Anda di halaman 1dari 4

REVIEW PENGOLAHAN CITRA DIGITAL

(Disusun untuk melengkapi tugas mata kuliah Pengolahan Citra Digital)

Disusun Oleh:
Humaira Qanita

21110113120024

PROGRAM STUDI TEKNIK GEODESI


FAKULTAS TEKNIK - UNIVERSITAS DIPONEGORO
Jl. Prof. Soedarto SH, Tembalang Semarang Telp. (024) 76480785; 76480788
e-mail: jurusan@geodesi.ft.undip.ac.id
2016

BAB II
Polarisasi Gelombang Elektomagnetik
Dalam polarimetrik SAR, informasi di salurkan ke objek itu dengan Gelombang
elektromaknetik. Informasi itu dapat dikodekan dalam bentuk frekuensi,intensitas, atau
polarisasi dari gelombang elektromagnetik. Interaksi gelombang elektromagnetik dengan
permukaan alam dan atmosfer sangat tergantung pada frekuensi gelombang.Dua orthogonal
vektor basis sebagai H untuk horisontal dan V untuk vertikal. Polarisasi horizontal biasanya
didefinisikan sebagai keadaan di mana vektor listrik tegak lurus terhadap bidang kejadian.
polarisasi vertikal ortogonal untuk kedua polarisasi horizontal dan arah propagasi dan sesuai
dengan kasus di mana vektor listrik pada bidang kejadian.
Menurut Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) adalah bahwa
gelombang dikatakan memiliki polarisasi konsep tangan kanan jika ujung vektor medan listrik
berputar searah jarum jam ketika gelombang dilihat surut dari pengamat. Jika ujung medan
listrik vektor berputar berlawanan arah jarum jam ketika gelombang tersebut dilihat dengan
cara yang sama, ia memiliki konsep tangan kiri polariasasi.
Jika radiasi gelombang elektromagnetik dihamburkan oleh objek dan mengobservasi
gelombang ini dalam jangkauan hamburan yang luas. Maka hamburan gelombang dapat
dideskripsikan dengan vektor 2 dimensi.
Implementasi Polarisasi Radar
Aspek penting dari implementasi polarisasi radar ini adalah frekuensi pengulangan
pulsa atau Pulse Radar Frequency (PRF) harus cukup tinggi untuk memastikan setiap saluran
polarimetrik sampel memadahi.
Berikut merupakan karakteristik dari trihedral corner reflektor:
1. Tidak ada komponen polarisasi berpotongan (HV=VH=0)

yang dihasilkan pada

polarisasi linier
2. Hamburan horizontal dan vertikal selalu identik (HH=VV)
3. Komponen kopolarisasi horizontal dan vertikal berada dalam satu fase
Kopolarisasi maksimal terjadi saat linear horisontal, vertikal linear dan polarisasi sirkular.
Polarisasi melintang maksimal terjadi pada saat yang sama dengan terjadinya ko polarisasi
minimal. Polarisasi minimal terjadi di saat yang sama dengan terjadinya ko polarisasi
maksimal. Berdasarkan informsi tersebut, dapat disimpulkan jika respon minimal terjadi
karena polarisasi dari gelombang pembawa tegak lurus dengan antena transmisi.
Respon untuk kopolarisai = 0 untuk polarisasi HH dan respon untuk polarisai silang =
0 untuk polarisasi VH. Ini terjadi ketika pada penghambur gelombang polarisasi disalurkan

secara horizontal, silnder tidak memiliki pasangan dan tidak adanya gelombang terhambur.
Sebaliknya untuk gelombang polarisasi secara horizontal maka respon polarisasi = 0,
sedangkan respon polarisasi silang 0. Ini berarti gelombang terhambur 0, tetapi dipolarisasi
ke gelombang yang disalurkan secara ortogonal. Maka dari itu polarisasi silang menghasilkan
respon terbanyak.
Optimum Polarization
Pada optimum polarization dilakukan kombinasi polarisasi untuk mengoptimalkan daya yang
diterima dari hamburan. Terdapat dua hal atau alasan untuk melakukan kombinasi polarisasi,
diantaranya:
1. Dengan menggunakan single polarization (polarisasi tunggal)
2. Dengan memberikan pemahaman bagaimana mengoptimalkan daya/kekuatan yang
diterima maupun yang dikirimkan.
General Bistatic Case
General bistatic case pertama kali di analisis oleh loannidids dan hammers dalam konteks
pemaksimalan kekuatan sinyal radar
Optimum Polarization
Pada optimum polarization dilakukan kombinasi polarisasi untuk mengoptimalkan daya yang
diterima dari hamburan. Terdapat dua hal atau alasan untuk melakukan kombinasi polarisasi,
diantaranya :
1. Dengan menggunakan single polarization (polarisasi tunggal)
2. Dengan memberikan pemahaman bagaimana mengoptimalkan daya/kekuatan yang
diterima maupun yang dikirimkan.
General Bistatic Case
General bistatic case pertama kali di analisis oleh loannidids dan hammers dalam konteks
pemaksimalan kekuatan sinyal radar.
Contrast Enhancement
Untuk memaksimalkan atau meminimalkan kontras antara dua daerah dalam citra. Kita
akan berasumsi bahwa setiap daerah diwakili oleh operator hamburan rata Stokes.
Solusi untuk persamaan ini adalah satu set dari dua persamaan nonlinear baik x atau y yang
cukup kompleks untuk memecahkan. Untuk memberikan wawasan yang lebih dalam solusi,
sederhana. Pendekatan adalah untuk mempertimbangkan masalah dalam dua langkah. Pertama,
kita memperbaiki polarisasi mengirimkan dan kemudian menurunkan menerima polarisasi
yang akan mengoptimalkan kontras untuk itu tertentu mengirimkan polarisasi x.

RANGKUMAN
Dalam bab ini, telah dikenalkan prinsip-prinsip dasar dari polarimetri radar, konsep-konsep
penting dari berbagai representasi matematis dari scatterers dan secara singkat meninjau
pelaksanaan dari polarimetri radar. Disini juga diulas mengenai konsep tanggapan polarisasi,
dan memberikan banyak contoh yang menggambarkan konsep ini memvisualisasikan
informasi yang terkandung dalam sifat penghamburan polarisasi. Selanjutnya, dapat dilihat
bagaimana cara mengoptimalkan daya yang diterima dari penghambur tertentu atau kelompok
scatterers dengan memvariasikan polarisasi. Kami dapat menyimpulkan dengan contoh kasus
yang ada dapat menggunakan polarisasi untuk mengoptimalkan kontras antara scatterers.