P. 1
Unsur Intrristik Dari Cerpen Putu Wijaya Yang Berjudul MOKSA

Unsur Intrristik Dari Cerpen Putu Wijaya Yang Berjudul MOKSA

|Views: 2,424|Likes:
Dipublikasikan oleh Mariska Putri Pratiwi

More info:

Published by: Mariska Putri Pratiwi on Aug 06, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/29/2013

pdf

text

original

Unsur intrinstik dari cerpen Putu Wijaya yang berjudul MOKSA Tema : Ada Kemungkinan Kepercayaan Suatu Kebenaran

Terungkap Amanat: 1.Jujur merupakan hal yang baik untuk kehidupan 2.Sebaiknya percaya terhadap keluargamu sendiri,karena keluarga tidak pernah menjerumuskan 3. Selalu memaafkan kesalahan dan memberi kesempatan orang lain untuk memperbaiki kesa-

Lahan yang di perbuat
Tokoh dan penokohan : 1. Dokter Subianto Bijaksana :³Kita harus percaya Moksa akan bisa melawan itu semua. Dengan memberinya kepercayaan kita akan membantu ia keluar dari persoalannya. Harus, betapa pun kita tidak percayanya. Harus Bu!" Pemaaf:"Tak ada yang harus dimaafkan. Kalau kamu nanti besar dan sudah punya anak, kamu akan tahu sendiri, di dalam keluarga tidak ada maaf, semuanya sudah diselesaikan dengan sendirinya. Karena kepada siapa lagi kita bisa berbuat kesalahan kecuali kepada orang tuamu yang menyayangimu?!" Pemarah : "Bangsat!Untung tidak ada pasien lagi. Konsentrasi Subianto sudah buyar. Begitu selesai praktek, ia menceritakan secara sekilas apa yang sudah terjadi pada istrinya.´ 2. Moksa : Badung : "Aku temukan ini di kamar mandi. Moksa pasti kelupaan." Dokter Subianto bergetar melihat barang-barang jahanam itu. Tetapi ia mencoba tenang. Hanya saja matanya tidak kuat. Nampak tetes air mata dari kedua mata yang sudah banyak diterpa kesedihan itu.´ Berani : ³Bahkan mampu berdikari mencari duit dengan ngamen. Itu memerlukan keberanian dan ketekunan. Tidak sembarang orang akan mampu berbuat seperti itu. Itu harus dibanggakan.´ Tekun : ³keberanian dan ketekunan. Tidak sembarang orang akan mampu berbuat seperti itu. Itu harus dibanggakan.´ 3. Istri Dokter Subianto: Lugu: ³Wajah perempuan itu nampak semakin bingung. Ia mendekati suaminya, lalu mengembangkan tangannya. Di atas tangan itu Subianto melihat bungkusan plastik dengan bubuk jahanam. "Aku temukan ini di kamar mandi. Moksa pasti kelupaan.´ Kata ibu ´ Mudah terharu :"Anakmu Moksa sudah melakukan sesuatu yang amat mengharukan hari ini," kata wanita itu dengan mata berkaca-kaca. "Dia sama sekali tidak meminjam uang temannya untuk beli kado. Tapi dia berusaha dengan cucur-keringatnya sendiri. Dan kamu pasti akan terkejut kalau mendengar apa

menuju ke rumah pondokan Moksa di Depok.´ Setting atau latar Setting atau latar Waktu Isi Malam minggu atau sabtu TengahMalam Bukti "Tidak bisa Pak. Moksa pulang besok. sehingga Bapak kehilangan 100 ribu. Pasien Bapak Subianto: Licik: ³Karena dia tahu data-data kamu. ia suka tidur di situ menyepi.´ ³Subianto terpakumenunggu di ruang tamu. Masak anak dokter kok ngamen. karena Moksa baru saja berangkat ke pesta." 4. Subianto tak bisa memincingkan matanya. Minggu. Kalau sedang senewen.00 Siang Tempat Indekos Moksa Ruang Tamu Ruang Studi Ruang Praktek . istrinya muncul membangunkam. Ternyata hari sudah pukul sebelas siang. Dokter yang sedang menyanyi-nyanyi sambil memeriksa pasiennya itu. karena perasaannya tak menentu. Habis dia bilang.´ ³Tanpa mendengarkan komentar istrinya. Dia menjual cerita bohong dengan begitu lihai.´ Minggu Pukul 11. Besok aja. Ia menghabiskan 5 gelas teh." ³Tengah malam Moksa baru muncul. ia langsung masuk ke mobil. Tapi baru saja lelap sebentar. dia datang dengan begitu meyakinkan.´ ³Telepon berdering di kamar praktik dokter Subianto.´ ³Subianto cepat-cepat pergi ke kamar studinya. mengangkat telepon. Lalu dia mengeluarkan uang dari koceknya dan memberi kamu 100 ribu.yang sudah dikerjakannya untuk mendapatkan uang. Padahal uang itu mestinya untuk beli obat. dia tergugah mendengar cerita kamu.´ ³Sampai subuh.

