Anda di halaman 1dari 22

SISTEN KARBI0vASK0LAR

CB PR0uRAN
I T0}0AN
1. JANTUNG
A. Anatomi Jantung
1. Mengulang anatomi jantung
2. Mengulangi aliran pulmonary dan sistemik
3. Mengulangi anatomi sel-sel jantung
B. Sistem Konduksi Instrinsik
1. Mengidentifikasi komponen-komponen pada sistem konduksi instrinsik
2. Mengenal bahwa sistem konduksi instrinsik mengkoordinasikan aktifitas jantung
melalui penentuan arah dan kecepatan depolarisasi jantung
C. Potensial Aksi Jantung
1. Untuk memahami dasar-dasar ion (listrik) potensial pacu jantung dan potensial aksi
pada sel autoritmik jantung
2. Memahami dasar-dasar ionic (listrik) potensial aksi pada suatu kontraksi jantung
3. Memahami bahwa autoritmik dan sel-sel kontraktil adalah berpasangan secara elektrik
dengan arus yang mengalir melalui celah penghubung
D. Siklus Jantung
1. Menyebutkan faase-fase siklus jantung pada orde konsekutif
2. Mengenal bahwa perubahan tekanan menentukan kerja katup dan arah aliran darah di
jantung
3. Menghubungkan ECG dan bunyi jantung dengan kejadian siklus jantung
E. Cardiak Output (keluaran jantung)
1. Mengenal variasi cardiac output dengan daya laju jantung dan volume sekuncup
2. Mengidentifikasi factor-faktor yang memodifikasi laju jantung dan volume sekuncup
untuk menandai bagaimana ia mengubah cardiac output.
2. PEMBULUH DARAH
A. Struktur dan Fungsi Pembuluh Darah
1. Menggambarkan struktur umum dinding pembuluh darah
2. Membandingkan tipe pembuluh darah
3. Menghubungkan tekanan darah pada berbagai bagian sistem pembuluh dengan berbagai
struktur pembuluh darah
B. Pengukuran Tekanan Darah
1. Memahami terminology yang berhubungan dengan penentuan tekanan darah
2. Memahami bunyi yang terdengar selama mengukur tekanan darah
C. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tekanan Darah
1. Memahami tentang factor yang mempengaruhi resistensi perifer dan dengan demikian
sekaligus pengaruhnya pada tekanan darah
2. Memahami hubungan elastisitas, volume darah dan cardiac output mempengaruhi
tekanan darah
D. Regulasi Tekanan Darah
1. Membandingkan mekanisme jangka pendek yang bertanggung jawab pada peningkatan
tekanan darah dan mekanisme penurunannya
2. Memahami proses pengaturan jangka panjang tekanan darah
3. Menggambarkan pengaruh jangka pendek dan jangka panjang dari peningkatan
osmolaritas terhadap tekanan darah
E. Autoregulasi Dinamika Pembuluh
1. Menjelaskan pentingnya autoregulasi
2. Menyebutkan factor-faktor fisika kimia yang bertindak sebagai autoregulasi perangsang
pada berbagai jaringan
3. Menggambarkan maksud transport berbagai cairan melintasi dinding pembuluh kapiler
4. Menjelaskan factor-faktor yang menentukan jumlah dan arah aliran cairan melintasi
dinding pembuluh
II TIN}A0AN P0STAKA
Dalam bidang keilmuan yang lebih umum, sistem kardiovaskuler sering disebut sebagai
sistem transportasi tubuh atau sistem peredaran darah. Transportasi dan peredaran di sini adalah
sebuah proses pengedaran berbagai zat yang diperlukan tubuh sekaligus pengambilan zat yang
tidak diperlukan untuk kemudian dikeluarkan dari tubuh. Sistem kardiovaskuler ini memiliki tiga
komponen utama, yaitu darah, jantung, dan pembuluh darah.
Baiah
Darah merupakan salah satu komponen utama dalam sistem kardiovaskuler. Tak hanya
itu, peranannya dalam tubuh pun sangatlah vital. Berikut adalah beberapa fungsi darah bagi
tubuh :
o Darah melalui plasma darah akan mengedarkan sari makanan ke seluruh bagian tubuh.
o Darah akan mengeluarkan sisa-sisa oksidasi dari sel tubuh untuk kemudian dikeluarkan
dari tubuh oleh plasma darah, karbon dioksida dikeluarkan melalui paru-paru, urea
dikeluarkan melalui ginjal.
o Plasma darah akan menyebarkan hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar buntu
(endokrin) ke seluruh bagian tubuh.
o Sel darah merah akan mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.
o Sel darah putih akan membunuh kuman yang masuk ke dalam tubuh.
o Keping-keping darah akan menutup setiap luka yang dialami tubuh.
o Darah akan menjaga kestabilan suhu tubuh.


