Anda di halaman 1dari 52

MAKALAH IDENTITAS MINANGKABAU

SUMATERA BARAT

Disusun oleh:
Rahmat Wahyu Tri Handoko
15521172

PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
YOGYAKARTA
2016

PENDAHULUAN
ari jaman prasejarah sampai kedatangan orang Barat, sejarah Sumatera Barat
dapat dikatakan identik dengan sejarah Minangkabau. Walaupun masyarakat
Mentawai diduga telah ada pada masa itu, tetapi bukti-bukti tentang keberadaan
mereka masih sangat sedikit.

Pada periode kolonialisme Belanda, nama Sumatera Barat muncul sebagai suatu unit
administrasi, sosial-budaya, dan politik. Nama ini adalah terjemahan dari bahasa Belanda de
Westkust van Sumatra atau Sumatra's Westkust, yaitu suatu daerah bagian pesisir barat pulau
Sumatera.
Memasuki abad ke-20 persoalan yang dihadapi Sumatera Barat menjadi semakin
kompleks. Sumatera Barat tidak lagi identik dengan daerah budaya Minangkabau dan telah
berubah menjadi sebuah mini Indonesia. Di daerah ini bermukim sejumlah besar suku bangsa
Minangkabau penganut sistem matrilineal, suku bangsa Tapanuli dengan sistem
patrilinealnya dan suku bangsa Jawa dengan sistem parentalnya. Di samping itu juga ada
masyarakat Mentawai, Nias, Cina, Arab, India serta berbagai kelompok masyarakat lainnya
dengan berbagai latar belakang budaya yang beraneka ragam.
Di Sumatera Barat banyak ditemukan peninggalan jaman prasejarah di Kabupaten 50 Koto,
di daerah Solok Selatan dan daerah Taram. Sisa-sisa peninggalan tradisi barn besar ini
berwujud dalam berbagai bentuk; bentuk barn dakon, barn besar berukir, barn besar
berlubang, barn rundell, kubur barn, dan barn altar, namun bentuk yang paling dominan
adalah bentuk menhir. Peninggalan jaman prasejarah lainnya yang juga ditemukan adalah
gua-gua alam yang dijadikan sebagai tempat hunian.
Bukti-bukti arkeologis yang ditemukan di atas bisa memberi indikasi bahwa daerah-daerah
sekitar Kabupaten 50 Koto merupakan daerah atau kawasan Minangkabau yang pertama
dihuni oleh nenek moyang orang Sumatera Barat. Penafsiran ini rasanya beralasan, karena
dari daerah 50 Koto ini mengalir beberapa sungai besar yang akhirnya bermuara di pantai
timur pulau Sumatera. Sungai-sungai ini dapat dilayari dan memang menjadi sarana
transportasi yang penting dari jaman dahulu hingga akhir abad yang lalu.
Nenek moyang orang Minangkabau diduga datang melalui rute ini. Mereka berlayar dari
daratan Asia (Indo-Cina) mengarungi laut Cina Selatan, menyeberangi Selat Malaka dan
kemudian memudiki sungai Kampar, Siak, dan Indragiri (atau; Kuantan). Sebagian di
antaranya tinggal dan mengembangkan kebudayaan serta peradaban mereka di sekitar
Kabupaten 50 Koto sekarang.
Percampuran dengan para pendatang pada masa-masa berikutnya menyebabkan tingkat
kebudayaan mereka jadi berubah dan jumlah mereka jadi bertambah. Lokasi pemukiman
mereka menjadi semakin sempit dan akhirnya mereka menyebar ke berbagai bagian Sumatera
Barat yang lainnya. Sebagian pergi ke daerah kabupaten Agam dan sebagian lagi sampai ke
Kabupaten Tanah Datar sekarang. Dari sini penyebaran dilanjutkan lagi, ada yang sampai ke
utara daerah Agam, terutama ke daerah Lubuk Sikaping, Rao, dan Ophir. Banyak di antara
mereka menyebar ke bagian barat terutama ke daerah pesisir dan tidak sedikit pula yang

menyebar ke daerah selatan, ke daerah Solok, Selayo, sekitar Muara, dan sekitar daerah
Sijunjung.
Sejarah daerah Propinsi Sumatera Barat menjadi lebih terbuka sejak masa pemerintahan Raja
Adityawarman. Raja ini cukup banyak meninggalkan prasasti mengenai dirinya, walaupun
dia tidak pernah mengatakan dirinya sebagai Raja Minangkabau. Adityawarman memang
pernah memerintah di Pagaruyung, suatu negeri yang dipercayai warga Minangkabau sebagai
pusat kerajaannya.
Adityawarman adalah tokoh penting dalam sejarah Minangkabau. Di samping
memperkenalkan sistem pemerintahan dalam bentuk kerajaan, dia juga membawa suatu
sumbangan yang besar bagi alam Minangkabau. Kontribusinya yang cukup penting itu adalah
penyebaran agama Budha. Agama ini pernah punya pengaruh yang cukup kuat di
Minangkabau. Terbukti dari nama beberapa nagari di Sumatera Barat dewasa ini yang berbau
Budaya atau Jawa seperti Saruaso, Pariangan, Padang Barhalo, Candi, Biaro, Sumpur, dan
Selo.
Sejarah Sumatera Barat sepeninggal Adityawarman hingga pertengahan abad ke-17 terlihat
semakin kompleks. Pada masa ini hubungan Sumatera Barat dengan dunia luar, terutama
Aceh semakin intensif. Sumatera Barat waktu itu berada dalam dominasi politik Aceh yang
juga memonopoli kegiatan perekonomian di daerah ini. Seiring dengan semakin intensifnya
hubungan tersebut, suatu nilai baru mulai dimasukkan ke Sumatera Barat. Nilai baru itu
akhimya menjadi suatu fundamen yang begitu kukuh melandasi kehidupan sosial-budaya
masyarakat Sumatera Barat. Nilai baru tersebut adalah agama Islam.
Syekh Burhanuddin dianggap sebagai penyebar pertama Islam di Sumatera Barat. Sebelum
mengembangkan agama Islam di Sumatera Barat, ulama ini pernah menuntut ilmu di Aceh.
Pengaruh politik dan ekonomi Aceh yang demikian dominan membuat warga Sumatera Barat
tidak senang kepada Aceh. Rasa ketidakpuasan ini akhirnya diungkapkan dengan menerima
kedatangan orang Belanda. Namun kehadiran Belanda ini juga membuka lembaran baru
sejarah Sumatera Barat. Kedatangan Belanda ke daerah ini menjadikan Sumatera Barat
memasuki era kolonialisme dalam arti yang sesungguhnya.
Orang Barat pertama yang datang ke Sumatera Barat adalah seorang pelancong
berkebangsaan Prancis yang bernama Jean Parmentier yang datang sekitar tahun 1523.
Namun bangsa Barat yang pertama datang dengan tujuan ekonomis dan politis adalah bangsa
Belanda. Armada-armada dagang Belanda telah mulai kelihatan di pantai barat Sumatera
Barat sejak tahun 1595-1598, di samping bangsa Belanda, bangsa Eropa lainnya yang datang
ke Sumatera Barat pada waktu itu juga terdiri dari bangsa Portugis dan Inggris.

A.Arti Lambang Provinsi Sumatra Barat


Profil

Logo Provinsi Sumatera Barat

Nama Resmi

: Provinsi Sumatera Barat

Ibukota

: Padang

Luas Wilayah

: 42.012.89 Km2

Jumlah Penduduk

: 5.383.988 Jiwa

Suku Bangsa

: Minangkabau, Guci, Jaubak, Piliang, Chaniago, Tanjung, Koto

Agama

: Islam 98 %, Kristen 1,6 %, Lain-lain 0,4

Wilayah
Administrasi

: Kab.: 12, Kota: 7, Kec.: 179, Kel.: 259, Desa : 880

Lagu Daerah

: Baresolok, Paku, Galang dan Kambanglah Bungo

Makna

Bentuk perisai persegi lima, melambangkan bahwa propinsi


Sumatera Barat adalah merupakan salah satu dari daerah-daerah propinsi dalam

lingkungan wilayah negara kesatuan republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila


dan Undang-undang Dasar 1945.

Rumah Gadang/Balai Adat adalah tempat bermufakat atau tempat


lahirnya filsafat alam pikiran Minangkabau yang mashur, demokrasi menurut alur dan
patut sebagai lambang konsekwen melakanakan demokrasi.

Atap Masjid Bertingkat Tiga dan Bergonjong Satu


melambangkan salah satu dari bentuk rumah ibadah yang khas menurut arsitektur
alam Minangkabau asli, yang melambangkan agama Islam sebagai salah satu agama
yang pada umumnya dipeluk masyarakat.

Bintang Segi Lima melukiskan nur cahaya dari pada dasar Ketuhanan Yang
Maha Esa.

Atap Rumah Gadang/Balai Adat Minangkabau


Bergaya Tajam dan Runcing ke Atas merupakan gaya pergas
yang tangkas dalam seni bangunan khas alam Minangkabau yang melambangkan sifat
rakyatnya yang dinamis, bekerja keras dan bercita-cita luhur untuk mencapai
masyarakat adil dan makmur.

Empat Buah Gonjong Rumah Adat/Balai Adat dan


Sebuah Gonjong Mesjid yang Menjulang Tinggi
Keangkasa melambangkan keluruhan sejarah Minangkabau dari zaman ke
zaman dalam semboyan kata 'Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabulah '.

Gelombang Air Laut adalah suatu lambang dinamika dari masyarakt


Minangkabau.

