Anda di halaman 1dari 6

[PRIMUS AUTOMATION DIVISION, 2002]

BAB 3
PEMBAHASAN
3.1

ANALISIS PERMINTAAN PASAR (AVANTJET)


Kondisi internal Avanjet sebagai perusahaan sasaran utama Primus,
sedang mengalami penurunan. Terlihat dalam laporan keuangan Avantjet
bahwa kondisi persaingan yang semakin ketat menjadikan peningkatan
penjualan tidak sekencang tahun sebelumnya. Dalam kondisi ini, laba
juga cenderung menurun akibat biaya produksi yang semakin tinggi. Net
profit margin pada 2000 diangka 2.01%, kini pada 2001 turun diangka
1.75%. Disisi lain, rasio hutang Avantjet masih tinggi berkisar diangka
86% pada 2001. Sehingga, jika investasi yang dilakukan Avantjet didanai
dari hutang, akan memperbesar resiko kebangkrutan perusahaan.
Exhibit 1
AvantJet Statement of Income
($000)
2001
Sales

2000

1999

$
576,327

$
575,477

$
432,522

9,985

6,976

9,677

586,312

582,453

442,199

425,076

423,443

325,016

43,624

36,215

35,632

13,773

12,873

9,064

84,062

87,259

27,002

566,535

559,790

396,714

19,777

22,662

45,485

Other income

Gross income

Cost of goods sold


Selling, general, & admin.
Research & development
Interest

Total expenses

Income before taxes

[PRIMUS AUTOMATION DIVISION, 2002]


Taxes

Net income

9,690

11,105

22,288

$
10,087

$
11,557

$
23,197

Source: Company records.

Sumber: data yang diolah (penulis, 2015)


3.2

ANALISIS PROPOSAL PENGADAAN SISTEM AUTOMASI

Untuk membuat proposal pengadaan sistem automasi kepada


Avantjet,
primus
harus
menyiapkan
opsi-opsi
sebagai
bahan
pertimbangan, mana yang paling menguntungkan dari sisi Avantjet
namun tidak merugikan Primus. Dalam analisis ini, primus akan memilih
alternatif opsi yang mana akan menarik dimata Avantjet namun tergolong
paling menguntungkan dari sisi Primus jika dibandingkan dengan opsi
lain. Berikut proposal pengadaan sistem automasi terdiri dari beberapa
opsi yang akan dipilih untuk diajukan Primus kepada Avantjet:
Exhibit 3
Terms Under Hypothetical Buy-and-Borrow
and Leasing Strategies
Loan (Buy-and-Borrow)
5-year term loan
Payment in arrears
2

[PRIMUS AUTOMATION DIVISION, 2002]

Equipment cost
Cash down payment
Loan amount
Lease
5-year net lease
Leasing
Leasing
Leasing
Leasing

option
option
option
option

#1
#2
#3
#4

Both Methods
Guaranteed residual value:
(required by Primus Equipment
Finance Division)
Investment tax credit
Depreciation

$715,000
$0
$715,000
Annual
payments
(in advance)
$155,040
$160,003
$162,350
$164,760

11.2729%

0%
5-year MACRS

Sedangkan proposal pengadaan sistem automasi dari kompetitor adalah


sebagai berikut:

Dari data tersebut, Primus perlu menimbang nilai investasi yang paling
menguntungkan dari sisi Avantjet agar sasaran utamanya tersebut tertarik
untuk memilih Primus menjadi vendornya. Oleh karena itu, perlu adanya
perhitungan yang membandingkan NPV dan IRR antara masing-masing opsi
dan berbagai situasi tarif pajak dan biaya hutang, sehingga akan terlihat
pada situasi mana dan opsi mana yang paling menarik untuk diajukan
kepada Avantjet. Berikut telah dilampirkan hasil perhitungan exhibit 6 yang
berisi tentang NPV dan IRR dari opsi buy and borrow, opsi 1-4, dan
perhitungan investasi milik kompetitor yaitu Faulhaber dan Honshu.
Biasanya, semakin tinggi NPV dan IRR akan lebih baik. Namun dalam kasus
ini berbeda, semakin kecil IRR dan NPV dari nilai investasi, Avantje akan
3

[PRIMUS AUTOMATION DIVISION, 2002]


menilai lebih menarik karena tingkat biaya yang harus dibayar oleh Avantjet
akan lebih rendah dibanding investasi ber-IRR tinggi.
Dengan demikian, dapat dilihat dalam tabel exhibit 6 bahwa pada
kondisi tarif pajak 34% dan biaya hutang 9.5%, dari nilai investasi pada opsi
2 merupakan pilihan terbaik karena memiliki nilai investasi yang sama
dengan opsi buy and borrow dan kompetitor. Karena Avantjet cenderung
memiliki rasio hutang yang tinggi, maka jika Primus mengajukan proposal
dengan opsi 2 pada kondisi A, maka Avantjet memiliki kecenderungan akan
memilih lease dan meninggalkan hutang. Dengan begitu, primus akan tetap
menjadi vendor Avantjet dengan nilai NPV dan IRR yang cukup tinggi
dibanding jika ia mengajukan proposal dengan opsi 1.
Pada kondisi tarif pajak 34% dan biaya hutang 13%, nilai investasi
yang paling menguntungkan Avantjet adalah opsi 3 karena lebih menarik
dengan NPV $457.515 dan IRR 6.72% dibandingkan opsi milik kompetitor
Faulhaber dengan NPV $479.073 dan IRR 7.13%. Pada Kondisi tarif pajak 0%
dan biaya hutang 9.5%, nilai investasi terbaik terdapat pada opsi 1 dengan
nilai NPV $ 651.863 dan IRR 8.61% dibanding buy and borrow dengan NPV $
663.800 dan IRR 9.5%. dan pada kondisi tarif pajak 0% dan biaya hutang
13%, nilai investasi terbaik pada opsi 3 dengan NPV $ 645.255 dan IRR
10.91% dibanding kompetitornya Faulhaber dengan NPV $697.207 dan IRR
11.42%.

Exhibit 6
Rangkuman Tabel NPV dan IRR Beberapa Opsi dengan 4 Kondisi Tarif Pajak
dan Biaya Hutang

[PRIMUS AUTOMATION DIVISION, 2002]


PRIMUS AUTOMATION DIVISION, 2002

sumber: data yang diolah (Penulis, 2015)

[PRIMUS AUTOMATION DIVISION, 2002]


BAB 4
PENUTUP
4.1

KESIMPULAN
..

4.2

REKOMENDASI
Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan, maka penulis
merekomendasikan kepada Primus untuk menggunakan opsi berikut pada
masing-masing kondisi.

Kondi
si
A
B
C

Proposal
Primus
Opsi 2
Opsi 3
Opsi 1

Opsi 3

IRR
6.27%
6.72%
8.61%
10.91
%

NPV
$469,273
$457.515
$651,863
$645.255

Keuntungan nilai
investasi lease
dibanding buy and
borrow
$0
$27.031
$11.937
$25.997