Anda di halaman 1dari 54

PEDOMAN

PELATIHAN
PENGUATAN KEMAMPUAN
PENGAWAS SEKOLAH

Kompetensi Supervisi Akademik

DIREKTORAT TENAGA KEPENDIDIKAN


DIREKTORAT JENDERAL
PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
2010
Direktorat Tenaga Kependidikan
Kompleks Perkantoran Kemendiknas Gedung D Lantai 12
Jl. Jenderal Sudirman Pintu 1 Senayan Jakarta
Telp. (021) 57974112
Fax. (021) 57974113
Website : http://www.tendik.org
KATA PENGANTAR

Undang-undang RI Nomor 14 Tahun 2005 tentang


Guru dan Dosen serta Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun
2008 tentang Guru, mengamanatkan bahwa guru wajib
memiliki kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian,
kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Kompetensi
profesional merupakan kemampuan guru dalam menguasai
bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni dan
budaya yang diampunya yang sekurang-kurangnya meliputi
penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam
sesuai dengan standar isi program satuan pendidikan, mata
pelajaran, dan/atau kelompok mata pelajaran yang akan
diampu.

Tugas pokok guru adalah merencanakan


pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil
pembelajaran, membimbing dan melatih peserta didik. Dalam
pelaksanaan tugas di atas guru perlu dibimbing dan dilatih
oleh supervisor/pengawas sekolah melalui kegiatan supervisi
akademik dan pelatihan profesional guru. Dalam Peraturan
Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 Tahun 2007 tentang
Standar Pengawas Sekolah/Madrasah dinyatakan ada enam
dimensi kompetensi pengawas sekolah/madrasah, yaitu
dimensi kompetensi kepribadian, supervisi manajerial,

Pedoman Pelatihan Pengawas Sekolah i


supervisi akademik, evaluasi pendidikan, penelitian dan
pengembangan, dan dimensi kompetensi sosial.

Untuk mewujudkan keenam kompetensi tersebut perlu


dilakukan penguatan kompetensi pengawas sekolah
khususnya kompetensi supervisi akademik melalui kegiatan
pelatihan bagi pengawas sekolah. Penyelenggaraan pelatihan
untuk penguatan kompetensi pengawas sekolah/madrasah
dilaksanakan oleh P4TK dan LPMP. Untuk itu diperlukan
adanya pedoman yang dapat dijadikan acuan bagi setiap
lembaga penyelenggara pelatihan agar proses
penyelenggaaraannya memiliki standar yang sama.

Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih


atas peran aktif semua pihak yang telah memberikan
kontribusinya bagi usaha peningkatan mutu pengawas
sekolah di Indonesia.

Jakarta, Januari 2010


Direktur Jenderal Peningkatan Mutu
Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Prof. Dr. Baedhowi, M.Si


NIP. 19490828 197903 1 001

Pedoman Pelatihan Pengawas Sekolah ii


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i

DAFTAR ISI ii

A. Pendahuluan .................................................. 1

B. Dasar Hukum ………………………………….. 3

C. Tujuan ............................................................ 4

D. Hasil yang Diharapkan ………..………………. 5

E. Peserta/Sasaran ..................……….....…….... 6

F. Strategi Pelaksanaan ..................................... 6

G. Struktur dan Materi Program .......………........ 7

H. Bahan/Buku Sumber ……………...…….......... 9

I. Nara Sumber/Fasilitator …………….………… 10

J. Penyelenggara dan Tempat Penyelenggara 11

K. Metode Pembelajaran/Pembimbingan …........ 12

L. Kegiatan Belajar ……………………………….. 14

M. Evaluasi dan Sertifikasi ………………………. 16

N. Pelaporan ....................................................... 17

O. Anggaran Biaya .............................................. 18

Pedoman Pelatihan Pengawas Sekolah iii


LAMPIRAN
Lampiran 1 : Silabus Materi Pelatihan
Lampiran 2 : Format Rencana Pengawasan Akademik
(RKA)
Lampiran 3 : Rambu-rambu Kegiatan On-Service
Learning
Lampiran 4 : Kisi-Kisi Instrumen Penilaian Formatif dan
Penilaian Sumatif
Lampiran 5 : Sistematika Pelaporan Penyelenggaraan
Pelatihan
Lampiran 6 : Kisi-Kisi Instrumen Penilaian Pelaksanaan
Pelatihan
Lampiran 7 : Tata-Tertib Peserta

Pedoman Pelatihan Pengawas Sekolah iv


A. PENDAHULUAN

Implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun


2008 Tentang Guru dan Permendiknas Nomor 12 tahun
2007 Tentang Standar Kompetensi Pengawas
Sekolah/Madrasah diperlukan adanya program penguatan
kompetensi pengawas sekolah melalui kegiatan pelatihan
pengawas sekolah yang diselenggarakan oleh Direktorat
Tenaga Kependidikan melalui P4TK dan LPMP. Dalam
Peraturan Pemerintah Nomor 74 tentang Guru pasal 15
ayat (4) huruf (d) dinyatakan bahwa kewajiban guru yang
diangkat dalam jabatan pengawas satuan pendidikan
adalah melakukan tugas pembimbingan dan pelatihan
profesional guru dan tugas pengawasan. Oleh sebab itu
tugas pengawas satuan pendidikan adalah (1) melakukan
pengawasan akademik dan pengawsan manajerial dan (2)
melakukan pembimbingan dan pelatihan profesional guru
dalam melaksanakan tugas pokoknya yaitu
merencanakan, melaksanakan, dan menilai proses
pembelajaran/ pembimbingan. Dengan kata lain pengawas
sekolah berkewajiban untuk meningkatkan kemampuan
profesional guru dan tenaga kependidikan lainnya.

Dalam rangka memperoleh pemahaman bersama


tentang diklat kompetensi pengawas sekolah maka perlu
disusun model pembimbingan/pelatihan guru yang akan
dilaksanakan pada pelatihan pengawas sekolah baik yang

Pedoman Pelatihan Pengawas Sekolah 1


dilaksanakan oleh P4TK maupun oleh LPMP. Pelaksanaan
pelatihan pengawas sekolah mengacu kepada Standar
Kompetensi Pengawas Sekolah/Madrasah sebagaimana
dinyatakan dalam Permendiknas Nomor 12 tahun 2007.
Salah satu dimensi kompetensi pengawas sekolah yang
dinilai paling relevan dengan peningkatan kompetensi guru
adalah dimensi kompetensi supervisi akademik.

