Anda di halaman 1dari 34

Psikologi forensik adalah studi psikologi yang berkaitan dengan persoalan hukum.

Psikologi forensik mempelajari efek dari berbagai faktor psikologis terhadap proses hukum.

Sebelum Pengadilan Berlangsung


Bagaimana pengaruhnya pada pengakuan yang dilakukan oleh tersangka dan kesaksian yang diberikan oleh saksi mata.

Selama Pengadilan Berlangsung


Peran pengacara, hakim, juri, dan terdakwa terhadap persidangan.

Psikologi kesehatan mempelajari prosesproses psikologis yang memengaruhi perkembangan, pencegahan, dan pengobatan penyakit-penyakit fisik.

Pesan Kesehatan untuk Masyarakat


Baik yang bernada ancaman maupun ajakan.

Dampak dari Stres

Penerapan psikologi sosial dalam dunia kerja (organisasi) kurang lebih bertujuan untuk mencapai tujuan organisasi tapi juga menyejahterakan sumber daya manusianya. Ada tiga topik penting dalam pembahasan ini: kepuasan kerja, organizational citizenship behavior, dan kepemimpinan.

Kepuasan Kerja

Organizational Citizenship Behavior

Kepemimpinan

Jauh sebelum kasus kriminal mencapai ruang sidang, ada dua faktor yang dapat mempengaruhi kesaksian dan keputusan para juri bahkan sebelum pengadilan dimulai. Dua faktor tersebut adalah: 1. Prosedur kepolisian terhadap tersangka 2. Informasi yang disebarkan media
PROSEDUR KEPOLISIAN TERHADAP TERSANGKA INFORMASI DARI MEDIA

Macam Gaya Interogasi

1/5

Kooperatif
Konseling Tidak emosional dan tidak menghakimi dalam usaha mencari bukti Bersekongkol Menolong, memuji, paternalistik, dan berorientasi untuk mendapatkan pengakuan dari tersangka

Mencari bukti
Gaya Bisnis Kasar, faktual, formal dalam usaha mencari bukti

Mencari pengakuan
Dominan Bersikap tidak sabaran dan emosional dalam usaha membuat tersangka mengaku

*Gaya interogasi yang berorientasi untuk memperoleh pengakuan dari tersangka memungkinkan terjadinya pengakuan bahkan dari tersangka yang sebetulnya tidak bersalah sekalipun.

PROSEDUR KEPOLISIAN TERHADAP TERSANGKA


INFORMASI DARI MEDIA

Konfrontasional

Macam Gaya Interogasi

2/5

Pengakuan Palsu
Kepatuhan para tersangka pada saat interogasi mungkin terjadi karena sistem kognitif kita bukanlah alat rekam. Maksudnya? Sistem kognitif kita tak lebih hanya sebagai alat untuk memaknai dunia, sehingga yang kita sebut sebagai ingatan mengenai suatu peristiwa sesungguhnya paduan antara fakta dan fiksi. Melalui celah inilah, pihak yang menginterogasi mempengaruhi sisi psikologis tersangka untuk mengakui kejahatannya.
PROSEDUR KEPOLISIAN TERHADAP TERSANGKA
INFORMASI DARI MEDIA

Penelitian Kassin & Kiechel pada tahun 1996

3/5

Tanpa Saksi

Kesaksian Palsu

Kecenderungan untuk mengaku (menurut) akan menjadi tinggi apabila ada bukti yang memberatkan (menunjukkan bahwa Ya, kamulah yang melakukannya!) dan bila tersangka tidak diberi kesempatan untuk berpikir.

PROSEDUR KEPOLISIAN TERHADAP TERSANGKA


INFORMASI DARI MEDIA

Penelitian Kassin & Kiechel pada tahun 1996

4/5

1. Patuh Menurut pada tuduhan bahwa dia memang menekan tombol ALT karena adanya saksi. 2. Internalisasi Menginternalisasikan pengakuan palsu tsb dengan memberitahu orang lain, Ya, aku memang melakukannya. 3. Konfabulasi Mengingat detail palsu yang sebetulnya tidak pernah ada (bahkan tidak dia ingat) untuk mengenali kejahatan yang telah dilakukan

