Anda di halaman 1dari 9

ANALISIS SWOT PERUSAHAAN ASIAN AGRI

Oleh Kelompok 1 Alinka/ Marsha /115100300111053 Niken /115100301111003 Nurwinda/115100300111011 Sukoco/115100301111015

Untuk memenuhi tugas agroindustri

JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2011

1. Pengertian industri kelapa sawit Kelapa sawit adalah tanaman penghasil minyak sawit yang merupakan salah satu primadona tanaman perkebunan yang menjadi sumber penghasil devisa non migas bagi Indonesia. Produk minyak kelapa sawit sebagai bahan makanan mempunyai dua aspek kualitas. Aspek pertama berhubungan dengan kadar dan kualitas asam lemak, kelembaban dan kadar kotoran. Aspek kedua berhubungan dengan rasa, aroma dan kejernihan serta kemurnian produk. 2. Contoh industri kelapa sawit - Profil Asian agri didirikan oleh sukanto tanoto pada tahun 1979 di wilayah sumatera utara,jambi,riau. Asian Agri bangga sebagai perusahaan yang berbasis di Indonesia, telah mampu mengelola sumber daya alam yang berlimpah, dengan pengelolaan perusahaan kelapa sawit berkelas dunia. Asian Agri yakin dapat melaksanakan prinsip-prinsip kelapa sawit lestari (sustainable palm oil) dalam operasionalnya: menerapkan standar kerja tertinggi, menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar, melaksanakan sistem manajemen lingkungan. - Produk Asian Agri memproduksi produk yang segar dan berkualitas dengan cara yang lestari. Pengolahan minyak kelapa sawit menggunakan perlengkapan teknologi yang tinggi. Produk-produk yang dihasilkan cocok digunakan untuk membuat berbagai jenis produk makanan. Produk kelapa sawit telah mendapatkan sertifikasi HACCP, Halal dan Kosher. Asian agri juga mematuhi spesifikasi standar pengolahan minyak sawit PORAM (Palm Oil Refiners Association of Malaysia) dan dapat mememuhi spesifikasi produk sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen. Produk yang dihasilkan asian agri antara lain Minyak Sawit Mentah ,Minyak Sawit Diolah ,Palm Olein ,Palm Stearin ,Palm Kernel Oil Mentah ,Shortening ,Margarin ,Pengganti Minyak Mentega ,Minyak Sayur ,Rument Protected Fat ,Powder Fat, Lilin ,Palm Kernel Expeller ,Palm Fatty Acid Distillate (PFAD) ,Palm Methyl Esters (PME) ,Glycerin - Kapasitas Dengan total kapasitas produksi 4 ton per tahun, Asian Agri menargetkan masuk lima besar penghasil minyak kelapa sawit terbesar di Indonesia. - Letak Letak perusahaan Asian Agri Group wilayah medan Jl. Letjen. MT. Haryono No. A-1 Medan 20231. Sedangkan letak perkebunan tersebar di daerah sumatera utara,jambi dan riau - Data-data penting Di Indonesia, Asian Agri memiliki atau mengelola lebih dari 160.000 hektar areal yang telah ditanami kelapa sawit. Sebagian besar dari tanaman kelapa sawit ini sedang memasuki masa paling produktif dari 25 tahun usia produktifnya. Pengembangan kebun Asian Agri terletak di Sumatra, pulau terbesar keenam di dunia. Berbagai faktor membuat Sumatra menjadi lokasi yang ideal

untuk budidaya kelapa sawit. Tanaman tropis ini tumbuh subur di sekitar 10 derajat Lintang Utara dan Selatan dari garis katulistiwa - yang membagi Sumatra menjadi dua bagian. Kondisi iklim yang mendukung antara 2 lintang ini dilengkapi dengan tanah subur dan ketersediaan tenaga kerja yang berlimpah. Saat ini Asian Agri memiliki 28 kebun kelapa sawit dan mengoperasikan 19 pabrik kelapa sawit di Sumatra. Kami juga bekerjasama dengan 11 kebun Plasma dan KKPA. Pabrik kami memproses buah kelapa sawit dari seluruh 160.000 hektar lahan yang sedang dikembangkan. 19 pabrik yang ada sekarang mempunyai kapasitas untuk memproduksi sekitar 1 juta metrik ton CPO (Crude Palm Oil). Hal ini membuat Asian Agri termasuk sebagai salah satu produsen CPO utama terbesar di Asia. Terlebih lagi, beberapa pabrik baru akan dibangun seiring berkembangnya perusahaan ini atau tergantung kepada kebutuhan strategi perusahaan. 3. Karakteristik bahan baku Buah sawit mempunyai warna bervariasi dari hitam, ungu, hingga merah tergantung bibit yang digunakan. Buah bergerombol dalam tandan yang muncul dari tiap pelepah. Kandungan minyak bertambah sesuai kematangan buah. Setelah melewati fase matang,kandungan asam lemak bebas (FFA, Free fatty acid) akan meningkat dan buah akan rontok dengan sendirinya. Kelapa sawit bertambah biak dengan cara generatif. Buah sawit matang pada kondisi tertentu embrionya akan berkecambah menghasilkan tunas (plumula) dan bakal akar (radikula). Kelapa sawit memiliki banyak jenis,berdasarkan ketebalan cangkangnya kelapa sawit dibagi menjadi Dura, Pisifera dan Tenera. Dura merupakan sawit yang buahnya memiliki cangkang tebal sehingga dianggap memperpendek umur mesin pengolah namun biasanya tandan buahnya besar besar dan kandungan minyak pertandannya berkisar 18%. Pisifera buahnya tidak memiliki cangkang namun bunga betinanya steril sehingga sangat jarang menghasilkan buah. Tenera adalah persilangan antara induk dura dan pisifera. Jenis ini dianggap bibit unggul sebab melengkapi kekurangan masing-masing induk dengan sifat cangkang buah tipis namun bunga betinanya tetap fertil. Beberapa tenera unggul persentase daging buahnya dapat mencapai 90% dan kandungan minyak pertandannya dapat mencapai 28%.

