Anda di halaman 1dari 117

METODE PELAKSANAAN

KONSTRUKSI BANGUNAN GEDUNG BELAKANG


PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA DINAS
KOPERASI DAN UMKM PROV. JAWA BARAT

DAFTAR ISI
BAB 1 PENDAHULUAN
BAB 2 METODE PENYELESAIAN PEKERJAAN
BAB 3 SISTEM MANAGEMENT

BAB 1 PENDAHULUAN

DATA ADMINISTRASI

RINGKASAN ADMINISTRASI KONTRAK


1. NAMA PROYEK

: KONSTRUKSI BANGUNAN GEDUNG BELAKANG

2. LOKASI

: JL. SOEKARNO HATTA NO. 705 BANDUNG

3. PEMBERI TUGAS

: DINAS KOPERASI UKM PROVINSI JAWA BARAT

4. KONSULTAN PERENCANA

: PT. INTIMULYA MULTIKENCANA

5. PAGU

: RP. 5.023.528.000,00

6. WAKTU PELAKSANAAN

: 150 HARI KALENDER

7. SUMBER DANA

: APBD JAWA BARAT TAHUN ANGGARAN 2016

8. JENIS KONTRAK

: LUMPSUM

LOKASI PEKERJAAN

LOKASI
PROYEK

KONDISI EXISTING

MANAJEMEN SITE
SITE LAYOUT

PENJELASAN
Perencanaan lapangan kerja (site planning) dibuat untuk mengatur penempatan peralatan, stok material
dan sarana penunjang lainnya yang akan digunakan dalam pelaksanaan proyek, misalnya: direksi keet, gudang stok
material, dan lain-lain.
Melihat ketersediaan lapangan, pengaturan site installation sangat mempengaruhi operasional proyek,
kenyamanan lingkungan sekitarnya. Dalam menempatkan barang dan material kebutuhan pelaksanaan baik
digudang maupun dihalaman terbuka akan diatur sedemikian rupa sehingga:
Tidak mengganggu kelancaran dan keamanan lingkungan
Memudahkan pemeriksaan dan penelitian bahan-bahan oleh konsultan pengawas
Tidak menyumbat saluran air
Keamanan terjamin
Memudahkan pelaksanaan
Tidak menimbulkan masalah kesehatan dan keselamatan kerja
Terjamin kebersihannya
Penerangan lokasi kerja akan digunakan daya listrik genset. Lalu lintas keluar masuk kendaraan proyek
atau jalan kerja akan diproteksi / dibatasi dengan menggunakan pagar seng sehingga tertutup kemungkinan terhadap
keamanan, ketertiban maupun gangguan di sekitar area proyek. Disamping tersebut diatas, proyek juga dilengkapi
dengan fasilitas:
Tempat cuci roda kendaraan pengangkut tanah
Pekerjaan rutin / tetap untuk menjaga kebersihan dan lalu lintas kendaraan proyek
Urinoir pekerja

SITE LAYOUT

angan :
Pintu pagar
Stock material dan Los
kerja besi
Los kerja kayu
Gudang
Keet kontraktor
Keet MK & Owner
Pos Jaga
= Pagar Proyek
= Arah masuk mobilisasi alat dan material

Semua manajemen
proyek akan
ditempatkan
secara terpusat
tepat berada di
samping site.

BAB 2
METODE
PELAKSANAAN

PEKERJAAN PERSIAPAN

MOBILISASI ALAT DAN MATERIAL

Mobilisasi alat dan material menggunakan truck dan mobil pick up


Pada pintu masuk maupun keluar proyek di pasang lampu rotary tanda peringatan
HATI-HATI KELUAR MASUK KENDARAAN PROYEK
Agar lalu lintas tetap terkendali ada petugas flagman yang mengatur lalu lintas keluar masuk
kendaraan proyek.

RENCANA PAGAR SEMENTARA


Pada Proyek ini direncanakan pagar proyek menggunakan pagar seng tinggi 2 m yang .
Seperti terlihat dalam visualisasi berikut dibawah:

Pagar proyek di sekeliling proyek

Pagar proyek di sekeliling proyek

STANDAR FASILITAS SEMENTARA

Direksi Keet Sementara

Fabrikasi bekisting

Fabrikasi besi

Gudang kayu

Stock besi tertata rapi

Kebersihan fabrikasi
bekisting

Stock besi dipisahkan


menurut diameter
masing-masing

Bekisting tertata rapi

Besi yang telah dipabrikasi


Ditata secara rapi

KESESUAIAN METODE TERHADAP SITE


Dalam pelaksanaan pekerjaan kontruksi gedung belakang Dinas KUKM Jawa Barat
pekerjaan akan dimulai dari sisi timur atas , hal ini dilakukan untuk memudahkan
manuver alat.

START

FINISH

PEMBUATAN DAN PERSETUJUAN SHOP DRAWING


Shop Drawing adalah detail gambar konstruksi dan harus dipersiapkan sebelum pekerjaan yang
bersangkutan dilaksanakan. Shop Drawing digunakan sebagai acuan bagi pelaksana di
lapangan.
Mulai

Pemeriksaan
Shop Drawing
Kontraktor
1 day

Evaluasi & Koreksi


Shop Drawing
Pengawas

Revisi Shop Drawing


Kontraktor (PT. PP)

Revisi ?
Tidak
Persetujuan SD
Dikirim kembali
Pengawas
Selesai

2 days

Ya

1 days

PERSETUJUAN DAN PENDATANGAN MATERIAL


Start
Persetujuan
Material
Kontraktor

Pemesanan ke Vendor
Kontraktor

Evaluasi
Material
Pengawas
Tidak

Produksi
Vendor

Disetujui ?
Tidak
Ok
Material yang disetujui
Dikembalikan ke
Pengawas

Check ?
Ok
Dikirim ke lokasi
Vendor

Memeriksa Daftar
Vendor terseleksi
Kontraktor

Standar Penyimpanan
Contractor

Finish

Repair / Reject
Vendor

SETTING OUT/ METODE PENGUKURAN


MULAI
ALAT YANG AKAN DIGUNAKAN:
1. THEODOLITH

3.

STATIF

2. WATERPASS

4.

ROLL METER

UKUR JARAK ATAU LEVEL YANG DIMINTA OLEH


SHOP DRAWING YANG TELAH DISETUJUI

BERI TANDA PADA HASIL


PENGUKURAN (CAT
PERMANEN)

PERIKSA HASIL PENGUKURAN

OK
SELESAI

No

PENJELASAN
Proyek Pembangunan Kontruksi gedung Belakang ini merupakan paket pekerjaan yang terbagi menjadi :
Pekerjaan Persiapan
Pekerjaan GedungUtama
1.Pekerjaan Struktur
2. Pekerjaan Arsitektur
3. Pekerjaan Mekanikal Elektrikal
Pekerjaan Jembatan
Pekerjaan Site Development
Agar proyek ini dapat berjalan lancar, tepat waktu dan sesuai dengan kualitas yang diharapkan, maka
adanya koordinasi, pelaksanaan dan metode yang tepat merupakan hal yang sangat diperlukan untuk
pelaksanaan proyek ini. Mengingat lokasi proyek berada di dalam kota, maka harus diperhatikan dan
diminimalisir gangguan terhadap lingkungan sekitar atau kegiatan operasional Kantor Dinas KUKM Jawa
BArat, terutama gangguan suara, getaran, dan lalu lintas.
Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan ini adalah 150 hari kalender.

SITE EKSISTING

PEKERJAAN STRUKTUR

LANTAI 1
PEKERJAAN GALIAN DAN URUGAN TANAH
LAYOUT GALIAN DAN URUGAN

URUGAN TANAH PENING

GALIAN TANAH PONDA

PEKERJAAN GALIAN PONDASI


1.GALIAN TANAH PONDASI STRAUSS PILE SEDALAM 8 M DIA. 30 CM
Dalam pekerjaan pembuatan lubang bor
yaitu menggunakan hand bor atau tenaga
manusia sebagai pemutar mata bor
tersebut yang di kerjakan dengan dua
orang setiap satu seat alat strauss pile
yaitu dengan cara memutar dan menekan
mata bor auger ke dalam tanah pada titik
pondasi strauss pile. Pada proses
pengeboran lubang, di tambah sedikit air
untuk mempermudah pengikisan tanah
dan sebagai pelekat untuk tanah yang
kering sehingga limbah pengeboran
berupa tanah mudah di angkat.

FOTO PELAKSANAAAN GALIAN TANAH PONDASI STRAUSS PILE

2.GALIAN TANAH PONDASI PILE CAP DAN BATU KALI

Penggalian untuk pondasi yang akan dilakukan mempunyai lebar yang cukup untuk
pembangunan dan juga untuk mengadakan pembersihan.
Urutan kerja :
a) Lahan yang akan digali dipersiapkan sebelumnya dengan melakukan pemasangan patok
elevasi panjang, lebar, dan kedalamannya sesuai dengan rencana kebutuhan di lapangan
b) Melakukan pemasangan rambu keamanan untuk menjaga hal-hal yang tidak diharapkan pada
saat pelaksanaan pekerjaan.
c) Penggalian dilakukan secara manual, dengan tenaga tukang.
d) Hasil galian dibuang ke lokasi proyek dengan menggunakan kereta dorong.
e) Penggalian akan dilakukan sesuai dengan kedalaman yang ditetapkan pada gambar
perencanaan.
f) Sekelompok pekerja akan merapikan hasil galian.

