangan
yang terjadi dengan cara memertimbangkan keandalan infromasi yang akan
digunakan sebagai bukti audit dan pengendalian atas penyiapan dan
pemeliharaannya
- Auditor berhak menginvestigasi lebih lanjut lanjut terhadap tata kelola yang tidak
konsisten dari pihak manajemen jika auditor tidak yakin terhadap suatu dokumen
yang tidak asli dengan cara :
a. Mengonfirmasikan secara langsung kepada pihak ketiga
b. Menggunakan tenaga ahli untuk menilai keaslian dokumen
2. Pembahasan diantara tim perikatan
- Pembahasan ini menyangkut laporan keuangan entitas yang rentan terhadap
kesalahan penyajian material akibat kecurangan termasuk bagaimana proses
kecurangan itu terjadi dengan jalan :
a. Memberikan kesempatan bagi anggota tim perikatan yang lebih pengalaman
untuk berbagi wawasan dimana sering terjadi kesalahan dalam laporan
keuangan
b. Memberikan kesempatan memebrikan respon yang tepat dan menentukan
anggota tim perikatan untuk melaksanakan proses audit tersebut
c. Memeperkenalkan auditor untuk menentukan hasil prosedur yang akan dibagi
antara tim perikatan.
- Oleh karena itu anggota tim perikatan mengesampingkan keyakinan bahwa
manajamen dan pihak yang bertanggung jawab adalah jujur dan berintegritas.
3. Prosedur penilaian risiko dan aktivitas terkait

Aktivitas auditor dalam melaksanakan prosedur adalah melalui :


a. Manajemen dan pihak lain dalam entitas
Auditor berhak meminta keterangan dari manajemen tentang :
- Penilaian manajemen tentang resiko bahwa kemungkinan terjadi kesalahan
penyajian material laporan keuangan termasuk sifat,luas,dan frekuensi dari
penilaian tersebut
- Proses yang dilakukan manajemen dalam mengidentifikasi dan merepons resiko
kecurangan dalam entitas termasuk resiko speisifik atau golongan transaksi,saldo
akun atau pengungkapan terjadi resiko kecurangan
- Komunikasi manajemen,jika ada, kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata
kelola tentang proses untuk mengidentifikasi dan merespon resiko kecurangan
dalam entitas serta kepada karyawan tentang pandangan manajemen terhadap
praktik bisnis dan perilaku bisnis
b. Pihak yang bertanggung jawab terhadap tata kelola
Kecuali semua pihak yang bertanggung jawab terhadap tata kelola entitas , auditor
berhak memperoleh pemahaman terhadap proses yang yang diterapkan
manajemen dalam mengidentifikasi dan merespon resiko kecurangan. Auditor
juga berhak mewancarai apakah mereke punya pengetahuan mengenai setiap
kecurangan yang aktual,diduga atau dicurigai yang berdampak pada entitas.
c. Hubungan tidak biasa atau tidak terduga yang teridentifikasi
Hal ini berkaitang dengan prosedur analitis termasuk terkait akun pendapatan
yang dapat mengindikasikan adanya resiko kesalahan penyajian material
d. Informasi lain
Auditor juga harus mempertimbangkan informasi lain apakah terdapat kesalahan
penyajian material akibat kecurangan. Disini auditor bisa diskusi antara anggota
tim yang dapat membantu mengidentifikasi informasi tersebut
e. Pengevaluasian terhadap faktor resiko kecurangan
Auditor berhak mengevaluasi dari informasi yang ada mulai dari prosedur hingga
aktivitas terkait yang telah dilaksanakan,apakah mengindikasikan terdapat satu
atau lebih faktor resiko kecurangan. Sebagai contoh :
a. Kebutuhan untuk memenuhi harapan pihak ketiga untuk mendapatkan
tambahan ekuitas dapat menimbulkan untuk melakukan kecurangan
b. Pemberian bonus siginifikan jika taget laba yang tidak realistis dapat dipenuhi
akan mendorong kecurangan
4. Identifikasi dan penilaian resiko kesalahan penyajian material yang diakibatkan oleh
kecurangan
- Auditor berhak menilai resiko kesalahan penyajian material pada tingkat asersi
untuk golongan transaksi,saldo akun, dan pengungkapan
- Selain itu auditor juga berhak menilai resiko kecurangan pada tipe pendapatan,
trasaksi pendapatan atau asersi yang mengakibatkan resiko kecurangan tersebut.
- Ketika auditor memperlakukan hasil penilaian resiko kesalahan penyajian material
sebagai suatu yang signifikan dan sepanjang auditor belum dilaksanakan
demikian, auditor berhak melakukan pemahaman mengenai pengendalian entitas
yang terkait termasuk aktivitas pengendalian yang relevan.
5. Respon terhadap hasil penilaian resiko kesalahan penyajian material yang diakibatkan
oleh kecurangan
- Dalam menentukan respon auditor harus :

