Anda di halaman 1dari 9

TUGAS

MIKROBIOLOGI
SIKLUS NITROGEN DI LAUT

OLEH :

DARLIN
MUH. AZIS MAHU
YIZHAR FUNM

PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN


FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS PATTIMURA
2016
SIKLUS NITROGEN DI LAUT

I. PENDAHULUAN
Air adalah suatu zat pelarut yang bersifat sangat berdayaguna, yang
mampu melarutkan zat-zat lain dalam jumlah yang lebih besar dari zat
cairnya. Sifat ini dapat dilihat dari banyaknya unsur-unsur pokok yang
terdapat di dalam air laut. Selain itu air laut juga mengandung sejumlah
besar gas-gas udara yang terlarut. Semua gas-gas yang ada di atmosfir
dapat dijumpai didalam air laut walaupun jumlah terdapat dalam jumlah
yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan yang ada di atmosfir (Tabel
1). Siklus nitrogen merupakan salah satu daur biogeokimia nutrient yang
sangat penting di muka bumi ini.

Dari Tabel 1 terlihat bahwa konsentrasi nitrogen di atmosfir


mencapai 780,90 cm3/liter udara sedangkan konsentrasi nitrogen di
dalam air laut hanya mencapai 13 cm3/liter air laut. Namun demikian
konsentrasi nitrogen masih lebih tinggi dibandingkan dengan gas-gas
lainnya seperti oksigen, argon,neon, helium, dan gas xrypton. Tingginya
konsentrasi gas nitrogen dibandingkan dengan gas-gas lain hal ini
disebabkan selain faktor siklus alamiah yang berlangsung, nitrogen juga
memegang peranan kritis dalam daur organik untuk menghasilkan asamasam amino yang membentuk protein.
Daur bahan organik atau disingkat daur organik di laut sama
dengan daur organik di lingkungan air tawar dan di darat. Karbon (C)
bersama-sama dengan unsur hara lainnya seperti posfor (P) dan nitrogen
(N) melalui proses fotosintesis menghasilkan jaringan tumbuh-tumbuhan
yang menjadi makanan hewan. Keduanya akan menghasilkan zat organik
dan jika mereka mati dan membusuk maka akan dihasilkan bahan mentah
untuk memulai daur bahan organik lagi (Romimohtarto dan Juwana,
2001).

Unsur nitrogen bersifat inert, artinya tidak mudah digunakan


begitu saja secara langsung oleh kebanyakan hewan maupun tumbuhan.
Sehingga nitrogen mempunyai aktivitas biologis yang sangat kecil. Gas ini
memasuki semua tubuh organisme, tetapi umumnya keluar lagi tanpa
berperan penting dalam proses hidup organisme tersebut. Nitrogen baru
dapat dipergunakan sebagai penyusun elemen-elemen tubuh organisme
apabila sudah dalam keadaan terikat.
Udara merupakan cadangan nitrogen utama dalam siklus nitrogen.
Dalam udara kadarnya sekitar 78 % dan sumber lainnya berada di kulit
bumi dan perairan. Nitrogen bukan hanya dihasilkan dari atmosfir saja,
namun juga dihasilkan dari kegiatan gunung merapi. Pada tumbuhan dan
hewan, senyawa nitrogen ditemukan sebagai penyusun protein dan
klorofil. Dalam ekosistem terdapat suatu daur antara organisme dan
lingkungan fisiknya.
II.

Bentuk dan Sumber

Nitrogen organik berasal dari jaringan organisme yang sudah


mati, kotoran zat sisa, dan sisa pakan yang ditransformasi menjadi
ammonia melalui proses dekomposisi/ mineralisasi oleh bakteri pengurai
proteolitik. Nitrogen memiliki beberapa bentuk yaitu ammonia (NH3), nitrit
(NO2-),
nitrat(NO3-),
amina(NH2),
amonium(NH4+),
dan
nitrogen
diatomik (N2) (Jamieson, 1995). Sumber utama nitrogen (N 2) adalah
udara, sedangkan organisme hidup memperoleh nitrogen dalam bentuk
garam nitrat kemudian diasimilasikan pada sitoplasma dalam bentuk
protein sebagai cadangan pangan (Odum, 1993). Menurut Turk (1985) dan
Killham (1996) bahwa di alam ini terdapat tiga gudang nitrogen yaitu
udara, senyawa anorganik (misalnya nitrat, nitrit, dan amoniak), dan
senyawa anorganik adalah gas N2 di udara.
Jenis-jenis N-anorganik yang utama dalam air adalah ion nitrat
(N03-) dan ion amonimum (NH4+). Hujan sangat sedikit sebagai sumber
N03- dan NH4+. Namun dalam kondisi tertentu masih terdapat ion nitrit
dan sebagian besar dari nitrogen terikat dalam nitrogen organic (47,9%),
yaitu bahan-bahan yang berprotein, juga terdapat dalam bahan pencemar
seperti asam sianida (HCN), asam etilen diamin tetra asetat (EDTA) atau
dalam bentuk asam nitrilotriasetat (NTA).
Di perairan laut, Nitrogen yang terbanyak dalam bentuk Nmolekuler (N2) yang berlipat ganda jumlahnya daripada nitrit (NO2) atau
nitrat (NO3), tetapi tidak dalam bentuk yang berguna bagi jasad hidup
III.