}antung
Jantung merupakan organ tubuh yang paling berperan di dalam sistem kardiovaskuler.
Fungsi jantung adalah memompa darah ke seluruh bagian tubuh. Lokasi jantung sendiri berada di
dekat paru-paru. Tepatnya di bagian kiri tengah dada.
Jantung sebenarnya adalah sebuah organ yang terdiri atas otot. Otot jantung berbeda
dengan otot-otot lain di bagian tubuh lainnya. Itu sebabnya, otot di jantung disebut sebagai otot
jantung.. Jantung manusia dewasa mempunyai panjang 12 cm, lebar 9 cm dengan ketebalan
sekitar 6 cm.
Pembuluh Baiah
Pembuluh darah merupakan tempat mengalirnya atau dialirkannya darah dari dan ke
jantung dan ke seluruh tubuh. Bentuk pembuluh darah adalah tabung. Pembuluh darah terdiri
atas vena dan arteri.
Vena merupakan pembuluh darah yang membawa darah dari seluruh tubuh kembali ke
jantung. Adapun arteri adalah pembuluh darah yang membawa darah dari jantung ke seluruh
tubuh. Selain arteri dan vena, di dalam tubuh juga terdapat pembuluh darah halus yang disebut
sebagai pembuluh darah kapiler. Pembuluh darah ini menghubungkan dari jaringan tubuh yang
satu ke jaringan tubuh yang lain.
Aorta merupakan sebutan bagi arteri terbesar yang ada di dalam tubuh kita. Ventrikel kiri
memompa darah ke aorta dan kemudian membawanya ke seluruh tubuh melalui arteri yang lebih
kecil.
Sistem Kaiuiovaskulei
Di dalam sistem kardiovaskuler, jantung merupakan organ pemompa darah. Adapun
pembuluh darah merupakan tempat mengalirnya darah. Dan darah sendiri merupakan cairan
pembawa oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan tubuh.
Tak hanya itu, darah juga membawa sisa-sisa metabolisme untuk dibuang ke luar tubuh.
Fungsi utama dari sistem kardiovaskular adalah mengalirkan darah ke seluruh bagian tubuh. Hal
ini tentu saja untuk keberlangsungan hidup manusia itu sendiri.
Siklus Kaiuiovaskulei
Siklus kardiovaskuler adalah suatu urutan peristiwa perputaran darah dari dan ke dalam
jantung dalam sekali putaran lengkap. Fase awal pemompaan darah kita kenal sebagai sistol.
Pada fase ini, otot jantung melakukan kontraksi.
Adapun fase jantung mengisi darah (darah masuk jantung) disebut sebagai diastol. Pada
fase ini, otot jantung melakukan relaksasi. Urutan siklus kardiovaskuler adalah sistol atrium
(darah masuk ke dalam ventrikel kiri dan kanan), lalu sistol ventrikel (darah mengisi aorta dan
paru), lalu diastole ventrikel dan diastole atrium.
Komponen Benyut }antung
Saat istirahat, jantung manusia dewasa berdenyut sekitar 70 hingga 80 kali per menit.
Denyut jantung ini bisa didengar melalui stetoskop. Jika ada masalah dengan katup jantung,
maka denyut jantung tidak akan normal. Abnormalitas dari denyut jantung seperti ini disebut
sebagai murmur.
III ALAT BAN BABAN
- Alat : Laptop
- Bahan : -
Iv PR0SEB0R KER}A
1. Buka video tentang sistem kardiovaskular
2. Perhatikan dan dengarkan baik-baik video tersebut.
3. Buat kesimpulan dari apa yang telah dilihat dan didengarkan




