Anda di halaman 1dari 22

Praktikum Kerja Bangku |1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Praktikum kerja bangku adalah praktikum teknik dasar yang harus
dikuasai dalam mengerjakan produk kerja bangku pada dunia teknik produksi.
Pekerjaan kerja bangku yaitu membuat kontruksi dengan alat tangan, dan
dilakukan di bangku kerja/ragum. Pekerjaan kerja bangku meliputi mengikir,
mengebor, mengetap, menyenai, stamping (menyetempel), menyambung dan
melipat plat, menandai menggergaji dll.
Dalam praktikum kerja bangku ini mahasiswa di beri waktu 15 kali
pertemuan dan 6 Js atau sekitar 5 jam pada jam ke 1-6 pagi dalam setiap kali
pertemuan. Dengan watu tersebut Mahasiswa harus dapat menyelesaikan tugas
praktikum berupa pengikiran, pengetapan, penyenaian, penyambungan dan
pelipatan plat, penyetempelan penandaan, dan penggergajian serta bekerja
menerapkan dasar-dasar pengukuran menggunakan jangka sorong, penggaris siku
serta mistar baja.
Dalam proses pengerjaan kerja bangku diperlukan ketelitian dan
kesabaran.Juga harus berhati-hati dalm menggunakan material, agar tidak terjadi
kecelakaan kerja. Namun sekarang peranan kerja bangku mulai tergeser oleh
perkembangan teknologi yang lebih praktis, efisien dan hemat waktu. Terutama
dalam industry, peranan kerja bangku hanya sebagian kecil saja karena di dalam
industry diutamakan keuntungan yang lebih terhadap peralatan yang digunakan,
agar dapat menghasilkan keuntungan yang maksimal.
Dengan adanya praktikum kerja bangku hal ini ditujukan kepada
mahasiswa untuk memberikan pengetahuan, memperkenalkan, melatih dan
mengasah ketrampilan dalam menggunakan peralatan perkakas kerja bangku.
Disamping itu dengan mahasiswa bukanlah lulusa dari SMK teknik mesin murni
tetapi juga dari SMK otomotif yang masih minim mengenai praktikum kerja
bangku dan bahkan tidak menutup keungkinan masih banyak juga mahasiswa dari

Praktikum Kerja Bangku |2

lulusan SMA. Maka dari itu dengan adanya praktikum kerja bangku selain sebagai
matakuliah wajib juga sebagai wadah untuk pelatihan dan mengasah potensi
mahasiswa secara motorik.
1.2 Tujuan Penulisan
1. Mahasiswa dapat mengenal alat-alat dan perkakas dalam kerja bangku.
2. Mahasiswa dapat mengetahui dan menggunakan peralatan kerja bangku
sesuai fungsi dan prosedur kegunaanya.
3. Mahasiswa mendapatkan pengalaman dan wawasan baru mengenai
praktek kerja bangku.
4. Mahasiswa dapat menggunakan dasar-dasar pengukuran menggunakan
jangka sorong serta mistar baja dalam kegiatan praktikum.
5. Mahasiswa dapat belajar mengenai kesalahan dan permasalahan yang
sebelumnya disengaja maupun tidak disengaja dalam praktikum.
6. Menjadikan mahasiswa yang siap kerja dalam lingkungan masyarakat.

Praktikum Kerja Bangku |3

BAB I I
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian dan Fungsi Praktikum Kerja Bangku


Istilah kerja bangku diambil dari dari istilah sesuai dengan jenis pekerjaan
yang banyak digunakan dilakukan diatas bangku atau meja kerja. Kerja bangku
adalah pekerjaan manual yang banyak diterapkan di bengkel, industry dan sekolah
kejuruan. Walaupun pekerjaannya tergolong sederhana. Sering kita memiliki
permasalahan untuk menentukan perkakas kerja bangku yang sesuai dengan
material benda kerja dan hasil yang diperoleh dengan benar. Juga bagaimana
prosedur pemakaian agar tidak terjadi kesalahan atau kecelakaan kerja.
Dalam proses praktikum kerja bangku diperlukan ketrampilan dan
ketelitian

dalam

pengerjaan

benda

kerja,

dengan

demikian

peserta

didik/mahasiswa dapat menjadikan praktikum kerja bangku sebagai tolak ukur


potensi guna mempersiapkan diri sebagai tenaga kerja industri yang profesional
dan memperoleh hasil tamatan yang dapat terserap didunia kerja.
2.2 Pengertian dan Peranan Peralatan Kerja Bangku
2.2.1 Ragum
Merupakan suatu alat penjepit untuk menjepit benda kerja yang akan
dikikir, dipahat, digergaji, ditap, disney, dan lain lain. Alat jugs merupakan
peralatan yang harus ada dalam semua proses pengerjaan dalam praktikum kerja
bangku.
Dengan memutar tangkai (handle) ragum,Maka mulut ragum akan
menjepit atau membuka/melepas benda kerja yang sedang dikerjakan. Bibir mulut
ragum harus dijaga jangan sampai rusak akibat terpahat,terkikir dan lain
sebagainya.

