Anda di halaman 1dari 18

Kelas Reptilia (Mabouya multifasciata)

JURNAL REPTILIA

Page 1

KLASIFAKASI ILMIAH :
Kingdom Phylum : : Animalia Chordata Vertebrata Reptilia Squamata Scincidae Mabouya : Mabouya multifasciata

Subphylum : Class Ordo Subordo Genus Species : : : :

JURNAL REPTILIA

Page 2

I. II.

Topik Praktikum
Kelas Reptilia (Mabouya multifasciata)

Tujuan Praktikum
Untuk menyelidiki morfologi dan anatomi hewan yang termasuk pada kelas Reptilia.

III.

Dasar Teori
Kadal adalah hewan bersisik berkaki empat yang termasuk kelompok reptil. Secara luas, pengertian kadal atau kerabat kadal (bahasa Inggris: lizards) juga mencakup kelompok cecak, tokek, bunglon, cecak terbang, biawak, iguana dan lain-lain. Sedangkan secara sempit, istilah kadal dalam bahasa Indonesia biasanya merujuk terbatas pada kelompok kadal yang umumnya bertubuh kecil, bersisik licin berkilau, dan hidup di atas tanah (Ingg.: skink, suku Scincidae, atau umumnya anggota infraordo Scincomorpha). Jadi, secara umum kadal ini mencakup jenis-jenis yang bertubuh kecil seperti kadal pasir Lygosoma, sampai ke biawak Komodo (Varanus komodoensis) yang bisa mencapai panjang lebih dari 3 m. Secara ilmiah, kelompok besar ini dikenal sebagai subordo atau anak bangsa Lacertilia (=Sauria), bagian dari bangsa hewan bersisik (Squamata). Anak bangsa Lacertilia pada umumnya memiliki empat kaki, lubang telinga luar, dan pelupuk mata yang dapat dibuka tutup. Meskipun demikian, sebagai kekecualian, ada pula anggotaanggotanya yang tidak memiliki sebagian ciri itu. Contohnya adalah ular kaca (glass snake atau glass lizard, suku Anguidae) yang tak berkaki. Selain karakter yang disebutkan di atas, sebagaimana galibnya reptil, kadal berdarah dingin (itu sebabnya kadal kerap berjemur) dan mempunyai sisik-sisik yang beraneka bentuknya yang terbangun dari zat tanduk. Terdiri tak kurang dari 40 suku, kadal memiliki pola warna, bentuk dan ukuran yang sangat beragam. Sebagian jenis mempunyai sisik-sisik yang halus berkilau, terkesan licin atau seperti berminyak, walaupun sebenarnya sisik-sisik itu amat kering karena kadal tidak memiliki pori di kulitnya untuk mengeluarkan keringat atau minyak. Kebanyakan kadal bertelur (ovipar), meskipun ada pula yang melahirkan anak (vivipar). Juga, umumnya kadal dapat menumbuhkan kembali ekor atau bahkan tungkai yang terputus. Beberapa spesies kadal tak berkaki, seperti ular kaca misalnya, memiliki struktur gelangan bahu dan panggul dalam tubuhnya, meski tak ada tungkainya. Meski bentuknya mirip, kadalkadal ini bisa dibedakan dari ular sejati karena memiliki pelupuk mata yang dapat digerakkan, lubang telinga luar, dan dapat memutuskan ekornya dalam keadaan bahaya; ciri-ciri yang tak dimiliki oleh ular. Banyak jenis kadal yang merupakan pemanjat pohon yang baik atau pelari cepat. Beberapa di antaranya bahkan dapat berlari di atas dua kaki dengan amat cepatnya, seperti halnya kadal tercepat di dunia: iguana berekor duri dari marga Ctenosaura. Kadal-kadal tertentu, misalnya bunglon, dapat berganti warna sesuai kondisi lingkungan atau suasana hati. Meski kebanyakan hidup di daratan, umumnya kadal dapat berenang dengan baik. Beberapa jenisnya, seperti biawak, bahkan beradaptasi dengan baik di lingkungan perairan. Ukuran reptil bervariasi, dari yang berukuran hingga 1,6 cm (tokek kecil, Sphaerodactylus ariasae) hingga berukuran 6 m dan mencapai berat 1 ton (buaya air asin, Crocodylus porosus). Cabang ilmu pengetahuan alam yang mempelajari reptil adalah herpetologi.

