Anda di halaman 1dari 3

Histologi Organ Reproduksi Pria

A. Skrotum adalah kantong longgar yang tersusun dari kulit, fascia, dan otot polos yang
membungkus dan menopang testis di luar tubuh pada suhu optimum untuk
memproduksi spermatozoa.
- Dua kantong skrotal setiap skrotal berisi satu testis tunggal,

dipisahkan oleh

septum internal.
- Otot dartos adalah lapisan serabut dalam fascia dasar yang berkontraksi untuk
membentuk kerutan pada kulit skrotal sebagai respons terhadap udara dingin
atau eksitasi seksual. (Sloane, 2004)
B. Testis adalah organ lunak, berbentuk oval, dengan panjang 4cm sampai 5cm dan
berdiameter 2,5 cm. (Sloane, 2004) fungsi testis adalah menghasilkan hormon dan
spermatozoa (Junqueira, 2007)
- Tunika albuginea menebal pada permukaan posterior testis dan membentuk
mediastinum testis, tempat penjuluran septa fibrosa ke dalam kelenjar, yang
membagi kelenjar menjadi sekitar 250 kompartemen piramis yang disebut
lobulus testis. (Junqueira, 2007)
- Tubulus seminerfus, tempat berlangsungnya spermatogenesis. Terdiri atas
jaringan ikat fibrosa, lamina basalis yang berkembang baik, dan suatu epitel
germinal yang kompleks yang terdiri atas dua jenis sel: sel sertoli dan sel-sel
yang membentuk garis keturunan spermatogenik. (Sloane, 2004)
C. Duktus pada organ reproduksi pria adalah tubulus rektus, rete testis, dan duktuli
eferentes. Duktus-duktus tersebut membawa spermatozoa dan cairan dari tubulus
seminiferus ke duktus epididimis. (Junqueira, 2007)
D. Saluran keluar organ reproduksi pria
- Epididimis adalah tuba terlilit yang panjangnya mencapai 20 kaki (4m-6m) yang
terletak di sepanjang sisi posterior testis. Bagian ini menerima sperma dari duktus
eferen. Epididimis menyimpan sperma dan mampu mempertahankannya sampai

enam mingggu. Selama enam minggu tersebut, sperma akan menjadi motil, matur
sempurna, dan mampu melakukan fertilisasi. Selama eksitasi seksual, lapisan otot
polos dalam dinding epididimal berkontraksiuntuk mendorong sperma ke dalam
duktus deferen (Sloane, 2004).
- Duktus deferen, yaitu suatu saluranberdinding otot tebal, yang berlanjut dan
mencurahkan isinya ke dalam uretra pars prostatika. Segmen yang memasuki
prostat disebut duktus ejakulatorius (Junqueira, 2007).
- Uretra merentang dari kantung kemih sampai ujung penis dan terdiri dari 3 bagian:
1. Uretra prostatik merentang mulai dari bagian dasar kantung kemih, menembus
prostat dan menerima sekresi kelenjar tersebut.
2. Uretra membranosa panajngnya mencapai 1cm-2cm. Bagian ini dikelilingi
sfingter uretra eksternal.
3. Uretra penis (kavernosus, berspons) dikelilingi oleh jaringan

erektil berspons

(korpus spongiosum). Bagian ini membesar ke dalam fosa navicularis sebelum


berakhir pada mulut eretra eksternal dalam glans penis (Sloane, 2004).
E. Kelenjar aksesoris organ reproduksi pria
Kelenjar kelamin tambahan menghasilkan sekret yang diperlukan untuk fungsi
reproduksi pria.kelenjar kelamin tambahan meliputi (Junqueira, 2007):
1. Vesikula seminalis
Sekretnya adalah cairan kental dan basa yang kaya akan fruktosa. Berfungsi untuk
memberi nutrisi dan melindungi sprema. Setengah lebih sekresi vesikula seminalis
adalah semen (cairan sperma yang meninggalkan tubuh).
2. Kelenjar prostat
Prostat mengeluarkan cairan basa menyerupai susu yang menetralisir asiditas
vagina selama senggama dan meningkatkan motilitas sperma yang akan optimum pada
pH 6,0-6,5.

3. Kelenjar bulbouretra
Kelenjar bulbouretra mensekresi cairan basa yang mengandung mukus ke dalam
uretra penis untuk melumasi dan melindungi serta ditambahkan pada semen. (Sloane,
2004)
4. Penis
Komponen utama penis adalah akar, badan (dua korpus kavernosum dan satu
korpus spongiosum), dan glans penis yang membesar yang banyak mengandung
ujung-ujung saraf sensorik. Organ ini berfungsi untuk tempat keluar urine dan semen.
Penis juga termasuk organ kopulasi (Sloane, 2004).