ARTI MOTTO
'Tuah Sakato' berarti sepakat untuk melaksanakan hasil mufakat/musyawarah dan
sebagai slogan kata (tanda kebesaran) yang terkandung dalam pribahasa Indonesia
'Bersatu Kita Teguh Bercerai Kita Runtuh'

ARTI WARNA
Warna dalam lambang ini berarti/bermakna, Putih berarti suci, Merah Jingga berarti
berani, Kuning Emas berarti agung, Hitam Pekat berarti abadi, tabah, ulet/tahan tapo,
Hijau Cerah Bersrti harapan masa depan

B.RUMAH ADAT MINANGKABAU


Rumah gadang

rumah adat minangkabau

Rumah Gadang, Simbol Budaya Minangkabau

i Minangkabau rumah tempat tinggal dikenal dengan sebutan rumah gadang


(besar). Besar bukan hanya dalam pengertian fisik tetapi lebih dari itu, yaitu
dalam pengertian fungsi dan peranannya yang berkaitan dengan adat. Rumah
gadang berfungsi sebagai tempat tinggal dan melastarikan adat budaya di
keluarga mereka.
Orang Minangkabau menganggap Rumah Gadang sebagai simbol budaya yang harus
dipertahankan sesuai pesan leluhur. Sayangnya, banyak Rumah Gadang yang sudah terkikis
zaman.
Ukuran ruang tergantung dari banyaknya penghuni dirumah itu. Namun jumlah ruangnya
biasanya ganjil spt lima ruang, sembilan ruang dan malahan ada yang lebih. Sebagai tempat
tinggal rumah gadang mempunyai bilik-bilik sebelah barisan belakang yang didiami oleh
anak-anak, wanita yang sudah berkeluarga, ibu dan nenek.Yang penting lagi fungsi rumah
gadang adalah sebagai inggiran adat, tempat melaksanakan seremonial adat seperti kematian,
kelahiran, perkawinan, mendirikan kebesaran adat, tempat mufakat dan lain sebagainya.
Perbandingan ruang tempat tidur dengan ruangan umum adalah 1/3 untuk ruangan tidur dan
2/3 untuk kepentingan umum. Perbandingan ini memberi makna bahwa kepentingan umum
lebih diutamakan dari kepentingan pribadi.
Pola rumah gadang Minangkabau berbentuk kapal yaitu kecil kebawah dan besar ke atas.
Bentuk atapnya punya bubungan yang lengkung ke atas yaitu lebih kurang setengah
lingkaran. Denah dasar berbentuk empat persegi panjang dan lantai berada diatas tiang-tiang.
Tangga tempat masuk berada ditengah-tengah dan merupakan serambi muka. Ada juga yang
membuat sebuah ujung, ditempat mana biasanya terdapat dapur.
Dihalaman depan Rumah Gadang biasanya selalu terdapat beberapa bangunan kecil yang
disebut Rangkiang, digunakan untuk menyimpan padi

Yang menarik adalah tonggak utama yang terdapat pada Rumah Gadang disebut dengan
Limpapeh,.Di dalam kehidupan masyarakat Minang dikenal ungkapan Bundo Kanduang
Limpapeh Rumah Nan Gadang. Artinya seorang ibu menjadi tumpuan kekuatan dari sebuah
rumah gadang. Apabila peran ibu ini ambruk, maka tonggak lainnya akan ambruk juga.
Dalam masyarakat Minangkabau, seorang ibu mempunyai kedudukan yang istimewa, sangat
penting dan menentukan. Perempuanlah yang melahirkan dan menjaga keturunan yang juga
akan menentukan watak manusia yang di lahirkannya. Setiap Rumah Gadang akan dikelolah
oleh seorang Ibu [Bundo]. Maka berbicara tentang Rumah Gadang sangat erat kaitannya
dengan peran perempuan di ranah minang. Ranahnya perempuan.
Zaman sekarang rumah gadang dengan arsitektur asli itu sudah jarang ditemukan, di setiap
kampung hanya terdapat beberapa saja. Tapi meskipun begitu fungsi perempuan dalam
sebuah rumah masih kuat sampai hari ini, mungkin karena sistim matrilineal yang dianut
sangat kuat untuk bisa terhapus.
Bagi masyarakat Minangkabau, Rumah Gadang adalah satu di antara simbol budaya. Rumah
Gadang yang berarti rumah besar bahkan menjadi milik berharga suatu kaum di Ranah
Minang. Menurut pesan leluhur, mempertahankan Rumah Gadang adalah tugas mulia yang
harus didahulukan. Sayangnya, tak semua Rumah Gadang dalam kondisi baik. Ketiadaan
dana membuat sebagian rumah adat Minang tersebut harus menyerah dimakan usia atau
dimakan lapuk, bahkan dimakan kemajuan jaman. Tak jarang, malah dihancurkan untuk
bangunan baru yang lebih modern.
Satu di antara sedikit Rumah Gadang yang masih bertahan adalah yang dipelihara Datuk
Panghulu Basa sebagai pemangku adat sukunya. Rumah Gadang itu terletak di Kabupaten
Tanah Datar, Sumatra Barat. Menurut Datuk Panghulu Basa, baru-baru ini, rumah warisan
keluarganya telah berusia sekitar 350 tahun. Bangunan bersejarah itu dibangun Datuk
Panghulu Basa yang pertama, sedangkan ia adalah datuk yang kelima.
Selama berabad-abad, bangunan tersebut tetap terjaga keasliannya. Walau rayap memangsa di
sana-sini, Rumah Gadang milik Datuk Panghulu Basa itu tetap tegak berdiri. Menurut Datuk
Panghulu Basa, kuncinya terletak pada pemilihan serta pengolahan kayu. Awalnya, si
pembuat Rumah Gadang mengumpulkan kayu juara sekitar setahun. Batang-batang kayu
tersebut kemudian direndam selama enam bulan. Setelah melewati proses ini, Datuk
Panghulu Basa I segera mengumpulkan kaumnya. Selanjutnya, secara bergotong royong,
mereka mulai membangun simbol budaya tersebut selama setahun.
Seiring perjalanan waktu, Rumah Gadang tersebut kini menjadi tanggung jawab Datuk
Panghulu Basa V. Di dalam Rumah Gadang, juga masih tersimpan beberapa alat rumah
tangga yang digunakan di masa lampau. Rumah peninggalan itu juga masih memiliki tungku
kuno atau tempat memasak yang terbuat dari tanah. Bila hendak dipergunakan untuk
memasak, menurut Datuk, sepasang batu harus ditaruh di atas tungku.
Lebih jauh Datuk mengungkapkan, seperti Rumah Gadang lainnya, banyak ritual adat yang
digelar di bangunan tersebut. Upacara perkawinan adalah satu di antaranya. Bahkan, 200
tamu dapat tertampung sekaligus di dalam Rumah Gadang itu. Hingga saat ini, bangunan
peninggalan leluhur itu masih kerap dipergunakan dalam acara pernikahan. Meski ratusan
tamu memenuhi Rumah Gadang, sejumlah penari masih dapat mempertunjukkan kebolehan
mereka. Misalnya, Tari Piring.

Fungsi Rumah Gadang tak cuma sebagai tempat melangsungkan pernikahan. Rumah Gadang
juga berfungsi mempertahankan sistem matrilinealsistem kekerabatan dari garis ibu yang
dianut etnis Minangkabau. Buktinya, tujuh bilik atau kamar di Rumah Gadang diperuntukkan
bagi anak dan kemenakan perempuan. Datuk mencontohkan, seumpama seorang anak atau
kemenakan perempuannya melangsungkan pernikahan, maka dia bersama sumandomenantu
laki-lakitidur di sana pada malam harinya. Sedangkan anak laki-laki yang belum menikah
diharuskan tidur di surau. Bila sudah kawin, mereka harus berdiam di kediaman istri masingmasing.
Sekadar diketahui, bentuk dasar dari bangunan Rumah Gadang adalah segi empat atau empat
persegi panjang. Ini juga ditentukan oleh jumlah ruang di dalamnya yang selalu ganjil, yakni
tiga, lima, tujuh, dan sembilan. Konon, pada masa lampau, ada yang mempunyai 17 ruang.
Keunikan bangunan adat yang berbentuk rumah panggung itu adalah atapnya yang lancip.
Lengkungan pada atapnya juga mirip dengan bentuk tanduk kerbau. Sedangkan badan
rumahnya juga melengkung, landai seperti badan kapal. Untuk menaiki Rumah Gadang harus
melalui tangga yang terletak di muka rumah. Di atas tangga ini diberi atap yang menjulang ke
depan.
Rumah Gadang juga merupakan bangunan induk dari sejumlah bangunan lainnya. Masingmasing adalah Balairung, Rangkiang, dan Musala. Bentuk Rangkiang atau lumbung padi
sangat mirip Rumah Gadang. Rangkiang juga merupakan bangunan pelengkap Rumah
Gadang yang berada tepat di halaman depan.

C.TRADISI,BUDAYA,DAN ADAT MINANGKABAU


Nilai Budaya
Kebudayaan yang hidup dalam Propinsi Sumatera Barat disebut kebudayaan Minangkabau.
Berdasarkan pengamatan dan penelitian, kebudayaan ini cukup kaya, bersumber dari nilainilai luhur yang ditinggalkan atau diwariskan para nenek moyang. Kebudayaan ini pernah
mengalami puncak keemasannya pada jaman kejayaan Kerajaan Pagaruyung, khususnya semasa kepemimpinan Raja Adityawarman.
Dewasa ini masyarakat Minangkabau yang terkenal teguh dalam memegang adat berusaha
untuk memelihara khasanah budaya peninggalan para leluhur.
Propinsi Sumatera Barat memiliki satu lembaga adat yang amat berwibawa, yang terkenal
dengan nama Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau atau LKAAM. Lembaga ini
memiliki wewenang besar dalam menentukan masalah-masalah adat dan kebudayaan dalam
masyarakat Minangkabau. Karena itu sungguh tidak mengherankan kalau seseorang yang
dipercayakan untuk memimpin lembaga ini dianggap memiliki satu kelebihan tersendiri
sebagai seorang tokoh yang diterima kaum adat.
Pada umumnya hal-hal yang berkenaan dengan kebudayaan itu dapat dikategorikan dalam
empat bidang. Pertama adalah bidang kesejarahan serta permuseuman, kedua adat-istiadat,
bahasa dan sastra, ketiga kesenian, dan keempat perbukuan atau perpustakaan.