3. BUANGAN TANAH DAN BARANGKAL DARI SITE

Flow Chart Pembuangan


Tanah

Management
Transportasi

Start

Mobil Masuk Bak Cuci

Semprot dgn Air bertekanan

Keringkan Dengan Kompressor

Bersih / Tidak

Kembali

Inspek
si

1.

Dibuat area khusus untuk Mencuci Ban truck


(cleaning pit).

Selesai

2.

Dibuat juga saluran sementara untuk


mengalirkan air Waktu pembersihan truck.

1.

Disediakan Pompa air tekanan tinggi untuk


menyemprot kotoran yang melekat pada mobil.

2.

Dump truck boleh keluar

3. BUANGAN TANAH DAN BARANGKAL DARI SITE

Management Pembuangan Management Transportasi


Hasil Galian
Tutup dengan Terpal
Plastik, utuk meghindari
jatuhnya tanah pada jalan
yang dilalui.
To Disposal

Semprot meggunakan air


bertekanan tinggi dan
keringkan dengan angin
bertekanan tinggi

Dibuat Rambu2 Peringatan.


Disediakan tenaga pengatur lalu
lintas keluar masuknya mobil
dengan menggunakan rompi,
senter dan bendera.
27

4. URUGAN TANAH PENINGGIAN LANTAI


Pekerjaan ini meliputi : Urugan tanah kembali dan Urugan Tanah Peninggian Lantai. Urugan
dilakukan dengan cara bertahap, selapis-demi selapis dengan tebal perlapis maksimal 30 cm,
kemudian dipadatkan. Hal ini dilakukan sampai didapat ketinggian urugan sesuai dengan yang
terdapat pada gambar.
Urutan kerja :
a) Bagian-bagian yang yang akan diurug sampai mencapai ketinggian yang ditentukan, tanah
urugan dalam kondisi cukup baik, bebas dari sisa (rumput/akar-akar lain-lainnya)
b) Pengurugan dilakukan lapis demi lapis tebal maksimal hamparan 30 cm setiap lapisan,
kemudian tanah tersebut dilembabkan sebelum dilakukan pemadatan menggunakan alat
stamper.
c) Semua urugan kembali dibawah atau disekitar bangunan dan pengerasan sesuai
dengan gambar rencana.
d) Tanah sisa urugan atau tanah yang tidak dapat dipakai dibuang keluar site atau atas
petunjuk Direksi Pekerjaan.

4. URUGAN TANAH PENINGGIAN LANTAI


Pekerjaan ini meliputi : Urugan tanah kembali dan Urugan Tanah Peninggian Lantai. Urugan
dilakukan dengan cara bertahap, selapis-demi selapis dengan tebal perlapis maksimal 30 cm,
kemudian dipadatkan. Hal ini dilakukan sampai didapat ketinggian urugan sesuai dengan yang
terdapat pada gambar.
Urutan kerja :
a) Bagian-bagian yang yang akan diurug sampai mencapai ketinggian yang ditentukan, tanah
urugan dalam kondisi cukup baik, bebas dari sisa (rumput/akar-akar lain-lainnya)
b) Pengurugan dilakukan lapis demi lapis tebal maksimal hamparan 30 cm setiap lapisan,
kemudian tanah tersebut dilembabkan sebelum dilakukan pemadatan menggunakan alat
stamper.
c) Semua urugan kembali dibawah atau disekitar bangunan dan pengerasan sesuai
dengan gambar rencana.
d) Tanah sisa urugan atau tanah yang tidak dapat dipakai dibuang keluar site atau atas
petunjuk Direksi Pekerjaan.

PEKERJAAN PONDASI DAN


SLOOF

30

1. PONDASI STRAUZ PILE


Pemasangan Tulangan Tiang STRAUZ pile
- Kerangka baja tulangan yang telah dirakit diangkat dengan bantuan
diesel winch dalam posisi tegak lurus terhadap lubang bor dan
diturunkan dengan hati-hati agar tidak terjadi banyak singgungan
dengan lubang bor.
- Baja tulangan yang telah dimasukan dalam lubang bor ditahan
dengan potongan tulangan melintang lubang bor, agar tulangan tidak
tenggelam ke dalam lubang.
- Setelah rangka baja tulangan terpasang, pipa tremi disambung dan
dimasukkan kedalam lubang dengan panjang sesuai kedalaman
lubang bor.
- Apabila pada waktu pemasangan baja tulangan terjadi singgungan
dan terjadi keruntuhan di dalam lubang bor, maka diperlukan
pembersihan ulang dengan memasang head kombinasi diameter 6
ke diameter 2. Dengan memompakan air kedalam stang bor dan
pipa tremi, maka runtuhan-runtuhan dan tanah yang menempel pada
besi tulangan dapat dibersihkan kembali.

Tulangan bore pile

Pabrikasi tulangan

1. PONDASI STRAUZ PILE


Pengukuran kembali kedalaman lubang
- Setelah tulangan terpasang di dalam lubang, maka harus dilakukan
pengukuran kembali kedalaman lubang bor. Apabila ternyata terjadi
pengurangan kedalaman lubang bor dibandingkan dengan
kedalaman pada saat pembersihan selesai dilakukan, maka tulangan
terpasang tersebut harns dikeluarkan dan pembersihan kembali
lubang bor harus dilakuka
Pengecotan Beton ready mix
- Tahap keempat adalah pekerjaan pengecoran beton ke dalam lubang
bor. Untuk memisahkan adukan beton dari lumpur bor pada
pengecoran awal, digunakan kantong plastik yang telah diisi adukan
beton dan diikat dengan kawat beton yang digantung di bagian dalam
lubang tremi.

Pengecoran

- Selanjutnya penuangan beton dilakukan dengan cepat sehingga


cukup untuk mendorong air lumpur bor yang ada di dalam lubang
tremi. Slump adukan beton untuk bored pile tidak boleh terlalu rendah
(minimal 16 cm) sehingga mudah mengalir dan mendorong lumpur
yang ada di dalam lubang bor.
-

- Pengecoran selanjutnya dilakukan secara kontinyu dan tidak terputus


lebih dari 10 menit. Dengan sistem tremi ini pengecoran dimulai dari
dasar lubang dengan mendorong air / lumpur dari bawah keluar
lubang.
- Pengecoran dihentikan setelah adukan beton yang naik ke
permukaan telah bersih dari lumpur.
- Pipa tremi dilepas setiap 2 meter dan dilakukan setelah pipa tremi
naik ke permukaan lubang lebih dari 2 meter.
- Pembersihan dan pemasangan kembali.

2. PONDASI PILE CAP


METODE PELAKSANAAN PILE CAP

1. Pembuatan tanda-tanda yang menyatakan as-as atau level dengan menggunakan cat warna
yang jelas dan tahan lama.
2. Pekerjaan galian dilakukan dengan menggunakan Back Hoe untuk ruangan yang memungkinkan
dan dengan tenaga manusia untuk ruang-ruang yang sempit.
3. Pekerjaan galian dilakukan sesuai gambar rencana dan dilakukan pengukuran dengan
menggunakan waterpass sampai pada elevasi yang diinginkan.
4. Setelah pekerjaan galian poer & sloof kemudian dilanjutkan dengan pekerjaan urugan pasir dan
lantai kerja untuk dudukan poer & sloof sesuai dengan elevasi rencana.
5. Pembuatan tanda-tanda yang menyatakan as-as atau level dengan menggunakan cat warna
yang jelas dan tahan lama.
6. Pekerjaan galian dilakukan dengan menggunakan Back Hoe untuk ruangan yang memungkinkan
dan dengan tenaga manusia untuk ruang-ruang yang sempit.
7. Pekerjaan galian dilakukan sesuai gambar rencana dan dilakukan pengukuran dengan
menggunakan waterpass sampai pada elevasi yang diinginkan.
8. Setelah pekerjaan galian poer & sloof kemudian dilanjutkan dengan pekerjaan urugan pasir dan
lantai kerja untuk dudukan poer & sloof sesuai dengan elevasi rencana.
9. Buat profil pada tiap sudut atau tempat yang telah ditentukan. Profil dibuat dari kayu kaso yang
berfungsi sebagai patokan ketegakan pasangan bataco, sehingga profil harus benar-benar
tegak.
10.Profil-profil diberi tanda setiap ketebalan bataco dan adukan, biasanya digunakan pensil/spidol
untuk menandai profil tersebut.

DENAH PEK. PILE CAP

METODE PELAKSANAAN PILE CAP


1

2
Galian Pondasi
Lantai kerja
Pasir urug
Tanah urug

50 cm

Pengecoran
Pembesian

Bekisting

DESKRIPSI

DESKRIPSI

DESKRIPSI

Pekerjaan Pondasi Telapak:


1. Galian Pondasi
Pekerjaan urugan pasir
Pengecoran lantai kerja
1. Pemasangan Bekisting

6. Install pembesian pondasi

7. Pengecoran pondasi
dengan truck mixer.

VISUALISASI PEK. PILE CAP

2. PONDASI BATU KALI DAN SLOOF

2. PONDASI BATU KALI DAN SLOOF


METODE PELAKSANAAN BATU KALI

Urutan Kerja :

1. Pemasangan patok-patok profil dimensi bentuk pasangan batu yang sesuai dengan kondisi
lahan yang akan dipasang pasangan batu dan sesuai dengan gambar pasangan batu pada shop
drawing.
2. Pondasi dialasi dengan pasir urug yang bersih dengan ketebalan sesuai dengan

gambar.

Kemudian disiram dengan air secukupnya hingga jenuh.