´ "Tapi apa bisa hanya dengan kepercayaan. Sudut pandang :Orang Ketiga pelaku utama : ³Dokter Subianto tertegun. Ia menangis. kamu akan tahu sendiri.´ "Dan dia menyanyikan lagu Seroja kegemaranmu itu di dalam bus dengan gitarnya. Suaranya kan memang bagus dan main gitarnya pinter. Banyak orang terharu. ini pasti kamu Moksa!" Konflik : Subianto menyembunyikan kemarahannya dengan senyuman. Subianto sangat terkejut." Dokter Subianto bergetar melihat barang-barang jahanam itu. Ending : Istri Subianto terdiam.´ "Lumayan. Kelihatannya kesal. di dalam keluarga tidak ada maaf. Kalau kamu nanti besar dan sudah punya anak. Bapak mau memberi Moksa kesempatan?" Penyelesaian : "Tak ada yang harus dimaafkan. Karena kepada siapa lagi kita bisa berbuat kesalahan kecuali kepada orang tuamu yang menyayangimu?!" Konflik : "Aku temukan ini di kamar mandi. Dia menghampiri pasiennya dan tanpa ditanya lantas ngomong. Tetapi ia mencoba tenang. sebab Bapak masih percaya pada Moksa." Tegang Sedih Kebudayaan Menyanyikan lagu Khas Indonesia Hadir dalam pesta merupakan adat yang terdapat dalam nilai kehidupan di Indonesia. Moksa akan mengubah semuanya ini. Yang penting kan bukan kadonya tetapi kehadir annya. Beri Moksa kesempatan satu kali lagi Pak. semuanya sudah diselesaikan dengan sendirinya. tetapi bukan sedih. Moksa pasti kelupaan. Hanya saja matanya tidak kuat. Tiba-tiba ia menangis. Ia tahu kepercayaan itu baru bisa bekerja. Alur : Perkenalan : "Hallo. Tangis haru karena gembira.Suasana Mengharukan ³Tiba-tiba wanita itu tidak dapat menahan emosinya. Dokter Sugianto jadi berdebar-debar. Tapi ia berusaha menahan perasaannya.´ . sementara Subianto sendiri berusaha melawan dirinya sendiri.Karena jika kita tidak datang berarti kita tidak menghormati undangan. Pa? Moksa sudah parah!" ³Moksa menunduk. kalau dia sendiri juga terlebih dahulu percaya. Klimaks : "Moksa jadi malu sekali. Nampak tetes air mata dari kedua mata yang sudah banyak diterpa kesedihan itu.

Gaya Bahasa : Subianto sendiri berusaha melawan Fungsi : S K P Peran : Pelaku Sirkumstan Tindakan Majas : Hiperbola dirinya sendiri O Sasaran Aku bisa ke Planet Hollywood kapan saja Fungsi: S p (p) K Tempat K waktu Peran : Pelaku Tindakan Sirkumstan Majas : Elipsis Hanya saja Fungsi : K Peran : Sirkumstan Majas : Sinestesia matanya S Pelaku tidak kuat P Tindakan Dokter Subianto Fungsi: S Peran : Pelaku Majas : Metonomia Mobil Fungsi: S Peran : Pelaku Majas : Metafora bergetar melihat P Tindakan barang-barang jahanam itu O Sasaran Meluncur P Tindakan seperti kesetanan K.Cara Sirkumstan .

Baru setelah menang lomba deklamasi. Rendra dalam beberapa pementasan. dan Kembang Kertas (1985). dan punya kebiasaan membaca." ujarnya mengenang. Ia akrab dengan sejarah. Ia juga pernah tampil bersama kelompok Sanggar Bambu. untuk Perawan Desa (1980). senang pada seni laku. dan telah mementaskan puluhan lakon di dalam maupun di luar negeri. Sejak kecil. Puluhan penghargaan ia raih atas karya sastra dan skenario sinetron. TibaTiba Malam. Ia juga menulis skenario film dan sinetron. yang diarahkan oleh Kirdjomuljo. Putu pindah ke Jakarta. selain kuliah di Fakultas Hukum. kegiatan sastranya lebih terfokus pada teater. Telegram. Ia tinggal di kompleks perumahan besar. karya Anton Chekov. Keok." tutur Putu sambil bercanda. seorang pensiunan punggawa yang keras dalam mendidik anak. Namun. Karena itu. Mungkin sudah merupakan bakat. dan kritik drama. I Gusti Ngurah Raka. ayahnya mengharapkan Putu jadi dokter. Putu lemah dalam ilmu pasti. Di . selang beberapa lama. kepalanya digundul. Ia pertama kali berperan dalam Badak. ''Saya doyan sekali membaca. Kembali ke Jakarta. dan meningkatkan kegiatannya bersastra. Novelnya sering muncul di majalah Kartini. Putu yang dilahirkan di Puri Anom. Namanya I Gusti Ngurah Putu Wijaya yang biasa disebut Putu Wijaya. rambutnya tumbuh tapi tidak sempurna. sampai cerita picisan yang merangsang berahi. Di Yogyakarta.'' tuturnya. "Sejak itu saya senang sekali pada drama. saya juga senang sekali seni pertunjukan. pada ngaben ayahnya di Bali. dan Horison.Unsur Ekstrinsik Cerpen Putu Wijaya Berjudul MOKSA Tentang Pengarang Putu Wijaya merupakan sastrawan serba bisa. Memenangkan lomba penulisan fiksi baginya sudah biasa. ia selalu memakai topi. Sebagai penulis fiksi sudah banyak buku yang dihasilkannya. UGM. ia memimpin Teater Mandiri sejak 1971. Sebagai penulis skenario. Sobat. ratusan esei. 40 naskah drama. Harian Kompas dan Sinar Harapan kerap memuat cerita pendeknya. yang dihuni sekitar 200 orang. Selama bermukim di Yogyakarta. artikel lepas. Pabrik.S. Dari Fakultas Hukum. bahasa. sekitar seribu cerpen. malah mendekati botak. ia juga mempelajari seni lukis di Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI). Semula. Ia adalah penulis naskah sekaligus sutradara pementasan itu. Kisahnya. Di antaranya. Bali pada tanggal 11 April 1944. Semasa di SD. Ia sudah menulis kurang lebih 30 novel. yang semua anggota keluarganya dekat dan jauh. Selain itu. Sebagai dramawan. dari Asdrafi ia gagal dalam penulisan skripsi. "Dengan ini saya terlihat lebih gagah. ia dua kali meraih piala Citra di Festival Film Indonesia (FFI). kota seni dan budaya. ia juga (telah berani) tampil dalam karyanya sendiri yang berjudul Lautan Bernyanyi (1969). bukan dari keluarga seniman. yang banyak diperbincangkan: Bila Malam Bertambah Malam. Ia pernah tampil bersama Bengkel Teater pimpinan W. dan dari kegiatan berkesenian ia mendapatkan identitasnya sebagai seniman." kenang Putu Setelah selesai sekolah menengah atas. Setelah kira-kira tujuh tahun tinggal di Yogyakarta. ia meraih gelar sarjana hukum (1969). Naskah dramanya itu menjadi pemenang ketiga Sayembara Penulisan Lakon yang diselenggarakan oleh Badan Pembina Teater Nasional Indonesia. ''Mulai dari karangan Karl May. buku sastra Komedi Manusia-nya William Saroyan. Nyali. ia diikutkan main drama perpisahan SMA. juga ketika SMP. ia tak pernah diikutkan main drama semasih kanak-kanak. Ia bungsu dari lima bersaudara seayah maupun dari tiga bersaudara seibu. UGM. Ayahnya. dan ilmu bumi. drama di Akademi Seni Drama dan Film (Asdrafi). Femina. Meskipun demikian. Tidak sulit untuk mengenalinya karena topi pet putih selalu bertengger di kepalanya. Tabanan. antara lain dalam pementasan Bip-Bop (1968) dan Menunggu Godot (1969). penyair dan sutradara ternama di Yogyakarta. ia melanjutkan kuliahnya di Yogyakarta.

