Anda di halaman 1dari 14

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan rahmat dan hidayahNya sehingga tugas ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya. Terima kasih penulis sampaikan kepada dosen mata kuliah komunikasi kesehatan Ibu Suryati, S.Pd, M.Kes, Kons yang telah memberikan bimbingan dalam penyusunan makalah ini. Makalah yang berjudul Komunikasi Kesehatan Melalui Lembar Bolak-Balik (KDRT) ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah komunikasi kesehatan. Penulis sangat menyadari bahwa dalam penuyusunan makalah ini masih banyak terdapat kekurangan. Untuk itu, kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan dari berbagai pihak.

Padang, 30 Mei 2011

Penulis

BAB I PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Media promosi kesehatan adalah semua sarana atau upaya untuk menampilkan pesan atau informasi yang ingin disampaikan oleh komunikator, baik itu melalui media cetak, elektronik dan media luar ruang, sehingga sasaran dapat meningkat pengetahuannya yang akhirnya diharapkan dapat berubah perilakunya kearah positif terhadap kesehatannya.

Salah satu media cetak yang dapat digunakan dalam promosi kesehatan yaitu melalui lembar bolak-balik. Lembar bolak balik adalah lembaran kertas yang berisikan bahan pelajaran, yang tersusun rapi dan baik. Penggunaan lembar balik ini salah satu cara pengajar dalam menghemat waktunya untuk menulis di papan tulis. Penyajian informasi ini dapat berupa gambar-gambar, diagram, huruf-huruf, dan angka.

2. Tujuan Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk memaparkan segala sesuatu yang berkaitan mengenai komunikasi kesehatan melalui lembar bolak-balik.

3. Manfaat Manfaat dari pembuatan makalah ini dapat memperkenalkan media lain dalam mempromosikan kesehatan kepada masyarakat.

BAB II ISI

2.1. PENGERTIAN KOMUNIKASI KESEHATAN Komunikasi kesehatan adalah proses penyampaian pesan kesehatan oleh komunikator melalui saluran/media tertentu kepada komunikan dengan tujuan untuk mendorong perilaku manusia tercapainya kesejahteraan sebagai kekuatan yang mengarah kepada keadaan (status) sehat utuh secara fisik, mental (rohani), dan sosial. Ciri-ciri Konsekuen untuk Komunikasi kesehatan : Konsekuen yang segera mengikuti perilaku, jauh lebih kuat mempengaruhi perilaku daripada yang tertunda Makin menonjol, relevan, penting dan bermakna bagi individu, konsekuen makin berguna Konsekuen yang kongkret lebih berdayaguna daripada abstrak Satu kali perilaku berhasil dipelajari, maka konsekuen yang menyenangkan tidak perlu mengikuti setiap kejadian untuk memelihara perilaku Pengembangan Program Komunikasi Kesehatan Analisa kebijakan komunikasi kesehatan apa yang sedang berjalan (dari pemerintah) Kebijakan pemerintah tentang kesehatan saat ini Issue-issue kesehatan yang sedang bergulir di tingkat nasional maupun internasional

Analisa kelembagaan mana yang sejauh ini berperan aktif baik public sector, privat sector maupun NGO

Kompetensi

Komitmen Pengaruh Cakupan garap/jangjauan Kontinuitas

Identifikasi sumber-sumber komunikasi mana yang paling efektif menjangkau audien (primer/sekunder)

Data collecting sebagai informasi dalam perumusan program komunikasi kesehatan

Metodologi Penyusunan Program Komunikasi Kesehatan (a decision-making approach) 1. Menilai Penilaian komunikasi dibutuhkan pada:
o o

Praktik sedang mempromosikan Manakah kelompok sasaran utama adalah untuk mencapai

2. Perencanaan
o o o o

Sasaran Praktek kesehatan yang akan dipromosikan Saluran komunikasi Strategi yang akan digunakan

3. Pengembangan, pengujian bahan, dan pemurnian unsur-unsur rencana

Apa materi komunikasi yang kita butuhkan untuk memproduksi, dan apa yang akan menjadi tujuan dari masing-masing bahan tersebut?

Apakah media campuran, atau kombinasi dari saluran komunikasi, yang akan kita gunakan?

Bagaimana kita akan mencapai jaringan dengan pesan tentang program komunikasi?