Melalui peningkatan kompetensi supervisi akademik,


pengawas sekolah akan memiliki kemampuan
membimbing/melatih guru dalam melaksanakan proses
pembelajaran/pembimbingan yang dapat menumbuh-
kembangkan potensi siswa agar lebih kreatif, inovatif,
mampu memecahkan masalah, berpikir kritis, dan berjiwa
wirausaha.
Berdasarkan pertimbangan di atas maka pada tahun
2010 Direktorat Tenaga Kependidikan, Direktorat Jenderal
Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan,
Kementerian Pendidikan Nasional melalui P4TK dan
LPMP memprogramkan penguatan kompetensi pengawas
sekolah melalui pelatihan kompetensi supervisi akademik.
Output dari kegiatan pelatihan tersebut adalah
terwujudnya pengawas sekolah yang memiliki kemampuan
membimbing guru agar lebih profesional dalam
melaksanakan proses pembelajaran yang kreatif dan
inovatif sehingga dapat menumbuh-kembangkan perserta

Pedoman Pelatihan Pengawas Sekolah 2


didik untuk berpikir kreatif, inovatif, mampu memecahkan
masalah, berpikir kritis dan berjiwa wirausaha).

B. LANDASAN HUKUM

Pentingnya penguatan kompetensi pengawas


sekolah dalam rangka meningkatkan kemampuan
profesional guru didasarkan pada peraturan dan
perundang-undangan sebagai berikut:
1. Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional.
2. Undang-undang RI Nomor 14 Tahun 2005 tentang
Guru dan Dosen.
3. Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 Tahun 2005
tentang Standar Nasional Pendidikan.
4. Peraturan Pemerintah RI Nomor 74 Tahun 2008
Tentang Guru.
5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12
Tahun 2007 Standar Pengawas Sekolah/Madrasah.
6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 39
Tahun 2009 tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru
dan Pengawas Satuan Pendidikan.

Pedoman Pelatihan Pengawas Sekolah 3


C. TUJUAN

Tujuan umum: Setelah selesai pelatihan, peserta memiliki


keterampilan melaksanakan supervisi akademik sehingga
dapat membimbing guru dalam melaksanakan proses
pembelajaran yang dapat menumbuhkembangkan peserta
didik untuk berpikir kritis, kreatif, inovatif, mampu
memecahkan masalah dan berjiwa wirausaha.

Tujuan khusus: Agar pengawas sekolah dapat:

1. Menguasai berbagai model/pendekatan/metode/ teknik


pembelajaran yang inovatif dan kreatif.

2. Mendemonstrasikan dan melaksanakan teknik-teknik


supervisi akademik khususnya dalam melatih/
membimbing guru agar dapat melaksanakan proses
pembelajaran yang dapat menumbuhkembangkan
perserta didik untuk berpikir kreatif, inovatif, mampu
memecahkan masalah, berpikir kritis dan berjiwa
wirausaha.

3. Melatih dan membimbing guru dalam merencanakan


dan melaksanakan penelitian tindakan kelas untuk
perbaikan mutu pembelajaran.

Pedoman Pelatihan Pengawas Sekolah 4


D. HASIL YANG DIHARAPKAN
Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah
terwujudnya pengawas sekolah yang terampil dalam (1)
membuat rencana kepengawasan akademik (RKA)
khususnya untuk melatih/membimbing guru dalam
melaksanakan proses pembelajaran yang kreatif dan
inovatif termasuk penelitian tindakan kelas (PTK) (2)
mempraktekkan pelatihan/pembimbingan guru dalam
melaksanakan pembelajaran yang kreatif dan inovatif
termasuk PTK untuk perbaikan pembelajaran dan (3)
menyusun laporan hasil kegiatan pelatihan/pembimbingan
guru dalam proses pembelajaran dan penelitian tindakan
kelas berbasis model-model pembelajaran yang dapat
menumbuhkembangkan peserta didik berpikir kreatif,
inovatif, mampu memecahkan masalah, berpikir kritis dan
berjiwa wirausaha.

Melalui hasil pelatihan tersebut di atas maka


pengawas sekolah akan dapat melaksanakan tugas
sebagai supervisor pendidikan khususnya dalam
melaksanakan supervisi akademik dan pelatihan/
pembimbingan kemampuan profesional guru.

Pedoman Pelatihan Pengawas Sekolah 5


E. PESERTA/SASARAN
Peserta kegiatan ini adalah Pengawas Sekolah
yang ada di kabupaten/kota baik pengawas TK/SD
maupun pengawas SMP-SMA-SMK dari seluruh
Indonesia.

Prioritas peserta pelatihan adalah koordinator


pengawas sekolah (Korwas) di kabupaten/kota dan
pengawas sekolah dengan mengutamakan pengawas
sekolah berpendidikan minimal S-1 untuk pengawas
TK/SD dan S-2 untuk pengawas SMP-SMA-SMK. Jumlah
peserta untuk setiap angkatan maksimal 60 orang dengan
komposisi : 20 pengawas TK/SD, 10 orang pengawas
SMP, 10 orang pengawas SMA, 10 orang pengawas SMK,
10 orang pengawas SLB.

F. STRATEGI PELAKSANAAN

Kegiatan pelatihan ini dilakukan dengan


pendekatan in service learning- on service learning- in
service learning (in-on-in). Dalam pengertian, setiap
pelatihan dilakukan melalui tiga tahap, sebagai
(1) In-Service Learning tahap 1 yaitu sebanyak 40 jam
tatap muka diselenggarakan oleh penyelenggara
pelatihan (LPMP-P4TK). Kegiatan diisi pembahasan
dan penyusunan Rencana Kepengawasan Akademik
(RKA) untuk pembimbingan/pelatihan guru dalam

Pedoman Pelatihan Pengawas Sekolah 6


proses pembelajaran kreatif-inovatif serta penelitian
tindakan kelas untuk perbaikan mutu pembelajaran.
(2) On-Servive Learning dilaksanakan dalam bentuk
praktek peserta pelatihan di sekolah binaannya
masing-masing, yakni melaksanakan pembimbingan
guru tentang pembelajaran kreatif-inovatif berbasis
PTK selama 3 bulan setelah selesai mengikuti in-
service learning tahap 1. Selama peserta pelatihan
melaksanakan kegiatan on-service learning,
penyelenggara pelatihan harus melaksanakan
pemantauan kegiatan peserta di sekolah binaannya.
(3) In-Service Learning tahap 2 diisi dengan kegiatan
evaluasi dan refleksi melalui presentasi dan
pembahasan hasil praktek lapangan (on-service
learning) di sekolah binaannya masing-masing.
Kegiatan in-service learning tahap 2 sebanyak 20 jam
tatap muka, dilaksanakan oleh penyelenggaran
pelatihan (LPMP-P4TK).

G. STRUKTUR DAN MATERI PROGRAM

Struktur program dan materi pelatihan penguatan


kompetensi pengawas sekolah dijelaskan dalam bagan di
bawah ini.