JURNAL REPTILIA

Page 3

Kata Reptilia berasal dari kata reptum yang berarti melata. Reptilia merupakan kelompok hewan darat pertama yang sepanjang hidupnya bernafas dengan peru-paru. Ciri umum kelas ini yang membedakan dengan Kelas yang lain adalah seluruh tubuhnya tertutup oleh kulit kering atau sisik. Kulit ini menutupi seluruh permukaan tubuhnya dan pada beberapa anggota ordo atau sub-ordo tertentu dapat mengelupas atau melakukan pergantian kulit baik secara total yaitu pada anggota Sub-ordo Ophidia dan pengelupasan sebagian pada anggota Sub-ordo Lacertilia. Sedangkan pada Ordo Chelonia dan Crocodilia sisiknya hampir tidak pernah mengalami pergantian atau pengelupasan. Kulit pada reptil memiliki sedikit sekali kelenjar kulit. Reptilia termasuk dalam vertebrata yang pada umumnya tetrapoda, akan tetapi pada beberapa diantaranya tungkainya mengalami reduksi atau hilang sama sekali seperti pada serpentes dan sebagian lacertilia. Reptilia yang tidak mengalami reduksi tungkai umumnya memiliki 5 jari atau pentadactylus dan setiap jarinya bercakar. Rangkanya pada reptilia mengalami osifikasi sempurna dan bernafas dengan paru-paru. Semua Reptil bernafas dengan paru-paru. Jantung pada reptil memiliki 4 lobi, 2 atrium dan 2 ventrikel. Pada beberapa reptil sekat antara ventrikel kanan dan ventrikel kiri tidak sempurna sehingga darah kotor dan darah bersih masih bisa bercampur. Reptil merupakan hewan berdarah dingin yaitu suhu tubuhnya bergantung pada suhu lingkungan atau poikiloterm. Untuk mengatur suhu tubuhnya, reptil melakukan mekanisme basking yaitu berjemur di bawah sinarmatahari. Saluran ekskresi Kelas Reptilia berakhir pada kloaka. Ada dua tipe kloaka yang spesifik untuk ordo-ordo reptilia. Kloaka dengan celah melintang terdapat pada Ordo Squamata yaitu Sub-ordo Lacertilia dan Sub-ordo Ophidia. Kloaka dengan celah membujur yaitu terdapat pada Ordo Chelonia dan Ordo Crocodilia. Pada anggota lacertilia, lidah berkembang baik dan dapat digunakan sebagai ciri penting untuk identifikasi. Semua reptil memiliki gigi kecuali pada ordo testudinata. Pada saat jouvenile, reptil memiliki gigi telur untuk merobek cangkang telur untuk menetas, yang kemudian gigi telur tersebut akan tanggal dengan sendirinya saat mencapai dewasa. Beberapa jenis reptil memiliki alat pendengaran dan ada yang yang dilengkapi telinga luar atupun tidak. Pada beberapa jenis lainnya, alat pendengaran tidak berkembang. Mata pada reptil ada yang berkelopak dan ada yang tidak memiliki kelopak mata. Kelopak mata pada reptil ada yang dapat digerakkan dan ada yang tidak dapat digerakkan dan ada juga yang berubah menjadi lapisan transparan. Habitat dari Kelas Reptilia ini bermacam-macam. Ada yang merupakan hewan akuatik seperi penyu dan beberapa jenis ular, semi akuatik yaitu Ordo Crocodilia dan beberapa anggota Ordo Chelonia, beberapa Sub-ordo Ophidia, terrestrial yaitu pada kebanyakan Sub-kelas Lacertilia dan Ophidia, bebepapa anggota Ordo Testudinata, sub terran pada sebagian kecil anggota Sub-kelas Ophidia, dan arboreal pada sebagian kecil Sub-ordo Ophidia dan Lacertilia. Kelas reptilia dibagai menjadi 4 ordo, yaitu Rhyncocephalia (contohnya: Tuatara) Testudinata / Chelonia (contohnya: Penyu, Kura-kura, dan Bulus), Squamata (Contohnya: Serpentes, Lacertilia, dan Amphisbaena) dan Crocodilia (contohnya: Buaya, Aligator, Senyulong, dan Caiman). a. Ordo Chelonia atau Testudines Chelonia adalah reptilia yang memiliki cangkang. Cangkang bagian atas disebut karapaks, sedangkan bagian bawahnya disebut plastron. Cangkang merupakan bagian dari tulang belakang dan modifikasi tulang rusuk yang berfungsi sebagai pelindung dari pemangsanya. JURNAL REPTILIA

