Anda di halaman 1dari 105
DASAR-DASAR PENGOLAHAN KELAPA SAWIT EAT XVIII/09 Presented by: Adhi Setyanto ASIAN ASIAN AGRI AGRI GROUP

DASAR-DASAR PENGOLAHAN KELAPA SAWIT

EAT XVIII/09

DASAR-DASAR PENGOLAHAN KELAPA SAWIT EAT XVIII/09 Presented by: Adhi Setyanto ASIAN ASIAN AGRI AGRI GROUP GROUP
DASAR-DASAR PENGOLAHAN KELAPA SAWIT EAT XVIII/09 Presented by: Adhi Setyanto ASIAN ASIAN AGRI AGRI GROUP GROUP

Presented by: Adhi Setyanto

ASIANASIAN AGRIAGRI GROUPGROUP ASIANASIAN AGRIAGRI LEARNINGLEARNING INSTITUTEINSTITUTE

20020099

STRUKTUR ORGANISASI

PABRIK MINYAK KELAPA SAWIT

Production Controler

Production Controler

Production Controler
Production Controler
Production Controler
Production Controler
Production Controler
Production Controler
Production Controler
Production Controler
Production Controler
Production Controler
Production Controler
Production Controler
Production Controler
Production Controler
Production Controler
Production Controler
Production Controler
Production Controler
Production Controler
Production Controler
Production Controler
Production Controler
Group Manager
Group Manager
Mill Manager
Mill Manager
KELAPA SAWIT Production Controler Group Manager Mill Manager Asst Proses I Mdr Proses I Asst Proses
KELAPA SAWIT Production Controler Group Manager Mill Manager Asst Proses I Mdr Proses I Asst Proses
KELAPA SAWIT Production Controler Group Manager Mill Manager Asst Proses I Mdr Proses I Asst Proses
KELAPA SAWIT Production Controler Group Manager Mill Manager Asst Proses I Mdr Proses I Asst Proses
KELAPA SAWIT Production Controler Group Manager Mill Manager Asst Proses I Mdr Proses I Asst Proses
KELAPA SAWIT Production Controler Group Manager Mill Manager Asst Proses I Mdr Proses I Asst Proses
KELAPA SAWIT Production Controler Group Manager Mill Manager Asst Proses I Mdr Proses I Asst Proses
KELAPA SAWIT Production Controler Group Manager Mill Manager Asst Proses I Mdr Proses I Asst Proses
Asst Proses I Mdr Proses I
Asst Proses
I
Mdr Proses
I
Asst Proses II Mdr Proses II
Asst Proses II
Mdr Proses II
Asst Proses III Kepala Laboratorium
Asst Proses III
Kepala
Laboratorium
Opr Loading Ramp Opr Stirilizer Opr Tippler/Hoist Opr Press Opr Clarification Opr Kernel Plant Opr
Opr Loading Ramp
Opr Stirilizer
Opr Tippler/Hoist
Opr Press
Opr Clarification
Opr Kernel Plant
Opr Boiler
Opr Water Treatment
Opr Mesin Listrik
Opr Tractor/ Loader
Krani Timbang
Pembantu Oprator
- Air Limbah
- Land Aplikasi
- Incenerator
- Capstan
Opr Loading Ramp Opr Stirilizer Opr Tippler/Hoist Opr Press Opr Carification Opr Kernel Plant Opr
Opr Loading Ramp
Opr Stirilizer
Opr Tippler/Hoist
Opr Press
Opr Carification
Opr Kernel Plant
Opr Boiler
Opr Water Treatment
Opr Mesin Listrik
Opr Tractor/Loader
Karani Timbang
Pembanto Oprator
- Air Limbah
- Land Aplikasi
- Incenerator
- Capstan
Analis Pembantu Analis Petugas Pengiriman Petugas Sample Pengawas Mutu Buah Petugas Mutu Buah
Analis
Pembantu Analis
Petugas Pengiriman
Petugas Sample
Pengawas Mutu Buah
Petugas Mutu Buah
Asst Bengkel

Asst Bengkel

Asst Bengkel
Asst Bengkel
Mdr Bengkel
Mdr Bengkel
Tukang Besi Tukang Las Tukang Kayu/Batu Tukang Bubut Tukang Pabrik Tukang Listrik Greaser Pemb Tk
Tukang Besi
Tukang Las
Tukang Kayu/Batu
Tukang Bubut
Tukang Pabrik
Tukang Listrik
Greaser
Pemb Tk Las / Besi
Pemb.Tk. Listrik
Krani Bengkel
Kepala Tata Usaha
Kepala Tata Usaha
Kerani Pembukuan Kerani Produksi Kerani Adm & Umum Opr Ratel / SSB Opas Kantor Perawat
Kerani Pembukuan
Kerani Produksi
Kerani Adm & Umum
Opr Ratel / SSB
Opas Kantor
Perawat
Sopir manager
Sopir Dump Truck
Tukang Kebun
Kepala Gudang
Pemb Gudang
Keamanan

22

Proses Produksi CPO

Raw Material

Proses Produksi CPO Raw Material Product - FFA (< 2.75%) - - - - Beta carotene
Proses Produksi CPO Raw Material Product - FFA (< 2.75%) - - - - Beta carotene

Product

-

FFA (< 2.75%)

-

-

-

-

Beta carotene (> 500)

 

-

FIBRE (11%)

-

-

SHELL (5%)

-

Processing

PMKS

- - Beta carotene (> 500)   - FIBRE (11%) - - SHELL (5%) - Processing
- - Beta carotene (> 500)   - FIBRE (11%) - - SHELL (5%) - Processing