Transfer dan Fiksasi Nitrogen

Daur Nitrogen melibatkan semua bagian biosfer. Daur Nitrogen


merupakan suatu siklus yang sempurna, namun kompleks. Dalam
memproduksi nutrient bagi organisme perairan, maka diperlukan.
Nitrogen transfer senyawa nitrogen memasuki ekosistem dengan dua jalur
alamiah, yang keutamaan relatifnya sangat bervariasi dari satu ekosistem
ke ekosistem lain. Yang pertama, deposit pada atmosfer, merupakan
sekitar 5% sampai 10% dari nitrogen yang dapat digunakan, yang ,
memasuki sebagian besar ekosistem. Dalam proses ini, NH4+ dan NO3-,
ditambahkan melalui kelarutannya dalam air hujan atau pengendapan
debu-debu halus atau butiran-butiran lainnya.
Jalur lain masuknya nitrogen ke ekosistem adalah melalui fiksasi
nitrogen (nitrogen fixation). Molekul nitrogen, N2, sangat lembam. Untuk
memecahkan molekul itu agar atom-atomnya dapat bergabung dengan
atom-atom lain diperlukan pemasukan sejumlah besar energy. Proses
berperan penting dalam fiksasi (pengikatan) nitrogen dalam biosfer, Salah
satu di antaranya ialah halilintar. Energi yang sangat besar dari halilintar
memecahkan molekul-molekul nitrogen dan memungkinkan bergabung
dengan oksigen dan hidrogen dalam udara. Nitrogen oksida terbentuk
yang larut dalam hujan membentuk kilat. Dalam bentuk ini senyawa ini
terbawa ke bumi. Fiksasi nitrogen ini diperkirakan sekitar 5-8% dari
keseluruhannya.
Keperluan pertanian yang semakin meningkat telah menyebabkan
produk nitrogen terfiksasi secara industry makin meningkat pula.
Sehingga supplyindustry yang merupakan ketergantungan dari sector
pertanian ini menjadi pemicu ketergangguan daur alam. Kegiatan manusia
telah meningkatkan aliran nitrogen global. Hal ini dapat terlihat pada
danau dan sungai karena pupuk nitrogen merembes dari tanah pertanian
sekitarnya dan menyuburkan algae.
Hanya prokariota tertentu yang dapat memfiksasi nitrogen, yakni
mengubah N2 menjadi mineral yang dapat digunakan untuk mensitesis
senyawa organik bernitrogen seperti asam amino. Prokariota merupakan
mata rantai yang penting pada beberapa titik dalam siklus nitrogen.
Beberapa sinobakteri memfiksasi nitrogen dalam ekosistem akuatik.
Organisme yang memfiksasi nitrogen tentunya sedang memenuhi
kebutuhan metaboliknya sendiri. Tetapi kelebihan ammonia yang
dibebaskan oleh organisme tersebut menjadi tersedia bagi organisme lain.
Pengikatan nitrogen secara biologi dapat dilakukan oleh bakteri
nonsimbiotik, bakteri simbiotik, dan ganggang hijau biru. Nitrat (NO3)
yang terdapat di tanah dan air pada umumnya terjadi karena pengikatan
nitrogen secara bilogi. Bakteri non simbiotik (bakteri bebas) yang
berperan
dalam
pengikatan
nitrogen
diantaranya, Azotobacter
chroococcum, A. Beijerinckii, A. Vinelandii, Derxia spp.,dan Aerobacter

