Anda di halaman 1dari 8

Beriman kepada takdir akan mengantarkan kita kepada sebuah hikmah penciptaan yang mendalam,

yaitu bahwasanya segala sesuatu telah ditentukan. Sesuatu tidak akan menimpa kita kecuali telah
Allah tentukan kejadiannya, demikian pula sebaliknya. Apabila kita telah Iaham dengan hikmah
penciptaan ini, maka kita akan mengetahui dengan keyakinan yang dalam bahwa segala sesuatu yang
datang dalam kehidupan kita tidak lain merupakan ketentuan Allah atas diri kita. Sehingga ketika
musibah datang menerpa perjalanan hidup kita, kita akan lebih bijak dalam memandang dan
menyikapinya. Demikian pula ketika kita mendapat giliran memperoleh kebahagiaan, kita tidak akan
lupa untuk mensyukuri nikmat Allah yang tiada henti.

Manusia memiliki keinginan dan kehendak, tetapi keinginan dan kehendaknya mengikuti keinginan
dan kehendak Rabbnya. Golongan Ahlus Sunnah menetapkan dan meyakini bahwa segala yang telah
ditentukan, ditetapkan dan diperbuat oleh Allah memiliki hikmah dan segala usaha yang dilakukan
manusia akan membawa hasil atas kehendak Allah.
Ingatlah saudariku, tidak setiap hal akan berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan, maka
hendaklah kita menyerahkan semuanya dan beriman kepada apa yang telah Allah tentukan. Jangan
sampai hati kita menjadi goncang karena sedikit `sentilan`, sehingga muncullah bisikan-bisikan dan
pikiran-pikiran yang akan mengurangi nikmat iman kita. Dengarlah sabda Nabi kita shallallahu
alaihi wa sallam,
'~ ' ~ - : . - ` -~= ' - , = ` - ' ~' ,=- -- ' ~ _ = =
' ~ ' =-~' .~ = _- ( ) ,. -' ~ '~ -' ~ : . ,' ~
'Berusahalah untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu, dan mintalah pertolongan Allah
dan fanganlah sampai kamu lemah (semangat).1ika sesuatu menimpamu, janganlah engkau
berkata 'seandainya aku melakukan ini dan itu, niscaya akan begini dan begitu.' Akan tetapi
katakanlah :Qodarullah wa maa-syaa-a fa'ala (Allah telah mentakdirkan segalanya dan apa yang
dikehendaki-Nya pasti dilakukan-Nya). Karena sesungguhnya (kata) seandainya itu akan
mengawali perbuatan syaithan.`
(Shahih, riwayat Muslim dalam Shahih-nya (no. 2664))
Tidak ada seorang pun yang dapat bertindak untuk merubah apa yang telah Allah tetapkan untuknya.
Maka tidak ada seorang pun juga yang dapat mengurangi sesuatu dari ketentuan-Nya, juga tidak bisa
menambahnya, untuk selamanya. Ini adalah perkara yang telah ditetapkan-Nya dan telah selesai
penentuannya. Pena telah terangkat dan lembaran telah kering.
Berdalih dengan takdir diperbolehkan ketika mendapati musibah dan cobaan, namun jangan sekali-
kali berdalih dengan takdir dalam hal perbuatan dosa dan kesalahan. Setiap manusia tidak boleh
memasrahkan diri kepada takdir tanpa melakukan usaha apa pun, karena hal ini akan menyelisihi
sunnatullah. Oleh karena itu berusahalah semampunya, kemudian bertawakkallah.
Sebagaimana disebutkan dalam Iirman-Nya,
-' _= .- ' _- ~ ~ ' - -
'Dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha
Mengetahui.` (Qs. Al-AnIaal: 61)
~= + -' _ =. - ~
'Barang siapa bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupi (keperluan)nya.` (Qs. Ath-
Thalaq: 3)
Dan jika kita mendapatkan musibah atau cobaan, janganlah berputus asa dari rahmat Allah dan
janganlah bersungut-sungut, tetapi bersabarlah. Karena sabar adalah perisai seorang mukmin yang
dia bersaudara kandung dengan kemenangan. Ingatlah bahwa musibah atau cobaan yang menimpa
kita hanyalah musibah kecil, karena musibah dan cobaan terbesar adalah waIatnya
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, sebagaimana disebutkan dalam sabdanya,
- '-~ ' == ~ ' + - , _ - - ~ ~ - --~ ~= -'- '~
'Jika salah seorang diantara kalian tertimpa musibah, maka ingatlah musibah yang menimpaku,
sungguh ia merupakan musibah yang paling besar.`
(Shahih li ghairih, riwayat Ibnu Sa`ad dalam Ath-Thabaqat (II/375), Ad-Darimi (I/40))
Apabila hati kita telah yakin dengan setiap ketentuan Allah, maka segala urusan akan menjadi lebih
ringan, dan tidak akan ada kegundahan maupun kegelisahan yang muncul dalam diri kita, sehingga
kita akan lebih semangat lagi dalam melakukan segala urusan tanpa merasa khawatir mengenai apa
yang akan terjadi kemudian. Karena kita akan menggenggam tawakkal sebagai perbekalan ketika
menjalani urusan dan kita akan menghunus kesabaran kala ujian datang menghadang.