Bangunan bersejarah di Sumatera Barat antara lain meliputi : Istana Pagaruyung, museum
Taman Bundo Kanduang di Bukittinggi, museum perjuangan rakyat, rumah gadang di Koto
Nan Ampek, rumah gadang di Padang Lawas, balairung sari di Tabek serta mesjid di Ampang
Gadang dan situs kepurbakalaan di Tanah Datar.
Falsafah Hidup Masyarakat setempat
Masyarakat Minangkabau dalam mengambil keputusan menggunakan motto :
"Bulek Aik Dek Pam Buluh, Buluk Kato De Mufakat", artinya segala
sesuatu yang akan diputuskan harus dimusyawarahkan terlebih dahulu.
Motto bagi seorang pemimpin adalah :
"Tibo Dimato Dipiciangkan, Tibo Diparuk Dikampihkan", artinya bagi
seorang pemimpin harus bertindak adil, atau tidak pilih kasih.
Ada empat kriteria pokok seorang pemimpin menurut budaya Minangkabau :
Tinggi tampak jauah dan nan gadang jolong basuo, artinya tinggi
kelihatan dari jauh dan yang besar awal bertemu.
Tinggi dek dianjuang, gadang dek diambak (tinggi karena diangkat, besar
karena dipupuk), artinya keberadaanya diterima umat, kaum dan bangsa.
Tinggi menyentak rueh (tinggi karena ruas), artinya mempunyai integritas pribadi,
berilmu pengetahuan, berwawasan luas.
Pemimpin didahulukan salangkah, ditinggikan sarantiang, artinya
pemimpin tidak membuat jarak dengan rakyat.
Kepemimpinan

Acara Batagak Penghulu untuk mengukuhkan pemimpin kaum di Minangkabau

Masyarakat Minangkabau memiliki filosofi bahwa "pemimpin itu hanyalah ditinggikan


seranting dan didahulukan selangkah." Artinya seorang pemimpin haruslah dekat dengan
masyarakat yang ia pimpin, dan seorang pemimpin harus siap untuk dikritik jika ia berbuat
salah.Dalam konsep seperti ini, Minangkabau tidak mengenal jenis pemimpin yang bersifat
diktator dan totaliter. Selain itu konsep budaya Minangkabau yang terdiri dari republikrepublik mini, dimana nagari-nagari sebagai sebuah wilayah otonom, memiliki kepala-kepala

kaum yang merdeka. Mereka memiliki hak dan kewajiban yang sama, serta dipandang sejajar
di tengah-tengah masyarakat.
Sepanjang abad ke-20, etnis Minangkabau merupakan salah satu kelompok masyarakat di
Indonesia yang paling banyak melahirkan pemimpin dan tokoh pelopor. Mereka antara
lain : Tan Malaka,Mohammad Hatta, Yusof Ishak, Tuanku Abdul Rahman, Sutan
Sjahrir, Agus
Salim, Assaat, Hamka, Mohammad
Natsir, Muhammad
Yamin, Abdul
Halim dan lain-lain.
Pendidikan

Budaya Minangkabau mendorong masyarakatnya untuk mencintai pendidikan dan ilmu


pengetahuan. Sehingga sejak kecil, para pemuda Minangkabau telah dituntut untuk mencari
ilmu. Filosofi Minangkabau yang mengatakan bahwa "alam terkembang menjadi guru",
merupakan suatu adagium yang mengajak masyarakat Minangkabau untuk selalu menuntut
ilmu. Pada masa kedatangan Islam, pemuda-pemuda Minangkabau selain dituntut untuk
mempelajari adat istiadat juga ditekankan untuk mempelajari ilmu agama. Hal ini mendorong
setiap kaum keluarga, untuk mendirikan surau sebagai lembaga pendidikan para pemuda
kampung.
Setelah kedatangan imperium Belanda, masyarakat Minangkabau mulai dikenalkan dengan
sekolah-sekolah umum yang mengajarkan ilmu sosial dan ilmu alam. Pada masa HindiaBelanda, kaum Minangkabau merupakan salah satu kelompok masyarakat yang paling
bersemangat dalam mengikuti pendidikan Barat. Oleh karenanya, di Sumatera Barat banyak
didirikan sekolah-sekolah baik yang dikelola oleh pemerintah maupun swasta.
Semangat pendidikan masyarakat Minangkabau tidak terbatas di kampung halaman saja.
Untuk mengejar pendidikan tinggi, banyak di antara mereka yang pergi merantau. Selain ke
negeri Belanda, Jawa juga merupakan tujuan mereka untuk bersekolah. Sekolah
kedokteran STOVIA di Jakarta, merupakan salah satu tempat yang banyak melahirkan
dokter-dokter Minang. Data yang sangat konservatif menyebutkan, pada periode 1900
1914, ada sekitar 18% lulusan STOVIA merupakan orang-orang Minang.
Kewirausahaan

Orang Minangkabau dikenal sebagai masyarakat yang memiliki etos kewirausahaan yang
tinggi. Hal ini terbukti dengan banyaknya perusahaan serta bisnis yang dijalankan oleh
pengusaha Minangkabau di seluruh Indonesia. Selain itu banyak pula bisnis orang-orang
Minang yang dijalankan dari Malaysia dan Singapura. Wirausaha Minangkabau telah
melakukan perdagangan di Sumatera dan Selat Malaka, sekurangnya sejak abad ke-7. Hingga
abad ke-18, para pedagang Minangkabau hanya terbatas berdagang emas dan rempahrempah. Meskipun ada pula yang menjual senjata ke Kerajaan Malaka, namun jumlahnya

tidak terlalu besar. Pada awal abad ke-18, banyak pengusaha-pengusaha Minangkabau yang
sukses berdagang rempah-rempah. Di Selat Malaka, Nakhoda Bayan, Nakhoda Intan, dan
Nakhoda Kecil, merupakan pedagang-pedagang lintas selat yang kaya. Kini jaringan
perantauan Minangkabau dengan aneka jenis usahanya, merupakan salah satu bentuk
kewirausahaan yang sukses di Nusantara. Mereka merupakan salah satu kelompok pengusaha
yang memiliki jumlah aset cukup besar. Pada masa-masa selanjutnya budaya wirausaha
Minangkabau juga melahirkan pengusaha-pengusaha besar diantaranya Hasyim
Ning, Rukmini Zainal Abidin, Anwar Sutan Saidi, Abdul Latief, Fahmi Idris, dan Basrizal
Koto. Pada masa Orde Baru pengusaha-pengusaha dari Minangkabau mengalami situasi yang
tidak menguntungkan karena tiadanya keberpihakan penguasa Orde Baru kepada pengusaha
pribumi.
Demokrasi

Produk budaya Minangkabau yang juga menonjol ialah sikap demokratis pada
masyarakatnya. Sikap demokratis pada masyarakat Minang disebabkan karena sistem
pemerintahan Minangkabau terdiri dari banyak nagari yang otonom, dimana pengambilan
keputusan haruslah berdasarkan pada musyawarah mufakat. Hal ini terdapat dalam
pernyataan adat yang mengatakan bahwa "bulat air karena pembuluh, bulat kata karena
mufakat". Abdurrahman Wahid dan Nurcholish Madjid pernah mengafirmasi adanya
demokrasi Minang dalam budaya politik Indonesia. Sila keempat Pancasila yang
berbunyi Kerakyatan
yang
Dipimpin
oleh
Hikmat
Kebijaksanaan
Dalam
Permusyawaratan/Perwakilan ditengarai berasal dari semangat demokrasi Minangkabau,
yang mana rakyat/masyarakatnya hidup di tengah-tengah permusyawaratan yang terwakilkan.
Harta pusaka

Dalam budaya Minangkabau terdapat dua jenis harta pusaka, yakni harta pusaka tinggi dan
harta pusaka rendah. Harta pusaka tinggi merupakan warisan turun-temurun dari leluhur yang
dimiliki oleh suatu keluarga atau kaum, sedangkan harta pusaka rendah merupakan hasil
pencaharian seseorang yang diwariskan menurut hukum Islam.
Harta pusaka tinggi adalah harta milik seluruh anggota keluarga yang diperoleh secara turun
temurun melalui pihak perempuan. Harta ini berupa rumah, sawah, ladang, kolam, dan hutan.
Anggota kaum memiliki hak pakai dan biasanya pengelolaan diatur oleh datuk kepala kaum.
Hak pakai dari harta pusaka tinggi ini antara lain; hak membuka tanah, memungut hasil,
mendirikan rumah, menangkap ikan hasil kolam, dan hak menggembala.
Harta pusaka tinggi tidak boleh diperjualbelikan dan hanya boleh digadaikan. Menggadaikan
harta pusaka tinggi hanya dapat dilakukan setelah dimusyawarahkan di antara petinggi kaum,
diutamakan di gadaikan kepada suku yang sama tetapi dapat juga di gadaikan kepada suku
lain.

Tergadainya harta pusaka tinggi karena empat hal:

Gadih gadang indak balaki (perawan tua yang belum bersuami)

Jika tidak ada biaya untuk mengawinkan anak wanita, sementara umurnya sudah telat.

Mayik tabujua di ateh rumah (mayat terbujur di atas rumah)

Jika tidak ada biaya untuk mengurus jenazah yang harus segera dikuburkan.

Rumah gadang katirisan (rumah besar bocor)

Jika tidak ada biaya untuk renovasi rumah, sementara rumah sudah rusak dan lapuk sehingga
tidak layak huni.

Mambangkik batang tarandam (membongkar kayu yang terendam)

Jika tidak ada biaya untuk pesta pengangkatan penghulu (datuk) atau biaya untuk
menyekolahkan seorang anggota kaum ke tingkat yang lebih tinggi.
Kontroversi Hukum Islam
Menurut hukum Islam, harta haruslah diturunkan sesuai dengan faraidh yang sudah diatur
pembagiannya antara pihak perempuan dan laki-laki. Namun di Minangkabau, seluruh harta
pusaka tinggi diturunkan kepada anggota keluarga perempuan dari garis keturunan ibu. Hal
ini menimbulkan kontoversi dari sebagian ulama.
Ulama Minangkabau yang paling keras menentang pengaturan harta pusaka tinggi yang tidak
mengikuti hukum waris Islam adalah Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Syeikh Tahir
Jalaluddin Al-Azhari, dan Agus Salim. Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, imam dan
khatib Masjidil Haram Mekkah, menyatakan bahwa harta pusaka tinggi termasuk
hartasyubhat sehingga haram untuk dimanfaatkan. Dia konsisten dengan pendapatnya itu dan
oleh sebab itulah ia tidak mau kembali ke ranah Minang. Sikap Abdul Karim Amrullah
berbeda dengan ulama-ulama di atas. Dia mengambil jalan tengah dengan memfatwakan
bahwa harta pusaka tinggi termasuk kategori wakaf, yang boleh dimanfaatkan oleh pihak
keluarga namun tidak boleh diperjualbelikan.
Pada hakikatnya, harta pusaka tinggi merupakan amanah dari leluhur yang tidak diketahui
siapa pemilik aslinya, dan diwasiatkan berdasarkan garis keturunan ibu. Jika harta ini
diwariskan layaknya harta pusaka rendah atau warisan biasa, tentu harus jelas siapa yang
mewariskannya. Itulah alasan logis harta pusaka tinggi tidak diperbolehkan untuk diwarisi
oleh ayah.

