Anda di halaman 1dari 15

KASUS THE TIMKEN COMPANY

Setelah mencermati kasus The Timken Company, maka ada beberapa poin yang perlu
dijelaskan lebih rinci tentang kasus ini berkaitan dengan merger, akuisisi, dan divestasi.
1. Bentuk Dasar Akuisisi
Pada kasus The Timken company, bentuk dasar akuisisi adalah berupa
merger, Akuisisi ini membuat Timken menjadi pemimpin dalam bearing industry dengan
mengkombinasikan pengalamannya dalam mengembangkan bearing manufacturing
selama lebih dari 100 tahun. Karena kedua perusahaan ini mempunyai banyak pelanggan
yang sama tetapi hanya menyediakan ragam produk yang terbatas, konsumen
mengharapkan tim penjualan Timken dapat menawarkan produk-produk yang sesuai
dengan kebutuhannya. Dengan akuisisi ini, estimasi biaya konsolidasi fasilitas dan proses
manufaktur yang harus ditanggung oleh Timken setiap tahunnya dapat bekurang hingga
lebih dari $ 80 juta.
a. Penilaian kecocokan Torrington Company dan The Timken Company
Torrington cocok dengan Timken Company karena Timken yang
merupakan investor dari tapered roller bearing, hanya sekitar 5% yang
tumpang tindih. Sebaliknya, dari seluruh daftar pelanggan yang dimiliki kedua
perusahaan ini, mencapai sekitar 80% yang tumpang tindih. Gabungan dari
kedua perusahaan ini diharapkan dapat meningkatkan kepuasan konsumen
dengan menyediakan produk yang lebih lengkap, disusul dengan peningkatan
efektivitas pengembangan produk baru.
Dapat dikatakan merger atau konsol jika akuisisi yang dilakukan adalah
akuisisi asset, akuisisi lini produk, maupun akuisisi jaringan distribusi, dalam
kasus ini Timken memenuhi salah satunya dengan menggunakan jaringan
distribusi internasional perusahaan untuk mengirimkan produk
2. Sinergi
Dengan adanya akuisisi ini, maka sinergi yang diharapkan akan terjadi adalah
sebagai berikut :

Peningkatan pendapatan.
Penggabungan sebuah perusahaan dapat menghasilkan pendapatan lebih besar
dari dua perusahaan yang awalnya terpisah. Peningkatan pendapatan dapat berasal
dari keuntungan pemasaran, manfaat strategis, dan kekuatan pasar.
1. Keuntungan pemasaran.

Timken akan mendapatkan peningkatan pendapatan dari keuntungan


pemasaran. Hal ini terlihat dari jika Timken melakukan penggabungan dengan
Torrington maka eksekutif Timken dapat menggunakan jaringan distribusi
internasional perusahaan untuk memberikan produk Torrington dengan
menggunakan merek nama terkenal Timken dan meningkatkan jangkauan produk
untuk pelanggan pasar purna jual. Dengan akuisisi, Timken akan meningkatkan
penetrasi pasar global bearing dari 7% menjadi 11%. Hal ini tentunya akan
meningkatkan pendapatan dari penggabungan perusahaan tersebut.
2. Manfaat strategis.
Timken akan mendapatkan peningkatan pendapatan dari manfaat strategis.
Hal ini terlihat dari Torrington yang memiliki solusi yang canggih untuk needlebearing terhadap aplikasi otomotif pada daya kereta yang akan melengkapi
portofolio Timken mengenai tapered roller bearing dan komponen precision-steel
untuk ujung roda dan drive line. Karena pelanggan industri memerlukan berbagai
solusi dan layanan industri yang melibatkan tapered dan needle roller bearing
serta cylindrical, spherical dan ball bearing.
3. Kekuatan pasar.
Timken akan mendapatkan peningkatan pendapatan dari kekuatan pasar.
Hal ini terlihat dari jika Timken berhasil memperoleh Torrington maka
perusahaan gabungan ini akan menjadi produsen terbesar ketiga bearing di dunia
dan perusahaan gabungan itu akan memiliki banyak produk yang saling
melengkapi.