Wallahu Ta`ala a`lam wal musta`an.

"Tcdc suctu benccnc pun yy menmpc d bum dcn tcdc menmpc drmu kecucl telch
tertuls d dclcm ktcb sebelum kcm mencptckcnnyc. Sesunyyuhnyc yy demkcn tu cdl
mudch bcy Allch. Supcyc kcmu ]cnycn berdukc ctc terhcdcp cpc yy luput dcrmu dcn
supcyc kcmu tdck mercsc bcnyyc dyn cpc yy telch dberkcnNyc kepcdcmu. 0cn Allch
tdck menyukc tcp orcny yy sombony lcy membcnyyckcn dr." . 8erIman kepada qadar
baIk dan buruk adl salah satu rukun Iman yg wajIb dIyakInI oleh tIap mukmIn. tu
merupakan awal darI tawakal kepada Allah dalam segala usaha yg dIlakukannya. 0engan
Iman pada qadar tIap mukmIn akan optImIs dan selalu optImIs dalam segala tIndak tanduk
dan perbuatan serta usahanya. Karena setelah Ia mencurahkan segala kemampuan yg ada
padanya Ia akan bertawakkal kepada Allah semata dalam hasIl yg akan dIcapaInya. Allah
|aha 8Ijaksana dan |aha |engetahuI. 0Ia tIdak melakukan dan menetapkan sesuatu pada
hambaNya kecualI ada hIkmahnya. LagI pula 0Ialah yg mengetahuI apa yg baIk dan buruk
bagI hambaNya. 0engan modal Iman akan qadar baIk dan buruk dan bahwa semua Itu
telah dItulIs dI clLcuh clMch]uzhseorang mu'mIn akan sIap jIwa raga menerIma apa pun
hasIl yg dIraIh apa pun yg menImpanya. JIka buruk yg dIcapaI atau musIbah yg menImpa
Itu tIdak akan membuatnya sedIh dan larut dalam kesedIhan dan duka lara. JIka Ia tIdak
mencapaI apa yg dIIngInkannya walau pun sudah mengerahkan segala daya upaya Ia tIdak
akan berkecIl hatI karenanya. a tahu bahwa apa yg dIsukaInya belum tentu baIk bagInya
dan apa yg dIbencInya belum tentu buruk bagInya. SebalIknya jIka kesuksesan dan
keberhasIlan serta untung yg dIraIhnya Ia tIdak serta merta merasa bahwa Itu semua
merupakan hasIl jerIh payahnya semata. a sadar bahwa semua Itu adl karunIa Allah
semata. a tIdak akan menyombongkan dIrInya dgn segala keberhasIlan Itu. Tentunya dgn
menyadarI InI semua Ia tIdak akan kIkIr atau pelIt dalam berbagI dgn sesama sebagIan darI
keberhasIlan dan keuntungan yg dIraIhnya. JIka Iman akan qadar baIk dan buruknya
kurang mantap hal Itu akan membawa dampak negatIf pada seseorang dalam menyIkapI
segala yg terjadI dalam kehIdupan dunIa InI. ApabIla buruk yg dIraIh dan menImpanya Ia
akan larut dalam kesedIhan dan kepesImIsan. 8ahkan akan mudah tumbuh subur dI
hatInya rasa dengkI dan IrI terhadap orang laIn yg berhasIl. Namun jIka keberhasIlan dan
kesuksesan yg dIraIhnya secara perlahan akan tumbuh rasa bangga dan sombong dalam
jIwanya krn merasa bahwa apa yg dIraIhnya adl hasIl usahanya semata. AkIbatnya Ia akan
membanggakan dIrI pada orang laIn kIkIr dan pelIt utk berbagI kecualI ada tujuan
tertentu. tulah sIfat sI Qarun yg dulunya mIskIn kemudIan menjadI kaya raya setelah
Allah mengabulkan doa nabI |usa 'AlaIhIssalaam utk sI Qarun. Kekayaannya melImpah
ruah sampaIsampaI kuncI gudanggudang penyImpanan hartanya tIdak mampu dIangkat
oleh beberapa orang yg kuat. TetapI rupanya dIa tIdak tahu dIrI dan tIdak mau bersyukur.