Pedoman Pelatihan Pengawas Sekolah 7


ALOKASI
PROGRAM MATERI PELATIHAN
WAKTU

Kebijakan Peningkatan Mutu Tenaga


2 Jam
Kependidikan Tentang Penguatan
UMUM (in-servive learning
Kepala Sekolah dan Pengawas
tahap 1)
Sekolah.
1. Model-model pembelajaran
PAIKEM antara lain; problem
18 Jam
solving, inquiry, eksperimen,
(in-service learning
simulasi/demonstrasi dengan
tahap 1)
menggunakan media berbasis
ICT.
2. PTK (konsep dasar, langkah dan
INTI 10 jam
prosedur pelaksanaan ,
(in-service learning
penyusunan proposal, penulisan
tahap 1)
laporan hasil)

3. Teknik-teknik Supervisi Akademik


10 jam
khususnya untuk pembimbingan/
(in-service learning
pelatihan guru tentang
tahap 1)
pembelajaran dan PTK.

Semua Peserta melaksanakan


pembimbingan/pelatihan guru di 3 bulan setelah
sekolah binaannya masing-masing diklat selesai
PRAKTEK
tentang proses pembelajaran kreatif (on-service
dan inovatif termasuk PTK untuk learning)
perbaikan mutu pembelajaran.

Presentasi hasil praktek


pelatihan/pembimbingan guru tentang 16 jam
EVALUASI model-model pembelajaran yang (in-service learning
kreatif, inovatif, dan PTK untuk tahap 2)
perbaikan mutu pembelajaran

Pedoman Pelatihan Pengawas Sekolah 8


ALOKASI
PROGRAM MATERI PELATIHAN
WAKTU

Analisis dan tindak lanjut laporan


hasil praktek pembimbingan/ 4 jam
REFLEKSI pelatihan guru tentang proses (in-service learning
pembelajaran dan PTK untuk tahap 2)
perbaikan mutu pembelajaran

JUMLAH 60 Jam

Keterangan :
1. Dalam struktur program di atas satu jam
pelajaran adalah 45 menit.
2. Silabus materi pelatihan dapat dilihat pada lampiran 1.

H. BAHAN/BUKU SUMBER

Bahan ajar untuk pelatihan adalah Modul Pelatihan


bagi Pengawas Sekolah, yang dihasilkan oleh Direktorat
Tenaga Kependidikan tahun 2008 -2009 dan beberapa
rujukan yang relevan dari program; Bermutu, JICA, USAID,
AUSAID, UNICEF, UNESCO, atau bahan lain yang
relevan dengan tujuan dan materi pelatihan penguatan
kompetensi pengawas sekolah. Bersumber dari modul-
modul di atas maka ditetapkan bahan ajar pelatihan
sebagai berikut :

Pedoman Pelatihan Pengawas Sekolah 9


1. Bahan Pelatihan Kelompok PAIKEM (Berpikir kritis
pengawas, pemecahan masalah, strategi
pembelajaran dan pemilihannya, tematik kelas awal,
model Pembelajaran IPA terpadu, Model Pembelajaran
IPS terpadu, Stategi Pembelajaran dan Pemilihannya,
TIK Dalam Pembelajaran, Pembelajaran Tatap Muka,
Penugasan Terstruktur dan Kegiatan Mandiri Tidak
Terstruktur, Pembelajaran Tuntas, Pembelajaran
Remedial, Pembelajaran Pengayaan)
2. Bahan Pelatihan Kelompok Supervisi Akademik
(Supervisi Akademik, Metode dan Teknik Supervisi,
Panduan bekerja sebagai Pembimbing, Panduan
Lesson Study-MGMP& LSBS).
3. Bahan Pelatihan Kelompok Penelitian Tindakan Kelas
(KTI Pengawas, Penelitian Tindakan Kelas, Penelitian
Tindakan Sekolah Pengawas).
Bahan ajar di atas menjadi lampiran tersendiri
menyertai buku pedoman ini. Namun demikian
penyelenggara dan atau nara sumber dapat
menggunakan referensi lain yang relevan dan menunjang
materi pelatihan.

I. NARA SUMBER/FASILITATOR

Nara sumber pada pelaksanaan pelatihan program


penguatan pengawas sekolah ini adalah Master Trainer

Pedoman Pelatihan Pengawas Sekolah 10


(MT) Provinsi, Dosen LPTK setempat yang relevan,
Instruktur PLPG, widyaiswara dari P4TK/LPMP, tenaga
dari Direktorat Tenaga Kependidikan Ditjen PMPTK.
Khusus untuk nara sumber yang melatih materi PTK
dipersyaratkan tenaga-tenaga yang telah memiliki
pengalaman melaksanakan Penelitian Tindakan.
Rekrutmen dan penugasan nara sumber untuk pelatihan
ini menjadi tanggung jawab lembaga penyelenggara.

J. PENYELENGGARA DAN TEMPAT PENYELENGARAAN


Penyelenggara dan tempat penyelenggaraan
pelatihan pengawas sekolah adalah: Lembaga
Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), Pusat
Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga
Kependidikan (P4TK).

Tanggung Jawab
No. Kegiatan
PMPTK LPMP P4TK LPPKS LPTK

1. Regulasi dan standarisasi v

2. Pengajuan peserta berkoordinasi


dengan dinas pendidikan v

3. Membuat data base dan


menentukan peserta dan v
fasilitator pelatihan

3. Memanggil peserta pelatihan v

Pedoman Pelatihan Pengawas Sekolah 11


Tanggung Jawab
No. Kegiatan
PMPTK LPMP P4TK LPPKS LPTK

4. Menyediakan tempat dan


akomodasi v

5. Mengadministrasikan pelatihan v

6. Mengajukan calon fasilitator v v

7. Menetapkan fasilitator v

8. Melaksanakan pelatihan
v
a. In service learning

b. On service learning v

c. In service learning v

9. Melakukan pendampingan on
v v
service learning (On)

10. Melakukan evaluasi pelatihan v

11. Melaporkan v

12. Melakukan pemantauan dalam


v v
rangka penjaminan mutu

K. METODE PEMBELAJARAN/PEMBIMBINGAN

Pelatihan Penguatan Kompetensi Pengawas Sekolah


yang dilaksanakan di P4TK atau LPMP, menggunakan
berbagai pendekatan dan metode pembelajaran/
pembimbingan yang dapat mengoptimalkan partisipasi
belajar peserta pelatihan baik secara individual maupun

Pedoman Pelatihan Pengawas Sekolah 12


secara kelompok. Beberapa metode yang digunakan
secara simultan untuk setiap pembahasan materi pelatihan
antara lain;
1. Curah pendapat dan dialog interaktif dengan peserta
diklat
2. Diskusi membahas dan memecahkan masalah yang
berkaitan dengan mata diklat, Rencana
Kepengawasan Akademik (RKA) untuk membimbing
guru dalam melaksanakan pembelajaran kreatif-
inovatif dan PTK.
3. Penugasan individual dan kelompok menyusun RKA
tentang pembelajaran kreatif-inovatif, dan PTK,
4. Demonstrasi /simulasi model pembelajaran berbasis
PAIKEM antara lain; problem solving, inquiry,
eksperimen, demontrasi/simulasi dengan
menggunakan media berbasis ICT.
5. Berbagai metode pembelajaran lain yang relevan.

