Anda di halaman 1dari 7

KERANGKA ACUAN PROGRAM ROTASI DAN MUTASI

TENAGA KEPERAWATAN
DIRUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH
DENPASAR TAHUN 2010 -2013

BIDANG KEPERAWATAN

RSUP SANGLAH DENPASAR

I. PENDAHULUAN
Kesuksesan sebuah manajemen tergantung pada kualitas sumber daya manusia,
manajemen keperawatan menggambarkan suatu rangkaian kegiatan yang saling
berhubungan yang mana salah satunya berhubungan dengan aspek ketenagaan. Program
mutasi/rotasi tenaga keperawatan merupakan salah satu program pengembangan dalam
manajemen keperawatan. Hal ini dilakukan agar tercapai transformasi yang sistematis dari
kebijakan/peraturan, situasi atau kondisi unit pelayanan di RSUP Sanglah.
Program mutasi dan rotasi di RSUP Sanglah dilakukan dengan alasan alasan
pemberian reward bagi perawat yang mempunyai prestasi dan kinerja yang baik ataupun
untuk melakukan suatu pembinaan terhadap karyawan atau perawat tertentu, Bidang
keperawatan RSUP Sanglah juga memiliki program Rotasi dan mutasi yang dilakukan 3
tahun, juga tidak tertutup kemungkinan rotasi dan mutasi dilakukan secara insidentil
sehubungan dengan

pengembangan pelayanan di RSUP sanglah maupun pembinaan

profesi untuk tenaga yang terkait.


Pelaksanaan program mutasi dan rotasi didasarkan pada kebijakan kebijakan di
RSUP sanglah dan Jajaran Bidang keperawatan.
II. Tujuan
A. Tujuan Umum
Meningkatkan kualitas tenaga keperawatan dan meningkatkan mutu
pelayanan di RSUP sanglah
B. Tujuan Khusus
1. Meningkatkan pengalaman dan pengetahuan tentang asuhan/pelayanan
keperawatan diunit unit keperawatan RS.
2. Mencegah kejenuhan tenaga keperawatan pada suatu ruang keperawatan.
3. Untuk peningkatan jenjang karir bagi tenaga keperawatan
4. Melakukan pembinaan terhadap tenaga keperawatan yang melakukan
kesalahan.
5. Memberikan penyegaran dan suasana yang baru terhadap tenaga
keperawatan

III. Kegiatan
A. Pengertian
Mutasi adalah pengalihan tempat tugas bagi tenaga keperawatan dari unit atau
jajaran keperawatan keluar jajaran keperawatan ataupun sebaliknya dilingkungan RSUP
sanglah. Mutasi dapat dilakukan untuk memberikan reward bagi tenaga yang mempunyai
prestasi kerja baik dan adanya peluang untuk mengisi salah satu jabatan di bagian lain atau
instalasi. Punishment diberikan bagi

tenaga keperawatan yang terkait, yang

tidak

memungkinkan lagi untuk bekerja di unit keperawatan setelah dilakukan evaluasi dan
pembinaan. Mutasi ini dilakukan oleh Ka. Bid. keperawatan melalui

Ka.Seksi

keperawatan.
adalah pengalihan tempat tugas bagi tenaga keperawatan dari satu

Rotasi

ruangan/unit keperawatan ke ruangan/unit keperawatan yang lain dalam lingkungan RSUP


Sanglah. Rotasi dilakukan dalam jangka waktu 3-5 tahun. Rotasi dalam satu instalasi
dilakukan oleh ka UPP dan di informasikan ke bidang keperawatan, Sedangkan rotasi antar
instalasi dilakukan oleh ka. bidang keperawatan melalui seksi keperawatan.
B. Scope kegiatan
1. Ka UPP / Kepala ruangan :
a)

Membuat usulan rencana rotasi setiap tahun

b)

Melakukan evaluasi dan pembinaan terhadap staf dijajaranya


Sehubungan dengan pelaksanaan rotasi / mutasi

c)

Menginformasikan kepada staf di jajaranya terkait dengan

rotasi

dan mutasi tenaga keperawatan.


d)

Menginformasikan ke bidang keperawatan bahwa tenaga yang akan


dirotasi telah disiapkan

2. Ka. Seksi keperawatan


a) Menyusun program rotasi berdasarkan masukan dari Ka. UPP setiap
tahun.
b) Melakukan evaluasi dan pembinaan terhadap perawatan/ bidan yang
akan di mutasi/rotasi
c) Menginformasikan kepada Ka. UPP terkait dengan pengalihan tenaga
keperawatan