0Ia malah membanggakan dIrInya bahwa apa yg dImIlIkInya adl krn kepIntarannya. 0Ia
lupa bagaImana dIa dulu merengekrengek kepada nabI |usa 'AlaIhIssalaam agar dIdoakan
supaya Allah memberInya kekayaan. 0Ia kIkIr dan pelIt luar bIasa krn bagInya Ia tIdak
perlu berbagI dgn orangorang mIskIn yg bodoh menurutnya. AkhIrnya Allah
menenggelamkan sI Qarun dan seluruh harta kekayaannya ke dalam perut bumI tanpa ada
yg tersIsa. tulah salah satu contoh orang congkak akan segala nI'mat yg dIraIhnya. a
tIdak menyadarI bahwa baIk dan buruk merupakan qadar yg sudah Allah tetapkan dI cl
Lcuh clMch]uzh dan bahwa semua Itu adl ujIan bagInya. Kalaulah seseorang menyadarI
hal yg demIkIan Ia akan sadar bahwa Ia tIdak punya alasan utk menyombongkan dIrI atas
orang laIn apalagI dI hadapan Allah Subhaanahu wa Ta'ala. Wallahu a'lam. Alslam
Pusct ln]ormcs dcn Komunkcs lslcm lndonesc.
Bunyuk orung mengenul rukun lmun tunpu mengetuhul muknu dun hlkmuh yung terkundung dulum
keenum rukun lmun tersebut. Suluh sutunyu uduluh lmun kepudu tukdlr. Tlduk semuu orung yung
mengenul lmun kepudu tukdlr, mengetuhul hlkmuh dlbullk berlmun kepudu tukdlr dun bugulmunu
menglmunl tukdlr. Berlkut sedlklt ulusun mengenul lmun kepudu tukdlr Alluh yung bulk dun yung
buruk.
Tukdlr (qudur) uduluh perkuru yung teluh dlketuhul dun dltentukun oleh Alluh Subhunuhu wu Tuulu
dun teluh dltullskun oleh ul-qulum (penu) durl segulu sesuutu yung ukun ter|udl hlnggu ukhlr zumun.
(Ter|. Al Wu|llz fll Aqldutls Suluflsh Shullh Ahlls Sunnuh wul Jumuuh, hul. 95)
Alluh teluh menentukun segulu perkuru untuk mukhluk-Nyu sesuul dengun llmu-Nyu yung terduhulu
(uzull) dun dltentukun oleh hlkmuh-Nyu. Tlduk udu sesuutupun yung ter|udl melulnkun utus
kehenduk-Nyu dun tlduk udu sesuutupun yung keluur durl kehenduk-Nyu. Muku, semuu yung ter|udl
dulum kehldupun seorung humbu uduluh berusul durl llmu, kekuusuun dun kehenduk Alluh, numun
tlduk terlepus durl kehenduk dun usuhu humbu-Nyu.
Alluh Tuulu berflrmun,
'- . - _~ - - = ~ -
Sesungguhnyu Kuml menclptukun segulu sesuutu menurut ukurun." (Qs. Al-Qumur: 49)
= . - _~ - ~- , ' - ~ -
Dun Dlu teluh menclptukun segulu sesuutu, dun Dlu menetupkun ukurun-ukurunnyu dengun serupl-
ruplnyu." (Qs. Al-Furqun: 2)
~ - _~ ` - ~ - = ' ~ - ~
Dun tlduk udu sesuutupun melulnkun pudu slsl Kuml-luh khuzunuhnyu, dun Kuml tlduk
menurunkunnyu melulnkun dengun ukurun tertentu." (Qs. Al-Hl|r: 21)
Menglmunl tukdlr bulk dun tukdlr buruk, merupukun suluh sutu rukun lmun dun prlnslp uqlduh Ahlus
Sunnuh wul Jumuuh. Tlduk ukun sempurnu kelmunun seseorung sehlnggu dlu berlmun kepudu
tukdlr, yultu dlu menglkrurkun dun meyuklnl dengun keyuklnun yung dulum buhwu segulu sesuutu
berluku utus ketentuun (qudhu) dun tukdlr (qudur) Alluh.
Rusululluh shullulluhu ululhl wu sullum bersubdu,
` ~- ~ =_ = ~- ~- ' - =- ~ _ = ' ~ '- - - ==- ' ~- == -
- --
Tlduk berlmun suluh seorung durl kullun hlnggu dlu berlmun kepudu qudur bulk dun buruknyu durl
Alluh, dun hlnggu yukln buhwu upu yung menlmpunyu tlduk ukun luput durlnyu, sertu upu yung luput
durlnyu tlduk ukun menlmpunyu." (Shuhlh, rlwuyut Tlrmldzl dulum Sunun-nyu (IV/451) durl Jublr bln
Abdllluh rudhlyulluhu unhu, dun dlrlwuyutkun pulu oleh Imum Ahmud dulum Musnud-nyu (no.