3. Batu yang akan dipasang dibersihkan dan dibasahi seluruh permukaannya.
4. Pasangan batu kosong(aanstamping) dipasang dengan ketebalan sesuai gambar kerja kemudian
diisi pasir dan disiram dengan air sampai semua lubang batukarang penuh berisi pasir.
5. Semen / Pc, pasir dan air di campur kemudian diaduk menjadi pasangan dengan menggunakan
alat Concrete Mixer dengan adukan campuran 1PC : 5 Psr.
6. Batu kali terpasang padat dan diantara batukali harus dilapisi adukan serta pasangan
permukaan atasnya harus datar/rata dan waterpas
7. Pekerjaan pemasangan dilakukan oleh tukang batu dengan jumlah tukang sesuai dengan
pengerjaan harian dilapangan serta dibantu oleh beberapa tenaga kerja. Penyelesaian dan
perapian dikerjakan setelah pemasangan selesai dilaksanakan.

2. PONDASI BATU KALI DAN SLOOF


METODE PELAKSANAAN SLOOF

Urutan Kerja :

1. Besi sloof yang telah dipotong dan dirakit selanjutnya dipasang di atas pondasi. Buat stek
besi untuk sambungan besi kolom di sloof.
2. Bekisting sloof dipasang dengan skor kayu bekisting tiap 30 cm.
3. Sebelum pengecoran sloof, semua jarak dan ukuran dicek kembali oleh pengawas. Baik itu
jumlah dan jarak tulangan maupun ukuran sloof lantai.
4. Sloof lantai dicor dengan campuran semen pasir dan kerikil. Pencampuran dilakukan dengan
menggunakan alat concrete mixer. Terlebih dahulu pasirdengan kualitas baik yang rendah kadar
lumpurnya dicampur dengan kerikil.
5. Setelah itu ditambahkan semen dan dicampur rata lalu terakhir ditambahkan air.
6. Bila campuran telah rata lalu dituang ke bak pencampuran dan diisi ke ember campuran untuk
diangkut dan dituang ke bekisting sloof lantai.
7. Rencana pengecoran sloof lantai hinga bekistingnya dilepas adalah selama 2 minggu.

PEKERJAAN STRUKTUR
KOLOM
DAN TANGGA

FLOWCHART PEKERJAAN KOLOM


Mulai
A
Persiapan
Panel Bekisting

- Survey (uitzet)
- Shop drawing

Persiapan
Pembesian
Pembersihan

Cek
Engineer

Tidak

Diperbaiki

Ya

Fabrikasi

Pasang
Tulangan

Inspeksi 3
Ya
Pengecoran

Inspeksi 1

Tidak

Diperbaiki
Bongkar
Bekisting

Ya
Pasang
Bekisting

Curing
Inspeksi 2
Ya
A

Tidak

Diperbaiki
Selesai

Diperbaiki

Tidak

DENAH KOLOM LANTAI 1

DENAH KOLOM LANTAI 2

PEKERJAAN KOLOM
2

Pemasangan steck besi kolom dengan


panjang penjangkaran minimum 40D.

Penyambungan besi stek dengan


tulangan kolom yang telah
dipabrikasi.

4
Foot of
column

Untuk menjamin ketepatan kolom


pada as-nya, dibuat sepatu
kolom.

Pemasangan bekisting kolom. Harus


diperiksa kelurusan dan
vertikalitasnya.

DETAIL PEKERJAAN KOLOM


Sabuk bekisting dari besi

Support untuk sepatu kolom

Bekisting kepala kolom dipasang


bersamaan dengan bekisting kolom

Bekisting kepala kolom setelah


bekisting kolom dibongkar

BEKISTING KOLOM KONVENSIONAL

VISUALISASI KOLOM DAN BEKISTING

PEKERJAAN BALOK DAN PLAT

FLOWCHART PEKERJAAN BALOK DAN PLAT


Mulai

Persiapan
Panel Bekisting
& Scaffolding

Persiapan
Pembesian

- Survey (uitzet)
- Shop drawing

Cek

Tidak

Pembersihan

Diperbaiki

Ya

Fabrikasi
Inspeksi 3

Pasang Bekisting
Plat & Balok

Ya

Tidak
Inspeksi 1

Tidak

Diperbaiki

Ya

Pengecoran
Curing

Pasang Tulangan
Pembongkaran
Bekisting

Tidak
Inspeksi 2
Ya
A

Diperbaiki
Selesai

Diperbaiki

DENAH BALOK DAN PLAT LANTAI 2

DENAH BALOK DAN PLAT LANTAI ATAP

DESAIN BEKISTING BALOK


H Beam dimensi < 70 cm, menggunakan kowel/penjepit bagian bawah
b = 30-40 cm
Kayu Balok 5/7

Kayu Balok 5/7


Setiap jarak 60 cm

H < 70 cm

Plywood

1/2b

Bekisting Bawah
Plywood 12 mm
Siku setiap 60 cm
kayu 6/12 setiap
90 cm

1/2b

Kayu Balok 5/7


U head

variable

Kayu 6/12
Kowel 16 mm
Jarak 60 cm

Scaffolding
T Frame

PEKERJAAN BALOK DAN PLAT

Pipe support
Scaffolding

Detail pemasangan bekisting dan


perancah

Pemasangan besi tulangan dan


bekisting balok

Pengecoran balok dan plat lantai


menggunakan Concrete Pump. Beton
Install besi tulangan untuk plat lantai
dipadatkan dengan vibrator

Pemasangan bekisting multipleks


untuk plat lantai

Finishing pengecoran plat lantai


menggunakan Trowel.

PEKERJAAN BEKISTING BALOK DAN PLAT

PEKERJAAN BALOK DAN PLAT


Besi
Manual

Besi
prefab

Besi
Manual
Besi
prefab

1. Pemasangan besi balok dengan cara di prefabrikasi pada sebagian balok induknya.
2. Besi tulangan utama balok dirangkai di bawah lengkap dengan sengkangnya dibuat parsial
pada as kolom tulangan extra di pasang belakangan.
3. Besi balok di rangkai di angkat dimiringkan kemudian di masukkan ke sengkang kolom sesuai
posisinya .

PEKERJAAN ARSITEKTUR

DENAH LANTAI 1

DENAH LANTAI 2

Pekerjaan Atap
Pengukuran
Terlebih dahulu lakukan survey lapangan untuk area yang akan dipasang penutup atap genteng ringan dan
penentuan leveling ketinggian rangka atap baja ringan.
Fabrikasi kuda-kuda atap baja ringan dan pemasangannya
Kuda-kuda atap baja ringan mulai difabrikasi pada saat kolom lantai atas sudah terpasang, dengan asumsi
setelah ring balk selesai dicor, kuda-kuda baja ringan sudah siap untuk dipasang. Pemotongan baja ringan
dilakukan dengan menggunakan mesin potong baja ringan.
Setelah ring balok selesai dicor, diadakan pengukuran dan setting supaya lebih akurat.
Setelah semua ukuran diketahui, maka atap baja ringan mulai dapat dipasang yang menumpu pada ring balk
dengan perkuatan baut dynabolt. Perkuatan antara rangka baja ringan dengan menggunakan sekrup (baut).
Karena daya tariknya tinggi dan kekakuannya rendah, maka factor yang sangat menentukan dalam pekerjaan
kuda-kuda baja ringan adalah pengaku (bracing).
Pemasangan reng baja ringan
Sebelum reng baja ringan dipasang, pastikan dahulu bahwa posisi kemiringan kuda-kuda baja ringan sudah
sama dan kuat sehingga tidak akan ada lagi perubahan.
Kuda-kuda baja ringan diberi tanda untuk pemasangan siku penahan reng. Setelah seluruh kuda-kuda baja
ringan diberi tanda, kemudian reng dipasang diatas kuda-kuda baja ringan pada posisi plat siku dengan
perkuatan menggunakan sekrup.
Pasang penutup atap genteng keramik
Setelah seluruh kuda-kuda baja ringan dan reng terpasang dengan benar (setting) dilanjutkan dengan
pemasangan penutup atap yaitu menggunakan genteng ringan.
Sebelum penutup atap dipasang, semua kemiringan atap dan kelurusan akhiran reng serta kuda-kuda diperiksa
ulang, karena kalau kemiringan reng dan kuda-kuda tidak sama mengakibatkan genangan air.
Pasang penutup atap pada posisi di atas reng, kemudian dilanjutkan pemasangan nok atap.
Yang perlu diperhatikan dalam pemasangan penutup atap adalah jarak reng sesuai dengan aturan yang telah
ditentukan (sesuai dengan ukuran spesifikasi bahan penutup atap).