4. Melaksanakan kegiatan komunikasi Siap untuk menyampaikan bahwa pesan-pesan Pertanyaan:


o o o

Apakah pijat mencapai target audiens? Apakah bahan mencapai? Apakah ada masalah operasional?

5. Mengevaluasi efek komunikasi Pemantauan program komunikasi tersebut. Pra-dan pasca-kampanye ukuran pengetahuan, dan sikap.

2.2. PENGERTIAN LEMBAR BOLAK BALIK Lembar bolak balik ialah media penyampaian pesan atau informasi informasi kesehatan dalam bentuk lembar baik. Biasanya dalam bentuk buku gambar di mana tiap lembar (halaman) berisi gambar peragaan dan lembar baliknya berisi kalimat sebagai pesan atau informasi yang berkaitan dengan gambar tersebut.

Lembar bolak balik adalah lembaran kertas yang berisikan bahan pelajaran, yang tersusun rapi dan baik. Penggunaan lembar balik ini salah satu cara pengajar dalam menghemat waktunya untuk menulis di papan tulis. Penyajian informasi ini dapat berupa gambar-gambar, diagram, huruf-huruf, dan angka. Bahan lembar bolak-balik biasanya kertas ukuran plano yang mudah dibuka-buka, mudah ditulisi, dan berwarna cerah. Untuk daya tarik, lembar bolak-balik dapat dicetak dengan aneka warna dan variasi desainnya.

Syarat-Syarat Lembar Bolak-Balik: 1. Berisikan gambar gambar untuk menjelaskan pesan yang hendak disampaikan 2. Di lembar sebaliknya terdapat kalimat penjelasan gambar 3. Mudah dibawa oleh penyuluh 4. Ukuran disesuaikan dengan target/jumlah peserta 5. Gambar yang ditayangkan menarik, mudah dipahami dan sesuai dengan penjelasan yang disampaikan Dalam menggunakan lembar bolak- balik haruslah menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti oleh masyarakat. Dengan adanya lembar bolak- balik ini, diharapkan dapat diperoleh bahan informasi yang bersifat standard, sehingga penyimpangan informasi mengenai konsep dan substansi dasar sebuah program yang akan dijelaskan dapat terhindarkan. Media grafis berfungsi untuk menyalurkan pesan dari sumber ke penerima pesan. Selain fungsi tadi, media grafis memiliki fungsi khusus yaitu menyederhanakan informasi dan memperjelas sajian agar mudah dipahami dan mudah diingat. Dengan multi fungsi itu, media grafis banyak dipakai dalam berbagai bidang: bisnis, industri, periklanan, pemerintah, serta pendidikan dan pengajaran. Penggunaan media grafis umumnya dikombinasikan dengan media lainnya. Media grafis banyak jenisnya, tetapi jenis media grafis yang akan dibahas kali ini adalah meliputi papan flannel, papan bulletin (bulletin board), flip chart, peta, atlas, dan globe. Lembaran bolak- balik pada prinsipnya memuat semua pesan yang akan disampaikan. Tetapi pesan itu disajikan secara bertahap. Tiap bagian pesan dituangkan pada lembaran kertas

yang berbeda. Selanjutnya lembaran-lembaran itu dibendel menjadi satu. Penggunaannya tinggal membalik satu per satu sesuai dengan pesan yang akan disajikan. Bagan yang menyajikan pesan sekaligus ada beberapa macam, antara lain:
1)

Bagan Pengalaman (Experience Chart), terutama digunakan oleh guru-guru SD dan guru Sekolah Lanjutan untuk menggambarkan cerita, berita, atau pengalaman di kelas secara visual. Bagan ini dapat menggambarkan arus suatu proses atau dapat pula menelusuri tanggung jawab atau hubungan kerja antara bagian. Anak panah seringkali digunakan untuk menggambarkan arah arus.

2)

Bagan Pohon (Tree Chart), adalah kebalikan dari stream chart. Ibarat sebuah pohon yang terdiri dari batang, cabang-cabang dan ranting-ranting. Bagan ini dari satu hal kemudian terpecah menjadi berbagai hal. Misalnya silsilah keluarga, program sekolah dan sebagainya.

3)

Bagan Tabulator (Tabulator Chart), dapat menggambarkan data tabular. Misalnya keuntungan dan kerugian: ekspor-impor, schedule program TV.

4)

Bagan Proses (Process Charts), menggambarkan langkah dalam membuat sesuatu, misalnya langkah-langkah mencetak foto, dan sebagainya.