'' Kesenian diibaratkannya seperti baskom. ia menjadi redaktur majalah Tempo (1971-1979). Itulah gaya Tempo. Baginya. kadang meletup. Dari Tempo. Jerman (1985). saya tidak . misteri. Ia juga membiasakan diri dengan tenggat . Putu mengaku belajar banyak dari Tempo dan Goenawan Mohamad. Pada saat masih bekerja di majalah Tempo. Prancis. Pada tahun 1974. Gaya Putu menulis novel tidak berbeda jauh dengan gayanya menulis drama. Seperti dalam karya dramanya. juga tanpa memihak. Sejumlah karyanya. Setelah majalah itu mati. selain berteater ia juga menulis cerpen dan novel dalam jumlah yang cukup banyak.Ia mempunyai pengalaman bermain drama di luar negeri. mungkin juga sama sekali tidak berwarna. tindakan subversif terhadap logika . Putu pindah ke majalah Zaman (1979-1985). dan berdisiplin tinggi. diseling humor. agar bisa ditumpahkan kepada manusia lain secara tuntas. ''Menulis adalah menggorok leher tanpa menyakiti. maupun novel telah diterjemahkan ke dalam bahasa asing. memberi kebebasan bagi sutradara lain menafsirkan. Prancis (1974) dan dalam Festival Horizonte III di Berlin Barat. ekspresif bahasanya. penampung darah siapa saja atau apa pun yang digorok: situasi. novel. ia kembali aktif di majalah Tempo. Ia lebih mementingkan perenungan ketimbang riwayat. dan ia tetap produktif menulis cerita pendek. ia mendapat beasiswa belajar drama (Kabuki) di Jepang (1973) selama satu tahun.penuh potongan-potongan kejadian yang padat.Mungkin ini cerminan pribadinya." ungkap Putu. Putu menjawab. Menulis dengan gaya orang bodoh. Karena kegiatan sastranya lebih menonjol pada bidang teater. Setelah itu.'' Naskah sandiwaranya tidak dilengkapi petunjuk bagaimana harus dipentaskan. bahkan bisa berbisik. dan Thailand.Ia menegaskan.Jakarta ia bergabung dengan Teater Kecil asuhan sutradara ternama Arifin C. sehingga yang mengerti bukan hanya menteri. dahsyat. Jepang. dan berbagai makna yang berserak. antara lain bahasa Inggris. tapi juga tukang becak. "Ketika menulis.'' katanya. lingkungan. Saat ditanya pemikiran pengarang yang sehari bisa mengarang cerita 30 halaman. Adapun konsep teaternya adalah teror mental. Bila menyinggung problem sosial. Belanda. kriminalitas. Noer dan Teater Populer. tidak mengejek. di samping menulis esai tentang sastra. Agaknya. Juga karena saya tidak mau kepengarangan saya terganggu oleh kebutuhan mencari makan. Sebenarnya. melainkan suatu tontonan.'' "Saya sangat percaya pada insting. intens dalam pelukisan. Individualitasnya kuat. Bersama rekan-rekannya di majalah Tempo. Institut Kesenian Jakarta (IKJ). menulis empat artikel dalam satu hari ini tentang tulis menulis.'' katanya." kata Putu tentang caranya menulis. Teror tidak harus keras. Putu Wijaya pun lebih dikenal sebagai dermawan." tutur Putu. ''Kesenian. yang dipimpinnya. ia mengajar pula di Akademi Teater. Arab. mampir di Prancis. karena tidak kerasan dengan lingkungannya. karyanya tanpa protes. cerpen. Namun. ''merupakan salah satu alat untuk mencurahkan makna.tapi nyata. lakon. ia juga bekerja sebagai redaktur majalah Ekspres (1969). ia belajar hanya sepuluh bulan. Jerman. Sebelum pulang ke Indonesia. problematik. ''teater bukan sekadar bagian dari kesusastraan. Amerika Serikat. teror adalah pembelotan. ''bahkan kalau bisa tanpa diketahui.suatu siksaan bagi kebanyakan pengarang. ia mengikuti International Writing Program di Iowa. pengkhianatan. "Yang melekat di kepala saya adalah bagaimana menulis sesuatu yang sulit menjadi mudah. dan mementaskannya lewat Teater Mandiri. kuat. menyeramkan. Tiap adegan berjalan tangkas. Putu mendirikan Teater Mandiri (1974). "Saya perlu bekerja jadi wartawan untuk menghidupi keluarga saya. dalam novelnya pun ia cenderung mempergunakan gaya objektif dalam pusat pengisahan dan gaya stream of consciousness dalam pengungkapannya . baik drama. Ia juga membawa Teater Mandiri berkeliling Amerika dalam pementasan drama Yel dan berpentas di Jepang (2001). ikut main di Festival Nancy. Di samping itu. antara lain dalam Festival Teater Sedunia di Nancy. Di samping itu.