Pekerjaan Atap

Pekerjaan Dinding Bata merah


Metode pengerjaan dinding bata adalah sebagai berikut :
c. Alat kerja
Persiapan
Persiapan tempat kerja dan permukaan yang akan dipasang bata.
Pasanglah petunjuk-petunjuk yang cukup untuk kerataan pasangan
bata
Bersihkan tempat yang akan dipasang dari kotoran, minyak, karat,
maupun rekatan adukan, kemudian basahi dengan air.
Sendok semen

Palu karet

Waterpass

Leveling
Membuat lay out garis dinding pada slab menggunakan benang
Membuat lapisan dasar di atas slab dengan menggunakan adukan
semen-pasir. Bila perlu aplikasikan pula bonding agent untuk lebih
merekat kuat
Pasang bata ringan pertama pada area sudut diatas adukan semenpasir
Persiapkan adukan PC+PP untuk adukan.
Pasang bata pada area sudut dengan mengaplikasikan adukan pada
bagian head joint dengan trowel
Lakukan hal yang sama pada pasangan bata yang selanjutnya, sampai
level yang di tentukan

Plesteran dan acian


Berikut merupakan tahap-tahap pelaksanaan plesteran dinding :
Pasang dinding batu bata sesuai dengan rencana dinding yang sudah dibuat sebelumnya, pastikan dinding
benar-benar tegak dan rapi karena akan menghemat pekerjaan plesteran.
Basahi permukaan dinding batu bata dengan menggunakan air sampai basah dan rata dalam kondisi jenuh air.
Buat adukan untuk plesteran sesuai dengan perbandingan material yang direncanakan.
pasang benang untuk menentukan ketegakan horizontal dan vertikal untuk keperluan penggunaan caplakan
atau kepalaan plesteran dan cek kembali ketegakan dan kerataanya, ketebalan kepalaan plesteran disesuaikan
dengan rencana ketebalan plesteran yaitu sekitar 1.5 cm s/d 3 cm.
tentukan letak instalasi mekanikal elektrikal yang tertanam dalam plesteran , pastikan instalasi sudah
terpasang semua agar tidak terjadi pekerjaan bobok pasang dikemudian hari.
pekerjaan plesteran dapat dilaksanakan , selalu mengecek kerataanya dengan menggunakan alat jidar.
setelah pekerjaan plesteran selesai lakukan penyiraman selama +/- 7 hari agar tidak terjadi keretakan dinding.
pekerjaan acian dinding baru bisa dimulai setelah plesteran dinding benar-benar kering, kuat, karena jika terlalu
terburu-buru melakukan pekerjaan acian maka terjadi pemanasan pada dinding yang menyebabkan finishing
dinding menjadi retak-retak rambut.

Pekerjaan Lantai keramik / homogenous tile


Persiapan :
Setelah lantai dasar siap, maka ubin-ubin yang akan dipasang
diseleksi setempat untuk mendapatkan ubin yang baik dan
warna yang sama dengan lay-out plan (Rencana Pola Lantai),
sesuai dengan gambar serta tidak ada bagian yang gompal
retak atau cacat lain dan yang telah mendapat persetujuan dan
petunjuk Tim Teknis / Konsultan Supervisi.
Pemotongan unit ubin hanya diperkenankan dengan
menggunakan mesin potong dan dihaluskan dengan mesin
gurinda
Pemasangan :
Setelah dasar lantai rata, miring yang tepat dan dilapisi
waterproofing dan dicover mortar (untuk toilet) ubin dipasang
dengan menggunakan tile adhesive.
Lebar siar (naad) dilaksanakan dengan rata, sama besar dan
setiap perpotongan siar ujung-ujung runcing dan rapi,
membentuk dua garis lurus yang saling tegak lurus.
Bidang ubin harus rata, aduk terisi padat serta siku dan
waterpass.
3 x 24 Jam setelah pemasangan ubin selesai, siar (naad) diisi
dengan grouting warna sesuai persetujuan Tim Teknis /
Konsultan Supervisi, sedemikian rupa sehingga lubang-lubang
terisi padat.
Kelebihan air semen, dalam keadaan basah langsung
dibersihkan dari permukaan
Selama masa pengeringan yaitu 3 x 24 jam setelah
pemasangan ubin, bidang ubin tidak boleh diinjak/diberi beban
apapun.
Sisa air semen dibersihkan hati-hati dengan menggunakan
sikat kuningan serta larutan lemah air keras.
Bahan-bahan yang dapat merusak unit-unit ubin seperti :
minyak, residu, teak oil harus dijauhkan dari permukaan lantai.

Pekerjaan kusen, pintu dan jendela


Metoda Pelaksanaan :
Bahan yang digunakan untuk kusen pintu dan jendela adalah bahan
alumunium.
Bahan yang digunakan adalah bahan yang tahan karat, korosi dan
tidak akan mengalami penyusutan akibat pengaruh cuaca.
Sebelumnya kami akan mempelajari bentuk, pola penempatan,
cara pemasangan dan detail sesuai dengan gambar kerja.
Untuk bahan sambungan/pengikat dari besi, sebelum dipasangan
akan diberi lapisan anti karat yang memenuhi persyaratan.
Pemasangan kusen akan dilaksanakan setelah pekerjaan penutup
atap dan plesteran selesai dilaksanakan agar kusen tidak terkena
benturan dan kotoran adukan plesteran.
Penyambungan antar sambungan kusen yang diperkuat dengan lem
atau rivet.
Pemasangan kusen dengan waterpass baik dari segi vertikal
maupun horisontal dan dipasang dengan ketinggian dari lantai
sesuai dengan Gambar Kerja.
Kayu yang dipakai merupakan kayu yang cukup tua, lurus, kering
dengan permukaan rata, bebas dari cacat serta disetujui oleh
Direksi Pekerjaan.
Kami akan mengecek ukuran tinggi dan lebar daun pintu/jendela
dan dimensi bahannya.
Kami juga akan mengecek bentuk dan kondisi daun pintu/jendela
yang akan dipasangan apakah sudah sesuai dengan persyaratan
yang ditentukan.
Pengecekan ketinggian dan perbedaan elevasi menggunakan
waterpass.
a. Malkan daun pintu/jendela pada kusen yang sesuai.
Buat perletakan engsel dan kunci sesuai dengan Gambar Kerja.
a. Setelah selesai pekerjaan diatas kemudian daun pintu/jendela akan
dipasang sesuai dengan Gambar Kerja.

METODA PEMASANGAN
PLAFOND

Pemasangan Sanitair
Termasuk dalam pekerjaan pemasangan sanitair ini adalah penyediaan tenaga kerja, bahanbahan, peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang digunakan dalam pekerjaan ini hingga tercapai hasil
pekerjaan yang bermutu dan sempurna dalam pemakaiannya/operasinya.
Pekerjaan pemasangan wastafel, urinal, klosed, keran, perlengkapan kloset, floor drain, clean out
dan metal sink.
Pelaksanaan
Sebelum pemasangan dimulai, Kontraktor harus meneliti gambar-gambar yang ada dan kondisi dilapangan,
termasuk mempelajari bentuk, pola, penempatan, pemasangan sparing-sparing, cara pemasangan dan detaildetail sesuai gambar.
Bila ada kelainan dalam hal ini apapun antara gambar dengan gambar, gambar dengan spesifikasi dan
sebagainya, maka Kontraktor harus segera melaporkannya kepadaPerencana/Konsultan Management
Konstruksi.
Kontraktor tidak dibenarkan memulai pekerjaan disuatu tempat bila ada kelainan/berbedaan ditempat itu
sebelum kelainan tersebut diselesaikan.
Selama pelaksanaan harus selalu diadakan pengujian/pemeriksaan untuk kesempurnaan hasil pekerjaan dan
fungsinya.
Kontraktor wajib memperbaiki/mengulangi/mengganti bila ada kerusakan yang terjadi selama masa
pelaksanaan dan masa garansi, atas biaya Kontraktor, selama kerusakan bukan disebabkan oleh tindakan
Pemilik.

Pengecatan
Tahap persiapan material produksi

Proses Persiapan Material Produksi merupakan Proses Pembelian Bahan


Baku dan Bahan Mentah dimana Volume atau Kuantitas dari bahan bahan
tersebut didapat melalui product cost Estimation yang di kalkulasikan dan
disediakan oleh Tenaga ahli/Teknis
Proses pengecatan

Setelah bahan tersedia, maka dilakukan pekerjaan pengecatan pada area


yang telah ditentukan, ketebalan cat, kerapihan, dan kebersihan pekerjaan,
mutlak harus diperhatikan dalam pengerjaan pekerjaan ini. Tenaga Ahli dan
tenaga teknis perlu memperhatikan sisi pekerjaan ini secara detail, dan
menyeluruh, agar didapat hasil yang memuaskan
Finishing / perapihan

Pekerjaan Perapihan wajib dilakukan, setelah seluruh tahapan pekerjaan


sebelumnya, telah selesai dilakukan. Finishing untuk jenis-jenis pekerjaan
tertentu yang membutuhkan Setting terhadap Layout Ruangan, juga
dilaksanakan dalam tahapan pekerjaan ini, termasuk juga dengan mobilisasi
peralatan, dan sisa-sisa bahan yang tidak digunakan

PEKERJAAN MEKANIKAL
ELEKTRIKAL

SKEMA INSTALASI AIR BERSIH

DENAH INSTALASI AIR BERSIH

DENAH INSTALASI AIR BERSIH

Pekerjaan sparing instalasi plumbing (air bersih & Air Kotor)


Instalasi Air bersih :
Hal yang perlu diketahui terlebih dahulu adalah denah Plumbing serta Diagram
sometri dimana dapat diketahui jalurjalur instalasi pipa itu diletakkan.
Pemasangan pipa dilaksanakan setelah pasangan bata dan sebelum
pekerjaanplesteran dan acian, fungsi untuk menghindari bobokan yang
menyebabkan keretakan dinding. (Untuk instalasi dalam bangunan).
Untuk pemasangan di luar bangunan seperti pipa saluran air hujan dikerjakan
setelah pekerjaan plesteran diselesaikan.
Pipa yang melewati plat dak atau balok atau kolom beton harus dipasang sparing
atau pemipaan terlebih dahulu sebelum dilaksanakan pengecoran.
Pipa yang posisi/letaknya sudah betul segera ditutup dengan plug/dop yang tidak
mudah lepas (menghindari kotoran/adukan masuk sehingga terjadi
penyumbatan).
Hindari belokan pipa/ knik pipa dengan pembakaran.
Posisi pipa pada kamar mandi harus disesuaikan dengan saniter
Rencana instalasi air bersih diletakkan pada perempatan nat keramik / as
keramik, simetris dengan luas keramik.
Setelah instalasi terpasang segera diadakan test tekanan pipa :

