P. 1
KERTAS KERJA PERSEORANGAN

KERTAS KERJA PERSEORANGAN

|Views: 9,054|Likes:
Dipublikasikan oleh Nadzier Wiriadinata
Mengingat bahwa Diniyah Takmiliyah cukup sentral peranannya dalam memberikan pendidikan agama yang dirasa belum memadai didapatkan oleh siswa/siswi sekolah umum, maka sudah sepatutnya Diniyah Takmiliyah mendapatkan perhatian yang serius dari pihak pemerintah, khususnya Kementerian Agama.
Mengingat bahwa Diniyah Takmiliyah cukup sentral peranannya dalam memberikan pendidikan agama yang dirasa belum memadai didapatkan oleh siswa/siswi sekolah umum, maka sudah sepatutnya Diniyah Takmiliyah mendapatkan perhatian yang serius dari pihak pemerintah, khususnya Kementerian Agama.

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Nadzier Wiriadinata on Sep 15, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/22/2013

pdf

text

original

KERTAS KERJA PERSEORANGAN (KKP

)

RENCANA KERJA PENINGKATAN KINERJA PELAYANAN DAN BIMBINGAN PENDIDIKAN KEAGAMAAN DINIYAH TAKMILIYAH PADA SEKSI PENDIDIKAN KEAGAMAAN BIDANG PEKAPONTREN KANWIL KEMENTERIAN AGAMA PROVINSI JAWA BARAT

Oleh E. NADZIER WIRIADINATA NIS. 13.10.977

KEMENTERIAN AGAMA BALAI DIKLAT KEAGAMAAN BANDUNG DIKLAT KEPEMIMPINAN TINGKAT IV ANGKATAN XIII TAHUN 2010

LEMBAR PENGESAHAN

KERTAS KERJA PERSEORANGAN (KKP)

RE ERJA PE I ATAN INERJA PE AYANAN AN I INGAN PENDIDI AN EAGAMAAN DINIYAH TAKMI IYAH PADA SEKSI PENDIDIKAN KEAGAMAAN IDANG PEKAP NTREN KANWI KEMENTERIAN AGAMA PROVINSI JAWA ARAT

Oleh E. NADZIER WIRIADINATA NIS. 13.10.977 Pembimbing

Drs. H. MAMAN SUTRIAMAN NIP. 1957080519860 11003

Mengetahui Kepala Balai Diklat Keagamaan Bandung,

Ir. SUNARINI, M.Kom. NIP. 196501011989032001

KATA PENGANTAR

Puji syukur senantiasa kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunianya, sehingga Kertas Kerja Perorangan ini dapat diselesaikan. Kertas kerja perseorangan (KKP) ini disusun dalam rangka memenuhi salah satu tugas yang diberikan kepada para peserta Diklat Kepemimpinan Tingkat IV Angkatan XIII yang diselenggarakan mulai tanggal 1 Juni s.d 6 Juli 2010 di Balai Diklat Keagamaan Bandung. Adapun judul Kertas Kerja Perorangan (KKP) ini dipilih sesuai dengan bidang tugas dan tanggung jawab penulis sebagai Kepala Seksi Pendidikan Keagamaan pada Bidang Pekapontren Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, yaitu : ³RENCANA KERJA PENINGKATAN KINERJA PE AYANAN
DAN PADA IMBINGAN PENDIDIKAN KEAGAMAAN DINIYAH TAKMI IYAH SEKSI PENDIDIKAN KEAGAMAAN BIDANG PEKAPONTREN

KANWI KEMENTERIAN AGAMA PROVINSI JAWA BARAT´.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan Kertas Kerja Per seorangan (KKP) ini masih jauh dari sempurna, hal ini disebabkan karena keterbatasan waktu dan kesempatan penulis untuk mengumpulkan dan mengolah data hasil pengamatan. Namun demikian penulis berharap semoga Kertas Kerja Perseorangan (KKP) ini dapat bermanf aat sebagai bekal bagi penulis dalam menjalankan tugas sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Bidang Pekapontren Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat.

Dalam rangka penyempurnaan Kertas Kerja Perseorangan (KKP) ini, penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun dari berbagai pihak, dengan demikian Kertas Kerja Perseorangan (KKP) ini dapat memberikan kontribusi pemikiran bagi optimalisasi pelayanan dan bimbingan terhadap pendidikan keagamaan pada Diniyah Takmiliyah . Dalam kesempatan ini pula penulis mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada : 1. Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat 2. Kepala Bidang Pekapontren 3. Rekan-rekan Kepala Seksi pada Bidang Pekapontren 4. Para Narasumber dan Widyaiswara yang telah memberikan bimbingan dan pembe alan materi. 5. Drs. H. Maman Sutriaman, selaku pembimbing dalam penyusunan KKP 6. Panitia Penyelenggara, rekan -rekan Peserta Diklatpim IV Angkatan XIII, rekan-rekan di Balai Diklat Keagamaan Bandung yang tak dapat penulis sebutkan satu persatu yang dengan tulus telah memberikan dukungan moril dan bantuan pemikiran sehingga penulis bisa menyelesaikan Diklat ini dengan baik. Semoga Allah S.W.T membalas segala kebaikan Bapak/Ibu dan rekan rekan dengan pahala yang berlimpah, amin. Bandung, Juni 2010 Penulis,

E. Nadzier Wiriadinata

DAFTAR ISI
Hal KATA PENGANTAR «««««««««««««««««««««««««.. i DAFTAR ISI «««««««««««««««««««««««««««««. iii DAFTAR TABEL .................................................................................................... iv DAFTAR GAMBAR ................................................................................................ v BAB I PENDAHULUAN «««««««««««««««««««« «. 1

A. Latar Belakang .««««««««««« ...............««««.« 1 B. Isu Aktual .««.. «««««««««««««««««««. C. Perumusan Masalah ................................................................... D. Metode Pengumpulan Data ........................................................ E. Pengertian dan Lingkup Bahasan ............................................... BAB II 4 6 7 7