v BASIL BAN PENBABASAN
1. JANTUNG
A. Anatomi Jantung
1. Anatomi Jantung






Jantung secara anatomis terdiri dari :
y 2 atrium (sebagai reservoar)
y 2 ventrikel (sebagai unit pengirim)
y Katup (sebagai penghalang)
Atrium kanan menerima darah miskin oksigen dari sistem vena; darah mengalir ke
ventrikel kanan dan dipompa keluar melalui arteri pulmoner menuju ke paru-paru. Atrium kiri
menerima darah kaya oksigen melalui vena pulmoner; darah mengalir ke ventrikel kiri dan
dipompa keluar oleh system arteri/aorta menuju jaringan tubuh.
Ventrikel kiri merupakan tempat yang pemompa darah ke seluruh tubuh. Sedangkan
Ventrikel kanan merupakan tempat yang memompa darah ke paru-paru.
Katup antara atrium dan ventrikel (kanan ataupun kiri) disebut sebagai katup
atrioventrikular kiri, atau katup trikuspidalis. Adapun katup antara ventrikel dan arteri besar
disebut sebagai katup semilunaris.
Katup mitralis (bikuspidalis) merupakan katup yang mengatur aliran darah dari atrium
kiri menuju ventrikel kiri. Katup semilunaris (trikuspidalis) merupakan katup yang berada
diantara atrium kanan dan ventrikel kanan.
Aorta merupakan pembuluh darah yang tugasnya menyalurkan darah yang kaya oksigen
keseluruh tubuh.
2. Aliran pulmonary dan sistemik
Peredaran darah di dalam tubuh manusia dibagi menjadi dua, yaitu
y peredaran darah pulmonary
y peredaran darah sistemik.
Aliran pulmonary adalah aliran darah dari jantung melalui arteri pulmonary yang khusus
ke paru-paru. Dalam peredaran darah pulmonary, darah yang mengandung karbondioksida yang
berasal dari jantung akan dibawa ke paru-paru melalui artery pulmonary dan digantikan dengan
oksigen dan dibawa kembali ke dalam jantung melalui vena pulmonary.
Aliran sistemik adalah aliran darah yang bermula dari jantung melalui arteri dan
diedarkan ke seluruh jaringan. Dalam peredaran darah sistemik, oksigen diberikan dari darah ke
jaringan sedangkan karbon dioksida dari jaringan akan masuk ke dalam darah dan dibawa
kembali ke jantung melalui vena cava.
a. Sirkulasi Sistemik
1. Mengalirkan darah ke berbagi organ
2. Memenuhi kebutuhan organ yang berbeda
3. Memerlukan tekanan permulaan yang besar
4. Banyak mengalami tahanan
5. Kolom hidrostatik panjang

b. Sirkulasi Pulmonal
1. Hanya mengalirkan darah ke paru
2. Hanya berfungsi untuk paru
3. Mempunyai tekanan permulaan yang rendah
4. hanya sedikit mengalai tahanan
5. Kolom hidrostatik pendek
















3. Anatomi sel-sel jantung
Jantung terdiri atas 3 lapisan :
1. Epikard, yang menutupi permukaan luar jantung.
Epikardium luar tersusun dari lapisan sel-sel mesotelial yang berada di atas jaringan ikat.
2. Miokard, yaitu lapisan tengah yang terdiri atas otot jantung yang berkontraksi untuk
memompa darah. Kontraksi miokardium menekan darah keluar ruang menuju arteri besar.
3. Endokard, yaitu lapisan terdalam terdiri atas jaringan endotel melapisi permukaan dalam
jantung dan katup