6985) durl Abdulluh bln Amr. Syulkh Ahmud Syuklr berkutu: Sunud hudlts lnl shuhlh. Llhut |ugu
Sllslluh ul-Ahuudlts ush-Shuhlhuh (no. 2439), kuryu Syulkh Albunl ruhlmuhulluh)
Jlbrll ululhls sulum pernuh bertunyu kepudu Nubl shullulluhu ululhl wu sullum mengenul lmun, muku
belluu shullulluhu ululhl wu sullum men|uwub,
' ~- `' ~ ' - `~ - ~ - ' `' = ~ - - =~ - ' - ~
Engkuu berlmun kepudu Alluh, Mululkut-Mululkut-Nyu, Kltub-Kltub-Nyu, Rusul-Rusul-Nyu, hurl
ukhlr sertu qudhu dun qudur, yung bulk muupun yung buruk."
(Shuhlh, rlwuyut Musllm dulum Shuhlh-nyu dl kltub ul-Imun wul Islum wul Ihsun (VIII/1, IX/5))
Dun Shuhubut Abdulluh bln Umur rudhlyulluhu unhumu |ugu pernuh mendengur
Rusululluhshullulluhu ululhl wu sullum bersubdu,
. - ~ ~ - _ = = ' ~- '
Segulu sesuutu teluh dltukdlrkun, sumpul-sumpul kelemuhun dun keplnturun."
(Shuhlh, rlwuyut Musllm dulum Shuhlh-nyu (IV/2045), Tlrmldzl dulum Sunun-nyu (IV/452), Ibnu
Mu|uh dulum Sunun-nyu (I/32), dun ul-Huklm dulum ul-Mustudruk (I/23))
Tlngkutun Tukdlr
Berlmun kepudu tukdlr tlduk ukun sempurnu kecuull dengun emput perkuru yung dlsebut tlngkutun
tukdlr utuu rukun-rukun tukdlr. Keemput perkuru lnl uduluh penguntur untuk memuhuml musuluh
tukdlr. Burung slupu yung menguku berlmun kepudu tukdlr, muku dlu hurus mereullsuslkun semuu
rukun-rukunnyu, kurenu yung sebuglun ukun bertullun dengun sebuglun yung luln. Burung slupu
yung mengukul semuunyu, bulk dengun llsun, keyuklnun dun umul perbuutun, muku kelmununnyu
kepudu tukdlr teluh sempurnu. Numun, burung slupu yung mengurungl suluh sutunyu utuu leblh,
muku kelmununnyu kepudu tukdlr teluh rusuk.
Tlngkutun Pertumu: ul-Ilmu (Ilmu)
Yultu, berlmun buhwu Alluh mengetuhul dengun llmu-Nyu yung uzull mengenul upu-upu yung teluh
ter|udl, yung ukun ter|udl, dun upu yung tlduk ter|udl, bulk securu globul muupun terperlncl, dl
seluruh pen|uru lunglt dun buml sertu dl unturu keduunyu. Alluh Muhu Mengetuhul semuu yung
dlperbuut mukhluk-Nyu sebelum mereku dlclptukun, mengetuhul rlzkl, u|ul, umul, geruk, dun dlum
mereku, sertu mengetuhul slupu dl unturu mereku yung sengsuru dun buhuglu.
Alluh Tuulu teluh berflrmun,
-' - ' ~_ -' ~ ~' `' ~ _ ~ _ = -' ~ -
Apukuh kumu tlduk mengetuhul buhwu sesungguhnyu Alluh mengetuhul upu su|u yung udu dl lunglt
dun dl buml? Buhwusunyu yung demlklun ltu terduput dulum sebuuh kltub (Luuh Muhfuzh).
Sesungguhnyu yung demlklun ltu umut muduh bugl Alluh." (Qs. Al-Hu||: 70)
- ~ - =, _ '- ~ - ' ` ' + ~ - ` - - ' ~_ ' = ' ' ~ - ~ ~ ` ' + ~ - ` =_
~ = `' ` = ` ' - ` _ - ~
Dun pudu slsl Alluh-luh kuncl-kuncl semuu perkuru yung ghulb, tlduk udu yung mengetuhulnyu
kecuull Dlu sendlrl, dun Dlu Muhu Mengetuhul upu yung udu dl durutun dun dl luutun, dun tlduk udu
sehelul duun pun yung gugur melulnkun Dlu mengetuhulnyu (pulu), dun tlduk |utuh sebutlr bl|l pun
dulum kegelupun buml dun tlduk |ugu sesuutu yung busuh utuu yung kerlng, melulnkun teluh tertulls
dulum kltub yung nyutu (Luuh Muhfuzh)." (Qs. Al-Anuum: 59)
-' . - ~ - =
Sesungguhnyu Alluh Muhu Mengetuhul utus segulu sesuutu." (Qs. At-Tuubuh: 115)
Tlngkutun Keduu: ul-Kltuubuh (Penullsun)
Yultu, menglmunl buhwu Alluh Subhunuhu wu Tuulu teluh menullskun upu yung teluh dlketuhul-Nyu
berupu ketentuun-ketentuun seluruh mukhluk hldup dl dulum ul-Luuhul Muhfuzh. Suutu kltub yung
tlduk menlnggulkun sedlklt pun dl dulumnyu, semuu yung ter|udl, upu yung ukun ter|udl, dun segulu
yung teluh ter|udl hlnggu hurl Klumut, dltulls dl slsl Alluh Tuulu dulum Ummul Kltub.