Melalui metode-metode tersebut diharapkan terjadi


kolaborasi dinamis antar peserta dengan peserta dan
peserta dengan nara sumber/fasilitator maupun dengan
pihak penyelenggara.

Pedoman Pelatihan Pengawas Sekolah 13


L. KEGIATAN BELAJAR

Kegiatan belajar peserta selama pelatihan berlangsung


diatur sebagai berikut
1. Diskusi Umum
a. Diskusi umum merupakan kegiatan yang diikuti
oleh semua peserta terutama dalam (1)
membahas materi pelatihan yang harus dikuasai
oleh semua peserta (2) membahas laporan hasil
dari diskusi kelompok.
b. Kegiatan diskusi umum dipimpin oleh seorang
moderator dan seorang sekretaris yang mencatat
proses dan hasil diskusi serta menyusun laporan
secara ringkas untuk disampaikan secara tertulis
kepada panitia.
2. Diskusi Kelompok
a. Peserta dibagi menjadi empat kelompok yakni :
Kelompok I :
Membahas dan menyusun RKA untuk
Pelatihan/Pembimbingan Guru tentang Model-
Model Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif
dan Menyenangkan (PAIKEM).

Kelompok II :
Membahas dan menyusun RKA untuk
pelatihan/pembimbingan guru tentang Penelitian

Pedoman Pelatihan Pengawas Sekolah 14


Tindakan Kelas untuk perbaikan mutu
pembelajaran.

Kelompok III :
Membahas dan menyusun Teknik-Teknik Supervisi
Akademik untuk Pelatihan/ Pembimbingan Guru
tentang Model-model PAIKEM.

Kelompok IV :
Membahas dan menyusun Teknik-teknik Supervisi
Akademik untuk Pelatihan/pembimbingan guru
tentang Penelitian Tindakan Kelas untuk perbaikan
mutu pembelajaran.

Catatan : Kelompok I bekerjasama dengan


kelompok III dan Kelompok II bekerjasama dengan
kelompok IV. Format RKA ada pada lampiran 2.

b. Setiap kelompok dipimpin oleh seorang ketua dan


seorang sekretaris kelompok.
c. Setiap kelompok melaporkan hasil-hasil
diskusinya pada kegiatan diskusi umum.
d. Prosedur dan tata cara pembahasan
materi/permasalahan ditentukan oleh
kelompoknya masing-masing.

Pedoman Pelatihan Pengawas Sekolah 15


e. Ketua kelompok berkewajiban memberikan
laporan secara tertulis dan lengkap tentang hasil
diskusi kepada panitia atau fasilitator.
f. Apabila dipandang perlu, setiap kelompok dapat
membagi diri dalam sub kelompok dengan catatan
bahwa hasil akhir merupakan tanggung jawab
kelompok yang bersangkutan.

M. EVALUASI DAN SERTIFIKASI


Dalam pelatihan penguatan kompetensi pengawas
sekolah diperlukan adanya evaluasi yang berkelanjutan.
Evaluasi meliputi (a) evaluasi peserta selama mengikuti
kegiatan pelatihan penguatan kompetensi pengawas
sekolah dalam dimensi kompetensi supervisi akademik
(penilaian formatif) dan penilaian hasil belajar peserta
pada akhir pelatihan (penilaian sumatif) (b) evaluasi
penyelenggaraan pelatihan untuk mengetahui tingkat
keberhasilan penyelenggaraan pelatihan dari segi tujuan,
program, materi, strategi dan metode pembelajaran,
narasumber, dan proses penyelenggaraan pelatihan
Instrumen penilaian disusun oleh lembaga penyelenggara
pelatihan. Rambu-rambu atau kisi-kisi instrumen untuk
penilaian formatif, penilaian sumatif dan penilaian
penyelenggaraan pelatihan dapat dilihat pada lampiran 4.

Pedoman Pelatihan Pengawas Sekolah 16


Peserta yang berhasil menyelesaikan pelatihan
berdasarkan hasil dari penilaian formatif dan penilaian
sumatif diberikan sertifikat oleh penyelenggara pelatihan.

N. PELAPORAN HASIL
Ada tiga laporan hasil pelatihan penguatan
kompetensi pengawas sekolah yang perlu disusun dan
disampaikan kepada Ditjen PMPTK. Ketiga laporan
tersebut adalah (a) laporan hasil diskusi kelompok oleh
ketua-ketua kelompok (b) laporan hasil diskusi umum oleh
moderator diskusi umum dan (c) laporan penyelenggaraan
diklat oleh panitia penyelenggara diklat.
1. Laporan diskusi kelompok pada kegiatan in-service
learning tahap 1, merupakan pertanggungjawaban
setiap kelompok dalam diskusi umum atas tugas-tugas
yang diberikan oleh fasilitator. Berdasarkan laporan
tersebut akan ada masukan dan saran-saran dari
forum sebagai bahan perbaikan terhadap hasil diskusi
kelompok. Hasil diskusi kelompok yang telah
diperbaiki dan disempurnakan dilaporkan oleh setiap
ketua kelompok kepada panitia penyelenggara
pelatihan
2. Laporan hasil diskusi umum adalah laporan yang
disampaikan oleh moderator kepada panitia

Pedoman Pelatihan Pengawas Sekolah 17


penyelenggara diklat tentang jalannya diskusi umum
dan pemaparan hasil diskusi semua kelompok.
3. Laporan panitia penyelenggara pelatihan yang
merupakan bentuk tagihan dari penyelenggara
pelatihan (P4TK dan LPMP) yang disampaikan kepada
Ditjen PMPTK. Laporan proses dan hasil pelatihan
penguatan kompetensi pengawas sekolah berisi (a)
proses dan hasil in-service learning tahap 1 (b) laporan
proses dan hasil on-service learning peserta pelatihan,
dan (c) laporan proses dan hasil in-service learning
tahap 2. Sistematika laporan penyelenggaraan
pelatihan sebagaimana terlihat pada lampiran 5

O. ANGGARAN BIAYA
Anggaran biaya untuk kegiatan pelatihan penguatan
kompetensi pengawas sekolah khususnya kompetensi
supervisi akademik bersumber dari DIPA LPMP dan P4TK
tahun anggaran 2010. Anggaran tersebut digunakan untuk
biaya penyelenggaraan in-service learning tahap 1 (40
jam), in-service learning tahap 2 (20 jam) dan biaya
pemantauan kegiatan on-service learning peserta
pelatihan yakni praktek pembimbingan/pelatihan guru
tentang pembelajaran kreatif-inovatif dan penelitian
tindakan kelas.