IV . CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN


Berikut ini adalah cara-cara melaksanakan kegiatan rotasi :
1. KUPP dari masing-masing unit pelayanan keperawatan menyampaikan usulan
rotasi dan permintaan tenaga kepada Bidang Keperawatan.
2. Kasie atau Kabid membahas usulan rotasi dan permintaan tenaga.
3. Memanggil tenaga yang akan dirotasi.
4. Memberi surat penugasan sementara ke ruangan yang dituju.
5. Member tembusan surat ke Bagian SDM.
6. Mencatat ke dalam buku rotasi dan mutasi.
V. Strategi melakukan Rotasi Bila Ruangan Kekurangan Tenaga secara
mendadak
Bila ruangan kekurangan tenaga disebabkan ada kejadian yang mendadak
sehingga perawat tidak masuk kerja maka untuk mengatasi supaya pelayanan dapat
berjalan secara optimal dilkukan hal-hal sebagai berikut :
A. Bila kejadian didalam jam kerja
1. Kepala ruangan yang mendapat laporan bahwa ada perawat yang tidak masuk,
maka kepala ruangan akan memanggil perawat ruangan tersebut yang sedang
libur untuk menggantikan dan akan diberikan libur pada hari lain
2. Bila hal tersebut tidak bisa dilakukan, ka ruangan akan melaporkan ke Ka. UPP,
Ka. UPP akan mencarikan perawat pengganti dari ruangan lain yang masih
diwilayah instalasinya sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan, bila Ka UPP
tidak bisa menyelesaikan masalah tersebut maka dilaporkan ke Bidang
Keperawatan.
3. Ka. Bidang Keperawatan akan berkoordinasi dan meminta bantuan dengan
Ka.UPP yang mempunyai tenaga keperawatan yang sesuai dengan kompetensi
yang dibutuhkan untuk ditugaskan sementara.
B. B ila kejadian Diluar Jam Kerja
1. Bila Ruangan kekurangan tenaga keperawatan, maka penanggung jawab
shif akan melaporkan kepada pengamat
2. Pengamat akan mencarikan perawat dari ruangan lain yang sesuai dengan
kompetensi yang dibutuhkan dengan melihat BOR ruangan
3. Bila tidak memungkinkan, pengamat akan melaporkan ke Ka. Bid.
Keperawatan

4. Ka. Bidang Keperawatan akan berkoordinasi dan meminta bantuan dengan


Ka.UPP yang mempunyai tenaga keperawatan yang sedang libur dan
mempunyai kompetensi yang sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan
untuk ditugaskan sementara
SASARAN
Tenaga yang dirotasi pada tahun 2012 adalah :
Di IRNA A 80% dari usulan, IRNA B 80% dari usulan, IRNA C 80% dari usulan,
IRNA D 80% dari usulan, IRNA E 80% dari usulan,Wing Amerta 80% dari usulan,
Unit Rawat Jalan 80% dari usulan, Unit Rawat Darurat 80% dari usulan, IRIT 80%
dari usulan, Instalasi Geriatri 80% dari usulan.
VI. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN
NO

KEGIATAN

Pengusulan rotasi

dari KUPP
Pembahasn usulan

oleh Kasie/Kabid
Pemanggilan

1
X

BULAN
6 7 8

10 11 12

tenaga yang akan


di rotasi
4

Pemberian surat
penugasan sementara
ke ruangan yang
dituju dan dicatat ke
dalam buku rotasi
dan mutasi

Pemberian
tembusan surat ke
Bagian SDM

VII. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN


1. Evaluasi pelaksanaan kegiatan

Evaluasi pelaksanaan kegiatan dilakukan tiap akhir trimester oleh Bidang


Keperawatan.
2. Pelaporan pelaksanaan kegiatan
Laporan dibuat setiap akhir trimester dan ditujukan kepada Kepala Bidang
Keperawatan.
VIII. PENCATATAN, PELAPORAN, DAN EVALUASI KEGIATAN
Setiap pelaksanaan kegiatan akan ditulis pada buku pelaksanaan kegiatan
mutasi/rotasi. Sedangkan evaluasi kegiatan rotasi/mutasi akan dilakukan setiap
akhir tahun dan dibuat pelaporannya yang nantinya akan diserahkan kepada Kepala
Bidang Keperawatan dan ditembuskan ke Bagian SDM.

Anda mungkin juga menyukai