Page 4

Rahang rahang tidak bergigi, tetapi berzat tanduk.Hidup di laut, di air tawar, atau di darat. Tubuh lebar. Rusuk-rusuk bersatu dengan perisai dorsal. Ovipar, telur diletakkan dalam lubang-lubang galian yang dibuat hewan betina. Chelonia yang hidup di laut adalah penyu hijau (Chelonia mydas) dan penyu belimbing (Dermochelys coriacea) yang memiliki kaki berbentuk dayung untuk berenang. Cangkang chelonia lebih tipis dibandingkan Chelonia darat.Contoh chelonia darat adalah kura-kura paua (Chelodina novaeguineae).Chelonia termasuk hewan berumur panjang hingga mencapai 200 tahun. b. Ordo Squamata atau Lepidosauria Squamata adalah reptilia yang umumnya memiliki kulit bersisik kecil-kecil dan fleksibel.Tidak ada rusuk abdominal..terdiri dari sub-ordo, yaitu: Sub-ordo Lacertilia(Sauria) Tubuh panjang, tetapi kurang dari 30cm. Kaki 4 buah yang kadang-kadang tereduksi atau hilang sama sekali.Mandibula brsatu di bagian anterior. Kelopak mata biasanya dapat digerakkan. Bentuk lidah bercabang. Mempunyai kandung kemih. Contoh: bunglon( Agama sp), kadal(Mabouya multifasciata). Sub-ordo Ophidia Tidak mempunyai kaki ( tidak mempunyai telapak kaki). Lubang yelinga, tulang dada(sternum), dan kandung kemih.tidak ada. Bola mata tidak dapat digerakkan, tertutup oleh sisik transparan. Tidak mempunyai kelopak mata. Lidah panjang, bercabang dua dapat dijulurkan keluar. Gigi panjang dan gilig, terdapat pada rahang atas, langit-langit mulut, dan juga pada tulang pterigoid. Contoh: ular piton( Phyton reticulatus) c. Ordo Crocodilia Crocodilia memiliki sisik tebal dari keratin dan diperkuat dengan lempengan tulang yang disebut skuta sebagai pelindung. Rusuk-rusuk abdominal. Tubuh panjang , kepala besar dan panjang. Rahang sangat kuat dengan gigi-gigi konis, tumpul. Hidup di laut atau air tawar. Kaki depannya berjari lima, sedangkan kaki belakang berjari empat sebagian berselaput untuk berenang. Jari-jari dengan kuku. Ekor panjang pipih. Lubang telinga kecil, tertutup kulit. Lidah tidak dapat dijulurkan. Tidak mempunyai kandung kemih. Ovipar. Telur diletakkan dalam daun-daun yang membusuk. Lubang hidung terletak di ujung moncongnya yang memungkinkan untuk bernapas saat di dalam air.jantungnya beruang empat namun memiliki pori di antara bilik kiri dan kanan. Contoh spesies adalah buaya muara ( Crocodylus porosus ). Ular tidak memiliki kaki dan bertubuh panjang serta memiliki sisik.Tulang rahang ular bersambungan secara longgar sehingga memungkinkan menelan mangsa yang lebih daripada tubuhnya.Gigi di mulut ular memiliki fungsi untuk mengunyah, melainkan untuk memegang mangsanya agar tidak mudah lepas.Ular berbisa memiliki sepasang gigi berlubang dan tajam untuk menyuntikkan bisa ke mangsanya.Lidahnya dapat dijulurkan untuk mengipas bau ke arah organ penciumannya.Ular memiliki kepekaan terhadap getaran yang berperan untuk mencari mangsanya.Ular tertentu memiliki kepekaan terhadap suhu JURNAL REPTILIA

Page 5

mangsanya.Sebagian jenis ulat bersifat ovovivipar, yaitu telur menetas di dalam tubuh induk.Contohnya adalah ular sendok (Naja sumatrana), ular kobra (Ophiophagus hannah), dan ular sanca (Phyton sp.). Kebanyakan kadal tinggal di atas tanah (terestrial), sementara sebagiannya hidup menyusup di dalam tanah gembur atau pasir (fossorial). Sebagian lagi berkeliaran di atas atau di batang pohon (arboreal). Alih-alih sebagai predator penyergap, kebanyakan kadal aktif menjelajahi lingkungannya untuk memburu mangsa. Walaupun kebanyakan jenisnya adalah binatang pemangsa (predator), namun sesungguhnya makanan kadal sangat bervariasi. Mulai dari buah-buahan dan bahan nabati lain, serangga, amfibia, reptil yang lain, mamalia kecil, bangkai, bahkan kadal besar semacam biawak Komodo juga dapat memburu mamalia besar, hingga sebesar rusa atau babi hutan. Kadal-kadal bertubuh kecil memakan aneka serangga seperti nyamuk, lalat, ngengat dan kupu-kupu, berbagai tempayak serangga, cacing tanah, sampai kodok dan reptil yang lain yang berukuran lebih kecil. Kadal kebun (Mabuya multifasciata) terkadang memangsa kodok tegalan (Fejervarya limnocharis), bahkan suka memanjat tembok yang kasar untuk menangkap cecak kayu (Hemidactylus frenatus) yang terlengah.