Pengurangan biaya.
Sebuah perusahaan gabungan dapat beroperasi lebih efisien dari dua perusahaan
terpisah. Akuisisi Torrington oleh Timken dapat meningkatkan efisiensi operasional
dengan cara berikut:
1. Skala ekonomi.
Para eksekutif Timken mengidentifikasi akan adanya penghematan biaya
tahunan sebesar $ 80 juta yang diharapkan pada akhir 2007. Menurut Ward J.
Timken, akan ada redudansi tertentu dalam kekuatan penjualan dan dapat
diidentifikasi di mana daerahnya. Selain mengurangi kekuatan penjualan
gabungan, Timken diharapkan dapat mewujudkan sinergi pembelian signifikan
dengan memberikan volume yang jauh lebih besar untuk mengurangi daftar
pemasok sebagai pertukaran untuk penurunan harga. Sebelum penghematan
biaya sebesar $ 80 juta dapat direalisasikan, ada biaya-biaya tertentu lainnya
yang terkait dengan mengintegrasikan dua perusahaan yang kemungkinan akan
terjadi. Salah satu analis industri memperkirakan bahwa biaya-biaya integrasi
memiliki total sebesar $ 130 juta selama beberapa tahun pertama setelah akuisisi.

2. Sumber pelengkap.
Produk Torrington akan menjadi sumber pelengkap dari produk Timken.
Hal ini terlihat dari Torrington yang memiliki solusi yang canggih untuk needlebearing terhadap aplikasi otomotif pada daya kereta yang akan melengkapi
portofolio Timken mengenai tapered roller bearing dan komponen precisionsteel untuk ujung roda dan driveline. Karena pelanggan industri memerlukan
berbagai solusi dan layanan industri yang melibatkan tapered dan needle roller
bearing serta cylindrical, spherical dan ball bearing.
Cylindrical bearing Timken yang dapat mengurangi gesekan di truk
pembuangan raksasa dan pabrik industri, memberikan contoh bagaimana Timken
bisa mendapatkan keuntungan dari memperoleh Torrington dan lini produk.
Cylindrical bearing Timken bisa bersatu dengan bagian-bagian seperti penutup
dari Torrington yang melumasi potongan bergerak. Sebelumnya, pelanggan
Timken telah menggabungkan gesekan dan fungsi peluma sendiri. Dengan
asumsi tugas itu, Timken berharap untuk dapat membedakan diri dari pesaing
asing dan menambah nilai yang cukup untuk meningkatkan margin.
3. Efek Akuisisi terhadap Keuangan
Dengan akuisisi ini maka akan ada penghematan biaya tahunan yang diharapkan
dapat mencapai $ 80 juta pada akhir tahun 2007. Sebagai tambahan untuk mengurangi
kekuatan dari penjualan gabungan, Timken diharapkan dapat mewujudkan sinergi
pembelian yang signifikan dengan memberikan volume yang jauh lebih besar untuk
pengurangan daftar pemasok dalam pertukaran untuk penurunan harga. Sebelumnya, $ 80
juta penghematan biaya dapat direalisasikan, namun pasti ada biaya lainnya yang terkait
dengan pengintegrasian dua perusahaan yang kemungkinan akan terjadi. Salah satu analis
industri memperkirakan bahwa biaya-biaya integrasi akan berkisar sebesar $ 130 juta
selama beberapa tahun pertama setelah merger.

4. Resiko Akuisisi
Risiko untuk Ingersoll-Rand dalam menerima saham Timken:

Harga saham yang dimiliki oleh Timken seperti yang dijelaskan di atas yaitu saham
Timken dinilai terlalu tinggi. Hal ini tentunya tidak baik karena ketika saham dinilai
terlalu tinggi, manajer mungkin memiliki insentif lebih untuk bertindak bertentangan
dengan kepentingan pemegang saham, yang dapat mengakibatkan turunnya kinerja
perusahaan secara keseluruhan. Sehingga bisa saja Ingersoll-Rand yang memiliki
saham Timken tidak diperhatikan yang dapat mengakibatkan Ingersoll-Rand
mengalami kerugian.
Jika Ingersoll-Rand menerima saham Timken, Ingersoll-Rand akan mememiliki
persentasi kepemilikan yang kecil. Hal ini tentunya akan menjadi masalah. Dimana
kepentingan dari Ingersoll-Rand akan diabaikan oleh Timken yang tentunya akan
lebih mementingka kepentingan dari pihak yang memiliki persentasi kepemilikan
yang besar.
Timken bisa saja melakukan pembatasan saham pada Ingersoll-Rand. Hal ini
tentunya tidak baik karena kepentingan Ingersoll-Rand bisa diabaikan.
Tren kinerja perusahaan Timken yang tidak menentu juga menjadi risiko bagi
Ingersoll-Rand. Hal ini dikarenakan, jika kinerja Timken tidak baik, maka hal ini
tentunya akan mengakibatkan kerugian bagi Ingersoll-Rand yang memiliki saham
Timken.