GAMBARAN KEADAAN SEKARANG «««««««««.... 9
A. Visi dan Misi Kanwil Kementeian Agama Prov Jawa barat.......... 9 B. Tugas Pokok dan Uraian Tugas ............................................... 10 C. Program dan Kegiatan Yang Ingin Ditingkatkan ......................... 11 D. Gambaran Tingkat Kinerja Saat Ini ............................................ 12

BAB III

GAMBARAN KEADAAN YANG DIINGINKAN ................................ A. Sasaran Kebijakan Operasional, Program dan Kegiatan

13

Yang Akan Ditingkatkan ««««««««««««««.
B. Memilih dan Menetapkan Program dan Kegiatan

13
14

yang Akan Ditingkatkan ««««««..««««««««.
C. Kerangka Pengukuran dan Indikator Kinerja «««««. BAB IV

14
16

MASALAH DAN PEMECAHANNYA ««««««««««« A. Identifikasi dan Analisis Masalah ...................................... B. Memilih dan Menetapkan Program Sasaran ..................... C. Alternatif Kegiatan ............................................................. D. Rencana Kerja ................................................... ...............

16 20 22 24
34 34 36

BAB V

PENUTUP «««««««««««««««««««««««.. Kesimpulan ««««««««««««««««««« ««...... DAFTAR PUSTAKA ........................................................................

DAFTAR TABE

Tabel 1 Tabel 2 Tabel 3 Tabel 4 Tabel 5 Tabel 6 Tabel 7 Tabel 8 Tabel 9 Tabel 10 Tabel 11 Tabel 12 Tabel 13

Data Keagamaan Diniyah Takmiliyah ........................................ Pengukuran Kinerja ...................................................... ............. Rencana Kegiatan Tahunan ....... ............................................... Analisis USG Masalah Pokok .................................................... Analisis USG Masalah Spesifik ................................................. . Analisis USG Alternatif Program ................................................ Analisis Paket Kerja 01 ............................................................. Analisis Paket Ke rja 02 ............................................................. Analisis Paket Kerja 03 ............................................................. Analisis Paket Kerja 04 ............................................................. Analisis Paket Kerja 05 ............................................................. Rekapitulasi Biaya ...... .............................................................. Jadwal Rencana Kegiatan ..........................................................

11 12 16 1 8 19 23 2 7 2 8 2 9 30 3 1 32 33

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3

............................................................................................................ 20 ............................................................................................................ 21 ............................................................................................................ 2 4

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Lembaga Pendidikan Islam yang dikenal dengan nama Madrasah Diniyah, yang berdasarkan PP 55 tahun 2007 kemudian berubah nama menjadi Diniyah Takmiliyah, telah lama diselenggarakan di Indonesia. Lembaga pendidikan ini telah ada bersamaan dengan penyebaran agama Islam di Indonesia. Dimasa pemerintahan Hindia Belanda , hampir disemua desa di Indonesia yang penduduknya mayoritas Islam terdapat madrasah dengan berbagai nama atau bentuk seperti ³Pengajian Anak -anak, Sekolah Kitab, Sekolah Agama´ dan lain -lain. Diniyah Takmiliyah adalah Lembaga Pendidikan Islam yang seca ra signifikan ikut andil dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Sesuai dengan namanya, Diniyah Takmiliyah mengambil peran sebagai lembaga

pendidikan yang berupaya untuk melengkapi materi pendidikan agama Islam yang dirasa kurang pada sekolah-sekolah umum. Sistem

pembelajaran di lembaga pendidikan ini tumbuh secara natural melalui proses akulturasi yang berjalan secara dinamis sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sehubungan dengan begitu pesatnya tingkat pertumbuhan Takmiliyah diberbagai penjuru Diniyah

tanah air, maka untuk memudahkan

pembinaan dan bimbingan , Kementerian Agama menetapkan beberapa
1

peraturan tentang Madrasah Diniyah/Diniyah Takmiliyah yang diatur dalam Peraturan Menteri Agama RI Nomor 13 Tahun 1964 yang antara lain menjelaskan : 1. Madrasah Diniyah ialah lembaga pendidikan yang memberikan

pendidikan dan pengajaran secara klasikal dalam pengetahuan agama Islam kepada pelajar bersama-sama sedikitnya berjumlah 10 (sepuluh) sampai dengan 18 (delapan belas) orang. 2. Pendidikan dan pengajara n (pada madrasah diniyah) bertujuan untuk memberi tambahan pengetahuan agama kepada pelajar -pelajar yang merasa kurang menerima pelajaran agama di sekolah -sekolah umum. 3. Madrasah diniyah ada 3 (tiga) tingkatan yakni; Diniyah Awaliyah, Diniyah Wustha dan Diniyah Ulya . Setelah Peraturan Menteri Agama No 13 tahun 1964 ini kemudian lahir Peraturan Menteri Agama No. 3 Tahun 1984 tentang Kurikulum Madrasah Diniyah. Setelah reformasi, tepatnya dengan lahirnya Undang -undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dengan jelas diamanatkan bahwa Pendidikan Keagamaan dan Pondok Pesantren merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pendidikan nasional . Tentunya hal ini adalah sebuah perhatian dan pengakuan yang sudah selayaknya

diapresiasi oleh umat Islam di Indonesia. Saat ini eksistensi pendidikan diniyah bahkan semakin diperkokoh dengan telah diterbitkannya Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2007

tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan. Meskipun lembaga Diniyah Takmiliyah dianggap memiliki andil besar dalam pendidikan nasional, pada kenyataannya kurang mendapat perhatian yang layak dari pemerintah bahkan dapat dikatakan lembaga Diniyah Takmiliyah berdiri dan mengembangkan sendiri eksistensinya ditengah derasnya perkembangan pendidikan nasional. Mengingat bahwa Diniyah Takmiliyah cukup sentral peranannya dalam memberikan pendidikan agama yang dirasa belum memadai didapatkan oleh siswa/siswi sekolah umum, maka sudah sepatutnya Diniyah Takmiliyah mendapatkan perhatian yang serius Kementerian Agama. Faktanya pemerintah sudah melakukan langkah tersebut seperti tertuang dalam Keputusan Menteri Agama Nomor 373 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi dan Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota Pasal 35 menyebutkan; Bidang Pendidikan Keagamaan dan Pondok Pesantren mempun yai tugas dari pihak pemerintah, khususnya

melaksanakan pelayanan dan bimbingan di bidang pendidikan keagamaan dan pondok pesantren. Namun melalui pengamatan secara mendalam dan obyektif, penulis selaku pegawai yang menangani pendidikan keagamaan menyimpulkan bahwa kualitas kinerja Seksi Pendidikan Keagamaan pada Bidang