Praktikum Kerja Bangku |4

2.2.2 Kikir
Merupakan alat yang terbuat dari baja tempa yang mengandung karbo
tinggi dan meliputi bagian panjang, potongan bentuk dan gigi pemotong yang
biasa digunakan sebagai alat penghalus atau pemerata permukaaan plat atau
benda kerja lainya yang terbuat dari logam.
2.2.3 Tap
Merupakan alat yang digunakan dalam kerja bangku sebagai peralatan
produksi yang berfungsi sebagai pembuat ulir dalam/ drat. Dalam praktikum kerja
bangku tap yang digunakan adalah tap tangan yang terbuat dari baja karbon yang
dikeraskan.
Tap tangan biasanya terdiri dari tiga buah dalam satu set untuk diameter 5
mm. Tap yang pertamakali digunakan mempunyai bentuk tirus (intermediate tap)
diujungnya, untuk mempermudah penyayatan. Bentuk ulir yang dihasilkan hanya
55% dari bentuk ulir sesnugguhnya. Tap nomor 2 (Tapper tap) bentuk tirus lebih
pendek dari tap nomor 1dan dipakai setelah tap no 1 dengan penyayatan 25%
kemudian menggunakan tap nomor 3 (Botoming tap) bentuk tirus ujungnya sangat
pendek sehingga dapat dipakai untuk mencapai bagian dasar untuk lubang tak
tembus.
2.2.4 Senai
Snai adalah alat yang berfungsi untuk membuat alur pada benda hasil
pengeboran atau membuat ulir sekrup luar. Yang terbuat dari bahan baja karbon
tinggi. Penyayatan ulir luar digunakan untuk membuat/memotong ulir luar pada
besi atau pipa.
2.2.5 Gergaji
Gergaji adalah sejenis alat yang digunakan untuk memotong sesuatu. Mata
gergaji berbentuk gerigi, dan bentuk gigi gergaji tergantung pada bahan yang
dipotong, misalnya kayu atau logam.
Ada banyak jenis gergaji. Antaranya merupakan peralatan tangan yang
bekerja dengan kekuatan otot ataupun dengan menggunakan bantuan mesin.
Gergaji biasanya menimbulkan suara bising. Menggunakan gergaji untuk

Praktikum Kerja Bangku |5

memotong bahan agak berbahaya

karena tepinya yang tajam diperlukan

ketrampilan dan prosedur yang tepat dalam penggunaanya.


2.2.6 Mesin Bor Meja
Mesin bor meja adalah mesin bor yang diletakkan diatas meja. Mesin ini
digunakan untuk membuat lobang benda kerja dengan diameter kecil (terbatas
sampai dengan diameter 16mm). Prinsip kerja mesin bor meja adalah putaran
motor listrik diteruskan ke poros mesinsehingga poros berputar. Selanjutnya poros
berputar yang sekaligus sebagai pemegang matabor dapat digerakkan naik turun
dengan bantuan tuas bor sesuai kedalaman penyayatan mata bor.
2.2.7 Mesin penekuk Plat
Mesin ini berfungsi sebagai pelipat ataupun menekuk plat dengan kesikuan
yang dinginkan proses penggunaan alat ini cukup sederhana dengan menjepit plat
sesuai batas garis penggores yang akan ditekuk dan kunci benda kerja agar
penekukan dapat prsisi.
2.2.8 Mesin Las titik
Las titik adalah pengelasan memakai metode resistansi listrik dimana pelat
lembaran dijepit dengan dua elektroda. Ketika arus dialirkan maka terjadi
sambungan las pada posisi jepitan. Siklus pengelasan titik dimulai ketika
elektroda menekan pelat dimana arus belum dialirkan. Waktu proses ini disebut
waktutekan. Setelah itu arus dialirkan ke elektroda sehingga timbul panas pada
pelat di posisi elektroda sehingga terbentuk sambungan las. Waktu proses ini
disebut waktu las. Setelah itu arus dihentikan namun tekanan tetap ada dan proses
ini disebut waktu tenggang. Kemudian logam dibiarkan mendingin sampai
sambungan menjadi kuat dan tekanan di hilangkan dan pelat siap dipindahkan
untuk selanjutnya proses pengelasan dimulai lagi untuk titik yang baru.
Mesin Las Titik secara umum hampir sama dengan mesin las listrik. Mesin
Las Titik berfungsi sebagai penyambung tetapi tdak menggunakan elektroda dan
digunakan untuk menitik pada plat-plat/body mobil.