NILAI TRADISI
A.Tradisi Pernikahan Minangkabau
Berikut beberapa tradisi dan upacara adat yang biasa dilakukan baik sebelum maupun setelah
acara pernikahan:
1. Maresek
Maresek merupakan penjajakan pertama sebagai permulaan dari rangkaian tatacara
pelaksanaan pernikahan.
2. Meminang dan Bertukar Tanda
Keluarga calon mempelai wanita mendatangi keluarga calon mempelai pria untuk meminang.
3. Mahanta / Minta Izin
4. Babako - Babaki
5. Malam Bainai
6. Manjapuik Marapulai
7. Penyambutan di Rumah Anak Daro
8. Tradisi seusai akad nikah
Ada lima acara adat Minang yang lazim dilaksanakan seusai akad nikah. Yaitu memulang
tanda, mengumumkan gelar pengantin pria, mengadu kening, mengeruk nasi kuning dan
bermain coki.

B.Tradisi Balimau
Balimau adalah satu kata yang mengandung satu kegiatan tradisi yang bernuansa religious di
Minangkabu pada masa dahulu hingga sekarang. Biasanya tradisi ini dilakukan selang satu hari
menjelang datangnya bulan Ramadhan. BALIMAU dalam terminologi orang minang adalah
mandi menyucikan diri (mandi wajib, mandi junub) dengan limau (jeruk nipis), ditambah ramuan
alami beraroma wangi dari daun pandan wangi, bunga kenanga, dan akar tanaman gambelu,
yang semuanya direndam dalam air suam-suam kuku. Lalu, dibarutkan (dioleskan) ke kepala.
"Ramuan tradisional untuk balimau tersebut adalah warisan turun-temurun sejak dulunya, sejak
puluhan

tahun

lalu

bahkan

konon

sejak

ratusan

tahun

lalu.

C.tradisi tabuik

Festival Tabuik merupakan salah satu tradisi tahunan di dalam masyarakat Pariaman. Festival
ini telah berlangsung sejak puluhan tahun lalu dan diperkirakan telah ada sejak abad ke-19
masehi. Perhelatan tabuik merupakan bagian dari peringatan hari wafatnya cucu Nabi
Muhammad SAW, yaitu Hussein bin Ali yang jatuh pada tanggal 10 Muharram. Sejarah
mencatat, Hussein beserta keluarganya wafat dalam perang di padang Karbala.
Tabuik sendiri diambil dari bahasa arab tabut yang bermakna peti kayu. Nama tersebut
mengacu pada legenda tentang kemunculan makhluk berwujud kuda bersayap dan berkepala
manusia yang disebut buraq. Legenda tersebut mengisahkan bahwa setelah wafatnya sang
cucu Nabi, kotak kayu berisi potongan jenazah Hussein diterbangkan ke langit oleh buraq.

Berdasarkan legenda inilah, setiap tahun masyarakat Pariaman membuat tiruan dari buraq
yang sedang mengusung tabut di punggungnya.
D.Kelahiran
Pada beberapa Nagari ada kebiasan sebelum mengadakan upacara kelahiran harusmelaksanakan upacara
kehamilan lebih dahulu. Dengan demikian rangkaian upacara kelahiranadalah sebagai berikut :
1.Saat kehamilan berumur enam bulan dilakukan dilakukan upacara membubur, yang manakeluarga wanita
hamil membuat bubur dari tepung beras, labu, gula saka dan kelapamuda..
2.Setelah bayi berusia 40 hari, dilaksanakam upacara Turun Mandi di tepian sungai.Upacara selanjutnya
adalah pemotongan rambut bayi, yang disebut memotong
gambak
.Rambut yang sudah dipotong ditimbang dan diganti dengan emas seberat rambut tersebut,yang dibayarkan
kepada orang yang memotong rambut bayi.
3.Ketika bayi berumur tiga bulan, dia dan ibunya dijemput untuk bermalam oleh kerabat(bako-bako)nya
untuk beberapa hari. Kemudian mereka diantar pulang dengan dibekalimacam-macam bawaan, seperti
perhiasan, uang, atau binatang ternak.
E.Kematian
Apabila seseorang sedang menghadapi saat kematian, maka seluruh keluarga dankerabatnya berkumpul
untuk menemani saat terakhir, dan saling memaafkan agar semuakesalahan yang dibuat orang yang akan
meninggal tidak akan memberatkannya di alam kubur.Mereka yang hadir membimbingnya membaca ayatayat AlQuran, atau jika dia sudah tidak mampu lagi seseorang akan membisikkannya
F.Tulak Bala
G.Marihimin
Merupakan upacara permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk
mendapatkankeselamatan dan di jauhkan dari segala petaka.
H. Mangido Ubat Nieme
Nama upacara ini berasal dari bahasa Tapanuli yang berarti meminta obat padi, yangmaksudn
ya untuk memohon kesuburan bagi tanaman padi.
I. Manogeh Tombang
Merupakan upacara dalam kaitannya dengan menambang.
J.Tatau
Adalah sejenis upacara pengobatan dalam rangka membuka hutan untuk areal persawahan atau ladang,
dengan mengusir makhluk halus agar tidak menganggu pekerjaan.
K. Parahu Turun Ka Lauik
Maksud penyelenggaraan upcara ini adalah memohon pertolongankepada Tuhan Yang Maha Esa agar diberi
keselamatan selama melakukan pelayaran sertamemperoleh hasil seperti yang diharapkan.
L. Malaimaui Pasie
Upacara ini diselenggarakan sebelum mereka turun ke laut, yaitu denganmenyirami bendabenda yang akan dibawa dan perahu-perahu dengan air yang telah dicampur dengan kulit
jeruk/limau, bunga-bungaan, dan daun-daunan.

KESENIAN MINANGKABAU

TARIAN

1. TARI PIRING
Tarian ini merupakan tarian gerak cepat dengan para penari
memegang piring di tapak tangan mereka, diiringi dengan lagu yang
dimainkan oleh talempong dan saluang.
2. TARI INDANG MINANGKABAU
Asal usul tari indang adalah dari kata Indang atau disebut juga
badindin, salah satunya. Tarian ini sesungguhnya suatu bentuk sastra
lisan yang disampaikan secara berkelompok sambil berdendang dan
memainkan rebana kecil.
3. TARI PAYUNG
Tari payung menggambarkan kasih sayang seorang kekasih yang
dilambangkan dengan melindungi dengan payungnya.Tari payung
memang merupakan tari pergaulan muda-mudi sehingga dibawakan
secara berpasang-pasangan.
4. TARI PASAMBAHAN MINANG
Asal usul Tari Pasambahan adalah dimaksudkan sebagai ucapan
selamat datang dan ungkapan rasa hormat kepada tamu yang datang.
5. TARI RANDAI
Randai adalah pertunjukan teater khas Minangkabau yang merupakan
gabungan dari seni peran, seni tari, seni musik dan seni beladiri.
Biasanya pertunjukan randai diadakan di lapangan terbuka di kampung
kampung. Hampir seluruh nagari di kabupaten Solok dan juga
Sumatera Barat memiliki kelompok randai

Arsitektur

1.Masjid

Raya Sumatera Barat

Literasi

Aksara

Minangkabau

Pada

abad ke-20,
sastrawan
Minangkabau
merupakan
tokohtokoh utama
dalam
pembentukan
bahasa dan sastra Indonesia. Lewat karya-karya mereka berupa novel, roman, dan
puisi, sastra Indonesia mulai tumbuh dan berkembang. Sehingga novel yang beredar luas
dan menjadi bahan pengajaran penting bagi pelajar di seluruh Indonesia dan Malaysia,
adalah novel-novel berlatarbelakang budaya Minangkabau. SepertiTenggelamnya Kapal
Van der Wijck, Merantau ke Deli dan Di Bawah Lindungan Ka'bah karya Hamka, Salah
Asuhan karya Abdul Muis, Sitti Nurbayakarya Marah Rusli, dan Robohnya Surau
Kami karya Ali Akbar Navis. Budaya literasi Minangkabau juga melahirkan tokoh
penyair seperti Chairil Anwar, Taufiq Ismail dan tokoh sastra lainnya Sutan Takdir
Alisjahbana.

Pantun dan pepatah-petitih


Dalam masyarakat Minangkabau, pantun dan pepatah-petitih merupakan salah satu
bentuk seni persembahan dan diplomasi yang khas. Pada umumnya pantun dan pepatahpetitih menggunakan bahasa kiasan dalam penyampaiannya.Sehingga di Minangkabau,
seseorang bisa dikatakan tidak beradat jika tidak menguasai seni persembahan. Meski
disampaikan dengan sindiran, pantun dan pepatah-petitih bersifat lugas.
Contoh:
1. Anak dipangku, kamanakan dibimbiang (Artinya : anak diberikan nafkah dan
disekolahkan, serta kemenakan dibimbing untuk menjalani kehidupannya)
2. Duduak marauk ranjau, tagak meninjau jarak (Artinya : hendaklah mengerjakan halhal yang bermanfaat, dan jangan menyia-nyiakan waktu)

3. Dima rantiang dipatah, disinan sumua digali (Artinya : dimana kita tinggal, hendaklah
menjunjung adat daerah setempat)

Ukiran
Masyarakat Minangkabau sejak lama telah mengembangkan seni budaya berupa ukiran,
pakaian, dan perhiasan. Seni ukir dahulunya dimiliki oleh banyak nagari di Minangkabau.
Namun saat ini seni ukir hanya berkembang di nagari-nagari tertentu, seperti Pandai
Sikek. Kain merupakan media ukiran yang sering digunakan oleh masyarakat Minang.
Selain itu ukiran juga banyak digunakan sebagai hiasan Rumah Gadang.

Bela diri
Pencak Silat adalah seni bela diri khas masyarakat Minangkabau yang diwariskan secara
turun temurun dari generasi ke generasi. Pada mulanya silat merupakan bekal bagi
perantau untuk menjaga diri dari hal-hal terburuk selama di perjalanan atau di
perantauan. Selain untuk menjaga diri, silat juga merupakan sistem pertahanan nagari
(parik paga dalam nagari).