Pekapontren belum optimal dan karenanya patut ditingkatkan . Penyebab belum optimalnya kinerja Seksi Pendidikan Keagamaan adalah

dikarenakan

:

(1)

pelayanan

dan

bimbingan

terhadap

pendidikan

keagamaan pada Diniyah Takmiliyah belum optimal ; (2) kurikulum Diniyah Takmiliyah belum terstandarisasi secara nasional; (3) Belum validnya data yang dimiliki Bidang Pekapontren . Berangkat dari isu yang diungkapkan di atas penulis tertarik untuk

mengkaji dan melakukan analisis terhadap isu tersebut melalui penyusunan Kertas Kerja Perorangan (KKP) yan g berjudul ³RENCANA KERJA
PENINGKATAN KINERJA PELAYANAN DAN BIMBINGAN PENDIDIKAN KEAGAMAAN KEAGAMAAN DINIYAH BIDANG TAKMILIYAH PADA SEKSI PENDIDIKAN

PEKAPONTREN

KANWIL

KEMENTERIAN

AGAMA PROVINSI JAWA BARAT´.

B. Isu Aktual

Selama ini lembaga Diniyah Takmiliyah dikenal sebagai lembaga yang mampu memperkuat serta memperkaya pendidikan Agama Islam bagi usia sekolah (7-15 tahun) sehingga anak didik pada kategori usia emas ini memperoleh bekal pengetahuan, sikap serta pemahaman yang memadai terhadap pemahaman Agama Islam. Kenyataan tersebut tentunyai adalah sesuatu yang positif dan harus tetap dipertahankan bahkan kalau perlu ditingkatkan lagi, apalagi saat ini peran Diniyah Takmiliyah telah diatur didalam Peraturan Pemerintah Nom or 55 Tahun 2007. Karena itu pemberdayaan lembaga Diniyah Takmiliyah

serta peningkatan kualitas lembaga tersebut yang mengacu kepada Standar Nasional Pendidikan adalah sebuah keharusan . Langkah ini harus dilakukan agar Diniyah Takmiliyah mampu

menghadapi era perubahan di segala aspek yang begitu cepat sebagai konsekuensi masuknya Diniyah Takmiliyah ke dalam sisdiknas. Namun sayangnya, disatu sisi, secara umum Diniyah Takmiliyah belum begitu tanggap terhadap perubahan tersebut, disisi lain pemberdayaan lembaga tersebut adalah sesuatu yang harus dilakukan dan perlu ditingkatkan agar

lembaga tersebut benar-benar menjadi lembaga pendidikan alternatif dan berkualitas. Pemberdayaan secara optimal akan peran Diniyah Takmiliyah hanya mungkin bila Bidang Pekapontren , khususnya Seksi Pendidikan Keagamaan, sebagai unit dari Kementerian Agama yang menangani pendidikan keagamaan mampu meningkatkan kinerjanya. Namun ternyata secara faktual kinerja Seksi tersebut dipandang belum optimal karen a beberapa alasan, yaitu : 1. Masih lemahnya pelayanan dan bimbingan terhadap pendidikan keagamaan pada Diniyah Takmiliyah ; 2. Belum optimalnya sosialisasi dan pembinaan ; 3. Terbatasnya bahan standarisasi dan pembinaan Berdasarkan isi-isu aktual tersebut, penulis selaku pejabat yang

menangani hal-hal yang berkaitan dengan peningkatan kualitas Diniyah Takmiliyah tentunya terpanggil untuk melakukan langkah -langkah strategis guna mengatasi berbagai masalah yang menghambat terwujudnya

pemberdayaan Takmiliyah.

dan

peningkatan

kuali tas

pendidikan

pada

Diniyah

C. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan isu aktual di atas, maka rumusan masalah yang dapat penulis formulasikan dalam Kertas Kerja Perorangan ini adalah sebagai berikut : 1. Terbatasnya mengakibatkan penyusunan terbatasnya bahan sosialisasi bahan dan pembinaan dan

ketersediaan

sosialisasi

pembinaan bagi Diniyah Takmiliyah . 2. Terbatasnya ketersediaan bahan sosialisasi dan pembinaan

mengakibatkan kegiatan sosialisasi dan pembinaa n belum optimal. 3. Belum optimalnya sosialisasi dan pembinaan mengakibatkan pelayanan dan bimbingan terhadap pend idikan keagamaan pada Diniyah

Takmiliyah kurang optimal Dari ketiga permasalahan di atas, penulis akan melakukan pengujian dalam KKP ini apakah b enar ketidakoptimalan tingkat capaian sasaran tupoksi Seksi Pendidikan Keagamaan pada Bidang Pekapontren

Kementeriaan Agama Kanwil Provinsi Jawa Barat disebabkan oleh berbagai faktor di atas. Dan dengan menggunakan hasil pengujian dimaksud, diharapkan dapat segera direalisasikan pelaksanaan salah satu program alternatif yang dapat dikembangkan dalam upaya mengatasi permasalahan yang ada.