a. Menugasi dan mengawasi personel dengan mempertimbangkan pengetahuan,


keahlian dan kemampuan atas resiko kesalahan penyajian material akibat
kecurangan.
b. Mengevaluasi apaka pemilihan dan penerapan kebijakan akuntansi oleh entitas
terutama yang berkaitan dengan pengukuran transaksi yang subjektif dan
kompleks, dapat terindikasi adanya pelaporan yang mengandung kecurangan
akibat usaha manajemen mengelola laba.
c. Memasukkan unsur yang tidak dapat diprediksi dalam pemilihan sifat, saat
dan luas prosedur audit
Auditor juga harus merancang dana melaksanakan prosedur audit lanjutan yang
sifat, saat, dan luasnya responfif terhadap penilaian resiko kesalahan penyajian
material tersebut
Jika pihak manajemen memanipulasi catatan akuntansi dan laporan keuangan
yang mengandung kecurangan melalui pengabaian pengendalian yang harusnya
dijalankan, audit berhak mencatat sebagai resiko kesalahan penyajian material
yang diakibatkan oleh kecurangan
Auditor juga secara otomatis melakukan prosedur :
a. Menguji ketepatan entri jurnal yang tercatat dalam buku besar dan
penyesuaian lain yang dibuat dalam laporan keuangan. Untuk mendalami
ketepatan ini, auditor berhak :
1. Mewancarai individu yang terlibat dalam proses pelaporan keuangan
mengenaiu aktivitas yang tidak semestinya
2. Memilih entri jurnal dan penyesuaian lain dibaut pada akhir periode
pelaporan.
3. Mempertimbangkan apakah perlu dilakukan entri jurnal dan penyesuaian
lain sepanjang periode laporan keuangan
b. Menelaah estimasi akuntansi untuk menemukan hal bias dan yang
menyebabkan hal itu terjadi. Dalam hal ini auditor berhak :
1. Mengevaluasi apakah pertimbangan dan keputusan manajemen dalam
memasukkan estimasi akuntansi itu apakah masuk akal secara individu
2. Melakukan penelaah retrospektif atas pertimbangan dan asumsi
manajemen yang terkait dengan estimasi akuntansi signifikan yang
tercermin dalam laporan keuangan tahun lalu.
c. Mengevaluasi apakah rasio bisnis yang ada apabila terdapat transaksi
signifikan di luar aktivitas bisnis normal entitas atau sebaliknya terlihat tidak
biasa berdasarkan pemahaman auditor atas entitas dan lingkungannya.
Auditor juga perlu melaksanakan prosedur spesifik lain apabila dirasa kurang
dalam merespon resiko pengabaian pengendalian oleh manajemen yang
diidentifikasi

6. Pengevaluasian terhadap bukti audit


- Auditor berhak mengevaluasi terkait prosedur analitis ketika mendekati proses
membentuk kesimpulan secara keseluruhan, apakah laporan keuangan itu
konsisten dengan pemahaman auditor atas entitas.
- Jika terdapat indikasi kesalahan penyajian, auditor berhak mengevaluasi dampak
kesalahan tersebut dalam kaitannya aspek audit lainnya terutama keandalan
respresntasi manajemen.