Alluh Tuulu berflrmun,
. - ~ - - -= _ ' ~ - ~
Dun segulu sesuutu Kuml kumpulkun dulum kltub lnduk yung nyutu (Luuh Muhfuzh)." (Qs. Yuuslln:
12)
' ~-' - ~ - -~ _ `' ` _ ~ - - ` _ ~ . '-- ~ _ = -' ~ -
Tlduk udu suutu bencunu pun yung menlmpu dl buml dun (tlduk pulu) pudu dlrlmu sendlrl
melulnkun teluh tertulls dulum kltub (Luuh Muhfuzh) sebelum Kuml menclptukunnyu." (Qs. Al-
Hudlld: 22)
Dun Rusululluh shullulluhu ululhl wu sullum bersubdu,
-' - ~' - ~ `= ' - . =- ' ' ~~' `' ~~ = - - ~
Alluh teluh menulls seluruh tukdlr seluruh mukhluk se|uk llmu puluh rlbu tuhun sebelum Alluh
menclptukun lunglt dun buml."
(Shuhlh, rlwuyut Musllm dulum Shuhlh-nyu, kltub ul-Qudur (no. 2653), durl Abdulluh bln Amr bln
ul-Ash rudhlyulluhu unhumu, dlrlwuyutkun pulu oleh Tlrmldzl (no. 2156), Imum Ahmud (II/169),
Abu Duwud uth-Thuyullsl (no. 557))
Dulum subdunyu yung luln,
. ' ~ = -' - ' , . : ! . : - ' ~'~ . : - ~' - ~ . - ~ _ = - =' ~ '
Yung pertumu kull Alluh clptukun uduluh ul-qulum (penu), lulu Alluh berflrmun, Tullsluh! Iu
bertunyu, Wuhul Rubb-ku upu yung hurus uku tulls? Alluh berflrmun, Tullsluh tukdlr segulu sesuutu
sumpul ter|udlnyu Klumut."(Shuhlh, rlwuyut Abu Duwud (no. 4700), dulum Shuhllh Abu Duwud (no.
3933), Tlrmldzl (no. 2155, 3319), Ibnu Abl Ashlm dulum us-Sunnuh (no. 102), ul-A|urry dulum usy-
Syurluh (no.180), Ahmud (V/317), durl Shuhubut Ubuduh bln ush-Shumlt rudhlyulluhu unhu)
Oleh kurenu ltu, upu yung teluh dltukdlrkun menlmpu munuslu tlduk ukun meleset durlnyu, dun upu
yung dltukdlrkun tlduk ukun mengenulnyu, muku tlduk ukun mengenulnyu, sekullpun seluruh
munuslu dun golongun |ln mencobu mencelukulnyu.
Tlngkutun Ketlgu: ul-Iruuduh dun Al Musyll-uh (Kelnglnun dun Kehenduk)
Yultu, buhwu segulu sesuutu yung ter|udl dl lunglt dun dl buml uduluh sesuul dengun kelnglnun dun
kehenduk (lruuduh dun musyll-uh) Alluh yung berputur dl unturu ruhmut dun hlkmuh. Alluh memberl
petun|uk kepudu slupu yung dlkehendukl-Nyu dengun ruhmut-Nyu, dun menyesutkun slupu yung
dlkehendukl-Nyu dengun hlkmuh-Nyu. Dlu tlduk boleh dltunyu mengenul upu yung dlperbuut-Nyu
kurenu kesempurnuun hlkmuh dun kekuusuun-Nyu, tetupl kltu, sebugul mukhluk-Nyu yung ukun
dltunyu tentung upu yung ter|udl pudu kltu, sesuul dengun flrmun-Nyu,
.-~- ` ' ~=. - - - - ~-
Dlu tlduk dltunyu tentung upu yung dlperbuut-Nyu, dun merekuluh yung ukun dltunyul." (Qs. Al-
Anblyuu: 23)
Kehenduk Alluh ltu pustl terluksunu, |ugu kekuusuun-Nyu sempurnu mellputl segulu sesuutu. Apu
yung Alluh kehendukl pustl ukun ter|udl, mesklpun munuslu berupuyu untuk menghlndurlnyu, dun
upu yung tlduk dlkehendukl-Nyu, muku tlduk ukun ter|udl, mesklpun seluruh mukhluk berupuyu
untuk mewu|udkunnyu
.