Pedoman Pelatihan Pengawas Sekolah 18


Penggunaan anggaran pelatihan penguatan
kompetensi pengawas sekolah khususnya kompetensi
supervisi akademik dilaporkan penyelenggara kepada
Ditjen PMPTK.

Pedoman Pelatihan Pengawas Sekolah 19


Pedoman Pelatihan Pengawas Sekolah 20
LAMPIRAN-LAMPIRAN
Lampiran 1.

SILABUS MATERI PELATIHAN PENGUATAN KOMPETENSI PENGAWAS SEKOLAH


DIMENSI KOMPETENSI SUPERVISI AKADEMIK TAHUN 2010

INDIKATOR ALOKASI SUMBER MINIMAL YANG


NO KOMPETENSI MATERI
PENCAPAIAN WAKTU DISARANKAN
1. Pendekatan a. Inquiry Setelah mengikuti 18x45 Bahan Pelatihan Kelompok
Pembelajaran b. Problem Solving pelatihan ini pengawas menit PAIKEM (Berpikir kritis
Aktif, Inovatif, c. Eksperimen diharapkan dapat pengawas, pemecahan
Kreatif, Efektif, d. Simulasi membimbing guru dalam masalah, strategi
Menyenangkan e. Demonstrasi memahami, memilih dan pembelajaran dan
(PAIKEM) f. Tematik menggunakan pemilihannya, tematik kelas
g. Tugas dan Resitasi strategi/metode /teknik awal, model Pembelajaran
h. Team Teaching pembelajaran/ bimbingan IPA terpadu, Model
i. Kontekstual yang dapat Pembelajaran IPS terpadu,
j. Ekspositori mengembangkan potensi Stategi Pembelajaran dan
k. Diskusi siswa melalui mata-mata Pemilihannya, TIK Dalam
l. Berbasis ICT pelajaran yang relevan. Pembelajaran, Pembelajaran
Tatap Muka, Penugasan
Terstruktur dan Kegiatan
Mandiri Tidak Terstruktur,
Pembelajaran Tuntas,
Pembelajaran Remedial,
Pembelajaran Pengayaan)

Pedoman Pelatihan Pengawas Sekolah 21


INDIKATOR ALOKASI SUMBER MINIMAL YANG
NO KOMPETENSI MATERI
PENCAPAIAN WAKTU DISARANKAN
2. Penelitian a. Konsep dasar PTK Setelah mengikuti 10x45 Bahan Pelatihan Kelompok
Tindakan Kelas b. Prosedur kegiatan ini, pengawas menit Penelitian Tindakan Kelas
Pelaksanaan PTK diharapkan memiliki (KTI Pengawas, Penelitian
c. Proposal PTK pengetahuan dan Tindakan Kelas, Penelitian
d. Laporan PTK ketrampilan Tindakan Sekolah
e. Membimbing guru melaksanakan penelitian Pengawas).
dalam melaksanakan tindakan dan mampu
PTK membimbing dan
memberi contoh guru
dalam melaksanakan
PTK.

Pedoman Pelatihan Pengawas Sekolah 22


INDIKATOR ALOKASI SUMBER MINIMAL YANG
NO KOMPETENSI MATERI
PENCAPAIAN WAKTU DISARANKAN
3. Supervisi a. Pengertian Supervisi i). Memahami berbagai 10x45 Bahan Pelatihan Kelompok
Akademik b. Merencanakan metode, teknik dan menit Supervisi Akademik
Program Supervisi prinsip supervisi dan (Supervisi Akademik, Metode
(RKA, Menyusun mampu dan Teknik Supervisi,
Kriteria Keberhasilan, mempraktikkannya Panduan Bekerja sebagai
Menyiapkan Instrumen) dalam membina guru. Pembimbing, Panduan
c. Melaksanakan Lesson Study-MGMP&
Supervisi Akademik ii). Mengembangkan LSBS).
(Menerapkan metode, teknik dan
pendekatan, teknik, prinsip supervisi
prinsip Supervisi yang sesuai dengan
tepat, kontinyu, karakteristik
obyektif, konstruktif, permasalahan yang
humanistic dan dihadapi guru.
kolaboratif)
d. Menindaklanjuti hasil
iii). Mensimulasikan
Supervisi (Melakukan
metode, teknik dan
evaluasi hasil supervisi,
prinsip supervisi dalam
menyusun program membimbing guru
tindak lanjut)
melaksanakan
e. Simulasi Supervisi
PAIKEM
Akademik membimbing
Guru melaksanakan
pembelajaran PAIKEM

Pedoman Pelatihan Pengawas Sekolah 23


Lampiran 2.
PANDUAN MENYUSUN
RENCANA KEPENGAWASAN AKADEMIK (RKA)
No Langkah-langkah RKA Uraian Contoh
1 FOKUS MASALAH Berisi tentang penjelasan hasil identifikasi tentang keadaan contoh : pengembangan
atau masalah yang ditemukan dalam kepengawasan pembelajaran tematik, Inquiry,
akademik tentang pelaksanaan pembelajaran yang harus Problem Solving, Eksperimen,
segera diselesaikan atau dipecahkan Simulasi, Demonstrasi, Tematik,
Tugas dan Resitasi, Team
Teaching, Kontekstual, Ekspositori,
Diskusi, Berbasis ICT
2 TUJUAN a. Meningkatkan: pengembangan,interaksi, penyelesaian i. Meningkatkan kompetensi
masalah yang bebas dari kesalahan atau membangun pedagogik dan profesional
sebuah komitmen tentang kapasitas atau kompetensi guru
guru. ii. Guru dapat menggunakan
b. Membantu guru:mengembangkan kemampuan metode pembelajaran yang
profesionalnya, keterampilan mengajarnya. tepat.
c. Memantau KBM ke kelas-kelas

Pedoman Pelatihan Pengawas Sekolah 24


No Langkah-langkah RKA Uraian Contoh
3 INDIKATOR Indikator keberhasilan kegiatan supervisi akademik adalah i. Semua guru di sekolah binaan
patokan ukuran tingkat pencapaian yang mengacu pada focus melaksanakan PAIKEM
masalah dan tujuan supervisi akademik yang telah ditetapkan ii. 60 % Guru di sekolah binaan
atau target target yang ditetapkan dan dapat diukur dapat menggunakan ICT untuk
belajar dan pembelajaran.
4 METODE/TEKNIK Metode merupakan upaya untuk mengimplementasikan contoh:
rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar i. Bimbingan Teknis kelompok
tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal. atau individual(kunjungan
Metode dapat merealisasikan strategi yang telah ditetapkan, kelas, observasi kelas,
atau dengan kata lain metode adalah cara yang dapat kunjungan antar kelas,
digunakan untuk melaksanakan strategi. Dengan demikian evaluasi diri, supervise klinis),
suatu strategi dapat dilaksanakan dengan berbagai metode, ii. Pendampingan dengan
tapi dapat juga sebaliknya. pemberian contoh.
Teknik dalah cara yang dilakukan seseorang dalam rangka iii. Pelatihan
mengimplementasikan suatu metode iv. Workshop
Taktik dalah gaya seseorang dalam melaksanakan suatu v. Partnership/kemitraan
teknik atau metode tertentu yang sifatnya lebih individual vi. Group Conference dll
Pendekatan merupakan titik tolak atau sudut pandang kita
terhadap proses supervisi