5. Akuntansi Untuk Akuisisi


Metode Penilaian Discount Cash Flows (DCF)
Metode penilaian untuk akuisisi ini adalah Discount Cash Flows. Analisis Discount
Cash Flow ini membantu dalam memperkirakan daya tarik peluang investasi dengan
menggunakan proyeksi arus kas bebas masa depan dan diskon untuk memperkirakan
uang yang akan diterima dari investasi dan menyesuaikan untuk nilai waktu uang.
Untuk mencari nilai DCF maka yang pertama harus dilakukan adalah mencari nilai
WACC (weighted average cost of capital/rata- rata tertimbang biaya modal). Namun
untuk kasus ini, Torrington adalah bagian dari Inggersoll- Rand dan karenanya tidak
terdaftar, sehingga tidak ada data tentang biaya utang dan tidak memiliki struktur
modal sendiri. Sehingga dalam menghitung WACC Torrington harus diperkirakan
WACC dari data perusahaan lain.
Dalam menghitung WACC Torrington diperkirakan dari perhitungan WACC Timken
karena Timken memiliki profil risiko yang sama dengan Torrington.
Informasi yang dibutuhkan antara lain :
- Cost of Debt = 7.23% ( Nilai BBB debt yield pada Exhibit 9)
- Riskless rate of return = 4.97% ( Nilai Government Long Term pada Exhibit 9 )
- Beta risk = 1.10 ( Nilai Beta Timken pada Exhibit 8 )
- Market Risk Premium = 6.0 % (Asumsi)
- Debt = $641.2 milion (Total Curren Liabilities pada Neraca Timken, Exhibit 2 )
- Equity = $1,065.12 milion ( Number of Shares x Price per Share Timken Exhibit
8)

Tax Rate = 39.9 % (diasumsikan, sama dengan tarif pajak efektif 2002 untuk
Timken yang diasumsikan mencerminkan standar industri, dekat dengan tarif
pajak AS)

Cost of equity capital = Riskless rate of return + Beta risk x Market risk premium
= 4.97% + 1.10 x 6%
= 11.57%
Percent debt financing = Debt : (Debt + Equity)
= $641.2 juta : ($641.2 juta + $1,065.12 juta)
= 37.6 %
Percent equity financing = Equity : (Equity + Debt)
= $1,065.12 juta : ($1,065.12 juta + $641.2 juta)
= 62.4 %
WACC = Percent debt financing x Cost of debt (after tax) + Percent equity
financing x Cost of equity capital
= 37.6 % x 7.23% (1 - 39.9%) + 62.4% x 11.57%
= 8.8 %

Analisis Discount Cash Flows

Dalam Juta

2003

2004

2005

2006

2007

Operating

90.7

96.6

102.9

109.5

116.7

Costs
Taxes

(36.2)

(38.5)

(41.1)

(43.7)

(46.6)

Earning after 54.5


tax

58.1

61.8

65.8

70.1

Depreciation

84.2

90.0

96.0

102.0

108.5

Capital
Expenditure

(175.0)

(130.0)

(140.0)

(150.0)

(160.0)

(8.6)

(9.2)

(9.8)

(10.4)

9.5

8.6

8.0

8.2

Change
Working
Capital
Free
Flow

in (8.1)

Cash (44.4)

Terminal
Value

158.2

Total Flows

(44.4)

9.5

8.6

8.0

166.4

PV

0.919

0.845

0.776

0.714

0.656

PV of Flows

(40.6)

7.9

6.6

5.6

106.2

Enterprise
Value

85.7

PV 2003 = (1 + 8.8 %) ^ -1 = 0.919


PV 2004 = (1 + 8.8 %) ^ -2 = 0.845
PV 2005 = (1 + 8.8 %) ^ -3 = 0.776
PV 2006 = (1 + 8.8 %) ^ -4 = 0.714
PV 2007 = (1 + 8.8 %) ^ -5 = 0.656
Torrington EBITDA Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation and Amortization
2002 = Operating Income + Depreciation Expense
= $85.2 juta + $80 juta
= $165.2 juta
Average Enterprise Value/EBITDA for bearing industry = (11.3 + 7.5 + 5.9 + 5.5 +7.3
+ 4.5 + 5.1 +10.1) : 8 = 7.15
Enterprise value = 7.15 x $165.2 juta = 1,181.2
Adanya perbedaan antara hasil Enterprise Value pada DCF dengan market
multiple dimana DCF bernilai 85.7 sedangkan market value bernilai
1,181.2.
6. Penilaian Sinergi

a. DCF
Annual cost saving di akhir tahun 2007 sebesar $ 80 juta, integration cost sebesar $
130 juta selama 2 tahun, sehingga setiap tahun sebesar $ 65 juta.