B. Sistem Konduksi Intrinsik
1. Komponen-komponen pada sistem konduksi instrinsik
Sistem penghantar instrinsik menentukan irama dasar dari denyutan jantung. Sistem
penghantar jantung terdiri atas sel-sel otot jantung yang dimodifikasi. Sel-sel ini dengan sangat
cepat dapat meneruskan rangsangan listrik. Penyebaran potensial aksi ini merangsang
berkontraksinya jantung secara sinkron dari atrium ke ventrikel.
System penghantar itu terdiri atas:
1. Nodus SA atau pacemaker, terletak di tempat pertemuan vena cava superior dan atrium
kanan. Dalam keadaan normal nodus SA mengawali setiap denyut jantung dengan
membangkitkan rangsangan listrik sekitar 60-100 kAh per menit.
2. Nodus AV, terletak di aspek bawah dan septum atrium. Nodus AV menerima rangsangan
listrik dari nodus SA.
3. Berkas HIS, menyatu dengan nodus AV membentuk tempat pacemaker lain.
4. Serat Purkinje, adalah modifikasi serat otot jantung biasa dan terdapat di bawah endokard
ventrikel. Mereka dengan cepat menyebarkan gelombang depolarisasi keseluruh ventrikel.







2. Mengenal bahwa sistem konduksi instrinsik mengkoordinasi aktifitas jantung melalui
penentuan arah dan kecepatan depolarisasi jantung
Potensial aksi menyebar dari autotythmic sel. Pada sistem konduksi instrinsik ke sel
kontraktil, terjadi rangsangan listrik. Kontraksi berikutnya dari sel kontraktil adalah sebuah
rangsangan mekanik yang menyebabkan terjadinya detak/denyut jantung. Jadi, Potensial aksi
menyebar di seluruh jantung, menyebabkan koordinasi kontraksi jantung.
C. Potensial Aksi Jantung
Koordinasi kontraksi jantung dihasilkan dari perubahan listrik dalam sel-sel jantung.
Autorythmic sel dalam sistem konduksi intrinsic membangkitkan potensial aksi menyebar
diseluruh jantung, menghasilkan kontraksi dalam sel kontraktil.
Awal potensial aksi dalam autorythmic sel:
a. Potensial pacemaker memasukkan sodium dan mengurangi pengeluaran potassium
b. Depolarisasi dan pembalikan dari membrane potensial menyebabkan pemasukan kalsium.
c. Repolarisasi menyebabkan pengeluaran potassium
Kontraksi sel otot jantung untuk memompa darah dicetuskan oleh potensial aksi yang
menyebar melalui membran-membran sel otot. Jantung berkontraksi atau berdenyut secara
berirama akibat potensial aksi yang ditimbulkannya sendiri. Hal ini disebabkan karena jantung
memiliki mekanisme aliran listrik yang dicetuskannya sendiri guna berkontraksi atau memompa
dan berelaksasi. Potensial aksi ini dicetuskan oleh nodus-nodus pacemaker yang terdapat di
jantung dan dipengaruhi oleh beberapa jenis elektrolit seperti K+, Na+, dan Ca++
D. Siklus Jantung
Perputaran jantung meliputi semua peristiwa yang berhubungan dengan aliran darah
melalui jantung selama 1 kali denyut jantung.
Selama perputaran jantung, katup jantung membuka dan menutup pada respon untuk
membedakan tekanan darah pada kedua sisinya.
Fase perputaran jantung :
1. Pengisian Ventrikular
a. Aliran darah masuk secara pasif ke atrium, katup antrioventrikular siap membuka dan darah
masuk ke dalam ventrikel, dimana tekanannya lebih rendah.







b. Atrium berkontraksi, menyebabkan sisa darah masuk ke ventrikel.







2. Sistolik Ventrikel
a. Kontraksi isovolumetrik: ventrikel berkontraksi dan tekanan intraventrikular meningkat,
menutup katup antrioventrikular. Secara singkat, ruangan ventrikel tertutup secara penuh.









b. Penyemburan vetrikular: peningkatan tekanan ventricular menyebabkan katupsemilunar
terbuka dan darah dikeluarkan dari jantung








3. Relaksasi Isovolummetrik
Ventrikel berelaksasi dan tekanan ventricular menurun. Aliran darah balik menyebabkan
katup semilunar menutup. Dan ventrikel tertutup lagi secara total. Sementara itu atrium diisi
dengan darah. Ketika tekanan atrium melebihi tekanan ventricular katup antriventrikular terbuka
dan ventricular terisi, maka fase I dimulai lagi.