Untuk pipa Gip maximum 10 Ba

Untuk pipa PVC maximum 6 Bar

SKEMA INSTALASI AIR KOTOR

DENAH INSTALASI AIR KOTOR

DENAH INSTALASI AIR KOTOR

Instalasi air Kotor


a. Hal yang perlu diketahui : Denah instalasi dan diagram isometris pipa air kotor serta jalur pembuangan.
b.Hindari /jangan terlalu banyak percabangan.
c.Sambungan harus betulbetul rapat.
d.Untuk air bekas (mandi/cuci) harus dibuat Manhole untuk kontrol pembersihan (bak kontrol) pada tempattempat
tertentu.
e.Untuk lubang saluran pembuang harus diberi saringan.
f.Sparing harus melebihi rencana peil lantai beton & tebal beton. ( diatas plat = 25 cm, dibawah plat = 15 cm ), bagian
atas supaya ditekuk atau digepengkan / ditutup dengan cara dipanaskan.
g.Posisi sparing harus sesuai dengan type saniter (jika saniter telah ditentukan).
h.Jika saniter belum ditentukan , dipakai sistem Block Out.
Sparing Clean out harus dipasang bersamaan dengan sparing closet (bila ada), dimana letak sparing clean out berada di
samping atau dekat dengan sparing closet, fungsinya adalah untuk pembersihan apabila closet terjadi penyumbatan.
Fan out dipasang bila dalam instalasi saluran kotor banyak percabangan dengan saluran pembuangannya lewat shaft.
Fungsinya untuk mengurangi tekanan udara pada pipa pada saat closet di gelontor dengan air.
a.Floor drain supaya diletakkan jauh dari pintu dan dekat dengan kurasan bak.

Saluran Air Hujan.


a.Pipa diletakkan persis dibawah lobang talang yang telah diberi torong talang.
b.Pipa saluran air hujan dapat dipasang menempel di dinding luar dengan mengguna klem atau dapat ditanam di dinding
bila berukuran < 2 ".
Bila saluran pembuang air hujan berupa saluran tertutup harus dibuat bak kontrol pada pertemuan pipa air hujan dengan
saluran pembuang.
a.Bila terdapat sambungan, arah shock harus sebelah atas, dan penyambungannya harus benarbenar kuat.
Saluran Pipa Wc ke Septictank
a.Pipa saluran dari closet menuju ke septictank harus diperhatikan kemiringannya, karena kemiringan pipa dapat
memperlancar penyaluran kotoran apabila digelontor dengan air, kemiringan minimal 2 %.
b.Pipa sebaiknya dipergunakan kwalitas yang baik atau minimal type D.
c.Jangan ada percabangan untuk pipa yang ditanam di tanah (bangunan 1 lantai), karena bila ada penyumbatan susah
untuk perbaikannya. Untuk bangunan bertingkat (ada shaft) harus dibuat clean out dan fan out.

Penyambungan pipa
a. Alat :
Gergaji
Amplas
Lem PVC
Shell tape
Kunci Pipa
b. Untuk pipa PVC, dipotong sesuai dengan ukuran ujungnya diamplas terlebih dahulu dan
dibersihkan oleskan lem pada ujung dan dalam shock (penyambung) segera masukkan
gerakan arah lurus jangan diputar, tunggu sampai kering. Apabila belum kering betul posisi
sambungan jangan digerakkan, karena akan menyebabkan lem yang telah dioles menjadi
tidak rekat.
c. Pada sambungan pipa yang mempunyai drat terlebih dulu dibungkus sheeltape secukupnya
pada drat sisi luar baru dimasukkan drat dalam dan diputar sampai kencang dan rapat.
d. Pada penyambungan pipa besi lebih banyak dipakai sistem drat dan las Untuk penyenaian
pipa minimum 4 baris/alur/drat.
Pekerjaan pemasangan alatalat sanitair

Sebelum pemasangan alatalat sanitair perlu dipelajari dahulu gambar teknis dari alat
alat sanitair tersebut, sehingga karakteristik dari alat sanitair tersebut dapat kita ketahui dan
akhirnya kita dapat melaksanakan pemasangan alatalat sanitair tersebut dengan mudah

SKEMA INSTALASI LISTRIK

DENAH INSTALASI TITIK LAMPU DAN STOP KONTAK LANTAI 1

DENAH INSTALASI TITIK LAMPU DAN STOP KONTAK LANTAI 1

Pekerjaan elektrikal/listrik
Pengertian dan fungsi :
Suatu sistem instalasi/jaringan yang meliputi penerangan, instalasi daya, box pembagi tegangan. Material penghantar
listrik adalah kabel (NYM, NYY, NYF, NYA) serta pipa baik PVC atau besi untuk pelindung hantaran yang tertanam.
Merek dapat dikenali pada pembungkus (isolasi) sepanjang kabel beserta jenis dan jumlah kawat atau diameter
kawat tembaganya.

Peralatan dan bahan listrik :Panel dan kotak pembagi


Saklar dan zekeringzekering
Alatalat ukur (voltmeter & Ampre meter
MCB
Stop kontak / stop kontak daya
Lampu penerangan
Grounding atau pentanahan
Tatalaksana lapangan
Semua hantaran (kabel) yang ditarik dalam pipa / cabelduct harus diusahakan tidak tampak dari luar (tertanam)
a.Pemasangan pipa harus dilaksanakan sebelum pengecoran.Pemasangan sparingsparing listrik yang melintas di
plat, balok, kolom betonharus dipasang terlebih dahulu sebelum pengecoran, kabel diusahakan dimasukkan
bersamaan dengan pemasangan sparing.
b.Pipa yang dipasang pada dinding dilaksanakan sebelum pekerjaan plesteran dan acian dikerjakan.
c.Penempatan sambungan/percabangan harus ditempatkan di daerah yang mudah dicapai untuk perbaikan
(perawatan).
d.Sambungan harus menggunakan klem / isolasi kabel supaya terlindung dengan baik sehingga tidak tersentuh atau
menggunakan lasdop dan ditempatkan pada Te Dos.
e.Lekukan/belokan pipa harus beradius > 3 kali diameter pipa dan harus rata (untuk memudahkan penarikan kabel).
f.Jaringan arde harus dipasang tersendiri / terpisah dengan arde penangkal petir.
g.tidak boleh ada sambungan
h.dihubungkan dengan elektroda pentanahan
i.ditanam sampai minimal mencapai air tanah
Pada hantaran di atas langitlangit, harus diklem pada bagian bawah plat / balok atau pada balok kayu rangka
langitlangit.
a.Untuk hantaran/tarikan kabel yang menyusur dinding bata/beton pada shaft harus diklem atau dengan papan dan
kabeltrey bila jaringan terlalu rumit (banyak).
Stop kontak dan saklar.

Instalasi titik cahaya/penerangan


Dalam pelaksanaan instalasi titik cahaya yang perlu diperhatikan adalah dihindarkannya sambungan yang terlalu
banyak, oleh sebab itu perlu diukur secara cermat sebelum kabel dipotong. Pemasangan jalur instalasi harus benar
benar rapih sehingga mudah dalam pemeriksaan pada saat pemeliharaan/pengecekan. Pembengkokan pipa sparing
tidak boleh dengan cara pembakaran/pemanasan tetapi harus menggunakan alat khusus, hal ini menghindarkan
terjadinya pengerasan dalam pipa yang dapat menyebabkan kabel akan sobek jika dimasukan dalam pipa tersebut.
Pekerjaan pemasangan fixture dan armature
Untuk pemasangan fixture dan armature perlu dipelajari terlebih dahulu gambar teknis dari alatalat tersebut
sehingga akan memudahkan dalam pelaksanaannya, apakah dari segi dudukannya maupun dari segi ukurannya,
khususnya untuk armature yang dalam pelaksanaannya sangat berhubungan dengan pembuatan lubang pada
plafond. Untuk armature ini akan ditest penerangan selama 2 x 24 jam, yakni bersamaan dengan rencana
pengetesan instalasi titik cahaya.

Panel panel
a.Semua panel harus dibuat dari plat dengan tebal minimal 2,0 mm. Panel mempunyai ukuran yang
proporsional seperti yang disyaratkan dalam syarat teknis.
b.Frame / Rangka panel harus digrounding / ditanahkan.
c.Kabinet dengan kabel kabel Trought Feeder harus diatur sedemikian sehingga saluran dengan
lebar tidak kurang 10 cm untuk branch circuit panel board.
d.Pasangan kabel sedemikian rupa sehingga setiap peralatan dalam panel dengan mudah dapat dijangkau,
tergantung dari pada macam/type panel.
e.Semua material dan tombol transfer yang dipersyaratkan dikelompokan pada satu papan panel yang
berengsel.
f.Setiap pemutus daya ( circuit breaker ) harus dilengkapi dengan papan nama.
Bus bar minimal harus dari bahan tembaga, dengan ukuran sesuai dengan kemampuan arus 180 % dari arus
beban terpasang yang ukurannya disesuaikan dengan ukuran PUIL.Semua busbar/rel harus dicat, dipegang
oleh beban isolator dengan kuat dan baik ke rangka panel.
a.Kontaktor harus dilengkapi dengan proteksi beban lebih.
b.Panel harus dilengkapi dengan alat alat ukur sesuai dengan syarat teknis Transformator arus harus
terpasang kuat dan dapat menahan gaya gaya mekanis.
c.Kabel kabel pengontrol dari panel harus terpasang dengan rapih dan dilindungi terhadap kerusakan
mekanis.
d.Tutup muka dari panel harus dilengkapi pilot lamp untuk menyatakan adanya tegangan R.S.T.
e.
f.Pemasangan panel COS
Dengan terlebih dahulu mempersiapkan dudukan panel COS serta parit untuk jalur kabel, maka panel COS
dapat dipasang dengan menyambungkan ke genset.
a.Agar diperoleh sistim pembagian beban yang sesuai dengan RKS maka ditarik kabel dari panel PUSB ke
panel COS dan dari COS ke panel PUSB . kemudian dilaksanakan penyambungan grounding pada panel COS
dengan grounding integrasi.
b. Pemasangan panelpanel penerangan setiap lantai dan panel penerangan luar
Sebelum tahap ini dilaksanakan, perlu diadakan pengukuran tahanan isolasi kabel power yang telah
dipasang dengan menggunakan peralatan megger, antara : Phase R S dan R N Phase R T dan S N
Phase S T dan T N.