Untuk perusahaan Asian Agri memilih kelapa sawit jenis tenera. Karena merupakan bibit unggul dari kelapa sawit. Selain hal diatas kelapa sawit memiliki karakteristik lain antara lain Proses produksi sangat bergantung pada alam serta sulit untuk dikendalikan,Produksi ditentukan oleh kegiatan yang berlangsung dalam sel dan jaringan tanaman, Produksi dipengaruhi oleh umur tanaman. Kelapa sawit tidak tahan lama di lapangan setelah dipanen.

4. Kekuatan a. Asian Agri memiliki sumber daya manusia yang berkualitas dan memadai. b. Pengembangan industri kelapa sawit di Sumatera yang merupakan wilayah yang strategis dan cocok untuk tanaman kelapa sawit . c. Asian Agri memproduksi produk yang segar dan berkualitas dengan cara yang lestari. d. Menerapkan standar kerja tertinggi e. Pengolahan minyak kelapa sawit menggunakan perlengkapan teknologi yang tinggi. f. Menyediakan lapangan kerja bagi ribuan keluarga yang masih bergantung pada hasil pertanian 5. Kelemahan a. Walaupun teknologi yang dimilki sudah baik namun masih kalah dengan teknologi luar negeri b. Belum mampu mencapai pasar internasional c. Permodalan yang masih terbatas 6. Peluang
a. meningkatnya konsumsi minyak kelapa sawit baik di Indonesia maupun dunia b. adanya penanaman modal dari para investor baik dalam maupun luar negeri

7. Ancaman a. Indonesia tidak luput dari hal yang tidak mendukung seperti pengaruh cuaca buruk (badai El Nino), sehingga menyebabkan kadar asam minyak kelapa sawit tinggi. Hal ini mengakibatkan mutu minyak kelapa sawit bervariatif. b. Adanya pasar bebas di daerah asia tenggara (AFTA) c. Adanya produk lain yang memiliki kualitas yang lebih baik 8. Tahap pengambilan data a. Wawancara Berdasarkan wawancara yang dilakukan akan diperoleh data primer. Tujuan dari wawancara ini adalah untuk memperoleh data yang digunakan untuk menganalisis SWOT dari PT. Asian Agri. Data penelitian ini akan diperoleh dari Manager dan karyawan dari PT. Asian Agri. b. Neraca Laba Rugi Laporan rugi/laba PT. Asian Agri Untuk periode berakhir 31 Desember 2000

Pendapatan: Penjualan Harga pokok penjualan: Persediaan awal Pembelian Tersedia untuk dijual Persediaan akhir Harga pokok penjualan Laba kotor Biaya operasional: Biaya komisi Biaya transportasi Biaya listrik, telpon, air Biaya gaji pegawai Biaya penyusutan bangunan Biaya penyusutan inventaris Total Laba operasi Biaya bunga Laba sebelum pajak Biaya pajak Laba/(rugi) bersih Neraca PT. ASIAN AGRI Per 31 Desember 1999 Aktiva Aktiva lancar:

32,000,000 10,000,000 13,000,000 12,000,000 13,000,000 14,000,000 12,000,000 3,000,000 1,500,000 2,000,000 2,500,000 1,000,000 700,000 10,700,000 5,000,000 500,000 4,500,000 1,000,000 3,500,000

Kas Piutang usaha Uang muka pembelian Persediaan barang Total aktiva lancar Aktiva tetap: Tanah Bangunan Akumulasi penyusutan-bangunan Inventaris kantor Akumulasi penyusutan-inventaris Total aktiva tetap Total aktiva Hutang Hutang lancar: Hutang dagang

1,000,000 5,000,000 500,000 3,000,000 9,500,000 50,000,000 20,000,000 (5,000,000) 2,000,000 (500,000) 15,000,000 1,500,000 66,500,000 76,000,000

2,000,000

Hutang gaji Biaya yang masih harus dibayar Total hutang lancar Hutang jangka panjang: Hutang bank Total hutang jangka panjang Total hutang Modal Modal disetor Laba ditahan Total modal Total hutang dan modal

