SISTEM PERADILAN INDONESIA

Asep Rahmat Fajar

yaitu kekuasaan negara di tangan eksekutif. Pengadilan Tinggi n Pengadilan Negeri (namun dalam hal ini wewenangnya hanya terbatas teknis yuridis) • Dalam setiap pengadilan negeri. diatur juga suatu lembaga yang disebut kejaksaan pada pengadilan negeri tersebut • Badan peradilan yang ada saat itu baru pengadilan umum dan pengadilan agama .Kekuasaan Kehakiman dan Sistem Peradilan (Era Penjajahan) • Sistem ketatanegaraan yang dianut berpedoman kepada teori klasik montesquieu. legislatif dan yudikatif • Yudikatif dipegang oleh Mahkamah Agung.

dimana kekuasaan negara dijalankan oleh lembaga eksekutif. tinggi dan lembaga negara saja).Kekuasaan Kehakiman (Sebelum Amandemen UUD) • Berdasarkan pada konstitusi dan peraturan perundangundangan lain yang masih mengatur tentang hierarki lembaga negara (tertinggi. sedangkan dalam hal kedudukan dan sarana prasarana operasional lainnya masih berada di bawah kekuasaan lembaga negara lainnya . yaitu hanya dalam hal pemikiran. • Menganut teori ketatanegaraan klasik (Montesquieu). lembaga yudikatif dan lembaga legislatif • Format lembaga kekuasaan kehakiman masih setengah independen.

TUN. beberapa ketua muda. beberapa orang kepala bagian dan struktur2 lain di bawahnya . pengadilan tingkat banding dan pengadilan tingkat kasasi • Struktur MA sebagai badan peradilan tertinggi terdiri dari satu orang ketua. satu orang pansekjen. Beberapa dir. beberapa orang kepala pusat. satu orang wakil ketua. agama dan militer yang masing-masing mempunyai jejang pengadilan tingkat pertama.Sistem Peradilan (Sebelum Satu Atap) • Pembinaan organisasi dan sumber daya manusia dibawah dephukham (kekuasaan eksekutif) dan hal-hal yang berkaitan dengan teknis yuridis (manajemen pekara) dibawah wewenang MA • Badan peradilan hanya terdiri dari badan peradilan umum.

Kekuasaan Kehakiman (Setelah Amandemen UUD) • Didasarkan pada konstitusi baru hasil amandemen yang memuat prinsip checks and balances (tidak ada lagi definisi lembaga tertinggi dan tinggi. lembaga legislatif. lembaga yudikatif dan lembaga independen dengan fungsi khusus • Dibentuk suatu lembaga kekuasan kehakiman yang lebih independen (terutama dari pengaruh kekuasaan negara lainnya) dengan apa yang disebut konsep satu atap dan dibuatnya lembaga kekuasaan baru yaitu MK . tapi semuanya disebut lembaga negara) • Disesuaikan juga dengan perkembangan teori ketatanegaraan modern dimana kekuasaan di suatu negara dilaksanakan oleh lembaga eksekutif.

Kedokteran.dan adanya badan2 baru –seperti badan pengawasan-) . Perikanan. panitera dan sekretaris jenderal di pegang oleh 2 orang yang berbeda.Sistem Peradilan (Setelah Satu Atap) • Pembinaan Organisasi dan Sumber daya manusia serta hal-hal yang berkaitan dengan teknis yuridis diatur MA • Dibentuknya badan-badan peradilan baru (terutama di bawah peradilan umum dan tun) yang berstatus ad-hoc (mis: HAM. diubahnya status beberapa pusat menjadi badan –seperti pusdiklat. Pajak) • Dilakukannya restrukturisasi di MA (akibat adanya 1 atap ini). terutama dilevel pimpinan dan eselon 1 (mis: wakil ketua MA dibagi atas yudisial dan non yudisial. Niaga. Tipikor. adanya direktorat badilumtun yang sebelumnya di dephukham sebagai eselon 1. Perindustrian.

PETA INSTITUSI HUKUM SETELAH ADANYA LEMBAGA NEGARA INDEPENDEN K Yud KPK Hakim Publik K Kej Jaksa Polisi K kep KON Advokat Peradi .

Komisi Kejaksaan. Komnas HAM. KPI.Lembaga Negara Independen Menurut Dasar Hukumnya Dengan Dasar Hukum UUD • BI. KPU Dengan Dasar Hukum UU • KPK. KPPU Dengan Dasar Hukum Perpres • KON. KY. MK. KKR. Komisi Kepolisian .

pembubaran Parpol dan Sengketa Pemilu : Perilaku hakim dan pencalonan hakim agung : Penyelenggaraan Pemilu : Pemberantasan Korupsi : Pelaku media dan informasi : Pelaku bisnis dan usaha : Pelanggar HAM (Penyelidikan) : Pelanggar HAM (Penyelesaian) : Pejabat publik dalam pelayanan publik : Perilaku polisi : Perilaku Kejaksaan .Lembaga Negara Independen Menurut Areanya BI MK KY KPU KPK KPI KPPU Komnas HAM KKR KON Komisi Kepolisian Komisi Kejaksaan : Kebijakan Perbankan dan keuangan negara : Uji UU. Sengketa Lembaga Negara.

Maksud Dan Tujuan Adanya Lembaga Negara Independen • Mengoptimalkan kinerja lembaga negara yang ada saat ini dengan mengaplikasikan prinsip check n balances • Mempercepat proses reformasi di lembaga-lembaga negara • Meningkatkan partisipasi publik dalam penyelenggaraan kekuasaan negara .

secara garis besar adalah: • Dasar hukum yang mengaturnya terkesan setengah-setengah dalam memberi wewenang • Alokasi angggaran masih jauh dari mencukupi • Kualitas sumber daya manusia masih belum optimal karena pengaturannya masih banyak yang mengacu pada pengaturan PNS.Masalah dan Hambatan Walaupun tidak bisa digeneralisir. padahal yang diharapkan adalah SDM yang profesional .

sehingga diharapkan dapat menyerap aspirasi secara optimal dan meminimalisir akibat kekurangan anggaran • Membuat aturan-aturan SDM internal yang khusus dan disesuaikan dengan karakter Komisi .Solusi dan Rekomendasi • Melakukan amandemen dan atau penyempurnaan atas dasar hukum yang mengatur masing-masing Komisi • Melibatkan publik secara maksimal.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful