Anda di halaman 1dari 3

Nama: Lea Juliana Yosnata NIM: 1202267 Metabolisme Bakteri Metabolisme adalah aktivitas suatu organisme hidup untuk

memperoleh sejumlah energi yang dibutuhkan. Cara organisme mendapatkan energi berbeda-beda, sehingga proses metabolisme yang ditempuh untuk mendapatkan energi pun berbeda-beda. Beberapa jalur metabolisme yang ditempuh oleh bakteri adalah metabolisme chemoorganotrophic, chemolithotropic, dan phototropic. Chemoorganotropic adalah metabolisme yang menggunakan molekul organik sebagai sumber energi pembentuk ATP. Untuk memperoleh ATP dari jalur metabolisme chemoorganotropic, ada tiga cara yang dapat ditempuh yaitu respirasi aerob, anaerob, dan fermentasi. Akseptor eksternal menjadi syarat untuk terjadinya respirasi baik aerob maupun anaerob. Lain halnya dengan fermentasi, yang diperlukan adalah akseptor internal yaitu derivat substrat yang menjadi pendonor elektron. Perbedaan ketiga proses tersebut adalah sebagai berikut: Pembeda Proses Aerob glikolisis, oksidasi piruvat (DO dan siklus krebs), fosforilasi oksidatif 36 atau 38 ATP O2 Sitoplasma dan matriks mitokondria Escherichia Memerlukan oksigen Anaerob glikolisis Fermentasi Glikolisis, redoks.

Jumlah ATP dari 1 mol glukosa Akseptor elektron terakhir Tempat terjadi reaksi Contoh bakteri Kebutuhan oksigen

2 ATP Fe3+, SO4-, CO2, dll. Sitoplasma

1 atau 2 ATP (tergantung jalur fermentasinya) derivat dari substrat pendonor elektron Sitoplasma

Reaksi

Pseudomonas Lactobacillus Tidak memerlukan Tidak memerlukan oksigen (obligat) atau oksigen (obligat) atau fakultatif. fakultatif. C6H12O6 + 6 O2 6 C6H12O6 C2H5OH Substrat + 2 ADP + 2 CO2 + 6 H2O + (ATP + CO2+ATP Pi + 2 NAD+ 2 + Panas) pyruvate + 2 ATP + 2 NADH product + 2 NAD+

Glikolisis pada proses bakteri memiliki tiga jalur utama yaitu jalur Embden-Meyerhof (EM), heterolaktik (fosfoketolase), dan Entner-Doudoroff. Jalur E-M adalah glikolisis yang umum terjadi seperti pada eukariot, yaitu disimilasi 1 molekul glukosa menjadi 2 molekul asam piruvat. Jalur heterolaktik menggunakan fosfoketolase untuk memecah pentosa-fosfat

menjadi GTP dan asetil fosfat. Jalur Entner-Doudoroff hampir sama dengan jalur E-M, tetapi terjadi oksidasi sebelum molekul glukosa dipecah menjadi asam piruvat. Chemolithitropic merupakan metabolisme yang dilakukan oleh bakteri dan Archaea dengan mengoksidasi senyawa anorganik. Akseptor terakhir yang digunakan adalah O2 atau NO3-. Oksidasi bahan anorganik dapat diikuti reduksi koenzim maupun tidak. Contoh bakterinya adalah Thiobacillus ferrooxidans yang dapat mengoksidasi Fe2+ menjadi Fe3+. Adapula organisme chemolithitropic fakultatif yaitu dapat menggunakan baik molekul organik maupun anorganik sebagai sumber energi. Proses metabolisme chemolithitropic mirip dengan respirasi aerob yaitu elektron terlepas dari molekul substrat dan terjadi transpor elektron yang menghasilkan ATP. Sedangkan metabolisme phototrophic merupakan mekanisme pengubahan energi foton (cahaya) menjadi energi kimiawi (ATP). Contoh, Rhodopseudomonas sphaeroides. Ketika mendapat energi cahaya, terjadi eksitasi elektron pada pigmen yang sensitif terhadap cahaya. Elektron berpindah-pindah dalam rangkaian akseptor pada membran. Terdapat tiga macam metabolisme phototrophic: a. Oxygenic photosynthesis: memerlukan oksigen dalam proses metabolismenya. b. Anoxygenic photosynthesis: tidak memerlukan oksigen dalam proses

metabolismenya. c. Nonphotosynthetic photophosporylation: menangkap energi cahaya dengan

menggunakan protein membran yang disebut bacteriorhodopsin. Proses yang terjadi tidak sama dengan proses anabolisme (fotosintesis) pada tumbuhan. Perbedaan tersebut adalah sebagai berikut: Pembeda Organisme Tipe klorofil Photosystem I (fotofosforilasi siklik) Photosystem II (fotofosforilasi nonsiklik) Menghasilkan O2 Pendodor elektron fotosintetis Fotosintesis tumbuhan tumbuhan, alga, cyanobacteria klorofil P650750nm ada Fotosintesi bakteri Bakteri ungu dan hijau bacteriochlorophyll P800-1000nm ada

ada

Tidak ada

ya H2O

tidak H2S, bahan sulfur lainnya atau bahan organik tertentu

Pembeda Sumber energi Proses

Chemoorganotropic

Chemolithitropic

phototrophic

Organik respirasi anaerob, fermentasi

Anorganik aerob, Oksidasi-reduksi dan O2 atau NO3-.

Cahaya Fotofosforilasi siklik

Akseptor terakhir

Akseptor eksternal