antara setuju dan tidak setuju. Anak dianggap sebagai teman. Setelah lama berikhtiar . Dewi Pramunawati. saya mengalami persis seperti yang saya tulis." katanya lagi. dan Plong. ''Pernikahan saya bubar pada 1984. ia menikahi gadis Sunda. Tapi. Ketiga skenario itu memenangkan Piala Citra. 3. AS. arti kata Moksa yang memiliki pengertian kelepasan atau kebebasan dari ikatan duniawi dan lepas juga dari putaran Reinkarnasi atau Punarbawa kehidupan. "Saya tidak mengharapkan ia menjadi apa.Cerpen ini di tulis dengan nilai modernisasi yang melekat dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat yang umum. Putu menulis novel di Kyoto. penggemar musik dangdut. 2. "Saya tidak punya cara." ujar Putu Kekhasan Cerpen MOKSA : 1. ia menikah dengan Renny Retno Yooscarini alias Renny Djajusman yang dikaruniai seorang anak. pasangan ini dikaruniai seorang anak.'' ujarnya. 1992. Putu juga menjadi sutradara film dan sinetron serta menulis skenario sinetron. Dimana Seorang ayah memaafkan kesalahan anaknya walaupun kesalahan yang sangat besar. Apa pun diputuskan berdasarkan pertimbangan istri dan anak. Taksu. serta berteater. kadang dimarahi. saya hanya memberikan kesempatan saja. ia menjadi dosen tamu teater dan sastra Indonesia modern di Universitas Wisconsin dan Universitas Illinois. . klasik karya Bach atau Vivaldi dan jazz ini total hanya menulis. Putu Wijaya sering sekali mengaitkan nama-nama tokoh dengan konsep agama Hindu seperti. Bersama Dewi. Sering meneror fikiran pembacanya. serta Ramadhan dan Ramona. PAS. Jepang.pada 1996." Kekhasan Cerpen Putu Wijaya : 1. 2. 1985-1988. Dan.Rumah tangga baginya sebuah "perusahaan". ee.mempunyai bahan apa-apa. Atas undangan Fulbright. None." Kini. Pada 1977.Cerpen ini ditulis dengan berbagai macam perspektif tentang kasih sayang antara Orang Tua dan Anak. Yuka Mandiri." ujar Putu. 3. menurut Putu. Semua datang begitu saja ketika di depan komputer. karyawati majalah Medika. Olahraganya senam tenaga prana Satria Nusantara. Kembang Kertas. Selain menekuni dunia teater dan menulis. itu bukan peristiwa mistik.Menceritakan tentang porsi kasih sayang seseorang anak kepada ayah ibu nya yang dapat dilihat dalam cerpen di kalimat "O jadi dia sudah menelpon kamu sebelum menelpon aku? Anak-anak memang semuanya lebih cinta kepada ibunya daripada papanya. Atas undangan Japan Foundation. Skenario yang ditulisnya ialah Perawan Desa. Dalam bekerja ia selalu diiringi musik. karena sering terjadi dalam masyarakat. termasuk soal pekerjaan. apalagi tindak kesurupan. rock. Sering memberikan judul cerpen dengan kata-kata simple tapi penuh dengan arti. kata Putu. dan JariJari.walau dokter di Amerika mendiagnosis Putu tak bakal punya anak lagi .'' Tetapi ia tidak lama menduda. Film yang disutradarainya ialah film Cas Cis Cus. 4. menyutradarai film dan sinetron. Sinetron yang disutradarainya ialah Dukun Palsu. Ia percaya bahwa ada satu galaksi dalam otak yang tidak kita mengerti cara kerjanya. Putu Wijaya selanjutnya hidup di Amerika Serikat selama setahun. "Sekarang saya sudah sampai pada tahap bahwa kesenian merupakan upaya dan tempat berekspresi sekaligus pekerjaan. Pertengahan 1985. ''Sebelum menikah saya menulis Sah. apalagi untuk kehidupan di kota Metropolitan yang sudah menjadi nyata. Soal pendidikan anak. bersifat multitafsir. Zig Zag. Warteg. kadang diajak berunding. dia sengaja membuat pertunjukan antiklimaks dengan harapan penonton bisa menafsirkan sendiri apa solusi terbaiknya.