2003
Cost saving (pre-tax)
Cost saving (after-tax)
Perpetuity (=saving/WACC) ($
48.1/39.9%)
Integration cost (after tax)
($ 65 juta x (100%-39.9%)
Total effect on flows
PV of effect on flows (9.5%)
Synergy value
(Total PV of effect on flows)

0
0

2004
20
12.0

2005
40
24.0

2006
60
36.1

2007
80
48.1
512.0

39.1
-39.1
-35.7

39.1
-27.0
-22.6

24.0
18.3

36.1
25.1

560.1
355.8

340.95

b. Market multiples:
- Sinergi ini tidak mempertimbangkan peningkatan cost saving dan integration
cost
- EBITDA naik $ 80 juta
- Average EV/EBITDA (Exhibit 8) = (11.3+7.5+5.9+5.5+7.3+4.5+5.1+10.1)/8 = 7.15
- Value of synergies = 80 x 7.15 = 572

Kesimpulan :
Tidak ada perubahan secara signifikan dikarenkan Bagaimanapun untuk investasi
yang lebih besar memerlukan tambahan modal pinjaman. Tujuannya tentu untuk
memperluas jaringan usaha. Tetapi untuk
memperoleh modal
tersebut
mengeluarkan biaya, seperti
biaya modal yang harus ditanggung oleh
perusahaan sebagai konsekuensi dari perolehan modal khusus untuk modal
pinjaman. Umumnya kebutuhan modal dipengaruhi modal yang berasal dari
pinjaman, serta biaya modal yang diperoleh untuk investasi dari biaya bunga dan

penerimaan bersih. Dengan perbandingan antara utang dengan modal yang


digunakan untuk menghasilkan biaya modal (rasio leverage), jika biaya bunga dari
pengembalian utang bisa dilunasi dan penerimaan bersih yang diterima lebih
tinggi, maka bisa menutupi biaya modal yang telah dikeluarkan untuk investasi. Atau
dalam istilah lain jika rasio leverage semakin meningkat, mengakibatkan biaya
modal yang digunakan untuk investasi meningkat.
7. NPV dari sautu Merger
Nilai Timken Company = Number Of Shares x Price per shares
= 63.4 x $ 16.8
= $ 1065.12 milion (PVA)
Nilai Torrington
Penghematan
PVAB

= $800 million (PVB)


= $ 80 million ( Gain)
= $ 1945.12 million

Biaya Integrasi

= $130 million (Cash)

NPV = PVAB - (PVA + PVB ) ( Cash - PVB )


= $1945.12 ($ 1065.12 + $800 ) ($130 - $800)
= $1945.12 $ 265.12 + $670
= $ 2350 million
Karena NPV positif, maka merger layak untuk dilaksanakan.

KASUS THE WM. WRIGLEY JR.COMPANY :CAPITAL STRUCTURE,


VALUATION, AND COST OF CAPITAL
SEKILAS TENTANG KASUS
1. Deskripsi Perusahaan
Wrigley adalah produsen terbesar di dunia dan distributor permen karet. Industri
perusahaan, makanan bermerek dan permen, itu sangat kompetitif dan didominasi oleh pemain
besar . Mereka yang Cadbury Schweppes plc, Hershey Foods Corp, Kraft Foods Inc, Tootsie
Roll Industries, Inc, dan Wrigley sendiri. (Exhibit 1)