Crude Palm Oil Milling Process

KERNEL KERNELS KERNEL OUT DRYING KERNEL FRUIT IN PLANTATIONS NUT CRACKING CRUSHING FRUIT COMPANY MILL
KERNEL
KERNELS
KERNEL
OUT
DRYING
KERNEL
FRUIT IN
PLANTATIONS
NUT
CRACKING
CRUSHING
FRUIT
COMPANY MILL POWER
PLANT
CAGE
SHELLS
PRESSING
NUTS
EMPLOYEES' DOMESTIC POWER
STERILISING
THRESHING
POWER
FIBRES
GENERATION
STRIPPED
BUNCHES
CLARIFICATION
PURE
OIL
DRYING
SLUDGE
OIL
STORAGE
FERTILISER
OIL OUT
PURIFYING
TANK
CENTRIFUGING

EFFLUENT TREATMENT

Portal

Portal Pos Keamanan 5 5

Pos Keamanan

Portal Pos Keamanan 5 5

Jembatan Timbang

Jembatan Timbang

Stasiun Penerimaan Buah (Fruit Reception)

DefDefiinisi:nisi:

SuatuSuatu prosesproses menyortirmenyortir atauatau mengelompokkanmengelompokkan tandantandan buahbuah segarsegar (TBS)(TBS) sesuaisesuai SOPSOP dengandengan sistemsistem gradinggrading

ObjektiveObjektive daridari melakukanmelakukan prosesproses grading:grading:

1.1. UntukUntuk memperolehmemperoleh standarstandar mutumutu TBSTBS yangyang sesuaisesuai SOPSOP

2.2. MinimalisasiMinimalisasi sampahsampah (TBS(TBS diluardiluar standarstandar,, sampahsampah,, batubatu,, pasirpasir)) yangyang masukmasuk keke PMKSPMKS

3.3. MemberikanMemberikan shockshock therapytherapy bagibagi suppliersupplier dalamdalam memasukkanmemasukkan TBSTBS keke PMKSPMKS

Penerimaan Buah

PasokanPasokan TBSTBS secarasecara umumumum keke PMKSPMKS didi AsianAsian AgriAgri adalahadalah::

1.1. TBSTBS intiinti

Agri Agri adalah adalah : : 1. 1. TBS TBS inti inti 2. 2. TBS TBS

2.2. TBSTBS PlasmaPlasma

3.3. TBSTBS KKPAKKPA

4.4. TBSTBS LuarLuar

5.5. TBSTBS PekaranganPekarangan

6.6. TBSTBS TumpangTumpang GilingGiling

7.7. TBSTBS Afiliasi/SepupuAfiliasi/Sepupu

TergantungTergantung KebunKebun/PMKS/PMKS

Peralatan Pendukung

1. Jembatan Timbang (weightbridge)

• Kapasitas 40 ton, sistem Load Cell, komputerisasi, Surge protector, cermin, CCTV, Kicking plate, cat, Zero interlock, ukuran 12 x 3 m

• Fungsi jembatan timbang:

1. Mengetahui jumlah janjang dan tonase TBS yang masuk

2. Mengetahui tonase produksi CPO dan Kernel yang keluar PMKS

3. Menimbang tonase yang masuk dan keluar yang berhubungan dengan pabrik dan kebun

2. Loading Ramp

• Terdapat pintu untuk pengaturan TBS yang akan diisikan ke dalam lori

• Buka tutup pintu dilakukan menggunakan sistem hidrolik

• Fungsi loading ramp adalah tempat penampungan TBS sementara dan pengisian lori

Peralatan Pendukung

3. Lori

• Fungsi: tempat menampung buah yang akan direbus

• Konstruksi: terbuat dari plat besi dengan dinding berlubang diameter ±10 mm agar penetrasi steam dan pembuangan air dalam buah lebih efektif

• Kapasitas: 2,5 Ton (Hoisting crane)

• Kapasitas: 4,5 Ton dan 7,5 Ton (Tippler)

4. Dirt Conveyor

• Umumnya terdapat pada pabrik-pabrik yang memasang kisi- kisi di ramp

• Umumnya terbuat dari scrapper atau screw

• Umumnya materialnya dari mild steel

• Digerakkan oleh elektromotor

1010

Peralatan Pendukung

5. Capstan

• Alat untuk menarik lori dilengkapi roll untuk menggulung tali, kecepatan ± 20 m/min

6. Bollard

• Fungsi: pengarah tarikan lori yang ditarik Capstand

• Konstruksi: berbentuk roller dilengkapi bearing

7. Transfer Carriage

• Umumnya kapasitas 3 lori, terdapat 2 unit

• Semi Automatic

• Rail: 50 x 50 mm dengan jarak 600 mm

• Digerakkan oleh oli dengan pompa hidrolik

1111

LOADING RAMP

LOADING RAMP LORI 12 12

LORI

LOADING RAMP LORI 12 12

1212

CAPSTAN

CAPSTAN BOLLARD 13 13

BOLLARD

CAPSTAN BOLLARD 13 13

1313

TRANSFER CARRIAGE

TRANSFER CARRIAGE D i r t C o n v e y o r 14 14

Dirt Conveyor

TRANSFER CARRIAGE D i r t C o n v e y o r 14 14

1414

Sistem Pengisian Lori

Sistem Pengisian Lori 15 15

1515

GRADING

GRADING 16 16

1616

VARIETAS BUAH

DURA

• Cangkang tebal berukuran 2 - 8

mm

• Mesocarp tipis, presentase mesocarp terhadap buah 35% - 50 %

• Extraksi minyak rendah, 17 -

18%

• Inti besar

• Bijinya tidak dikelilingi sabut

DELI DURA

• Cangkang relatif tebal

• Presentase mesocarp terhadap buah bisa mencapai 65 %

• Inti relatif besar

TENERA

• Cangkang tipis 0,5 – 4 mm

• Presentase Mesocarp terhadap buah 60 - 90 %

• Mempunyai cincin serat di sekeliling biji

• Ekstraksi tinggi 22% - 24%

PISIFERA

• Tidak mempunyai cangkang

• Mempunyai cincin serat tebal mengelilingi kernel yang berukuran kecil

Stasiun Perebusan (STERILIZER)