Auditor berhak memercayai manajemen terlibat di dalamnya apabila laporan


keuangan terhadap kesalahan baik secara material atau tidak serta berhak
mengevaluasi ulang atas kecurangan tersebut yang berdampak pada sifat, saat dan
luas prosedur audit unutk merespon resiko yang telah ditentukan tersebut.
7. Ketidakmampuan auditor untuk melanjutkan perikatan
- Jika di tengah jalan, auditor menghadapi keadaaan luar biasa untuk melaksanakan
audit sebagai akibat kesalahan penyajian yang disebabkan oleh kecurangan atau
dugaan kecurangan, maka auditor harus :
a. Menentukan tanggung jawab profesional dan hukum yang dapat berlaku.
b. Memperrtimbangkan apakah sudah tepat untuk menarik diri dari perikatan
yang disesuaikan dengan peraturan perundang undangan yang berlaku
c. Jika memang harus menarik diri, auditor harus :
o Membahas dengan manajemen dan pihak yang bertanggung jawab atas
kelola tentang penarikan diri disertai alasannya
o Menentukan apakah ada ketentuan profesional atau hukum untuk melapor
kepada individu atau kelompok yang memebuat perjanjian audit termasuk
kepada badan pengatur
8. Representasi tertulis
- Auditor berhak memperoleh representasi tertulis baik dari manajemen maupun
pihak yang bertanggung jawab atas kelola tentang :
a. Tanggung jawab dalam merancang, mengimplementasikan, dan memelihara
pengendalian internal untuk mencegah dan mendeteksi kecurangan
b. Ungkapan kepada auditor, hasil penilaian manajemen atas resiko laporan
keuangan yang mengandung kesalahan penyajian material
c. Ungkapan kepada auditor mengenai pengetahuan mereka mengenai
kecurangan maupun dugaan yang mempengaruhi entitas yang melibatkan
manajemen, karyawan yang memiliki peran signifikan dalam pengendalian
internal, karyawan lainnya yang bisa membuat kecurangan yang berdampak
pada laporan keuangan
d. Ungkapan kepada auditor,atas pengetahuan yang dimiliki tentang dugaan
kecurangan yang berdampak pada entitas yang dikomunikasikan oleh
karyawan, mantan karyawan, analis, badan pengatur atau pihak lainnya.
9. Komunikasi kepada manajemen dan pihak yang bertanggung jawab
- Jika auditor telah mengidentifikasi adanya kecurangan, maka auditor harus
mengkomunikasikan segera kepada pihak manajemen yang tepat, dengan tujuan
untuk menginformasikan kepada pihak yang punya tanggung jawab utama untuk
mencegah dan mendeteksi kecurangan tentang hal relevan.
- Jika terdaoat dugaan terdapat pihak manajemen, maka auditor akan
mengkomunikasikan dugaan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata
kelola dan membahas dengan mereka tentang sifat, saat, dan luas prosedur audit
yang diperlukan untuk menyelesaikan audit
10. Komunikasi kepada badan pengatur dan penegak hukum
- Jika auditor telah mengidentfikasi atau menduga adanya suatu kecurangan, maka
auditor harus menentukan apakah ada tanggung jawab auditor untuk melaporkan
kejadian kepada pihak di luar entitas meskipun tugas profesional auditor untuk
menjaga kerahasiaan infromasi mungkin menghalangi informasi tersebut.
11. Dokumentasi

Auditor harus memasukkan hal hal berikut dalam dokumentasi audit tentang
pemahaman auditor atas entitas dan lingkungannya serta penilaian resiko
kesalahan penyajian material mengenai :
a. Keputusan signifikan yang dicapai selama pembahasan diantara tim perikatan
terkait dengan dugaan kesalahan penyajian material dalam laporan keuangan
entitas
b. Resiko kesalahan penyajian material yang telah diidentifikasi dan ditentukan
yang diakibatkan oleh kecurangan pada tingkat laporan keuangan dan asersi
Auditor juga harus memasukkan tetntang respon auditor atas resiko yang
ditentukan atas kesalahan penyajian material mengenai :
a. Respon keseluruhan terhadap resiko kesalahan penyajian material yang
diakibatkan kecurangan pada tingkat laporan keuangan dan sifat,saat, dan luas
prosedur audit serta hubungan prosedur dengan resiko yang ditentukan atas
kesalahan penyajian material yang diakibatkan oleh kecurangan pada tingkat
asersi.
b. Hasil pelaksanaan prosedur audit itu, termasuk prosedur audit yang dirancang
untuk merespon resiko pengabaian pengendalian oleh manajemen
Auditor juga harus memasukkan komunikasi tentang kecurangan yang telah
dilakukan dengan manajemen, pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola,
badan pengatur, pihak lainnya.
Auditor juga harus mencantumkan audit alasan mengenai adanya dugaan resiko
kesalahan penyajian material yang diakibatkan oleh kecurangan terkait dengan
pengakuan pendapatan tidak dapat berlaku dalam kondisi perikatan