Alluh Tuulu berflrmun,
~ -' ~- -~+ - _ ~- - ~ - `~` ~ ~ - -- . =- - ~ -' ==' - - -
Burung slupu yung Alluh menghendukl ukun memberlkun kepudunyu petun|uk, nlscuyu Dlu ukun
melupungkun dudunyu untuk (memeluk ugumu) Islum. Dun burung slupu yung dlkehendukl Alluh
kesesutunnyu, nlscuyu Alluh men|udlkun dudunyu sesuk lugl semplt." (Qs. Al-Anuum: 125)
' ~ ' ~ ' -' ~ - ' - - ~ ' '
Dun kumu tlduk duput menhendukl (menempuh |ulun ltu) kecuull upubllu dlkehendukl Alluh, Rubb
semestu ulum." (Qs. At-Tukwlr: 29)
Nubl shullulluhu ululhl wu sullum |ugu bersubdu,
- - ~ ' + - - - ~ '- _ ~= ' , - ' ~ =, -- -- = - ' ~-
Sesungguhnyu hutl-hutl munuslu seluruhnyu dl unturu duu |url durl |url |emurl Ar-Ruhmuun sepertl
sutu hutl; Dlu memullngkunnyu kemunu su|u yung dlkehendukl-Nyu."
(Shuhlh, rlwuyut Musllm dulum Shuhlh-nyu (no. 2654). Llhut |ugu Sllslluh ul-Ahuudlts ush-Shuhlhuh
(no. 1689))
Ibnu Qudumuh ruhlmuhulluh berkutu, Puru Imum Suluf durl kulungun umut Islum teluh l|mu
(sepukut) buhwu wu|lb berlmun kepudu qudhu dun qudur Alluh yung bulk muupun yung buruk, yung
munls muupun yung puhlt, yung sedlklt muupun yung bunyuk. Tlduk udu sesuutu pun ter|udl kecuull
utus kehenduk Alluh dun tlduk terwu|ud segulu kebulkun dun keburukun kecuull utus kehenduk-Nyu.
Dlu menclptukun slupu su|u dulum keuduun se|uhteru (bucu: men|udl penghunl surgu) dun lnl
merupukun unugruh yung Alluh berlkun kepudunyu dun men|udlkun slupu su|u yung Dlu kehendukl
dulum keuduun sengsuru (bucu: men|udl penghunl neruku). Inl merupukun keudllun durl-Nyu sertu
huk ubsolut-Nyu dun lnl merupukun llmu yung dlsembunylkun-Nyu durl seluruh mukhluk-Nyu." (ul-
Iqtlshuud fll Itlquud, hul. 15)
Tlngkutun Keemput: ul-Khulq (Penclptuun)
Yultu, buhwu Alluh uduluh Penclptu (Khullq) segulu sesuutu yung tlduk udu penclptu seluln-Nyu, dun
tlduk udu rubb seluln-Nyu, dun segulu sesuutu seluln Alluh uduluh mukhluk. Sebugulmunu flrmun
Alluh Tuulu,
-' = . - _~ - _ = . - _~ .-
Alluh menclptukun segulu sesuutu dun Dlu memellhuru segulu sesuutu." (Qs. Az-Zumur: 62)
Mesklpun Alluh teluh menentukun tukdlr utus seluruh humbu-Nyu, bukun berurtl buhwu humbu-Nyu
dlbolehkun untuk menlnggulkun usuhu. Kurenu Alluh teluh memberlkun qudruh (kemumpuun) dun
musyll-uh (kelnglnun) kepudu humbu-humbu-Nyu untuk mengusuhukun tukdlrnyu. Alluh |ugu
memberlkun ukul kepudu munuslu, sebugul tundu kesempurnuun munuslu dlbundlngkun dengun
mukhluk-Nyu yung luln, ugur munuslu duput membedukun unturu kebulkun dun keburukun. Alluh
tlduk menghlsub humbu-Nyu kecuull terhudup perbuutun-perbuutun yung dllukukunnyu dengun
kehenduk dun usuhunyu sendlrl. Munusluluh yung benur-benur melukukun suutu umul perbuutun,
yung bulk dun yung buruk tunpu puksuun, sedungkun Alluh-luh yung menclptukun perbuutun
tersebut. Hul lnl berdusurkun flrmun-Nyu,
-' - =' ~ ~
Puduhul Alluh-luh yung menclptukunmu dun upu yung kumu perbuut ltu." (Qs. Ash-Shuuffuut: 96)
Dun Alluh Tuulu |ugu berflrmun, yung urtlnyu,
` - - -' ' ~ - - ` ' + ~
Alluh tlduk membebunl seseorung melulnkun sesuul dengun kemumpuunnyu." (Qs. Al-Buquruh:
286)
Hlkmuh Berlmun Kepudu Tukdlr
Berlmun kepudu tukdlr ukun mengunturkun kltu kepudu sebuuh hlkmuh penclptuun yung mendulum,
yultu buhwusunyu segulu sesuutu teluh dltentukun. Sesuutu tlduk ukun menlmpu kltu kecuull teluh
Alluh tentukun ke|udlunnyu, demlklun pulu sebullknyu. Apubllu kltu teluh fuhum dengun hlkmuh
penclptuun lnl, muku kltu ukun mengetuhul dengun keyuklnun yung dulum buhwu segulu sesuutu
yung dutung dulum kehldupun kltu tlduk luln merupukun ketentuun Alluh utus dlrl kltu. Sehlnggu
ketlku muslbuh dutung menerpu per|ulunun hldup kltu, kltu ukun leblh bl|uk dulum memundung dun
menylkuplnyu. Demlklun pulu ketlku kltu menduput glllrun memperoleh kebuhugluun, kltu tlduk ukun
lupu untuk mensyukurl nlkmut Alluh yung tludu hentl.
