Anda di halaman 1dari 4

Kebutuhan Energi Bayi, Anak dan Remaja Nancy Butte Pengantar Kebutuhan energy dari bayi, anak dan

remaja didefinisikan sebagai jumlah energy yang dibutuhkan untuk menyeimbangkan total energy expenditure (TEE) pada level yang sesuai dengan aktifitas fisik, dan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal yang konsisten dengan kesehatan jangka panjang. Tidak seperti rekomendasi untuk nutrisi lain yang memenuhi atau melebihi kebutuhan semua individu di dalam suatu populasi, rekomendasi untuk asupan energy berdasarkan kebutuhan rata-rata dari populasi untuk menghindari asupan energy yang melebihi dari yang dibutuhkan. Rekomendasi asupan energy dan aktifitas fisik ditujukan untuk mendukung dan mempertahankan pertumbuhan dan perkembangan bayi, anak dan remaja yang sehat dan bernutrisi. Rekomendasi FAO/WHO/UNU tahun 2004 untuk asupan energy yaitu berdasarkan perkiraan TEE dan cadangan untuk pertumbuhan. Untuk bayi, TEE diprediksi dengan metode isotop stabil, doubly labeled water (DLW). Untuk anak anak dan remaja, digunakan monitoring denyut jantung dan metode DLW untuk memperkirakan TEE. Pemakaian energy untuk pertumbuhan diperoleh dari kecepatan rata rata dan komposisi berat badan. Kebutuhan energy selama pertumbuhan dan perkembangan dapat dipisahkan menjadi beberapa komponen yaitu metabolisme basal, termogenesis, aktifitas fisik, dan penggunaan energy untuk pertumbuhan. Metabolisme basal didefinisikan sebagai energy yang digunakan untuk mempertahankan proses fundamental sel dan jaringan tubuh. Persamaaan Schofield untuk memperkirakan basal metabolic rate (BMR) dapat dilihat pada table 1. Pengaruh suhu terhadap makanan (therming effect of feeding, TEF) mengarah kepada energy yang dibutuhkan untuk menelan dan mencerna makanan dan untuk mengabsorpsi makanan, transportasi dan penggunaan nutrisi. Jumlah TEF mencapai 10 % dari energy expenditure harian. Pengaturan suhu dapat memberikan energy tambahan ketika terpapar suhu yang berada dibawah atau diatas temperature normal, akan tetapi, pakaian dan cara hidup selalu menetralkan seperti pengaruh lingkungan.

Aktifitas fisik merupakan komponen kebutuhan energy yang paling bervariasi seperti aktifitas fisik wajib dan bebas. Pemakaian energy untuk pertumbuhan adalah persentase total kebutuhan energy dikurangi dengan 35% pada usia 1 bulan sampai 3% pada usia 12 bulan, dan tetap rendah sampai masa pubertas , dan meningkat sampai 4%. Pendekatan untuk menentukan kebutuhan energy Kebutuhan energy diperoleh dari TEE berdasarkan pendekatan factorial atau penghitungan menggunakan metode DLW atau monitoring denyut jantung. DLW merupakan metode isotop stabil (nonradioaktif) menyediakan taksiran TEE pada individu bebas. Pada metode denyut jantung, TEE diprediksi dari denyut jantung rata-rata pada awal hubungan linear antara denyut jantung dan konsumsi oksigen selama kerja otot submaksimal. Kebutuhan energy dari bayi Rekomendasi FAO/WHO/UNU terkini, rata-rata kebutuhan energy bayi adalah berdasarkan TEE dan angka pertumbuhan dari bayi sehat dan bernutrisi (table 2, gambar 1,2). Pada laporan FAO/WHO/UNU, rata rata berat berdasarkan umur dan angka bulanan pertambahan berat badan WHO digunakan untuk menghitung kebutuhan energy. Persamaan prediksi untuk TEE dikembangkan berdasarkan data longitudinal pada 76 bayi sehat yang diteliti dengan interval 3 bulan selama 2 tahun pertama. TEE (MJ/Day) = -0,416 + 0,371 BB (kg) SEE = 0.456 TEE (kcal/day) = -99,4 + 88,6 BB (kg) SEE = 109, Dimana SEE merupakan standar eror untuk perhitungan. Energy ekivalen protein (23.6 kj/g atau 5.65 kcal/g) dan lemak (38,7 kj/g atau 9,25 kcal/g), dan komposisi tubuh berubah selama masa bayi. Cadangan energy berkurang selama tahun pertama kehidupan mulai dari 730 kj/hari (175 kcal/hari) pada usia 0-3 bulan, hingga 250 kj/hari (60 kcal/hari) pada usia 4-6 bulan dan 85 kj/hari (20 kcal/hari) pada usia 1-12 bulan.

Kebutuhan Energy Anak dan Remaja Pada laporan FAO/WHO/UNU tahun 2004, DWL dan monitoring denyut jantung digunakan untuk memprediksi TEE anak dan remaja. Data TEE dari 801 anak laki-laki dan 808 anak perempuan usia 1 18 tahun dikumpulkan dari Kanada, Denmar,3 BBk, Italia, Swedia, Belanda, Brazil, Cili, Columbia, Guatemala, dan Mexico, yang kemudian diperoleh persamaan untuk TEE untuk anak perempuan dan laki-laki. Untuk anak laki-laki : TEE (MJ/day) = 1.298 + 0.265 BB(kg)-0.0011 BB2 (kg2) SEE = 0,518 (persamaan 2) TEE (kcal/day) = 310.2 + 63,3 BB (kg)- 0,263 BB2 (kg2 ) SEE = 124 Untuk perempuan : TEE (MJ/hari) = 1.102 + 0.273 BB(kg) 0.0019 BB2 (kg2) SEE = 0.650 (persamaan 3) TEE (kcal/hari) = 263,4 + 65,3 BB(kg) 0.454 BB2 (kg2 ) SEE = 155 Selama masa remaja, perbedaan jenis kelamin terhadap ukuran dan komposisi tubuh tidak begitu di perhitungkan. Pemakaian energy untuk pertumbuhan berdasarkan rata rata berat badan yang diperoleh dari standar BB/U dari WHO. komposis berat badan diperkirakan menjadi 10% lemak dengan kandungan

energy 38.7 kj/gr (9.25 kcal/gram), 20% protein dengan kandungan energy 23.6 kj/g ( 5.65 kcal/gr), atau setara dengan 8.6 kj/gr 92.1 kcal/g). Selama masa remaja perbedaan jenis kelamin terhadap ukuran dan komposisi tubuh mempunyai pengaruh. Penggunaan energy untuk pertumbuhan diperoleh berdasarkan rata rata berat badan yang diperoleh dari standar BB/U menurut WHO. Komposisi berat badan adalah 10% lemak dengan kandungan energy 38,7 kj/g(9.25 kcal/g), 20% protein dengan kandungan energy 23.6 kj/g (5.65 kcal/g) atau setara dengab 8.6 kj/g (2.1 kcal/g).

Kebutuhan energy anak laki-laki dan perempuan usia 0-18 tahun disimpulkan pada table 4,5 dan gambar 3 dan 4.