Kelihatannya kesal. tetapi harus pulang dulu! Sekarang dia tidak mau pulang. Ini ibunya sudah rindu setengah mati. ini pasti kamu Moksa!" "Bener. Dokter Subianto kembali menggumankan lagu kegemarannya. Sudah." "Udah ya Pak. anak-anak sekarang memang jadi mata duitan semuanya. asal jangan berlebihan seperti pejabat-pejabat yang KKN itu!" Pasien mengucapkan terima kasih. Besok aja." Telepon putus. Mau langsung ke pesta ulang tahun kawan itu. Dan Moksa tidak jadi pulang. Minggu. Padahal kemaren merengek-rengek minta uang bulanannya ditambahin 100 ribu. asal jelas untuk apa.. Anda sudah boleh melakukan apa saja dan makan apa saja sekarang. tapi dia nggak jadi pulang. Besok Moksa pulang!" "Tunggu!" "Tidak bisa. Moksa pulang besok.." Pintu belakang terbuka. Jam begini kamu kok belum datang?" "Moksa tidak jadi pulang. Dokter yang sedang menyanyinyanyi sambil memeriksa pasiennya itu. "Hallo. Dia menghampiri pasiennya dan tanpa ditanya lantas ngomong." "Pokoknya tidak jadi." "Tapi kamu kan butuh duit. ini coinnya sudah habis. "Mari menyusun. sebab ada kawannya yang ulang tahun. lalu pergi keluar. Anda sudah tokcer.. Dok?" "Itu anak saya yang indekos di Depok supaya dekat sekolahnya. Pak. bunga Seroja." "Kamu kan janji mau pulang. Oke.MOKSA Cerpen Putu Wijaya Telepon berdering di kamar praktik dokter Subianto. "Anak-anak sekarang memang lain dengan kita dulu. "Kenapa. Selamat malam Minggu sama Ibu. kenapa? Kamu bilang kamu butuh duit untuk beli kado buat teman baik kamu itu. Effendie. mengangkat telepon.." "Tidak bisa Pak. Langgam Melayu Seroja ciptaan almarhum S. Dokter Subianto tertegun. pulangnya hanya sebulan sekali." katanya sambil meneruskan menelusuri tubuh pasiennya dengan stetoskop.. Kepala istrinya nongol. Ibu kamu minta diantarkan makan di Planet Hollywood. Dia cuma mau uangnya." "Lho." "Lho. katanya kamu tidak punya uang untuk beli kado!" "Udah beres!" "Beres gimana! He Moksa. Akibat iklan-iklan tv.. Saya bilang boleh saja.. "Moksa nelpon ya?" .

" "Apa lagi apologinya kali ini?" "Bukan apologi." kata wanita itu dengan mata berkaca-kaca. Ia menangis.Dokter menarik napas panjang. Lalu sambil tersenyum bangga ia bercerita. Dokter Subianto jadi heran. Dan kamu pasti akan terkejut kalau mendengar apa yang sudah dikerjakannya untuk mendapatkan uang. Ia menunggu sampai lelaki itu tenang." "Kenapa terharu?" "Sebab anakmu ngamen di dalam bus!" "Apa?" "Ngamen!" Dokter Subianto tertegun. Ini memang nasib semua orang tua. sebab itu memang lebih praktis daripada pulang naik bus yang kumuh. "Dia sama sekali tidak meminjam uang temannya untuk beli kado. Dan tambah tak . Ah anak-anak sekarang memang sulit dilatih prihatin. "Aku bisa ke Planet Hollywood kapan saja. Nah sekarang aku menceritakan kepada kamu. karena aku juga tidak bisa membatalkan pertemuanku dengan dokter Faizal malam ini di rumahnya!" Istri dokter Subianto duduk di kursi. Tapi dia tidak bisa pulang. tetapi bukan sedih. "Kenapa kamu gembira sekali." Istri dokter masuk. jadi dia ceritakan saja kepadaku. Ini gara-gara gaya hidup wah yang sudah dipompakan oleh televisi dan majalah-majalah wanita!" Istri dokter Subianto tersenyum saja. "Masak mencuri!" "Habis apa? Kamu kok menangis?" "Aku menangis karena terharu. Tak percaya apa yang baru saja didengarnya. supaya dia terpaksa pulang. "Apa lagi yang dilakukan oleh Moksa? Dia mencuri?" Nyonya dokter berhenti menangis. Sekali ini ia tidak mencoba mendebat suaminya. padahal kamu harusnya marah besar sebab tidak jadi ke Planet Hollywood. "Ya. Kita memang sudah dia tinggalkan. Dia tahu kamu lagi praktek. Dia tampak sangat gembira. sebab tidak ada yang mengantar. Maunya enak. Tangis haru karena gembira. "Anakmu Moksa sudah melakukan sesuatu yang amat mengharukan hari ini. Tapi dia berusaha dengan cucur-keringatnya sendiri." "Apa lagi rayuannya kali ini supaya kamu tidak marah dan menyediakan duit 100 ribu besok. Dokter Sugianto jadi berdebar-debar. karena dia sudah pinjam dari temannya. Aku sudah cukup senang dengar apa yang diceritakan Moksa di telepon tadi." "O jadi dia sudah menelpon kamu sebelum menelpon aku? Anak-anak memang semuanya lebih cinta kepada ibunya daripada papanya." Tiba-tiba wanita itu tidak dapat menahan emosinya. Uang sakunya harus dikurangi lagi. Tidak pergi juga tidak apa." "Bukan begitu. sesak dan panas. Tetap saja urusannya sendiri yang lebih penting.