5)

Bagan Waktu (Time Chart), menunjukkan hubungan antar peristiwa dan waktu. Pesan-pesan tersebut disajikan dalam bagan secara kronologis.

2.3. KEUNTUNGAN LEMBAR BOLAK BALIK Keuntungan lembar bolak-balik adalah: 1. Tidak perlu listrik, tidak perlu pusing dengan kabel atau khawatir tentang mati lampu. 2. Ekonomis, tidak memerlukan film atau printer untuk menghasilkan bahan presentasi. 3. Warna bisa ditambahkan dengan mudah. Spidol sudah cukup.

4. Peluang untuk spontanitas. Setiap kemungkin di detik terakhir bisa tetap diekspresikan dengan baik. 5. Dapat digunakan dalam metode pembelajaran inovatif apapun. 6. Lebih praktis. 7. Bendel lembaran bolak-balik mudah dibawa ke mana saja bergantung tempat presentasi. 8. Menghemat media pengajaran. 9. Agar siswa telah tidak bosan sehingga siswa lebih berimajinasi dalam mengembangkan ide-idenya dalam belajar. 10. Dapat mempermudah mengingat suatu materi pelajaran yang di ajarkan guru. 11. Fleksibilitas, pengajar/pembicara dapat memutuskan kapan harus menulis.
12. Lebih baik dari white board karena pengajar/pembicara dapat mempersiapkan sebelum

pelajaran/presentasi dimulai. 13. Biaya murah. 14. Dapat diletakkan dimana saja.

2.4. KEKURANGAN LEMBAR BOLAK BALIK Kekurangan dari penggunaan media cetak lembar bolak-balik adalah : 1. Sukar dibaca karena keterbatasan tulisan. 2. Pengajar/pembicara cenderung memunggungi peserta saat menulis. 3. Biasanya kertas flip chart hanya dapat digunakan untuk satu kali saja. 4. Tidak sesuai untuk peserta yang lebih dari 15-20 orang.

2.6. TIPS PEMBUATAN LEMBAR BOLAK BALIK 1. Lembar balik yang baik punya penjepit di bagian atas, dan mampu menampung segala jenis bahan yang biasa digunakan.

2. Yakinkan bahwa kertas atau bahan jika Anda membawanya sendiri dari rumah dapat muat pada penjepit dan lembar balik itu sendiri dapat berdiri dengan tegak dan stabil. Perhatikan bahwa beberapa jenis penjepit menggunakan lubang. 3. Bahan atau kertas lembar balik biasanya dijual satu paket. Bahan ini bisa polos atau bergaris-garis (matriks). Bahan bergaris dapat digunakan untuk menggambar garis lurus, dan menjaga teks agar tetap rata. Jika penjepit pada flip chart menggunakan lubang, sesuaikan dengan bahannya. Susah payah dalam melepaskan bahan untuk diganti dengan yang baru, adalah pemandangan yang lucu di depan audience. Perhatikan bahwa di Indonesia, yang biasa digunakan adalah jenis yang langsung bisa dibalik ke belakang. 4. Jika Akan menggambar sesuatu yang cukup rumit atau perlu presisi, siapkan contekannya di kertas biasa. 5. Jika memungkinkan, gambarlah draft terlebih dahulu menggunakan pensil. Jangan gunakan huruf besar semua. Kombinasi yang benar akan memudahkan audience membacanya. Pakailah aturan 7 x 7. Tujuh kata per baris dan tujuh baris per halaman. 6. Gunakan spidol yang benar. Jangan gunakan spidol yang meleleh, atau kertas yang dapat membuat spidol meleleh atau tembus ke belakang. Waspadai baunya. Jangan terlalu keras. Ada spidol yang aromanya buah-buahan. Ini bisa jadi lebih menarik. 7. Hindari warna kuning, pink, atau oranye. Warna ini sangat sulit dilihat oleh audience dalam segala kondisi pencahayaan. Jangn buat audience Anda mengernyitkan matanya. Hindari warna yang terlalu banyak, cukup satu warna gelap dan satu warna aksen. 8. Anda bisa menulis tipis dengan pensil, setiap poin yang Anda perlukan untuk contekan. Audience tidak akan melihatnya. Anda juga bisa menulis tentang poin berikutnya. Dengan ini, Anad bisa memperkenalkan halaman berikutnya dengan manis. 9. Jika ada yang salah, Anda bisa mencoretnya. Untuk kesalahan yang memakan ruang peraga lebih besar, gunakan lembar balik pengganti. 10. Gunakan kertas kosong atau bahan penyekat antar halaman, jika bahan Anda cenderung tembus pandang. 11. Jika Anda membawa sendiri bahan Anda, lindungi sejak dari rumah atau dari kantor. Rawat baik-baik.