STANDAR AUDIT 250


PERTIMBANGAN ATAS PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
DALAM AUDIT ATAS LAPORAN KEUANGAN

PENDAHULUAN
1. Ruang Lingkup

-Standar Audit (SA) ini mengatur tentang tanggung jawab auditor untuk
mempertimbangkan peraturan perundang-undangan dalam audit atas laporan
keuangan.
2. Dampak Peraturan Perundang-undangan
Peraturan perundang-undangan tersebut bersifat mengikat dan merupakan
kerangka peraturan perundangan-undangan bagi suatu entitas. Ketentuan dalam
beberapa peraturan perundang-undangan berdampak langsung terhadap laporan
keuangan yang menentukan jumlah dan pengungkapan yang dilaporkan dalam
laporan keuangan suatu entitas. Peraturan perundang-undangan lain merupakan
peraturan yang harus dipatuhi oleh manajemen atau menetapkan ketentuan yang
mengatur entitas dalam menjalankan bisnisnya namun tidak berdampak langsung
terhadap laporan keuangan suatu entitas. Ketidakpatuhan terhadap peraturan
perundang-undangan dapat mengakibatkan denda, litigasi, atau konsekuensi lain bagi
entitas yang dapat menimbulkan dampak material terhadap laporan keuangan.
3. Tanggung Jawab Untuk Mematuhi Peraturan Perundang-undangan
- Merupakan tanggung jawab manajemen, dengan pengawasan dari pihak yang
bertanggung jawab atas tata kelola, untuk memastikan bahwa operasi entitas
dijalankan berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.
A. Tanggung Jawab Auditor
- Memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan, secara keseluruhan,
bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan oleh kecurangan
maupun kesalahan.
- Mempertimbangkan kerangka peraturan perundang-undangan yang berlaku.
- SA ini membedakan tanggung jawab auditor dalam kaitannya dengan kepatuhan
terhadap dua kategori peraturan perundang-undangan yang berbeda di bawah ini:
a. Ketentuan peraturan perundang-undangan yang secara umum berdampak
langsung dalam menentukan jumlah dan pengungkapan material dalam
laporan keuangan, seperti peraturan perundang-undangan pajak dan dana
pensiun.
b. Peraturan perundang-undangan lain yang tidak mempunyai dampak
langsung terhadap penentuan jumlah dan pengungkapan dalam laporan
keuangan, namun kepatuhannya merupakan bagian penting bagi aspek
kegiatan operasi bisnis, bagi kemampuan entitas untuk melanjutkan
usahanya, atau untuk menghindari terjadinya sanksi berat.
- Memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat terkait dengan kepatuhan terhadap
ketentuan peraturan perundang-undangan yang bersangkutan.
- Auditor diharuskan untuk selalu waspada terhadap adanya kemungkinan bahwa
prosedur audit lain yang diterapkan untuk tujuan menyatakan opini atas laporan
keuangan dapat mengungkapkan kepada auditor adanya contoh-contoh
ketidakpatuhan yang terjadi atau diduga terjadi.
-

B. Tujuan Auditor adalah :


Untuk memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat terkait dengan kepatuhan
terhadap ketentuan dalam peraturan perundang-undangan yang pada umumnya
berdampak langsung dalam menentukan jumlah dan pengungkapan material
dalam laporan keuangan

Untuk melaksanakan prosedur audit tertentu untuk membantu mengungkapkan


adanya ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan lain yang dapat
berdampak material terhadap laporan keuangan
Untuk merespons adanya ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan peraturan
perundang-undangan yang diidentifikasi selama pelaksanaan audit secara tepat.