Click to zoom-in

PROSEDUR KEPOLISIAN TERHADAP TERSANGKA


INFORMASI DARI MEDIA

Penelitian Kassin & Kiechel pada tahun 1996

4/5

Kesaksian Palsu Tanpa Saksi 1. Patuh Menurut pada tuduhan bahwa dia memang menekan tombol ALT karena adanya saksi. 2. Internalisasi Menginternalisasikan pengakuan palsu tsb dengan memberitahu orang lain, Ya, aku memang melakukannya. 3. Konfabulasi Mengingat detail palsu yang sebetulnya tidak pernah ada (bahkan tidak dia ingat) untuk mengenali kejahatan yang telah dilakukan

PROSEDUR KEPOLISIAN TERHADAP TERSANGKA


INFORMASI DARI MEDIA

Interogasi sebagai Alat untuk Memulihkan Ingatan

5/5

Repressed memoriesingatan yang terpendam: Apakah itu memang ingatan yang terpendam kemudian pulih, atau ingatan yang ditanamkan oleh orang lain (atau bahkan ditanamkan oleh orang itu sendiri)?

PROSEDUR KEPOLISIAN TERHADAP TERSANGKA


INFORMASI DARI MEDIA

Definisi Media & Survei Gallup (1990)

1/3

Media mampu membentuk opini masyarakat mengenai sesuatu.

Survei Gallup (1990) melaporkan bahwa orang Amerika memiliki kepedulian tinggi terhadap kriminalitas karena menurut mereka ancaman kejahatan kriminal sangat tinggi padahal kasus yang sebetulnya terjadi di masyarakat tidak sebanyak yang diungkapkan oleh masyarakat. Hal ini terjadi karena liputan media terhadap kriminalitas tinggi sehingga masyarakat menilai bahwa tingkat kriminalitas di negara mereka memang tinggi.
PROSEDUR KEPOLISIAN TERHADAP TERSANGKA

INFORMASI DARI MEDIA

Pengaruh Media

2/3

Tersangka sebetulnya adalah pihak yang diduga melakukan kejahatan.Itu berarti yang disebut tersangka belum pasti merupakan memang pelaku kejahatan. Jika media telah membuat opini umum bahwa tersangka memang pelaku, masyarakat tidak lagi berpikir bahwa lagi dia baru seorang tersangka tapi dia memang pelaku tindak kriminal.

Masyarakat akan mencap bahwa tersangka memang bersalah. Jika juri dan saksi mata yang ditunjuk untuk menjadi bagian dari sidang merupakan bagian dari masyarakat yang percaya pada opini bentukan media ini, maka besar kemungkinan tersangka telah dijatuhi keputusan bersalah bahkan sebelum sidang sebenarnya dimulai.

PROSEDUR KEPOLISIAN TERHADAP TERSANGKA

INFORMASI DARI MEDIA

Faktor yang Mempengaruhi Keakuratan Saksi Mata

3/3
Informasi yang diperoleh oleh saksi setelah terjadinya peristiwa

Kadar alkohol yang tinggi Bias antar ras Keberadaan senjata Sugesti pada anak

Kesaksian yang diberikan oleh saksi mata seharusnya independent, bebas dari pengaruh pihak lain, murni apa yang memang disaksikan oleh saksi mata.

Pada prosedur line-up (bukan show-up), penayangan foto tersangka akan mendorong saksi untuk mengidentifikasi tersangka yang sering ditampilkan.

PROSEDUR KEPOLISIAN TERHADAP TERSANGKA

INFORMASI DARI MEDIA

Unsur dalam Pengadilan

1/3

Unsur dalam suatu pengadilan: Hakim Pengacara (pembela dan penuntut) Juri Terdakwa Unsur-unsur dalam pengadilan ini dapat saling memengaruhi. Pengacara Seorang pengacara yang memiliki kharisma mampu memikat dan meyakinkan

terdakwa, saksi mata, juri, dan bahkan hakim. Oleh karena itu pengacara ideal sebetulnya merupakan seorang ahli hukum sekaligus aktor terlatih. Leading-question pertanyaan yang menjurus dapat membuat terdakwa atau saksi mata untuk tanpa sadar menjawab pertanyaan sesuai dengan yang diinginkan oleh pengacara.

Unsur dalam Pengadilan

2/3

Hakim Keputusan hakim secara tidak sengaja dan non-verbal mampu memengaruhi keputusan juri. Ketika hakim memutuskan terdakwa bersalah, sebagian besar juri akan setuju, sedangkan ketika hakim memutuskan terdakwa tidak bersalah, keputusan juri akan terbagi menjadi dua.