Pedoman Pelatihan Pengawas Sekolah 25


No Langkah-langkah RKA Uraian Contoh
5 SKENARIO KEGIATAN Skenario Kegiatan : adalah tahapan-tahapan yang dilakukan
dalam melaksanakan supervisi, seperti scenario pada
supervisi pelaksanaaan pembelajaran yaitu meliputi: pra
pembinaan, kegiatan awal, kegiatan inti,penutup
(pertemuan balikan) dan tindak lanjut
Pertemuan awal meliputi :
a. Identifikasi konteks pembelajaran yang menjadi
perhatian guru
b. Menterjemahkan kedalam instrumen prilaku yang dapat
diobservasi
c. Mengidentifikasi prosedur untuk perbaikan
pembelajaran yang diinginkan
d. membantu guru menetapakan tujuan perbaikan
pembelajaran
e. Menyusun jadwal kegiatan observasi kelas
f. Memilih instrumen observasi dan menetapkan prilaku
mana yang direkam dalam observasi tersebut
g. Klarifikasikan konteks pembelajaran,dan data informasi
yang akan direkam dalam observasi kelas

Pedoman Pelatihan Pengawas Sekolah 26


No Langkah-langkah RKA Uraian Contoh
Kegiatan inti meliputi kegiatan pengawas dalam mengamati
dan mencermati tindakan guru yang diarahkan kepada tujuan
atau kompetensi yang dirumuskan sesuai kesepakatan
sekaligus merekam kegiatan secara lengkap sebagai bahan
diskusi.
Kegiatan Penutup berisi tentang feedback dan tindak lanjut
yang berisi tentang:
a. Analisis hasil observasi
b. meminta guru untuk mengintrepretasi terhadap hasil
observasi (data dan informasi)
c. membuat keputusan tentang perubahan yang
dilakukan
d. memperoleh kesimpulan dan opini guru
e. Mendorong guru mempertimbangkan model ,tujuan
metode pembelajaran alternative beserta landasan-
landasannya.
f. menunjukan kepada guru tentang peluang
mempraktekan dan membandingkan

Pedoman Pelatihan Pengawas Sekolah 27


No Langkah-langkah RKA Uraian Contoh
6 SUMBER DAYA Bahan/alat atau sumber yang digunakan dalam membantu Contoh: Power Point tentang
kelancaran pelaksanaan supervisi model-model pembelajaran, ruang
khusus, labolatorium,
perpustakaan,media-media
pembelajaran.
7 PENILAIAN DAN Penilaian dan instrument adalah kegiatan memberi keputusan Contoh: instrumen observasi
INSTRUMEN melalui pengukuran tentang pelaksanaan supervisi dalam kemampuan guru dalam
bentuk kuantitatif atau kualitatif dengan menggunakan alat/ Pembelajaran, instrumen penilaian
instrumen pengumpul data untuk memudahkan pelaksanaan kinerja guru dalam pelaksanaan
supervisi. pembelajaran dapat menggunakan
APKG (Alat Penilaian Kemampuan
Guru) dsb.
8 RENCANA TINDAK Berisi kegiatan yang harus dilakukan setelah umpan balik Setelah menggunakan strategi atau
LANJUT berupa strategi-strategi atau metode alternatif untuk metode tertentu, ternyata belum
mencapai perubahan yang diinginkan. berhasil, maka tindaklanjut dapat
menggunakan alternative lain,
berupa siklus metode yang cocok
seperti:
i. Bimbingan Teknis kelompok
atau individual (kunjungan
kelas, observasi kelas,

Pedoman Pelatihan Pengawas Sekolah 28


No Langkah-langkah RKA Uraian Contoh
kunjungan antar kelas,
evaluasi diri, supervisi klinis),
ii. Pendampingan dengan
pemberian contoh.
iii. Pelatihan
iv. Workshop
v. Partnership/kemitraan
vi. Group Conference dll

Pedoman Pelatihan Pengawas Sekolah 29


PRAKTEK MEMBUAT RENCANA KEPENGAWASAN
AKADEMIK/MANAJERIAL(RKA/RKM)

Nama Pengawas Sekolah :


Jenis Pengawasan/Rumpun
Kab/Kota/Prop :

No Fokus Tujuan Indikator Metode/ Skenario Sumber Penilaian Rencana


Masalah Keberhasilan Teknik kegiatan/ daya dan Tindak
supervisi langkah-langkah instrumen lanjut
kegiatan

Mengetahui Koordinator Pengawas/Ketua KKPS

Pedoman Pelatihan Pengawas Sekolah 30


Lampiran 3

RAMBU-RAMBU
PELAKSANAAN KEGIATAN ON-SERVICE LEARNING

A. Pengantar

Penyelenggara kegiatan penguatan kompetensi pengawas


sekolah dalam hal ini P4TK dan LPMP diharapkan
melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev)
pada kegiatan On-Service Learning setelah kegiatan In-
Service Learning (tatap muka dalam pelatihan). Kegiatan
On-Service Learning pengawas sekolah difokuskan pada
upaya membimbng guru dalam melaksanakan Penelitian
Tindakan Kelas.

Kegiatan monitoring dan evaluasi dilakukan untuk


menjamin pelaksanaan in-service learning dan in-service
learning sudah sesuai dengan hasil pelatihan (tatap
muka). Monitoring bertujuan untuk mengamati fakta-fakta
yang sedang atau sudah terjadi, tanpa melakukan
intervensi atau perlakuan baru, sedangkan evaluasi yang
dilaksanakan pada saat monitoring bertujuan memberi
penilaian formatif, sedangkan evaluasi akhir dimaksudkan
untuk mengetahui pelaksanaan program penguatan
kompetensi pengawas sekolah secara kumulatif.

Pedoman Pelatihan Pengawas Sekolah 31


Instrumen Monev disusun oleh masing-masing
penyelenggara pelatihan dengan memperhatikan aspek
dan indikator minimal seperti ditunjukan pada kisi-kisi
berikut.