Ringkasan :
- Perputaran jantung terdiri dari 3 fase: pengisian ventrikel, kontraksi ventrikel, dan relaksasi
isovolumetric.
- Kedua atrium berkontraksi di saat yang sama dan kedua ventrikel juga berkontraksidi saat yang
sama.
- Aliran darah diatur oleh perubahan tekanan.

Menghubungkan ECG dan bunyi jantung dengan kejadian siklus jantung
Arus listrik yang dihasilkan oleh otot jantung menyebar ke jaringan di sekitar jantung dan
dihantarkan melalui cairan-cairan tubuh. Sebagian kecil aktivitas listrik ini mencapai permukaan
tubuh dan dapat dideteksi menggunakan alat khusus. Rekaman aliran listrik jantung disebut
dengan elektrokardiogram atau EKG. EKG adalah rekaman mengenai aktivitas listrik di cairan
tubuh yang dirangsang oleh aliran listrik jantung yang mencapai permukaan tubuh. Jadi EKG
bukanlah rekaman langsung aktivitas listrik jantung yang sebenarnya.
Berbagai komponen pada rekaman EKG dapat dikorelasikan dengan berbagai proses
spesifik di jantung. EKG dapat digunakan untuk mendiagnosis kecepatan denyut jantung yang
abnormal, gangguan irama jantung, serta kerusakan otot jantung. Hal ini disebabkan karena
aktivitas listrik akan memicu aktivitas mekanis sehingga kelainan pola listrik biasanya akan
disertai dengan kelainan mekanis atau otot jantung sendiri
E. Cardiac Output (keluaran jantung)
Cardiac output adalah jumlah dari darah yang dipompakan keluar dari tiap ventrikel
per menit. Curah jantung adalah volume sekuncup (stroke volume) dikalikan dengan frekuensi
denyut jantung dalam satu menit (heart rate).Volume sekuncup adalah istilah untuk menunjukkan
jumlah darah yang dipompakan ventrikel perdenyut. Rata-rata volume sekuncup istirahat adalah
60-80 ml perdenyut.
Faktor-faktor yang mempengaruhi Cardiac output :
1. Peningkatan rangsangan simpatik.
Menyebabkan peningkatan denyut jantung. Itu juga meningkatkan stroke volume dengan
meningkatkan kontraksi. Menyebabkan lebih banyak darah keluar dari jantung.
2. Peningkatan rangsangan parasimpatik.
Aktivitas parasimpatik meningkat setelah krisis terlampaui. Penurunan detak jantung dan
stroke volume dari level tertinggi membawa cardiac output kembali normal.
3. Peningkatan vena balik.
Serat otot cardiac menegang oleh peingkatan volume darah yang sedang kembali kejantung
4. Denyut jantung lambat.
Denyut jantung lambat membiarkan lebih banyak waktu untuk pengisian ventricular dan
meningkatkan stroke volume.
5. Peningkatan denyut jantung secara ekstrim.
Peningkatan denyut jantung secara ekstrim menghasilkan vena balik yang rendah oleh karena
itu mengurangi stroke volume.
6. Latihan.
Aktivitas latihan menyebabkan meningkatnya denyut jantung, kontraksi, dan stroke volume.
7. Tekanan darah menurun secara tiba-tiba
8. Peningkatan tekanan darah.
9. Volume darah menurun secara tiba-tiba
10. Peningkatan kalsium
Curah jantung juga dipengaruhi oleh latihan fisik (aktivitas), stres, suhu, kehamilan dan
post-prandial.
Volume sekuncup bergantung pada (1) tingkat pengisian ventrikel, dengan peningkatan
volume diastolik akhir menyebabkan volume sekuncup yang lebih besar melalui hubungan
panjang-tegangan (kontrol intrinsik), dan (2) tingkat stimulasi simpatis, dengan peningkatan
stimulasi simpatis menyebabkan peningkatan kontraktilitas jantung, yaitu peningkatan kekuatan
kontraksi dan peningkatan volume sekuncup pada volume diastolik akhir tertentu (kontrol
ekstrinsik).
2. PEMBULUH DARAH
A. Struktur dan Fungsi Pembuluh Darah
Pembuluh-pembuluh darah di dalam tubuh merupakan bagian sistem pembebasan yang
dimulai dan diakhiri di jantung.