aerogenes. Sedangkan ganggang biru- hijau yang berperan dalam


pengikatan nitrogen secara biologi adalah Nostoc dan Anabaena.
Bakteri simbiotik yang berperan dalam pengikatan secara biologi
adalah
genus Rhizobium diantaranya Rhizobium
trifolii,
Rhizobium
meliloti, Rhizobium leguminosarum, Rhizobium lupine dan Rhizobium
speciosa. Bakteri pengikat nitrogen tersebut hidup bersimbiosis dengan
akar tumbuhan polong- polongan membentuk bintil akar.
Mikroorganisme tertentu lainnya dapat mengikat nitrogen atmosfer.
Sebenarnya kemampuan mengikat nitrogen ternyata merupakan
kemampuan prokariota semata-mata. Beberapa aktinomisites hidup
bergabung dengan tumbuhan selain legum. Beberapa organisme fotoototrof dapat mengikat nitrogen, tetapi organisme ini terbatas pada
lingkungan bentik anaerobik, sehingga hanya ditemui di estuari.
Meskipun sudah banyak penelitian dilakukan, masih belum jelas
bagaimana pengikat nitrogen mampu mengatasi penghalang energy
tinggi yang terlibat dalam proses itu. Pengikat-pengikat itu memerlukan
suatu enzim, yang dinamakan nitrogenase, dan pemakaian ATP yang
sangat besar. Walaupun produk pertama yang stabil tersebut adalah
ammonia, zat ini dengan cepat bergabung dengan protein dan senyawa
organic lain yang mengandung nitrogen. Fiksasi nitrogen menuju kepada
penggabungan nitrogen dengan protein tumbuhan dan protein mikroba.
Tumbuhan yang tidak mempunyai keuntungan dari gabungan pengikatan
nitrogen membuat proteinnya dari tanah.
I.

Pembusukan
Protein yang dibuat oleh tumbuhan masuk melalui jarring-jaring
makanan. Pada setiap tingkatan trofik terdapat kehilangan yang kembali
ke sekitarnya, terutama dalam ekskresi. Yang terakhir mengambil
keuntungan dari senyawa nitrogen organic ialah mikroorganisme
pembusuk. Melalui kegiatan molekul-molekul yang mengandung nitrogen
organic dalam ekskresi dan bangkai itu dirombak menjadi ammonia.
IV.

Nitrifikasi

Nitrat (N03-) yang telah diadsorbsi oleh akar tanaman, selanjutnya


nitrogen akan disintesis menjadi protein tanaman, kemudian herbivora
yang makan tumbuhan akan mengubah tumbuhan tersebut menjadi
protein hewani. Tumbuhan dan hewan yang telah mati akan
terdekomposisi, sehingga protein nabati dan protein hewani diuraikan
menjadi ammonia dan asam amino. Demikian pula kotoran-kotoran
organism tersebut akan diuraikan menjadi ammonia dan asam amino.

Penguraian protein pada bahan organic yang terdekomposisi


menjadi asam amino dan ammonia ini disebut amonifikasi. Reaksi ini
menyebabkan paling tidak sebagian besar tanah menjadi sedikit bersifat
asam, dan NH3 yang dibebaskan ke dalam tanah akan menangkap sebuah
ion hydrogen (H+) untuk membentuk ammonium, NH4+ , yang dapat
digunakan langsung oleh tumbuhan. NH3 adalah gas sehingga dapat
menguap kembali ke atmosfer dari tanah yang mempunyai pH mendekati
7 . NH3 yang hilang dari tanah ini kemudian dapat membentuk NH4+ di
atmosfer. Sebagai akibatnya, konsentrasi NH4+ dalam curah hujan
berkorelasi dengan pH tanah dalam kisaran wilayah yang luas.
Amonia di perairan adalah pemecahan nitrogen organik (protein dan
urea) dan nitrogen anorganik yang terdapat di dalam tanah dan air, yang
berasal dari dekomposisi bahan organik oleh mikroba dan jamur. Amonia
dan garam-garamnya bersifat mudah larut dalam air.
Sumber amonia adalah reduksi gas nitrogen yang berasal dari
proses difusi udara atmosfer, limbah industri dan domestik. Amonia yang
terdapat dalam mineral masuk ke badan air melalui erosi tanah. Amonia
membentuk senyawa kompleks dengan beberapa ion logam. Amonia juga
dapat terserap kedalam bahan-bahan tersuspensi dan koloid sehingga
mengendap
di
dasar
perairan.
Amonia
di
perairan
dapat
menghilang melalui proses volatilisasi karena tekanan parsial amonia
dalam larutan meningkat dengan semakin meningkatnya pH.
Ikan tidak bisa bertoleransi terhadap kadar amonia bebas yang
terlalu tinggi karena dapat mengganggu proses pengikatan oksigen oleh
darah dan pada akhirnya dapat meningkatkan sifokasi. Pada budidaya
intensif, yang padat penebaran tinggi dan pemberian pakan sangat
intensif, penimbunan limbah kotoran terjadi sangat cepat.
Amonia (NH3) dapat secara langsung diambil oleh tumbuhan
melalui akar dan melalui daun-daunnya. Namun demikian sebagian besar
ammonium dalam tanah digunakan oleh bakteri anaerob tertentu sebagai
sumber energi, bakteri detrifor; aktivitas mengoksidasi ammonium
menjadi nitrit (N02-), dan kemudian menjadi nitrat (NO3-), suatu proses
yang disebut nitrifikasi, yakni suatu proses oksidasi ensimatik yang
dilakukan oleh sekelompok jasad renik/bakteri.
Bakteri autotrofi (bakteri nitrifikasi) dapat menggunakan Nanorganik
untuk
melakukan
nitrifikasi,
seperti
genera
bakteri Nitosomonos,
Nitrosococcus,
Nitrosospira,
Nitrosovibrio,
dan Nitrosolobus. Jenis bakteri nitrifikasi yang terdapat pada air tawar,
misalnya Nitrosomonas, Nitrobacter serta Nitrosococcus,Nitrococcu,s Nitro
spira ,Nitrosolobus merupakan bakteri nitrifikasi laut.