Ketidakpatuhan: Tindakan penghilangan atau tindakan kejahatan oleh entitas,


disengaja atau tidak disengaja, yang bertentangan dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.
KETENTUAN
1. Pertimbangan Auditor atas Kepatuhan terhadap Peratutan Perundangundangan.
- Auditor harus memperoleh suatu pemahaman umum mengenai:
a. Kerangka peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi entitas dan
industri atau sektor yang di dalamnya entitas beroperasi; dan
b. Bagaimana entitas mematuhi kerangka tersebut.
- Auditor harus mendapatkan bukti audit yang cukup dan tepat terkait dengan
kepatuhan terhadap ketentuan dalam peraturan perundang-undangan yang secara
umum memiliki dampak langsung dalam menentukan jumlah dan pengungkapan
material dalam laporan keuangan.
- Auditor harus melaksanakan prosedur audit berikut ini :
a. Meminta keterangan kepada manajemen dan, apabila relevan, pihak-pihak
yang bertanggung jawab atas tata kelola, mengenai tingkat kepatuhan entitas
terhadap peraturan perundang-undangan tersebut;
b. Menginspeksi korespondensi, jika ada, dengan pihak berwenang yang
menerbitkan izin atau peraturan.
- Auditor harus tetap waspada terhadap adanya kemungkinan bahwa melalui
penerapan
prosedur
audit
lain,
ketidakpatuhan
terhadap
peraturan
perundangundangan yang terjadi atau diduga terjadi dapat menjadi perhatian
auditor.
- Auditor harus meminta kepada manajemen dan, jika relevan, pihak-pihak yang
bertanggung jawab atas tata kelola untuk memberikan representasi tertulis tentang
ketidakpatuhan yang mereka ketahui.
- Auditor tidak diharuskan untuk melaksanakan prosedur audit terkait dengan
kepatuhan entitas terhadap peraturan perundang-undangan, selain yang disebutkan
dalam poin di atas.
2. Prosedur Audit saat Ketidakpatuhan Teridentifikasi atau Diduga Terjadi
Auditor harus memperoleh :
1. Pemahaman atas sifat dan kondisi
ketidakpatuhan.
2. Informasi tentang dampak
terhadap laporan keuangan
Auditor harus membahas dengan
manajemen atau puhak yang bertanggung
Auditor harus
melakukan evaluasi dampak
atas
Auditor
jawab terhadapmengevaluasi
tata kelola.
implikasi
ketidakpatuhan
terhadap
aspek
tidak memadainya bukti audit terhadap
lain
audit.
opinidalam
auditor.

3. Pelaporan atas ketidakpatuhan yang diidentifikasi atau diduga


terjadi
A. Pelaporan Ketidakpatuhan terhadap pihak-pihak yang Bertanggung
jawab atas tata kelola.

Auditor harus mengomunikasikan kepada pihak yang bertanggung jawab


atas tata kelola permasalahan yang berkaitan dengan ketidakpatuhan
terhadap peraturan perundang-undangan yang ditemukan auditor selama
pelaksanaan audit, kecuali jika permasalahan tersebut secara jelas tidak
penting.
Auditor harus mengomunikasikan dengan segera hal tersebut kepada pihak
yang bertanggung jawab atas tata kelola apabila menurut pertimbangan
ketidak patuhan pada poin di atas dilakukan secara sengaja dan bersifat
material.
Jika auditor menduga bahwa manajemen atau pihak yang bertanggung
jawab atas tata kelola terlibat dalam ketidakpatuhan, maka auditor harus
mengomunikasikan hal tersebut kepada pihak berwenang dalam entitas
yang memiliki tingkat otoritas yang lebih tinggi, jika ada, seperti komite
audit atau dewan pengawas.

B. Pelaporan Ketidakpatuhan dalam laporan audit atas Laporan Keuangan


- Jika ketidakpatuhan berdampak material terhadap laporan keuangan, dan
belum tercermin secara memadai dalam laporan keuangan, maka auditor
dapat menyatakan suatu opini wajar dengan pengecualian atau suatu opini
tidak wajar atas laporan keuangan tersebut
- Jika auditor dihalangi untuk memperoleh bukti audit cukup dan tepat untuk
mengevaluasi ketidakpatuhan maka auditor harus menyatakan opini wajar
dengan pengecualian atau pernyataan tidak memberikan opini atas laporan
keuangan atas basis pembatasan ruang lingkup audit.
- Jika auditor tidak dapat menentukan adanya ketidakpatuhan karena
keterbatasan keadaan dan bukan karena pembatasan ruang lingkup oleh
manajemen atau pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola, maka
auditor harus mengevaluasi dampak keterbatasan ini terhadap opini
auditor.