Pedoman Pelatihan Pengawas Sekolah 32


B. Aspek dan Indikator

No Aspek Indikator

Penyusunan RKA dengan Bukti Silabus dan RPP guru binaan dalam menggunakan strategi/metode
focus pembimbingan terhadap /teknik pembelajaran/ bimbingan yang dapat mengembangkan potensi siswa
guru menggunakan melalui mata-mata pelajaran yang relevan. Pendekatan atau metode yang
1 Pendekatan Pembelajaran dimaksud antara lain:
Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, a. Inquiry, Problem Solving, Eksperimen, Ekspositori
Menyenangkan (PAIKEM) b. CTL
c. Tematik
d. Pembelajaran Tuntas
e. Pembelajaran Remedial
f. Pembelajaran Pengayaan
g. Lesson Study
h. Berbasis TIK,
dsb

Pedoman Pelatihan Pengawas Sekolah 33


No Aspek Indikator

2 Pelaksanaan supervisi Ada bukti pengawas sekolah melaksanakan supervisi akademik terhadap
akademik guru binaan melalui:
a. Kegiatan pra-pengamatan, pengamatan, penilaian proses
pengamatan, pertemuan setelah pengamatan, analisis hasil
pengamatan, evaluasi pengamatan, dan laporan.
b. Menerapkan pendekatan, teknik, prinsip Supervisi yang tepat, kontinyu,
obyektif, konstruktif, humanistic dan kolaboratif) dalam hal ini petugas
monev mengamati pengawas sekolah dalam pelaksanaan supervisi
akademik.

3 Pelaksanaan Bimbingan Bukti pelaksanaan bimbingan terhadap guru berupa:


Peneltian Tindakan Kelas a. Pelaksanaan bimbingan (nama guru, tempat, waktu, teknik, hasil,
pada guru binaan bahan/hand out dan dokumen lain yang mendukung)
b. Judul-judul PTK guru binaan (Rumusan masalah pembelajaran)
c. Rekap masalah/ kendala dan upaya pemecahan pada saat
melaksanakan bimbingan.

Pedoman Pelatihan Pengawas Sekolah 34


Lampiran 4

KISI-KISI INSTRUMEN PENILAIAN FORMATIF DAN SUMATIF PESERTA PELATIHAN


NO ASPEK Indikator Ketr.

1. KEGIATAN a. Kehadiran peserta di ruang Diklat Penilaian formatif


PEMBELAJARAN b. Kesiapan peserta mengikuti sesi pembelajaran setelah selesai
c. Keseriusan peserta mengikuti sesi pembelajaran pembelajaran/mata
d. Keterlibatan peserta dalam diskusi kelompok diklat
e. Keseriusan peserta dalam mengerjakan tugas yang diberikan nara
sumber
f. Gagasan Inovatif/Ide Kreatif/pertanyaan/komentar yang disampaikan
peserta dalam pembelajaran

2. SIKAP DAN a. Berbusana rapi dan sopan.


PERILAKU b. Tegas dalam mengambil keputusan.
c. Ramah,luwes, terbuka, penuh pengertian dan sabar terhadap orang
lain.
d. Memiliki tanggungjawab sebagai pengawas sekolah.
e. Kreatif dalam bekerja dan memecahkan masalah yang berkaitan
dengan tugas-tugas jabatannya.

Pedoman Pelatihan Pengawas Sekolah 35


NO ASPEK Indikator Ketr.

f. Memiliki rasa ingin tahu akan hal-hal baru tentang pendidikan dan
ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang menunjang tugas pokok
dan tanggungjawabnya.
g. Menumbuhkan motivasi kerja pada dirinya dan orang lain.
h. Bekerja sama dengan berbagai pihak dalam rangka meningkatkan
kualitas diri untuk dapat melaksanakan tugas dan tanggung
jawabnya.
i. Menampilkan sikap bersahabat kepada orang lain
j. Mengendalikan diri pada waktu menghadapi orang lain yang
berperilaku kurang sopan.
k. Menggunakan kata-kata sopan dalam berkomunikasi.
l. Menghargai setiap perbedaan pendapat.

3. KRITERIA a. Adanya perolehen nilai minimal 75 baik dari penilaian formatif dan Soal tes tertulis
KELULUSAN sumatif (berupa tes tertulis setiap mata diklat) disiapkan oleh nara
b. Kehadiran dalam setiap sesi secara keseluruhan manimal 90% sumber
c. Melaksanakan kegiatan on service sesuai rencana dan tepat waktu
d. Mematuhi tata terib yang berlaku
e. Ada kreativitas setiap sesi kegiatan dibuatkan ”learning log”

Pedoman Pelatihan Pengawas Sekolah 36


Lampiran 5.

SISTEMATIKA LAPORAN
PENYELENGGARAAN PELATIHAN
PENGUATAN KOMPETENSI PENGAWAS SEKOLAH

Halaman Judul
Lembar Pengesahan
Kata Pengantar
Daftar isi

Bab I Pendahuluan
A. Rasional
B. Tujuan
C. Sasaran
D. Hasil yang diharapkan

BAB II Pelaksanaan Diklat


A. Kegiatan In-Service Learning Tahap I
B. Kegiatan On Service Learning
C. Kegiatan In-Service Learning Tahap 2

BAB III Hasil Diklat


A. Kegiatan In-Service Learning Tahap I
B. Kegiatan On Service Learning
C. Kegiatan In-Service Learning Tahap 2

BAB IV Kesimpulan dan Rekomendasi

LAMPIRAN
1. Nama Peserta Diklat
2. Jadwal kegiatan Diklat
3. Hasil dari Tugas-tugas yang dibuat Peserta Diklat
4. Lainnya yang diangap perlu

Pedoman Pelatihan Pengawas Sekolah 37


Lampiran 6.
KISI-KISI INSTRUMEN PENILAIAN PELAKSANAAN PELATIHAN
PENGUATAN KOMPETENSI PENGAWAS SEKOLAH DIMENSI SUPERVISI AKADEMIK
TAHUN 2010

NO ASPEK Indikator Ketr.


1. Kegiatan a. Kesesuaian kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan dengan tuntutan Dapat menggunakan
Pembelajaran kompetensi/ tujuan pelatihan. Skala Bertingkat
b. Kesesuaian antara kompetensi yang dituntut dengan bahan/ materi yang Misal:
diberikan/ disajikan dalam pembelajaran. Sangat Memadai,
c. Kesesuaian antara kompetensi yang dituntut dengan strategi/ metode Cukup Memadai,
yang digunakan dalam pembelajaran. Tidak Memadai, dll.
d. Kesesuaian antara kompetensi yang dituntut dengan sistem penilaian
yang digunakan untuk melihat ketercapaian hasil pembelajaran.
e. Kesesuaian antara kompetensi yang dituntut dengan instrumen/ alat
penilaian yang digunakan untuk melihat ketercapaian hasil pembelajaran.
f. Proporsi materi pelatihan antara teori dan aplikasi/ praktek/ praktekum.
g. Lamanya waktu pelaksanaan (jadwal) pelatihan per program disesuaikan
dengan kompetensi yang ingin dicapai dalam pelatihan.
h. Lamanya waktu pelaksanaan (jadwal) pelatihan per hari disesuaikan
dengan kegiatan-kegiatan lain dalam pelatihan.