Membuat lembar bolak balik sendiri bukan spontan, akan memakan waktu. Perhitungkan soal waktu termasuk untuk melakukan review dan perbaikan. Jika bahan Anda adalah print-out komputer, Anda harus memahami bagaimana perilaku printer Anda. 2.7. PENGERTIAN KEKERASAN RUMAH TANGGA Pengertian Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah tangga (PKDRT) yang terdapat di dalam undang-undang No. 23 tahun 2004, adalah ; setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan, atau penderitaan secara fisik, seksual psikologis, dan/atau penelantaran rumah tangga, termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga (vide, pasal 1 ayat 1 ). Mengingat UU tentang KDRT merupakan hukum publik yang didalamnya ada ancaman pidana penjara atau denda bagi yang melanggarnya, maka masyarakat luas khususnya kaum lelaki, dalam kedudukan sebagai kepala keluarga sebaiknya mengetahui apa itu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Adapun tentang siapa saja yang termasuk dalam lingkup rumah tangga, adalah : a. b. c. Suami, isteri, dan anak, termasuk anak angkat dan anak tiri Orang-orang yang mempunyai hubungan keluarga dengan suami, isteri yang tinggal Orang yang bekerja membantu di rumah tangga dan menetap tinggal dalam rumah

menetap dalam rumah tangga, seperti : mertua, menantu, ipar, dan besan tangga tersebut, seperti PRT. 2.8. JENIS JENIS KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA Bentuk KDRT seperti yang disebut di atas dapat dilakukan suami terhadap anggota keluarganya dalam bentuk : 1. Kekerasan fisik, yang mengakibatkan rasa sakit, jatuh sakit atau luka berat 2. Kekerasan psikis, yang mengakibatkan rasa ketakutan, hilangnya rasa percaya diri, hilangnya kemampuan untuk bertindak, rasa tidak berdaya, dll.

3. Kekerasan seksual, yang berupa pemaksaan seksual dengan cara tidak wajar, baik untuk suami maupun untuk orang lain untuk tujuan komersial, atau tujuan tertentu 4. Penelantaran rumah tangga yang terjadi dalam lingkup rumah tangganya, yang mana menurut hukum diwajibkan atasnya. Selain itu penelantaran juga berlaku bagi setiap orang yang mengakibatkan ketergantungan ekonomi dengan cara membatasi dan/atau melarang untuk bekerja yang layak di dalam atau di luar rumah, sehingga korban berada di bawah kendali orang tersebut.

2.9. UNDANG UNDANG YANG MENGATUR TENTANG KEKERASAN RUMAH TANGGA Bagi korban KDRT undang-undang telah mengatur akan hak-hak yang dapat dituntut kepada pelakunya, antara lain : a. Perlindungan dari pihak keluarga, kepolisian, kejaksaan, pengadilan, advokat, lembaga sosial, atau pihak lainnya maupun atas penetapan perintah perlindungan dari pengadilan b. Pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan medis c. Penanganan secara khusus berkaitan dengan kerahasiaan korban d. Pendampingan oleh pekerja sosial dan bantuan hokum e. Pelayanan bimbingan rohani. Selain itu korban KDRT juga berhak untuk mendapatkan pelayanan demi pemulihan korban dari, tenaga kesehatan, pekerja sosial, relawan pendamping dan/atau pembimbing rohani. (vide, pasal 10 UU No.23 tahun 2004 tentang PKDRT). Dalam UU PKDRT Pemerintah mempunyai kewajiban, yaitu : a. Merumuskan kebijakan penghapusan KDRT b. Menyelenggarakan komunikasi, informasi dan edukasi tentang KDRT
c. Menyelenggarakan sosialisasi dan advokasi tentang KDRT ; dan d). Menyelenggarakan

pendidikan dan pelatihan sensitif jender, dan isu KDRT serta menetapkan standard dan akreditasi pelayanan yang sensitif jender.