D. Metode Pengumpulan Data

Dalam

penyusunan

Kertas

Kerja

Perseorangan

ini

penulis

menggunakan beberapa metode dalam mengumpulkan data, antara lain: 1. Pengalaman (Emperical Research), yaitu kejadian-kejadian yang penulis peroleh dari pengalaman selama menjalankan tugas pada Seksi

Pendidikan Keagamaan, BidangPekapontren Kementerian Agama Kanwil Provinsi Jawa Barat. 2. Studi Kepustakaan (Library Research), yaitu dengan membaca litera turliteratur serta bahan-bahan yang didapat selama mengikuti Diklatpim, dan juga berasal dari kajian pustaka melalui telaah terhadap buku-buku yang ada kaitannya dengan materi penulisan Kertas Kerja Perseorangan ini. 3. Pembelajaran (Learning), yaitu menyerap konsep ataupun teori selama mengikuti Diklatpim.
A. Pengertian dan Lingkup Bahasan

1. Pengertian Untuk lebih terarahnya pembahasan sesuai dengan judul, akan dikemukakan beberapa pengertian yang berkaitan dengan istilah yang tercantum dalam judul, sehingga diharapkan lebih mudah dalam pemahaman. a. Rencana kerja adalah suatu proses perancangan pekerjaan a tau suatu keinginan yang disertai tindakan untuk mencapai sesuatu yang dibatasi oleh waktu, tempat, tujuan dan biaya yang ditentukan.

b. Peningkatan adalah tindakan memperbaiki atau kemajuan menuju menjadi lebih baik. Penngkatan juga dapat diartikan sebagai proses perbuatan atau cara meningkatkan (batas/waktu/masa) usaha kegiatan dan sebagainya (Tim Penyusun Kamus Pembinaan dan Pengembangan Bahasa ; 1945 : 1060) c. Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya (AA. Anwar Prabu Mangkunegara).

d. Pelayanan adalah proses kegiatan dalam memenuhi apa yang dibutuhkan masyarakat berkaitan dengan hal-hal yang menjadi tupoksi. e. Bimbingan adalah Proses kegiatan yang sifatnya memberikan petunjuk dan pengarahan untuk tujuan tertentu . f. Diniyah Takmiliyah adalah sebuah lembaga pendidikan non formal yang berperan memberikan pendidikan agama Islam, yang sifatnya melengkapi materi pembelajaran agama yang dipan dang kurang memadai diperoleh siswa/siswi di sekolah -sekolah formal.
2. Lingkup Bahasan

Lingkup bahasan Kertas Kerja Perseorangan (KKP) ini adalah deskripsi kondisi obyektif dari Seksi Pendidikan Keagamaan pada Bidang Pekapontren Kementerian Agama Kanwil Provinsi Jawa Barat secara kualitatif, dan juga analisis terhadap faktor -faktor penyebab belum optimalnya kinerja tugas Seksi Pendidikan Keagamaan Bidang Pekapontren Kementerian Agama Kanwil Provinsi Jawa Barat

BAB II GAMBARAN KEADAAN SEKARANG

A. Visi dan Misi Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat

1. Visi Terwujudnya aparatur yang Profesional, Transparan, dan Akuntabel menuju masyarakat Jawa Barat yang taat beragama, sejahtera, dan berwawasan maju 2. Misi a. Memberikan dukungan pelayanan teknis dan administrasi yang prima kepada masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan kehidupan beragama; b. Memberikan dukungan pengelolaan pendidikan agama dan pendidikan keagamaan yang optimal kepada masyarakat ; c. Mengupayakan dukungan penyelenggaraan pendidikan agama secara efektif pada Sekolah Umum dan penyelenggaraan pendidikan pada Madrasah; d. Menyelenggarakan pelayanan yang efektif dan efisien di Bidang Perencanaan, Pengendalian pelaksanaan Program dan Anggaran Administrasi Umum, Informasi dan Hubungan Kelembagaan; e. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sarana dan prasarana Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat

B. Tugas Pokok dan Uraian

Berdasarkan Keputusan Menteri Agama nomor 373 Tahun 2002 tentang struktur organisasi pada Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Jawa Barat dan Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota , tugas pokok Seksi Pendidikan Keagamaan adalah : melaksanakan tugas yang yang berkaitan dengan pembinaan dan pengembangan pendidikan

keagamaan sesuai ketentuan yang berlaku. Dalam melaksanakan tugas pokok tersebut, kegiatan yang dilakukan adalah : 1. Melakukan pelayanan dan bimbingan pendidikan keagamaan pada madrasah diniyah atau bentuk lainnya di bidang kurikulum, ketenagaan, kesiswaan, administrasi pendidikan, sarana prasarana, supervisi dan evaluasi; 2. Menyelenggarakan tata laksana persuratan dinas, kearsipan, inventarisasi barang, pemeliharaan sarana kerja dan dukungan administrasi kepegawaian; 3. Melakukan pelayanan informasi data, kebijakan dan program;

4. Meningkatkan koordinasi sektoral maupun lintas sektoral secara internal dan eksternal; 5. Menyiapkan peta pendidikan keagamaan sebagai acuan bagi penyusunan program dan anggaran pembinaan serta

pengembangan pengelolaan Diniyah Takmiliyah . 6. Menyiapkan Takmiliyah ketersediaan kurikulum dan silabus Diniyah

C. Program dan Kegiatan yang Ingin Ditingkatkan

Peningkatan kinerja adalah salah satu program yang saat ini begitu sering didengungkan dan secara sungguh -sungguh ingin diwujudkan . Salah satu aspeknya adalah seperti yang diungkapkan dalam uraian latar belakan g KKP ini, yaitu bahwa optimalisasi pelayanan dan bimbingan terhadap pendidikan keagamaan pada Diniyah Takmiliyah sangat menentukan peningkatan Kinerja Seksi Pendidikan Keagamaan Kementerian Agama Kanwil Provinsi Jawa Barat. Berikut ini data kelembagaan Diniyah Takmiliyah :
Tabel

Bidang Pekapontren

Status Lembaga Lembaga Negeri Pondok Pesantren Diniyah Takmiliyah Pendidikan Al Quran Majlis Ta·lim Swasta 8.110 21.793 14.387 91.803

Jumlah Siswa/Santri/Peserta Didik 482.366 santri 1.437.808 siswa 146.018 siswa 2.598.859 jamaah

Jumlah Guru

42.909 kiyai 110.083 ustadz 13.608 ustadz 87.158 ustadz

Dalam rangka mendukung upaya peningkatan kinerja, Pendidikan Keagamaan menetapkan program prioritas yang