Praktikum Kerja Bangku |6

2.2.9 Stampel Angka dan Huruf


Stempel terbuat dari baja paduan yang tidak dikeraskan karena
sifatnyaharus ulet (tought) dan cukup keras bisa mengalahkan benda
yangdistempel.Stempel digunakan untuk menandai/memberi identitas suatu
produk/benda kerja yang terbuat dari logam. Namun demikian produk/ bendakerja
yang terbuat dari logam digunakan pada logam yang keras
Spesifikasi stempel dibedakan menurut ukuran dan jenis huruf/angka.Jenis
huruf ada yang timbul dan ada pula yang masuk. Ukuran stempelditentukan oleh
ukuran tinggi huruf/angka dan ukuran yang banyakdipakai mulai dari 2 mm
sampai 10 mm.
2.2.10

Penitik

Penitik adalah Alat yang digunakan untuk menandai membuatlogam pada


benda kerja. Dengan menitik benda kerja maka mata bor yang digunakan tidak
akan melest dari sasaran. Penitik terbuat dari bahan yang ujungnya runcing
membentuk sudut 30o-90o.
Cara pemakaianya meliputi:

Pegang penitik dengan kanan kiri, tempatkan pada benda.

Penitik harus tegak lurus dengan benda kerja

Penitik dipukul satu kali dengan pemukul yang ringan, serta periksa posisi
kelurusan , apabila sudah tepat pukul dengan kuat agar didapatkan titik
yang jelas.
2.2.11

Penggores

Penggores adalah proses pemindahan ukuran-ukuran dari gambar-gambar,


menurut suatu benda kerja, atau menurut petunjuk-petunjuk untuk dikerjakan
dimesin, dengan tanda garis-garis.bahan dari ppenggores biasnya haruslah lebih
kuat dari benda kerjanya. Cara pemakainya yaitu:
Penggores dimiringkan dari pengarahnya dengan sudut 30, sehingga hasil
penggoresan sesuai dengan yang diinginkan.
Tekan penggaris besi, atau penyiku dengan kuat pada benda kerja dan
goreslah hanya satu kali saja
Miringkan penggores kearah gerakan

Praktikum Kerja Bangku |7

2.2.12

Gunting Plat

Merupakan perlatan manual yangberfungsi sebagai alat pemotong pelat


yang berukuran pendek atau yang sulit dijangkau oleh mesin potong serta untuk
memotong pelat yang berbentuk radius atau lingkaran.
2.3 Alat-alat Pengukuran
2.3.1

Jangka Sorong

Jangka sorong merupakan alat ukur yang penting untuk tukang


kayu.Jangka ini memberikan pengukuran yang tepat pada pengukuran panjang,
tebal dan diameter suatubenda kerja. Dengan jarum pengukur lubang dapat
dengan tepat diukur kedalaman lubang.Rahang sorong yang dilengkapi dengan
nonius, memungkinkan pembacaan dalam perseribu milimeter.Jangka sorong
adalah perlengkapan presisi (tepat).Maka dari itu, jangka sorong harus
diperlakukan dengan tertib pada pemakaian maupun penyimpanannya.
2.3.2

Penggaris Siku

Alat ini digunakan untuk menyiku ketelitian dari benda kerja, ukuran
panjangnya 30 cm terbuat dari bahan baja. Selain itu alat ini juga digunakan
sebagai alat ukur kerataan benda kerja setelah pengikiran.
2.3.3

Mistar Baja

Mistar baja ini berfungsi untuk mengukur benda kerja yang berukuran
pendek, selain itu juga dapat dipakai untuk membimbing penggoresan dalam
melukis batangan pada pelat yang digunakan, ukuran panjang dari mistar baja ini
bermacam-macam, ada yang berukuran 30 cm, 60 cm, dan 100 cm.
2.4 Alat Pendukung Tambahan
1. Sapu
Meskipun alat ini sederhana didalam praktikum kerja bangku alat ini
memiliki fungsi sebagai pembersih geram-geram yang berserakan disekitar meja
kerja atapun disela-sela ragum setelah proses pengikiran, penggergajian dan
pengeboran.