Musik
Budaya Minangkabau juga melahirkan banyak jenis alat musik dan lagu. Di antara alat
musik khas Minangkabau adalah saluang, talempong, rabab, serta bansi. Keempat alat
musik ini biasanya dimainkan dalam pesta adat dan perkawinan. Kini musik Minang
tidak terbatas dimainkan dengan menggunakan empat alat musik tersebut. Namun juga
menggunakan istrumen musik modern seperti orgen, piano, gitar, dan drum. Lagu-lagu
Minang kontemporer, juga banyak yang mengikuti aliran-aliran musik modern seperti
pop, hip-hop, dan remix.

SENJATA KHAS MINANGKABAU


1. Senjata Tradisional Sumatera Barat - Karih
Karih adalah senjata tradisional dari Sumatera Barat seperti keris hanya saja bentuk karih
tidak berlekuk seperti halnya keris yang kita kenal dari pulau Jawa. Akan tetapi Jika masih
berada dalam sarungnya, sekilas bentuk keris Sumatera Barat ini mirip keris Jawa;
pegangannya berlekuk sedikit dengan ukiran di bagian sarungnya. Bagian sarungnya agak
sedikit menyempit di bagian atas dekat ujungnya.

2. Senjata Tradisional Sumatera Barat - Kerambik


Senjata Tradisional dari Sumatera Barat selanjutnya adalah Karambit. Kerambit disebut juga
dengan Karambiak, Kurambiak. Kerambit adalah senjata tradisional Sumatera Barat yang
berjenis pisau genggam kecil berbentuk melengkung dari Indonesia yang telah mendunia.
Bahkan senjata ini di produksi secara masal oleh produsun-produsen senjata dunia, dan
menjadi senjata wajib personel US Marshal. Senjata ini termasuk senjata berbahaya karena
dapat digunakan menyayat maupun merobek anggota tubuh lawan secara cepat dan tidak
terdeteksi.

3. Senjata Tradisional Sumatera Barat -Ruduih


Ruduih merupakan salah satu senjata tradisional sejenis golok yang berasal dari budaya
masyarakat Minang, Sumatra Barat. Pada masa lampau Keberadaan senjata tradisional
ruduih ini dipergunakan dalam peperangan dan tercatat di dalam Museum Perjuangan
Tridaya Eka Dharma, sebagai senjata yang digunakan dalamperang Manggopoh (1908).

F.MITOS DALAM MINANGKABAU


1.Orang Bunian
Orang Bunian atau sekedar Bunian adalah mitos sejenis makhluk halus dari wilayah
Minangkabau, Sumatera Barat, Indonesia. Berdasarkan mitos tersebut, orang bunian
berbentuk menyerupai manusia dan tinggal di tempat-tempat sepi, di rumah-rumah kosong
yang telah ditinggalkan penghuninya dalam waktu lama. Orang Bunian juga kadang-kadang
dikaitkan dengan istilah dewa di Minangkabau, pengertian "dewa" dalam hal ini sedikit
berbeda dengan pengertian dewa dalam ajaran Hindu maupun Budha. "Dewa" dalam istilah
Minangkabau berarti sebangsa makhluk halus yang tinggal di wilayah hutan, di rimba, di
pinggir bukit, atau di dekat pekuburan.

2.Batu Batikam
Jika liburan ke Sumatera Barat, datanglah ke Batusangkar untuk melihat Batu Batikam.
Sesuai namanya, inilah batu berbentuk segitiga dengan lubang tikaman di tengahnya.
Mitosnya,
batu
itu
berlubang
karena
ditikam
keris.
Pada salah satu penanda yang dibuat dinas setempat di situs Batu Batikam, menyebutkan
bahwa menurut kepercayaan tradisional Minangkabau, Batu Batikam ini berlubang karena
ditikam oleh Datuak Parpatih Nan Sabatang yang berselisih paham dengan saudara tirinya
yang bernama Datuak Katamanggungan.

3.Palasik

Diantara kisah-kisah mistis di Minangkabau seperti gasiang tangkurak,


cindaku, sijundai, urang bunian dan lain lain, palasik adalah mitos dan
mistis yang masih top sampai sekarang. Menurut cerita yang berkembang
secara turun temurun di Minangkabau, palasik adalah orang yang memiliki
ilmu hitam tingkat tinggi dan dengan ilmunya ini palasik dipercaya dapat
menghisap darah anak-anak, balita bahkan janin yang berada di dalam
kandungan.

4.Batu Angkat
Menurutnya(masyarakat minangkabau), batu berbentuk kura-kura tersebut hanya sebagai
media untuk meminta dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Untuk mengangkat batu, terlebih
dulu harus berwudu sesuai dengan ajaran Islam. Lalu berdoa kepada Tuhan meminta apa
yang diinginkan, misalnya jodoh. Kemudian, badan membungkuk dan tangan kanan dan kiri
menarik batu ke atas pangkuan. Kalau bisa ditarik ke pangkuan, maka apa yang diminta akan
terkabul. Percaya atau tidak, itu pilihan Anda.

5.Ikan Sungai Janiah

Tidak ada orang yang bernai menagkap ikan di kolam ini sebab takut akan kutukan ikan sakti
yakni siapa saja yang memakan kan sakti di kolam ini akan tertipa musibah. Asal mula ikan
yang ada di Sungai Janiah dari penjelmaan anak manusia dan anak jin yang telah dikutuk
oleh Tuhan, karena kedua makhluk yang berlainan alam ini telah melanggar janji yang telah
mereka sepakati.

6.Bukit Tambun Tulang


Bukit Tambun Tulang ini juga kisah legenda yang bertempat di sekitar jalan yang
menghubungkan Kayu Tanam dengan Padang Panjang melintasi Bukit Barisan. Konon dulu
kala, terdapat sebuah bukit yang penuh dengan tulang belulang manusia. Kisah ini
menceritakan sulitnya orang dari pesisir untuk menuju pusat negeri Minangkabau, karena
harus mendaki bukit, kemudian dirampok dan dibunuh di sebuah bukit yang dinamakan
"Tambun Tulang".

7.Batu Malin Kundang


Batu malin kundang Batu Malin Kundang adalah sebuah batu yang menyerupai manusia
tertelungkup di tanah di Pantai Air Manis, Padang, Sumatera Barat. Menurut masyarakat
sekitar, batu tersebut diyakini sebagai Malin Kundang yang telah dikutuk oleh ibunya untuk
menjadi batu karena bersikap durhaka. Kebenaran legenda tersebut diragukan apakah nyata
atau tidak.

G.KULINER MINANGKABAU
1.Kacimuih,

Gurihnya

Singkong

Dengan

Taburan

Kelapa

2.Gulai Gajeboh, Nikmatnya Kuliner Khas Padang

3.Asem Pandeh Daging, Sajian Daging Asam Pedas Khas Minang

4.Lompong Sagu, Kue Khas Minang yang Mulai Langka

5.Teh Talua, Sajian Nikmat Pemulih Stamina

6. Ikan Balado

7. Sate Padang

8. Gulai Itiak

9. Karupuak Sanjai

10. Gulai Paku

11. Kalio Dagiang

12. Dendeng Balado

13. Soto Padang

14. Rendang

Kelezatan masakan yang satu ini sepertinya sudah mendunia. Rendang adalah sebuah menu yang
wajib ada di setiap Restoran Padang. Masakan ini kelezatannya bahkan sudah diakui kelezatannya

oleh kalangan internasional, bahkan beberapa waktu yang lalu dicantumkan ke dalam
daftar masakan paling enak di dunia versi CNN.
Rendang terbuat dari daging sapi yang dimasak bersama kuah santan dan bumbu-bumbu khas
Padang lainnya. Menyantap masakan ini ditemani dengan sepiring nasi hangat dan segelas es teh
adalah salah satu hal paling nikmat yang bisa dirasakan di Indonesia.

15.Rendang Lokan

16.Dendeng Batokok
17.Gulai Tunjang
18. Gulai Toco
19.Gulai itiak
20.Gulai banak
21.Gulai kambiang
22.Gulai manih
23.Gulai pucuak ubi
24.Gulai asin padeh
25.Pangek masin
26.Pangek padeh
27.Pical
28.Dadiah
29.Lamang
30.Lamang tapai
31.Katupek pitalah

32.Katan durian
33.Katan sarikayo
34.Bubur kampiun
Bubur kampiun adalah perpaduan dari berbagai bubur yg ada di Sumatra Barat , terdiri
dari : bubur kacang ijo, kolak pisang, bubur ketan hitam, ketan sarikayo, lupis.

35.Bubur kacang Padi


36.Kolak kundua
37.Bubua cino
38.Galamai
39.Wajik
40.Kipang kacang
41.Bareh randang
42.Rakik maco
43.Karupuak balado
44.Karupuak jangek
45.Karak kaliang
46.Palai rinuak
47.Pergedel jaguang
48.Pensi
49.Sarabi
50.Kue putu
51.Bika
52.Sarang balam
53.Lamang limo kaum
54.Dakak-dakak
55.Kue sapik

56.Pinyaram
57.Lapek bugih
58.Batiah
59.Es tebak
Es Tebak adalah es campur Minang yg terdiri dari : potongan nangka , kolang kaling, cincau,
kelapa muda, tape singkong dan TEBAK itu sendiri , yg dibuat dari campuran tepung beras
yg dimasak seperti cendol dan dibentuk seperti mie . Disiram dengan kuah santan yg legit ,
ditambah sirop merah dan susu kental manis dan Es serut diatasnya.

60.Es campua
61.Jus pinang

G.Tempat Wisata
1.DANAU SINGKARAK

Danau Singkarak, dengan luas sekitar 108 km2 ini merupakan danau terluas kedua di Pulau
Sumatera, setelah Danau Toba di Sumatera Utara. Membentang di antara Kota Solok dan
Kota Padang Panjang, Danau Singkarak menawarkan keindahan panorama alam kombinasi
dari hijaunya pegunungan dan birunya hamparan air danau.
Di dalamnya hidup sekitar 19 spesies ikan, namun satu diantaranya merupakan spesies
istimewa, yakni ikan Bilih/Biko (Mystacoleusus padangensis Blkr), sebab hanya hidup di
danau ini. Olahan ikan bilih biasanya digoreng kering atau dicocol dengan sambal hijau.
Pastikan kita membeli oleh-oleh ikan bilih yang telah digoreng kering dalam bungkusan
untuk dibawa pulang.
Tour De Singkarak merupakan even tahunan balap sepeda resmi yang diselenggarakan
oleh Union Cycliste International sejak tahun 2009. Melalui even tersebut nama Singkarak,
termasuk Danau Singkarak mendunia.