Seksi perlu

ditingkatkan adalah sebagai berikut : 1. Meningkatkan pelayanan dan bimbingan terhadap pendidikan

keagamaan pada Diniyah Takmiliyah 2. Mengoptimalkan sosialisasi dan pembinaan

3. Menyediakan bahan sosialisasi dan pembinaan yang memadai dan mencukupi

D. Gambaran Tingkat Kinerja Saat Ini

Penetapan ketiga kegiatan utama sebagaimana dimaksud di atas dipandang sebagai program kegiatan prioritas yang ingin ditingkatkan oleh Seksi Pendidikan Keagamaan Bidang Pekapontren Kementerian Agama Kanwil Provinsi Jawa Barat karena didasarkan pada hasil pengukuran kinerja terhadap kegiatan dimaksud, yang menunjukkan hasil tingkat capaian kinerja sebagai berikut :
Tabel 2 PENGUKURAN KINERJA NO 1. TUJUAN SASARAN PRIORITAS INDIKATOR KINERJA SATUAN UKURAN CAPAIAN

Terwujudnya Tingkat Capaian Tupoksi atau kinerja Seksi Pendidikan Keagamaan yang Optimal

Terwujudnya 1. sosialisasi dan Skala 1-5 Pelayanan dan pembinaan Bimbingan sudah optimal Pendidikan Keagamaan pada 2. Sarana Skala 1-5 prasarana Diniyah sudah Takmiliyah memadai 3. Jumlah SDM Skala 1-5 sudah memadai

4

2

3

Keterangan : Skala 1 : sangat tidak setuju Skala 2 : tidak setuju Skala 3 : cukup setuju Skala 4 : Setuju Skala 5 : Sangat setuju

Berdasarkan hasil pengukuran tingkat capaian kinerja dari ketiga kegiatan pokok yang telah direncanakan oleh Seksi Pendidikan Keagamaan, maka kegiatan yang paling dianggap urgen untuk segera dilakukan adalah sosialisasi dan pembinaan yang benar-benar mencerminkan kebutuhan riil pengembangan kompetensi SDM pada Diniyah Takmiliyah.

BAB III GAMBARAN KEADAAN YANG DI INGINKAN

A. Sasaran Kebijaksanaan Operasional, Program dan Kegiatan Yang Akan Ditingkatkan

Sebagai kepala Seksi Pendidikan Keagamaan, Bidang Pekapontren pada Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, maka sasaran yang ingin penulis capai adalah optimalisasi pelaksanaan tugas Seksi Pendidikan Keagamaan bagi terselenggaranya pelayanan dan bimbingan pendidikan keagamaan pada Diniyah Takmiliyah di seluruh J awa Barat secara optimal. Sebagaimana telah diuraikan dalam bab II, program yang belum tercapai sasarannya adalah belum optimalnya sosialisasi dan pembinaan , akibat berbagai hal yang mendasarinya, seperti : (1) terbatasnya bahan sosialisasi dan pembinaan, (2) kurangnya pemberdayaan Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah , dan (3) anggaran yang kurang memadai. Berdasarkan persoalan yang dihadapi tersebut, maka program kegiatan yang difokuskan oleh Seksi Pendidikan Keagamaan untuk

ditingkatkan adalah ´ penyusunan bahan sosialisasi dan pembinaan sehingga nantinya benar -benar mampu menjawab kebutuhan riil

keterbatasan bahan sosialisasi dan pembinaan ´

B. Memilih dan Menetapkan Program dan Kegiatan yang Akan Ditingkatkan

Untuk terwujudnya kinerja Seksi pendidikan yang optimal maka optimalisasi penyediaan bahan sosialisasi dan pembinaan terhadap

pendidikan keagamaan pada Diniyah Takmiliyah adalah salah satu upaya yang akan dilakukan oleh Seksi Pendidikan Keagamaan. Optimalisasi penyediaan bahan sosialisasi dan pembinaan terhadap pendidikan

keagamaan pada Diniyah Takmiliyah hanya akan terwujud apabila : 1. Terjalinnya kerjasama dengan instansi terkait melalui FKDT untuk mencari dukungan dana. 2. Menyusun bahan sosialisasi dan pembinaan 3. Menyelanggarakan workshop dan sosialisasi Berdasarkan ketiga kriteria di atas, maka Seksi Pendidikan Keagamaan menetapkan ³Penyusunan Bahan Sosialisasi dan Pembinaan ´, sebagai kegiatan prioritas yang akan dilaksanakan.
C. Kerangka Pengukuran dan Indikator Kinerja

Untuk

dapat

merealisasikan

program

strategis

dan

berkesinambungan dalam rangka mendukung pelaksanaan penyusunan bahan sosialisasi dan pembinaan, maka ditetapkan beberapa indikator sebagai ukuran tingkat capaian kinerja sebagai berikut :

Tabel 3 RENCANA KEGIATAN TAHUNAN SASARAN Rencana Uraian tingkat capaian Terwuju Tersediany Terseleng dnya a kegiatan garanya penyiap penyiapa kegiatan an n bahan sosialisasi bahan sosialisasi dan sosialisa dan pembinaa si dan pembinaa n pembin n aan Indikator Kinerja Program Uraian Penyusun an bahan sosialisasi dan pembinaa n Indikator Kinerja KEGIATAN Program Indikator Kinerja 260 eksempla r Ket.

Tersusu Tersdianya nnya bahan bahan sosialisasi sosialisa dan si dan pembinaa pembin n aan

Sum ber dana dari DIPA tahu n 2011

BAB IV MASALAH DAN PEMECAHANNYA A. Identifikasi dan Analisis Masalah Bertolak dari pembahasan Bab terdahulu, maka untuk mengubah keadaan sekarang menjadi keadaan yang diinginkan terlebih dahulu dilakukan identifikasi masalah yang dihadapi Masalah utama yang dihadapi pada Seksi Pendidikan Keagamaan, Bidang Pekapontren Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat adalah belum optimalnya pelayanan Takmiliyah. dan bimbingan terhadap pendidikan keagamaan pada Diniyah

Dengan menggunakan analisis pohon masalah dapat diidentifikasi

bahwa masalah pokok tersebut disebabkan oleh faktor-faktor sebagai berikut : 1. Kurangnya sarana dan prasarana 2. Sosialisasi dan pembinaan belum optimal 3. Jumlah SDM yang kurang memadai Dari ketiga masalah tersebut, maka yang paling spesifik/dominan

mempengaruhi pelayanan dan bimbingan terhadap pendidikan keagamaan pada Diniyah Takmiliyah adalah ´ karena belum optimalnya pelaksanaan sosialisasi dan

pembinaan ´. Pelaksanaan sosialisasi dan pembinaan yang belum optimal itu
sendiri disebabkan antara lain : 1. Terbatasnya bahan sosialisasi dan pembinaan 2. Anggaran yang belum mencukupi/memadai 3. Kurangnya pemberdayaan Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah sebagai mitra kerja Kementerian Agama