Fungsi

• Menghentikan perkembangan ALB (FFA) dengan menonaktifkan enzim lipase

• Memudahkan pelepasan berondolan pada threshing

• Melunakkan buah terutama mesocarp

• Mengkondisikan mesocarp untuk lebih efektif dalam pemecahan sel-sel minyak

• Memudahkan proses pemisahan kernel dengan cangkang pada Ripple mill

1818

Proses Perebusan

1. Pembuangan udara

– Udara adalah penghantar panas yang jelek sehingga menghambat proses perpindahan panas ke dalam TBS

– Steam sweeping: mendesak udara keluar ke bawah melalui pipa aerasi atau dikenal dengan kondensat

2. Siklus Sterilisasi

– Menaikkan tekanan steam

– Mempertahankan tekanan steam

– Blow off (pelepasan steam)

3. Pembuangan condensate

– Timbulnya korosi dan erosi pada logam

– Tidak berfungsinya grease pada bearing atau bushing roda lori

– Kehilangan minyak yang tinggi

– Menurunkan temperatur

1919

Pintu Rebusan
Pintu Rebusan
Liner
Liner

2020 2020

Orifice Plate
Orifice Plate
Strainer
Strainer

2121 2121

Safety device Mekanisme Kunci Pintu Sterilizer
Safety device
Mekanisme Kunci Pintu Sterilizer

2222 2222

Silincer Chamber

Silincer Chamber Safety Valve 23 23 23 23
Safety Valve
Safety
Valve

2323 2323

Pneumatic
Pneumatic
Pressure Gauge
Pressure Gauge

2424 22

Data Stream
Data Stream
Kertas Indikator
Kertas Indikator

25252525

StasiunStasiun PemipilanPemipilan (THRESHER)(THRESHER)

Objektive

Memisahkan/merontokkan berondolan dari janjang semaksimal mungkin

Sasaran

• Memaksimalkan pengambilan berondolan, dengan mengatur feeding ke dalam Thressher

• Meminimalisasi losses pada empty bunch USB < 2.5% on TBS

2626

ALAT PENUANG TBS

1.

HOISTING CRANE

Mengangkat dan menuang TBS ke Auto Feeder

 

\Pictures\Camera\Movie\Housting

Crain Operasional.MOV

2.

TIPPLER

Digunakan untuk menuang TBS ke Bunch Elevator/Autofeeder

Lebih simple khususnya dari segi KEAMANAN dan MAINTENANCE

 

2727

TIPPLER

TIPPLER HOISTING CRANE 28 28

HOISTING CRANE

TIPPLER HOISTING CRANE 28 28

2828

THRESHER

Speeder Arm
Speeder Arm
Bunch Crusher
Bunch Crusher

2929 2929

Digester & Press

Steam

Digester Press
Digester
Press
Digester & Press Steam Digester Press MPD Oil Losses (Press Fiber) Water Dilution 30 30

MPD

Oil Losses (Press Fiber)

Digester & Press Steam Digester Press MPD Oil Losses (Press Fiber) Water Dilution 30 30

Water Dilution

Digester & Press Steam Digester Press MPD Oil Losses (Press Fiber) Water Dilution 30 30
Digester & Press Steam Digester Press MPD Oil Losses (Press Fiber) Water Dilution 30 30

3030

Stasiun Pelumatan (DIGESTER)

Objektif:

• Memecahkan seluruh sel-sel minyak dengan cara pengadukan dengan prinsip putaran dan gesekan

• Melepaskan mesocarp dari nut

• Membuat massa dan temperatur menjadi lebih homogen

• Memisahkan minyak dari mesocarp

• Memudahkan proses di press

3131

DIGESTER

DIGESTER 32 32

3232

Operasional

• Digester harus dioperasikan dengan tujuan untuk meminimalkan oil loss di press cake

• Ketinggian berondolan minimal ¾ volume total Digester

• Bila menggunakan system press hydraulic waktu pengadukan adalah 30 menit dan untuk type screw press 15 menit

• Untuk mencegah terlalu lumatnya mash, bentuk serabut dari berondolan harus masih tampak

• Tidak dibenarkan menambah air pada proses pengadukan karena akan menyebabkan NOS dari sel-sel minyak yang tidak pecah terbawa sehingga oil loss di proses selanjutnya tinggi

• Pemanasan mash antara 90–95 0 C untuk mengurangi oil loss

3333

Stasiun Pengempaan (PRESS)

Objektif:

Mengekstraksi crude oil dari mash yang sudah dikondisikan pada digester dengan losses minimum Nut pecah (nut breakage) di press fibre seminimal mungkin

yang sudah dikondisikan pada digester dengan losses minimum Nut pecah ( nut breakage ) di press

Pendahuluan

• Metode yang paling lazim digunakan untuk mengekstraksi crude oil dari digested fruit adalah sistem kempa (pressing)

• Tipe kempa yang digunakan Batch atau Screw Press

• Jenis lain adalah centrifugal

• Press dan Centrifugal diklasifikasikan pada proses kering

• Proses yang lain adalah proses basah dengan penambahan air pada digester dan sistem ini digunakan pada awal industri CPO