JURNAL REPTILIA

Page 6

IV.

Alat dan Bahan


ALAT 1.Silet 2.Pisau kecil 3.Scalpell 4.Sonde 5.Bak lilin 6.Jarum pentul 1.kadal 2.Krloroform 3.Kapas 4.tisue 5.alkohol 70% BAHAN

V.
1. 2. 3. 4. 5. 6.

Prosedur Kerja
Menyiapkan alat dan bahan yang akan di gunakan dalam melakukan pengamatan Membius atau membunuh kadal menggunakan kloroform, yang akan di amati dan di bedah Meletakkan kadal yang telah di bius di atas bak lilin atau papan bedah Menggambar morfologi kadal dan memberi keterangan pada gambar Membedah kadal pada bagian pentral Mengamati anatomi kadal dan menggambarkan anatomi kadal dan memberi keterangan pada gambar 7. Mengamati bagian system digestorim, system respirasi dan system urogenitale. 8. Menggambarkan dari ke 3 sistem dan memberi keterangan pada gambar.

JURNAL REPTILIA

Page 7

VI.

Hasil Pengamatan
Gambar Pengamatan Gambar Pembanding a. Morfologi kadal

b. System pernafasan

JURNAL REPTILIA

Page 8

Gambar Pengamatan

Gambar Pembanding c. System pencernaan

d. System reproduksi

JURNAL REPTILIA

Page 9

Gambar Pengamatan

Gambar Pembanding e. Squama (sisik)

JURNAL REPTILIA

Page 10

VII.

Pembahasan
Morfologi Kadal Badannya tertutp kulit yang menanduk, kadang-kadang sebagai sisik, beberapa ada yang memiliki kelenjar permukaan kulit dan tidak berlendir. Squama merupakan exsoskeleton (skeleton yang terjadi pada dinding dataran luar badan) terdiri dari bahan tanduk terbentuk karena adanya lipatan-lipatan corium yang kemudian masing-masing lipatan tetutup oleh ephidermis yang menanduk tebal. Bentuk squama hexagonal. Besarnya tidak sama di berbagai tempat, pada dorsal dan ventral cauda berbentuk melebar. Bentuk sisik pada caput amat berlainan pada berbagai spesies yang berlainan, hingga di pakai menjadi faktor penting dalam determinasi. Warna squama kuning kecoklatan di bagian dorsal dan lateral. Putih pada dinding ventral. Pada cauda tersusun annulair. Pada dorsal caput sisik berlekatan pada basisnya dengan tulang cranium yang menulang. Memiliki dua pasang kaki dengan lima jari dengan kuku-kuku yang cocok untuk lari, mencengkram dan naik pohon. Pada yang masih hidup di air kakinya mempunyai bentuk dayung. Pada ular bahkan tidak memilikinya.skeletonnya mengalami penulangan secara sempurna, tempurung kepalamempunyai occipital condyl. Mata berpalpebra superior dan inperior yang dapat bergerak. Mempunyai lensa crystalline. Mempunyai cloaca. Bernafas dengan pulmo. Mabuoya tidak berpinnae, mempunyai cor yang terdiri dari 2 atria dan 2 ventrikeltak ada bulbus arteriosus. Berbeda dengan Rana, kepala (caput) relative amat kecil jika di bandingkan dengan truncusnya yang berbentuk agak pyramidal, meruncing ke arah cranial dan memipih dalam arah dorso-ventral. Truncus berbentuk memenjang, convex dalam arah dorsalateral dan datar di bagian ventral. Cervix (collum) panjang dan melanjutkan dari sebagai truncus. Pada Rana tidak dapat di bedakan dengan jelas antara caput dengan truncus dan candanya. Pada Mabuoya membran tympani sudah agak masuk kedalam. AnatomiKadal a. System pernafasan Terdiri dari bagian-bagian: 1. Larynx 2. Trachea 3. Biforcatio trachea 4. Bronchus 5. Pulmo 6. Annulus trachealis 7. Rima glottidis 8. Facies ventralis 9. Facies lateralis 10. Facies dorsalis Bagian-bagiannya di mulai dari: Udara masuk melalui lubang hidung ke hidung bagian dalam (di belakang velum). Rima glottidis sebagai celah di belakang lingua menuju ke ruang larynx.larynx dindingnya dibentuk oleh beberapa tulang rawan (pada lacerta didapatkan cartilage arythenoidae yang sepasang dan cartilage cricodae yang tunggal). Trachea sebagai lanjutan larynx, terdapat di sebelah