Diantara ketiga penyebab masalah tersebut, maka yang paling dominan adalah ´ terbatasnya bahan sosialisasi dan pembinaan ´. Beberapa langkah yang digunakan untuk mengidentifikasi masalah dominan adalah sebagai berikut : 1. Untuk mengidentifikasi masalah pokok yang dominan dapat digunakan metode USG (Urgent, Serious, Growth) sebagai berikut : masalah pokok dan

Tabel 4 Analisis USG masalah Pokok

No. 1. 2.

MASALAH POKOK Kurangnya sarana dan prasarana Sosialisasi dan pembinaan belum optimal Jumlah SDM memadai yang kurang

U 4 4

S 4 5

G 4 5

JML 12 14

RKG II I

3

3

4

4

11

III

2.

Untuk mengidentifikasi masalah yang spesifik yang dominan juga digunakan metode USG sebagai berikut :

Tabel 5 Analisis USG Masalah Spesifik

No. 1. 2.

MASALAH SPESIFIK Anggaran belum mencukupi Terbatasnya bahan sosialisasi dan pembinaan Kurangnya pemberdayaan Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah

U 3 4

S 4 4

G 4 5

JML 11 13

RKG III I

3

3

3

3

9

II

Keterangan : U : Urgent (mendesak) dengan nilai : Paling Mendesak 5 Sangat mendesak 4 mendesak 3 Biasa 2 Tidak Mendesak 1

S : Serious (gawat) dengan nilai : Fatal 5 Sangat gawat 4 Gawat 3 Biasa 2 Tidak Gawat 1

G : Growth (perkembangan) dengan nilai :
Sangat Cepat 5 Cepat Agak Cepat 3 Biasa Lambat

4

2

1

Dari hasil ´USG´ tersebut di atas, maka jelas tergambar permasalahan kegiatan yang paling dominan adalah ´sosialisasi dan pembinaan belum

optimal ´ mendapat nilai terbesar berjumlah 14 yang sekaligus menduduki
ranking I (pertama).
Berdasarkan masalah-masalah yang diungkapkan di atas, penulis mencoba menggambarkan pemecahan masalahnya dalam bentuk ´pohon masalah´ yang diwujudkan dalam bentuk pernyat aan negatif seperti digambarkan pada pohon masalah sebagai berikut :

Gambar POHON MASALAH
Pernyataan Negatif)
Kinerja Seksi Pendidikan Keagamaan Belum Optimal

4 Akibat

Pelayanan dan Bimbingan terhadap pendidikan keagamaan padaDiniyah Takmiliyah belum optimal

1

SEBAB

a
Kurangnya sarana dan prasarana

b

c
Jumlah SDM yang kurang memadai 2

Sosialisasi dan pembinaan belum optimal

a
Kurangnya pemberdayaan Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah

b
Anggaran belum mencukupi

c
Terbatasnya bahan sosialisasi dan pembinaan
3

Keterangan : 1. Masalah Utama yang dihadapi ialah nomor 1, 2. Penyebab Masalah Nomor 1 adalah nomor 2b, 3. Penyebab Masalah Nomor 2b, adalah 3c, 4. Akibat dari Nomor 1 adalah Nomor 4.

B. Memilih dan Menetapkan Program Sasaran

Sebagaimana telah dikemukakan diatas, bahwa masalah utama yang dihadapi oleh Seksi Pendidikan Keagamaan adalah ´belum optimalnya pelayanan dan bimbingan terhadap pendidikan keagamaan pada Diniyah Takmiliyah´. Untuk mewujudkan pelayanan dan bimbingan pendidikan keagamaan pada Diniyah Takmiliyah yang optimal, maka diperlukan pemilihan dan penetapan program untuk mewujudkan sasaran yang ingin dicapai sebagai berikut : 1. Kurangnya sarana dan prasarana 2. Sosialisasi dan pembinaan belum optimal 3. Jumlah SDM kurang memadai Dari ketiga sasaran tersebut yang dianggap paling dominan adalah ´Sosialisasi dan pembinaan belum optimal ´, sasaran ini dapat dicapai dengan melalui :
1. Mengoptimalkan pemberdayaan Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah

2. Terpenuhinya bahan sosialisasi dan pembinaan 3. Tercukupinya anggaran Dalam rangka menetapkan sasaran yang menjadi prioritas dari ketiga sasaran tersebut di atas, maka perlu dilakukan penentuan untuk memilih dan menetapkan program yang dilaksanakan dengan

menggunakan pola ´pohon sasaran´. Ketiga sasaran tersebut di atas yang harus dicapai terlebih dahulu adalah ³terpenuhinya bahan sosialisasi dan pembinaan". Untuk lebih jelasnya dapat di lihat pada pohon sasaran berikut :

Gambar 2

POHON SASARAN
Pernyataan Positif)

Kinerja Seksi Pendidikan Keagamaan sudah optimal

4

AKIBAT

Pelayanan dan bimbingan terhadap pendidikan keagamaan sudah optimal

1

a
Sarana dan prasarana sudah memeadai

b
Sosialisasi dan pembinaan sudah optimal

c

SEBAB

Jumlah SDM sudah memadai

2

a
Pemberdayaan Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah sudah optimal

b Anggaran sudah memadai

c
Terpenuhinya bahan sosialisasi dan pembinaan 3

Keterangan : 5. Masalah Utama yang dihadapi ialah nomor 1, 6. Penyebab Masalah Nomor 1 adalah nomor 2b, 7. Penyebab Masalah Nomor 2b, adalah 3c, 8. Akibat dari Nomor 1 adalah Nomor 4.