Pekerjaan Instalasi Tata Udara

Dalam pelaksanaan pekerjaan Tata Udara ini yang pertama


tama dikerjakan adalah pemasangan, pipa refrigerant dan
pipa drain indoor untuk unit AC.
a.Seluruh pipa yang terpasang tidak boleh mengalami
kebocoran dan harus diisolasi untuk mencegah kehilangan
suhu serta mencegah terjadinya pengembunan.
Pipa refrigerant harus diberi isolasi yang ditutup dengan alumunium
foil.
a.Seluruh pipa serta ducting di atas ditumpu / digantung pada
konstruksi bangunan secara kokoh. Pipa tidak boleh menempel
dengan support secara langsung tetapi perlu diberi sekat atau cincin
e.
Belokan
90 derajat
( washer
) tajam
bahan( non
metal. ) harus diberi sudut sudut pengarah ( vanes ) yang berbentuk profil aerodinamis yang
tepat.
f. Belokan lengkung dengan jari jari dalam lebih kecil dari pada sisi duct, belokan harus diberi sudut sudut pengaru
tipis ( single thickness vanes ). Pemasangan duct ini harus benar benar tepat agar tidak mempengaruhi tinggi dar
langit langit. Pada tiap cabang utama dari duct harus dipasang volume damper dari jenis Butter Fly atau
Multiple Blade. Sedangkan untuk tiap cabang utama dari duct yang menembus dinding harus dipasang fire
damper
g. Untuk pemasangan grille harus tepat sesuai dengan gambar. Seluruh grille harus dipasang rapat dan diberi karet
penyekat atau gasket Setiap fresh air grille harus dilengkapi dengan volume damper. Unit AC dipasang sesuai
dengan titik perencanaan perlantai bangunan

Pekerjaan Instalasi Telepon

e. Instalasi telepon menggunakan kabel berpenampang sesuai dengan kebutuhan kabel telepon yang diletakan dalam
pipa conduit dengan ukuran disesuaikan dengan jumlah kabel yang ada di dalamnya. Instalasi di atas langit langi
di klem pada beton / plat lantai, dengan jarak pengkleman setiap 50 cm. Saluran telepon ini harus terpisah dari
instalasi lainnya. System penyambungan harus sesuai dengan ketentuan / peraturan PerumTel.
f. Sambungan sambungan dari pipa conduit seperti Tee, Elbouw, Doos, dan sebagainya, harus dari bahan yang sam
dengan bahan pipanya.
g. Roset roset dipasang serendah rendahnya 40 cm dari lantai jadi untuk lokasi dinding dan dipasang sesuai lokasi
pada Under Floor Duct / Lantai.
h. Setelah instalasi selesai dikerjakan maka pengecekan akan dilaksanakan dengan bantuan perangkat system

Pekerjaan Instalasi Fire Alarm


a.Pemasangan instalasi fire alarm harus sesuai dengan aturan dari
dinas kebakaran.
b.System pemasangan instalasi yang harus diperhatikan adalah
system penyambungan kabel tidak boleh secara langsung tetapi
harus didalam kotak penghubung ( Terminal Box ).
c.Perlu dilakukan terlebih dahulu pemeriksaan design terhadap
kemungkinan ketidakcocokan baik dari segi besaran besaran
listriknya maupun pemasangan.
d.Pada akhir pelaksanaan akan diadakan trial run dan pengujian
untuk seluruh instalasi, maupun demonstrasi dari unit unit yang
dipergunakan.

a.

SITE DEVELOPMENT

PEKERJAAN TAMAN
Pekerjaan persiapan
Pengukuran dan pematokan lokasi yang akan dikerjakan. Pengukuran dilakukan bersama owner dan
pengawas agar tidak ada perbedaan dan sesuai gambar dan jika ada perubahan dipelaksanaan kami akan
membuat soft drawing yang disetujui terlebih dahulu oleh Konsultan Pengawas
Pembersihan lokasi dari segala sampah (kotoran /puing-puing) dan rintangan lainnya
Pengadaan alat kerja dan tenaga kerja
Pekerjaan Pembersihan dan Pembongkaran Tanaman / pohon lama
Terlebih dahulu lokasi dibersihkan dari segala macam sampah (kotoran /puing-puing) dan sebagainya.
Tanaman yang dibongkar harus dilakukan dengan hati-hati agar akar pada tanaman tidak rusak dan
menyebabkan tanaman mati.
Sisa sampah hasil bongkaran dikumpulkan dan dibuang keluar lokasi proyek.
Pekerjaan penambahan tanah untuk kontur tanaman
Tanah yang dipakai adaah tanah yang subur dan bebas dari sampah dan kotoran lainnya
Penambahan tanah diukur akan ketinggian dan kemiingannya tanah agar tidak terjadi genangan air
sewaktu hujan atau pada saat penyiraman
Setelah pola atau bentuk tanaman telah selesai maka tanah yang telah siap dicampur dengan pupuk
kandang kemdian di aduk sampai rata, setelah itu di biarkan selama 2 atau 3 hari

BAB 3 SISTEM
MANAJEMENT

QUALITY PLAN

PENGENDALIAN MUTU
Pengendalian Mutu (Quality Control)
Untuk menjamin agar diperoleh hasil kerja yang baik sesuai dengan mutu yang
disyaratkan, perlu dilakukan pengendalian mutu (quality control) dengan cara melakukan
pemeriksaan secara teratur, baik terhadap bahan-bahan yang digunakan dalam pelaksanaan
pekerjaan, maupun terhadap cara pelaksanaan pekerjaan sendiri
Alat-alat ukur secara berkala dikalibrasi agar selalu dapat berfungsi dengan akurat.
Peralatan yang lain setiap selesai digunakan dibersihkan dan bagian-bagian yang perlu secara
berkala dilumasi. Setiap bagian diperiksa barangkali ada suku cadang yang perlu atau sudah
waktunya diganti agar peralatan tersebut dapat beroperasi dengan baik selama digunakan dan
tidak mengalami kerusakan secara tiba-tiba ditengah-tengah pelaksanaan pekerjaan.
Meskipun untuk hal-hal tersebut di atas sudah ada penanggung jawabnya langsung,
kiranya perlu ditunjuk petugas khusus quality control yang dikoordinasi oleh bagian teknik.

SISTEM MANAJEMEN MUTU

Planning
PembentukanTim Juklak
Spesialis
Manajer Profesional
Tim proyek
Pembuatan Juklak
Standard Format
Bank Data Engineering
Quality Target
Presentasi dan Persetujuan Juklak
Di depan Direksi
Early Warning System

Procurement
Seleksi Vendor
Seleksi Subkontraktor
Seleksi Mandor

Project Execution
Training
Juklak
Quality Target
Safety

INPUTAN

Handing Over
Defect Form
Continuous Improvement
Customer Satisfaction

QIP
Quality Control
Assessment Board
Procedures/WI
Monitoring
Head Office
Branch and DVO

MODEL SISTEM MANAJEMEN MUTU BERDASARKAN PROSES

Perbaikan berkelanjutan dari SMM

Tanggung Jawab
Manajemen

Pengukuran
Analisis dan
Perbaikan

Manajemen
Sumber Daya

input

Realisasi
Produk

ALIRAN
ALIRAN

INFORMASI

AKTIVITAS BERNILAI TAMBAH

output

Produk/
Service

QUALITY TARGET PEK. BETON

Tanpa geripis pd sudut balok & kolom

Tanpa Plin pada sambungan

Tidak keropos

Tidak keropos

SAFETY PLAN

PENGAMANAN (SECURITY)
Untuk pengawasan dan pengamanan proyek, Pihak kontraktor akan menyediakan tenaga keamanan
sesuai dengan kebutuhan. Yang bertugas dalam hal ini:
Pengawas terhadap para pekerja
Pengawas terhadap bahan-bahan dan peralatan untuk mencegah pencurian
Mencegah dan menghindari terjadinya kebakaran di proyek dengan melarang para pekerja membuat api untuk
keperluan apapun dan menyediakan tabung pemadam kebakaran yang mudah dicapai, baik ditempat pekerjaan
maupun dikantor lapangan.
Melakukan pengawasan terhadap pemakaian alat-alat keselamatan kerja seperti topi pengaman, sabuk
pengaman, sepatu, sarung tangan, dan lain sebagainya.
Melakukan pengawasan dan penyiapan pagar-pagar pengaman di tempat-tempat yang berbahaya maupun yang
sifatnya mengganggu terhadap protokoler
Mengawasi pemakaian peralatan untuk mencegah terjadinya kecelakaan
Menjaga keamanan para petugas proyek terhadap gangguan /ancaman dari pihak luar, serta mencegah
kemungkinan terjadinya perkelahian di dalam lingkungan proyek
Menjaga kelancaran lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan akibat pembangunan ini.
Untuk menjaga keselamatan kerja seluruh staf dan pekerja yang terlibat dalam kegiatan proyek, akan
dibentuk unit K-3 yang akan membuat program seperti tersebut di atas dan akan diawasi oleh tenaga inspector K3
di samping tenaga satpam. Dalam menaggulangi hal-hal yang mungkin akan terjadi, maka unit K-3 akan bekerja
sama dengan Puskesmas, Klinik, Rumah Sakit maupun instansi-instansi terkait terdekat dengan lokasi proyek.
Sebagai sarana komunikasi di proyek, digunakan handy talky (HT) ,baik oleh para petugas keamanan, para
pelaksanan (supervisor) dan petugas-petugas lain yang memerlukan