JURNAL REPTILIA

Page 11

ventral dan collum,panjang, dindingnya tersusun atas lingkaran-lingkaran tulang rawan. Di daerah thorax trachea bercabang menjadi 2 bronchus yang pendek (senistrum dan dextrum). Percabangan itu di sebut biforcatio trachea. Bronchus masuk dan bercabangcabang dalam pulmo. Pulmo terdiri dari 1 pasang yaitu sinister dan dexter yang mana struktur dalamnya seperti rumah tawon. Pulmo lacertilia dan ophidia ialah relatif sederhana. Pada beberapa bentuk, bagian internal pulma terbagi tidak sempurna menjadi 2 bagian, ialah bagian anterior berdinding saccuter sedang bagian posterior berdinding licin, tidak vasculer dan berfungsi terutama untuk reservoir. Pada ular umumnya pulmo mempunyai lekukan-lekukan yang asymetri, pulmo kanan selalu sangat pamang. Sistem respirasi pada mabounya seperti ini sudah setingkat lebih tinggi bila dibandingkan dengan respirasi rana Sp, yaitu rana Sp tidak mempunyai trachea sedang mabouya Sp. Jelas sudah mempunyai trachea. Tractus respiratorius pada mabouya mulai dari cranial terdiri dari: Larinx rima glottidis trachea biffucatio trachea bronchus pulmo b. System pencernaan Terdiri dari bagian-bagian; 1. Esophagus 2. Ventriculus 3. Duodenum 4. Intestenum tenue 5. Coecum 6. Rectum 7. Cloaca 8. Hepar 9. Vesica fellea 10. Pancreas Di mulai dari: 1. Sebagaimana pada ikan dan amfibi, sistem pencernaan makanan pada reptil meliputi saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Reptil umumnya karnivora (pemakan daging). Secara berturut-turut saluran pencernaan pada reptil meliputi: rongga mulut: bagian rongga mulut disokong oleh rahang atas dan bawah, masingmasing memiliki deretan gigi yang berbentuk kerucut, gigi menempel pada gusi dan sedikit melengkung ke arah rongga mulut. Pada rongga mulut juga terdapat lidah yang melekat pada tulang lidah dengan ujung bercabang dua, 2. Esofagus (kerongkongan), 3. Ventrikulus(lambung), 4. Intestinum: terdiri atas usus halus dan usus tebal yang bermuara pada anus. Kelenjar pencernaan pada reptil meliputi hati, kantung empedu, dan pankreas. Hati pada reptilia memiliki dua lobus (gelambirf dan berwarna kemerahan. Kantung empedu terletak pada tepi sebelah kanan hati.