Praktikum Kerja Bangku |8

2. Sikat Kawat
Merupakan sebuah alat yang terbuat dari kawat-kawat besi dalam kerja
bangku yang berfungsi sebagai pembersih karat dan geram peralatan kerja bangku
seperti pembersih yang efektif gigi kikir yang terselip geram, sehinnga proses
penyayatan kurang maksimal dan juga menahan/pembersih geram yang panas
pada saat pengeboran agar tidak terpental ke operator dan juga menghindari
masuknya geram kedalam lubang benda kerja yang telah dibor.
3. Paron (Bantalan Besi)
Merupakan alat bantu kerja bangku yang terbuat dari besi pejal yang
berfungsi sebagai bantalan pada proses pengecapan/ stempel dan pengerjaan plat.
4. Minyak pelumas
Cairan pelumas untuk melumasi benda kerja dan peralatan kerja untuk
mencegah keausan peralatan kerja misalnya pada pengeboran, pengetapan,
penyenaian dan juga penggergajian untuk minyak pelumas yang paling efektif oli
karena memiliki kekentalan yang cocok untuk mengurangi gesekan peralatan
kerja dengan benda kerja.

Praktikum Kerja Bangku |9

BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM
3.1 Membuat Ulir

Job Sheet Mengikir, Mengebor dan Mengetap


Setelah sebelumnya kita membahas tentang penggunaan tap untuk
membuat ulir dalam, maka pada saat ini kita akan membahas penggunaan Sney
untuk membuat ulir luar dengan bantuan tangan.Sama halnya dengan tap, Sney
juga terbuat dari baja HSS. Sney sendiri memiliki dua macam jenis yakni Sney
belah bulat dan sney segi enam. Untuk menggunakannya Sney dilengkapi dengan
rumah sney untuk pegangannya. Dalam praktikum kerja bangku ruamah senai
yang digunakan jenis senai nelah bulat.
Peralatan yang digunakan :
1) lonjoran besi silender
2) kikir
3) Gergaji
4) Rumah senai bulat dan tangkainya
5) Minyak pelumas
6) Tang
7) Ragum

P r a k t i k u m K e r j a B a n g k u | 10

8) Jangka sorong
9) Job sheet
Langkaah awal dalam pembuatan baut atau ulir luar yang sesuai dengan
praktikum pengetapan yang tertera diatas usaha yang dilakukan yaitu:
a. Gergaji besi silinder denagan ukuran sesuai yang diinginkan
b. Kikir rata secara melingkar benda kerja sesuai job sheet
Langkah Pengerjaan Benda Kerja penyenaian
1. Memasang senai pada tangkai senai.
1. Mengendorkan sekrup pengunci pada batang senai.
2. Memasukkan senai pada batang, tanda ukuran berada di atas, samapi senai
terkunci oleh sekrup pengunci menggunakan tang.
3. Mengencangkan sekrup pengunci.
2. Melumasi gigi senai dengan pelumas.
Memulai penyenaian:
1. Menempatkan senai pada ujung benda kerja yang telah dijepit ragum
2. Memberikan tekanan yang seimbang pada kedua ujung tangkai saat senai
diputar searah putaran jarum jam.
3. Putar senai maju mundur pada setiap putaran
3. Memeriksa kelurusan setelah dua atau tiga kali putaran batang.
1. Perhatikan senai dan benda kerja harus tegak lurus.
2. Memperbaiki setiap ketidak lurusan dengan memberikan tekanan yang
lebih besar pada sisi batang yang lebih tinggi.
4. Melanjutkan penguliran benda kerja.
1. Memberikan sedikit pelumas pada ulir setelah tangkai diputar dua atau tiga
kali putaran.

P r a k t i k u m K e r j a B a n g k u | 11

2. Lakukan pengukuran panjang ulir yang telah disenai menggunakan jangka


sorong.

3.2 Mengebor
Dalam proses pengeboran benda kerja yang digunakan masih tetap yaitu
benda kerja yang ukuranya dengan panjang 129 mm, tinggi 21 mm dan lebar 41
mm setelah proses pengikiran. Mesin bor digunakan untuk membuat lubang benda
kerja sesuai dengan job sheet diatas..
Peralatan yang digunakan:
1) Mesin Bor
2) Minyak Pelumas
3) Jangka Sorong
Langkah Pengerjaan Benda Kerja
Untuk itu cara yang dilakukan untuk membuat lubang atau mengebor
dengan kedalaman 50 mm sesuai job sheet yang diberikan oleh dosen
pembimbing adalah :
1.

