Anda di halaman 1dari 14

BAB 5 KEWAJIBAN HUKUM

RUGUN JUWITA PUTRI YOHANNA LUCYANA RIKA NURHIDAYANTI REFALIA FARIDA SHERLLY THUNADI 0814190026 0814190032 0814190037 0814190087 0814190374

Audit 1 Kamis, 7.50 10.20 (AB. 401)

Kesadaran pemakai laporan keuangan yang meningkat. Kesadaran yang meningkat di pihak SEC. Kerumitan fungsi-fungsi auditing dan akuntansi yang disebabkan globalisasi bisnis. Kecendrungan masyarakat untuk menerima tuntutan dari pihak yang dirugikan tanpa melihat siapa yang salah. Keputusan pengadilan mendorong para pengacara untuk memberikan pelayanan hukum. Banyak kantor akuntan publik lebih memilih menyelesaikan masalah hukum di luar pengadilan. Kesulitan yang dihadapi hakim dan juri dalam memahami masalah teknis akuntansi dan auditing.

Kegagalan bisnis terjadi apabila bisnis tersebut tidak mampu mengembalikan pinjamannya karena keadaan ekonomi atau bisnis. Kegagalan audit terjadi apabila auditor mengeluarkan pendapat audit yang tidak benar karena gagal memenuhi persyaratan standar audit. Risiko audit merupakan kemungkinan bahwa auditor akan menyimpulkan setelah melaksanakan audit yang memadai, bahwa laporan keuangan telah dinyatakan secara wajar sedangkan dalam kenyataannya mengandung salah saji yang meterial.

KONSEP-KONSEP HUKUM YANG MEMPENGARUHI KEWAJIBAN

Kewajiban yang timbul dari tindakan salah satu pemilik tidak mempengaruhi aktiva pribadi pemilik lain kecuali pemilik lain terlibat langsung dalam tindakan yang dilakukan pemilik yang menyebabkan kewajiban ini. Tentu saja, aktiva perusahaan menjadi jaminan atas kerugian yang mungkin timbul
.

SYARAT-SYARAT HUKUM YANG MEMPENGARUHI KEWAJIBAN AKUNTAN PUBLIK


Syarat yang berkaitan dengan kelalaian dan penipuan Kelalaian biasa Kelalaian besar Penipuan konstruktif Penipuan yang berkaitan dengan hukum kontrak
Syarat

Pelanggaran kontrak Manfaat pihak ketiga Common law UU Statuter

Syarat-syarat

lain

Kewajiban bersama dan tertertentu Kewajiban terpisah dan proporsional

EMPAT SUMBER UTAMA KEWAJIBAN HUKUM AUDITOR


Kewajiban kepada klien. Kewajiban kepada pihak ketiga

menurut common law. Kewajiban sipil menurut UU sekuritas federal. Kewajiban kriminal.

KEWAJIBAN SIPIL MENURUT UNDANG-UNDANG SEKURITAS FEDERAL


Securities Act Tahun 1933 hanya berkaitan dengan persyaratan

pelaporan bagi perusahaan yang menerbitkan sekuritas baru. Satusatunya pihak yang mendapat ganti rugi dari auditor menurut UU tahun 1933 adalah pembeli pertama sekuritas tersebut. Jumlah ganti rugi yang potensial adalah harga beli awal dikurangi nilai sekuritas pada saat tuntutan diajukan. Auditor bertanggung jawab untuk memastikan bahwa laporan keuangan telah dinyatakan secara wajar setelah tanggal penerbitannya sampai tanggal laporan pendaftaran mulai berlaku.
Kewajiban auditor menurut Securities Exchange Act tahun 1934

sering berpusat pada laporan keuangan yang telah diaudit yang diterbitkan kepada publik dalam laporan keuangan.

KEWAJIBAN SIPIL MENURUT UNDANGUNDANG SEKURITAS FEDERAL


* Peraturan
10b-5 dari Securities Exchange Act tahun 1934. Berbagai keputusan pengadilan federal menjelaskan bahwa Peraturan 10b-5 berlaku tidak hanya bagi penjual langsung, tetapi juga akuntan, penjamin emisi, dan pihak lainnya. Auditor UU Tahun 1934. Tiga pembeaan yang tersedia bagi auditor dalam kasus tuntutan menurut common law oleh pihak ketiga juga berlaku bagi tuntutan menurut UU tahun 1934: pelaksanaan kerja tanpa kelalaian, tidak ada kewajiban, dan ketiadaan hubungan timbal-balik atau sebab-akibat. SEC. SEC mempunyai wewenang dalam situasi tertentu untuk menjatuhkan sanksi atau melarang para praktisi untuk mengaudit perusahaan-perusahaan yang menjadi anggota SEC.

* Pembelaan

* Sanksi

KEWAJIBAN SIPIL MENURUT UNDANGUNDANG SEKURITAS FEDERAL


Foreign Corrupt Practices Act tahun 1977. UU ini

melarang pemberian uang suap kepada pejabat di luar negeri untuk mendapatkan pengaruh dan memperoleh atau mempertahankan hubungan bisnis. Sarbanes-Oxley Act Tahun 2002. UU ini mensyaratkan CEO dan CFO untuk mengesahkan laporan keuangan tahunan serta kuartalan yang didaftarkan ke SEC. Manajemen harus melaporkan penilaiannya terhadap efektivitas pengendalian internal atas pelaporan keuangan, dan auditor harus memberikan pendapat atas penilaian manajemen serta efektivitas pengendalian internal atas pelaporan keuangan.

KEWAJIBAN KRIMINAL

Para akuntan publik dapat dianggap bertanggung jawab menurut kewajiban kriminal bagi akuntan ( criminal liability for accountants). Semua peraturan menetapkan bahwa menipu orang lain, yaitu dengan sadar terlibat dalam laporan keuangan palsu merupakan tindakan kriminal

RESPONS PROFESI TERHADAP KEWAJIBAN HUKUM


Beberapa aktivitas khusus: Riset dalam auditing. Penetapan standard dan peraturan Menetapkan persyaratan untuk melindungi auditor Menetapkan persyaratan peer review Melawan tuntutan hukum Pendidikan bagi pemakai laporan keuangan Memberi sanksi kepada anggota karena perilaku dan

kinerja yang tidak pantas Melobi perubahan UU

Beberapa dari tindakan yang umum untuk meminimalkan kewajiban seorang auditor adalah: Hanya berurusan dengan klien yang memiliki integritas. Mempekerjakan personil yang kompeten dan melatih serta mengawasi mereka secara layak Mengikuti standar profesi. Mempertahankan independensi. Memahami bisnis klien. Melaksanakan audit yang bermutu.

Mendokumentasikan pekerjaan secara layak. Mendapatkan surat penugasan dan surat representasi. Mempertahankan hubungan yang bersifat rahasia. Mengadakan asuransi yang memadai. Mencari bantuan hukum. Memilih bentuk organisasi dengan kewajiban terbatas. Mengungkapkan skeptisme profesional.