Arteri
Ukuran arteri bervariasi dari 25 mm (aorta) sampai 0,5 mm. Secara mikroskopis, dinding
terdiri atas tiga lapisan. Ketiga lapis dinding arteri dipisahkan oleh membrane elastika interna
dan eksterna.




Ada tiga jenis arteri yaitu arteri besar, sedang, dan kecil. Arteri besar (aorta, arteri
pulmoner, arteri innominata, arteri karots komunis, arteri subklavia) memiliki tunika intima
tebal, membrane elastika interna, tunika media tebal, dengan otot polos dan banyak serat/
lembar elastic. Arteri sedang (semua arteri bernama pada tubuh) disebut juga arteri tipe
muscular karena tunika mediannya sangat tebal, tanpa lembar-lembar elastic. Bila diameternya
kurangdari 0,5 mm, disebut juga arteriol. Arteriol berlanjut sebagai kapiler. Kapiler tidak
memiliki serta otot pada dindingnya.
Diameter kapiler hanya 5-10 mikrometer (diameter eritrosit), dindingnya hanya
terdiriatas endotel. Eritrosit harus mengubah bentuknya agar dapat melewati kapiler kecil. Makin
aktif suatu jaringan makin banyak kapilernya. Kapiler adalah tempat terjadinya pertukaran zat.
Darah dari kapiler mengalir ke dalam venul, kemudian ke vena.








Lapisan dinding arteri :
1. Tunika intima: lapisan terdalam, terdiri atas endotel dan sedikit jaringan ikat.
2. Tunika media : lapisan tengah, paling tebal, otot polos, jaringan ikat elastic
3. Tunika adventisia: lapiasan terluar, jaringan ikat fibrosa







Vena
Dinding vena lebih tipis dari dinding arteri. Lumenya tidak bulat seperti arteri, tetapi
berdiameter lebih besar. Pada daerah tertentu, yaitu tungkai bawah, vena memiliki katup. Katup
ini berupa lipatan tunika intima yang berfungsi mencegah darah mengalir balik dan tetap
mengalir ke pembuluh darah jantung.






Vasa vorum adalah darah yang membawa oksigen dan nutrient lain untuk dinding
pembuluh darah besar, karena tidak cukup mendapat oksigen dan nutrient dari darah yang
mengalir di dalamnya.

Aorta
Aorta menyalurkan darah kaya oksigen ke seluruh tubuh, muncul dari ventrikel kiri, aorta
melalui toraks dan masuk dan berakhir di abdomen. Ada tiga bagian aorta:
1. Aorta Asendens
2. Lengkung Aorta
3. Aorta Desendens.
Aorta asendens berjalan ke atas, ke depan, dan ke kanan sejauh 5 cm. Ia berlanjut sebagai
arkus aorta, yang melengkung ke belakang dan ke kiri, kemudian menurun di sisi tubuh berupa
aorta desendens. Aorta desendens memasuki abdomen melalui hiatus aortikum pada diafragma.
Bagian aorta desendens di atas diagfragma disebut aorta pars torakal, dibawah diafragma. Bagian
aorta desendens di atas diafragma disebut aorta pars torakal, dibawah diagfragma pars abdominal,
dan aorta abdominal.


Jadi :
- Dari tiga tipe pembuluh darah, arteri mempunyai tunika media yang paling tebal (dengan
membiarkan potongan dan vasokontriksi) pembuluh darah halus mempunyai tunika adventitia
yang relative tebal dan kapiler merupakan yang paling tipis (dengan membiarkan perubahan
material).
- Variasi tekanan darah berbeda pada bagian dari sistem vaskuler. Paling tidak bagian dari variasi
ini mencerminkan dari struktur pembuluh. Adaptasi struktural dari pembuluh darah halus
membantu pengembalian darah ke jantung.