2.DANAU MANINJAU

Danau yang terletak sekitar 35 km dari Kota Bukkittinggi ini berkaitan erat dengan
kisah Bujang Sembilan. Danau ini dapat dicapai dengan melintasi jalan berkelok yang
terkenal dengan sebutan kelok ampek-ampe (empat puluh empat kelokan). Aktivitas yang
dapat dilakukan di tempat wisata inih, antara lain: menjelajahi daerah yang indah dengan
mengayuh sepeda gunung, atau sepeda motor, atau melakukan petualangan yang santai:
jelajahi danau dengan kano.

3.DANAU ATAS BAWAH

Danau Atas Bawah atau juga dikenal dengan sebutan Danau Kembar, terletak di Desa
Simpang, Kecamatan Lembayang Jaya, Kabupaten Solok. Berjarak sekitar 56 km dari Kota
Padang, dan 47 km dari Kota Solok. Bila kita dari Padang menuju Alahan Panjang kita akan
diantara kedua danau tersebut. Bila kita melihat ke sebelah Kanan kita akan melihat Danau
Di Atas dan sebelah kiri kita adalah Danau di Bawah. Asal muasal dari Danau Atas Bawah
ini, berkaitan dengan legenda Niniak Gadang Bahan (Kakek Tua bertubuh tinggi besar,
dengan senjata kampak besar).

4.PULAU CUBADAK

Pulau Cubadak terletak di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, 40 kilometer di


sebelah selatan Kota Padang , tepatnya di Kawasan Wisata Mandeh (Mande Resort), dengan

luas 705 Ha dan dikenal dengan nama Pincuran Talu. Dapat dicapai dengan kapal dari Pantai
Kota Painan Carocok. Pulau Cubadak terdiri dari hutan di mana berbagai jenis satwa hidup,
dan hanya didiami beberapa keluarga nelayan dan dikelilingi batu karang. Pulau Cubadak
memiliki panorama alam yang sangat indah dengan pasirnya yang putih bersih, dan di
sekitarnya terdapat beberapa teluk, batu dan tanjung.
5.PULAU SIKUAI

Pulau Sikuai merupakan sebuah obyek wisata yang terletak di Kepulauan Mentawai,
Sumatera Barat dengan luas wilayah sekitar 40 hektar. Pulau Sikuai memiliki pemandangan
alam yang masih alami, perpaduan antara keindahan laut dengan segala isinnya, pulau dan
hutan yang masih terjaga kelestariannya. Laut di Pulau Sikuai memiliki ombak yang cukup
tenang dan memiliki air yang jernih sehingga sangat cocok digunakan untuk aktivitas pantai
seperti snorkeling untuk menyaksikan keindahan bawah laut. Berbagai biota laut seperti
terumbu karang dan hewan serta aneka binatang yang hidup di laut seperti ikan-ikan hias
yang bermacam-macam jenisnya bisa kita temui saat menjelajahi bawah laut Pantai Sikuai.
Jika ingin bersepeda, dipulau ini juga menyediakan menyewaan sepeda yang sudah disiapkan
oleh penduduk setempat. Selain berjalan-jalan di sepanjang pantai, kita juga bisa berjalanjalan mengelilingi pulau. Terkadang akan kita jumpai biawak dan monyet saat kita berjalan
menikmati keindahannya. Sore hari merupakan saat-saat yang paling di tunggu oleh
wisatawan yang ada di Pulau Sikuai, sebab pada sore hari saatnya menyaksikan sunset.

6.PANTAI AIE MANIH

Pantai Aie Manih atau dalam bahasa Indonesia artinya air manis, berada di kecamatan
Padang Selatan, Kota Padang, Sumatera Barat, Indonesia. Kurang lebih 15 km arah selatan
Kota Padang atau dibalik Gunung Padang. Pantai Aie Manih terkenal luas dan landai, ketika
pasang surut, wisatawan dapat mencapai Pulau Pisang Ketek yang letaknya kurang lebih 200
m di depannya dengan berjalan kaki saat pasang surut. Pantai Aie Manih sangat populer
dikalangan masyarakat Sumatera Barat karena cerita rakyat Malin Kundang yaitu tentang
seorang anak yang durhaka kepada ibunya akhirnya ia dikutuk oleh ibunya sendiri menjadi
batu. Hingga sekarang batu tersebut masih terdapat di pantai ini, meskipun bentuknya sudah
tidak jelas lagi karna dimakan usia.

7.PANTAI CAROCOK

Pantai carocok ini Terletak disebelah barat kota Painan, berjarak kira-kira 2 km dari Pasar
Painan. Pantai ini Sangat Terkenal di Sumatera Barat Maupun Indonesia, menurut sebagian
orang, Pantai Carocok ini tidak kalah dari Pantai Semenanjung Kra di Malaysia atau Pantai
Sanur di Bali. Waktu yang paling indah di pantai Carocok Painan adalah disaat matahari akan
tengelam, Panorama Jingga Sunset yang memantul diatas Permukaan Samudera Indonesia
Sangat Bagus disaksikan disini.
Dalam kawasan Objek Wisata Pantai Carocok Painan ini Juga terdapat sebuah Pulau Batu
Karang yang tersambung dengan ujung Bukit Langkisau.Yaitu Pulau Batu Kareta. Dahulu
Pulau Batu Kareta dapat dicapai hanya Pada saat air laut Surut, akan tetapi sejak dibangunnya
Jembatan oleh Pihak Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Pulau Batu Kareta ini dapat
dicapai kapan saja karna sudah terintegrasi dengan jembatan.
Tidak itu saja sekitar 200 meter Kebarat Pantai carocok ini terletak sebuah pulau kecil yang
bersejarah,yaitu Pulau Cingkuak. Dipulau ini dapat kita jumpai bekas-bekas Reruntuhan
Benteng Portugis. Menurut Sejarah Pertama kali Portugis menjejakan kakinya di Pesisir
Pulau Sumatera adalah di Pulau Cingkuk ini. Pulau kecil yang berpasir putih dan berair
sangat bersih serta sangat tenang ini sangat ramai dikunjungi orang untuk berwisata terutama
pada saat hari libur.Berbagai kegiatan dapat dilakukan di pulau cingkuk ini mulai dari mandi
air laut , Snorkling sampai memancing dapat dilakukan di sana.
Untuk mencapai pulau ini tidak susah,anda cukup berdiri di ujung jembatan wisata pantai
Carocok Painan yang Berada dihadapan Pulau Cingkuk, Beberapa orang tukang perahu

bermesin tempel akan menghampiri anda, menawarkan jasanya untuk mengantarkan anda Ke
Pulau Cingkuk.

8.PANTAI PADANG

Pantai Padang, atau masyarakat setempat menyebutnya dengan Taplau (Tapi


Lauik) merupakan salah satu tujuan wisata di Kota Padang. Pada malam hari di sana akan
ramai dikunjungi para muda mudi, sekedar kongkow, nongkrong sambil menikmati jagung
atau pisang bakar. Di pantai yang tidak memiliki pasir ini, terdapat area bermain anak-anak
sehingga sangat cocok untuk keluarga yang mempunyai anak kecil.

9.PANTAI PASIR JAMBAK

Pantai Pasir Jambak terletak 17 km dari kota Padang. Pantai Pasir Jambak adalah salah satu
tempat wisata di Padang yang paling disukai oleh para muda-mudi karena panorama yang
ditawarkannya begitu indah dan romantis, terutama pada saat matahari terbenam.
10.PANTAI NIRWANA

Pantai Nirwana berlokasi sekitar 14 km di sebelah selatan Kota Padang. Pantai yang
berlokasi tidak jauh dariPelabuhan Teluk Bayur ini adalah salah satu tempat wisata di Padang
yang paling disukai wiusatawan, karena selain jaraknya dekat, akses yang mudah,
panoramanya yang indah bisa membuat fresh. Waktu terbaik untuk berkunjung ke Pantai
Nirwana adalah pada sore hari, karena dengan begitu Anda akan dapat menikmati indahnya
sunset, kemudian dilanjutkan dengan pemandangan lampu sorot dari Pelabuhan Teluk Bayur.

11.PANTAI BUNGUS

Pantai Bungus terletak di Teluk Bungus yang tenang, kurang lebih 20 km sebelah selatan Padang.
Pantai ini mudah dicapai dengan transportasi darat. Pemandangan alamnya indah nian. Bukit-bukit
yang mengelilingi pantai tampak seperti menara pandang ke arah laut lepas. Air lautnya hangat dan
aman untuk berenang.
Bila ingin bersantai, kita bisa duduk di tepi pantai sambil menikmati matahari terbenam di teluk yang
menakjubkan ini. Duduk-duduk di bawah pohon kelapa yang rindang di sekitar pantai juga
mengasyikkan, menyaksikan aktivitas nelayan menangkap ikan, apalagi sambil menyantap makanan
laut (seafood) dan hidangan lainnya di restoran-restoran yang bertebaran di tepi pantai. Ada satu
kegiatan yang juga sering dilakoni para pelancong di Pantai Bungus, yaitu memancing. Sungguh
nikmat. Suasana hening ditingkahi deburan ombak akan memberikan kenikmatan tersendiri bagi
wisatawan.

12.PANTAI GANDORIAH

Pantai Gandoriah berjarak sekitar 60 km dari Kota Padang. Pantai ini memiliki

hamparan pasir putih yang dibalut hembusan angin sepoi serta gugusan pulaupulau kecil. Pengunjung yang datang ke Pantai Gandoriah betah berlama-lama
menikmati keindahan pantai sambil mencicipi makanan ringan yang dijajakan
pedagang yang banyak ditemui di sekitar objek wisata kebanggaan orang
Pariaman ini

13. Lobang Jepang

Lubang Jepang ini merupakan peninggalan bangunan berupa gua bawah tanah yang
digunakan bangsa Jepang untuk tempat pertahanan serdadu Jepang. Lubang Jepang ini
didirikan pada masa Jepang di tahun 1942-1945. Pada saat Jepang menjajah bangsa
Indonesia, pembangunan Lubang Jepang yang dilakukan dengan cara Romusa atau kerja
paksa.
Lubang Jepang tersebut selain digunakan untuk pertahanan serdadu Jepang, disini juga

digunakan untuk penyimpanan senjata serta amunisinya, bukan itu saja kegiatan seperti rapat
para tentara Jepang dilakukan disini. Bangsa Jepang juga melakukan masak di Lubang
Jepang ini. Disini juga digunakan bangsa Jepang untuk memenjarakan dan menyiksa tahanan
perang.