Pasang dan jepitlah benda kerja.

2.

Pasanglah penjepit bor lengkap dengan bornya pada kepala lepas.

3.

Kikir rata satu bagian yang akan dibor.

4.

Ukur bagian benda kerja yang akan dibor beri penandaan berupa garis atau
titik dengan penggores sesuai yang ditentukan.

5.

Berilah alur tempat penyayatan mata bor dengan menggunakan penitik


agar proses penyayatan dapat center (lurus).

6.

Dekatkan bor pada permukaan benda kerja sebelum penyalaan mesin bor
dan atur posisi ketepatan mata bor pada penanda yang akan dibor.

7.

Mulailah mengebor, apabila proses penyaytan telah tercapai yang perlu


diprhatikan adalah berilah cairan pendingin secukupnya.

8.

Angkat mata bor dari penyayatan pada setiap kali penyayatan 5 mm


untuk menghindari kerusakan mata bor, mengeluarkan geram
memperkecil panas akibat gesekan mata bor dengan benda kerja.

dan

P r a k t i k u m K e r j a B a n g k u | 12

9.

Lakukan pengukuran ulang setelah selesai pengeboran, untuk perbaikan


apabila ukuran kedalaman yang diinginkan kurang tepat.

3.3 Mengetap
Mulailah melakukan pengetapan dengan urutan pertama. yaitu tap no.1
(Intermediate tap) kemudian dilanjutkan dengan tap no. 2 (Tapper tap) untuk
pembentukan ulir, dan terakhir tap no. 3 (Botoming tap) dipergunakan untuk
penyelesaian.
Sebelum mengetap berikan sedikit pelumas pada tap, kemudian pastikan
bahwa tap benar-benar tegak lurus terhadap benda kerja. Putar tap secara perlahan
searah jarum jam. Pemutaran tap hendaknya dilakukan 270 o maju searah jarum
jam, kemudian diputar mundur 90o berlawanan arah jarum jam dengan tujuan
untuk memotong tatal, selanjutnya kembalikan pada posisi awal danputar lagi
270o maju searah jarum jam dan mundur lagi 90o berlawanan arah jarum jam,
demikian seterusnya sampai selesai.
Mengetap

benda kerja sesuai ukuran yang ditentukan oleh dosen

pembimbing dengan diameter 8 mm. Peralatan yang digunakan yaitu:


1) Ragum
2) Tangkai Tap
3) Tap (1 set)
4) Oli (minyak pelumas)
5) Tang
Langkah Pengerjaan Benda Kerja
Benda kerja yang digunakan tetap sama dengan pada proses pengikiran
dan pengeboran serta sesuai dengan job sheet diatas.
1. Mengebor tembus benda kerja dengan mata bor 3/8 dengan kedalaman
50 mm.
2. Menjepit benda kerja pada ragum, posisi lubang menghadap keatas.
3. Memilih tap no.1 (Intermediate tap) untuk mengawali penguliran.
4. Mengencangkan/mengunci mata Tap pada tangkai tap.
5. Putar tangkai yang bebas untuk mengunci tap.

P r a k t i k u m K e r j a B a n g k u | 13

6. Gunakan tang untuk mengencangkan pengikatan tap


7. mengatur posisi tap bagian atas sehingga tap benar-benar segaris dengan
garis tengah lubang.
8. Memberikan sedikit pelumas pada ulir yang sedang dibuat.
9. memberikan sedikit tekanan sewaktu memutar tangkai tap.
10. Kalau ada kemiringan, perbaiki segera.
11. Bila telah diperoleh kelurusan tap terhadap benda kerja, pertahankan tekan
yang merata pada tangkai sewaktu diputar.
12. Bila selesai gunakan tap no. 2 (Tapper Tap) hinga tap no. 3 (Botoming
Tap) diantara ke-2 tap tersebut proses pengerjaanya sama dengan tap no. 1
(Intermediate Tap) untuk memperoleh hasil yang maksimal.

3.4 Stamping

Job Sheet Stamping/Stepel


Stamping adalah suatu alat bantu yang digunakan untuk membuat nama,
nomor dan sebagainya pada benda kerja yang dibantu dengan palu untuk
memukulnya pada benda yang ingin kita stamping. Alat ini dibuat dari bahan baja
perkakas yang dikeraskan, dan biasanya digunakan untuk memberi tanda berupa
huruf dan angka maupun symbol pada logam atau bahan yang tidak dikeraskan.