C. Pelaporan Ketidakpatuhan kepada Otoritas Badan Pengatur dan Penegak


Hukum
- Jika auditor mengidentifikasi atau menduga adanya ketidakpatuhan
terhadap peraturan perundang-undangan, auditor harus menentukan
apakah ia mempunyai tanggung jawab untuk melaporkan ketidakpatuhan
yang diidentifikasi atau diduga terjadi tersebut kepada pihak di luar entitas.
Dokumentasi
- Auditor harus memasukkan ke dalam dokumentasi auditnya
ketidakpatuhan
terhadap
peraturan
perundang-undangan
yang
diidentifikasi atau diduga terjadi dan hasil diskusinya dengan manajemen,
dan jika relevan, pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola, serta
pihak lain di luar entitas.

SA 260
KOMUNIKASI DENGAN PIHAK YANG BERTANGGUNG JAWAB
ATAS TATA KELOLA
PENDAHULUAN
1. Ruang Lingkup
SA ini berkaitan dengan tanggung jawab auditor untuk berkomunikasi dengan
pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola dalam audit atas laporan keuangan.
2. Peran Komunikasi
- Peran komunikasi dua-arah yang efektif penting untuk membantu:

(a) Auditor dan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola dalam
memahami hal yang terkait dengan konteks audit; dan dalam
mengembangkan hubungan kerja yang saling mendukung. Hubungan ini
dibangun bersamaan dengan mempertahankan independensi dan
obyektivitas auditor;
(b) Auditor dalam memperoleh informasi audit yang relevan dari pihak yang
bertanggung jawab atas tata kelola. Sebagai contoh, pihak yang bertanggung
jawab atas tata kelola mungkin dapat membantu auditor dalam memahami
entitas dan lingkungannya, dalam mengidentifikasi sumber bukti audit yang
tepat, dan dalam menyediakan informasi tentang transaksi atau peristiwa
spesifik; dan
(c) Pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola dalam memenuhi tanggung
jawab mereka untuk mengawasi proses pelaporan keuangan, dengan
demikian dapat mengurangi risiko kesalahan penyajian yang material atas
laporan keuangan.
- Manajemen juga memiliki tanggung jawab untuk mengomunikasikan berbagai
hal untuk kepentingan tata kelola kepada pihak yang bertanggung jawab atas
tata kelola.
-

Komunikasi yang jelas atas hal spesifik yang disyaratkan untuk


dikomunikasikan oleh SA ini merupakan bagian yang integral dari setiap audit.

Peraturan perundang-undangan mungkin membatasi auditor untuk


mengomunikasikan hal-hal tertentu kepada pihak yang bertanggung jawab atas
tata kelola. Dalam kasus tersebut, auditor dapat mempertimbangkan untuk
memperoleh advis hukum.

Tujuan Auditor adalah :


(a) Untuk mengomunikasikan secara jelas kepada pihak yang bertanggung
jawab atas tata kelola tentang tanggung jawab auditor yang berkaitan
dengan audit atas laporan keuangan, dan gambaran umum perencanaan
lingkup dan saat audit;
(b) Untuk memperoleh informasi yang relevan dengan audit dari pihak yang
bertanggung jawab atas tata kelola;
(c) Untuk menyediakan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola
secara tepat waktu, hasil observasi audit yang signifikan dan relevan
terhadap tanggung jawab mereka untuk mengawasi proses pelaporan
keuangan; dan
(d) Untuk mendukung komunikasi dua-arah yang efektif antara auditor dengan
pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola.

3. Definisi
Pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola:
- Individu atau organisasi yang memiliki tanggung jawab untuk
mengawasi arah strategis entitas dan pemenuhan kewajiban yang
berkaitan dengan akuntabilitas entitas.
- Manajemen :
- Individu atau kelompok individu dengan tanggung jawab eksekutif
untuk melaksanakan operasi entitas.

KETENTUAN
1. Pihak yang Bertanggung Jawab atas Tata Kelola
- Auditor harus menentukan pihak yang tepat dalam struktur tata kelola entitas
untuk menyampaikan komunikasi.