JURNAL REPTILIA

Page 12

Pankreas berada di antara lambung dan duodenum, berbentuk pipih kekuningkuningan. Pada sistem pencernaan dibedakan antara tractus digestivus dan glandula digestoria. 1. Tractus Digesntivum terdiri dari cavum oris, pharynx, esophagus, vetriculus, intestinum tenve, cecum, intestinum crassum dan cloaca. Didalam cavum oris terdapat dentes yang berbentuk canus. Dentes ini berbentuk pleurodont, artinya menempel pada sisi samping gingiva, sedikit melengkung ke arah medial cavum oris. Pada mabouya tidak kita jumpai dentes palatini. Selain itu dalam cavum oris terdapat lingua yang berpangkal pada Os hyldeum di sebelah caudal cavum oris, ujungnya bersifat befida. 2) Ventriculus pada mabouya ini berdinding musular yang tebal dari bentuk cylindris. Intestinum crassum berfungsi sebagai rectum. Cecum merupakan batas antara instestinum tenve dan intestinum crassum. 3) Glandula digestaria, terdiri dari hepar dan pancreas, empedu yang dihasilkan oleh hepar ditampung kantong yang disebut vesica fellea. Hepar terdiri atas 2 lobi, yaitu sinister dan dekter dan berwarna coklat kemerahan. Vesica fellea terletak pada tapi coudal lobus dexter hepatis. Pancreas terletak dalam suatu lengkung antara ventriculus dan duodenum. Ductus cysticus dari vesica fellea menuju jaringan pancreas bergabung dengan ductulli pancreatici, kemudian keluar menjadi satu ductus yang besar disebut hepato-pancreaticus atau ductus choledochus yang bermuara pada duodenum. Ventriculus terikat pada dinding tubuh dengan perantaraan suatu alat penggantung yang disebut mesogastrium. Kemudian alat penggantung instestinum tenue disebut mesenterium, alat penggantung intestinum crassum (rectum) disebut mesorectum. Antara permukaan dorsal hepar dan ventriculus terdapat suatu lipatan tipis yaitu omentum gastrohepaticum. Omentum ini melanjutkan diri ke caudal disebut omentum duodeno-hepaticum yang menghabungkan hepar dengan duodenum. c. system reproduksi Kelompok reptil seperti kadal, ular dan kura-kura merupakan hewan-hewan yang fertilisasinya terjadi di dalam tubuh (fertilisasi internal). Umumnya reptil bersifat ovipar, namun ada juga reptil yang bersifat ovovivipar, seperti ular garter dan kadal. Telur ular garter atau kadal akan menetas di dalam tubuh induk betinanya. Namun makanannya diperoleh dari cadangan makanan yang ada dalam telur. Reptil betina menghasilkan ovum di dalam ovarium. Ovum kemudian bergerak di sepanjang oviduk menuju kloaka. Reptil jantan menghasilkan sperma di dalam testis. Sperma bergerak di sepanjang saluran yang langsung berhubungan dengan testis, yaitu epididimis. Dari epididimis sperma bergerak menuju vas deferens dan berakhir di hemipenis. Hemipenis merupakan dua penis yang dihubungkan oleh satu testis yang dapat dibolak-balik seperti jari-jari pada sarung tangan karet. Pada saat kelompok hewan reptil mengadakan kopulasi, hanya satu hemipenis saja yang dimasukkan ke dalam saluran kelamin betina. Ovum reptil betina yang telah dibuahi sperma akan melalui oviduk dan pada saat melalui oviduk, ovum yang telah dibuahi akan dikelilingi oleh cangkang yang tahan air. Hal ini akan mengatasi persoalan setelah telur diletakkan dalam lingkungan basah. Pada kebanyakan JURNAL REPTILIA Page 13

jenis reptil, telur ditanam dalam tempat yang hangat dan ditinggalkan oleh induknya. Dalam telur terdapat persediaan kuning telur yang berlimpah. Hewan reptil seperti kadal, iguana laut, beberapa ular dan kura-kura serta berbagai jenis buaya melewatkan sebagian besar hidupnya di dalam air. Namun mereka akan kembali ke daratan ketika meletakkan telurnya. System genital jantan: 1) Memiliki alat kelamin khusus : HEMIPENIS 2) Sepasang testis 3) Memiliki epididimis 4) memiliki vasdeferena. a) Testis berbentuk oval, relatif kecil, berwarna keputih-putihan, berjumlah sepasang, dan terletak di dorsal rongga abdomen. Pada kadal dan ular, salah satu testis terletak lebih ke depan dari pada yang lain. Testis akan membesar saat musim kawin. b) Saluran reproduksi, duktus mesonefrus berfungsi sebagai saluran reproduksi, dan saluran ini akan menuju kloaka. Sebagian duktus wolf dekat testis bergelung membentuk epididimis. Tubulus mesonefrus membentuk duktus aferen yang menghubungkan tubulus seminiferus testis dengan epididimis. Duktus wolf bagian posterior menjadi duktus deferen. Pada kebanyakan reptil, duktus deferen bersatu dengan ureter dan memasuki kloaka melalui satu lubang, yaitu sinus urogenital yang pendek system genital betina: 1) Memiliki sepasang ovarium 2) Memiliki saluran telur (oviduk) 3) Berakhir pada saluran kloaka Kelompok reptil seperti kadal, ular dan kura-kura merupakan hewan-hewan yang fertilisasinya terjadi di dalam tubuh (fertilisasi internal). Umumnya reptil bersifat ovipar, namun ada juga reptil yang bersifat ovovivipar, seperti ular garter dan kadal. Telur ular garter atau kadal akan menetas di dalam tubuh induk betinanya. Namun makanannya diperoleh dari cadangan makanan yang ada dalam telur. Reptil betina menghasilkan ovum di dalam ovarium. Ovum kemudian bergerak di sepanjang oviduk menuju kloaka. Reptil jantan menghasilkan sperma di dalam testis. Sperma bergerak di sepanjang saluran yang langsung berhubungan dengan testis, yaitu epididimis. Dari epididimis sperma bergerak menuju vas deferens dan berakhir di hemipenis. Hemipenis merupakan dua penis yang dihubungkan oleh satu testis yang dapat dibolak-balik seperti jari-jari pada sarung tangan karet. Pada saat kelompok hewan reptil mengadakan kopulasi, hanya satu hemipenis saja yang dimasukkan ke dalam saluran kelamin betina. Ovum reptil betina yang telah dibuahi sperma akan melalui oviduk dan pada saat melalui oviduk, ovum yang telah dibuahi akan dikelilingi oleh cangkang yang tahan air. Hal ini akan mengatasi persoalan setelah telur diletakkan dalam lingkungan basah. Pada kebanyakan jenis reptil, telur ditanam dalam tempat yang hangat dan ditinggalkan oleh induknya. Dalam telur terdapat persediaan kuning telur yang berlimpah.