P r a k t i k u m K e r j a B a n g k u | 14

Benda kerja yang digunakan tetap sama dengan pada proses pengikiran,
pengeboran dan pengetapan serta sesuai dengan job sheet diatas.
Peralatan yang digunakan:
1) Stamping angka dan huruf
2) kikir
3) Palu
4) Paron (bantalan besi)
5) Penggores
6) Mistar baja
Langkah Pengerjaan Benda Kerja
1. Persiapan alat yang harus digunakan,
2. Membersihakan permukaan benda kerja yang akan distamping atau bisa
juga dikikir kembali untuk menghilangkan karat yang masih menempel.
3. Membuat 5 baris dan 26 kolom, dengan panjang kolom 5 mm, dengan
menggunakan mistar baja sebagai penggaris dan penggores.
4. Aturlah cap sesuai dengan kebutuhan
5. Bila perlu, tandai benda kerja tempat dan ukuran
6. Pastikan permukaan benda kerja dalam keadaan rata dan bersih
7. Tempelkan cap ke permukaan benda kerja dengan bantalan paron yang
telah disediakan.
8. Pukul dengan ringan 1 x thok
9. Bila hasilnya belum pas, BENAHI
10. Bila sudah pas, pukul 1 x dengan KERAS
11. kikir permukaan benda biar rata
12. Stampel huruf A-Z pada baris pertama dan kedua
13. Stampel angka 1-10 pada baris ke-3 kolom ke-3
14. Stampel NAMA pada baris ke-4 kolom ke-7
15. Stampel NIM pada baris ke-5 kolom ke-11 (poin ke 13-15 lebih jelasnya
terdapat pada job sheet diatas).

P r a k t i k u m K e r j a B a n g k u | 15

3.5 Mengikir Rata

Job Sheet

Untuk dapat mengikir kita harus mengetahui tekanan yang ada pada kikir.
Tekanan kikir tergantung pada ukuran kikir dan benda kerja.
Jika anda ingin memulai pengikiran, ingatlah, tekanan yang besar harus
terdapat pada tangan kiri dan tekanan ringan pada tangan kanan. Tekanan kedua
tangan itu harus sama manakala kikir berada di tengah-tengah benda kerja yang
dikikir. Jika kikir berada di ujung langkah, tekanan tangan kiri harus ringan dan
tekanan tangan kanan dalam keadaan maksimal.
Peganglah kikir dengan teguh dan tekanlah ujung ganggang tersebut
dengan telapak tangan kanan bagian tengah. Ibu jari tangan kanan terletak di atas
dan jari-jari yang lain di bawah ganggang. Kemudian tempatkan telapak tangan
dan ibu jari tangan kiri pada ujung kikir. Jari yang lain terletak di luar ujung kikir
tersebut dengan keadaan rapat satu sama lainnya dan melipat ke bawah tetapi
tidak menggenggam ujung kikir tersebut.
Dan hal yang perlu anda ketahui adalah bahwa kikir dapat menyayat besi
ketika kita menggesekkannya ke arah depan dan kikir tidak akan menyayat logam
ke arah belakang (penyayatan kurang maksimal).

P r a k t i k u m K e r j a B a n g k u | 16

Mengikir rata benda kerja sesuai ukuran yang ditentukan oleh dosen
pembimbing sesuai dengan job sheet diatas.. Alat yang digunakan yaitu:
1) Kikir kasar dan kikir halus
2) Ragum
3) Benda kerja (Sebuah besi berbentuk balok)
4) Jangka sorong
5) Jobset
6) Penggaris siku
Benda kerja yang harus dikerjakan yaitu mengikir rata semua bagian sisi
benda kerja besi yang berbentuk balok dengan panjang 132mm, tinggi 22 mm dan
lebar 44 mm.Ukuran yang ditentukan : panjang 129 mm, tinggi 21 mm dan lebar
41 mm.
Langkah Pengerjaan Benda Kerja
1.

Siapkan benda kerja dan alat-alat yang digunakan

2.

Gunakan pakaian pengaman dan kaos tangan sebagai pelindung tangan.

3.

Jepit benda kerja dengan ragum, dengan bagian benda terjepit.


Kemudian lakukan pengikiran dengan arah usapan maju tekanan penuh
dan pada saat usapan mundur tekanan minimum. Ini berguna untuk
memaksimalkan pengikiran dan memperpanjang umur kikir.

4.

