Anda di halaman 1dari 3

KEHADIRAN CABANG IMUNOLOGI MOLEKULER

Imunologi molekuler merupakan salah satu cabang imunologi yang
merujuk kepada pengkajian mengenai sistem imun manusia pada skala molekul.
Hal ini termasuk pembahasan mengenai interaksi molekul yang terbentuk dalam
sistem imun manusia secara fisiologis ataupun patologis, serta mendalami alur
terjadinya. (Putra, 1999)
Berbagai penemuan dan penelitian menjadi awal mula munculnya
imunologi molekuler ini. Tahun 1959, bagian kimia protein telah mencapai titik
yang memungkinkannya untuk melakukan analisa struktur molekul antibodi
secara rinci. Analisa ini menjelaskan mengenai fragmen imunoglobulins (Fab dan
Fc) yang dipisahkan oleh Rodney Porter, begitu pula dengan rantai berat dan
ringan dipisahkan oleh Gerald Edelman (Schroeder, 2010). Penemuan juga
dikemukan oleh F. Putnam dan N. Hirschman serta L. Craig datang tahun 1965
mengenai toleransi antibodi. Edelman dan koleganya melaporkan rangkaian asam
amino kompleks pertama dari molekul imunoglobulin tahun 1969.
Tahun

1960-an

dan

1970-an

antibodi

monoklonal

pertama

mengidentifikasi subset sel-T (OKT4, kini disebut CD4) yang digambarkan oleh
Patrick Kung dan kawan-kawan tahun 1979. Reseptor sel-T yang sulit dipahami
akhirnya diisolasi tahun 1982 - 1983 oleh James Allison dan koleganya serta
Kathryn Haskins dan kawan-kawannya.

tetapi belum dipublikasikan hingga tahun 1968. Imunoglobulin oleh Susumu Tonegawa tahun 1978 dan produksi dari tikus transgenik oleh Jon Gordon dan koleganya tahun 1980. imunogenetika sudah sejak puluhan tahun yang lalu dikembangan oleh para ilmuwan untuk mencari kemungkinan hubungan sistem imun dam genetik seseorang.KEMUNCULAN CABANG IMUNOGENETIKA Imunogenetika merupakan cabang ilmu kesehatan yang mengkaji mengenai interaksi antara sistem imun dan genetik. tahun 1996. dan jamur. Gorer tahun 1936. Rolf Zinkernagel dan Peter Doherty. dengan penelitian mengenai bagaimana limfosit T melindungi tikus melawan infeksi virus choriomeningitis limfositik (LCMV). Peter Doherty dan Rolf Zinkernagel melaporkan bahwa pengenalan antigen oleh sel-T dibatasi oleh molekul-molekul histokompatibel kompleks mayor. Hugh McDevitt dan Marvin Tyan menyatakan bahwa gen respon imun terkait pada gen-gen dari histokompatibel kompleks mayor. serta cara merekayasanya guna memberikan kontribusi terhadap dunia medis. 1991). virus. (Ernets. 1996) Antigen histokompatibel mayor ditemukan oleh P. (Roit. 1991) .A. akan selalu berkaitan dengan interaksi dengan bakteri. menerima hadiah Nobel Fisiologi atau Kedokteran untuk demonstrasi mereka tentang MHC (major histocompatibility complex). Imunologi yang memiliki dasar biologi dan biokimia. Genetika sendiri dapat diartikan sebagai suatu ilmu yang mempelajari mengenai transfer karakteristik manusia dari satu generasi ke generasi berikutnya (Roit. Oleh karena itu.

Cavacini. Essential Immunology. London 3. 1999. Blackwell Scientific Publication. W. Mikrobiologi Kedokteran Edisi 20. Structure and function of Immunoglobulins.. 2010 (02): 41-52. L. Putra ST (Ed). H. Schroeder.DAFTAR PUSTAKA 1. Penerbit Buku Kedokteran EGC. I. . 1991. Jawetz. Roit. Biologi Molekuler Kedokteran edisi I. Ernets. 1996. 4. J allergy Clin Immunol.M. Surabaya : Airlangga Univercity Press. 7nd ed. Jakarta 2.