Pendapatan yang tumbuh 1999-2001 pada tingkat tahunan gabungan sebesar 10% dari $
1,33 sampai $ 1,61 pada EPS bersih saham biasa dan laba tumbuh 9% per tahun dari $ 308.183
sampai $ 362.986 dari laba bersih. (Exhibt2)
Seperti telah disampaikan di atas, Wrigley telah secara konservatif didanai. Pada akhir tahun
2001, ia memiliki total aset sebesar $ 1.765.648 dan tidak ada utang. (Exhibit 3)
Harga saham Wrigley telah secara signifikan mengungguli S & P 500 Indeks dan berjalan
sedikit lebih cepat dari indeks industri. (Gambar 4)
Dalam kasus ini, kita memiliki masalah atau tidak, Wrigley yang secara tidak efisien
dibiayai? Jika demikian, berapa banyak perubahan struktur modal akan membawanya ke operasi
yang lebih efisien?
2. Masalah financial Distress yang dialami
Suku bunga berada pada titik terendah dalam 50 tahun. Namun penggunaan pembiayaan
hutang oleh perusahaan menurun - ini terjadi karena mengalami resesi. Dan beberapa
deleveraging disebabkan perubahan strategis dalam industri, seperti inovasi teknologi atau
perkembangan lain yang meningkatkan risiko bisnis. Tapi deleveraging perusahaan tampaknya
sudah terlalu jauh. CEO kehilangan kesempatan berharga untuk menciptakan nilai bagi
pemegang saham. Dalam kondisi ekstrem, Anda memiliki perusahaan yang matang tidak
menggunakan utang sama sekali. Wrigley memiliki pangsa pasar terkemuka dalam bisnis
teknologi murah yang stabil dan pada saat kasus ini, Wrigley telah secara konservatif dibiayai tidak membawa utang. Jika kita bisa membujuk dewan Wrigley untuk melakukan rekapitalisasi
leveraged melalui dividen atau pembelian kembali saham besar, kita bisa menciptakan nilai baru
yang signifika

Estimasi Pengaruh dari Rekapitalisasi Leveraged


Wrigley

diusulkan untuk meminjam $ 3 bilion dan menggunakannya baik untuk

membayar dividen yang sejenis atau untuk membeli kembali nilai saham yang sejenis.

Tindakan yang dapat mempengaruhi nilai saham perusahaan, biaya modal, cakupan utang,
earning per share (EPS), dan pemungutan suara pengendalian. Oleh karena itu perlu untuk
mengevaluasi efek dari rekapitalisasi pada bidang-bidang. Data Keuangan pada Wrigley dan
perusahaan sejenis disajikan. (Exhibit 5)

Evaluasi menurut Chandler, yaitu


1. Dampak terhadap nilai saham
Pengaruh leverage dapat dimodelkan dengan menggunakan rumus PV yang
disesuaikan, yang dihipotesiskan bahwa utang meningkatkan nilai perusahaan dengan
cara melindungi arus kas dari pajak. Dengan demikian, PV dari utang pelindung pajak
dapat ditambahkan ke nilai perusahaan tanpa leverage untuk menghasilkan nilai
perusahaan dengan leverage.

Tarif pajak marjinal diajukan adalah 40% yang

mencerminkan jumlah dari federal, negara bagian, dan pajak lokal.


2. Dampak terhadap Pnilaian Utang
Setelah asumsi $ 3 miliar utang, apa yang akan menjadi peringkat utang untuk
Wrigley dan apakah perusahaan dapat menutupi pembayaran bunga yang dihasilkan?
Asumsi bahwa Wrigley akan meminjam rating diantara BB dan B. Apakah peringkat BB
/ B mungkin? Informasi tentang rasio keuangan rata-rata terkait dengan kategori
peringkat utang yang berbeda disajikan. (Exhibit 6)
Biaya pajak sebelumnya Wrigley (Rd) akan menjadi sekitar 13%. Asumsi
terhadap informasi pasar modal yang diberikan dalam Exhibit 7.
3. Dampak terhadap Biaya Modal
Nilai maksimum dari perusahaan dicapai ketika biaya rata-rata tertimbang modal
(WACC) diminimalkan.
Mengestimasi biaya ekuitas (KE atau rs) dan WACC mungkin apabila Wrigley
mengejar hal ini untuk mengubah struktur modal hal ini.
Biaya diproyeksikan akan tergantung pada penilaian Chandler tentang peringkat
utang Wrigley setelah rekapitulasi dan pada tingkat pasar modal saat ini. (Exhibit 7).
KE atau rs dapat diperkirakan dengan menggunakan capital asset pricing model
(CAPM). Aurora Borealis digunakan untuk premi risiko pasar ekuitas (RPM) sebesar
7,0%. Wrigley juga perlu disampaikan untuk mencerminkan rekapitalisasi proyek.
Apakah analisis telah tutupi semuanya? Haruskah Chandler memperhitungkan
biaya potensial dari kebangkrutan dan kesulitan atau efek leverage sebagai sinyal tentang