B. Pengukuran Tekanan Darah
Tekanan darah merupakan indikator yang penting dalam kesehatan kardiovaskular. Ini
dipengaruhi oleh aktivitas kontraksi dari jantung dan kondisi serta aktivitas dari pembuluh darah.

Tekanan Darah.
Tekanan darah menggunakan kekuatan di mana darah berlawanan dengan dinding
pembuluh darah. Aksi pompa dari jantung membangkitkan aliran darah. Tekanan darah
dihasilkan ketika aliran tersebut bertemu oleh resistansi dari dinding pembuluh.

Tekanan darah sistemik
Cairan yang didorong oleh pompa melalui sederetan saluran di bawah tekanan, tidak
sama besar tekanan itu di sepanjang saluran itu. Makin dekat pompa, makin tinggi tekanan dalam
saluran yang bersangkutan,

Tekanan darah arteri
Saat ventrikel kiri berkontraksi dan mencurahkan darah ke dalam aorta, maka aorta yang
elastic akan melebar menimbulkan tekanan aorta, yang disebut tekanan systole (sekitar 120
mmHg) untuk orang dewasa normal.
Selama diastole katup aorta menutup, mencegah darah mengalir ke jantung, dinding aorta
mengerut (elastic), mempertahankan tekanan yang berkelanjutan, sehingga darah tetap mengalir
ke dalam pembuluh-pembuluh yang lebih kecil di distal. Selama ini tekanan aorta turun sampai
titik terendah (70-80 mmHg) dan disebut tekanan diastole. Perbedaan antara tekanan systole dan
diastole disebut tekanan nadi.
Tekanan yang mendorong ke dalam jaringan selama siklus jantung disebut Mean
Arterial Pressure (MAP). Karena diastole lebih lama dari systole maka rumus untuk menghitung
MAP adalah sebagai berikut :
MAP = tekanan diastole + 1/3 tekanan nadi.

2. Memahami bunyi yang terdengar selama mengukur tekanan darah.
Bunyi yang terdengar untuk pertama kalinya disebut dengan tekanan sistolik. Pada
keadaan normal biasanya menunjukkan angka 120mmHg.








Bunyi yang terdengar untuk terakhir kalinya disebut dengan tekanan diastolik. Pada
keadaan normal biasanya menunjukkan angka 80mmHg. Sehingga tekanan darah normal biasanya
dinyatakan dengan angka 120/80.

Ringkasan :
- Tekanan sistolik adalah tekanan tertinggi pada arteri; hasil dari kontraksi ventrikular.
- Tekanan diastole tekanan terendah di arteri; hasil dari relaksasi ventrikular.
- Tekanan Pulsa: Tekanan sistolik tekanan Diastole.
- Mean Arterial Pressure (MAP) = Tekanan Diastolik + 1/3tekanan pulsa.
- Ketika tekanan darah teratur, bunyi pertama mengindikasikan tekanan sistolik; akhir dari bunyi
menandakan tekanan diastolik.

C. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tekanan Darah
Tekanan darah dipengaruhi oleh beberapa factor :
- Tahanan Perifer
- Elastisitas Pembuluh Darah
- Cardiac Output.

a. Tahanan Perifer, mempengaruhi tekanan darah.
Sel darah dan plasma bertemu ketika mereka berkontak dengan dinding pembuluh. Jika
tahanan meningkat maka membutuhkan lebih banyak tekanan untuk mempertahankan
pergerakan darah.
3 sumber utama tahanan perifer :
1. Diameter pembuluh darah.
2. Viskositas darah.
3. Panjang total pembuluh darah

