Anda di halaman 1dari 2

Adsorpsi Isoterm

Isoterm adsorpsi adalah hubungan yang menunjukkan distribusi adsorben antara Iasa teradsorpsi pada
permukaan adsorben dengan Iasa ruah saat kesetimbangan pada temperatur tertentu. Ada tiga jenis
hubungan matematik yang umumnya digunakan untuk menjelaskan isoterm adsorpsi.

1. Isoterm Langmuir

Pada tahun 1918, Langmuir menurunkan teori isoterm adsorpsi dengan menggunakan model sederhana
berupa padatan yang mengadsorpsi gas pada permukaannya.
Isoterm ini berdasar asumsi bahwa:
a. Adsorben mempunyai permukaan yang homogen dan hanya dapat mengadsorpsi satu molekul adsorbat
untuk setiap molekul adsorbennya. Tidak ada interaksi antara molekul-molekul yang terserap.
b. Semua proses adsorpsi dilakukan dengan mekanisme yang sama.
c. Hanya terbentuk satu lapisan tunggal saat adsorpsi maksimum.
d. Gas yang teradsorpsi berkelakuan ideal dalam Iasa uap
e. Gas yang teradsorpsi dibatasi sampai lapisan monolayer
I. Permukaan adsorbat homogen, artinya aIinitas setiap kedudukan ikatan untuk molekul gas sama
g. Tidak ada antaraksi lateral antar molekul adsorbat
h. Molekul gas yang teradsorpsi terlokalisasi, artinya mereka tidak bergerak pada permukaan
Namun, biasanya asumsi-asumsi sulit diterapkan karena hal-hal berikut: selalu ada ketidaksempurnaan
pada permukaan, molekul teradsorpsi tidak 3079 dan mekanisme adsorpsi pada molekul pertama sangat
berbeda dengan mekanisme pada molekul terakhir yang teradsorpsi.

Langmuir mengemukakan bahwa mekanisme adsorpsi yang terjadi adalah sebagai berikut:
A
(g)
S AS, dimana A adalah molekul gas dan S adalah permukaan adsorpsi.

. Isoterm B7:3auer, Emmet, and Teller (BET).
1eorl lsoLerm adsorpsl 8L1 merupakan hasll ker[a darl S 8runauer P LmmeL dan L 1eller
Isoterm ini berdasar asumsi bahwa adsorben mempunyai permukaan yang homogen. Perbedaan isoterm
ini dengan Langmuir adalah BET berasumsi bahwa molekul-molekul adsorbat bisa membentuk lebih dari
satu lapisan adsorbat di permukaannya. Pada isoterm ini, mekanisme adsoprsi untuk setiap proses
adsorpsi berbeda-beda. Mekanisme yang diajukan dalam isoterm ini adalah:
Isoterm Langmuir biasanya lebih baik apabila diterapkan untuk adsorpsi kimia, sedangkan isoterm BET
akan lebih baik daripada isotherm Langmuir bila diterapkan untuk adsoprsi Iisik.
Keseluruhan proses adsorpsi dapat digambarkan sebagai :
a. Penempelan molekul pada permukaan padatan (adsorben) membentuk lapisan monolayer
b. Penempelan molekul pada lapisan monolayer membentuk lapisan multilayer

. Isoterm Freundlich
Untuk rentang konsentrasi yang kecil dan campuran yang cair, isoterm adsorpsi dapat digambarkan
dengan persamaan empirik yang dikemukakan oleh Freundlich. Isoterm ini berdasarkan asumsi bahwa
adsorben mempunyai permukaan yang heterogen dan tiap molekul mempunyai potensi penyerapan yang
berbeda-beda. Persamaan ini merupakan persamaan yang paling banyak digunakan saat ini.
Persamaannya adalah
x/m kC
1/n

dengan x banyaknya zat terlarut yang teradsorpsi (mg)
m massa dari adsorben (mg)
C konsentrasi dari adsorbat yang tersisa dalam kesetimbangan
k,n, konstanta adsorben
ari persamaan tersebut, jika konstentrasi larutan dalam kesetimbangan diplot sebagai ordinat dan
konsentrasi adsorbat dalam adsorben sebagai absis pada koordinat logaritmik, akan diperoleh gradien n
dan intersep k. ari isoterm ini, akan diketahui kapasitas adsorben dalam menyerap air. Isoterm ini akan
digunakan dalam penelitian yang akan dilakukan, karena dengan isoterm ini dapat ditentukan eIisiensi
dari suatu adsorben.
Hal-hal yang dapat dilihat dari kurva isoterm adalah sebagai berikut.
1. Kurva isoterm yang cende7:3g datar rtinya, isoterm yang digunakan menyerap pada kapasitas
konstan melebihi daerah kesetimbangan.
2. Kurva isoterm yang curam artinya kapasitas adsorpsi meningkat seiring dengan meningkatnya
konsentrasi kesetimbangan.
Adsorpsi ion logam oleh material padat secara kuantitatiI mengikuti persamaan Langmuir. Persamaan
Langmuir merupakan tinjauan teoritis proses adsorpsi.
C/(x/m) 1/Kb + C/b
Persamaan tersebut dapat digunakan pada adsorpsi oleh padatan. Konstanta pada persamaan adsorpsi
Langmuir menunjukan besarnya adsorpsi maksimum (b) oleh adsorben, dan K menunjukkan konstanta
yang dihubungkan dengan energi ikat. Harga adsorpsi maksimum secara teoritis seperti yang
dicantumkan pada tabel 3.
Keterangan: *per berat membran

Terdapat perbedaan antara berat teradsorp teoritis dan eksperimen. Hal tersebut menunjukan bahwa
berkurangnya konsentrasi ion logam tidak hanya terjadi karena adsorpsi secara pertukaran ion, tetapi
terjadi juga pemerangkapan ion logam pada pori-pori membran.
hLLp//nlLaa[ablogspoLcom/2009/12/adsorpsllsoLermhLml