Juri Misalnya, seorang juri mungkin saja memiliki kecenderungan untuk memihak kepada laki-laki. Jika hakim, pembela, atapun penuntut merasa kecenderungan ini akan mengganggu calon juri untuk memberi penilaian secara netral, ada istilah Voir Dire untuk membatalkan calon juri.

Unsur dalam Pengadilan

3/3 Argument is meant to reveal the truth, not to create it. -Edward De Bono

Jika jaksa pembela berorientasi untuk memperoleh keputusan tidak bersalah untuk kliennya sedangkan jaksa penuntut berorientasi untuk memperoleh keputusan bersalah, maka besar kemungkinan bahwa persidangan hanya akan menjadi salah satu panggung sandiwara. Seharusnya persidangan menjadi tempat untuk mencari kebenaran di balik kenyataan yang ada.

1/3

Pesan Kesehatan Negatif


(Ancaman)

Pesan Kesehatan Positif (Ajakan)

1/3

Pesan Kesehatan Negatif


(Ancaman)

Pesan Kesehatan Positif (Ajakan)

1/3

Pesan Kesehatan Negatif


(Ancaman)

Pesan Kesehatan Positif (Ajakan)

Bentuk Pesan Kesehatan dan Respon Masyarakat

2/3

Pesan Kesehatan

Pesan kesehatan positif tidak selalu menghasilkan respon positif, begitu pula pesan kesehatan negatiftidak selalu menghasilkan respon negatif.

Positif

Negatif

Respon Masyarakat Positif

Respon Masyarakat Negatif

Respon Masyarakat Positif

Respon Masyarakat Negatif

Bentuk Pesan Kesehatan dan Respon Masyarakat

3/3

Pada pesan visual mengenai gosok gigi tadi, pesan kesehatan dalam bentuk negatif (ancaman) bisa saja membawa respon positif, tapi pada kasus lain yang sudah akut seperti merokok, pesan kesehatan yang mengancam justru dapat menimbulkan self-defense dan penghindaran. Misalnya: MEROKOK DAPAT MEMBUNUHMU!!

Kebanyakan perokok berat sudah kebal dengan ancaman ini dan bagi mereka, ancaman ini sama sekali tidak membuat mereka takut. Oleh karena itu pada kasus tertentu, pesan kesehatan yang bersifat untuk mengajak pada yang lebih baik lebih efektif daripada pesan berupa ancaman.

Definisi Stres

1/5

Stres didefinisikan sebagai peristiwa fisik atau psikologis apa pun yang dipersepsikan sebagai ancaman potensial terhadap kesehatan fisik atau emosional. Stres memiliki efek langsung dan efek tidak langsung terhadap timbulnya penyakit.

Efek Langsung dan Tidak Langsung

2/5

Efek langsung secara fisiologis - Meningkatnya jumlah lemak dalam sel- sel tubuh - Tekanan darah meningkat - Kekebalan tubuh menurun Efek tidak langsung Pada perilaku terkait dengan kesehatan: - Berkurangnya tingkah laku preventif

- Menunda usaha pencarian perawatan medis - Menghindari perawatan medis Pada perilaku terkait dengan kebugaran: - Meningkatnya konsumsi rokok dan minuman beralkohol - Memilih makanan yang kurang bergizi - Kurang tidur

Kerentanan Terhadap Stres

3/5 Self-Healing Personality


Menghindari konflik interpersonal Tidak perfeksionis Ekstrovert Menyelesaikan tugas pada waktunya

Disease-Prone Personality
Terlibat konflik inter-personal Perfeksionis Introvert Suka menunda Bias negatif terhadap peristiwa yang penuh tekanan Locus of control eksternal Pesimis Fokus pada hasil negatif Neurotik Tidak adaptif Self-esteem rendah Bergantung pada orang lain Inaccessible Attitudestidak tahu apa hal yang disukai dan yang tidak disukai

Kecenderungan bertingkah laku

Harapan dan belief

Bias positif terhadap peristiwa yang penuh tekanan Locus of control internal Optimis Fokus pada hasil positif Tidak neurotik Adaptif Self-esteem tinggi Mandiri Accessible Attitudestahu apa hal yang disukai dan yang tidak disukai

Karakteristik personal

Strategi Mengatasi Stres

4/5 3. Coping: fokus pada masalah Berusaha untuk mengatasi ancaman penyebab respon negatif Mengambil alih kontrol terhadap situasi yang mengancam tsb 4. Pentingnya dukungan sosial Kenyamanan secara fisik dan psikologis yang diberikan oleh orang lain sangat bermanfaat ketika kita kita sedang mengalami stres.