Perlu kita perhatikan Posisi tubuh Selama mengikir, berdiri di sisi sebelah
kiri ragum dengan kaki tetap tidak berubah. Kaki harus terbentang dengan
menyesuaikan panjang kikir. Sudut antara poros ragum dan kaki
mendekati 30 untuk kaki kiri dan 75untuk kaki kanan. Dan gerakan
pengikiran diikuti seleruh bagian tubuh bukan tanganya saja yang bergerak
guna untuk memperoleh penyayatan pengikiran yang maksimal.

5.

Ukur secara berkala

setiap sisi pada benda kerja setiap kali setelah

melakukan penikiran menggunakan jangka sorong , untuk memperoleh


ukuraan yang mendekati presisi.
6.

Ukur kerataan pada setiap sisi benda kerja.

Lakukan finishing dengan menggunakan kikir halus untuk memperhalus setiap


sisi benda kerja apabila sudah mendekati ukuran yang tentukan.

P r a k t i k u m K e r j a B a n g k u | 17

3.6 Menggergaji Tangan

Job Sheet Menggergaji

Pada praktikum pengergajian membutuhkan ketrampian pada saat


pemasangan mata gergaji posisi dan proses penyayatan, peralatan yang digukan:
1) Gergaji tangan
2) Plat besi dengan ketebalan 6 mm
3) Kikir
4) Ragum
5) Minyak pelumas
6) Mistar baja
7) Penggores
8) Job Sheet
Langkah Pengerjaan Benda Kerja
1. Pasang benda kerja pada ragum. Kikir rata setiap bagian sesuai ukuran
2. Berilah ukuran pada permukaan benda kerja sesuai job sheet yang
diberikan, dan berilah garis setiap ukuran menggunakan penggores.
3. Memasang bilah gergaji gerigi harus menghadap ke depan.
4. Bilah harus dikencangkan pada tarikan yang tepat
5. Tinggi mulut ragum sama seperti pada pekerjaan mengikir, yaitu kira-kira
5 8 cm dibawah siku. Bagian yang digergaji harus sedekat mungkinke
mulut cekam ragum agar bidang kerja kaku.
6. Gagang digenggam dengan tangan kanan, jempol diatas gagang. Ujung
bingkai digenggam longgar dengan telapak tangan kiri.

P r a k t i k u m K e r j a B a n g k u | 18

7. Sudut bilah untuk memotong kira-kira 30o. kecepatan menggergaji 40


50 langkah permenit.
8. Mulailah menggergaji, Tekanan pada permulaan potong diadakan sangat
ringan untuk memperoleh garis yang sesuai ukuran benda kerja yang
digores.
9. Berikan tekanan sepanjang langkah kemuka.Lepaskan tekanan pada
langkah kembali /mundur.
10. Berikan minyak pelumas untuk mengurangi keausan pada mata gergaji.
11. Ukur secara berkala pada setiap prosedur penggergajian .

3.7 Pengerjaan Plat

Job Sheet Pengerjaan Plat

Parktikum pengerjaan plat disini mahasiswa dilatih dan dibimbing untuk


membuat seuah wadah berbentuk balok tanpa tutup dengan sebuah pengait pada
salah satu bagian sisi wadah sesuai job sheet yang telah disediakan. Peralatan
yang digunakan:
1) Selembaran plat besi
2) Kawat besi
3) Mesin pembengkok plat
4) Mesin las titik
5) Gunting plat
6) Mistar baja
7) penggores

P r a k t i k u m K e r j a B a n g k u | 19

8) Palu
9) Tang
10) Paron
Langkah Pengerjaan Benda Kerja
Menggambar Bukaan
Langkah awal kerja pelat adalah menggambar bukaan. Gambar bukaan
benda kerja dapat digambar langsung pada pelat yang akan digunakan. Adapun
peralatan yang digunakan untuk menggambar bukaan tersebut adalah:

Penggores, digunakan untuk menggaris pelat atau menandai sehingga pada


pelat terdapat goresan sket bukaan.

Mistar siku, digunakan untuk melihat kesikuan dari garis, dan sudut pelat
tersebut.

Mistar baja, digunakan untuk mengukur, menarik garis, serta sebagai


pedoman dalam penggoresan.

