Anda di halaman 1dari 1

STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL AMNIOSINTESIS Pengertian Amniosentesis adalah tindakan pengambilan air ketuban secara transabdominal.

Amniosentesis dapat pula dilakukan trans vaginal dengan menggunakan peralatan khusus. Amniosentesis dilakukan untuk tujuan diagnosis dan terapi. Tujuan diagnosis yaitu pemeriksaan maturitas paru-paru dan pemeriksaan kromosom. Tujuan terapi dimaksudkan untuk antara lain dekompresi pada kasus hidramnion 1. 2. 3. Prosedur 1. 2. 3. 4. 5. 6. Tindakan amnioskopi yang akan dilakukan harus dilaporkan kepada konsulen obgin. Tindakan amnioskopi dilakukan oleh dokter ahli atau dokter dibawah pengawasan dokter ahli. Setiap tindakan amnioskopi dilakukan di unit maternal instalasi maternal perinatal. Pasien tidur terlentang. Dokter melakukan pemeriksaan biometri dan viabilitas janin. Dokter menentukan dan menandai titik pungsi. Dokter melakukan desinfeksi pada kulit perut sekitar titik pungsi dengan alkohol 70% disusul povidon iodine. Dokter memasang duk lobang steril Dokter melakukan pungsi di titik pungsi sampai menembus kantong amnion dengan tuntunan USG untuk diagnostik, mengambil cairan amnion 1-2 cc hingga tampak bersih dari darah selanjutnya mengganti spuit 5 cc untuk pemeriksaan, lalu di kirimkan untuk pemeriksaan selanjutnya. Untuk tujuan terapeutik, pada polihidramnion, cairan amnion dikeluarkan berangsur-angsur sampai hilangnya keluhan. Dokter menarik jarum pungsi kemudian bekas jarum fungsi ditekan diolesi betadine lalu ditutup dengan kasa steril dan diplester. Dokter memeriksa kembali viabilitas janin dan memberitahukan kepada pasien. Dokter menulis hasil tindakan pada catatan medik pasien dan menerangkan pada pasien.

Tujuan

Kebijakan

7. 8. 9.