Munuslu memlllkl kelnglnun dun kehenduk, tetupl kelnglnun dun kehenduknyu menglkutl kelnglnun
dun kehenduk Rubbnyu. Golongun Ahlus Sunnuh menetupkun dun meyuklnl buhwu segulu yung
teluh dltentukun, dltetupkun dun dlperbuut oleh Alluh memlllkl hlkmuh dun segulu usuhu yung
dllukukun munuslu ukun membuwu husll utus kehenduk Alluh.
Ingutluh suudurlku, tlduk setlup hul ukun ber|ulun sesuul dengun upu yung kltu hurupkun, muku
hendukluh kltu menyeruhkun semuunyu dun berlmun kepudu upu yung teluh Alluh tentukun. Jungun
sumpul hutl kltu men|udl goncung kurenu sedlklt sentllun, sehlnggu munculluh blslkun-blslkun dun
plklrun-plklrun yung ukun mengurungl nlkmut lmun kltu. Dengurluh subdu Nubl kltu shullulluhu
ululhl wu sullum,
= _ = ' ~ - - - , ~ ' -' ` = , '- - ~ ` . - : - ' ~' ~
' ~' ~ , . : ~ -' ' ~- '~ . , ( ) _ - .~= ' = - ~'
Berusuhuluh untuk menduputkun upu yung bermunfuut buglmu, dun mlntuluh pertolongun Alluh dun
|ungunluh sumpul kumu lemuh (semungut). Jlku sesuutu menlmpumu, |ungunluh engkuu berkutu
seundulnyu uku melukukun lnl dun ltu, nlscuyu ukun beglnl dun begltu. Akun tetupl
kutukunluh Qodurulluh wu muu-syuu-u fuulu (Alluh teluh mentukdlrkun segulunyu dun upu yung
dlkehendukl-Nyu pustl dllukukun-Nyu). Kurenu sesungguhnyu (kutu) seundulnyu ltu ukun
menguwull perbuutun syulthun."
(Shuhlh, rlwuyut Musllm dulum Shuhlh-nyu (no. 2664))
Tlduk udu seorung pun yung duput bertlnduk untuk merubuh upu yung teluh Alluh tetupkun
untuknyu. Muku tlduk udu seorung pun |ugu yung duput mengurungl sesuutu durl ketentuun-Nyu,
|ugu tlduk blsu menumbuhnyu, untuk selumunyu. Inl uduluh perkuru yung teluh dltetupkun-Nyu dun
teluh selesul penentuunnyu. Penu teluh terungkut dun lemburun teluh kerlng.
Berdullh dengun tukdlr dlperbolehkun ketlku menduputl muslbuh dun cobuun, numun |ungun sekull-
kull berdullh dengun tukdlr dulum hul perbuutun dosu dun kesuluhun. Setlup munuslu tlduk boleh
memusruhkun dlrl kepudu tukdlr tunpu melukukun usuhu upu pun, kurenu hul lnl ukun menyellslhl
sunnutulluh. Oleh kurenu ltu berusuhuluh semumpunyu, kemudlun bertuwukkulluh.
Sebugulmunu dlsebutkun dulum flrmun-Nyu,
. _ = -' - - _- ~ ~ ' - '
Dun bertuwukkulluh kepudu Alluh. Sesungguhnyu Dluluh yung Muhu Mendengur lugl Muhu
Mengetuhul." (Qs. Al-Anfuul: 61)
~ - . _ = -' + ~ =
Burung slupu bertuwukkul kepudu Alluh, nlscuyu Alluh ukun mencukupl (keperluun)nyu." (Qs. Ath-
Thuluq: 3)
Dun |lku kltu menduputkun muslbuh utuu cobuun, |ungunluh berputus usu durl ruhmut Alluh dun
|ungunluh bersungut-sungut, tetupl bersuburluh. Kurenu subur uduluh perlsul seorung mukmln yung
dlu bersuuduru kundung dengun kemenungun. Ingutluh buhwu muslbuh utuu cobuun yung menlmpu
kltu hunyuluh muslbuh kecll, kurenu muslbuh dun cobuun terbesur uduluh wufutnyu
Rusululluhshullulluhu ululhl wu sullum, sebugulmunu dlsebutkun dulum subdunyu,
'~ -' - ~= - -~ ~ - - -~ _ , ' +- ~ == - ' - ~ '
Jlku suluh seorung dlunturu kullun tertlmpu muslbuh, muku lngutluh muslbuh yung menlmpuku,
sungguh lu merupukun muslbuh yung pullng besur."