1). Diameter pembuluh darah, mempegaruhi tahanan perifer.
Diameter pembuluh darah yang besar dengan volume darah yang sama menyebabkan
tekanan menjadi rendah. Diameter yang kecil dengan volume yang sama menyebabkan tekanan
meningkat.
2). Viskositas darah, mempengaruhi tahanan perifer.
Semakin kental darah semakin besar tekanan. Makin cair darah makin kecil tekanan
3). Panjang total pembuluh darah, mempengaruhi tahanan perifer.
Makin panjang pembuluh darah makin besar tekanan. Makin pendek pembuluh darah
tekanan makin kecil

b. Elastisitas Pembuluh darah, mempengaruhi tekanan darah.
Semakin elastis pembuluh darah maka tekanan makin kecil, karena cairan yang
bergesekan dengan dinding pembuluh darah lebih sedikit. Makin kaku pembuluh darah maka
tekanan makin besar.





Volume darah mempengaruhi tekanan darah
Volume darah makin sedikit, tekanan makin rendah. Volume makin besar, maka tekanan
akan menjadi lebih besar.
c. Cardiac Output mempengaruhi tekanan darah.
Penurunan detak jantung menyebabkan cardiac output menurun serta menyebabkan
menurunnya tekanan darah. Peningkatan detak jantung menyebabkan cardiac output meningkat,
maka tekanan darah juga meningkat.













D. Regulasi Tekanan Darah
Ada dua mekanisme dasar dalam pengaturan tekanan darah. Yaitu mekanisme jangka
pendek yang mengatur diameter pembuluh darah, detak jantung, dan kontraksi jantung.
Kemudian mekanisme jangka panjang yang mengatur volume darah.
Tekanan darah dipengaruhi oleh kemoresptor, tahanan perifer dan volume darah.

E. Autoregulasi Dinamika Pembuluh
Autoregulasi adalah penyesuaian fisiologis organ tubuh terhadap kebutuhan dan pasokan
darah dengan mengadakan perubahan pada resistensi terhadap aliran darah dengan berbagai
tingkatan perubahan kontriksi / dilatasi pembuluh darah. Dengan pengetahuan autoregulasi
dalam menurunkan TD secara mendadak dimaksudkan untuk melindungi organ vital dengan
tidak terjadi iskemi.Autoregulasi otak telah cukup luas diteliti dan diterangkan. Bila TD turun,
terjadi vasodilatasi, jika TD naik timbul vasokonstriksi.
vI KESINP0LAN
Sistem kardiovaskuler adalah sistem transportasi tubuh atau sistem peredaran darah.
Sistem kardiovaskuler memiliki tiga komponen utama, yaitu darah, jantung, dan pembuluh
darah.
Di dalam sistem kardiovaskuler, jantung merupakan organ pemompa darah. Adapun
pembuluh darah merupakan tempat mengalirnya darah. Dan darah sendiri merupakan cairan
pembawa oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan tubuh.
Jantung adalah organ yang memompa system transport; rute pengirimannya adalah
pembuluh darah. Dengan menggunakan darah sebagai medium transport, jantung mendorong
oksigen, nutrient, pembuangan dan substansi lain ked an dari sel-sel tubuh.
Sistem pembuluh darah
y Arteri > Arteriola > kapiler > venula > vena
y Darah dari seluruh tubuh kembali ke jantung melalui vena-vena, dibantu oleh pompa otot
(terutama pada kontraksi otot)
y Darah didistribusikan ke seluruh tubuh bergantung pada kebutuhan jaringan. Jaringan
yang aktif membutuhkan darah dalam volume yang lebih banyak.



vII BAFTAR P0STAKA
l Syaifuddin. 2003. Anatomi Fisiologi untuk Mahasiswa Keperawatan. Jakarta : EGC
l Tambayong, Jan. 2001. Anatomi dan fisiologi untuk keperawatan. Jakarta : EGC
l Guyton, Arthur C. 2007. Buku ajar fisiologi kedokteran. Jakarta : EGC
l http://www.scribd.com/doc/52652332/faal-penuh-gambar
l http://www.scribd.com/doc/52756786/5/anatomi-jantung
l file:///I:/anatomi-fisiologi-sistem-kardiovaskuler.html
l http://jantung.klikdokter.com/subpage.php?id=1&sub=67