JURNAL REPTILIA

Page 14

Hewan reptil seperti kadal, iguana laut, beberapa ular dan kura-kura serta berbagai jenis buaya melewatkan sebagian besar hidupnya di dalam air. Namun mereka akan kembali ke daratan ketika meletakkan telurnya.

JURNAL REPTILIA

Page 15

VIII.

Kesimpulan
Dari hasil pengamatan yang di lakukan dapat di simpulkan: 1. Kadal (Mabouya multifasciata) masuk dalam ordo squamata. 2. Tubuh kadal terdiri dari caput (kepala), truncus (badan), cauda (ekor), anggota depan (extrimitas anterior) dan anggota belakang (extrimitas posterior). 3. Ciri-ciri kadal (Mabouya multifasciata) antara lain yaitu hidup di darat, tubuhnya tertutup oleh sisik (bercarapace) atau kulit kering yang menanduk (kasap), memiliki ekor dan bernafas dengan paru-paru. 4. Kadal melakukan fertilisasi secara internal yaitu pembuahan di dalam tubuh Kadal merupakan organisme reptil yang berjalan dengan melata, memiliki dua pasang kaki dan biasanya dapat kita temui di persawahan ataupun di area perkebunan. Tubuh kadal tertutupi oleh kulit yang kering dengan sisik-sisik zat tanduk dipermukaannya tanpa danya kelenjar-kelenjar lendir. Warna pada kadal dapat berbeda-beda berdasarkan lingkungan atau umur kadal itu sendiri. Kadal (Mabouya multifasciata) hidup di daerah tanah basah atau lembab. Tubuh kadal terbagi menjadi tiga bagian yaitu kepala (caput) yang terdiri dari mata, lubang hidung dan telingga. Badan (truncus) yang terdiri dari telingga hingga kloaka dan yang terakhir yaitu bagian ekor (cauda) yang memiliki bentuk bulat meruncing ke ujung. Kadal mempunyai sepasang anggota depan (extrimitas anterior) dan sepasang anggota belakang (extrimitas posterior). Masing-masing terdiri atas lima jari dan kuku-kuku yang cocok untuk berlari, mencengkeram, dan naik ke pohon. Kadal dipilih sebagai preparat praktikum karena ukuran kadal yang relatif sedang. Struktur anatominya mudah diamati dan dipelajari bagian-bagiannya. Selain itu kadal juga mudah didapat dan harganya relatif terjangkau. Hewan pertama yang benar-benar merupakan hewan daratan adalah reptilia. Mereka berkembang dari amphibia dalam zaman karbon. Kelebihan utama reptil yang paling awal (reptil batang atau kotilosaurus) terhadap amphibia ialah perkembangan telurnya yang bercangkang dan berisi kuning telur yang dapat diletakkan di tanah tanpa kemungkinan menjadi kering. Cangkangnya selain kedap air juga kedap terhadap sperma. Dengan demikian perkembangan telur yang bercangkang terjadi bersamaan dengan perkembangan fertilisasi internal. Kadal (Mabouya multifasciata) memiliki kulit yang berwarna, kulit pada kadal ini pada umumnya tertutup oleh lapisan epidermal yang menanduk, kadang-kadang di bagian bawah disokong oleh lapisan-lapisan lamina derminalis yang menulang. Lubang pelepasan selalu berubah celah yang transversal. Kadal ini mempunyai dua anggota badan yang bersifat pentadactil. Memiliki membran tympani yang tidak cembung dan celah auris externa dapat digerakkkan juga membran nictitans. Cervix (collum) pada kadal ini jauh lebih panjang dibandingkan dengan dari classis amphibia. Truncus biasanya panjang dan convex di mana pada bagian dorsalnya berwarna cokelat kekuningan dan bagian ventralnya putih. Pada truncus ini terdapat extrimitas cranialis di sebelah cranio lateral truncus, berjumlah sepasang ke kanan dan ke kiri, terdiri dari brachium (tangan) dengan lima digiti. Extrimitas caudalis terletak di sebelah cauda lateral. Adapun bagianbagiannya ialah femur (paha), crus (tungkai), pes (kaki) dengan lima digiti. Pada ujung