DEKLARASI K3 DI PROYEK

Komitmen Karyawan dan Pekerja


Mengutamakan Keselamatan Kerja
dalam setiap tahap pekerjaan
Tidak ada Toleransi Bagio Pelanggar
Keselamatan Kerja
1. Mentaati Semua Peraturan
Keselamatan
Sanksi bagi Setiap Pelanggaran

TARGET BERSAMA :

ANGKA KECELAKAAN NOL


PEMAKAIAN HELM DAN ALAT KESELAMATAN DIRI
KONDISI GUDANG MATERIAL RAPI
AREA PROYEK RAPI, BERSIH DAN SEHAT

STRUKTUR ORGANISASI K3 DI PROYEK


Project Manager

SHE O

Safety & Enviro Spv

Site/Lapangan

Kantor

Fasilitas Kantor

Gedung&Lingkungan

Peralatan

Workshop
-

Gudang

Dalam & Luar Kantor

PROSEDUR PELAKSANAAN
Subkontraktor Terseleksi
dan
Pengawas Lapangan

- Dikerjakan oleh Construction Manager ( Engineering )


- Pelatihan Standar Pelaksanaan, dilaksanakan oleh SEM.
Diadakan untuk Subkontraktor dan Pengawas Lapangan
- CM membuat Surat Ijin Bekerja

Surat Ijin Pelaksanaan


Pekerjaan

- Setiap Sub kontraktor/Mandor harus mengajukan ijin pekerjaan


- Surat ijin pekerjaan harus dibuat maksimal 3 hari sebelum
pelaksanaan
- Surat ijin pekerjaan harus diserahkan kepada Safety Health
Officer (SHO)
- SHO menjelaskan peraturan keselamatan kerja yang harus
dilaksanakan Subkontraktor/mandor

Inspeksi Keselamatan
Kerja

- SHO memeriksa peralatan yang digunakan Subkontraktor/mandor


disesuaikan dengan Surat Ijin Pekerjaan yang telah dibuat
- Setelah seluruh perlengkapan keselamatan terpenuhi dan Surat
Ijin Pekerjaan telah ditanda tangani SHO, SHO meneruskan Surat
Ijin Pekerjaan tersebut ke pada Construction Manager
- SHO mengadakan Pengenalan Keselamatan Kerja kepada pekerja
- CM tidak boleh mengijinkan Subkontraktor/mandor memulai
pekerjaan sebelum SHO menanda tangai Surat Ijin Pekerjaan

Sasaran

- Angka Kecelakaan Nol


- Kondisi Proyek bersih, rapi, sehat dan nyaman

PROGRAM KESELAMATAN KERJA

PROGRAM KESELAMATAN KERJA

RENCANA
KESELAMATAN
KERJA
SAFETY PLAN

SASARAN
TARGET :
ANGKA
KECELAKAAN
NOL

SAFETY
INDUCTION

SAFETY
INSPECTION &
SAFETY PATROL

SAFETY TALK

- PEKERJA BARU
- PERUSAHAAN
- SUBKONTRAKTOR
- MANDOR

SETIAP
JUMAT

SAFETY
MEETING

TRAINING K3

HOUSE
KEEPING

SAFETY
AUDIT

-SAFETY PATROL
SETIAP RABU - DASAR-DASAR SAFETY- LINGKUNGAN YANG SETIAP
BERSIH, RAPI DAN
3 BULAN
- PPPK
HARIAN
SEHAT
- PEMADAM
-SAFETY INSPECTION
-PROGRAM JUMAT
KEBAKARAN
( MINGGUAN )
BERSIH
- TANGGAP DARURAT

SAFETY PLAN

: SAFETY PLAN DILAKSANAKAN DI LOKASI PROYEK

TARGET

: TARGET ANGKA KECELAKAAN NOL

SAFETY INDUCTION : PENGENALAN KESELAMATAN KERJA KEPADA


PEKERJA BARU SEBELUM MELAKSANAKAN
PEKERJAAN YANG BERESIKO TINGGI
SAFETY TALK

: PENJELASAN SINGKAT MENGENAI KESELAMATAN


KERJA DAN KONDISI PROYEK KEPADA SELURUH
PEKERJA.DILAKSANAKAN SETIAP JUMAT JAM 08.00

K3 INSPECTION

: INSPECTION IS DONE TO MONITOR SAFETY


IMPLEMENTATION AND TO KEEP IT RUNNING
CONSISTENTLY
SAFETY INSPECTION HELD EVERY FRIDAY
( BIWEEKLY )

SAFETY PATROL : ROUTINE DAILY PATROL AT 09.00 10.00


OCLOCK (ALL PARTICIPANTS)
WHICH AIMED TO MONITOR WORKER ACTIVITIES
ON SITE.
SAFETY MEETING :
INTERNAL MEETING ON WEDNESDAY AT 10.00
TO DISCUSS PROBLEMS THAT MIGHT HAPPEN &
PREVENTIF ACTION ALSO REPORT THE ACCIDENT
THAT HAPPENED AND ITS CORRECTIVE ACTION

SAFETY TRAINING
:SAFETY TRAINING FOR EMPLOYEES, SITE SPV,
SUB CONTRACTOR ABOUT SAFETY PRINCIPALS,
FIRST AID, HOW TO EXTIGUISH FIRE AND
EMERGENCY PROACTIVE (TANGGAP DARURAT)
ENVIRONMENTAL :
CLEAN, NEAT, AND HEALTHY WORKING
ENVIROMENT .
SAFETY AUDIT

: AUDIT TO CHECK THE IMPLEMENTATION OF


SAFETY BY OTHER PROJECT

PENANGANAN KECELAKAAN RINGAN

KECELAKAAN
RINGAN
MELAPOR
KE SOM

Ya

DIBAWA
KE RUMAH
SAKIT ?

Tidak
DILAKSANAKAN
PENGOBATAN
DI PROYEK

DIBAWA
KE RUMAH SAKIT

SELESAI

PENANGANAN KECELAKAAN BERAT

KECELAKAAN BERAT

LAPORKAN KE SOM
PENANGANAN ADMINISTRASI
KECELAKAAN OLEH SAM

LAPORAN KE ASTEK
(MENGISI FORM)

KORBAN DIBAWA
KE RUMAH SAKIT

KLAIM KE ASTEK

MONITORING PENYAKIT
DAN PERAWATANNYA

PEMBERIAN
ASURANSI JAMSOSTEK

PEMBERIAN
ASURANSI JAMSOSTEK
SELESAI

PENANGANAN KORBAN MENINGGAL

ADANYA KECELAKAAN
DENGAN KORBAN MENINGGAL

JENAZAH DIBAWA
KE RUMAH SAKIT
UNTUK MENDAPAT
VISUM

LAPORKAN KE SOM

MELAPOR
KE POLISI

MELAPOR KE SEM

MELAPOR KE KCB
PENGUBURAN
JENAZAH

MELAPOR KE PM

SELESAI

PENYELESAIAN
KLAIM ASURANSI
JAMSOSTEK

SAFETY TALK DAN SAFETY MEETING


SAFETY TALK BULANAN :

SAFETY MEETING MINGGUAN :

SAFETY TALK BULANAN dihadiri oleh seluruh karyawan


dan pekerja. Dilakukan juga pemberian hadiah kepada
karyawan dan pekerja yang paling disiplin

SAFETY MEETING MINGGUAN, Membahas dan


mendiskusikan seluruh masalah yang berhubungan
dengan keselamatan dan kesehatan kerja yang
ditemukan selama masa pelaksanaan konstruksi.

SITE SAFETY MEETING :


SITE SAFETY MEETING :
Mendiskusikan tentang :
Bagaimana memperbaiki cara kerja yang tidak sesuai
dengan peraturan keselamatan kerja
Bagaimana memperbaiki cara kerja agar penyimpangan
tidak terjadi lagi

103

SAFETY INDUCTION DAN PELATIHAN


SAFETY INDUCTION PEKERJA:

SAFETY INDUCTION
PROYEK OK !!!!