Setelah diperiksa ternyata ia memiliki benjolan merah di dada kanannya. Tak tersangka-sangka ia bisa mengumpulkan banyak. Banyak orang terharu. Lalu saya menceritakan banyak hal. Ia cepat berpaling ke sudut dan menghapus rasa haru itu.. Tadi di dalam bus waktu kemari. karena orang-orang itu memberinya dengan senang hati. dan gerak-geriknya juga hidungnya anak itu. Itu harus dibanggakan. Saya tanyakan siapa namanya dan siapa orang tuanya. Waktu turun." Subianto menyerahkan resep itu.. Orangnya hitam kurus. Zuster yang membantu mengatakan di depan masih ada satu pasien lagi hendak masuk. Tapi dia tidak mau menjawab. cepat datang lagi kemari. Ini ada 4 macam. "Dan dia menyanyikan lagu Seroja kegemaranmu itu di dalam bus dengan gitarnya. Dokter Subianto heran. Ia ikut terharu. bahwa kado itu bukan tujuan dari ulang tahun. "Kok banyak sekali Dokter?" "Bisa diambil separuhnya saja dulu. Itu memerlukan keberanian dan ketekunan. "Dalam tiga hari. Kita datang dengan tangan kosong dengan hati bersih saja sudah cukup.. panjang lebar. Saya katakan kepada dia. pakai rompi hitam dan nampak amat kesakitan. Dokter punya anak yang tinggal di daerah Depok. Ia cepat menulis resep. Sekarang obat-obatan memang mahal sekali. dia mencium tangan saya dan mengucapkan terima kasih. Karena ia duduk di samping saya. saya ketemu dengan seorang anak muda. bukan?" . Tapi kalau sudah mendingan. Kelihatannya lagi susah. Dokter Subianto memperkirakan itu semacam tumor lemak. Maaf. di depan mejanya sudah duduk pasien.." Dokter Subianto tak mampu bicara apa-apa. Namun saya yakin karena suaranya. tubuhnya. anak Dokter." Lelaki itu tertegun. teruskan minum obatnya sampai habis. Istri dokter menghapus air matanya lalu diam-diam masuk ke dalam. Ia mengatakan bahwa ia tidak punya uang untuk beli kado. Tidak sembarang orang akan mampu berbuat seperti itu." "Ini kira-kira berapa Dokter?" "Ya mungkin sekitar seratus ribu. Anak yang selalu dikhawatirkannya sudah hampir sesat karena pergaulan metropolitan. Waktu itu dokter Subianto tak mampu menahan kucuran air matanya. karena saya lihat dia begitu sungguh-sungguh mendengarkan. Pasien melihat ke atas resep lalu memandang ke dokter seperti bimbang. kalau tidak ada perbaikan. Bahkan mampu berdikari mencari duit dengan ngamen. Bahkan saya juga tidak punya uang lagi untuk bayar Dokter. ternyata masih lempeng. Pintu kamar praktek terbuka. Ketika Subianto berbalik dan berhasil menenangkan perasaannya.. saya tanyakan apa sebabnya. buat teman baiknya. "Kenapa?" "Saya tidak punya uang Dokter. Mungkin memerlukan perawatan lain. Dia termenung mendengar apa yang saya katakan.percaya lagi ketika istrinya menambahkan.. Suaranya kan memang bagus dan main gitarnya pinter.

saya teruskan saja kemari." Pasien itu termenung. "Bangsat!" Untung tidak ada pasien lagi." Dokter Subianto termenung beberapa lama. Kemudian dia bergegas membuka laci mejanya. "Pak Dokter meminjami saya uang?" tanyanya seperti tidak percaya. Tebuslah resep itu." Dokter Subianto membuka pintu dan mempersilakan. Dokter Subianto menggeleng. Ia kelihatan susah ngomong. Bapak tidak perlu mengembalikan. tetapi Subianto cepat menutup pintu. kidal?" "Betul. Mungkin tidak. karena Moksa baru saja berangkat ke . kalau tidak salah. Moksa memang nakal. Saya bingung. Sekali lagi minta maaf. indekos di situ. Jadi begitu Dokter. Mengeluarkan 100 ribu dan memberikan kepada orang itu. dia terus bercerita.Dokter Subianto terkejut." Orang itu tercengang. datang saja jangan ragu-ragu. Maaf. Nampak agak malu. Begitu selesai praktek. saya baru sadar. Lalu menjatuhkan badannya di kursi sambil memukul meja. "Ini. apa saya bisa membayar Dokter lain kali saja?" Dokter Subianto tercengang. "Waktu saya mau bayar bus. "Tidak. Ia ingin mengucapkan sesuatu. ia menceritakan secara sekilas apa yang sudah terjadi pada istrinya. Tanpa mendengarkan komentar istrinya. anak itu. Semua uang saya untuk berobat ada di dalamnya. pakai saja uang itu untuk menebus resep. Tapi karena sakitnya bukan main. Kalau ada yang perlu saya bantu. Ia mengajak orang itu ke pintu." "Maaf. dompet saya sudah hilang. menuju ke rumah pondokan Moksa di Depok. Anak itu sudah mencopet Bapak?" "Saya tidak tahu." "Berapa isi dompet Bapak?" "Seratus ribu. anak saya itu sudah mencopet Bapak?" "Anak Bapak? Benar dia anak Dokter?" "Maksud saya. ia langsung masuk ke mobil. anak saya Moksa. "Selamat malam. "Ya. Saya justru minta maaf atas kelakuan anak saya. "Kenapa? Bapak kesakitan?" Pasien itu seperti tak mendengarkan kata dokter. Saya akan memberi dia peringatan keras. Subianto terpaksa menunggu di ruang tamu." Orang itu nampak seperti merasa bersalah." "Dia memiliki tahi lalat di mata kanannya?" "Ya betul. "Jadi. Konsentrasi Subianto sudah buyar.