Pedoman Pelatihan Pengawas Sekolah 38


NO ASPEK Indikator Ketr.
2. Kompetensi a. Kompetensi fasilitator/instruktur dan kesesuaiannya dengan materi yang
Fasilitator / Nara disajikan.
Sumber b. Materi yang diberikan fasilitator/instruktur dan kesesuaiannya dengan
mata pelajaran yang ditugaskannya.
c. Strategi/metode yang digunakan fasilitator/ instruktur dalam penyajian
materi dan praktek.
d. Strategi fasilitator/ instruktur dalam :
i. Memotivasi belajar peserta diklat.
ii. Menghilangkan kejenuhan dalam belajar.
iii. Memberikan kesempatan untuk bertanya jawab/ diskusi.
iv. Menyimpulkan materi pembelajaran.
e. Media/ alat presentasi yang digunakan fasilitator/ instruktur dalam
penyajian materi dan praktek.
f. Sikap fasilitator/ instruktur terhadap peserta pelatihan.
g. Perilaku fasilitator/ instruktur dalam :
i. Penyajian materi dan praktek.
ii. Memotivasi peserta pelatihan.
iii. Memberikan bimbingan kepada peserta pelatihan.
iv. Memberikan penjelasan atas pertanyaan peserta diklat.
h. Kehadiran fasilitator/ instruktur sesuai dengan jadwal yang telah
ditetapkan.
i. Kemampuan fasilitator/ instruktur dalam memberikan penilaian hasil
belajar peserta didik.

Pedoman Pelatihan Pengawas Sekolah 39


NO ASPEK Indikator Ketr.
j. Kesesuaian apa yang diajarkan fasilitator/ instruktur dengan penilaian
(tes) yang digunakannya untuk menilai kemampuan peserta
didik.Kompetensi fasilitator/instruktur dan kesesuaiannya dengan materi
yang disajikan.

3. Fasilitas a. Kondisi/ kenyamanan kelas/ ruang tempat kegiatan pembelajaran.


Pembelajaran b. Fasilitas pendukung kegiatan pembelajaran di kelas (OHP, LCD, dan alat
pendukung lainnya)
c. Buku/ kumpulan materi pelatihan (Modul)
d. Kit pelatihan (tas, blocknote, dsb.)
e. Perpustakaan dan kelengkapan sumber rujukan.
f. Kelengkapan sarana penunjang tugas-tugas pembelajaran (komputer dan
ruangan komputer).
4. Materi Diklat a. Pendekatan Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, Menyenangkan
(PAIKEM)
1). Inquiry; 2).Problem Solving; 3). Eksperimen; 4). Simulasi;
5).Demonstrasi; 6). Tematik; 7). Tugas dan Resitasi; 8). Team
Teaching;9). Kontekstual; 10). Ekspositori; 11). Diskusi; dan 12). Berbasis
ICT
b. Penelitian Tindakan Kelas
1). Konsep dasar PTK; 2). Prosedur Pelaksanaan PTK; 3). Proposal PTK;
4). Laporan PTK; dan 5). Membimbing guru dalam melaksanakan PTK

Pedoman Pelatihan Pengawas Sekolah 40


NO ASPEK Indikator Ketr.
c. Supervisi Akademik
(1). Pengertian Supervisi; (2). Merencanakan Program Supervisi (RKA,
Menyusun Kriteria Keberhasilan, Menyiapkan Instrumen); (3).
Melaksanakan Supervisi Akademik (Menerapkan pendekatan, teknik,
prinsip Supervisi yang tepat, kontinyu, obyektif, konstruktif, humanistic
dan kolaboratif); (4). Menindaklanjuti hasil Supervisi (Melakukan evaluasi
hasil supervisi, menyusun program tindak lanjut); (5). Simulasi Supervisi
Akademik membimbing Guru melaksanakan pembelajaran PAIKEM
5 Akomodasi dan a. Kondisi/ kenyamanan tempat penginapan yang disediakan.
Konsumsi b. Makanan dan snack yang disediakan untuk peserta pelatihan.
c. Kondisi/ kenyamanan sarana penunjang untuk Olah Raga.
d. Kondisi/ kenyamanan sarana penunjang untuk Kesenian.
e. Kondisi/ kenyamanan sarana penunjang untuk rileks/ rekreasi/ hiburan.
f. Kondisi/ kenyamanan fasilitas kamar mandi dan toilet.
6. Pelayanan a. Sikap/ perilaku pelayanan yang diberikan lembaga kepada peserta
Pengelola / Panitia/ pelatihan.
Lembaga b. Penghargaan yang diberikan lembaga kepada peserta pelatihan.

Pedoman Pelatihan Pengawas Sekolah 41


Lampiran 7

TATA TERTIB PESERTA PELATIHAN

1. Kewajiban Peserta
a) Pada waktu datang di tempat harus segera
mendaftarkan diri
(check in ) kepada petugas pendaftaran (panitia);
b) Mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan
panitia;
c) Menyerahkan surat tugas dari instansi asal kepada
panitia;
d) Menyerahkan pas foto ukuran 3 x 4 cm sebanyak 3
lembar
e) Menyerahkan SPPD yang telah ditandatangani oleh
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota masing-
masing;
f) Menempati kamar yang telah disediakan oleh panitia;
g) Mematuhi segala tata tertib serta ikut memelihara
ketertiban dan keamanan selama kegiatan
berlangsung.
h) Selama mengikuti kegiatan belajar dalam kegiatan
diklat, peserta diwajibkan :
- Mengikuti semua kegiatan sesuai dengan arahan
pelatih/nara sumber
- Hadir di ruang sidang sepuluh menit sebelum acara
kegiatan dimulai;
- Mengisi daftar hadir (pagi, siang, dan malam hari)
sebelum kegiatan dimulai;
- Tidak meninggalkan kegiatan belajar, kecuali
dalam hal yang mendesak/sangat penting, setelah
mendapat ijin/persetujuan dari panitia/pelatih;
- Memakai tanda pengenal yang telah dibagikan oleh
panitia.
- Selama mengikuti kegiatan belajar semua
handphone digetarkan

Pedoman Pelatihan Pengawas Sekolah 42


2. Hak Peserta Pelatihan
a) Semua peserta berhak memperoleh pelayanan yang
sama dari panitia;
b) Mendapatkan pelayanan akomodasi dan konsumsi
yang telah disediakan oleh panitia;
c) Memperoleh penggantian biaya perjalanan pulang
pergi sesuai dengan peraturan yang berlaku;
d) Memperoleh bahan-bahan yang telah disediakan
panitia;
e) Memperoleh pelayanan medis yang disediakan panitia
sesuai dengan biaya yang tersedia bagi peserta yang
sakit;
f) Bagi yang memenuhi syarat berhak menerima sertifikat
dari panitia.

Pedoman Pelatihan Pengawas Sekolah 43