14. Janjang Koto Gadang

Melihat kemegahan Great Wall tak perlu jauh-jauh ke China. Kota Bukittinggi di
Sumatera Barat juga punya, Janjang Koto Gadang namanya. Inilah tempat wisata baru di
Sumatera Barat yang membawa Anda serasa di Tembok China.

Janjang Koto Gadang menghubungkan kawasan Bukittinggi dan Agam. Dilongok dari situs
resmi Pemerintah Sumatera Barat, Kamis (25/7/2013), objek baru ini menambah ikon bagi
pariwisata di Sumatera Barat.

15. Lembah Harau

Lembah Harau ini terlatak dekat dengan kota Payahkumbuh, dan lembah ini diapit oleh dua
bukit cadas yang terjal dengan ketinggian lebih kurang 150 meter. Bentuk topografi dari
Lembah Harau berbukit dan bergelombang, sangat menyenangkan saat berada di sekitaran
Lembah Harau karena masih mempunyai udara yang bersih dan pengunjung dapat melihat
keindahan alam.

Konon kabarnya tempat yang dapat menghasilkan gema sempurna hanya ada satu di dunia
yaitu Lembah Echo, dan juga Lembah Harau mempunyai keindahan alam yang cetar
membahana sehingga dijadikan sebagai rute baru dalam lomba sepeda Tour de Singkarak.
Lembah Harau dapat anda masukkan dalam salah satu list objek wisata dalam agenda liburan
anda.

16. Lembah Anai

Lembah Anai terletak di Nagari Singgalang Kecamatan X Koto persisnya di jalan raya
Padang-Bukittinggi. Lembah Anai terkenal dengan objek wisata air terjunnya. Air terjun yang
berketinggian sekitar 35 meter ini, merupakan bagian dari aliran Sungai Batang Lurah Dalam
dari Gunung Singgalang yang menuju daerah patahan Anai. Air terjun ini berada di bagian
barat Cagar Alam Lembah Anai.Airnya sangat jernih mengalir menyusuri perbukitan menuju
lereng dan mengalir terus melewati jalan yang berkelok-kelok dengan pemandangan yang
indah. Di sebelah kanan dan kiri jalan anda dapat menyaksikan lembah dan bukit yang
menghijau ditumbuhi aneka pohon. Di sepanjang jalan menuju Air Terjun Lembah Anai anda
juga dapat menyaksikan monyet-monyet yang berkeliaran seakan-akan dengan senang hati
menyambut kehadiran para wisatawan yang datang dari jauh.

17. Lubang Mbah Soero

Lubang tambang Mbah Soero adalah lubang pertama yang dibuka pada 1898. Lubang
tersebut dinamakan demikian sebab dulunya yang mengawasi adalah Mandor Soero. Ia
disegani oleh buruh dan masyarakat sekitar.

Karena nilai sejarahnya tinggi, mulai 2007 lubang tambang tersebut terbuka untuk
wisatawan. Selain itu, ada pula galeri foto dan pemutaran film tentang sejarah tambang. Di
akhir kunjungan, wisatawan yang berkunjung akan memperoleh sertifikat.

18. Kepulauan Mentawai


Kepulauan Mentawai adalah Sebuah kepulauan yang terletak di Kabupaten Mentawai
Provinsi SumateraBarat. Kepulauan Mentawai meliputi 4 pulau besar yakni Pulau
Sipora, Pulau Siberut, Pulau Pagai Utara, dan Pulau Pagai Selatan. Siberut adalah pulau
terbesar, serta satu-satunya Pulau yang memiliki layanan pelayaran reguler yang
menghubungkan Siberut dengan Pulau Sumatera terutama Padang. Sebagai sebuah pulau
terbesar pusat kota dan administrasi mentawai juga terdapat di Pulau ini tepatnya di kota
Tuapejat yang letaknya berada di Sebelah Utara.

Pulau-pulau di Mentawai tersebut merupakan puncak dari suatu punggung rangkaian


pegunungan di bawah laut. Selain itu lokasi pulau-pulaunya juga berada di lepas
pantai Provinsi Sumatera Barat dan di kepung oleh Samudera Hindia yang luas.
Keberadaan kepulauan Mentawai yang berada di tengah lautan luas tersebut, membuat
pantai-pantai di Mentawai terkenal memiliki pasir yang bersih serta pemandangan yang
indah,

sementara

ombaknya

juga

bagus

terutama

untuk

selancar

Tercatat tidak kurang dari 400 titik surfing berada di kepulauan Mentawai, dari mulai ombak
yang sedang sampai ombak yang paling menantang yang di cari peselancar dunia. Wajar
kiranya jika di pantai-pantai yang memiliki ombak yang bagus tersebut sering diadakan even
selancar tingkat dunia, yang semakin mengenalkan nama Mentawai ke mancanegara. Desa
bosua adalah salah satu diantara tujuan selancar yang terkenal di dunia ombak di desa Bosua
mencapai 3 meter sehingga cocok untuk siapapaun yang suka menantang adrenalin, tetapi
hati-hati dengan pantainya yang agak berkarang. Desa Bosua bisa di tempuh dengan
menggunakan speedboat dari ibukota kabupaten yakni Tuapejat dan memakan waktu sekitar
4

jam.

Pulau Nyang Nyang di Desa Katurei juga memiliki ombak tinggi yakni mencapai 4 meter,
dan di sebut sebagai salah satu ombak tertinggi di dunia. Tempat lain yang memiliki ombak
yang tinggi adalah Pulau Karamajat yang masih terdapat dalam Desa Katurei ombak di
tempat ini bisa mencapai 2-4 meter. Apabila menginginkan sebuah pantai yang memiliki
ombak yang aman dan tenang untuk keluarga maka Pulau Siruso dan Pantai Bulasat adalah
pantai yang cocok karena memiliki ombak yang rendah, pasirnya yang putih serta air lautnya
yang jernih.

19. Puncak Langkisau

Kawasan Objek wisata puncak Bukit Langkisau yang terletak di pinggir koto
Painan dengan ketinggian sekitar 500 meter dari permukaan laut mengundang decak kagum

para wisatawan akan keindahannya. Puncak Bukit Lagkisau merupakan kawasan primadona
Pessel yang memiliki potensi wisata yang patut dikembangkan, karena daerah ini berada pada
ketinggian sehingga masyarakat yang berkunjung akan dapat melihat pemandangan yang
indah dan mempesona tentang kota Painan dan Sago Kecamatan IV Jurai, bila malam hari
suasan akan lebih semarak lagi dengan lampu yang terpancar dari kapal bagan nelayan dan
dari keindahan kota Painan.

20.Puncak Lawang

"Lompong Sagu Bagulo Lawang. Lirik lagu yang dibawakan penyanyi Minang, Elli Kasim
tentunya mengingatkan kita kepada sebuah daerah di kawasan perbukitan yang
mengelilingi danau Maninjau,Lawang, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam. Daerah
yang berjarak sekitar 20 kilometer dari Kota Bukittinggi itu, selain berpenghasilan gula tebu,
juga sebuah kawasan yang memiliki udara sejuk dan pemandangan indah sebagai objek
wisata.
Tidak tanggung-tanggung keindahan alam yang dimiliki oleh daerah di ujung perbukitan ini.
Dari ketinggiannya menghadirkan pemandangan indah hijaunya perbukitan, dan birunya
warna Danau Maninjau. Selain itu, udaranya yang sejuk tak kalah menyegarkan dengan objek
wisata

alam

di

daerah-daerah

lain

di

Indonesia

21. Jembatan Akar Pesisir Selatan

Terletak sekitar 30 menit dari Painan, Jembatan Akar merupakan salah satu objek wisata
paling unik di Sumatera Barat. Jembatan hidup yang melintasi sungai Bayang ini terbuat dari
akar dua bohon beringin yang saling bertautan. Berbeda dengan jembatan pada umumnya
yang semakin lama semakin lemah, jembatan akar dengan bertambah usianya pohon beringin
semakin bertambah kuat.

22. Istana Pagaruyung

Istana ini dibangun oleh keluarga kerajaan Pagaruyung di Batusangkar yang mempunyai ciri
khas Minangkabau. Di dalam istana terdapat barang-barang peninggalan kerajaan yang masih
terpelihara dengan baik. Di sekitar istana ini kita dapat menikmati keindahan alam dengan
udara yang sejuk. Terletak di Kecamatan Tanjung Emas Kabupaten Tanah Datar. Pagaruyung
adalah lokasi kediaman Raja Minangkabau sebagai pusat pemerintahan.

23. Ngalau Indah

Dua km sebelum memasuki kota Payakumbuh dari arah Bukitinggi kita akan sampai ke
sebuah gua alam dengan stalagnit dan stalagmit pada langit-langit gua yang cukup menarik.
Di dalam gua ini kita akan mendengar suara kelelawar yang berterbangan di sekitar kita dan
merasakannya tanpa dapat melihatnya. Di luar gua ini kita akan menikmati taman dengan
pohon-pohon yang rindang menambah kesejukan dan keindahan alam.

24. Anai Resort Golf Course

Anai Resort terletak 550 m di atas permukaan laut. Merupakan Golf Course terbaik di
Sumatera Barat yang berstatus Internasional dengan 18 hole, dirancang oleh Designer
Lapangan Golf International Thomas dan Perret. Berbagai fasilitas terdapat di lokasi
bungalow seperti kolam renang alami dan restoran.

25. Ngarai Sianok

Ngarai Sianok atau Lembah Pendiam ini merupakan suatu lembah yang indah, hijau dan
subur, didasarnya mengalir sebuah anak sungai yang berliku-liku menelusuri celah-celah
tebing yang berwarna-warni dengan latar belakang gunung Merapi dan Singgalang yang
menghijau merupakan alam yang mempesona. Keunikan Ngarai ini mudah dicapai, sebuah
Ngarai di pusat kota yang tidak ditemui di kota-kota lainnya di dunia.