500,000 1,000,000 3,500,000 20,000,000 20,000,000 23,500,000 40,000,000 12,500,000 52,500,000 76,000,000

c. Pendapatan dari Pasar Penjualan kelapa sawit di pasaran seharga Rp 8.000 per kilogram. Dengan jumlah produk yang dihasilkan per tahun adalah 4 Ton. Jadi pendapatan dari pasar berkisar Rp. 32.000.000,00. d. Evaluasi Kinerja Pelatihan rutin bagi pekerja Asian Agri berkaitan dengan tugasnya wajib diikuti oleh setiap pekerja sesuai dengan areal kerjanya. Pengetahuan dan keahlian yang dipelajari melalui program pelatihan dan pengalaman kerja diperkuat dengan pelatihan penyegaran yang dilakukan secara berkala, termasuk pelatihan dalam kelas dan pelatihan lapangan yang dilakukan oleh instruktur yang berpengalaman. Asian Agri bekerja secara terus menerus untuk memastikan penanganan kesehatan dan keselamatan yang sesuai bagi pekerja. PT. Asian Agri menaati seluruh peraturan pemerintah berkaitan dengan keselamatan kerja termasuk peraturan mengenai kesehatan, asuransi kecelakaan di tempat kerja, batas minimum umur pekerja, perlindungan terhadap anak serta peraturan buruh nasional dan daerah. Penggunaan alat pengamanan pribadi (PPE) wajib dilakukan dan disediakan bagi setiap pekerja yang membutuhkannya. Keselamatan kerja dilaksanakan (termasuk prosedur gawat darurat dan P3K) dan secara berkala diperiksa oleh audit internal kami. Semua anggota karyawan memiliki rencana insuransi kesehatan bagi mereka dan keluarganya

9. Tahap analisis Tabel faktor internal no 1 Faktor internal Strength (kekuatan)


a. Asian Agri memiliki sumber daya manusia b. Pengembangan

Bobot

Rating

skor

0,568 0,410

4 3

2,274 1,230

c. d. e.

f.

yang berkualitas dan memadai. industri kelapa sawit di Sumatera yang merupakan wilayah yang strategis dan cocok untuk tanaman kelapa sawit . Asian Agri memproduksi produk yang segar dan berkualitas dengan cara yang lestari. Menerapkan standar kerja tertinggi Pengolahan minyak kelapa sawit menggunakan perlengkapan teknologi yang tinggi. Menyediakan lapangan kerja bagi ribuan keluarga yang masih bergantung pada hasil pertanian Total kekuatan

0,356 0,507 0,601 0,632 -

3 4 3 4 -

1,068 2,028 1,803 2,528 10,931

2 a.

Weakness (kelemahan) Walaupun teknologi yang dimilki sudah baik namun masih kalah dengan teknologi luar negeri Belum mampu mencapai pasar internasional Permodalan yang masih terbatas 0,487 0,412 0,561 4 3 4 1,948 1,236 2.244 5,428 Total kelemahan Selisih total kekuatan total kelemahan

b. c.

5,503

Tabel faktor eksternal no 1. Faktor eksternal Opportunities (peluang)


a. meningkatnya konsumsi minyak kelapa sawit

Bobot

rating

Skor

0,734

2,936

baik di Indonesia maupun dunia

b. adanya penanaman modal dari para investor

0,483

1,449 4,385

baik dalam maupun luar negeri Total Peluang 2 Threat a. Indonesia tidak luput dari hal yang tidak mendukung seperti pengaruh cuaca buruk (badai El Nino), sehingga menyebabkan kadar asam minyak kelapa sawit tinggi. Hal ini mengakibatkan mutu minyak kelapa sawit bervariatif. b. Adanya pasar bebas di daerah asia tenggara (AFTA) c. Adanya produk lain yang memiliki kualitas yang lebih baik 0,342 2

0,684

0,410 0,532

3 3

1,230 1,596 3,510

Total Ancaman Selisih total peluang total ancaman 0,875

10. Penerapan strategi SWOT Strenght Opportunities Mengembangkan industri kelapa sawit di Sumatera karena tempat yang strategis dan cocok untuk tanaman tersebut, serta menggunakan teknologi yang lebih canggih. Hal ini dimaksudkan agar dapat memenuhi pemintaan minyak kelapa sawit yang semakin meningkat. Weakness Untuk meningkatkan teknologi pengolahan minyak kelapa sawit dapat dilakukan kerjasama dengan pihak investor asing.

Threat

Pengolahan minyak kelapa sawit menggunakan perlengkapan teknologi yang tinggi agar tidak kalah dengan produk lain yang berkualitas tinggi.

Pemasaran produk ke wilayah internasional agar dapat bersaing dengan pasar bebas di Asia Tengara (AFTA)

11. Kesimpulan Perusahaan Asian Agri berada pada kuadran satu sehingga penerapan analisis swot yang digunakan adalah Mengembangkan industri kelapa sawit di Sumatera karena tempat yang strategis dan cocok untuk tanaman tersebut, serta menggunakan teknologi yang lebih canggih. Hal ini dimaksudkan agar dapat memenuhi pemintaan minyak kelapa sawit yang semakin meningkat.