PELATIHAN SAFETY :

Stiker safety induction


dipasangkan pada helm pekerja
sebagai tanda telah
mendapatkan safety induction

104

ALAT PENGAMAN DIRI (APD)

Helm
Proyek
Masker

Kaca mata
pelindung

Tutup
telinga

Tali
helm
Sarung tangan

Sepatu
safety

Sabuk
pengaman

105

STANDAR HELM PROYEK


1
HELM
KARYAWAN PP
( PUTIH BERGARIS )

2
HELM
MANDOR

= UNTUK PM

WARNA BIRU
MANDOR PEK.PENGECORAN

= UNTUK SOM & SEM

WARNA HIJAU
MANDOR PEKERJAAN TANAH

= UNTUK GSP

HELM TAMU
( PUTIH POLOS )

CONTOH
HELM PROYEK
1.HELM PP

WARNA KUNING
MANDOR PEK.BEKISTING

1.HELM PEKERJA

= UNTUK SHO
= UNTUK SO

WARNA MERAH
MANDOR PEK.PEMBESIAN

= UNTUK SP & STAFF

106

PEMAKAIAN APD

Kaos Tangan dan Masker

Sepatu Lapangan

Kacamata Las, Kaos Tangan

Kaos tangan
dan masker

Sabuk
Keselamatan

Kaos Tangan, Helm, Masker dan Kacamata

Sabuk Keselamatan

107

KESELAMATAN DI AREA PROYEK

Safety Net

Railing sementara disekitar void

Railing pada tangga

Railing sementara disekitar void

STANDAR ENVIRONMENTAL LOKASI PROYEK

KONDISI WORKSHOP

Suplai Listrik di lokasi kerja

Lokasi bersih

Workshop bersih dan rapi

Stok diklasifikasikan berdasarkan


ukuran

STANDAR ENVIRONMENTAL LOKASI PROYEK

KEBERSIHAN DAN KERAPIAN LOKASI PROYEK

Lokasi proyek bersih

Sekeliling kantor bersih

Jalan akses bersih

Area proyek bersih

STANDAR ENVIRONMENTAL LOKASI PROYEK

PENERANGAN

Panel listrik tegangan tinggi

Perencanaan titik lampu

Panel dipilah berdasarkan


kapasitas

Perencanaan lokasi panel

STANDAR ENVIRONMENTAL LOKASI PROYEK

FASILITAS KEBERSIHAN UNTUK PEKERJA

Tempat Sampah

Toilet untuk Pekerja

Tempat Merokok

Tempat Pakaian Pekerja

SEBELUM BEKERJA

Pekerja harus tahu bagaimana cara


bekerja yang aman

Pekerja harus bertanya kepada


atasan, jika tidak jelas bagaimana
cara menjalankan pekerjaan

Gunakan selalu alat pelindung diri


yang tepat untuk melindungi diri dari
potrensi kecelakaan

Pekerja harus mengikuti dan


mentaati prosedur kerja yang aman
setiap waktu

PELINDUNG TELINGA

Gunakan pelindung telinga untuk


melindungi pendengaran anda dari
suara bisin yang terus-menerus

Suara bisisng yang melampaui


batas dapat menyebabkan telinga
menjadi tuli
MASKER

Gunakan masker saat bekerka,


sayangi paru-paru anda dari debu,
limbah dan bahan kimia

HELM PROYEK

Selalu gunakan Helm selama


berada di area kerja, karena
kecelakaan dapat terjadi sewaktuwaktu.
SARUNG TANGAN

Sarung tangan dapat melindungi


tangan dari luka dan penyakit kulit

Gunakan sarung tangan yang tepat


untuk pekerjaan anda.
SEPATU SAFETY

Lindungi kaki dan gunakan sepatu


safrty saat bekerja

Menggunakan sepatu safety dapat


menolong dari luka karena
menginjak paku, menendang benda
keras, tertimpa benda, dll.

ALAT BERAT

Periksa kondisi Alat Berat seperti


Excavator sebelum digunakan

Dilarang mengoperasikan alat berat


selain operator

Operator alat berat harus memiliki


Surat Ijin Operator (SIO)

Semua alat berat harus mempunyai


Surat Ijin Kelayakan Alat

Siapkan tabung APAR pada semua


alat berat.

Bagian bergerak dari suatu mesin


dapat berbahaya bagi kita saat
digunakan
Pekerja dapat terlindas, terjepit
bahkan terperangkap dan terluka
oleh bagian mesin yang bergerak
Jangan menggeser dan
memperbaiki mesin saat mesin
sedang bekerja
Laporkan keatasan anda sesegera
mungkin saat anda mendapatkan
peralatan atau mesin yang rusak
Jangan memperbaiki sendiri kalau
tidak terlatih untuk memperbaiki
mesin yang rusak
Gunakan sarung tangan yang
sesuai saat menggunakan
peralatan anda

PEKERJAAN TANAH

Jangan menumpuk tanah di


pinggir lubang galian

Gunakan tangga untuk keluar


masuk ke dalam lubang

Jangan bekerja atau beristirahat


di dalam lubang galian saat turun
hujan

Jauhi alat atau kendaraan selama


penggalian untuk mencegah
terjadinya kecelakaan.

Jangan melakukan penggalian di


dekat scaffolding yang terpasang
karena dapat menyebabkan
scaffolding runtuh

Mintalah Surat Ijin Bekerja ke


petugas K3 sebelum memulai
pekerjaan penggalian

BAHAYA DI TEMPAT GALIAN

Hati-hati, pekerjaan penggalian adalah


pekerjaan yang bahayanya cukup tinggi

Lubang galian harus dipasang proteksi


dan rambu peringatan untuk
menghindari pekerja terperosok di dalam
lubang.

Jangan melompat atau menyeberangi


lubang hanya dengan menggunakan
papan kayu

Gunakan jembatan atau tempat berjalan


yang semestinya saat anda perlu
menyeberangi lubang

Sebelum bekerja di dalam lubang galian


pastikan bahwa sisi lubang telah
terpasang penopang

Setiap kali ada pergeseran penopang,


segera laporkan ke atasan anda.

Tanpa penopang di sisi lubang galian


dapat mengakibatkan tanah jadi runtuh

KEBAKARAN

Kebakaran terjadi apabila ketiga unsur penyebab


kebakaran yaitu: Benda/bahan bakar, udara dan
panas berada dalam satu tempat dan waktu
yang bersamaan.

Peralatan pemadam kebakaran harus selalu


tersedia

Letakkan alat pemadam kebakaran di tempat


yang mudah dijangkau

Setiap pekerja harus mengetahui penempatan


alat pemadam api di daerah kerjanya masingmasing.

Tabung kebakaran harus selalu diperiksa secara


rutin dan yang telah kosong harus segera diisi

Jangan gunakan tabung pemadam kebakaran


untuk jadi bahan mainan

Jagan letakkan tabung pemadam kebakaran di


atas lantai dan di daerah yang lembab karena
tabung pemadam kebakaran dapat tidak
berfungsi

KEBAKARAN

Seluruh pekerja harus tahu cara menggunakan


alat pemadam kebakaran dan cara
memadamkan api

Bila terjadi kebakaran kecil, api segera


dipadamkan

Cara menyelamatkan diri waktu terjadi


kebakaran di saat anda berada di dalam
ruangan:

Pada waktu anda melewati pintu


ruangan, anda harus menutup setiap
pintu di belakan anda.

Pintu yang tertutup akan melindungi


anda dari panas dan asap.

Guanakan jendela jika jalan keluar


melalui pintu tidak aman

Bila banyak asap, merangkaklah


dengan kedua belah tangan dan lutut,
dan cari jalan keluar.

Jangan merangkak dengan perut


menempel di lantai

HATI-HATI! Asan kebakaran merupakan


pembunuh yang hebat.

HOUSE KEEPING:

Jagalah selalu kebersihan dan


kerapian tempat kerja anda.

Lingkungan kerja yang tidak


bersih dapat mempengaruhi
kesehatan anda

Jangan membuang sampah


sembarangan, buanglah sampah
pada tempatnya.

Jangan membiarkan puing-puing


dan sisa material berserakan di
lantai
Cabut atau bengkokkan paku yang
ada di potongan kayu sebelum
dibuang.

KESEHATAN

HOUSE KEEPING

Susun dan rapikan barang/material


yang belum digunakan maupun
yang sudah digunakan

Bersihkan alat dan area kerja anda


setelah pekerjaan selesai
Bersihkan dan rawat diri anda
selalu agar tidak sakit
Laporkan segera ke atasan anda
bilamana anda menderita sakit

Segera lapor ke atasan anda jika


anda menderita luka saat bekerja

Jangan memaksakan diri untuk


bekerja jika anda mengalami luka
yang cukup serius

Periksakan kesehatan diri anda


secara teratur

Jangan minum minuman yang


beralkohol

Jangan tidur terlalu larut malam

Selesai bekerja istirahatlah yang


cukup

SHE PLAN SECURITY PLAN


I. Prosedur Masuk Dan Keluar Barang
A. Barang Masuk
a. Catat di buku harian untuk tanggal dan jam masuk, jenis kendaraan, jenis
barang, dan volumenya.
b. Cek kebenaran barang tersebut dan cocokan dengan surat jalan.
c. Catat jam keluar kendaraan.
d. Dicek kondisi kendaraan, apakah barang sudah turun semua (tidak
membawa keluar barang proyek).
B. Barang Keluar
a.
Catat dibuku harian untuk tanggal dan jam keluar, jenis kendaraan,
jenis barang, dan volumenya.
b.

Cek kebenaran barang tersebut dan cocokan dengan surat jalan.

c.

Laporkan ke Penanggung jawab lapangan dan minta persetujuannya.

d.

Bila sudah ada persetujuan baru diperbolehkan keluar.

II. Prosedur Penerimaan Tamu :


a. Setiap orang yang masuk kelokasi dan tidak dikenal wajib ditanya.
b. Catat di buku harian tamu ; - tanggal, jam kedatangan, identitas tamu dan
keperluannya.
c.

Tamu dipersilakan Menunggu.

d.
Beritahu kepada yang dituju tentang kedatangan tamu dan
keperluannya.

Prosedur Pelaksanaan Lapangan :


b. Melakukan monitoring kegiatan pekerjaan (Safety Patrol).

IV. Prosedur Penanganan Kecelakaan.


a. Mengamankan lokasi terjadinya kecelakaan
b. Menghubungi Subkon / Mandor dari korban.