C. Alternatif Kegiatan Setelah memperhatikan sasaran yang hendak dicapai, maka sasaran yang diprioritaskan untuk seg era diwujudkan adalah ´ penyusunan bahan sosialisasi dan pembinaan´. Dan untuk mencapai hal tersebut perlu dilakukan kegiatan sebagai berikut :

1. Kerjasama dengan instansi terkait melalui FKDT

untuk mencari

dukungan dana dalam rangka menggandakan/memperbanyak bahan sosialisasi dan pembinaan keseluruh Diniyah Takmiliyah 2. Penyusunan bahan sosialisasi dan pembinaan 3. Penyelenggaraan workshop/sosialisasi Sebagai langkah alternatif dipandang perlu memilih salah satu kegiatan itu, untuk memperjelas penentuan alternatif kegiatan yang akan

dilaksanakan diperlukan cara penentuannya dengan menggunakan metode USG sebagai brikut :
Tabel 6 Analisis USG Alternatif Program

No. 1. 2.

ALTERNATIF PROGRAM Penyelenggaraan workshop/sosialisasi Penyusunan pembinaan bahan sosialisasi dan

U 3 4

S 3 4

G 3 5

JML 9 13

RKG III I

3

Kerjasama dengan instansi terkait melalui FKDT untuk mencari dukungan dana dalam rangka menggandakan/memperbanyak bahan sosialisasi dan pembinaan keseluruh Diniyah Takmiliyah

4

4

4

12

II

Berdasarkan hasil ´USG´ tersebut di atas, maka jelas tergambar alternatif kegiatan ´penyusunan bahan sosialisasi dan pembinaan ´ mendapat nilai terbesar yaitu berjumlah 13 yang sekaligus menduduki ranking I (pertama). Hal ini berarti bahwa alternatif kegiatan yang paling mendesak untuk dilaksanakan adalah melaksanakan penyusunan bahan sosialisasi dan pembinaan

sebagaimana dimaksud. Untuk lebih jelasnya tentang alternatif kegiatan ini digambarkan dengan ´pohon alternatif´ sebagai berikut :
Gambar POHON ALTERNATIF
Kinerja Seksi Pendidikan Keagamaan sudah optimal

Pelayanan dan bimbingan terhadap pendidkan kegamaan pada Diniyah Takmiliyah sudah optimal

Sosialisasi dan pembinaan sudah optimal

tersedianya bahan sosialisasi dan pembinaan

a
Kerjasama dengan instansi terkait melalui FKDT untuk mencari dukungan dana MME dalam rangka menggandakan/memperbany ak bahan sosialisasi dan pembinaan keseluruh Diniyah Takmiliyah

b
Menyusun Bahan sosialisasi dan pembinaan

c
Menyelenggarakan workshop/sosialisasi

D. Rencana Kerja

Rencana kerja adalah penetapan terhadap suatu kegiatan yang akan dilaksanakan agar tercapai dengan baik, oleh karena itu rencana kerja harus mempertimbangkan potensi, peluang, tantangan dan kendala yang mungkin timbul kemudian. Dari tiga alternatif kegiatan yang akan dilaksanakan diambil keputusan untuk melaksanakan penyusunan bahan sosialisasi dan pembinaan. Hasil dari penyusunan tersebut akan dicetak dan digandakan sejumlah 260 eksemplar untuk kemudian disebar ke 26 Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota. Selanjutnya, masing -masing Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota dihimbau untuk menggandakan bahan tersebut untuk disebar ke lembaga Diniyah Takmiliyah. Untuk program penggandaan ini tentunya Kantor Kementerian Agama Kabupaten/kota bisa memberdayakan Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah bekerjasama dengan instansi pemerintah daerah setempat atau pihak -pihak tertentu yang peduli terhadap pendidikan keagamaan. . Total biaya yang dibutuhkan untuk kegiatan penyusunan tersebut adalah sebesar Rp 60.000.000,- (Dua puluh lima juta rupiah). Seluruh pembiyaan dibebankan pada DIPA Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat tahun 2011.. Dalam rangka merealisasikan kegiatan di atas maka terlebih dahulu dilakukan pembuatan kerangka yang menghubungkan rencana kegiatan

dengan unsur-unsur manajemen lainnya dalam bentuk Matrik Rincian Kerja (MRK) yaitu : 1. Menetapkan sasaran yang hendak dicapai. 2. Menetapkan kegiatan yang akan dilaksanakan. 3. Membagi kegiatan dalam pokok-pokok kerja yaitu : a. b. c. Persiapan Pelaksanaan Pengendalian

Selanjutnya menjabarkannya ke dalam pokok akhir, sehingga diketahui SiaBiDiBa-nya yaitu : a. Siapa mengerjkan apa. b. Bilamana sasaran akan diwujudkan. c. Bagaimana Pelaksanaannya. 4. Menetapkan waktu kegiatan dengan membuat jadwal kegiatan mulai dari persiapan hingga pengendalian. 5. Membuat rekapitulasi biaya kerja, dilakukan agar biaya yang

dikeluarkan sesuai dengan program yang telah direncanakan dan mencapai tujuan yang ditetapkan. Untuk jelasnya dapat dijaba rkan dalam matrik rencana kerja (MRK), uraian paket-paket kerja, jadwal kegiatan dan rekapitulasi biaya kerja sebagai berikut :

Tabel POKOK AKHIR : Pembentukan Panitia dan Pembuatan SK PENANGGUNG GUGAT : Kepala Bidang Pekapontren PAKET KERJA NO : 01

NO

URAIAN TUGAS
Mengajukan nama-nama panitia dan Tim penyusun

PENANGGUNGJAWAB ORANG) Kasi Pendidikan Keagamaan Kabid Pekapontren Aceng Sukandar Kasi pend Keagamaan Kabid Pekapontren Usep Eka

WAKTU HARI)

BIAYA

2

Menyetujui nama-nama panitia dan Tim penyusun Mengetik SK panitia dan Tim Penyusun

4 5 6

Memaraf SK Menandatangani SK panitia panitia dan Tim Penyusun Menyampaikan SK panitia penyelenggara kepada masing-masing yang berhak Jumlah

hari

4 orang

1 hari

Tabel 8

POKOK AKHIR

:

Pembuatan dan Pengiriman surat undangan : Kepala Bidang Pekapontren

PENANGGUNG GUGAT PAKET KERJA NO : 02

NO URAIAN TUGAS 1 2
Membuat surat undangan kepada Tim Penyusun Meneliti dan memaraf surat undangan Menandatangani surat undangan

PENANGGUNGJAWAB ORANG) Aceng Sukandar Kasi Pend Keagamaan

WAKTU HARI)

BIAYA

1 hari Kabid Pekapontren Usep Eka 4 orang 1 hari

4

Menyebarkan surat undangan Jumlah

Tabel POKOK AKHIR PAKET KERJA NO : 03 NO URAIAN TUGAS PENANGGUNGJAWAB WAKTU ORANG) HARI) BIAYA : Persiapan Pertemuan

PENANGGUNG GUGAT : Kepala Bidang Pekapontren

1

Pemesanan hotel tempat penyelenggaraan

Aceng Sukandar

Rp 13.500.000,-

2

Membeli ATK

Kasi Pend Keagamaan 1 hari

Rp 1.000.000

Menyiapkan kelengkapan administratif

Kasi Pekapontren

4

Menyebarkan surat undangan Usep Eka untuk Acara Pembukaan Jumlah

4 orang

1 hari

Tabel 10 POKOK AKHIR PAKET KERJA NO : 04 NO URAIAN TUGAS PENANGGUNG JAWAB ORANG) Aceng Sukandar WAKTU HARI) BIAYA : Penerimaan tamu undangan

PENANGGUNG GUGAT : Kepala Bidang Pekapontren

1

Penerimaan peserta undangan saat check in dan pembagian kamar hotel Memberikan perlengkapan/atribut berikut jadwal kegiatan dan draft bahan materi sosialisasi dan pembinaan untuk dikaji Mengecek surat tugas para peserta

2

Aceng Sukandar 1 hari Usep Eka

Rp 4.000.000

Edi Asep

4

Memberikan form ulir isian bio data Jumlah

Tatang 5 orang 1 hari

Tabel 11

POKOK AKHIR PAKET KERJA NO : 05 NO URAIAN TUGAS

: Pelaksanaaan Kegiatan

PENANGGUNG GUGAT : Kepala Bidang Pekapontren

1 2

Acara Pembukaan

PENANGGUNG JAWAB ORANG) Kakanwil Kabid Pekapontren

WAKTU HARI)

BIAYA

Pengarahan tentang tujuan dan sasaran pertemuan Pembahasan/Penyusunan bahan sosialisasi dan pembinaan

2hari Kasi pendidkan keagamaan Kasi Pendidikan Keagamaan 3 orang 2 hari Rp 30.000.000 Rp 9.000.000

4

Tersusunnya bahan sosialisasi dan pembinaan

Jumlah

Tabel 12 REKAPITULASI BIAYA

NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

POKOK AKHIR Akomodasi, makan dan snack Pembelian ATK Pembelian Bahan Kerja Honor Penyusunan draft bahan sosialiasi Penggandaan draft bahan Honor & Transport seluruh peserta Honor Panitia Penggandaan dan Penjilidan Laporan Jumlah Rp Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.

BIAYA Rp) 13.500.000,1.000.000,4.000.000,5.000.000,500.000,30.000.000,2.500.000,1.500.000,58.000.000,-

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan uraian yang telah di paparkan pada Bab terdahulu, maka dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Kinerja Seksi Pendidikan Keagamaan masih dipandang belum mampu secara optimal melaksanakan pelayanan dan bimbingan terhadap pendidikan keagamaan pada Diniyah Takmiliyah karena masih belum optimalnya pelaksanaan sosialisasi dan pembinaan serta belum mencerminkan kebutuhan riil peningkatan kompetensi pegawai di lingkungan Kementerian Agama Propinsi Jawa Barat. 2. Terbatasnya bahan sosialisasi dan pembinaan ditengarai menjadi penyebab belum mampunya sosialisasi dan pembinaan

dilaksanakan secara optimal 3. Untuk mendukung proses terpenuhinya bahan sosialisasi dan pembinaan maka perlu disusun bahan sosialisasi dan pembinaan, optimalisasi pemberdayaan Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah sebagai mitra Kementerian Agama, serta penyelenggaraan workshop atau sosialisasi 4. Penyusunan bahan sosialisasi dan pembinaan adalah kegiatan alternatif yang dianggap paling urgen dalam rangka mendukung

proses

pelayanan

dan

bimbingan

terhadap

pendidikan

keagamaan pada Diniyah Takmiliyah .

DAFTAR PUSTAKA

Departemen Agama RI, Direktorat Jenderal Kelembagaan Agama Islam, Pedoman Kegiatan Belajar Mengajar Madrasah Diniyah, 2003 Departemen Agama RI , Direktorat Jenderal Kelembagaan Agama Islam , Grand Design Pendidikan Keagamaan dan Pondok Pesantren, 2004 Departemen Agama RI, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Pedoman Penyelenggaraan Diniyah Takmiliyah, 2009 Departemen Agama RI, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Pedoman Kelompok Kerja Diniyah Takmiliyah , 2009 Eko Supriyanto, Drs, M.Sc, Sri Sugiyanti, Dra, Operasionalisasi Pelayanan Prima, Lembaga Asministrasi Negara, Jakarta, 2001. Juni Pranoto, Drs. M.Pd, Emma Rahmawiati, Dra, Agung A. Mataram, Drs, MM, Isu Aktual Sesuai Tema, Lembaga Asministrasi Negara, Jakarta, 2001. Peranturan Pemerintah No. 1 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan bagi Pegawai Negeri Sipil Peraturan Menteri Agama No. 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama. Pitoyo, Drs, MA, Djoenaedi Tamim, Drs, Pola Kerja Terpadu (PKT), Lembaga Administrasi Negara RI, Jakarta, 2001. Soerjono, Dr. MPA, SH, Amak Mansyuri, Drs, MM, Pemecahan Masalah dan Pengambilan Keputusan (PMPK), Lembaga Asministrasi Negara, Jakarta, 2001.

Suparman dan Tamim Djoenaedi,

Kertas Kerja Perseorangan (KKP),

Lembaga Asministrasi Negara, Jakarta, 2004.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->