3434

Gambaran umum Screw Press

1. Pada dasarnya terdiri dari empat bagian

a. Pengurang putaran (speed reducer)

b. Gigi profil lurus

c. Body Press

d. Adjusting Cone

2. Motor penggerak menggerakkan Screw Press

3. Kapasitas dapat diubah dengan mengubah diameter pulley

4. Speed ratio sebesar 80:1

3535

RANGKA MESIN PRESS

RANGKA MESIN PRESS COUPLING 36 36

COUPLING

RANGKA MESIN PRESS COUPLING 36 36

3636

VENTILASI

VENTILASI HOSE HYDRAULIC 37 37

HOSE HYDRAULIC

VENTILASI HOSE HYDRAULIC 37 37

3737

CONE

CONE OIL GUTTER 38 38

OIL GUTTER

CONE OIL GUTTER 38 38

3838

SCREW PRESS

SCREW PRESS PRESS CAGE 39 39

PRESS CAGE

SCREW PRESS PRESS CAGE 39 39

3939

BAGIAN

PADAT

STASIUN KERNEL

Press

Cake

Nut
Nut
STASIUN KERNEL Press Cake Nut Fiber Cyclone Kernel Losses Ripple Mill Kernel Losses Cracked Mixture Dry
STASIUN KERNEL Press Cake Nut Fiber Cyclone Kernel Losses Ripple Mill Kernel Losses Cracked Mixture Dry

Fiber

Cyclone

Kernel Losses
Kernel
Losses

Ripple

Mill

Kernel Losses
Kernel
Losses

Cracked

Mixture

Losses Ripple Mill Kernel Losses Cracked Mixture Dry Shell Kernel Separator Kernel Hydrocyclone Hydro
Losses Ripple Mill Kernel Losses Cracked Mixture Dry Shell Kernel Separator Kernel Hydrocyclone Hydro
Losses Ripple Mill Kernel Losses Cracked Mixture Dry Shell Kernel Separator Kernel Hydrocyclone Hydro

Dry Shell

Kernel Separator

Kernel Hydrocyclone

Losses Cracked Mixture Dry Shell Kernel Separator Kernel Hydrocyclone Hydro Cyclone Wet Shell Kernel Losses 41

Hydro

Cyclone

Losses Cracked Mixture Dry Shell Kernel Separator Kernel Hydrocyclone Hydro Cyclone Wet Shell Kernel Losses 41

Wet Shell

Losses Cracked Mixture Dry Shell Kernel Separator Kernel Hydrocyclone Hydro Cyclone Wet Shell Kernel Losses 41
Kernel Losses
Kernel
Losses

4141

STASIUN KERNEL

TAHAP I PEMISAHAN NUT DAN SERABUT

NUT

STASIUN KERNEL TAHAP I PEMISAHAN NUT DAN SERABUT NUT FIBRE

FIBRE

PEMISAHAN BIJI DAN SERABUT

OBJEKTIF Proses pemisahan nut dan fibre dari ampas press bertujuan untuk:

“memperoleh nut yang bersih dengan losses kernel serendah mungkin”

Serta mempermudah proses selanjutnya di Stasiun Kernel Recovery

PEMISAHAN KERING:

Fraksi ringan: Serabut Kernel Pecahan cangkang Debu
Fraksi ringan:
Serabut
Kernel
Pecahan
cangkang
Debu

Fraksi berat:

Nut utuh Nut pecah Kernel utuh Kernel pecah

FIBRE CYCLONE

Memisah Fibre dan Nut Induced Draft Hal-Hal Penting: Fibre Conveying Velocity: 18 m/s Average Nut
Memisah Fibre dan Nut
Induced Draft
Hal-Hal Penting:
Fibre Conveying Velocity: 18 m/s
Average Nut Lifting Velocity: 20~24 m/s
Ketinggian Kolum Pemisahan: 4.5 m
Jarak CBC dan Polishing Drum: 8 ft

4545

NUT POLISHING DRUM

Drum

Rantai Transmisi

NUT POLISHING DRUM Drum Rantai Transmisi Elektro motor Column 46 46

Elektro motor

Column

4646

NUT SILO

Sekat

NUT SILO Sekat Chute Kaki penyangga 47 47

Chute

NUT SILO Sekat Chute Kaki penyangga 47 47

Kaki penyangga

4747

STASIUN KERNEL

TAHAP II KERNEL RECOVERY

KERNEL

NUT

STASIUN KERNEL TAHAP II KERNEL RECOVERY KERNEL NUT CANGKANG

CANGKANG

KERNEL RECOVERY

Kernel Recovery meliputi kegiatan pemecahan nut, pemisahan kernel dari cangkang, pengeringan serta penyimpanan kernel

Kebijakan yang ditetapkan:

a. Pemecahan nut diharapkan diperoleh effisiensi pemecahan yang tinggi 95% dan broken kernel yang rendah

b. Pemisahan kernel dengan cangkang diharapkan diperoleh kernel dengan kualitas sesuai standard dan losses kernel minimal

c. Dengan pengeringan diharapkan kadar air kernel produksi sesuai standard sehingga lebih tahan disimpan

4949

FLOWCHART

Dry Kernel

Nut Silo

Ripple

Mill

Cracked Mixture

Efisiensi > 95%

Separation

Column

Hydrocyclone Claybath
Hydrocyclone
Claybath

Kernel Silo> 95% Separation Column Hydrocyclone Claybath Kernel loss 2.5% (dry shell) Kernel loss. 3.5% (wet shell)

Kernel loss 2.5% (dry shell)

Kernel loss. 3.5% (wet shell)

Shell Bin

2.5% (dry shell) Kernel loss. 3.5% (wet shell) Shell Bin Kernel Produksi Kerenl Bulk Silo Moist.