1.Melakukan Pemotongan
Setelah selesai menggambar bukaan pada pelat, langkah selanjutnya
adalah melakukan pemotongan menurut garis pada gambar job sheet. Pemotongan
dilakukan secara manualdengan menggunakan gunting plat tangan.
Adapun cara pemotongan dengan gunting pelat adalah sebagai berikut:
- Pegang benda kerja dengan tangan kiri, cukup jauh dari bibir gunting.
- Bibir gunting dibuat tegak lurus terhadap benda kerja dan tepat pada garis
lukisan.
- Jari manis tangan kanan diletakkan diantara bibir yang terkatub seluruhnya.
- Mengatupkan bibir dengan menekan tangkainya.
2. Melakukan Pembendingan (penekukan)

P r a k t i k u m K e r j a B a n g k u | 20

Setelah pelat yang kita potong dan kita hitung besar pembandingnya, maka
langkah berikutnya adalah penekukan. Penekukan dapat kita lakukan baik secara
manual dengan mesin bending untuk plat yang mudah terjangkau oleh mesi
penekuk dan dengan menggunakan palu (dipukul) pada penekukan yang sulit
dilakukan oleh mesin penekuk.
3. finishing
1. Gunakan las titik untk proses penyambungan atau penguatan plat
2. Memberikan penguatan berupa kawat besi pada bagian tepi tas wadah
dilakukan dengan cara manual memmukul bagian tepi agar kawat dapat
terlipat kedalam tepi wadah yang telah disiapkan
3. Meberikan pengkait kawat untuk gagang mempermudah pembawaan
apabila wadah telah selesai digunakan. Dengan cara bentuk kawat seperti
bentuk U dan di tompang pada plat besi tipis untuk melekatkan pada
wadah dengan menggunakan las titik.
4. Beri pewarna atau cat untuk memanipulasi bekas pukulan palu serta
karat=karat yang masih tertinggal pada wadah.

P r a k t i k u m K e r j a B a n g k u | 21

BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
a. Matakuliah praktikum kerja bangku, dibutuhkan ketelitian, ketrampilan,
tanggung jawab kediplinan demi tercapainya terget ketepatan waktu
penyelesaian praktium.
b. Menjaga kesehatan, keselamata kerja dan prosedur penggunaan alat. Hail
ini sangat ditekankan karena pada praktikum kerja bangku semua alat yang
digunakan moyoritas pengoperasianya secara manual.
c. Dalam praktikum kerja bangku semua mahasiswa dapat membaca dan
menggunakan alat ukur.
d. Dalam praktikum kerja bangku, pengikiran merupakan proses pengrjaan
yang memakan waktu yang cukup panjang 2 minggu mulai saat benda
kerja masih utuh dengan kerak-kerak bekas pemotongan hingga mengukur
ketepatan ukuran job sheet yang telah disiapkan maka diperlukan jam
terbang yang tepat, keuletan, kerja keras dan tanggung jawab untuk
mendapatkan hasil yang sesuai dan ketepatan waktu penyelesaian.
e. Pengerjaan benda kerja selain pengukuran tidak memakan waktu yang
panjang 2 hari atau bahkan 1 hari untuk penyelesainya.
4.2 Saran
a. Pengerjaan praktikum kerja bangku meskipun terdapat peralatan dan
benda kerja yang akan dihasilkan sekiranya sederhana, janganlah
menyepelekan pekerjaan dan usahakan bekerja dengan penuh kesabaran
dan tanggung jawab.
b. Janganlah takut memeegang atau mengoperasikan alat, kesalahan
merupakan hal yang biasa yang akan menjadikan pedoman untuk
memperbaikinya.

P r a k t i k u m K e r j a B a n g k u | 22

c. Amati teman apabila mengalami kesulitan dalam pengerjaan praktikum,


dan alangkkah baiknya langsung minta bimbingan kepada dosen
pembimbing.
d. Hargailah hasil pekerjaan yang telah dicapai.
e. Cek semua peralatan yang ada dibengkel untuk mengantisipasi peralatan
yang hilang, karena peralatan yang ada adalah tanggung jawab kita sebagi
pengguna ruangan dan peralatan yang ada dalam bengkel.

DAFTAR RUJUKAN
Hidayah, Nurul. 2011. Kerja Bangku atau Pengikiran, (Online), (http://educorner.blogspot.com/2011/01/kerja-bangku-atau-pengikiran.html, diakses
21 September 2012).
Tanpa Nama. 2011. Teknik Mesin, (Online),
(http://duniamesin11.blogspot.com/2011/11/kikir-sebagai-alat-kerjabangku.html, diakses 21 September 2012).
Robi, 2011. Membuat Ulir Dalam dan Ulir Luar. (Online), (http://engineerrobi.blogspot.com/2011/11/membuat-ulir-dalam-dan-ulir-luar.html,
diakses 21 September 2012).
Dizzo, 2011. Repair Spot Weld Machine, (Online),
(http://repairspotweldmachine.blogspot.com/2011/04/24-pengertian-danfungsi-mesin-las.html, diakses 22 September 2012).