(Shuhlh ll ghulrlh, rlwuyut Ibnu Suud dulum Ath-Thubuqut (II/375), Ad-Durlml (I/40))
Apubllu hutl kltu teluh yukln dengun setlup ketentuun Alluh, muku segulu urusun ukun men|udl leblh
rlngun, dun tlduk ukun udu kegunduhun muupun kegellsuhun yung muncul dulum dlrl kltu, sehlnggu
kltu ukun leblh semungut lugl dulum melukukun segulu urusun tunpu merusu khuwutlr mengenul upu
yung ukun ter|udl kemudlun. Kurenu kltu ukun menggenggum tuwukkul sebugul perbekulun ketlku
men|ulunl urusun dun kltu ukun menghunus kesuburun kulu u|lun dutung menghudung.
Wulluhu Tuulu ulum wul mustuun.
Penulls: Ummu Sufyun Ruhmuwuty Woly
Muru|uuh: Ust. Arls Munundur
Muru|l:
Al-Iqtlshuud fll Itlquud, kuryu Imum Ibnu Qudumuh, cetukun Muktubuh Al-Uluum wul Hlkum.
Al-Wu|lz fll Aqldutls Suluflsh Shullh Ahlls Sunnuh wul Jumuuh (Edlsl Indoneslu: Punduun Aqlduh
Lengkup), kuryu Syulkh Abdulluh bln Abdul Humld Al-Atsurl, cetukun Pustuku Ibnu Kutslr.
Aqldutus Suluf Ash-hubul Hudllts (Edlsl Indoneslu: Aqlduh Suluf Ash-hubul Hudlts), kuryu Syulkh
Abu Ismull Ash-Shubunl, cetukun Pustuku At-Tlbyun.
Aqlduh Suluf Ahlus Sunnuh wul Jumuuh, kuryu Abdul Huklm bln Amlr Abdut, cetukun Muktubuh
Muuwlyuh bln Abl Sufyun.
At-Tullqut Al-Mukhtushuruh Alu Mutnl Al-Aqlduh Ath-Thuhuwlyuh (Edlsl Indoneslu: Pen|elusun
Rlngkus Mutun Al-Aqlduh Ath-Thuhuwlyuh), kuryu Syulkh Shullh bln Fuuzun Al-Fuuzun, cetukun
Pustuku Suhlfu.
At-Tuwukkul ululluuhl Tuuuluu (Edlsl Indoneslu: Hldup Tentrum dengun Tuwukkul), kuryu Dr.
Abdulluh bln Umur Ad-Duwul|l, cetukun Pustuku Ibnu Kutslr.
Futhul Buurl Syuruh Shuhlh Bukhurl, kuryu Imum Al-Huflzh Ibnu Hu|ur Al-Asqulunl, cetukun Durul
Hudlts.
Futhul Mu|ld Syuruh Kltuubut Tuuhld (Edlsl Indoneslu: Futhul Mu|ld), kuryu Syulkh Muhummud bln
Abdul Wuhhub, cetukun Pustuku Suhlfu.
Menlru Suburnyu Nubl shullulluhu ululhl wu sullum (Edlsl Ter|emuh), kuryu Syulkh Sullm bln Ied
Al-Hllull, cetukun Pustuku Durul Ilml.
Syuruh Aqlduh Ahlus Sunnuh wul Jumuuh, kuryu Yuzld bln Abdul Qudlr Juwus, cetukun Pustuku
Imum Asy-Syufll.
Syuruh Lumutul Itlqud (Edlsl Indoneslu: Wuhul Suuduruku, Inlluh Aqlduhmu), kuryu Syulkh
Muhummud bln Utsulmln, cetukun Pustuku Ibnu Kutslr.
Syuruh Ushulll Itlqud Ahlls Sunnuh wul Jumuuh, kuryu Imum Al-Huflzh Al-Luullkul, cetukun Durul
Hudlts.
Ushulus Sunnuh (Edlsl Indoneslu: Aqlduh Shuhlh Penyebub Selumutnyu Seorung Musllm), kuryu
Al-Huflzh Abu Bukur Al-Humuldl, cetukun Pustuku Imum Asy-Syufll.
Ushulus Sunnuh (Edlsl Indoneslu: Ushulus Sunnuh), kuryu Imum Ahmud bln Humbul, cetukun
Pustuku Durul Ilml.