Kernel Produksi

Kerenl

Bulk Silo

Moist. < 7.00%

Dirt.

Broken kernel <15%

< 7.00%

LTDS (Light Tenera Dust Separator)

LTDS (Light Tenera Dust Separator) 51 51

5151

GAMBAR HYDROCYCLONE PBS

Feeding LTDS

Kernel Shell VIBRATING SCREEN WET WET KERNEL SHELL
Kernel
Shell
VIBRATING SCREEN
WET
WET
KERNEL
SHELL
1 2 3 1 2 3 POMPA POMPA POMPA 3 1 2
1
2
3
1
2
3
POMPA
POMPA
POMPA
3
1
2

KETERANGAN GAMBAR

KERNELSHELL 1 2 3 1 2 3 POMPA POMPA POMPA 3 1 2 KETERANGAN GAMBAR CANGKANG

CANGKANGSHELL 1 2 3 1 2 3 POMPA POMPA POMPA 3 1 2 KETERANGAN GAMBAR KERNEL

FEEDING ( CRACK MIXTURE )WET WET KERNEL SHELL 1 2 3 1 2 3 POMPA POMPA POMPA 3 1 2

ALIRAN POMPAKERNEL SHELL 1 2 3 1 2 3 POMPA POMPA POMPA 3 1 2 KETERANGAN GAMBAR

Hidrocyclone

Hidrocyclone 53 53

5353

KERNEL SILO

• Kernel dari hasil pemisahan masuk ke kernel silo masih mempunyai kadar air yang tinggi sekitar 12-15%

• Untuk mengawetkan kernel agar tidak mudah menjamur maka diperlukan pengeringan di silo kernel sehingga kadar air kernel mencapai 6 -7 %

• Volume efektif silo 80%

• Pengeringan di silo kernel sekitar 15 jam

• Pengeringan dilakukan dengan penghembusan udara panas melalui Heater

• Temperatur 70 – 80 ºC

Catatan:

Proses pengeringan di kernel silo dipengaruhi retensi waktu (volume dan kapasitas)

5454

QUESTION QUESTION ? ?

QUESTIONQUESTION ??

BAGIAN

CAIR

KEBIJAKAN ASIAN AGRI

STANDARD KUALITAS CPO :

• FFA

• Moist

• Dirt

• DOBI

: < 2.50 % : < 0.15 % : < 0.015 % : > 2.70

BATAS OIL LOSSES :

• Oil Loss di Decanter Solid

• Oil Loss di Heavy Phase

: 0.10 % to TBS : 0.28 % to TBS

5757

Skema CST

stirer

skimmer sludge Oil Oil Sludge drain
skimmer
sludge
Oil
Oil
Sludge
drain
Skema CST stirer skimmer sludge Oil Oil Sludge drain crude oil 59 59

crude oil

Skema CST stirer skimmer sludge Oil Oil Sludge drain crude oil 59 59

5959

Peralatan Pendukung

Oil Purifier

– Fungsi: Alat pemurnian minyak dari Clean Oil Tank untuk mengurangi kadar kotoran secara maksimal

– Kapasitas 4 – 7 ton per jam

Hot Water Tank

maksimal – Kapasitas 4 – 7 ton per jam Hot Water Tank – Fungsi: Sebagai tanki

– Fungsi: Sebagai tanki air panas bertemperatur 95 0 C

– Air panas ini akan digunakan di proses pemurnian dan press yang mengalir secara gravitasi

– Kapasitas alir ± 6 m 3

– Tanki ini dilengkapi dengan katup pengapung untuk mengontrol air masuk serta pipa untuk air yang overflow

6060

Peralatan Pendukung

Decanter

– Fungsi: Alat pengolah sludge agar terjadi pemisahan 3 phase yaitu:

Light phase, heavy phase dan solid

– Kapasitas olah decanter 8 – 25 ton sludge per jam

– Putaran tinggi ± 3000 rpm

– Dengan gaya sentrifugal

– Heavy phase dialirkan ke fat pit

– Light phase dialirkan ke CST

– Solid ke penampungan solid

sentrifugal – Heavy phase dialirkan ke fat pit – Light phase dialirkan ke CST – Solid

6161

VACUUM DRYER

VACUUM DRYER 63 63

6363

STANDAR KUALITAS CPO

ASIAN AGRI

KRITERIA

%

CPO

FFA AVERAGE

%

< 2.50

FFA HIGH (Market)

%

< 5.00

FFA LOW

%

> 1.5

MOISTURE

%

 

0.15

DIRT

%

0.015

PEROXIDE VALUE

Meg/kg

<

1.00

DOBI

 

>

2.5

STANDAR KUALITAS KERNEL

ASIAN AGRI

KRITERIA

%

KERNEL

FFA

%

< 1

MOISTURE

%

< 7

DIRT

%

< 7

BROKEN

%

< 15

KERNEL OIL CONTENT

%

< 49

STANDAR LOSSES

Oil losses thd TBS

Kernel losses thd TBS

• Condensate

0,06 %

• Fibre cyclone

0,20 %

• Unstripped bunch

0,01 %

• Dry Shell

0,04 %

• Empty Bunch

0,30 %

• Wet Shell

0,08 %

• Press fibre

0,50 %

• Winnower

-

%

• Nuts

0,10 %

• USB

0,00 %

• Heavy phase

0,28 %

TOTAL

0,32 %

• Decanter Solid

0,10 %

• Spillage TOTAL

0,05 %

1,40 %

6666

KERNEL

CPO

KERNEL C P O

Vision, Motivation, Enthusiasm

Vision, Motivation, Enthusiasm Mak Eroh, 1988, usia 50 tahun Kabupaten Tasikmalaya, Jabar Pendidikan kelas I I

Mak Eroh, 1988, usia 50 tahun

Kabupaten Tasikmalaya, Jabar Pendidikan kelas III SD.