" Subianto mengangguk. Anak itu juga nampak heran melihat papanya sudah menunggu. "Kok Bapak tahu?" "Ibu kamu menceritakan semuanya. Lalu dia memanggil Moksa. tahu aja." "O ya?" "Moksa hanya bilang. Nggak ngasih apa-apa. ada lelaki pendek hitam dan memakai rompi hitam?" Moksa mengerling." "O ya? Dia tidak ngasih apa-apa?" "Nggak. Kamu harus pulang sekarang. Moksa menyanyikan lagu itu sekali lagi khusus untuk dia. bapaknya mulai bicara." "Tapi Moksa tak menceritakan tentang orang itu. Moksa juga bilang itu lagu nostalgia Bapak. Cuma iseng. Ketika ia hampir saja tertidur. "Di antara yang memberi kamu uang. masak tidak. Ya Moksa terus terang saja. Ya." Dokter Subianto tertegun. Dengan muka agak mengantuk. Dia terus mendesak supaya Moksa mnceritakan tentang Bapak. ia duduk di mobil di samping bapaknya. Kok pakai lagu Seroja. karena rasanya enak dapat uang karena cucur keringat sendiri. Ya Moksa cerita seadanya saja. semuanya.pesta. dia pakai rompi hitam." Moksa terpaksa ikut. Dapat berapa?" "Lumayan. Ia menghentikan mobil. Lantas dia nanya siapa sebenarnya Moksa. makanya kagak jadi pulang. Ee tahunya semua pada bersimpati. Mereka tertarik dan menanyakan apa Moksa pengamen betulan? Moksa jawab tidak. "Ibumu tidak bisa menunggu sampai besok. "Kenapa Pak? Ngantuk?" . "Bener kamu menyanyikan lagu Seroja?" "Ya bener dong. "Bapak dengar kamu sudah ngamen tadi untuk dapat beli kado. Moksa ini anak dokter Subianto. Moksa terus ngamen sampai capek. itu lagu nostalgianya. Lama juga kami ngobrol. Yang penting kan bukan kadonya tetapi kehadirannya." "O Ibu udah cerita?" "Ya. Katanya. Pak?" Subianto menyembunyikan kemarahannya dengan senyuman. Ia menghabiskan 5 gelas teh. "Kan saya bilang besok pulangnya. Kebetulan kurang duit buat beli kado untuk temen. Kami salam-salaman sebelum pisah. Tapi untuk menghargai perhatiannya pada lagu Moksa." "Bapak yang mana? Yang pakai rompi hitam?" "Bapak kok seperti paranormal. karena perasaannya tak menentu. Dia manggut-manggut. Tengah malam Moksa baru muncul. Dia paling menikmati lagu Moksa tapi nggak mau ngasih duit. lalu ngasih." "Jadi kamu menyanyikan lagu Seroja di dalam bus?" Moksa tersenyum. orang-orang di dalam bus itu heran sebab Moksa ngamennya lain. Kecuali Bapak itu.

"Kamu anak hebat. dia pasti sudah menyelidiki kita. Tanpa salin pakaian. supaya bisa diawasi terus. Karena dia tahu data-data kamu. Mobilnya meluncur seperti kesetanan. Kenapa ia dulu memilih jadi dokter. Dia tahu siapa kamu dan siapa Bapak. Sampai subuh. Subianto duduk lalu memberi isyarat supaya Moksa disuruh masuk. Ternyata hari sudah pukul sebelas siang. akan terlalu terlambat!" bisiknya dengan geram. kalau kamu mau. Bapak jadi merasa tak enak. Ternyata kamu bisa mandiri. Mestinya dia jadi seniman saja. Aku harus. Sebelum melakukan kejahatannya. dia tidak akan berhasil menipu dengan selicin itu. istrinya muncul membangunkam. harus. dia datang dengan begitu meyakinkan.Subianto menggeleng. supaya bisa menemani anak 24 jam. ia berbaring. Padahal uang itu mestinya untuk beli obat. Kalau tidak. Lalu dia mengeluarkan uang dari koceknya dan memberi kamu 100 ribu. dan keras. Habis dia bilang. . Itu pasti penjahat profesional." "Ditipu bagaimana?" "Dikerjain. "Kini sudah waktunya. Melayang seratus ribu rupiah dalam sekejap!" "O ya? Kok bisa?" Dokter Subianto menarik napas panjang. Mestinya ia tidak membiarkan Moksa indekos di Depok. sehingga Bapak kehilangan 100 ribu. harus. "Nggak. Perempuan itu berbalik lalu memberi isyarat pada anaknya yang sudah sejak tadi menunggu di pintu. Kalau sedang senewen. Bapak harus lebih waspada sekarang. Ia menyesali dirinya karena terlalu sibuk. "Moksa sudah menunggu kamu sejak tadi." "Kenapa?" "Karena Bapak kira Bapak ini cerdik. Kalau tidak. lalu menceritakan apa yang sudah terjadi di kamar praktek sore itu. Istri dokter Subianto memeluk Moksa begitu mereka sampai. Lalu Subianto menghidupkan mesin kembali. Sekarang sudah terlambat. tak akan sempat memperhatikan anak. Aku hanya terkejut. Ibu bangga sekali pada kamu!" Subianto cepat-cepat pergi ke kamar studinya. Kamu juga harus hati-hati." kata istrinya. Dia menjual cerita bohong dengan begitu lihai. padahal ia tahu dokter sepanjang hari sibuk. ternyata dengan gampang ditipu orang. serius. dia tergugah mendengar cerita kamu. Subianto tak bisa memincingkan matanya. Dunia ini sudah penuh dengan kejahatan sekarang. Di rumah ia hampir saja menubruk pagar. Dia ingin bicara. Kecewa karena merasa sudah gagal mendidik anak. Masak anak dokter kok ngamen. harus bicara pada Moksa secara blakblakan. Akhirnya Bapak terpaksa mengganti 100 ribunya. Moksa mendengar dengan penuh perhatian. "Jadi orang itu datang ke ruang praktek Bapak?" "Ya. Dia berhasil menipu Bapak dengan mempergunakan data dari kamu. ia suka tidur di situ menyepi. Tapi baru saja lelap sebentar. Ia nampak memikirkam dalam-dalam. Kelihatannya serius sekali." Moksa terdiam.