Pada proses tahap pertama reaksi berlangsung dari ammonium ke


nitrit yang melibatkan bakteri Nitrosomonos dan Nitrosococcus yang
merupakan dengan persamaan reaksisebagai berikut:
NH4 + 3/2 O2
NO2 + H2O + 2 H E = - 65 kcal
Di perairan, nitrit ditemukan dalam jumlah yang sangat sedikit, lebih
sedikit daripada nitrat, karena bersifat tidak stabil dengan keberadaan
oksigen. Sumber nitrit dapat berupa limbah industri dan limbah domestik.
Kadar nitrit pada perairan relatif karena segera dioksidasi menjadi nitrat.
Bakteri Nitrobacter dan Nitrococcus spp yang melakukan oksidasi
dari nitrat ke nitric dengan persamaan reaksi sebagai berikut :
NO2 + O2
NO3 + E = - 18 kcal.
Reaksi nitrifikasi seperti di atas dapat berlangsung jika adanya
oksigen. Proses oksidasi dari NO2 ke nitrit umumnya lebih cepat dari pada
proses oksidasi dari NH4 ke nitrit, dan nitrit ini terakumulasi di lingkungan.
Nitrat yang telah diproduksi dapat diserap oleh tumbuhan untuk
keperluan sintetis protein melalui proses metabolisme. Kemudian
tumbuhan menjadi makanan berbagai jenis hewan. Tumbuhan dan hewan
mengalami proses dekomposisi melalui kegiatan jasad renik yang
melepaskan hasil dekomposisi itu ke dalam lingkungannya, antara lain
ammonium.
Langkah dari protein ke nitrat menghasilkan energy bagi organism
pengurai. Langkah sebaliknya dari nitrat ke protein memerlukan energy
dari sumber lain, seperti dari bahan organic atau cahaya matahari.
Sebagian nitrat yang berasal dari fiksasi dan dekomposisi itu dilarutkan air
tanah dan dipindahkan atau diekspor ke ekosistem lain, atau dapat pula
hilang menjadi endapan..
II. Denitrifikasi
Denitrifikasi merupakan pengubahan nitrat menjadi gas nitrogen ,
dengan demikian mengisi kembali atmosfer. Proses ini melibatkan peran
beberapa bakteri antara lain Bacillus cereus, Bacillus licheniformis,
Pseudomonas
denitrificants,
Thiobacillus
denitrificants,
Micrococcus, dan Achromabacter. Bakteri ini hidup jauh di dalam tanah
dan dalam sedimen air yang jumlah oksigennya sangt terbatas. Bakteri
tersebut menggunakan nitrat sebagai suatu alternative terhadap oksigen
untuk akseptor terakhir dalam respirasinya. Dengan demikian bakteri
tersebut menutup daur nitrogen. Aktivitas bakteri tersebut sama cepatnya

dengan efisiensi yang terus meningkat dalam memajukan fiksasi nitrogen


masih harus diselidiki.

Gambar.1 Siklus Nitrogen

DAFTAR PUSTAKA
https://www.scribd.com/doc/25256235/Siklus-Nitrogen-Di-Laut
https://www.academia.edu/11931258/Siklus_Nitrogen_Perairan
http://ekologiekosistem.blogspot.co.id/p/konteks.html