Dengan pacul dan balincong, selama 47 hari bergelantung di tebing cadas timur laut Gunung Galunggung mengebor tebing gunung

Dilanjutkan dengan saluran air sepanjang 4.5 km, mengairi sawah seluas 25 hektar.

Upakarti Lingkungan Hidup

Penghargaan Lingkungan (Global 500) dari PBB

We were moving mountains long before we knew we could

PENGOLAHAN AIR

(WATER TREATMENT)

Bagan Penjernihan Air

Bagan Penjernihan Air
Bagan Penjernihan Air
Bagan Penjernihan Air

Operasional Penjernihan

BAHAN KOAGULAN

– Aluminium sulfat (Al 2 (SO 4 ) 3 , 18 H 2 O atau Alum

– Poly Aluminium Chloride (PAC)

– Soda Ash (Sodium Carbonat)

– Caustic Soda (NaOH)

– Polyelectrolit (Profloc)

FastSlowmixingmixing

Chlorine
Chlorine

Coagulant + pH

Correction + Flocculant

SETTLING

(Profloc) Fast Slow mixing mixing Chlorine Coagulant + pH Correction + Flocculant SETTLING Clarified Water Sludge

Clarified Water

(Profloc) Fast Slow mixing mixing Chlorine Coagulant + pH Correction + Flocculant SETTLING Clarified Water Sludge

Sludge

(Profloc) Fast Slow mixing mixing Chlorine Coagulant + pH Correction + Flocculant SETTLING Clarified Water Sludge

7171

Jartes

Jartes
Clarifier Tank Air bersih 2 -3 m Valve 1 Valve 2 Sludge Valve 3
Clarifier Tank
Air bersih
2 -3 m
Valve 1
Valve 2
Sludge
Valve 3

SAND FILTER

Raw Water Inlet Approx. 50% Freeboard 45 - 90 cm 0.50 - 0.70 mm
Raw Water Inlet
Approx. 50%
Freeboard
45 - 90 cm
0.50 - 0.70 mm

Top Baffle

Surface Washer

Filter Media

Strainer Heads

Filtered Water Outlet

3-4 Layers of Course Support

Concrete

Laterals

Supports

Subfill

Pelunakan Air

Pelunakan air merupakan proses yang bertujuan menghilangkan atau menurunkan kesadahan air, silica dan TDS sehingga air memenuhi syarat untuk digunakan sebagai air umpan boiler. Jika garam kesadahan air tidak dihilangkan atau dikurangkan akan menyebabkan kerak pada boiler. Pelunakan dengan cara:

1. Softener Merupakan resin penukar ion yang berfungsi menurunkan kesadahan air atau total hardness

2.

3.

Demineralizer plant Merupakan resin penukar kation dan anion berfungsi untuk menurunkan kesadahan, silica dan total dissolved solid (TDS) Deaerator Merupakan alat pemanas air umpan boiler dengan tujuan untuk menghilangkan gas terlarut seperti oksigen, carbon dioksida dan amonia yang dapat menyebabkan korosi

7676

Peralatan Pelunakan Air

SOFTENER PLANT Softener adalah alat berupa tabung cylinder berisi resin yang digunakan untuk menghilangkan kandungan kesadahan (hardness) yang terdiri dari unsur calsium dan magnesium

a.Prinsip Kerja Softener tank yang berisi resin dengan unsur Natrium akan mengikat setiap kesadahan dari yang melewatinya. Apabila resin telah penuh dengan kesadahan yang diikat, maka resin tersebut akan jenuh (tidak mampu mengikat lagi) dan perlu diaktifkan kembali dengan cara regenerasi dengan larutan NaCl.

akan jenuh (tidak mampu mengikat lagi) dan perlu diaktifkan kembali dengan cara regenerasi dengan larutan NaCl.

7777

Demineralizer plant

CATION

EXCHANGER

ANION

EXCHANGER

Make-up

Resin Cation
Resin Cation
• • Resin Anion
Resin Anion

OH-

• RESIN PENUKAR KATION

• Menghilangkan ion-ion bermuatan positip seperti Ca, Mg dan ion positip lainnya dengan cara pertukaran dengan ion hydrogen (H+)

RESIN PENUKAR ANION

Menghilangkan ion-ion yang bermuatan negatip seperti SO4, Cl, SiO3, dan ion negatif lainnya dengan cara pertukaran dengan ion

Demin Water
Demin Water
Deaerator Dearator Boiler Boiler Feed Pump Water Inlet Vent Condenser Heating Steam Inlet Deaerator Stage
Deaerator Dearator Boiler Boiler Feed Pump Water Inlet Vent Condenser Heating Steam Inlet Deaerator Stage
Deaerator Dearator Boiler Boiler Feed Pump Water Inlet Vent Condenser Heating Steam Inlet Deaerator Stage

Deaerator

Dearator

Deaerator Dearator Boiler Boiler Feed Pump Water Inlet Vent Condenser Heating Steam Inlet Deaerator Stage Storage

Boiler

Deaerator Dearator Boiler Boiler Feed Pump Water Inlet Vent Condenser Heating Steam Inlet Deaerator Stage Storage
Deaerator Dearator Boiler Boiler Feed Pump Water Inlet Vent Condenser Heating Steam Inlet Deaerator Stage Storage
Deaerator Dearator Boiler Boiler Feed Pump Water Inlet Vent Condenser Heating Steam Inlet Deaerator Stage Storage

Boiler Feed Pump

Water Inlet Vent Condenser Heating Steam Inlet Deaerator Stage Storage Deaerator Working Section Discharge Water
Water Inlet
Vent Condenser
Heating Steam Inlet
Deaerator
Stage
Storage
Deaerator
Working
Section
Discharge
Water
Level

Internal Treatment

Air umpan boiler dengan analisa kimia dapat diketahui jenis dan jumlah kandungan zat yang terkandung di dalamnya.

a.