operasi di masa depan? Yang lebih maksimal ini juga akan menciptakan kendala dan
insentif tertentu untuk manajemen.
4. Dampak terhadap Laba per Saham
Mengestimasi efek yang diharapkan pada EPS yang akan terjadi pada berbagai
tingkat pendapatan operasional (EBIT) dengan perubahan leverage. Awal dari analisis
EBIT / EPS disajikan dalam Exhibit 8.
5. Dampak terhadap Pengendalian Pemungutan Suara Pengendalian
Wrigley memiliki 232.441.000 saham yang masih beredar. Sebuah pembelian
kembali saham akan mengubah jumlah. Keluarga mereka yang dikendalikan 21% dari
saham biasa yang beredar dan 58% dari Kelas B saham biasa, yang memiliki hak suara
lebih unggul dari saham biasa.
Dengan asumsi keluarga mereka tidak menjual saham apapun, bagaimana dengan
pembelian kembali saham alternatif apakah mempengaruhi posisi pengendalian hak suara
keluarga tersebut di perusahaan?
6. Kesimpulan
Mudah untuk Chandler untuk menjalankan angka Perusahaan Wrigley, tetapi sulit
untuk menggambar wawasan yang menguntungkan.
Analisis Kasus dan Masalah
Wrigley akan diusulkan untuk meminjam $ 3 bilion dan menggunakannya baik untuk
membayar dividen yang sejenis atau untuk membeli kembali nilai saham yang sama.
rekapitalisasi berdasarkan dividen akan berpengaruh pada jumlah saham yang beredar.
Tapi dengan pembelian kembali (buy back), jumlah saham akan berubah secara material. Jika
kita menyesuaikan harga saham saat ini (P0) hanya untuk kami memperkirakan sebaagai manfaat
pajak, harga pembelian kembali akan $ 61,53 berdasarkan perhitungan sebagai berikut: (Exhibit
5)`
Post Recapitalization
Equity Value of
Levered Firm

Pre Recapitalization

$ 61,53 / share

unlevered firm
= $ 56,37
= $ 56,37 / share

Equity value of the

The PV of Debt Tax


+

Shield per share

+ 40 % x $ 3 billion
+ $1,200 billion or
$1,200 b : 232,44 m
$ 5,16 / share

Wrigley saat ini memiliki 232,44 juta saham yang beredar. Ini direncanakan bahwa $ 3
bilion akan digunakan untuk membayar dividen yang sejenis atau untuk membeli kembali saham
dengan perhitungan:
$ 3 bilion / $ 61,53 = 48,757 juta saham
232.440.000 - 48.756.704 = 183.683.296 saham yang beredar
Pada saat itu harga 48,757 juta lembar saham akan dibeli kembali, meninggalkan
183,68 juta saham outstandin.
1. Pengaruh rekapitalisasi pada WACC
Sebelum rekapitalisasi, Wrigley tidak memiliki utang, sehingga struktur modal
adalah100% ekuitas , dan pada titik ini WACC = rs. Biaya ekuitas (rs) dapat diperkirakan
dengan menggunakan capital asset pricing model (CAPM) yaitu:
rs = RRF + (RPM)
Aurora Borealis digunakan untuk ekuitas premi risiko pasar (RPM) sebesar 7,0%
Kewajiban US Treasury selama 20 tahun telah menghasilkan bisa diasumsikan sebagai
risk free rate (RRF) dari 5,65% (Exhibit 7), saat Wrigley atau u dari 0,75 (Exhibit 5)
rs = 5,65% + (7%) 0,75
rs = 10,9% = WACC pre rekapitalisasi
Setelah rekapitalisasi, peningkatan leverage akan mempengaruhi WACC Wrigley
setidaknya dalam 3 cara:
a. Tingkat Utang
Tingkat utang tanpa leverage akan berubah dari AAA (konservatif utang) ke
BB/B peringkat mencerminkan risiko yang lebih tinggi.
Dari Exhibit 7, beralih ke hasil menurut peringkat kredit atas hutang perusahaan selama
10 tahun., perusahaan dapat interpolasi antara BB (12,753%) dan B (14.663%) untuk
mendapatkan biaya utang. Dobrynin, dalam hal ini, dipilih biaya 13%.
b. Beta
Beta Suatu saham adalah ukuran yang relevan dari risiko bagi investor
diversifikasi. Baik secara teoritis maupun empiris, bahwa kenaikan beta dengan financial
leverage. Oleh karena itu, Wrigley juga perlu disampaikan untuk mencerminkan
rekapitalisasi proyek. Relevering untuk mencerminkan bauran baru modal dari
penambahan $ 3 miliar hutang.
Robert Hamada mengembangkan model persamaan berikut untuk menentukan pengaruh
financial leverage terhadap :

u[1+(1-T)(D/S)]