A. Komunikasi dengan suatu sub grup pihak yang bertanggung jawab atas tata
kelola
Jika auditor berkomunikasi dengan subgrup pihak yang bertanggung jawab atas
tata kelola, misalnya, komite audit, atau individu, auditor harus menentukan
apakah auditor juga perlu untuk berkomunikasi dengan badan tata kelola.
B. Jika seluruh pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola dilibatkan dalam
pengelolaan entitas
Dalam kasus ini, jika hal-hal yang disyaratkan oleh SA ini dikomunikasikan
dengan individu yang mempunyai tanggung jawab manajemen, dan pihak tersebut
juga memiliki tanggung jawab atas tata kelola, hal-hal tersebut tidak perlu
dikomunikasikan lagi dengan individu yang sama dalam perannya sebagai pihak
yang bertanggung jawab atas tata kelola. pihak yang mempunyai tanggung jawab
manajemen telah mencakup semua hal yang auditor perlu komunikasikan kepada
semua pihak yang memiliki kapasitas dalam tata kelola.

2. Hal hal yang Perlu Dikomunikasikan


-

A. Tanggung Jawab Auditor Berkaitan dengan Audit Atas Laporan Keuangan


Auditor harus mengomunikasikan berkaitan dengan audit atas laporan
keuangan,termasuk bahwa:
(a) Auditor bertanggung jawab untuk membentuk dan menyatakan opini atas
laporan keuangan yang telah disusun oleh manajemen dengan pengawasan
dari pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola; dan
(b) Audit atas laporan keuangan tidak membebaskan manajemen atau pihak
yang bertanggung jawab atas tata kelola dari tanggung jawab mereka.
B. Ruang Lingkup dan Saat yang akan direncanakan atas Audit
Auditor harus mengomunikasikan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata
kelola tentang gambaran umum ruang lingkup dan saat yang direncanakan atas
audit.
C. Temuan Signifikan dari Audit
Auditor harus menginformasikan tentang :
(a) Pandangan auditor tentang aspek kualitatif signifikan atas praktik
akuntansi entitas, termasuk kebijakan akuntansi, estimasi akuntansi dan
pengungkapan laporan keuangan.
(b) Kesulitan signifikan, jika ada, yang dihadapi selama audit.
(c) Kecuali jika semua pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola
dilibatkan dalam pengelolaan entitas:
(i) Hal-hal signifikan, jika ada, yang terjadi dalam audit yang dibahas, atau
yang dimasukkan dalam korespondensi dengan manajemen; dan
(ii) Representasi tertulis yang diminta auditor; dan

(d) Hal-hal lainnya, jika ada, yang terjadi selama audit yang, menurut
pertimbangan profesional auditor, adalah signifikan untuk pengawasan atas
proses pelaporan keuangan.
-

D. Independensi Auditor
Auditor harus menginformasikan tentang :
(a) Suatu pernyataan bahwa tim perikatan dan pihak lainnya dalam KAP yang
tepat, KAP dan, jika berlaku, jejaring KAP telah mematuhi ketentuan etika
relevan yang terkait dengan independensi; dan
(b) (i) Semua hubungan dan berbagai hal lainnya antara KAP, KAP jejaring, dan
entitas yang, menurut pertimbangan profesional auditor, mungkin dapat
memengaruhi independensi.
(ii) Pencegahan terkait yang telah diterapkan untuk mengeliminasi ancaman
atas independensi atau mengurangi ancaman tersebut sampai ke tingkat yang
dapat diterima

2. Proses Komunikasi
Membentuk suatu Proses Komunikasi
Auditor mengkomunikasikan tentang saat
dan materi umum yang diharapkan dari
komunikasi
Bentuk Komunikasi
1. Melakukan komunikasi tertulis tentang
semua Kecukupan
temuan signifikan
audit.
Proses selama
Komunikasi
2.
Melakukan
komunikasi
tertulis
tentang
Auditor
harusSaat
menilai
apakah
komunikasi
Komunikasi
independensi
dengan pihak auditor.
yang bertanggung jawab telah
Melakukan
komunikasi
secara tepat waktu.
memadai untuk
tujuan audit

Dokumentasi
-

Jika hal-hal yang disyaratkan untuk dikomunikasikan dalam SA ini dilakukan


secara lisan, auditor harus memasukkan hal tersebut dalam dokumentasi audit dan
kapan serta kepada siapa hal tersebut dikomunikasikan. Jika hal-hal tersebut telah
dikomunikasikan secara tertulis, auditor harus menyimpan kopi komunikasi
tersebut sebagai bagian dokumentasi audit