26. Jam Gadang

Jam Gadang merupakan bangunan menara yang tinggi menjulang dengan megahnya,
beratapkan khas Minangkabau, terletak di tengah kota Bukittinggi. Jam Gadang menjadi
landmark dan lambang kota Bukittinggi, dibangun di atas bukit yang bernama Bukit Kandang
Kerbau pada jaman Pemerintahan Belanda tahun 1827 oleh Contraleur (Sekretaris Kota)
Rook Maker.

27. Air Panas Bukik Kili

Objek wisata air panas Bukik Kili ini terletak di Nagari Koto Baru, Kecamatan Kubung,
Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Jaraknya dari Kota Padang sekitar 54 kilometer.

28. Tapian Puti

Objek wisata pemandian Tapian Puti ini merupakan pemandian alam dimana airnya mengalir
di atas kolam-kolam batu yang bertingkat. Dari satu kolam ke kolam lain terbentuk air terjun
kecil. Untuk menuju ke Tapian Puti aksesnya melalui nagari sikabu kecamatan Lubuk Alung
tepatnya di korong Sikabu Bukik. Jaraknya sekitar 40 km dari kota padang.

29. Pemandian Alam Sako Tapan

Pemandian Alam Sako Tapan adalah sebuah lokasi objek wisata yang terkenal alami dan
selalu dikunjungi oleh masyarakat Tapan dan sekitarnya terutama pada akhir pekan dan hari
libur. Objek wisata ini menjadi tempat melepas lelah dan menghilangkan kesuntukan bagi
masyarakat Tapan dan luar Tapan.

30. Lubuak Bonta


Pemandian Lubuak Bonta sudah terkenal di Sumbar sejak era 1970-an. Tempat ini dulunya
sangat ramai didatangi pengunjung ketika tradisi balimau menjelang masuknya Bulan
Ramadhan. Lokasinya berada di Korong Tarok Kenagarian Kapalo Hilalang, Kecamatan 2 X
11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman.

31. Lubuak Mato Kuciang

Objek wisata pemandian Lubuak Mato Kuciang di Kota Padang Panjang ini sudah terkenal
sejak dulunya. Namun sekarang poplaritas mulai meredup. Apalagi sejak dibangunnya Mifan
Waterpark. Lokasi Lubuak Mato Kuciang tepatnya berada di Kelurahan Pasar Usang, Kota
Padang Panjang. Airnya berasal dari air pegunungan yang bersih, sejuk dan jernih layaknya
mata kucing (mato kuciang).

32. Batang Tabik

Batang Tabik secara administratif berada di Kenagarian Sei Kamuyang Kecamatan Luak
Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat. Keistimewaan Batang Tabik ini adalah airnya yang
alami yang berasal dari sumber mata air, sehingga sangat jernih dan bersih. Menurut cerita
dari generasi ke generasi mata air Batang Tabik berasal dari sebuah mata air di danau
singkarak. Katanya sumber airnya tersebut sangat besar sehingga dimasukkan batu ke
dalamnya agar airnya tak meluap.

33. Jembatan Siti Nurbaya

Berkunjung ke kota Padang maka belum lengkap rasanya jika belum menikmati keindahan
jembatan siti nurbaya. Jembatan dengan panjang kurang lebih 60 meter yang menghubungkan
kota tua Padang dengan Taman Siti Nurbaya ini merupakan jembatan ikonik yang namanya
diambil dari cerita terkenal Siti Nurbaya. Membentang gagah sejauh 260 meter, jembatan ini
menjanjikan panorama yang memukau ketika senja mulai datang.

34. Museum Adityawarman

Museum Adityawarman salah satu museum yang paling terkenal di kota Padang. Museum
yang telah menjadi ikon di kota Padang ini merupakan tempat wisata di Padang yang wajib
anda kunjungi. Museum Adityawarman yang dibangun pada tahun 1974 juga merupakan
Taman Mini-nya kota Padang dimana terdapat berbagai jenis benda peninggalan sejarah kota
Padang.

35. Panorama Sitinjau Lauik

Sitinjau Lauik ini berada di kaki / lereng Gunung Talang. Gunung Talang sendiri adalah
gunung yang berada paling dekat dengan Kota Padang dengan ketinggian 2690 meter. View
yang disajikan adalah view pegunungan, hamparan kota padang dan suguhan samudara
hindia, apalagi disambil nyurumput teh hangat, atau secangkir kopi membuat kita berlamalama disini.

36. Pemandian Lubuk Minturun

37. Tirta Alami

Objek wisata Tirta Alami ini berada di Kandang Ampek, Kecamatan 211 Kayu Tanam,
Padang Pariaman. Kawasan ini juga lebih dikenal dengan Anai Resort. Lokasinya terletak di
jalur lalu lintas Padang-Bukittinggi. Kolam pemandian di Tirta Alami ini sesuai dengan
namanya, Alami. Kolam-kolamnya juga terbuat dari batu alam, sementara itu airnya berasal
dari mata air di Gunung Tandikek. Seger, dingin, dan yang jelas airnya bersih karena selalu
mengalir.

38. Puncak Anai (Pemandian dan Camping Ground)


Masih dalam kawasan Anai Resort, ada juga tempat pemandian yang belum lama ini
dibangun, namanya adalah Puncak Anai. Disini juga ada kolam pemandian dengan air alami
dengan tiga kategori yaitu anak-anak, remaja dan dewasa.

39. Lubuk Paraku

Objek Wisata pemandian alam yang satu ini berada di jalan lintas Padang-Solok tepatnya di
kilometer 15. Kalau Dunsanak dari Padang menuju Solok lokasinya berada persis pada
sebuah tikungan sebelum memasuki tanjakan ke Sitinjau Lauik.

40. Pantai Caroline

Merupakan obyek wisata pantai yang dilengkapi dengan fasilitas penginapan, cottage,
restoran, panggung kesenian, dan taman bermain yang cukup luas. Terletak di Teluk Bungus,
25 km di selatan Kota Padang, dapat dicapai dengan taxi atau angkot jurusan Bungus. Dari
Pantai ini wisatawan juga dapat menyewa motor boat atau perahu nelayan untuk pergi ke
pulau-pulau karang yang berada di depannya.

41. Air Terjun Tigo Tingkek

Air Terjun Tigo Tingkek atau Air terjun tiga tingkat berada di di desa Koto Lubuk Hitam,
Cindakia, Kelurahan Teluk Kabung Utara, Jarak dari pusat kota ke air terjun ini sekitar 25
km. Sesuai dengan namanya, ada tiga air terjun yang bisa dinikmati pengunjung.

42. Air Terjun Nyarai

Objek wisata Air Terjun Nyarai terletak di Hutan Gamaran, Jorong Gamaran, Korong
Salibutan, Kec. Lubuk Alung, Kab. Padang Pariaman, Sumatera Barat. Air Terjun yang
dulunya tersembunyi di Hutan Gamaran ini kini menjadi salah satu primadona wisata di
Sumatera Barat. Bahkan nama Gamaran sudah tersohor hingga ke skala nasional.

43. Air Terjun Sarasah Banyak Gariang

Objek wisata ini juga terletak di Ulu Gadut, tepatnya di kaki Bukit Sarasah, Desa Koto Baru,
Kel. Limau Manis Selatan, Kec. Pauh. Air terjun ini mempunyai ketinggian + 60 meter.
Dibanding dengan Air Terjun Sikayan Balumuik objek wisata ini paling banyak
pengunjungnya. Selain jaraknya relatif dekat yaitu 2 km dari LIK Gadut, juga medannya tak
begitu sulit untuk ditempuh. Perjalanan ke lokasi ini hanya menempuh waktu + 40 menit.

44. WISATA PULAU PASUMPAHAN NAN INDAH

Pulau pasumpahan belakangan menjadi sangat tenar dan dikunjungi oleh anak-anak muda
untuk menikmati liburan kuliah mereka.
Pantai ini terletak di perairan Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Sumbar. Oleh
karenanya pulau ini dekat jika kita menggunakan speed boat dari Teluk Bungus yang berada
dekat dari Kota Padang. Klaim akan keindahan lautnya membuat pulau ini mulai dikenal oleh
wisatawan lokal dan mancanegara.
Pulau Pasumpahan berada sekitar 200 meter dari Pulau Sikuai. Pulau ini memiliki obyek
wisata pantai pasir putih dengan terumbu karang yang masih terjaga. Selain itu pulau ini
menjadi tempat berteduh atau berkumpulnya para nelayan.

45. MUARO BINGUANG

Satu lagi obejk wisata yang tersembunyi di SUmatera Barat adalah muaro bingunang, yang
lokasinya ada di Desa Mandiangin, Kabupaten Pasaman Barat.

Destinasi wisata di Pasaman Barat ini disebut sebagai hidden place yang berada di utara
Sumatera Barat. Selain karena tempat wisata ini belum populer, lokasinya juga jauh dari
pemukiman warga. Selain itu, akses jalan menuju Pantai Muaro Binguang juga tidak mulus.
Namun, hal tersebut juga yang membuat Pantai Muaro Binguang menjadi destinasi yang
rancak.

46. KAWASAN WISATA MANDEH

Kawasan wisata mandeh juga menjadi tempat wisata di Sumatera Barat yang memiliki
keindahan yang sangat luar biasa. Lokasinya masih berada diKecamatan Koto XI Tarusan
yang berbatas langsung dengan Kota Padang.
Objek wisata kawasan Mandeh (Mandeh Resort) sudah dikenal baik ditingkat nasional dan
internasional dengan adanya investasi asing (Itali), mengembangkan resort wisata yang
dikenal dengan Cubadak Paradiso. Bahkan kawasan Mandeh telah menjadi destinasi utama
kebijakan sektor pariwisata kebaharian yang dimasukkan ke dalam Rencana Induk
Pengembangan Pariwisata Nasional (RIPPNAS) bersama Biak dan Bunaken. Kawasan
Wisata
Mandeh
sangat
menjanjikan
untuk
dijadikan
tujuan
investasi.
Di sisi utara kawasan Mandeh terdapat beberapa pulau yang melingkar yaitu; Pulau
Bintangor, Pulau Marak, Pulau Ular, dan Pulau Pagang yang berdampingan dengan Sikuai
Island.