Kerak Kerak di air umpan boiler terbentuk dari kotoran-kotoran, biasanya dari campuran Calsium dan Magnesium yang tak larut. Kadang melekat ke dalam hard mass oleh silica. Pengaruh daripada pembentukan kerak adalah pengembungan/ pembengkokan pipa serta pelepuhan pipa

mass oleh silica. Pengaruh daripada pembentukan kerak adalah pengembungan/ pembengkokan pipa serta pelepuhan pipa 80 80
mass oleh silica. Pengaruh daripada pembentukan kerak adalah pengembungan/ pembengkokan pipa serta pelepuhan pipa 80 80

8080

Internal Treatment

b.

Korosi Korosi di air umpan boiler terjadi ketika asam atau pH rendah, air mengandung oksigen yang terlarut dan karbon dioksida serta konsentrasi daripada caustic tinggi. pH rendah ditandai dengan hilangnya logam, oksigen dan gas-gas korosif ini adalah rusaknya pipa boiler

tinggi. pH rendah ditandai dengan hilangnya logam, oksigen dan gas-gas korosif ini adalah rusaknya pipa boiler
tinggi. pH rendah ditandai dengan hilangnya logam, oksigen dan gas-gas korosif ini adalah rusaknya pipa boiler

8181

Efek Buruk Kerak

Proses pemanasan air dalam pipa pemanas berlangsung lama

Bahan bakar untuk menaikkan steam diperlukan banyak

Uap yang dihasilkan kurang

Mengakibatkan overheating pada pipa

Effisiensi kerja boiler rendah

Dilakukan test air setiap 2 jam

Dilakukan test air setiap 2 jam
yang dihasilkan kurang Mengakibatkan overheating pada pipa Effisiensi kerja boiler rendah Dilakukan test air setiap 2

8282

Degassifier

Degassifier Air Outlet Water Inlet Air Inlet Water Outlet Blower

Air Outlet

Water Inlet Air Inlet
Water Inlet
Air Inlet
Degassifier Air Outlet Water Inlet Air Inlet Water Outlet Blower

Water Outlet

Blower

Degassifier Air Outlet Water Inlet Air Inlet Water Outlet Blower

PENGOLAHAN LIMBAH

SISTEM PONDING (KOLAM)

Sistem pengelolaan limbah cair di PMKS menggunakan bakteri melalui sistem pond (kolam):

Kolam Deoiling/Cooling

Untuk pengutipan minyak, mengurangi padatan, menghomogenkan dan menurunkan suhu air limbah. Retensi time ± 2 hari Kolam Acidifikasi Tingkat asidogenisasi terjadi pada kolam ini di dokinasi oleh keragaman bakteri anaerobic yang menghidrolisis elemen-elemen limbah untuk menguraikan senyawa organik menjadi asam (volatile acid) dan CO2. Retensi time ± 2.5 hari

8585

SISTEM PONDING (KOLAM)

Kolam Primary dan Secondary Anaerobic Pada kolam ini terjadi penguraian asam-asam organik menjadi gas methane dan CO2 oleh bakteri anaerobic. Pada penguraian senyawa organik juga menghasilkan lumpur yang mengendap di dasar kolam dan secara periodik harus dibuang agar tidak terjadi pendangkalan. Retensi time ± 60 hari Kolam Aerobic Pada kolam aerasi melalui aerator diinjeksikan udara untuk menurunkan BOD dari 520 mg/l yang dihasilkan dari kolam anaerobic menjadi 100 mg/l. Retensi time di kolam ± 15 hari Kolam Sedimentasi Air limbah dari kolam aerasi masih mengandung zat-zat terlarut dan harus dipisahkan sebelum dibuang ke sungai. Proses pengendapan secara gravitasi berdasarkan berat jenis

terlarut dan harus dipisahkan sebelum dibuang ke sungai. Proses pengendapan secara gravitasi berdasarkan berat jenis
terlarut dan harus dipisahkan sebelum dibuang ke sungai. Proses pengendapan secara gravitasi berdasarkan berat jenis

8686

EFFLUENT TREATMENT

Jenis-jenis limbah PMKS:

I. Padat Janjangan kosong (untuk PUPUK) Cangkang (untuk BAHAN BAKAR BOILER) Fibre (untuk BAHAN BAKAR BOILER) Solid decanter (untuk PUPUK DAN PAKAN TERNAK)

II. Cair Air condensate sterilizer Sludge decanter dan separator Air ex-pencucian pabrik Air ex-hidrocyclone atau claybath

8787

LABORATORIUM

Fungsi Laboratorium di PMKS:

1. Cek kualitas CPO dan Kernel produksi harian sesuai standar perusahaan

2. Analisa Oil dan Kernel losses pada proses dan mengkoordinasikan dengan proses dan maintenance untuk perbaikan

3. Analisa parameter air

4. Analisa mutu TBS

5. Analisa parameter limbah

6. Melakukan eksperimen yang berkaitan dengan proses produksi

air 4. Analisa mutu TBS 5. Analisa parameter limbah 6. Melakukan eksperimen yang berkaitan dengan proses
air 4. Analisa mutu TBS 5. Analisa parameter limbah 6. Melakukan eksperimen yang berkaitan dengan proses