" Subianto memandangi Moksa tajam." "Tidak? Lalu apa?" Moksa terdiam." "Malu? Kenapa?" . "Selamat siang. "Apa lagi? Mau menuntut kenaikan uang saku?" "Tidak. ia berbisik.Dengan anggukan rahasia Subianto minta supaya istrinya pergi. Kamu mau bicara dengan Bapak?" "Ya. Pak. Kenapa kasihan?" "Kalau begitu kenapa?" "Karena aku percaya kepada kamu. Itu pertanyaan yang sulit. "Kamu menangis Moksa?" Moksa mengangguk. "Maksudmu apa?" "Kata Bapak. "Pak. "Jadi Bapak lebih percaya kepada Moksa?" "Ya dong!" "Jadi masih percaya?" Subianto menarik napas. Bapak kurang enak badan. "Kenapa Pak?" Subianto menghela napas. Dadanya berdetak keras. Tapi ia berusaha menahan perasaannya." "Berarti. Bapak nggak ke kantor?" "Selamat pagi Moksa. Suaranya hampir tidak kedengaran. kenapa Bapak percaya pada Moksa?" Giliran Subianto yang terkejut. Tiba-tiba ia menangis. Subianto sangat terkejut. Setelah diam beberapa lama. "Ya dong! Kenapa tidak?" Moksa menunduk. "Ada apa Moksa?" Moksa menunduk. "Kenapa kamu menangis?" "Moksa malu. Moksa. "Karena kasihan?" "Tidak. Bapak percaya pada Moksa. dong!" Subianto terdiam. "Kenapa Bapak tidak percaya kepada orang itu?" Subianto mengalihkan pandangan. Pak. Ia berusaha menahan isakannya." Moksa termenung beberapa lama. Bapak sudah ditipu oleh pasien yang mengaku memberi Moksa uang seratus ribu itu!?" "Betul.

biar saja dia pergi. Akhirnya ia menjawab. semuanya sudah diselesaikan dengan sendirinya. Ibu punya seorang suami yang hebat. Bapak mau memberi Moksa kesempatan?" Subianto bingung. Moksa mencium pipi ibunya. Kalau kamu nanti besar dan sudah punya anak. "Kepercayaan adalah segala-galanya." Tak menunggu jawaban. Moksa pergi sekarang. Moksa balik dulu sebab banyak urusan.. Ia tidak tahu apa yang lebih baik. Wanita itu hendak memburu keluar. Ia mengangkat tangan dan mengusap kepala Moksa. "Terima kasih. Moksa menangis lagi. Moksa memaksa dirinya berhenti menangis. Bapak masih percaya kepada Moksa. sebab Bapak masih percaya pada Moksa.mungkin dia perlu uang!" Subianto menggeleng. Memegang tangan orang tua itu.. Itu lebih penting dari uang!" Wajah perempuan itu nampak semakin bingung. lalu menciumnya. Pak. ya Pak!" Subianto mengangguk. "Moksa jadi malu sekali. Ia mendekati suaminya. seperti orang yang bingung. ada banyak PR. Pak." "Tapi. terkejut karena tiba-tiba anak itu memeluk. Kemudian mencium kening anak yang cakep tapi badung itu." Subianto tambah bingung. "Kita harus memberi dia kepercayaan. ini sudah terlalu berbahaya. Karena kepada siapa lagi kita bisa berbuat kesalahan kecuali kepada orang tuamu yang menyayangimu?!" Moksa nampak semakin tertikam. Anak itu menangis kembali. Moksa tidak mau ketinggalan lagi. Istri Subianto yang masuk karena mendengar suara tangis. Kapan-kapan Moksa anterin Ibu ke Planet Hollywood. "Tapi. Tapi ibunya keburu masuk." Subianto terdiam. lalu bergegas keluar. kemudian cepat-cepat hendak pergi ketika terdengar suara pintu terbuka. Lalu ia memandangi bapaknya."Malu. Tapi kemudian ia berdiri dan menghampiri bapaknya. tetapi Subianto memberi isyarat. Beri Moksa kesempatan satu kali lagi Pak. karena Bapak masih percaya kepadaku. Nanti Moksa nelpon lagi. Menjawab ya atau tidak. "Maap Pak. Ia memeluk bapaknya erat-erat. Jangan katakan sama Ibu." Perempuan itu bingung. di dalam keluarga tidak ada maaf. kamu akan tahu sendiri. lalu . "Jangan. Tidak ada yang lebih berharga dari kepercayaan Bapak buat Moksa. Moksa akan berusaha baik lagi. lalu membarut kepala Moksa. "Tak ada yang harus dimaafkan. Moksa ternyata punya Bapak yang hebat. kamu kemaren bilang. Moksa akan mengubah semuanya ini. "Ibu. Moksa yang akan traktir dengan hasil ngamen." Subianto menggeleng.

"Kita lawan semua ini dengan kepercayaan. "Aku temukan ini di kamar mandi. Ia tahu kepercayaan itu baru bisa bekerja. Aku juga tidak percaya. Nampak tetes air mata dari kedua mata yang sudah banyak diterpa kesedihan itu. Pa? Moksa sudah parah!" "Kamu kira aku percaya pada semua ini? Tidak. Harus Bu!" Istri Subianto terdiam. Tapi kita harus percaya. sementara Subianto sendiri berusaha melawan dirinya sendiri. Moksa pasti kelupaan.mengembangkan tangannya. setelah semuanya gagal!" bisiknya sambil mencampakkan benda laknat yang sudah menghancurkan Moksa itu. Harus. Kita harus berhenti jadi polisi dengan memberinya kepercayaan. Inilah harapan kita sekarang." Dokter Subianto bergetar melihat barang-barang jahanam itu. *** . betapa pun kita tidak percayanya. Bu. Kita harus percaya Moksa akan bisa melawan itu semua. Di atas tangan itu Subianto melihat bungkusan plastik dengan bubuk jahanam. kalau dia sendiri juga terlebih dahulu percaya. Dialah yang paling bisa menjaga dirinya sendiri." "Tapi apa bisa hanya dengan kepercayaan. Dengan memberinya kepercayaan kita akan membantu ia keluar dari persoalannya. Hanya saja matanya tidak kuat. Tetapi ia mencoba tenang. "Kita harus percaya dan menyerahkan dirinya kepada dirinya.

Tugas Bahasa Indonesia Menganalisis Unsur Instrinstik dan Unsur Ekstrinstik dalam Cerpen Putu Wijaya yang berjudul Moksa Nama : Mariska Putri Pratiwi Kelas : XI IPA 7 No Urut : 25 SMA XAVERIUS 1 PALEMBANG 2010/2011 .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->