Anda di halaman 1dari 4

Nama : Wenny Devinta Dwi Rahmadiani

NRP : 1509100017
Mata Kuliah : Taksonomi Hewan
Dosen : Bpk Farid Kamal M.

REVIEW PENDEKATAN SISTEMATIKA

Terdapat dua metode pendekatan analisis dalam ilmu sistematika


filogenetik yaitu fenetik dan kladistik. Klasifikasi ini akan menjadi
penjelasan mengenai garis keturunan suatu organisme yang di runtut dari
nenek moyangnya sampai sekarang dengan didukung oleh informasi dari
catatan fosil serta kajian rinci dalam anatomi dan embriologi
perbandingan untuk membentuk suatu system klasifikasi dan pohon
kehiduan yang terkait dan berakar dalam filogeni.

FENETIKA
Fenetika atau juga dikenal sebagai taximetrics yang merupakan
suatu usaha untuk mengklasifikasikan organisme dengan tidak membuat
asumsi filogenetik dan mendasarkan seluruh kedekatan taksonomik atas
dasar kemiripan dan perbedaan yang terukur, artinya metode ini
digunakan berdasarkan kesamaan morfologinya saja tanpa
mempertimbangkan aspek filogenetik atau hubungan evolusioner. Metode
fenetika membandingkan sebanyak mungkin karakteristik anatomi (yang
dikenal sebagai karakter) dan tidak melakukan upaya untuk membedakan
homologi dari analogi.

KLADISTIK
Metode kladistik ini mengelompokkan organisme menurut urutan
waktu munculnya percabangan itu disepanjang pohon filogenetik
bercabang dua (dikotomi) yang artinya metode ini menggelompokkan
organisme ke dalam kelompok yang disebut clades, yang terdiri dari
semua keturunan dari suatu organisme leluhur dan nenek moyang. Pohon
filogenetik menggambarkan hipotesis yang dikembangkan yang
tujuannya adalah agar klasifikasi mencerminkan sejarah evolusi. Metode
ini menggunakan cladogram yaitu suatu diagram yang memperlihatkan
tingkat kekerabatan nenek moyang antar taxa (tunggal taxon), untuk
menggambarkan garis evolusioner dan pohon evolusioner.

Analisa karakteristik bertujuan untuk menganalisa karakter antar


taxa. Untuk analisa karakter dilakukan tahap sebagai berikut:

1. Menentukan tipe karakter homolog atau analog

2. Menentukan tipe karakter primitive atau turunan

3. Memperkirakan tingkat perbedaan evolusioner antar taksa yang


dibandingkan

4. Menentukan besaran perbedaan karakter


Nama : Wenny Devinta Dwi Rahmadiani
NRP : 1509100017
Mata Kuliah : Taksonomi Hewan
Dosen : Bpk Farid Kamal M.
Dibawah ini merupakan karakter-karakter yang digunakan untuk analisa
karakter :
1. Karakter Symplesiomorphy (Primitif)

Karakter spesies yang relatif tua dan masih ada selama beberapa
generasi. Karakter ini merupakan karakteristik yang hadir pada
pangkal pohon filogenetika. Misalnya chorda dorsalis yang merupakan
karakter primitif dari filum chordata. Namun, saat dewasa yang
memiliki chorda dorsalis hanyalah vertebrata. Selain itu sebagai contoh
semua

tetrapoda memiliki empat anggota tubuh, dengan demikian, memiliki


empat anggota badan adalah apomorphy untuk vertebrata tetapi
symplesiomorphy untuk tetrapoda.

2. Karakter Apomorphy (Turunan)

Karakter spesies yang muda dan terjadi secara evolusioner. Contohnya


kelenjar susu, rambut, dan tiga tulang telinga tengah merupakan
karakter turunan dari mamalia.

3. Karakter Synapomorphy

Karakter turunan yang dimiliki bersama. Karakter tersebut merupakan


homologi yang berkembang pada nenek moyang bersama semua
spesies pada satu cabang suatu percabangan pada pohon tersebut
tetapi tidak pada nenek moyang cabang lain.

Homologi
Homologi adalah kemiripan anatomi dari nenek moyang yang sama
yang namun memiliki fungsi berbeda. Contoh dari homologi yaitu
perbandingan antara struktur sayap kelelawar, kaki kuda, sirip paus dan
lengan manusia menunjukkan bahwa keempatnya memiliki struktur dasar
yang sama namun fungsinya berbeda karena terdapat modifikasi.

Analogi
Analogi adalah kemiripan fungsi tetapi anatomi yang berbeda.
Sebagai contoh sayap serangga dengan sayap burung yang memiliki
anatomi berbeda namun memiliki fungsi yang sama yaitu untuk terbang.

Outgroup
Nama : Wenny Devinta Dwi Rahmadiani
NRP : 1509100017
Mata Kuliah : Taksonomi Hewan
Dosen : Bpk Farid Kamal M.
Metode kladistik menggunakan suatu konsep yang disebut
pembandingan dengan luar kelompok untuk mengenali karakter primitive
bagi semua anggota kelompok dan memantapkan tititk permulaan untuk
membangun pohon foilogenetik. Suatu luar kelompok (outgroup) adalah
suatu spesies atau kelompok spesies yang masih relatif berkerabat dekat
dengan kelompok spesies yang lain, tetapi hubungannya tidak sedekat
hubungan antar anggota spesies.

Sister Taxa
Sister taxa merupakan taxa-taxa yang berasal dari cabang yang
sama.
Contoh dari Cladogram

Terlihat pada cladogram di atas menyatakan bahwa,


1. Ornithischia sister terhadap Saurischia
2. Ornithischia dan Saurischia sister terhadap Pterosauria
3. Ornithischia, Saurischia, dan Pterosauria sister terhadap
Crurotarsi
4. Ornithischia, Saurischia, Pterosauria, dan Crurotarsi sister
terhadap Lepidosauria
5. Ornithischia, Saurischia, Pterosauria, Crurotarsi, dan Lepidosauria
sister terhadap Testudines

Tujuan dari sistematika adalah untuk menciptakan suatu klasifikasi


yang mencerminkan sejarah evolusi organisme. Untuk hal itu diperlukan
pengelompokkan spesies kedalam taksa yaitu
1. Monofiletik
Jika nenek moyang tunggalnya hanya menghasilkan semua spesies
turunan dalam takson tersebut dan bukan spesies pada takson lain
2. Polifiletik
Jika anggotanya diturunkan dari dua atau lebih bentuk nenek
moyang yang tidak sama lagi bagi semua anggotanya
3. Parafiletik
Jika takson itu tidak meliputi spesies yang memiliki nenek moyang
yang sama yang menurunkan spesies yang termasuk dalam takson
tersebut
Nama : Wenny Devinta Dwi Rahmadiani
NRP : 1509100017
Mata Kuliah : Taksonomi Hewan
Dosen : Bpk Farid Kamal M.
Contoh : Metazoa cladogram

Keterangan :
Monofiletik
Polifiletik

Parafiletik