8888

MAINTENANCE

Aktivitas yang menentukan kualitas dan losses dari proses produksi dengan melakukan perawatan terhadap unit-unit mesin produksi Sasaran:

Mempertahankan mesin tetap dalam kondisi standar Mengurangi losses waktu akibat perbaikan LOW COST Kontrol:

Jadual Maintenance Kualitas hasil maintenance Pemakaian tenaga kerja dan material Historis mesin Biaya maintenance

8989

PELUMASAN

Fungsi pelumasan:

Menghalangi kontak langsung logam dengan logam Mengurangi gesekan Mendispersikan (mengurai) kotoran agar tidak menjadi endapan Mencegah korosi Sebagai pendingin

Periode penggantian grease/oil pada bearing tergantung dari jenis, jumlah pemakaian, putaran, temperatur operasional serta jenis pelumas.

Sifat yang diinginkan dari suatu pelumas:

1. Konsisten (viscositas)

2. Kemampuan menahan beban pada kondisi kerja ekstrim

3. Stabil dan anti oksidan

4. Daya lekat tinggi

9090

Defenisi BOILER

Boiler adalah suatu bejana/pesawat yang berfungsi sebagai tempat produksi uap yang merupakan hasil dari pemanasan air pada suhu tertentu. Kebijakan yang harus dilakukan:

– Air yang digunakan untuk umpan boiler harus memenuhi persyaratan tertentu dan steam yang dihasilkan harus memenuhi syarat untuk tujuan pengolahan di pabrik minyak kelapa sawit

– Pengoperasian Boiler dilakukan sesuai dengan prosedur dan petunjuk yang ditetapkan dari suplier pembuat boiler

– Mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja operator

Untuk memahami Boiler kita harus memahami tekanan, temperatur, kapasitas dan efisiensi Untuk mendapatkan pembakaran yang sempurna kita harus memiliki 3 hal yaitu: bahan bakar, api dan udara.

pagpag

TEMPERATURTEMPERATUR RUANGRUANG DAPURDAPUR

345 ºC PALM WASTES ROTARY FEEDER 940 ºC 850 ºC 740 ºC 1200 ºC ~
345
ºC
PALM WASTES ROTARY FEEDER
940 ºC
850 ºC
740
ºC
1200 ºC
~
1300 ºC

pagpag

WATER TUBE BOILER

WATER TUBE BOILER pag pag

pagpag

STARTING VALVE

S T A R T I N G V A L V E Blowdown Superheater pag

Blowdown Superheater

S T A R T I N G V A L V E Blowdown Superheater pag

pagpag

DRAFT CONTROL

DRAFT CONTROL Penyetelan Kevacuman pag pag

Penyetelan Kevacuman

DRAFT CONTROL Penyetelan Kevacuman pag pag

pagpag

Separator Uap UPPER DRUM

Separator Uap UPPER DRUM SAFETY VALVE pag pag pag pag

SAFETY VALVE

Separator Uap UPPER DRUM SAFETY VALVE pag pag pag pag

pagpag pagpag

CONTROL VALVE ” NAF ”

CONTROL VALVE ” NAF ” SOOT BLOWING PIPE pag pag pag pag

SOOT BLOWING PIPE

CONTROL VALVE ” NAF ” SOOT BLOWING PIPE pag pag pag pag

pagpag pagpag

HEADER

HEADER pag pag
HEADER pag pag

pagpag

UPPER DRUM

U P P E R D R U M LOWER LOWER DRUM DRUM pag pag

LOWERLOWER DRUMDRUM

U P P E R D R U M LOWER LOWER DRUM DRUM pag pag

pagpag

RANGKA BAKAR ( ROOSTER )

RANGKA BAKAR ( ROOSTER ) P I P A P I P A A I R

PIPAPIPA AIRAIR

RANGKA BAKAR ( ROOSTER ) P I P A P I P A A I R

pagpag

•BOILER MELEDAK

•AKIBAT MAL OPERATION

pagpag

POWER PLANT

STEAM TURBO (TURBIN)

– Sebagai pembangkit listrik utama dalam proses produksi

– Digerakkan oleh uap yang dihasilkan Boiler untuk menggerakkan sudu-sudu turbin dengan kecepatan tinggi melalui speed shaft menggerakkan generator

GENERATOR SET (GENSET)

– Sebagai pembangkit listrik pembantu pada saat pabrik beroperasi atau pembangkit listrik utama saat pabrik tidak beroperasi

– Generator digerakkan oleh mesin diesel dengan bahan bakar solar

102102

STEAM TURBINE

STEAM TURBINE GENERATOR SET 103 103

GENERATOR SET

STEAM TURBINE GENERATOR SET 103 103

103103

STEAM TURBINE

Fungsi steam turbine di PMKS Sebagai pembangkit listrik utama untuk menggerakkan seluruh peralatan dan mesin pengolahan buah kelapa sawit termasuk penerangan pabrik dan perumahan

Tujuan Awalnya dipilih sebagai pembangkilt tenaga untuk menekan biaya operasional karena turbin uap cukup digerakkan oleh uap dan sama sekali tidak menggunakan bahan bakar lainnya kecuali fibre dan cangkang yang pada dasarnya diproduksi oleh PMKS itu sendiri sebagai limbah

pagepage -- 104104 ESES

TERIMAKASIH