1. Meningkatkan kebugaran tubuh Makan buah dan sayuran Minum 8 gelas per hari Berolahraga minimal 15-20 menit sekali per hari

2. Coping: fokus pada emosi


Mengurangi respon-respon emosional negatif yang muncul akibat dari suatu ancaman Meningkatkan responrespon positif

How Can Pets Be So Heart-warming and Relieve Stress?

5/5

4.

1. Memelihara binatang dapat meningkatkan mood 2. Memelihara binatang dapat mendorong kita untuk sering berolahraga 3. Memelihara binatang dapat meningkatkan interaksi sosial Ketika seseorang sedang bersama hewan peliharaan, dia lebih mudah didekati (karena lebih terbuka)

Hewan adalah salah satu sahabat terbaik manusia Tanpa kita sadari, hewan (peliharaan) mampu menawarkan dukungan sosial yang tidak mampu ditawarkan oleh sesama manusiacinta tanpa syarat (unconditional love). Kita bisa bercerita mengenai apapun pada hewan tanpa takut dia akan mencela atau menilai kita. Diamnya seekor hewan peliharaan adalah diam yang menenangkan.

Definisi Kepuasan Kerja

1/2

Kepuasan kerja adalah sikap seseorang terhadap pekerjaan mereka.

Namun ternyata efek kepuasan kerja terhadap kinerja tugas lebih lemah dari yang kita duga. Mengapa? Misalnya saja bisa dilihat pada bagian produksi yang memang harus memenuhi angka produksi tertentu, tidak bisa lebih, tidak bisa kurang. Mereka hanya bisa menunggu pesanan untuk dikerjakan.

Faktor Kepuasan Kerja

2/2

Kepuasan Kerja Faktor Organisasi


Imbalan (gaji)
Kondisi fisik tempat kerja

Faktor Personal
Core-self Evaluation Self-esteem Self-efficacy

Locus of control

Kestabilan emosi

Organizational citizenship behavior (OCB) adalah perilaku kemasyarakatan dalam organisasi. Contoh dari OCB adalah perilaku pro-sosialyang jelas menguntungkan orang lain, tapi keuntungannya bagi diri sendiri kurang jelas; seperti: meringankan beban pekerjaan orang lain yang terlalu berat, selalu tepat waktu, dan menghindari diri untuk berlama-lama mengambil waktu istirahat. Ketika seseorang merasa diperlakukan adil oleh organisasi, mereka akan cenderung menunjukkan adalah perilaku kemasyarakatan dalam organisasi. Faktor lain yang memengaruhi OCB adalah persepsi orang tsb terhadap keleluasaan pekerjaan merekaperilaku mana yang memang bagian dari tugas, dan mana yang sukarela.

Definisi Kepemimpinan

1/3

Kepemimpinan adalah sebuah proses ketika seseorang memengaruhi suatu kelompok dalam upaya pencapaian tujuan bersama kelompok..

Kepemimpinan hampir mirip dengan bakat alam karena seorang pemimpin biasanya memang memiliki trait-trait tertentu: Dorongan (hasrat) Energi yang besar dan resolusi Kepercayaan diri Kreativitas Motivasi kepemimpinan Fleksibilitas

Dua Dimensi Dasar Pemimpin

2/3

Kepedulian (+)
Kepedulian rendah pada produksi, kepedulian tinggi pada manusia

Kepedulian tinggi pada produksi, kepedulian tinggi pada manusia Ada dua dimensi dasar pada perilaku pemimpin: kepedulian (terhadap pekerja) dan prakarsa kerja (mengutamakan tujuan)

(-) Prakarsa Kerja


Kepedulian rendah pada produksi, kepedulian rendah pada manusia

Prakarsa Kerja (+)

Kepedulian tinggi pada produksi, kepedulian rendah pada manusia

Kepedulian (-)

Pemimpin yang Kharismatik

3/3

Setelah mengamati karakteristik para pemimpin yang berpengaruh; seperti: Martin Luther King dan Franklin Roosevelt, pada umumnya masyarakat setuju bahwa para pemimpin tsb memiliki karakteristik sebagai berikut: Pengaruh sosok ideal Stimulasi intelektual Motivasi inspirasional (visi yang jelas) Kepedulian individual

Mugi Lestari Annisa Tungga Dewi Annisa Nuriowandari

(PS05713) (PS05737) (PS05748)