P. 1
resensi siti nurbaya

resensi siti nurbaya

|Views: 298|Likes:
Dipublikasikan oleh Lea Juliana

More info:

Published by: Lea Juliana on Feb 05, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/10/2015

pdf

text

original

Nama : Lea Kelas : XII-IPA-4 Identitas Buku Judul : Siti Nurbaya ( Kasih Tak Sampai ) Pengarang : Marah

Rusli Penerbit : Balai Pustaka Tahun Terbit : 1990 Tempat Terbit : Jakarta Tebal Buku : 271 halaman

SITI NURBAYA (Kasih Tak Sampai) Karya Marah Rusli Siti Nurbaya adalah nama yang tak asing lagi di telinga masyarakat. Dahulu novel ini pernah naik daun pada waktu diterbitkannya. Novel asli Indonesia, yang ceritanya bercorak adat Padang ini pantas membuat banyak orang penasaran. Karena begitu banyak orang mengetahui kisah novel sastra ini, maka rasanya kurang pas jika kita belum mengetahui bagai mana kisah Siti Nurbaya itu. Novel ini identik dengan perjodohan dan sangat melekat pada adat istiadat. Mengisahkan seorang gadis bernama Siti Nurbaya yang hidup hanya bersama ayahnya. Ayahnya, Baginda Sulaiman, terlilit hutang pada seorang rentenir bernama Datuk Maringgih. Karena ulah Datuk Meringgih, Baginda Sulaiman jatuh miskin dan tak sanggup membayar hutang-hutangnya. Datuk Maringgih memaksa Baginda Sulaiman agar melunasi semua hutangnya atau menyerahkan Siti Nurbaya, puterinya, sebagai gantinya. Baginda Sulaiman tidak punya pilihan lain. Maka ia menyarahkan puterinya Siti Nurbaya kepada Datuk Maringgih untuk dijadikan istri. Siti Nurbaya sangat sedih apalagi ia memiliki kekasih yaitu Samsulbahri yang sedang sekolah di stovia, Jakarta. Namun demi keselamatan dan kebahagiaan ayahnya ia mau menikah dengan Datuk Maringgih. Meski begitu kisah cinta Siti Nurbaya tidak berakhir begitu saja. Banyak perjuangan yang dilakukannnya demi bersama kekasihnya Samsulbahri. Perjuangan cinta Siti Nurbaya dan Samsulbahri begitu gigih meskipun Datuk Meringgih selalu menghalangi mereka. Kisah ini begitu mengharukan dan kesedihan kedua tokoh tersebut dapat digambarkan dengan jelas. Dalam novel ini terdapat banyak untaian puisi. Selain itu, novel ini dapat membawa kita dalam suasana di masa lalu. Selain budaya tradisional yang masih kental, bahasa yang digunakan pun adalah bahasa tahun 90an. Oleh karena itu, novel ini tidak boleh dilewatkan, terutama oleh para pecinta novel sastra.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->