UU No.23 tahun 2004 juga mengatur kewajiban masyarakat dalam PKDRT, dimana bagi setiap orang yang mendengar, melihat, atau mengetahui terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) wajib melakukan upaya :
a. Mencegah KDRT

b. Memberikan perlindungan kepada korban c. Memberikan pertolongan darurat


d. Mengajukan proses pengajuan permohonan penetapan perlindungan ; (vide pasal 15

UU PKDRT). Namun untuk kejahatan kekerasan psikis dan fisik ringan serta kekerasan seksual yang terjadi di dalam relasi antar suami-isteri, maka yang berlaku adalah delik aduan. Maksudnya adalah korban sendiri yang melaporkan KDRT yang dialaminya kepada pihak kepolisian. ( vide, pasal 26 ayat 1 UU 23 tahun 2004 tentang PKDRT). Namun korban dapat memberikan kuasa kepada keluarga atau Advokat/Pengacara untuk melaporkan KDRT ke kepolisian (vide, pasal 26 ayat 2). Jika yang menjadi korban adalah seorang anak, laporan dapat dilakukan oleh orang tua, wali, pengasuh atau anak yang bersangkutan (vide, pasal 27). Adapun mengenai sanksi pidana dalam pelanggaran UU No.23 tahun 2004 tentang PKDRT diatur dalam Bab VIII mulai dari pasal 44 s/d pasal 53. Khusus untuk kekerasan KDRT di bidang seksual, berlaku pidana minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara atau 20 tahun penjara atau denda antara 12 juta s/d 300 juta rupiah atau antara 25 juta s/d 500 juta rupiah. ( vide pasal 47 dan 48 UU PKDRT). Dan perlu diketahui juga, bahwa pada umumnya UU No.23 tahun 2004 tentang PKDRT, bukan hanya melulu ditujukan kepada seorang suami, tapi juga juga bisa ditujukan kepada seorang isteri yang melakukan kekerasan terhadap suaminya, anak-anaknya, keluarganya atau pembantunya yang menetap tinggal dalam satu rumah tangga tersebut

BAB III PENUTUP

3.1.Kesimpulan Komunikasi kesehatan adalah proses penyampaian pesan kesehatan oleh komunikator melalui saluran/media tertentu kepada komunikan dengan tujuan untuk mendorong perilaku manusia tercapainya kesejahteraan sebagai kekuatan yang mengarah kepada keadaan (status) sehat utuh secara fisik, mental (rohani), dan sosial. Lembar bolak balik ialah media penyampaian pesan atau informasi informasi kesehatan dalam bentuk lembar baik. Biasanya dalam bentuk buku gambar di mana tiap lembar (halaman) berisi gambar peragaan dan lembar baliknya berisi kalimat

sebagai pesan atau informasi yang berkaitan dengan gambar tersebut. Dalam menggunakan lembar bolak- balik haruslah menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti oleh masyarakat. Dengan adanya lembar bolak- balik ini, diharapkan dapat diperoleh bahan informasi yang bersifat standard, sehingga penyimpangan informasi mengenai konsep dan substansi dasar sebuah program yang akan dijelaskan dapat terhindarkan. Pengertian Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah tangga (PKDRT) yang terdapat di dalam undang-undang No. 23 tahun 2004, adalah ; setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan, atau penderitaan secara fisik, seksual psikologis, dan/atau penelantaran rumah tangga, termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga (vide, pasal 1 ayat 1 ).

3.2.Saran Dengan adanya media promosi kesehatan,khususnya lembar bolak balik, maka diharapkan kasus KDRT dapat dikurangi karena dengan lembar bolak balik diharapkan dapat diperoleh bahan informasi yang bersifat standard, sehingga penyimpangan informasi mengenai konsep dan substansi dasar sebuah program yang akan dijelaskan dapat terhindarkan. DAFTAR PUSTAKA

http://tipbicara.wordpress.com/2011/04/17/lebih-efektif-dengan-flip-chart/ http://ners86.wordpress.com/2009/04/14/syarat-%E2%80%93-syarat-pembuatanposter-leaflet-lembar-balik-dan-slide-transparansis-ohp/ http://karya-ilmiah.um.ac.id/index.php/KSDP/article/view/7027 http://www.p2kp.org/pustakadetil.asp?mid=49&catid=5& http://www.alhamsyah.com/blog/topics/keuntungan+dan+kelemahan+menggunakan +flip+chart.html

http://tipbicara.wordpress.com/2011/04/17/lebih-efektif-dengan-flip-chart/