0,75[1+(1-40%)(3.000bilion/(61,53x183,68juta)]

0,87

Sebuah leverage tidak banyak perubahan. Karena pertama, dari Exhibit 5, nilai
pasar ekuitas Wrigley adalah begitu besar ($ 13,103 Milyar) sehingga $ 3 milyar lebih
dalam utang tidak relatif sedikit untuk mengubah rasio utang / ekuitas. Kedua, rumus
leverage adalah model linier yang menyumbang pelindung pajak utang, tapi bukan biaya
kesukaran keuangan . A leverage dan sebaliknya dengan asumsi risiko yang sama bebas
tingkat dan ekuitas premi risiko pasar akan menghasilkan perkiraan biaya ekuitas untuk
Wrigley sebagai berikut:
rs

RRF+(RPM)

rs

5,65%+(7%)0,87

rs

11,7%

Biaya peningkatan ekuitas 80 basis poin (10,9% menjadi 11,7%) mencerminkan


dampak dari lebih besar pelindung pajak utang dan tidak memasukkan biaya kesulitan
keuangan relatif terhadap leverage.

c. Beban

modal

berdasarkan

nilai

pasar

ekuitas

dan

nilai

buku

utang.

Ini dihitung (diasumsikan) sebelumnya 80% ekuitas dan 20% utang. Menggabungkan
biaya ekuitas dan utang dengan bobot modal direvisi menghasilkan WACC
postrecapitalization:
WACC =
wd(1-T)rd+kitars
WACC =

20%(1-40%)13%+80%.11,7%

WACCL

10,92%

Posting Rekapitalisasi WACC hampir tidak berubah dari setelah Rekapitulasi WACC Pre.
Wrigley ini secara nyata berisiko secara finansial. Estimasi WACC tidak mencerminkan
hal ini. Pada dasarnya, manfaat pajak menggunakan lebih banyak utang ini hampir
diimbangi dengan biaya yang lebih tinggi dari ekuitas, tapi yang paling penting, perkiraan
leverage posting rekapitalisasi gagal untuk mencerminkan memasukkan biaya rasio
keuangan.

2. Pengaruh

rekapitalisasi

pada

Laba

Dilaporkan

per

Saham

Analisis EBIT / EPS adalah metode untuk menjelajahi sensitivitas laba per saham (EPS)
terhadap perubahan laba sebelum bunga dan pajak (EBIT). Dalam Exhibit 8, perusahaan
membandingkan EPS status quo (dengan asumsi tidak ada rekapitalisasi) dengan EPS
setelah penambahan $ 3 miliar utang dan mengacu pada data dalam kasus Exhibit 2 dan
3.

Menggunakan hasil utang penurunan laba bersih sebesar 80%, sehingga D1 = $ 0,75 (10,8) = $ 0,15. Jika diasumsikan $ 513,356 juta, penerbitan $ 3 miliar utang mengurangi
EPS yang diharapkan dari $ 1,61 ke $ 0,40 dengan pembelian kembali, atau $ 0,15
dengan dividen. Hasil ini hanya dari peningkatan beban bunga dan variasi jumlah saham
yang beredar. Jelas, hasil EPS lebih buruk setelah rekapitalisasi, tetapi pada nilai-nilai
EBIT dari $ 513,356 juta, pembelian kembali menghasilkan EPS yang lebih tinggi nilainilai daripada rekapitalisasi-dividen berdasarkan. Total nilai pasar ekuitas sebelum
rekapitalisasi (S) dari $ 13.103.000 tapi setelah rekapitalisasi (S1) = $ 61,53 x 183,68 juta
saham yang beredar = $ 11.302 juta, yang identik dengan nilai pasar ekuitas jika
perusahaan membayar dividen bukan pembelian kembali saham.