JURNAL REPTILIA

Page 16

ventrocauda tempatnya pada basis cauda terdapat cloaca bertipe plagiotremata yaitu berupa celah melintang. Celah ini di sebelah cranial ditutupi oleh deretann squamae yang disebut lamina praecloacalis. Cauda (ekor) panjang sekali, hampir dua kali panjang badan kepala. Bagian pangkal tebal, makin ke caudal makin berkurang. Integument pada Reptilia umumnya tidak mengandung kelenjar keringat. Integument adalah jaringan penutup permukaan, seperti kulit dan mukosa. Lapisan terluar dari integument yang menanduk tidak mengandung sel-sel saraf dan pembuluh darah. Bagian ini mati, dan lama-lama akan mengelupas. Permukaan lapisan epidermal mengalami keratinisasi. Lapisan ini akan ikut hilang apabila hewan berganti kulit. Pada calotes (bunglon) integument mengalami modifikasi warna. Perubahan warna ini dikarenakan adanya granulea pigment dalam dermis yang terkumpul atau menyebar karena pengaruh yang bermacammacam. Pada calotes (bunglon) perubahan ini relatif cepat, karena selalu dibawah kontrol sistem nervosum outonomicum. Sistem Genitalia Jantan a) Testis berbentuk oval, relatif kecil, berwarna keputih-putihan, berjumlah sepasang, dan terletak di dorsal rongga abdomen. Pada kadal dan ular, salah satu testis terletak lebih ke depan dari pada yang lain. Testis akan membesar saat musim kawin. b) Saluran reproduksi, duktus mesonefrus berfungsi sebagai saluran reproduksi, dan saluran ini akan menuju kloaka. Sebagian duktus wolf dekat testis bergelung membentuk epididimis. Tubulus mesonefrus membentuk duktus aferen yang menghubungkan tubulus seminiferus testis dengan epididimis. Duktus wolf bagian posterior menjadi duktus deferen. Pada kebanyakan reptil, duktus deferen bersatu dengan ureter dan memasuki kloaka melalui satu lubang, yaitu sinus urogenital yang pendek. Sistem Genitalia Betina a) Ovarium berjumlah sepasang, berbentuk oval dengan bagian permukaannya benjol-benjol. Letaknya tepat di bagian ventral kolumna vertebralis. b) Saluran reproduksi, oviduk panjang dan bergelung. Bagian anterior terbuka ke rongga selom sebagai ostium, sedang bagian posterior bermuara di kloaka. Dinding bersifat glanduler, bagian anterior menghasilkan albumin yang berfungsi untuk membungkus sel telur, kecuali pada ular dan kadal. Bagian posterior sebagai shell gland akan menghasilkan cangkang kapur.

JURNAL REPTILIA

Page 17

IX.

Daftar Pustaka
Djarubito mukayat, dkk. 1989. Zoologi Dasar. Jakarta; Erlangga. Pratiwi, dkk. 2003. Biologi SMU Jilid 2 Kelas 2. Jakarta; Erlangga. Tim Penyusun. 2004. Biologi Kelas 2 SMA Semester 2. Klaten; Intan Pariwara. Trijoko, dkk. 2005. Biologi Kelas X Jilid 1b SMA Semester 2. Klaten; PT.Sunda Kelapa. Wijaya nuriman, dkk. 2004. Penuntun Praktikum Zoologi Vertebrata. Palangka Raya; FKIP Universitas Palangka Raya. Yudistira. 1994. Panduan Belajar IPA-BIOLOGI 2b SMU. Jakarta; Balai Askara http://syl4r.blogspot.com/2009/01/variasi-intra-populasi.html Diakses: rabu, 28 april 2010 (12:10) http://images.google.co.id/imglanding?q=morfologi%20kadal&imgurl=http://departments.j uniata.edu/biology/vertzoo/Salamander_morphology.jpg&imgrefurl Diakses: rabu, 28 april 2010 (12:15) http://images.google.co.id/imglanding?q=morfologi%20kadal&imgurl=http://gurungeblog.fi les.wordpress.com/2008/10/reproduksiDiakses: rabu, 28 april 2010 (12:45) http://images.google.co.id/imglanding?q=respirasi%20kadal&imgurl=http://sarwoedi.files.w ordpress.com/2008/11/14-kadal1.jpg&imgrefurl Diakses: rabu, 28 april 2010 (12:30) http://id.wikipedia.org/wiki/Kadal Diakses: rabu, 28 april 2010 (12:50)

JURNAL REPTILIA

Page 18